Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75

Teks penuh

(1)

i

Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75

PESONA PONOROGO: SISTEM INOVASI BERBASIS DIGITALISASI, INTEGRASI, DAN KOLABORASI GUNA MEMBANGUN LOCAL

WISDOM PARIWISATA DI KABUPATEN PONOROGO

PARIWISATA

Disusun Oleh :

Wahyu Setyorini 041711133022 2017

Rerica Dhea Shavila 071711133034 2017 Christin Panjaitan 101711133079 2017

UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

(2)

ii

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul : Pesona Ponorogo: Sistem Inovasi Berbasis

Digitalisasi, Integrasi, Dan Kolaborasi Guna Membangun Local Wisdom Pariwisata di Kabupaten Ponorogo

2. Sub tema : Pariwisata 3. Ketua Tim

Nama Lengkap : Wahyu Setyorini

NIM : 041711133022

Jurusan/Fakultas : Ekonomi Pembangunan/Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi : Universitas Airlangga

Alamat Rumah : RT 05 RW 02 Desa Ngadipiro, Wilangan, Nganjuk No. Telepon/HP : 082337647481

Alamat E-mail : wahyu.setyorini-2017@feb.unair.ac.id 4. Jumlah Anggota Tim : 2

5. Dosen Pembimbing

Nama Lengkap : Habiburrohman, SE., M.Si., Ak.

NIP : 197401062005011001

Alamat Rumah : Jalan Karangmenjangan 2/24 Surabaya No. Telepon/HP : 08121675880

Surabaya, 15 Juli 2020

Dosen Pembimbing Ketua Tim

(Habiburrohman, SE., M.Si., Ak.) NIP. 197401062005011001

(Wahyu Setyorini) NIM. 041711133022

(3)

iii

LEMBAR ORISINALITAS

Dengan ini, saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Wahyu Setyorini

Alamat : RT 05 RW 02 Desa Ngadipiro, Wilangan, Nganjuk No. Hp : 082337647481

Judul KTI : Pesona Ponorogo : Sistem Inovasi Berbasis Digitalisasi, Integrasi, Dan Kolaborasi Guna Membangun Local Wisdom Pariwisata Di Kabupaten Ponorogo

Menyatakan bahwa naskah ini adalah benar-benar karya asli saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan. Saya akan bersedia menanggung segala tuntutan jika di kemudian hari ada pihak yang merasa dirugikan baik secara pribadi maupun tuntutan secara hukum.

Demikian surat pernyataan ini saya tulis, dan bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Surabaya, 15 Juli 2020 Ketua Tim

(Wahyu Setyorini) NIM. 041711133022

(4)

iv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP A. Identitas Diri

Nama Lengkap : Wahyu Setyorini

NIM : 041711133022

Sebagai : Ketua Tim

TTL : Nganjuk, 11 September 1997

Agama : Islam

Universitas : Airlangga

Jurusan/Prodi : Ekonomi Pembangunan

E-mail : Wahyu.setyorini-2017@feb.unair.ac.id Nomor Handphone : 082337647481

Alamat : RT 05 RW 02 Desa Ngadipiro, Wilangan, Nganjuk B. Karya Yang Pernah Dibuat

No. Judul Karya Jenis

Lomba/Kegiatan

Tahun 1. Bahasa Indonesia: Lambang

Kebanggaan NasionalMenuju Internasional

Essay 2017

2. Terjepit Teknologi Milineal Di

Kampus Ideal Cerita Inspiratif 2017

3. Sistem Beras Jumput Pemantik Semangat Sedekah Dalam

Upaya Pemerataan Kesejahteraan

Essay 2018

4. Budayakan Antikorupsi Melalui Ber-Kolas ( Koperasi Kelas

Cerdas) Pada Tingkat SMA/SMK LKTI 2018

5. Karang Taruna Berbasis Go Digital Dan Community Based Tourism (Cbt) Untuk

Meningkatkan Ekonomi Dan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Objek Wisata Sedudo Nganjuk

