• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

5

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Menurut Penulis Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang

digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu, dan Sistem juga

merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam

suatu wilayah serta memiliki item- item penggerak.

2.1.1. Definisi Sistem

Sistem adalah suatu komponen dan berbagai prosedur yang diberikan untuk

mengakses segala macam yang mempunyai tujuan dan berbagai kegiatan untuk

didefinisikan didalam suatu pemecahan masalah, Menurut Mustakini (2009:34)“Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan pendekatan

komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu”.

Menurut Mulyanto, (2009 :2) sistem dalam bidang sistem informasi sebagai “sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama, untuk mencapai

tujuan bersama dengan menerima proses input serta menghasilkan input dala m proses transformasi yang teratur”.

Dengan demikian pengertian sistem dapat disimpulkan sebagai suatu prosedur

atau elemen yang saling berhubungan satu sama lain dimana dalam sebuah sistem

terdapat suatu masukan, proses dan keluaran, untuk mencapai tujuan yang

(2)

2.1.2. Definisi Perancangan Sistem

Perancangan Sistem adalah unsur pertama yang harus ada demi terciptanya

suatu program atau aplikasi, dengan instruksi tertulis yang dibuat oleh programmer.

Disini penulis membuat perancangan dengan konsep bahwa perancangan adalah suatu

Langkah Awal yang penulis buat untuk menjadi suatu pemecahan masalah dari hasil

analisis penulis sebelumnya. Menurut Kusrini dan Koniyo (2007:79) “Perancangan

sistem adalah proses pengembangan spesifikasi siste m baru berdasarkan hasil rekomendasi analisis sistem”.

Menurut Subhan (2012:109) “Perancangan adalah proses pengembangan

spesifikasi baru berdasarkan rekomendasi hasil analisis sistem”, dari kedua pendapat

diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa perancangan sistem merupakan suatu proses

pengembangan dari spesifikasi sistem yang lama atau yang baru berdasarkan hasil

analisis sistem yang telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan pengguna ( end user)

Melalui perancangan yang terstandarisasi.

2.1.3. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi Merupakan sistem informasi berbasis

komputerisasi yang mengolah data keuangan yang berhubungan dengan data

transaksi dalam siklus akuntansi dan menyajikannya dalam bentuk laporan keuangan

kepada Manajemen perusahaan, menurut Mulyadi (2013:3) “Sistem akuntansi adalah

organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk

menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen dalam

(3)

Menurut Bodnar dan Hopwood (2008:181) “Sistem akuntansi adalah suatu organisasi terdiri dari metode dan catatan-catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, menganalisis, mencatat dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggung jawaban bagi aktivitas dan kewajiban yang berkaitan”, dan menurut Baridwan (2008:4) menjelaskan bahwa sistem informasi akuntansi yaitu :

Sistem akuntansi adalah formulir- formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur, dan alat-alat yang digunakan untuk mengelolah data mengenai usulan satu kesatuan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan baik dalam bentuk laporan- laporan yang dilakukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham kreditur dan lembaga- lembaga pemerintahan untuk memulai hasil operasi.

Dari ketiga pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi

akuntansi merupakan suatu kegiatan untuk mengisi formulir atau catatan transaksi,

yang dimana penggunaan sistem informasi akuntansi dapat menghasilkan sebuah

bentuk laporan yang digunakan untuk mengawasi usaha maupun kegiatan keuangan

pada pemilik usaha, lembaga pemerintahan maupun yang lainnya.

2.1.4. Definisi Kas Kecil

Kas kecil merupakan uang yang disediakan oleh perusahaan untuk membayar

pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, dan tidak ekonomis bila

dibayar dengan cek, Dana kas kecil dipisahkan dari kas besar dan diserahkan kepada

seorang kasir kas kecil, yang akan mempertanggungjawabkan setiap pengeluaran,

menurut Arifin (2009:44) Kas Kecil adalah “dana yang disisihkan oleh perusahaan

untuk membiayai pengeluaran dengan jumlah yang relatif kecil”. Sedangkan menurut Supriyati (2016:8) “Dana Kas kecil adalah kas yang disediakan untuk membayar

(4)

pengeluaran kecil, seperti membayar tagihan Koran, tagihan listrik, tagihan telepon, dan pembelian alat tulis kantor.” Untuk pencatatan transaksi kas kecil terbagi menjadi

dua metode yaitu (Supriyati 2016:8) :

1. Imprest Fund System (MST)

Jika metode ini yang digunakan, maka dalam buku besar disediakan satu rekening untuk mempertanggung jawabkan dana kas kecil. Saldo rekening ini tetap jumlahnya, Jurnalnya adalah D / K.

