• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY REPORT 21 September 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY REPORT 21 September 2016"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

    

 

           

 

 

NEWS HEADLINES

JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

Pola up reversal bagi IHSG tercermin dari sejumlah indikator, untuk itu secara teknis indeks berpeluang bergerak positif pekan ini. Sinyal dari MACD dan Stochastic terkonfirmasi positif bagi pergerakan IHSG. Dari lagging indikator, indeks menguji MA20 di level 5287. Sedangkan dari MA5, indeks terkonfirmasi positif.

JAKARTA INDICES STATISTICS

CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)

IHSG 5302.493 -19.348 8,117.10 6,536.27

LQ-45 915.72 -3.491 3,115.74 3,793.98

MARKET REVIEW

MARKET VIEW

Pada perdagangan hari Selasa (20/09) IHSG ditutup melemah 19,35 poin (0,36%) ke level 5.302.49. Dari domestik, Bank Indonesia (BI) menilai pelebaran defisit APBN-P 2016 menjadi maksimum 2,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) masih aman. Meskipun, konsekuensinya pemerintah harus menambah pembiayaan. BI melihat ada komitmen pemerintah untuk menjaga budget, defisit bisa di bawah 2,5%. Pemerintah harus menambah utang sekitar Rp 37 triliun untuk menambal pelebaran defisit APBNP tahun 2016. Utang untuk menutup defisit tersebut rencananya akan didapat dari penerbitan surat berharga negara (SBN). Secara spesifik, penambahan utang tersebut sedang disiapkan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemkeu.

Dari pasar global, Saham-saham di Wall Street membalikkan penguatan awal menjadi berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Senin. Investor menantikan pertemuan kebijakan Federal Reserve. Para investor terus memantau pertemuan kebijakan dua hari The Fed, yang dijadwalkan dimulai Selasa, untuk petunjuk lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga tidak berubah pekan ini, tetapi investor sekarang memperkirakan kenaikan (suku bunga) pada Desember. Pejabat The Fed telah menyerukan kenaikan sebelum akhir tahun mungkin sekali, tetapi mereka mengatakan hal yang sama tentang kenaikan sebelum akhir musim panas pada Juni dan Juli.

Dari pasar regional, indeks Nikkei 225 melemah 27.14 poin (0,16%) ke level 16.492,15,. Bank of Japan menuju pertemuan dua-hari, Selasa, dengan investor tidak yakin mengenai rencana untuk kebijakan moneternya, di mana stimulus yang sudah berjalan selama lebih dari tiga tahun dinilai gagal untuk meningkatkan pertumbuhan dan inflasi. BoJ akan mengumumkan keputusannya beberapa jam sebelum Federal Reserve memulai pertemuan, dengan pendapat terpecah pada apakah akan menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite melemah 3,05 poin (0,10%) dan indeks Hang Seng melemah 19,59 poin (0,08%) karena investor masih berhati-hati menjelang pertemuan the Fed.

Dari Eropa, saham-saham eropa dibuka turun pada perdagangan hari Selasa mengikuti penurunak indeks-indeks global.

Program pemerintah mengenai amnesty pajak oleh palaku pasar diharapkan dapat sesuai apa yang ditargetkan sebelumnya, saat ini total harta yang telah dilaporkan (deklarasi), mencapai Rp 1.013 triliun. Rinciannya, deklarasi harta dalam negeri mencapai Rp 705 triliun dan harta luar negeri mencapai Rp 253 triliun. Dari total harta yang dilaporkan itu, sebanyak Rp 55,1 triliun direpatriasi ke Indonesia. Berdasarkan data statistik tersebut, jumlah surat pernyataan harta yang masuk selama September ini mencapai 66.778. Sedangkan total surat pernyataan harta yang masuk telah mencapai 73.496. Melalui tax amnesty, pemerintah menargetkan ada tambahan penerimaan negara sebanyak Rp 165 triliun dari uang tebusan yang masuk. Dari program amnesti pajak menunjukkan perkembangan yang pesat peride berjalan bulan September ini, diperkirakan memberikan optimisme baru pada pelaku pasar. Yang diharapkan menjadi penopang bagi IHSG untuk memposisikan ke level yang lebih baik dari posisi sebelumnya.

Kabar lainnya, Pemerintah berencana membentuk enam Holding BUMN ditargetkan rampung pada akhir tahun 2016. Diharapkan dengan adanya holding BUMN ini nantinya diharapkan mampu mendorong investasi yang masuk ke Indonesia. Enam Holding BUMN yang diharapkan selesai pada akhir 2016 tersebut adalah untuk tambang, minyak dan gas, infrastruktur, keuangan, perumahan dan pangan. Sementara itu, pemerintah akan melaku revisi mengenai peraturan tersebut agar menjadi payung hukum untuk Peraturan Pemerintah lainnya di masing-masing sektor Holding BUMN. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas tersebut sudah memasuki tahap akhir yang akan segera ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Holding BUMN tersebut merupakan hal yang penting karena hampir di semua sektor itu daya saing menjadi yang utama.