Essay 2018

6. Aktivasi Zakat Pertanian Dalam Mengoptimalkan Zakat Pertanian UntukMeningkatkanKesejahteraan Masyarakat

(5)

v C. Penghargaan Yang Pernah Diraih

No. Jenis Penghargaan Pihak Pemberi

Penghargaan Tahun 1. 5 Terbaik Lomba Esai DKR

Kuta Selatan DKR Kuta Selatan 2017

2. 20 Besar Lomba Cerita Inspiratif ITB 2017

Institut Teknologi

Bandung 2017

3. 10 Besar Esai Terbaik Bulan Bahasa 2017

Universitas Gajah

Mada 2017

4. Esai Terbaik Training of Trainer UKM Penalaran

Universitas Airlangga 2018 5. Semifinalis Lomba Essay

Mahasiswa Nasional FALAH Universitas Airlangga 2018 6. Juara 3 Essay dan Debat se-Jawa

Timur

Institut Islam Negeri

Tulungagung 2019

7. Juara 3 Penalaran Berkarya UKM Penalaran

Universitas Airlangga 2019

Surabaya, 15 Juli 2020 Penulis

(Wahyu Setyorini) NIM. 041711133022

(6)

vi

DAFTAR RIWAYAT HIDUP A. Identitas Diri

Nama Lengkap : Rerica Dhea Shavila

NIM : 071711133034

Sebagai : Anggota

TTL : Sidoarjo, 21 Juni 1999

Agama : Islam

Universitas : Airlangga

Jurusan/Prodi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/Ilmu Administrasi Negara

E-mail : Rerica.dhea.avila-2017@fisip.unair.ac.id Nomor Handphone : 081330537174

Alamat : Jl. Simping Bluru Kidul RT 2/RW 7 Sidoarjo B. Karya Yang Pernah Dibuat

No. Judul Karya Jenis

Lomba/Kegiatan

Tahun 1. Strategi Open Government Dalam

Alokasi Dana Desa Guna Mewujudkan Smart Village Di Desa Sumberkepuh, Kabupaten Nganjuk

LKTI 2017

2. Strategi Pengembangan Ekowisata Pantai Trisik Melalui “Sopi Martin” Guna Mewujudkan Indonesia Mandiri tahun 2018

LKTI 2018

3. One Poin Integrated System (OPIS): Strategi Optimalisasi Sistem E-Tilang Bagi Kendaraan Plat Nomor Non Wilayah Kota Surabaya

Essay 2018

4. Education Fun Fact: Sebagai Sarana Internalisasi Nilai Ketangguhan Ki Honggolono Dalam Sejarah Perseteruan Desa Mirah Dan Desa Golan Kabupaten Ponorogo

LKTI 2018

5. “Buku Saku Siaga Bencana Untuk Anak” sebagai Antisipasi Dampak Psikologi Jangka Panjang Korban Bencana Alam

Essay 2018

6. ASIKJON: Strategi Optimalisasi Desa Wisata Melalui Konsep Digital Government Di Desa Pujon Kidul Malang

LKTI 2018

(7)

vii

No. Jenis Penghargaan Pihak Pemberi

Penghargaan Tahun 1. Juara 1 Call For Paper Hero 6

th

tingkat Nasional UMY 2017

2. 10 Besar LKTIN Bioma UIN Malang 2018

3. Semifinalis LKTIN Kist 3 Univ Sunan Kalijaga

Yogyakarta 2018

4. Finalis LKTI Imekta Creative Universitas Jember 2018 5. Finalis LKTIN 4 Chemical Expo Universitas Medan 2018 6.

Juara 3 Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional National Gorvernance Days (NDG)

Fisip, Universitas

Padjadjaran Bandung 2018

7. PKM-PSH didanai Kemenristekdikti 2018

8. Juara 1 Kompetisi Esai Nasional

Publician Fair Universitas Indonesia 2018

9. Best Speaker Kompetisi Esai

Nasional Publician Fair Universitas Indonesia 2018 10. PKM AI lolos Kemenristekdikti Kemenristekdikti 2018 11.

Delegates paper competition in the Airlangga Forum of Public Administration

Public Administration

Department 2019

12.

Semifinalis Kompetisi KTI Mahasiswa Nasional Khatulistiwa

Universitas Brawijaya 2019

13. Juara 1 LKTIN Chronicle PKN-STAN 2019

14. Best Poster Simposium Nasional

ILP2MI Universitas Jambi 2019

15. Juara 1 Simposium Nasional

ILP2MI Universitas Jambi 2019

16. Finalis LKTI Tiupps Jatim UINSA 2020

17. Juara 2 LKTI Tiupps Jatim UINSA 2020

18. Finalis LKTI Prismatic Univesitas Hasanudin 2020

Surabaya, 15 Juli 2020 Penulis

(8)

