5
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar SistemMenurut Penulis Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang
digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu, dan Sistem juga
merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam
suatu wilayah serta memiliki item- item penggerak.
2.1.1. Definisi Sistem
Sistem adalah suatu komponen dan berbagai prosedur yang diberikan untuk
mengakses segala macam yang mempunyai tujuan dan berbagai kegiatan untuk
didefinisikan didalam suatu pemecahan masalah, Menurut Mustakini (2009:34)“Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan pendekatan
komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu”.
Menurut Mulyanto, (2009 :2) sistem dalam bidang sistem informasi sebagai “sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama, untuk mencapai
tujuan bersama dengan menerima proses input serta menghasilkan input dala m proses transformasi yang teratur”.
Dengan demikian pengertian sistem dapat disimpulkan sebagai suatu prosedur
atau elemen yang saling berhubungan satu sama lain dimana dalam sebuah sistem
terdapat suatu masukan, proses dan keluaran, untuk mencapai tujuan yang
2.1.2. Definisi Perancangan Sistem
Perancangan Sistem adalah unsur pertama yang harus ada demi terciptanya
suatu program atau aplikasi, dengan instruksi tertulis yang dibuat oleh programmer.
Disini penulis membuat perancangan dengan konsep bahwa perancangan adalah suatu
Langkah Awal yang penulis buat untuk menjadi suatu pemecahan masalah dari hasil
analisis penulis sebelumnya. Menurut Kusrini dan Koniyo (2007:79) “Perancangan
sistem adalah proses pengembangan spesifikasi siste m baru berdasarkan hasil rekomendasi analisis sistem”.
Menurut Subhan (2012:109) “Perancangan adalah proses pengembangan
spesifikasi baru berdasarkan rekomendasi hasil analisis sistem”, dari kedua pendapat
diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa perancangan sistem merupakan suatu proses
pengembangan dari spesifikasi sistem yang lama atau yang baru berdasarkan hasil
analisis sistem yang telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan pengguna ( end user)
Melalui perancangan yang terstandarisasi.
2.1.3. Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi Merupakan sistem informasi berbasis
komputerisasi yang mengolah data keuangan yang berhubungan dengan data
transaksi dalam siklus akuntansi dan menyajikannya dalam bentuk laporan keuangan
kepada Manajemen perusahaan, menurut Mulyadi (2013:3) “Sistem akuntansi adalah
organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk
menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen dalam
Menurut Bodnar dan Hopwood (2008:181) “Sistem akuntansi adalah suatu organisasi terdiri dari metode dan catatan-catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, menganalisis, mencatat dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggung jawaban bagi aktivitas dan kewajiban yang berkaitan”, dan menurut Baridwan (2008:4) menjelaskan bahwa sistem informasi akuntansi yaitu :
Sistem akuntansi adalah formulir- formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur, dan alat-alat yang digunakan untuk mengelolah data mengenai usulan satu kesatuan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan baik dalam bentuk laporan- laporan yang dilakukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham kreditur dan lembaga- lembaga pemerintahan untuk memulai hasil operasi.
Dari ketiga pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi
akuntansi merupakan suatu kegiatan untuk mengisi formulir atau catatan transaksi,
yang dimana penggunaan sistem informasi akuntansi dapat menghasilkan sebuah
bentuk laporan yang digunakan untuk mengawasi usaha maupun kegiatan keuangan
pada pemilik usaha, lembaga pemerintahan maupun yang lainnya.
2.1.4. Definisi Kas Kecil
Kas kecil merupakan uang yang disediakan oleh perusahaan untuk membayar
pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, dan tidak ekonomis bila
dibayar dengan cek, Dana kas kecil dipisahkan dari kas besar dan diserahkan kepada
seorang kasir kas kecil, yang akan mempertanggungjawabkan setiap pengeluaran,
menurut Arifin (2009:44) Kas Kecil adalah “dana yang disisihkan oleh perusahaan
untuk membiayai pengeluaran dengan jumlah yang relatif kecil”. Sedangkan menurut Supriyati (2016:8) “Dana Kas kecil adalah kas yang disediakan untuk membayar
pengeluaran kecil, seperti membayar tagihan Koran, tagihan listrik, tagihan telepon, dan pembelian alat tulis kantor.” Untuk pencatatan transaksi kas kecil terbagi menjadi
dua metode yaitu (Supriyati 2016:8) :
1. Imprest Fund System (MST)
Jika metode ini yang digunakan, maka dalam buku besar disediakan satu rekening untuk mempertanggung jawabkan dana kas kecil. Saldo rekening ini tetap jumlahnya, Jurnalnya adalah D / K.