Selain dari faktor diatas, yang tidak kalah penting dan akan menjadi perhatian pelaku pasar, penantian keputusan dari pertemuan the Fed yang berlangsung pada 21-22 September. Jelang pertemuan the Fed, peluang kenaikan Fed Rate pada bulan September kian kecil. Saat ini peluang kenaikan tinggal tersisa 9% atau potensi kenaikan suku bunga the Fed semakin kecil. Penurunan peluang terjadi seiring rilis penjualan ritel Agustus yang mengalami penurunan 0,3% dibanding bulan sebelumnya.

 

Penurunan penjualan ritel ini merupakan pertama kalinya dalam kurun waktu lima bulan terakhir sekaligus menunjukkan penurunan kemampuan beli masyarakat AS. Seiring dengan semakin kecilnya peluang kenaikan bunga diharapkan bisa menjadi sentimen positif bagi bursa saham global.Namun, jelang keputusan the Fed sentimen yang muncul dari pasar global dapat membawa IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif, jika menguat pun hanya terbatas

DAILY REPORT

21 September 2016

• ADHI minta LRT tetap terapkan skema multiyears • Wika Realty siap IPO Rp 1,5 triliun

• Wika Gedung targetkan dana IPO Rp 1,5 triliun • IPO Waskita Toll Road diperkirakan di atas Rp 5 triliun • Realisasi kontrak WSBP capai 92%

• CMNP galang dana pasar modal hingga Rp 3,5 triliun

• TOWR percepat pelunasan utang USD 90 juta yang jatu tempo 2019 • GEMS peroleh ijin Kemen ESDM produksi 7,5 juta ton batu bara • KLBF & anak usaha bentuk Jvdi bidang kesehatan berteknologi digital • JPFA pangkas pertumbuhan

• Penjualan SMBR tumbuh 11%

• TIFA peroleh pinjaman Rp 100 miliar dari BCIC • HDFA raih pinjaman Rp 150 miliar dari PNBS • BSWD akan rights issue max 1,2 miliar saham • PJAA siap bayar bunga obligasi Rp 4,2 miliar

• TGKA tambaha pinjama ke anak usaha Rp 140 miliar jadi Rp 160 miliar • ADMF bukukan new booking Rp 19,6 T hingga Agustus 2016 • CTRA bukukan marketing sales Rp 4 triliun per Agustus 2016 • Ciputra targetkan master plan merger selesai Oktober

Support Level 5288/5274/5250

Resistance Level 5326/5350/5364

Major Trend Up

(2)

     

           

 

 

21 September 2016

21 September 2016

Adhi Karya (ADHI) mengharapkan pemerintah tetap menerapkan skema pendanaan multiyears untuk pembiayaan proyek kereta api ringan (LRT) Jabodebek. Pasalnya, bila regulator menerapkan skema pendanaan bentuk lain, dikhawatirkan memiliki ekses negatif terhadap kinerja keuangan perseroan.

Waskita Karya (WSKT) akan mengantar anak usahanya, Waskita Toll Road, untuk melangsungkan IPO saham tahun depan. Target IPO Waskita Toll Road kemungkinan lebih besar dari Waskita Beton Precast atau di atas Rp 5 triliun. Sebelum IPO, perseroan terlebih dahulu mencari investor strategis terkait divestasi saham Waskita Toll Road. Divestasi ini bertujuan untuk menambah ekuitas Waskita Toll Road sebelum IPO. Target dana dari divestasi sekitar Rp 3,1 triliun atau lebih rendah dari rencana semula yang mencapai Rp 4-4,5 triliun.

Wika Realty, anak usaha Wijaya Karya (WIKA), berencana melangsungkan IPO saham pada tahun depan. Perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 1-1,5 triliun. Perseroan memperkirakan dapat melepas 30% saham ke publik. Saat ini, perseroan memiliki ekuitas Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun. Sebelum IPO, perseroan menargetkan ekuitas akan bertambah menjadi Rp 2,1 triliun. Ekspansi perseroan cenderung lebih banyak digunakan untuk mengakuisisi lahan.

Wika Gedung, anak usaha Wijaya Karya (WIKA), menargetkan dana IPO Rp 1,5 triliun dengan melepas 30% saham ke publik. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis dan modal kerja perusahaan.

Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) berencana menerbitkan sekitar 30% saham baru (rights issue) dengan target Rp 1,5 triliun tahun ini. Perseroan juga berniat untuk menerbitkan obligasi dengan target perolehan berkisar Rp 1,5-2 triliun. Selain untuk mendanai ekspansi, aksi korporasi ini juga sebagai upaya perseroan untuk menyukseskan program tax amnesty pemerintah dengan menyediakan portofolio investasi di pasar modal. Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai pembangunan ruas tol yang sudah dimenangkan perseroan dan tender sejumlah proyek baru.