viii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP A. Identitas Diri

Nama Lengkap : Christin Panjaitan

NIM : 101711133079

Sebagai : Anggota

TTL : Ponorogo, 28 Mei 1999

Agama : Islam

Universitas : Airlangga

Jurusan/Prodi : Kesehatan Masyarakat

E-mail : Christin.panjaitan-2017@fkm.unair.ac.id Nomor Handphone : 083192872533

Alamat : Dusun Pule, Desa Gajah, Kec.Sambit, Kab.Ponorogo

B. Karya Yang Pernah Dibuat

No. Judul Karya Jenis

Lomba/Kegiatan

Tahun 1. Cukai Rokok untuk Tambal

Defisit Dana BPJS Kesehatan

Lomba Opini BEM FKM Unair 2018

2018 2. Keterampilan Politik Tenaga

Kesehatan Masyarakat dalam Mewujudkan Kesehatan Masyrakat yang Optimal

Lomba Opini BEM FKM Unair 2018

2018

3. A Solution to Stopping Sexual Harassment on Campus

Lomba Opini BEM FKM Unair 2018

2018 4. Kuwera Ed-Park: Mendakuera

Educational Park, Integrasi Peternakan dan Perkebunan Lokal Berbasis Edukasi sebagai Upaya Peningkatan Potensi Agrowisata Kabupaten Trenggalek

Lomba Karya Tulis Ilmiah PIKIR 2018

2018

5. “Desa Keberagaman” Sebagai Role Modeldalam Revitalisasi Nilai Sumpah Pemuda Bangsa Indonesia

Lomba Artikel Internal UKM Penalaran

2018

6. Time Management For Public Health Students: An Image How Big Its Influence In Their College

ICOSDEL MALINDO (International Conference on Student Development and Leadership Malysia-Indonesia) 2018

7. Sharing And Discussion With Sing (Shadis With Sing) Programe Sebagai Upaya

Lomba Hari Besar Nasional UKM

2019 NIM. 071711133034

(9)

ix Penanaman Nasionalisme Pelajar Melalui Lagu Kebangsaan dan Lagu Daerah

Penalaran Universitas Airlangga

C. Penghargaan Yang Pernah Diraih

No. Jenis Penghargaan Pihak Pemberi

Penghargaan Tahun

Surabaya, 15 Juli 2020 Penulis

(Christin Panjaitan) NIM. 071711133034

(10)

x

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat danhidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan kegiatanpenelitian yang berjudul “Pesona Ponorogo : Sistem Inovasi Berbasis Digitalisasi, Integrasi, Dan Kolaborasi Guna Membangun Local Wisdom Pariwisata Di Kabupaten Ponorogo” Penelitian kegiatan Lomba Hari Besar Nasional yang diadakan oleh UKM Penalaran tahun 2020 dapat diselesaikan dengan baik, tidak lepas daribantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. UKM Penalaran Universitas Airlangga

2. Pembina UKM Penalaran Universitas Airlangga

3. Pihak-pihak yang telah membantu dan mensukseskan pelaksanaan kegiatan ini

Surabaya, 15 Juli 2020

(11)

xi DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR ORISINALITAS ... iii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... iv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... vii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... viii

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

ABSTRAK ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan dan Manfaat ... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1 Teori Pentahelik ... 4

2.2 Pariwisata Kreatif ... 6

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 7

3.1 Metode Penelitian ... 7

3.2 Teknik Pengambilan Data ... 8

3.3 Teknik Analisis Data ... 8

3.4 Teknik Keabsahan Data ... 8

BAB IV PEMBAHASAN ... 9

4.1 Gambaran Umum dan Kondisi Pariwisata Di Kabupaten Ponorogo ... 9

4.2 Langkah Strategis Guna Meningkatkan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Ponorogo ... 12

BAB VPENUTUP ... 20

5.1 Kesimpulan ... 20

5.2 SARAN ... 20

(12)

xii

PESONA PONOROGO: SISTEM INOVASI BERBASIS DIGITALISASI, INTEGRASI, DAN KOLABORASI GUNA MEMBANGUN LOCAL

WISDOM PARIWISATA DI KABUPATEN PONOROGO Wahyu Setyorini1, Rerica Dhea Shavila2, Christin Panjaitan3

