• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Strategis | hortikultura

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Rencana Strategis | hortikultura"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PENUTUP

61/ Rencana Strategis Direktorat Jenderal Hortikultura 2015 – 2019

Rencana strategis (renstra) Direktorat Jenderal Hortikultura tahun 2015 – 2019 merupakan dokumen perencanaan lima tahunan yang digunakan sebagai acuan dalam pengembangan hortikultura di Indonesia. Renstra ini memuat Visi, Misi, Sasaran, Kebijakan dan Langkah-langkap Operasional dari Direktorat Jenderal pada kurun waktu 2015 – 2019. Dengan adanya Rencana Strategis (renstra) Ditjen Hortikultura ini diharapkan dapat memberikan panduan dan informasi kepada semua pihak baik secara internal maupun eksternal terhadap desain perencanaan program dan kegiatan serta orientasi input yang menjadi tugas pokok dan fungsi Ditjen Hortikultura sebagai sebuah institusi pemerintah pada jangka waktu lima tahun ke depan.

Meski sebagai sebuah dokumen yang mempunyai kekuatan hukum, bukan berarti renstra ini bersifat permanen sampai jangka waktu tersebut. Adanya perubahan atau dinamika pada lingkungan strategik pada Direktorat Jenderal Hortikultura selama jangka waktu tersebut dapat pula berimplikasi terhadap adanya perubahan terhadap subtansi-substansi penting dalam dokumen rencana strategi. Untuk itu adanya perubahan ini agar dapat dipahami sebagai sebuah langkah dalam penyempurnaan ataupun penyesuaian terhadap perbaikan pelaksanaan pembangunan hortikultura pada tiap tahun selama jangka waktu periode tersebut. Selanjutnya, sekalipun regulasi yang ada memberikan ruang adanya perubahan pada renstra, namun semaksimal mungkin akan diupayakan untuk membatasi edisi revisi dari renstra tersebut. Untuk itu, dalam penyusunan renstra ini akan diupayakan untuk mengakomodir berbagai masukan dan aspirasi dari berbagai pihak agar lebih komprehensif dan mampu menjawab tantangan/issue serta kebutuhan pada stakeholder hortikultura Indonesia.

BAB X

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Perubahan pelaksanaan sistem pemerintahan yang sentralitik ke arah otonom mengakibatkan adanya perubahan yang mendasar yaitu kewenangan pemerintah pusat secara bertahap

Selama lima tahun terakhir banyak terjadi perubahan-perubahan fundamental yang sangat mempengaruhi bagaimana sebuah perguruan tinggi seharusnya dikelola. Keinginan pemerintah

Dalam rangka penyempurnaan mekanisme kerja yang bertujuan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dukungan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga maka dibutuhkan

Rancangan awal rencana strategis rumah sakit dijadikan sebagai bahan masukan dalam penyempurnaan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) khususnya

Langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus II relatif sama dengan pelaksanaan tindakan siklus I. Siklus II dilakukan sebagai kelanjutan dari penyempurnaan dan perbaikan

Dengan adanya Rencana Strategis, maka perencanaan penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan diharapkan akan dapat menjadi acuan dalam rangka untuk

3) Berkurangnya alokasi anggaran untuk pembangunan pertanian. Padahal langsung ataupun tidak langsung ketimpangan pembangunan di satu sektor akan berdampak pada sektor

Langkah operasional pengawasan akuntabilitas pembangunan kelautan dan perikanan yang berorientasi pada hasil dilaksanakan melalui: (a) pengawasan perencanaan dan