Sarana Menara Nusantara (TOWR) mempercepat pelunasan utang sebesar USD 90 juta atau sekitar Rp 1,18 triliun. Utang yang dilunasi itu merupakan fasilitas pinjaman sindikasi yang berasal dari 6 perbankan yang akan jatuh tempo pada 19 November 2019. Kreditur tersebut terdiri dari BNP Paribas, Credit Suisse AG, CIMB Bank Berhad Singapura, Standard Chartered Bank, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd dan JPMorgan Chase Bank. Dana untuk pelunasan utang itu berasal dari kas internal perseroan. Pinjaman ini ditandatangani pada 20 November 2014 melalui anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan Protelindo Finance B.V. Usai pelunasan utang ini, rasio Net Debt to Ebitda perseroan turun dari sebelumnya 2,1 kali menjadi 1,8 kali.

Golden Energy Mines (GEMS) memperoleh persetujuan dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada awal September 2016 untuk menambah produksi tambang yang berada di Kalimantan Selatan menjadi sebesar 7,5 juta ton per tahun atas area konsesinya seluas 24.100 hektar milik PT Borneo Indobara (BIB). Pada tahun 2015 produksi batu bara sebesar 6,3 juta ton per tahun. Didukung dengan infrastruktur transportasi dan bongkar muat barang yang baik, GEMS mengharapkan peningkatan produksi menjadi 12 juta ton per tahun pada tahun 2017. Area konsesi BIB merupakan

cadangan batu bara terbesar di dalam GEMS, dengan estimasi 1,78 miliar ton cadangan batubara. GEMS juga memiliki dua area konsesi lainnya, yaitu di Jambi dan di Kalimantan Tengah dengan estimasi cadangan batu bara masing-masing sebesar 256 MT dan 77 MT.

Kalbe Farma (KLBF) dan anak usahanya yaitu PT Kreatif Media Karya telah membentuk perusahaan patungan pada 19 September 2016 dengan nama PT Medika Komunika Teknologi. Perusahaan patungan itu akan bergerak dalam bidang kesehatan berteknologi digital. Kepemilikan perseroan dan anak usahanya masing-masing sebesar 50%.

Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mengoreksi target pertumbuhan pendapatan tahun ini dari kisaran 10% hingga 15% menjadi sekitar 5% sampai 6%. Padahal, pada semester I/2016 pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan mencapai double digit. Meski demikian, perusahaan tidak mengatakan penyebab koreksi tersebut. Sementara itu, untuk laba tahun ini, perusahaan memiliki optimisme bisa kembali mencatatkan profit. Hal ini disebabkan oleh efisiensi yang dilakukan perusahaan.

Waskita Beton Precast (WSBP) mengantongi kontrak baru Rp7 triliun sampai pecan ketiga September 2016 atau 92% dari target kontrak baru Rp7,79 triliun sepanjang 2016. Selain kontrak baru tersebut, WSBP juga mengantongi kontrak carry over senilai Rp3,2 triliun. Dengan kontrak yang diperoleh, perusahaan telah membukukan penjualan Rp2,5 triliun dan laba bersih Rp310 miliar hingga Agustus 2016. Sebagian besar produk perusahaan dikonsumsi oleh induk usaha yaitu Waskita Karya (WSKT) yang mencapai 85%. Sisanya sekitar 15% dikonsumsi oleh pemerintah dan perusahaan swasta.

Semen Baturaja (SMBR) membukukan penjualan semen sebanyak 962.462 ton pada Januari-Agustus 2016, atau meningkat 4% dibandingkan periode yang sama 2015. Penjualan semen pada Agustus 2016 tercatat sebesar 170.063 ton atau meningkat 11% YoY. Terdapat kenaikan konsumsi semen khususnya pada semester II/2016 seiring meningkatnya aktivitas pembangunan. Tigaraksa Satria (TGKA) menambah jumlah pinjaman kepada anak usahanya yaitu PT Blue Gas Indonesia pada 9 September 2016 sebesar Rp 140 miliar dari semula Rp 20 miliar menjadi Rp 160 miliar. Selain itu juga dilakukan perubahan perhitungan bunga pinjaman oleh perseroan. PT Blue Gas akan menggunakan dana pinjaman tersebut guna melakukan pembayaran atas sebagian hutang jangka pendek tanpa harus mengganggu modal kerja. Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) membukukan total pembiayaan baru (

new booking

) sebesar Rp 19,6 triliun sejak awal tahun hingga Agustus 2016, setara dengan 61%-65% dari target

booking

Adira hingga akhir tahun 2016 sebesar Rp 30 triliun-Rp 32 triliun. Pembiayaan sepeda motor masih menjadi kontributor utama dengan total

booking

Rp 11,1 triliun. Penyumbang terbesar kedua dari pembiayaan kendaraan roda empat sebesar Rp 8 triliun. Sisanya sebesar Rp 50 miliar disumbang dari pembiayaan elektronik. Pembiayaan hingga Agustus masih turun 3% YoY karena penjualan otomotif baik roda dua maupun roda empat menurun. Terlebih pada segmen kendaraan komersial. Saat ini pembiayaan kendaraan roda empat ADMF masih di dominasi oleh segmen komersial sebesar 70%. Perseroan berharap produk x-treme car yang telah diluncurkan pada semester I 2016 bisa efektif menambah pendapatan pada semester II 2016. Adira juga mengefektifkan kerja sama yang telah terjalin dengan Alfamart sebagai

(3)

     

           

 

 

21 September 2016

21 September 2016

outlet

pembayaran angsuran. Selain itu Adira memperkokoh kerja sama dengan diler-diler roda dua dan roda empat.