2. Fluctuation Fund System (MSB)
Jika metode ini yang digunakan, maka buku besar disediakan satu rekening untuk mempertanggungjawabkan dana kas kecil. Petugas kas kecil membuat catatan atas kas kecil, untuk membuat jurnal, transaksi yang berkaitan pada kas kecil perlu dianalisis dengan seksama, Jurnalnya adalah D / K.
Dari kedua pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kas kecil sering di pergunakan oleh perusahaan untuk melakukan transaksi s kala kecil dalam hal ini kebutuhan kantor maupun kebutuhan pegawai untuk membeli keperluan alat kantor dan lain – lain.
2.1.5. Definisi Java
Java adalah suatu bahasa pemrograman yang dapat membuat seluruh bentuk aplikasi, desktop, web, mobile dan lainnya, sebagaimana dibuat dengan menggunakan
bahasa pemrograman konvensional yang lain. Bahasa Pemrograman Java ini
berorientasi objek Object Oriented Programming (OOP), dan dapat dijalankan pada
berbagai platform sistem operasi, Menurut Nofriadi (2015:1)”Bahasa Pemrograman
dijalankan di berbagai sistem operasi termasuk telepon genggam”, sedangkan
menurut Supardi (2010:1) “java merupakan Bahasa Pemrograman yang dikembangan
dari bahasa pemrograman C++, Sehingga bahasa pemrograman ini seperti bahasa pemrograman C++”.
Dari kedua pendapat diatas dapat di simpulkan bahwa bahasa pemograman
java adalah perkembangan dari bahasa pemrograman C++ yang dimana bahasa pemograman java jauh lebih dapat diandalkan sehinggan java bisa membuat seluruh
bentuk pemograman dari aplikasi desktop hingga ke aplikasi mobile, sehingga java
sangat cocok digunakan sebagai bahasa pemograman untuk kalangan programmer
yang menggunakannya.
2.1.6. Netbeans IDE
Netbeans adalah aplikasi Integrated Development Environment (IDE) yang
berbasiskan Java Menurut Nofriadi (2015:4) ”Netbeans Merupakan Sebuah aplikasi
Integrated Development Environment (IDE) yang Menggunakan Bahasa
Pemograman Java dari Sun Microsystems yang berjalan diatas swing”, sedangkan
menurut www.netbeans.org/index_id.html (2017:1) “NetBeans IDE adalah sebuah
lingkungan pengembangan sebuah kakas untuk pemrogram menulis, mengompilasi,
mencari kesalahan dan menyebarkan program. Netbeans IDE ditulis dalam Bahasa Pemograman Java, namun dapat mendukung bahasa pemrograman lain”.
Dari kedua pendapat diatas dapat ditarik kesimp ulan bahwa Netbeans adalah
Suatu aplikasi untuk membuat suatu program yang dimana bahasa pemograman yang
di pakai adalah java, maupun bahasa pemograman yang lain dengan mudahnya
sebagai wadah untuk membuat berbagai macam program yang dimana netbeans IDE
ini bersifat Open Source.
2.1.7. Basis Data ( Database )
Basis data atau lebih dikenal dengan database adalah berfungsi mirip seperti
lemari, menyimpan semua data yang dimasukan oleh pengguna. Data tersebut akan
disimpan dengan aman dan terkontrol. Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:43) “Sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah
memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan”.
Menurut Sutanta (2011:32) ”Basis data (database) suatu kumpulan data
terhubung (interrelated data) yang disimpan secara bersama – sama pada suatu
media, tanpa mengatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data,
disimpan dengan cara – cara tertentu sehingga mudah digunakan atau ditampilkan
kembali.
Berdasarkan penjelasan di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa
Basis Data Adalah suatu tempat untuk memelihara dan menyimpan data agar mudah
di gunakan dan ditampilkan kembali oleh pemiliknya.