2. Fluctuation Fund System (MSB)

Jika metode ini yang digunakan, maka buku besar disediakan satu rekening untuk mempertanggungjawabkan dana kas kecil. Petugas kas kecil membuat catatan atas kas kecil, untuk membuat jurnal, transaksi yang berkaitan pada kas kecil perlu dianalisis dengan seksama, Jurnalnya adalah D / K.

Dari kedua pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kas kecil sering di pergunakan oleh perusahaan untuk melakukan transaksi s kala kecil dalam hal ini kebutuhan kantor maupun kebutuhan pegawai untuk membeli keperluan alat kantor dan lain – lain.

2.1.5. Definisi Java

Java adalah suatu bahasa pemrograman yang dapat membuat seluruh bentuk aplikasi, desktop, web, mobile dan lainnya, sebagaimana dibuat dengan menggunakan

bahasa pemrograman konvensional yang lain. Bahasa Pemrograman Java ini

berorientasi objek Object Oriented Programming (OOP), dan dapat dijalankan pada

berbagai platform sistem operasi, Menurut Nofriadi (2015:1)”Bahasa Pemrograman

(5)

dijalankan di berbagai sistem operasi termasuk telepon genggam”, sedangkan

menurut Supardi (2010:1) “java merupakan Bahasa Pemrograman yang dikembangan

dari bahasa pemrograman C++, Sehingga bahasa pemrograman ini seperti bahasa pemrograman C++”.

Dari kedua pendapat diatas dapat di simpulkan bahwa bahasa pemograman

java adalah perkembangan dari bahasa pemrograman C++ yang dimana bahasa pemograman java jauh lebih dapat diandalkan sehinggan java bisa membuat seluruh

bentuk pemograman dari aplikasi desktop hingga ke aplikasi mobile, sehingga java

sangat cocok digunakan sebagai bahasa pemograman untuk kalangan programmer

yang menggunakannya.

2.1.6. Netbeans IDE

Netbeans adalah aplikasi Integrated Development Environment (IDE) yang

berbasiskan Java Menurut Nofriadi (2015:4) ”Netbeans Merupakan Sebuah aplikasi

Integrated Development Environment (IDE) yang Menggunakan Bahasa

Pemograman Java dari Sun Microsystems yang berjalan diatas swing”, sedangkan

menurut www.netbeans.org/index_id.html (2017:1) “NetBeans IDE adalah sebuah

lingkungan pengembangan sebuah kakas untuk pemrogram menulis, mengompilasi,

mencari kesalahan dan menyebarkan program. Netbeans IDE ditulis dalam Bahasa Pemograman Java, namun dapat mendukung bahasa pemrograman lain”.

Dari kedua pendapat diatas dapat ditarik kesimp ulan bahwa Netbeans adalah

Suatu aplikasi untuk membuat suatu program yang dimana bahasa pemograman yang

di pakai adalah java, maupun bahasa pemograman yang lain dengan mudahnya

(6)

sebagai wadah untuk membuat berbagai macam program yang dimana netbeans IDE

ini bersifat Open Source.

2.1.7. Basis Data ( Database )

Basis data atau lebih dikenal dengan database adalah berfungsi mirip seperti

lemari, menyimpan semua data yang dimasukan oleh pengguna. Data tersebut akan

disimpan dengan aman dan terkontrol. Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:43) “Sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah

memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan”.

Menurut Sutanta (2011:32) ”Basis data (database) suatu kumpulan data

terhubung (interrelated data) yang disimpan secara bersama – sama pada suatu

media, tanpa mengatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data,

disimpan dengan cara – cara tertentu sehingga mudah digunakan atau ditampilkan

kembali.

Berdasarkan penjelasan di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa

Basis Data Adalah suatu tempat untuk memelihara dan menyimpan data agar mudah

di gunakan dan ditampilkan kembali oleh pemiliknya.

1. Structure Query Language (SQL)

SQL adalah sekumpulan perintah khusus yang digunakan untuk mengakses data dalam database relasional SQL merupakan sebuah bahasa komputer yang

mengikuti standar ANSI (American Nasional Standard Institute) yang digunakan

dalam manajemen database relasional Dengan SQL, Menurut Anhar (2010:45) mengemukakan bahwa “MySQL adalah salah satu database manajemen sistem

(7)

(DBMS) dari sekian banyak DBMS seperti Oracle, MS SQL, Postgre SQL, dan lainnya”.

Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:46) “SQL(Structure Query language)

adalah bahasa yang digunakan untuk mengolah data pada RDBMS. SQL awalnya

dikembangkan berdasarkan teori aljabar relasional dan kalkulus”.

Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa SQL selalu berkembang dari

masa kemasa untuk memudahkan pengolahaan data pada RDBMS, Saat ini hampir

semua server database yang ada mendukung SQL untuk melakukan manajemen

datanya.

2. MySQL

Dari Beberapa sumber refrensi langkah – langkah dalam pembuatan program

rata – rata mereka lebih sering menggunakan MySQL untuk membuat database,

karena MySQL lebih memudahkan programmer dalam pembuatan database dengan

pembuatan yang relatif mudah maupun tutorial yang banyak tersebar dimana – mana. Menurut Kadir (2008:348) “MySQL adalah salah satu jenis database Server yang

sangat terkenal kepopulerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL sebagai

bahasa dasar untuk mengakses databasenya yang bersifat open source”.

Sedangkan Menurut Zaki (2008:95) “SQL adalah singkatan dari (Structured

Query language) PHP menggunakan SQL untuk berkomunikasi dengan database dan melakukan pengolahan data”.

(8)

Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan MySQL

jauh lebih banyak digunakaan, dikarenakan mudah menggunakan dalam hal bahasa

pemogramannya dan kemudahan dalam penyimpanan data di server tersebut, tidak

dipungkiri bahwa MySQL lebih dikenal dikalangan programmer maupun pengguna

yang membutuhkan suatu database server untuk penyimpanan datanya.

2.2. Peralatan Pendukung (Tool Program)

Menurut penulis peralatan pendukung Merupakan alat yang digunakan untuk

menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan

simbol-simbol, lambang - lambang, diagram - diagram yang menunjukan secara tepat arti dan

fungsinya.

2.2.1. Unified Modelling Language (UML)

Menurut penulis UML adalah UML merupakan singkatan dari “Unified

Modelling Language” yaitu suatu metode permodelan secara visual untuk sarana perancangan sistem berorientasi objek, atau definisi UML yaitu sebagai suatu bahasa

yang sudah menjadi standar pada visualisasi, perancangan dan juga

pendokumentasian sistem software, Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:137) ”Unified Modeling language adalah suatu bahasa yang digunakan untuk memodelkan

perangkat lunak yang akan dibuat dan perlu adanya standarisasi agar orang di

berbagai Negara dapat mengerti pemodelan perangkat lunak ”.

Sedangkan menurut Nugroho (2010:6) “UML (Unified Modeling Language) adalah ‘bahasa’ pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma

(9)

penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa

sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami”.

Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa UML atau Unified

Modeling Language digunakan sebagai suatu metode untuk memodelkan suatu perangkat yang akan dirancang yang sangat mudah dipelajari dan dipahami, UML

sendiri memiliki Sembilan diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu

perangkat yang dimodelkan kedalam penggambaran diagram-diagram tersebut.

2.2.2. Use case Diagram

Menurut Penulis Use case diagram digunakan untuk menggambarkan secara

ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya.

Diagram use case tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase,

namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara use case aktor, dan sistem.

Pendapat lain mengemukakan Satzinger et al (2010:242) bahwa “use case

Diagram untuk menunjukkan peran dari berbagai pengguna dan bagaimana

peran-peran menggunakan sistem”, dan menurut pendapat Rosa dan Shalahuddin (2013:155) “use case diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior)

sistem informasi yang akan dibuat”, ada dua hal utama pada use case yaitu

pendefinisan apa yang disebut aktor dan usecase. Menurut (Rosa dan shalahuddin

2013:155)

1. Aktor

Merupakan orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem

informasi yang akan dibuat itu sendiri, walaupun simbol dari aktor adalah gambar

(10)

2. Use case

Merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebaga i unit-unit yang saling

bertukar pesan antar unit atau aktor.

dan berikut simbol dari diagram usecase Menurut (Rosa dan Shalahhudin

2013:156) :

Tabel II.1

Contoh simbol Diagram Usecase

Simbol Deskripsi

Fungsionalitass yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor; biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja di awal frase nama usecase

Aktor Orang, proses atau sistem lain yang

berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun gambar aktor adalah gambar orang bukan berarti aktor itu orang.

Asosiasi Komunikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi pada usecase atau usecase memiliki interaksi dengan aktor

Ekstensi Relasi usecase tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri mirip dengan prinsip

inheritance pada pemrograman berorientasi

objek biasanya usecase tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case yang di tambahkan.