Universitas Airlangga

Wahyu.setyorini-2017@feb.unair.ac.id

ABSTRAK

Pariwisata menjadi sektor unggulan di Indonesia, mampu menyumbang devisa terbesar pada tahun 2018 (kompasiana.com). Data dari World Travel & Tourism Council tahun 2018, memperlihatkan pariwisata Indonesia tumbuh tercepat hingga menempati peringkat ke-9 di dunia, nomor tiga di Asia, dan nomor satu di kawasan Asia Tenggara. Capaian di sektor pariwisata itu juga diakui perusahaan media di Inggris The Telegraph, yang mencatat Indonesia sebagai “The Top 20 Fastest Growing Travel Destinations”.Kabupaten Ponorogo memiliki berbagai potensi pariwisata wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata religi yang dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia. Namun, potensi pariwisata di Kabupaten Ponorogo belum didukung dengan tersedianya sarana prasarana yang baik serta perencanaan dan pengelolaan wisata yang baik.Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) pada tahun 2017 menyebutkan yang datang menikmati wisata di Kabupaten Ponorogo masih didominasi oleh wisatawan domestik sebesar 375.525 sedangkan wisatawan asing hanya 117. Potensi pariwisata di Kabupaten Ponorogo sangat memiliki ciri khas budaya yang kental dan masyarakat yang beragam seharusnya mampu mendatangkan wisatawan asing dengan jumlah besar. Terlebih di masa Revolusi Industri 4.0 dituntut adanya peningkatan kualitas yang efektif dan efisien dalam bidang pariwisata. Melalui inovasi Pesona Ponorogo, sistem yang memanfaatkan digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dalam proses perencanaan, pengelolaan, dan monitoring dapat membantu pariwisata Kabupaten Ponorogo berkembang secara signifikan. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif deskriptif dengan pengambilan data sekunder dari studi pustaka. Berdasarkan urgensitas dari permasalahan yang ada, maka penulis mengkaji hambatan dan keberlanjutan sistem digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dibidang pariwisata menggunakan teori pentahelik. Berfokus pada pemanfaatan Pesona Ponorogo terhadap pariwisata Kabupaten Ponorogo diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan pariwisata yang terjadi.

(13)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini sektor pariwisata menjadi sektor yang diunggulkan oleh Indonesia, karena mampu menyumbang devisa terbesar pada tahun 2018 (kompasiana.com). Devisa yang didapatkan dari sektor pariwisata sangat berperan dalam pembangunan nasional, dalam hal ini membuka kesempatan pekerjaan bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan perekonomian. Pemerintah pusat tepatnya kementerian Pariwisata Republik Indonesia telah mengatur pedoman destinasi pariwisata berkelanjutan dalam Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia No.14, Tahun 2016. Terdapat empat ruang lingkup Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, diantarnya pengelolaan destinasi berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung, serta pelestarian lingkungan.

Data dari World Travel & Tourism Council tahun 2018, memperlihatkan pariwisata Indonesia tercepat tumbuh sehingga menempati peringkat ke-9 di dunia, nomor tiga di Asia, dan nomor satu di kawasan Asia Tenggara. Capaian di sektor pariwisata itu juga diakui perusahaan media di Inggris The Telegraph, yang mencatat Indonesia sebagai “The Top 20 Fastest Growing Travel Destinations”. Namun permasalahan yang dihadapi terkait upaya untuk memasarkan sumber daya yang sudah tercipta menjadi daerah wisata kepada masyarakat/ konsumen agarmereka mau datang ke tempat wisata. Kita tahu bahwa fungsi objek wisata dan sarana pariwisata sangat besar bagi suatu daerah kabupaten/kota. Salah satu fungsi tersebut antara lain memberi pelayanan ruang publik untuk rekreasi, hiburan, olahraga santai. Fungsi lain dari objek wisata adalah memberi peluang lapangan kerja dan kesempatan berusaha disektor pariwisata bagi masyarakat di sekitar objek wisata diberbagai sektor antara lain dagang, angkutan, hiburan, jasa, telekomunikasi dan sebagainya.

Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu daerah yang ada di Indonesia tepatnya di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini memiliki berbagai potensi pariwisata seperti wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata religi yang

(14)

2

dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia. Namun, potensi pariwisata di Kabupaten Ponorogo belum didukung dengan tersedianya sarana prasarana yang baik serta perencanaan dan pengelolaan wisata yang baik. Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) pada tahun 2017 menyebutkan yang datang menikmati wisata di Kabupaten Ponorogo masih didominasi oleh wisatawan domestik sebesar 375.525 sedangkan wisatawan asing hanya 117. Pada tahun 2018, jumlah kunjungan wisatawan domestik di Kabupaten onorgo hingga mencapai 500.000 orang (idntimes, 2019).