1. Structure Query Language (SQL)
SQL adalah sekumpulan perintah khusus yang digunakan untuk mengakses data dalam database relasional SQL merupakan sebuah bahasa komputer yang
mengikuti standar ANSI (American Nasional Standard Institute) yang digunakan
dalam manajemen database relasional Dengan SQL, Menurut Anhar (2010:45) mengemukakan bahwa “MySQL adalah salah satu database manajemen sistem
(DBMS) dari sekian banyak DBMS seperti Oracle, MS SQL, Postgre SQL, dan lainnya”.
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:46) “SQL(Structure Query language)
adalah bahasa yang digunakan untuk mengolah data pada RDBMS. SQL awalnya
dikembangkan berdasarkan teori aljabar relasional dan kalkulus”.
Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa SQL selalu berkembang dari
masa kemasa untuk memudahkan pengolahaan data pada RDBMS, Saat ini hampir
semua server database yang ada mendukung SQL untuk melakukan manajemen
datanya.
2. MySQL
Dari Beberapa sumber refrensi langkah – langkah dalam pembuatan program
rata – rata mereka lebih sering menggunakan MySQL untuk membuat database,
karena MySQL lebih memudahkan programmer dalam pembuatan database dengan
pembuatan yang relatif mudah maupun tutorial yang banyak tersebar dimana – mana. Menurut Kadir (2008:348) “MySQL adalah salah satu jenis database Server yang
sangat terkenal kepopulerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL sebagai
bahasa dasar untuk mengakses databasenya yang bersifat open source”.
Sedangkan Menurut Zaki (2008:95) “SQL adalah singkatan dari (Structured
Query language) PHP menggunakan SQL untuk berkomunikasi dengan database dan melakukan pengolahan data”.
Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan MySQL
jauh lebih banyak digunakaan, dikarenakan mudah menggunakan dalam hal bahasa
pemogramannya dan kemudahan dalam penyimpanan data di server tersebut, tidak
dipungkiri bahwa MySQL lebih dikenal dikalangan programmer maupun pengguna
yang membutuhkan suatu database server untuk penyimpanan datanya.
2.2. Peralatan Pendukung (Tool Program)
Menurut penulis peralatan pendukung Merupakan alat yang digunakan untuk
menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan
simbol-simbol, lambang - lambang, diagram - diagram yang menunjukan secara tepat arti dan
fungsinya.
2.2.1. Unified Modelling Language (UML)
Menurut penulis UML adalah UML merupakan singkatan dari “Unified
Modelling Language” yaitu suatu metode permodelan secara visual untuk sarana perancangan sistem berorientasi objek, atau definisi UML yaitu sebagai suatu bahasa
yang sudah menjadi standar pada visualisasi, perancangan dan juga
pendokumentasian sistem software, Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:137) ”Unified Modeling language adalah suatu bahasa yang digunakan untuk memodelkan
perangkat lunak yang akan dibuat dan perlu adanya standarisasi agar orang di
berbagai Negara dapat mengerti pemodelan perangkat lunak ”.
Sedangkan menurut Nugroho (2010:6) “UML (Unified Modeling Language) adalah ‘bahasa’ pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma
penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa
sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami”.
Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa UML atau Unified
Modeling Language digunakan sebagai suatu metode untuk memodelkan suatu perangkat yang akan dirancang yang sangat mudah dipelajari dan dipahami, UML
sendiri memiliki Sembilan diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu
perangkat yang dimodelkan kedalam penggambaran diagram-diagram tersebut.
2.2.2. Use case Diagram
Menurut Penulis Use case diagram digunakan untuk menggambarkan secara
ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya.
Diagram use case tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase,
namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara use case aktor, dan sistem.