Tifa Finance (TIFA) memperoleh pinjaman dari Bank JTrust (BCIC) pada 19 September 2016. Nilai fasilitas kredit modal kerja tersebut berupa kredit Executing Multifinance senilai Rp 100 miliar dengan jangka waktu penarikan 12 bulan terhitung mulai tanggal efektif fasilitas kredit. Kredit ini dijamin dengan piutang milik perseroan sebesar 105% dari outstanding fasilitas.

Radana Bhaskara Finance (HDFA) meraih komitmen pendanaan dari Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) pada 19 September 2016. Nilai pinjaman mencapai Rp 150 miliar dengan jangka waktu maksimal 36 bulan sejak tanggal penarikan. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tagihan atau piutang pembiayaan sebesar 100% dari total jumlah pokok fasilitas kredit yang masih terutang atau outstanding. Pinjaman perbankan itu guna menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang pembiayaan.

Bank of India Indonesia (BSWD) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) atau rights issue dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 1.200.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 200 per saham. Perseroan belum dapat menetapkan periode pelaksanaan karena belum ada pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dana hasil rights issue ini akan memperkuat struktur modal dalam jangka panjang yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha dan peningkatan nilai investasi bagi pemegang saham perseroan.

Ciputra Development (CTRA) sedang menyusun master plan penggabungan usaha (merger) perseroan dengan anak usahanya, Ciputra Surya (CTRS) dan Ciputra Property (CTRP). Master plan merger ini ditargetkan selesai Oktober tahun ini. Merger dipilih untuk membuat struktur perusahaan secara grup lebih sederhana, serta meningkatkan likuiditas saham. Merger direalisasikan dengan skema CTRA menerbitkan saham baru, dan menukarkan saham tersebut dengan saham CTRP dan CTRS. Ciputra Development (CTRA) telah membukukan marketing sales sekitar Rp 4 triliun per Agustus 2016. Jumlah ini setara dengan 43% dari target tahun ini Rp 9,3 triliun. Perseroan optimistis dapat mencapai target tahun ini seiring dengan positifnya indikator makro ekonomi. Satu dari beberapa proyek yang akan diluncurkan dalam waktu dekat adalah apartemen yang merupakan bagian dari Ciputra World 2 Extension Jakarta. Apartemen ini akan terdiri atas 400 unit, seharga Rp 1 miliar per unit.

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) telah siap melakukan pembayaran bunga obligasi ke-15 untuk obligasi II tahun 2012 seri B. Nilai pembayaran bunga obligasi sebesar Rp 4.200.000.000. Perseroan akan melalukan pembayaran melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia. Obligasi II Jaya Ancol Tahun 2012 seri B ini memiliki tingkat bunga 8,4% per tahun dan berjangka waktu 4 tahun.

(4)

      

 

 

 

 

 

21 September 2016

COMMODITIES

DUAL LISTING

Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change

(IDR)

Crude Oil (US$)/Barrel 44.87 0.82 TLKM (US) 62 20,523 23

Natural Gas (US$)/mmBtu 3.07 0.02 ANTM (GR) 0.03 440 59

Gold (US$)/Ounce 1315.66 0.80

Nickel (US$)/MT 10310.00 160.00

Tin (US$)/MT 19475.00 125.00

Coal (NEWC) (US$)/MT* 71.65 9.25

Coal (RB) (US$)/MT* 66.40 3.04

CPO (ROTH) (US$)/MT 720.00 12.50

CPO (MYR)/MT 2884.50 51.00

Rubber (MYR/Kg) 682.00 7.50

Pulp (BHKP) (US$)/per ton 662.15 -2.09

*weekly

GLOBAL INDICES VALUATION

Change PER (X) PBV (X)

Country Indices Price

%Day %YTD 2015E 2016F 2015E 2016F

Market Cap (USD

Bn)

USA DOW JONES INDUS. 18129.96 0.05 4.05 17.06 15.00 3.09 2.90 5,418.8

USA NASDAQ COMPOSITE 5241.35 0.12 4.67 22.42 19.10 3.51 3.17 8,218.9

ENGLAND FTSE 100 INDEX 6830.79 0.25 9.43 17.35 14.91 1.79 1.75 1,705.8

CHINA SHANGHAI SE A SH 3164.44 -0.10 -14.57 14.17 12.53 1.47 1.35 3,975.8

CHINA SHENZHEN SE A SH 2092.02 -0.06 -13.39 24.97 19.29 3.20 2.89 3,273.7

HONG KONG HANG SENG INDEX 23530.86 -0.08 7.38 12.88 11.75 1.19 1.12 1,926.3

INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 5302.49 -0.36 15.45 17.44 14.83 2.48 2.25 434.0

JAPAN NIKKEI 225 16492.15 -0.16 -13.35 16.30 15.33 1.45 1.37 2,884.6

MALAYSIA KLCI 1655.78 0.25 -2.17 16.57 15.35 1.62 1.54 240.5

SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 2854.69 0.09 -0.97 13.64 13.05 1.10 1.06 337.2