Potensi pariwisata di Kabupaten Ponorogo sangat memiliki ciri khas budaya yang kental dan masyarakat yang beragam sehingga seharusnya mampu mendatangkan wisatawan asing dengan jumlah besar. Terlebih di masa revolusi industri 4.0 dituntut adanya peningkatan kualitas yang efektif dan efisien dalam bidang pariwisata. Pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menargetkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara hingga satu juta orang ke berbagai objek wisata dan budaya daerah selama tahun 2019 (idntimes, 2019). Maka dari itu, melalui inovasi Pesona Ponorogo, sistem yang memanfaatkan digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dalam proses perencanaan, pengelolaan, dan monitoring diharapkan dapat membantu pariwisata Kabupaten Ponorogo berkembang secara signifikan. Jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Ponorogo meningkat dan tidak hanya didominasi oleh wisatawan domestik.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka dapat ditarik rumusan masalahnya yaitu bagaimana langkah strategis guna meningkatkan pengembangan pariwisata di Kabupaten Ponorogo?

1.3 Tujuan dan Manfaat 1.3.1 Tujuan

1. Untuk mendeskripsikan gambaran umum dan kondisi pariwisata di Kabupaten Ponorogo.

2. Untuk mendeskripsikan langkah strategis guna meningkatkan pengembangan pariwisata di Kabupaten Ponorogo.

(15)

3

1.3.2 Manfaat

1. Bagi Mahasiswa

Sistem pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dalam proses perencanaan, pengelolaan, dan monitoring dapat membantu pariwisatamerupakan suatu pengembangan teoritis dan aplikatif. Dimana berfungsi dalam melatih daya kritis, keterampilan, dan wawasan mahasiswa guna mendalami penelitian mengenai pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pilar Nawa Cita. Selain itu, karya ini didedikasikan sebagai bentuk pengabdian insan akademis dalam wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi.

2. Bagi Masyarakat

Pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan wisata khusus nya di Kabupaten Ponorogo. Selain itu juga untuk masyarakat Kabupaten Ponorogo dapat memberikan keungan ekonomi dari hasil optimasilisasi pengelolaan pariwisata di Kabupaten Ponorogo.

3. Bagi Pemerintah

Sistem yang memanfaatkan digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dalam proses perencanaan, pengelolaan, dan monitoring dapat membantu Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam melalukan branding kota dan meningkatkan pendapatan daerah sehingga kesejahtaraan Kabupaten Ponorogo juga dapat meningkat.

(16)

4 Business Goverment Community Academic Media BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Pentahelik

Model pentahelix merupakan sektor yang berperan penting untuk menciptakan nilai manfaat kepariwisataan dalam memberikan keuntungan dan manfaat pada masyarakat serta lingkungan (Saputri, 2020). Menurut Soemaryani (2016), model pentahelix merupakan referensi dalam mengembangkan sinergi antara instansi terkait di dalam mendukung seoptimal mungkin dalam rangka mencapai tujuan. Kolaborasi pentahelix mempunyai peran penting untuk mendukung tujuan inovasi bersama sehingga dapat berkontribusi dalam kemajuan sosial ekonomi daerah. Model pentahelix pertama kali dicanangkan oleh menteri pariwisata Arief Yahya serta dituangkan ke dalam Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan bahwa untuk menciptakan, memastikan kualitas aktivitas, fasilitas, pelayanan, dan untuk menciptakan pengalaman dan nilai manfaat kepariwisataan agar memberikan keuntungan dan manfaat pada masyarakat dan lingkungan, maka diperlukan pendorong sistem kepariwisataan melalui optimasi peran bussiness, government, community, academic, and media (BGCAM).

Gambar 1. Model pentahelix

Berdasarkan dari Gambar 1. model pentahelix dalam pengembangan pariwisata terdiri dari Academy, Business, Community, Government, Media yaitu:

(17)

5

Peran akademisi dalam pengembangan pasriwisata adalah berbagi informasi dengan pelaku stakeholder. Akademisi sebagai konseptor, seperi melakukan standarisasi proses bisnis serta sertifikasi produk dan ketrampilan pada sumber daya manusia.