Pendapat lain mengemukakan Satzinger et al (2010:242) bahwa “use case
Diagram untuk menunjukkan peran dari berbagai pengguna dan bagaimana
peran-peran menggunakan sistem”, dan menurut pendapat Rosa dan Shalahuddin (2013:155) “use case diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior)
sistem informasi yang akan dibuat”, ada dua hal utama pada use case yaitu
pendefinisan apa yang disebut aktor dan usecase. Menurut (Rosa dan shalahuddin
2013:155)
1. Aktor
Merupakan orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem
informasi yang akan dibuat itu sendiri, walaupun simbol dari aktor adalah gambar
2. Use case
Merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebaga i unit-unit yang saling
bertukar pesan antar unit atau aktor.
dan berikut simbol dari diagram usecase Menurut (Rosa dan Shalahhudin
2013:156) :
Tabel II.1
Contoh simbol Diagram Usecase
Simbol Deskripsi
Fungsionalitass yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor; biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja di awal frase nama usecase
Aktor Orang, proses atau sistem lain yang
berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun gambar aktor adalah gambar orang bukan berarti aktor itu orang.
Asosiasi Komunikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi pada usecase atau usecase memiliki interaksi dengan aktor
Ekstensi Relasi usecase tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri mirip dengan prinsip
inheritance pada pemrograman berorientasi
objek biasanya usecase tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case yang di tambahkan.
Generalisasi Hubungan generalisasi dan spesialisasi usecase
(umum – khusus) antara dua buah usecase dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya.
Sumber : Rosa dan Shalahuddin (2013:155)
Dari pendapat diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa usecase merupakan
suatu penggambaran diagram yang berguna untuk di gunakan sebagai alir dari suatu
interaksi antara aktor terhadap sistem, tapi aktor dapat berupa juga sistem.
2.2.3. Activity Diagram
sesuai dengan namanya diagram ini menggambarkan tentang aktifitas yang
terjadi pada sistem, Dari pertama sampai akhir, diagram ini menunjukkan langkah –
langkah dalam proses kerja sistem yang kita buat, Menurut Satzinger et al
(2010:141), “Activity diagram merupakan sebuah tipe dari diagram workflow yang
menggambarkan tentang aktivitas dari pengguna ketika melakukan setiap kegiatan
dan aliran sekuensial”, sedangkan menurut rosa dan shalahhudin (2013:161)”
diagram aktivitas digunakan untuk menggambarkan workflow (aliran kerja) atau
aktivitas dari sebuat sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”. Berikut contoh simbol diagram aktivitas menurut Rosa dan Shalahhudin
(2013:162).
Tabel II.2
Contoh Simbol Diagram Aktivitas
Simbol Deskripsi
Status awal Status awal aktivitas sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal
Aktivitas Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja
Percabangan Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu
Penggabungan Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan menjadi satu
Status akhir Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status akhir
Swimlane Memisahkan organisasi bisnis yang
bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi
Sumber : Rosa Dan Shalahhudin (2013:162).
Dari kedua pendapat diatas ditarik kesimpulan bahwa diagram aktivitas atau
activity diagram digunakan sebagai pengambaran suatu aktivitas sistem yang berjalan pada suatu bisnis atau perusahaan yang memiliki banyak aktivitas dan selalu tetap
terhadap aktivitas tersebut, diagram aktivitas disini sangan penting digunakan untuk
membuat suatu rancangan sistem yang baru agar dapat mengetahui aktivitas dari
sistem yang akan dirancang nanti.
2.2.4. Logical Record Structure (LRS)
Logical record structure merupakan suatu struktur record dari tabel yang ada di database yang di relasikan untuk mempermudah logika dari suatu program yang
kita buat, Menurut Hasugian dan Shidiq (2012:608) memberikan batasan bahwa LRS adalah “sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan
aktivitas
mengikuti pola atau aturan permodelan tertentu dalam kaitanya dengan konvensi ke LRS”.
Menurut Iskandar dan Rangkuti (2008:126) “LRS terdiri dari link-link
diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya. Banyak
link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link tipe record. Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan model yang dimengerti”.
Berikut contoh penggambaran diagram LRS menurut Pradani dkk (2013:100)
Sumber : Pradani dkk (2013:100)
Gambar II. 1. Contoh Diagram LRS
Dari kedua pendapat di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa Perbedaan LRS
dan ERD adalah nama dan tipe record berada diluar field tipe record di tempatkan,
LRS terdiri dari link- link diantara tipe record, Link ini menunjukkan arah dari satu
tipe record lainnya, Banyak link dari LRS yang diberi tanda field - field yang
kelihatan pada kedua link tipe record, Penggambaran LRS mulai dengan
2.2.5. Entity Relationship Diagram (ERD)
Dalam pembuatan suatu program kita perlu juga membuat suatu database
untuk menyimpan segala rekaman data yang digunakan dalam program tersebut
adapun database harus memiliki sebuah kunci maupun relasi antara tabel – tabel yang
ada agar membuat database tersebut lebih maksimal kinerjanya, Menurut Connolly
dkk (2010:371) “ERD adalah pendekatan top – down untuk mendesain basis data
yang dimulai dengan melakukan identifikasi data penting yang biasa disebut entitas
dan relasi antara data yang direpresentasikan dalam model”.