FOREIGN EXCHANGE

FOREIGN EXCHANGE

Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change

USD/IDR 13,145.00 -7.00 1000 IDR/ USD 0.08 0.0000

EUR/IDR 14,660.09 -48.25 EUR / USD 1.12 0.0002

JPY/IDR 129.34 0.12 JPY / USD 0.01 0.0000

SGD/IDR 9,655.01 7.25 SGD / USD 0.73 0.0002

AUD/IDR 9,933.32 1.77 AUD / USD 0.76 0.0001

GBP/IDR 17,070.62 -32.69 GBP / USD 1.30 -0.0002

CNY/IDR 1,970.17 2.92 CNY / USD 0.15 -0.0001

MYR/IDR 3,175.89 -2.46 MYR / USD 0.24 -0.0001

KRW/IDR 11.73 -0.03 100 KRW / USD 0.09 -0.0002

CENTRAL BANK RATE

INTERBANK LENDING RATE

Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)

FED Rate (%) US 0.50 JIBOR (IDR) Indonesia 6.24

BI Rate (%) Indonesia 5.25 LIBOR (GBP) England 0.27

ECB Rate (%) Euro 0.00 SIBOR (USD) Singapore 0.17

BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.03

BOE Rate (%) England 0.25 Z TIBOR (YEN) Japan 0.03

PBOC Rate (%) China 4.35 SHIBOR (RENMINBI) China 2.70

INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS

SBI

Description August-16 July-16 Description Rate (%)

Inflation YTD % 1.74 1.76 SBI (9M) 6.40

Inflation YOY % 2.79 3.21 SBIS (9M) 6.40

Inflation MOM % -0.02 0.69 SBI (12M) 6.70

Foreign Reserve (USD) 113.54 Bn 111.41 Bn SBIS (12M) 6.70

(5)

      

 

 

 

 

 

21 September 2016

BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR

Date Agenda Expectation

22 Sep Indonesia BI Rate Reverse Rate Turun menjadi 5.00% dari 5.25%

22 Sep FOMC Rate Decision Tetap 0.25%-0.50%

22 Sep US Leading Index Turun menjadi 0.0% dari 0.4%

22 Sep US Initial Jobless Claims Naik menjadi 261 ribu dari 260 ribu

22 Sep US Continuing Claims Turun menjadi 2141 ribu dari 2143 ribu

22 Sep US Existing Home Sales Naik menjadi 5.45 juta dari 5.39 juta

22 Sep US Existing Home Sales MoM Naik menjadi 1.1% dari -3.2%

26 Sep US New Home Sales Turun menjadi 595 ribu dari 654 ribu

26 Sep US New Home Sales MoM Turun menjadi -9.1% dari 12.4%

27 Sep US Consumer Confidence Index Turun menjadi 98.7 dari 101.1

Ket: (*) US Time (^) Tentative

LEADING MOVERS

LAGGING MOVERS

Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt

BMRI IJ 11400 1.56 3.77 HMSP IJ 4020 -2.19 -9.75 BBRI IJ 12000 1.27 3.41 TLKM IJ 4160 -0.95 -3.76 ASII IJ 8300 0.91 2.83 BBCA IJ 15100 -0.98 -3.41 BBNI IJ 5450 2.83 2.58 GGRM IJ 63950 -1.65 -1.93 KLBF IJ 1725 1.47 1.09 LPPF IJ 18900 -3.32 -1.77 UNVR IJ 44500 0.34 1.07 WSKT IJ 2580 -4.44 -1.52 MIKA IJ 2900 2.11 0.81 PGAS IJ 2680 -2.19 -1.36 INTP IJ 17500 1.16 0.69 ICBP IJ 9600 -1.03 -1.09 BJBR IJ 1665 4.39 0.63 TPIA IJ 13300 -2.56 -1.07 JPFA IJ 1585 3.26 0.53 BDMN IJ 3840 -2.78 -0.97

UPCOMING IPO'S

Company Business IPO Price

(IDR)

Issued

Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter PT Paramita Bangun

Sarana

Construction & Infrastructure

1200.00 300.00 16-20 Sep’16 26 Sep’16 Sinarmas Sekuritas

PT. Aneka Gas Industri Trade & Service 1100.00 766.66 19-22 Sep’16 28 Sep’16 DBS Vickers, Mandiri Sekuritas, RHB Securities

PT Anugerah Berkah Mandiri

Property & Real Estate

800-1250 3,333.33 TBA 03 Oct’16 RHB Securities, Mandiri, CIMB Securities

PT Buyung Poetra Sembada

(6)

      

 

 

 

 

 

 