Generalisasi Hubungan generalisasi dan spesialisasi usecase

(11)

(umum – khusus) antara dua buah usecase dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya.

Sumber : Rosa dan Shalahuddin (2013:155)

Dari pendapat diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa usecase merupakan

suatu penggambaran diagram yang berguna untuk di gunakan sebagai alir dari suatu

interaksi antara aktor terhadap sistem, tapi aktor dapat berupa juga sistem.

2.2.3. Activity Diagram

sesuai dengan namanya diagram ini menggambarkan tentang aktifitas yang

terjadi pada sistem, Dari pertama sampai akhir, diagram ini menunjukkan langkah –

langkah dalam proses kerja sistem yang kita buat, Menurut Satzinger et al

(2010:141), “Activity diagram merupakan sebuah tipe dari diagram workflow yang

menggambarkan tentang aktivitas dari pengguna ketika melakukan setiap kegiatan

dan aliran sekuensial”, sedangkan menurut rosa dan shalahhudin (2013:161)”

diagram aktivitas digunakan untuk menggambarkan workflow (aliran kerja) atau

aktivitas dari sebuat sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”. Berikut contoh simbol diagram aktivitas menurut Rosa dan Shalahhudin

(2013:162).

Tabel II.2

Contoh Simbol Diagram Aktivitas

Simbol Deskripsi

Status awal Status awal aktivitas sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal

Aktivitas Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja

(12)

Percabangan Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu

Penggabungan Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan menjadi satu

Status akhir Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status akhir

Swimlane Memisahkan organisasi bisnis yang

bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi

Sumber : Rosa Dan Shalahhudin (2013:162).

Dari kedua pendapat diatas ditarik kesimpulan bahwa diagram aktivitas atau

activity diagram digunakan sebagai pengambaran suatu aktivitas sistem yang berjalan pada suatu bisnis atau perusahaan yang memiliki banyak aktivitas dan selalu tetap

terhadap aktivitas tersebut, diagram aktivitas disini sangan penting digunakan untuk

membuat suatu rancangan sistem yang baru agar dapat mengetahui aktivitas dari

sistem yang akan dirancang nanti.

2.2.4. Logical Record Structure (LRS)

Logical record structure merupakan suatu struktur record dari tabel yang ada di database yang di relasikan untuk mempermudah logika dari suatu program yang

kita buat, Menurut Hasugian dan Shidiq (2012:608) memberikan batasan bahwa LRS adalah “sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan

aktivitas

(13)

mengikuti pola atau aturan permodelan tertentu dalam kaitanya dengan konvensi ke LRS”.

Menurut Iskandar dan Rangkuti (2008:126) “LRS terdiri dari link-link

diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya. Banyak

link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link tipe record. Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan model yang dimengerti”.

Berikut contoh penggambaran diagram LRS menurut Pradani dkk (2013:100)

Sumber : Pradani dkk (2013:100)

Gambar II. 1. Contoh Diagram LRS

Dari kedua pendapat di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa Perbedaan LRS

dan ERD adalah nama dan tipe record berada diluar field tipe record di tempatkan,

LRS terdiri dari link- link diantara tipe record, Link ini menunjukkan arah dari satu

tipe record lainnya, Banyak link dari LRS yang diberi tanda field - field yang

kelihatan pada kedua link tipe record, Penggambaran LRS mulai dengan

(14)

2.2.5. Entity Relationship Diagram (ERD)

Dalam pembuatan suatu program kita perlu juga membuat suatu database

untuk menyimpan segala rekaman data yang digunakan dalam program tersebut

adapun database harus memiliki sebuah kunci maupun relasi antara tabel – tabel yang

ada agar membuat database tersebut lebih maksimal kinerjanya, Menurut Connolly

dkk (2010:371) “ERD adalah pendekatan top – down untuk mendesain basis data

yang dimulai dengan melakukan identifikasi data penting yang biasa disebut entitas

dan relasi antara data yang direpresentasikan dalam model”.

Sedangkan menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:50) “ERD digunakan untuk

pemodelan basis data relasional. Sehingga jika penyimpanan basis data menggunakan OODBMS maka Perancangan basis data perlu menggunakan ERD”.

Tabel II.3 Simbol ERD

Simbol Deskripsi

Entitas/ Entity Entitas merupakan data inti yang akan disimpan; bakal table pada basis data;

Atribut Field atau kolom data yang butuh

disimpan dalam suatu entitas

Atribut kunci primer Field atau kolom yang butuh disimpan

dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses

Nama_entitas

Nama_atribut

(15)

Atribut multinilai / multivalue Field atau kolom data yang butuh

disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu

Relasi Relasi yang menghubungkan antara

entitas;

Asosiasi / association Penghubung antara relasi dan entitas di mana di kedua ujungnya memiliki

multiplicity.