Sedangkan menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:50) “ERD digunakan untuk
pemodelan basis data relasional. Sehingga jika penyimpanan basis data menggunakan OODBMS maka Perancangan basis data perlu menggunakan ERD”.
Tabel II.3 Simbol ERD
Simbol Deskripsi
Entitas/ Entity Entitas merupakan data inti yang akan disimpan; bakal table pada basis data;
Atribut Field atau kolom data yang butuh
disimpan dalam suatu entitas
Atribut kunci primer Field atau kolom yang butuh disimpan
dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses
Nama_entitas
Nama_atribut
Atribut multinilai / multivalue Field atau kolom data yang butuh
disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu
Relasi Relasi yang menghubungkan antara
entitas;
Asosiasi / association Penghubung antara relasi dan entitas di mana di kedua ujungnya memiliki
multiplicity.
Sumber : Rosa dan Shalahuddin (2013:50)
1. Derajat Relationship
Relationship dapat digambarkan dengan sebuah bentuk ketupat. Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antara entitas. Pada umumnya penghubung
diberi nama dengan kata kerja dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan
pembacaan relasinya. Pengambaran hubungan ya ng terjadi adalah sebuah bentuk
belah ketupat dihubungkan dengan dua bentuk empat persegi.
Menurut Ladjamudin (2013:144) “Derajat relantionship adalah jumlah entitas
yang berpartispasi dalam suatu relationship”. Adapun gambar kardinalitas atau
derajat relationship menurut Fathansyah (2012:79) adalah sebagai berikut:
a. Satu ke satu (one to one)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan
paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga
sebaliknya. Nama_atribut
Nama_relasi
Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B Sumber: Fathansyah (2012:79)
Gambar II. 2. Derajat Relationship Satu ke Satu b. Satu ke Banyak (one to many)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan
dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya.
Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B Entitas 5 Sumber: Fathansyah (2012:80)
Gambar II. 3. Derajat Relationship Satu ke Banyak c. Banyak ke Satu (many to one)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan
paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak
Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 A B Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 5 Sumber : Fathansyah (2012:80)
Gambar II. 4. Derajat Relationship Banyak ke Satu d. Banyak ke Banyak (many to many)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan
dengan banyak entitas pada himpunan entitas, dan demikian juga
sebaliknya. Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 A B Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 4 Sumber : Fathansyah (2012:81)
Gambar II. 5. Derajat Relationship Banyak ke Banyak
Dari pendapat diatas ditarik kesimpulan bahwa suatu database dapat berguna
jika database tersebut memiliki entitas dan saling berelasi antara entitas di dalam
tabel tersebut agar data yang ada di dalam database dapat saling berhubungan untuk
2.2.6. User Interface (U.I)
User Interface merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari
pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu
mengarahkan alur penelusuran masala h sampai ditemukan suatu solusi, Menurut
Satzinger et al (2010:530) “User Interface adalah bagian dari sebuah sistem informasi
yang membutuhkan interaksi pengguna untuk membuat input dan output”.
Sedangkan menurut Fatta (2007:153) ”User Interface atau antarmuka
pengguna merupakan tampilan di mana pengguna berinteraksi dengan sistem, karena
ada berbagai tingkat pengguna, untuk mendesain suatu antar muka pengguna diasumsikan pengguna yang menggunakan nanti merupakan pengguna akhir”.
Dari kedua pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa user interface
adalah suatu kebutuhan utama dalam perancangan sistem untuk memudahkan
tampilan dari sistem tersebut agar lebih mudah di mengerti dan di gunakan oleh orang
yang belum terlalu mahir terhadap komputer, dalam penggunaan nya, user interface
harus melewati yang namanya uji kelayakan dan kemudahan sebelum akhirnya