21 September 2016

21 September 2016

DIVIDEND

Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment

PALM 42.00 Cash Dividend 13 Sep’16 14 Sep’16 16 Sep’16 30 Sep’16

CORPORATE ACTIONS

Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period

IKBI Stock Split 1:4 -- 20 Sep’16 21 Sep’16 21 Sep’16

APIC Rights Issue 1:3 105.00 07 Sep’16 08 Sep’16 15 Sep – 21 Sep’16

BTEK Rights Issue 5:22 1000.00 08 Sep’16 09 Sep’16 16 Sep – 22 Sep’16

BABP Rights Issue 4:1 100.00 09 Sep’16 13 Sep’16 16 Sep – 29 Sep’16

BRNA Rights Issue 100:29 1000.00 21 Sep’16 22 Sep’16 28 Sep – 04 Oct’16

SRAJ Rights Issue 3:2 280.00 03 Oct’16 04 Oct’16 10 Oct – 17 Oct’16

WIKA Rights Issue TBA TBA 05 Oct’16 06 Oct’16 12 Oct – 18 Oct’16

KRAS Rights Issue TBA TBA 17 Oct’16 18 Oct’16 24 Oct – 28 Oct’16

GENERAL MEETING

Emiten AGM/EGM Date Agenda

ARTI RUPSLB 21-Sep-16

AGRO RUPSLB 22-Sep-16

BIPI RUPST 22-Sep-16

MLBI RUPSLB 23-Sep-16

SQMI RUPST 26-Sep-16

MEDC RUPSLB 26-Sep-16

HEXA RUPST 27-Sep-16

RIGS RUPST 27-Sep-16

BEKS RUPSLB 28-Sep-16

EXCL RUPSLB 29-Sep-16

CNTX RUPST 30-Sep-16

CNTB RUPST 30-Sep-16

KPIG RUPSLB 30-Sep-16

BCAP RUPSLB 30-Sep-16

BMTR RUPSLB 30-Sep-16

MNCN RUPSLB 30-Sep-16

ELTY RUPST 30-Sep-16

BHIT RUPSLB 30-Sep-16

(7)

      

 

 

 

 

 

21 September 2016

21 September 2016

BJBR

TRADING BUY

S1 1615 R1 1690 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 1540 R2 1765

Closing

Price 1665

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area oversold • Harga berada dalam area netral Prediksi • Trading range Rp 1615-Rp 1690 • Entry Rp 1665, take Profit Rp 1690

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 40.52 Positif

MACD 10.07 Positif

True Strength Index (TSI) -1.34 Positif

Bollinger Band (Mid) 1614 Positif

MA5 1619 Positif 800 1,000 1,200 1,400 1,600 1,800

March April May Jun Jul August September

BJBR Upward Sloping Channel

1,643.75 1,619 1,613.5 1,600 1,600 1,590 1,377.78 1,665 1,665 1,665 1,725 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 BJBR - Stochastic %D(6,3,3) = 28.25, Stochastic %K = 30.41, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

28.2491 28.2491 20 30.4135 30.4135 80 -60.0 -50.0 -40.0 -30.0 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 0.0 BJBR - MACD (5,3) = -4.11, Signal() = 0.64 -4.1063 0.639189 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BJBR - TSI(3,5,3) = -1.34, Volume() = 16,358,700.00 -1.33804 -2.54913 0.00000 16,358,70 BJBRWilliam's % R(14)= 35 29Volume()= 16 358 700 00 -35.2941 16,358,70

Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

BBNI

TRADING BUY

S1 5375 R1 5500 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 5250 R2 5625

Closing

Price 5450

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi potensi rebound • RSI berada dalam area oversold • Harga berada dalam area lower band Prediksi • Trading range Rp 5375-Rp 5625

• Entry Rp 5450, take Profit Rp 5625

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 25.66 Positif

MACD -54.45 Negatif

True Strength Index (TSI) -57.66 Positif

Bollinger Band (Mid) 5716 Negatif

MA5 5450 Negatif 4,400 4,800 5,200 5,600 6,000

March April May Jun Jul August September

BBNIAscending Triangle 5,716.25 5,543.75 5,450 5,450 5,450 5,450 5,292.2 5,725 5,850 5,975 5,975 5,975 6,195 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 BBNI - Stochastic %D(6,3,3) = 22.62, Stochastic %K = 19.44, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

20 19.4444 19.4444 22.619 22.619 80 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 0.0

BBNI - MACD (5,3) = 37.91, Signal() = 47.27 37.907 47.2656

-80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BBNI - TSI(3,5,3) = -57.66, Volume() = 33,487,100.00

-57.6636 68 598 0.00000

33,487,10

BBNIWilliam's % R(14)= 73 91Volume()= 33 487 100 00 -73.913

33,487,10

(8)

      

 

 

 

 

 

21 September 2016

21 September 2016

KLBF

TRADING BUY

S1 1690 R1 1740 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 1640 R2 1790

Closing

Price 1725

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area netral Prediksi • Trading range Rp 1690-Rp 1740 • Entry Rp 1725, take Profit Rp 1740

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 27.45 Positif

MACD -5.47 Positif

True Strength Index (TSI) -12.36 Positif

Bollinger Band (Mid) 1752 Negatif

MA5 1703 Positif 1,300 1,400 1,500 1,600 1,700 1,800 1,900

March April May Jun Jul August September

KLBF Upward Sloping Channel

1,725 1,709.38 1,703 1,666.47 1,666.47 1,650 1,601.93 1,725 1,725 1,735 1,751.5 1,943.53 1,943.53 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 KLBF - Stochastic %D(6,3,3) = 42.13, Stochastic %K = 56.08, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