Sumber : Rosa dan Shalahuddin (2013:50)

1. Derajat Relationship

Relationship dapat digambarkan dengan sebuah bentuk ketupat. Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antara entitas. Pada umumnya penghubung

diberi nama dengan kata kerja dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan

pembacaan relasinya. Pengambaran hubungan ya ng terjadi adalah sebuah bentuk

belah ketupat dihubungkan dengan dua bentuk empat persegi.

Menurut Ladjamudin (2013:144) “Derajat relantionship adalah jumlah entitas

yang berpartispasi dalam suatu relationship”. Adapun gambar kardinalitas atau

derajat relationship menurut Fathansyah (2012:79) adalah sebagai berikut:

a. Satu ke satu (one to one)

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan

paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga

sebaliknya. Nama_atribut

Nama_relasi

(16)

Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B Sumber: Fathansyah (2012:79)

Gambar II. 2. Derajat Relationship Satu ke Satu b. Satu ke Banyak (one to many)

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan

dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya.

Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B Entitas 5 Sumber: Fathansyah (2012:80)

Gambar II. 3. Derajat Relationship Satu ke Banyak c. Banyak ke Satu (many to one)

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan

paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak

(17)

Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 A B Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 5 Sumber : Fathansyah (2012:80)

Gambar II. 4. Derajat Relationship Banyak ke Satu d. Banyak ke Banyak (many to many)

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan

dengan banyak entitas pada himpunan entitas, dan demikian juga

sebaliknya. Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 A B Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 4 Sumber : Fathansyah (2012:81)

Gambar II. 5. Derajat Relationship Banyak ke Banyak

Dari pendapat diatas ditarik kesimpulan bahwa suatu database dapat berguna

jika database tersebut memiliki entitas dan saling berelasi antara entitas di dalam

tabel tersebut agar data yang ada di dalam database dapat saling berhubungan untuk

(18)

2.2.6. User Interface (U.I)

User Interface merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari

pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu

mengarahkan alur penelusuran masala h sampai ditemukan suatu solusi, Menurut

Satzinger et al (2010:530) “User Interface adalah bagian dari sebuah sistem informasi

yang membutuhkan interaksi pengguna untuk membuat input dan output”.

Sedangkan menurut Fatta (2007:153) ”User Interface atau antarmuka

pengguna merupakan tampilan di mana pengguna berinteraksi dengan sistem, karena

ada berbagai tingkat pengguna, untuk mendesain suatu antar muka pengguna diasumsikan pengguna yang menggunakan nanti merupakan pengguna akhir”.

Dari kedua pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa user interface

adalah suatu kebutuhan utama dalam perancangan sistem untuk memudahkan

tampilan dari sistem tersebut agar lebih mudah di mengerti dan di gunakan oleh orang

yang belum terlalu mahir terhadap komputer, dalam penggunaan nya, user interface

harus melewati yang namanya uji kelayakan dan kemudahan sebelum akhirnya

Gambar

Tabel II.1
Tabel II.2
Gambar II. 1. Contoh Diagram LRS
Tabel II.3   Simbol ERD
+3

Referensi

Dokumen terkait

Mendefinisikan sistem informasi akuntansi dengan istilah sistem akuntasi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan

Sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan yang dijalankan perusahaan merupakan suatu sistem, prosedur dan catatan formulir-formulir yang digunakan untuk

Sistem informasi akuntansi penjualan jasa sewa kamar merupakan organisasi dari formulir, catatan, prosedur, dan alat-alat yang digunakan (contohnya komputer) untuk mengolah

Mendefinisikan sistem informasi akuntansi dengan istilah sistem akuntasi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk

Hasil penelitian ini berupa sistem informasi akuntansi dimana formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah

Secara sederhana sistem akuntansi penjualan jasa dapat didefinisikan sebagai gabungan dari formulir-formulir, catatan, prosedur-prosedur, dan alat-alat yang digunakan

Menurut Neunar (2017: 210) Sistem akuntansi gaji untuk kebanyakan perusahaan adalah suatu sistem dari prosedur dan catatan-catatan yang memberikan kemungkinan untuk menentukan

Sistem informasi akuntansi penggajian yang dijalankan perusahaan merupakan suatu sistem, prosedur dan catatan serta formulir-formulir yang digunakan untuk menetapkan