42.132 42.132 20 56.0784 56.0784 80 -30.0 -24.0 -18.0 -12.0 -6.0 0.0 6.0 12.0 0.0 KLBF - MACD (5,3) = -0.92, Signal() = 2.86 -0.920305 2.86049 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 KLBF - TSI(3,5,3) = -12.36, Volume() = 11,484,100.00 -12.3592 -21.056 0.00000 11,484,10 KLBFWilliam's % R(14)= 51 61Volume()= 11 484 100 00 -51.6129 11,484,10

Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

BBTN

TRADING BUY

S1 1880 R1 1945 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 1815 R2 2010

Closing

Price 1900

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi potensi rebound • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp 1880-Rp 1945 • Entry Rp 1900, take Profit Rp 1945

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 36.74 Negatif

MACD -9.26 Negatif

True Strength Index (TSI) -37.22 Negatif

Bollinger Band (Mid) 1975 Negatif

MA5 1930 Negatif 1,300 1,400 1,500 1,600 1,700 1,800 1,900 2,000 2,100

March April May Jun Jul August September

BBTN Wedge 1,956.25 1,930 1,900 1,900 1,900 1,890 1,861.24 1,974.75 1,980 1,980 1,980 2,020.45 2,030 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 BBTN - Stochastic %D(6,3,3) = 33.55, Stochastic %K = 32.79, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

32.7922 32.7922 20 33.5498 33.5498 80 -30.0 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 0.0 BBTN - MACD (5,3) = 11.00, Signal() = 8.63 8.6343 11.001 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BBTN - TSI(3,5,3) = -37.22, Volume() = 5,997,600.00 -34.1007 -37.2154 0.00000 5,997,600 BBTNWilliam's % R(14)= 92 86Volume()= 5 997 600 00 -92.8571 5,997,600

(9)

      

 

 

 

 

 

21 September 2016

21 September 2016

SGRO

TRADING BUY

S1 1850 R1 2030 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 1670 R2 2210

Closing

Price 1910

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi potensi rebound • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp 1850-Rp 2030 • Entry Rp 1910, take Profit Rp 2030

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 78.40 Negatif

MACD 1.79 Negatif

True Strength Index (TSI) 5.15 Negatif

Bollinger Band (Mid) 1997 Negatif

MA5 2030 Negatif 1,500 1,600 1,700 1,800 1,900 2,000 2,100 2,200

March April May Jun Jul August September

SGRO Upward Sloping Channel

Bearish Breakout 1,997 1,927.63 1,927.63 1,925 1,910 1,910 1,910 2,000 2,012.5 2,030 2,180 2,181.5 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 SGRO - Stochastic %D(6,3,3) = 79.34, Stochastic %K = 54.90, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

54.902 54.902 20 79.3363 79.3363 80 -30.0 -20.0 -10.0 0.0 10.0 0.0 SGRO - MACD (5,3) = 13.88, Signal() = -3.10

-3.10129 13.8818 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 SGRO - TSI(3,5,3) = 5.15, Volume() = 273,900.00

5.15006

0.00000

26.6608 273,900

SGROWilliam's % R(14)= 100 00Volume()= 273 900 00 -100

273,900

Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

LPPF

TRADING BUY

S1 18625 R1 19350 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 17900 R2 20075

Closing

Price 18900

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi signal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp 18625-Rp 19350 • Entry Rp 18900, take Profit Rp 19350

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 30.61 Negatif

MACD -13.61 Positif

True Strength Index (TSI) 18.89 Positif

Bollinger Band (Mid) 19240 Negatif

MA5 18680 Positif 16,000 17,000 18,000 19,000 20,000 21,000 22,000

March April May Jun Jul August September

LPPF Downward Sloping Channel

18,900 18,900 18,680 18,462.5 17,825 17,243.5 17,243.5 18,900 19,240 19,255.4 19,255.4 19,875 21,328.9 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 LPPF - Stochastic %D(6,3,3) = 63.30, Stochastic %K = 74.43, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

63.2957 63.2957 20 74.4315 74.4315 80 -300 -200 -100 0 100 200 300 0 LPPF - MACD (5,3) = -112.50, Signal() = -84.48 -112.504 -84.482 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 LPPF - TSI(3,5,3) = 18.89, Volume() = 3,651,100.00 4.36593 0.00000 18.8853 3,651,100 LPPFWilliam's % R(14)= 49 44Volume()= 3 651 100 00 -49.4382 3,651,100

(10)

      

 

 

 

 

 

 

21 September 2016

21 September 2016

THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING

Price Support Resistance Indicators 1 Month

Ticker Rec

20-09-16 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low

Agriculture

AALI Trading Sell 16125 16125 15850 15375 15850 16325 16800 Positif Positif Positif 17225 14950

LSIP Trading Buy 1565 1565 1595 1495 1545 1595 1645 Positif Positif Positif 1665 1435

SGRO Trading Buy 1910 1910 2030 1670 1850 2030 2210 Negatif Negatif Negatif 2180 1915

Mining

PTBA Trading Buy 9475 9475 9625 9175 9400 9625 9850 Negatif Negatif Negatif 10850 9075

ADRO Trading Sell 1180 1180 1165 1135 1165 1195 1225 Negatif Negatif Positif 1285 1050

MEDC Trading Sell 1530 1530 1500 1410 1500 1590 1680 Negatif Negatif Positif 1855 1365

INCO Trading Sell 2690 2690 2650 2560 2650 2740 2830 Positif Positif Positif 3050 2480

ANTM Trading Sell 625 625 605 605 620 635 650 Positif Positif Negatif 825 615

TINS Trading Sell 745 745 735 715 735 755 775 Negatif Negatif Negatif 935 720

Basic Industry and Chemicals

WTON Trading Buy 890 890 920 830 875 920 965 Positif Positif Negatif 1075 840

SMGR Trading Buy 10000 10000 10150 9650 9900 10150 10400 Positif Positif Positif 11875 9625

INTP Trading Buy 17500 17500 17600 17050 17325 17600 17875 Positif Positif Positif 19400 16900

SMCB Trading Sell 1000 1000 980 980 995 1010 1025 Positif Positif Negatif 1355 985

Miscellaneous Industry

ASII Trading Buy 8300 8300 8400 8175 8250 8325 8400 Positif Positif Positif 8650 7700

GJTL Trading Buy 1530 1530 1545 1485 1515 1545 1575 Positif Positif Positif 1755 1310

Consumer Goods Industry

INDF Trading Buy 8350 8350 8525 8150 8275 8400 8525 Negatif Negatif Positif 8725 7750

GGRM Trading Sell 63950 63950 63575 62475 63575 64675 65775 Positif Positif Positif 69600 59225

UNVR Trading Buy 44500 44500 44650 44050 44350 44650 44950 Positif Positif Positif 46950 44000

KLBF Trading Buy 1725 1725 1740 1640 1690 1740 1790 Positif Positif Positif 1815 1650

Property, Real Estate and Building Construction

BSDE Trading Buy 2120 2120 2160 1975 2070 2160 2250 Positif Positif Positif 2380 1965

PTPP Trading Sell 4490 4490 4410 4270 4410 4550 4690 Positif Positif Positif 4850 3970

WIKA Trading Sell 2780 2780 2750 2680 2750 2820 2890 Negatif Negatif Positif 3390 2680

ADHI Trading Buy 2440 2440 2510 2290 2400 2510 2620 Negatif Negatif Negatif 2850 2460

WSKT Trading Buy 2580 2580 2680 2360 2520 2680 2840 Positif Positif Negatif 2860 2380

Infrastructure, Utilities and Transportation

PGAS Trading Buy 2680 2680 2730 2570 2650 2730 2810 Positif Positif Negatif 3420 2650

JSMR Trading Sell 4790 4790 4750 4650 4750 4850 4950 Positif Positif Positif 5675 4550

ISAT Trading Sell 5250 5250 5100 5100 5200 5300 5400 Negatif Negatif Negatif 6700 5150

TLKM Trading Buy 4160 4160 4200 4060 4130 4200 4270 Positif Positif Positif 4430 3950

Finance

BMRI Trading Buy 11400 11400 11600 11150 11300 11450 11600 Positif Positif Positif 11950 10500

BBRI Trading Sell 12000 12000 11850 11850 11950 12050 12150 Positif Positif Positif 12250 11475

BBNI Trading Buy 5450 5450 5625 5250 5375 5500 5625 Positif Positif Negatif 5975 5300

BBCA Trading Sell 15100 15100 14875 14875 15050 15225 15400 Negatif Negatif Negatif 15500 14800

BBTN Trading Buy 1900 1900 1945 1815 1880 1945 2010 Negatif Negatif Negatif 2040 1835

Trade, Services and Investment

UNTR Trading Sell 17675 17675 17450 17050 17450 17850 18250 Negatif Negatif Positif 19250 16525

(11)

 

 

Referensi

Dokumen terkait

AK: Saya sebagai [seorang] guru dan ibunye [ibunya] guru juge [juga], jadi memang disamping tugas di sekolah, kite [kita] memang tau [mengetahui] ape [apa] yang perlu

 Posisi tetap! tautkan kedua tangan lalu gerakkan ke samping dengan gerakan setengah putaran. Tahan 12&% kali hitungan lalu arahkan tangan ke sisi lainn,a dan tahan

Dan hal ini sejalan dengan penelitian Siringo-ringo di Desa Sigaol Simbolon Kabupaten Samosir (2013) dengan menggunakan desain penelitian cross sectional, ditemukan

Menurut Lauster (1992) kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri sehingga orang yang bersangkutan tidak terlalu cemas

Spesialisasi Pajak Politeknik Keuangan Negara - STAN Tahun Akademik 201412415 yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 8 Maret 2016 di Balai Diklat Keuangan Manado,

Pengujian validitas instrumen dengan jenis validitas konstrak (construck validity) dilakukan berdasarkan pendapat ahli (judgment expert) dengan jumlah tenaga ahli, yakni dua

Perubahan posisi chamber mengakibatkan perubahan yang signifikan terhadap peta stabilitas nyala api pada mesoscale combustor.Penambahan panas akibat heat resirculation yang