2. Business

Business merupakan satuan yang terwujud dalam melakukan proses bisnis untuk menciptakan nilai tambah dan mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan. Business tersebut ialah pengelola, warung masyarakat, pelaku usaha yang membangun wahana di wisata dan berperan sebagai enabler yang menghadirkan fasilitas dan kualitas untuk kemajuan ekonomi daerah serta dapat membantu pengembangan wisata menjadi lebih efektif, efisien, dan produktif. 3. Community

Community merupakan orang-orang yang memiliki minat yang sama dan relevan dengan bisnis yang berkembang. Community berperan sebagai akselerator. Bertindak sebagai perantara atau menjadi penghubung untuk membantu pengembangan pariwisata dalam keseluruhan proses sejak awal, serta community juga memiliki peran untuk mempromosikan tempat wisata. 4. Government

Government merupakan salah satu pemangku kepentingan yang memiliki peraturan dan tanggung jawab dalam mengembangkan usaha. Government berperan sebagai regulator sekaligus berperan sebagai kontroler. Government melibatkan semua jenis kegiatan seperti perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, pengendalian, promosi, alokasi keuangan, perizinan, program, undang-undang, pengembangan dan pengetahuan, kebijakan inovasi publik, dukungan untuk jaringan inovasi dan kemitraan public swasta.

5. Media

Media berfungsi sebagai pemberi informasi, pendidikan, penghibur, dan sebagai pengontrol sosial. Media merupakan perangkat promosi yang mencangkup aktivitas periklanan, personal selling, public relation, informasi dari mulut ke mulut (word of mouth), dan direct marketing serta berperan kuat untuk mempromosikan dan membuat brand image.

(18)

6

2.2 Pariwisata Kreatif

Menurut Damayanti (2015), pariwisata kreatif merupakan pengembangan dari konsep pariwisata budaya sekaligus pelengkap dan penawaran lain dari bentuk mass tourism atau pariwisata masal. Pariwisata kreatif memandang kreativitas kota sebagai suber daya dan menyediakan kesempatan baru untuk memenuhi pengembangan kepentingan wisatawan. Pariwisata kreatif mempunyai karakteristik antara lain:

Tema berhubungan dengan budaya lokal yang mencakup antara lain aktivitas budaya masyarakat, makanan, alam, kesenian.

1. Bersifat informal/tidak kaku dan fleksibel.

2. Bersifat hand on yang melibatkan pengunjung untuk belajar secara interaktif.

3. Peserta dibatasi pada kelompok kecil atau personal.

4. Kegiatan dilakukan di tempat pengajar atau tempat kerja/bengkel, bukan di ruang seminar mewah. Hal ini untuk mendukung suasana ontentik dan informal.

5. Memperbolehkan pengunjung mengeksplorasi kreativitas mereka sehingga kurikulum pengajaran tidak dibatasi secara ketat/fleksibel.

6. Mendukung pariwisata berkelanjutan dengan adanya pasar market bagi peningkatan kemampuan/skill tradisional suatu komunitas , serta dapat memanfaatkan prasarana dan sarana yang sudah ada.

7. Mendekatkan diri pada komunitas lokal, termasuk pengajar/ instruktur dan masyarakat di sekitarnya.

(19)

7

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana dalam metode penelitian ini yang menjadi fokus utama adalah memperoleh pemahaman atas tindakan dan makna gejala sosial dalam sudut pandang subyek penelitian.Sesuai dengan pendapatNeuman, Lawrence W(2017:23) metode penelitian kualitatif memiliki fokus pada proses yang interaktif, adanya konstruksi maksa kebudayaan serta realitas sosial, kebenaran dan juga faktor utama, yang dihadirkan secara eksplisit, dengan data dan teori yang menyatu. Alasan peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif adalah sifat masalah yang diteliti, dimana penelitian ini berupaya mengungkap dan memahami sesuatu makna dibalik fenomena dalam suatu konteks khusus, yaitu mengenai inovasi sistemdigitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dalam proses perencanaan, pengelolaan, dan monitoring pariwisata Kabupaten Ponorogo

Pendekatan yang digunakan yakni interpretive social science, yang merupakan analisis sitematis mengenai aksi sosial yang bermakna melalui observasi manusia secara terperinci dan langsung dalam latar alamiah, supaya bisa memperoleh pemahaman dan interpretasi mengenai cara orang menciptakan dan mempertahankan dunia sosial(Neuman, 2017:115).

Tipe penelitian bersifat deskriptif, karena tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepentingan-kepentingan dari berbagai pihak dalam memformulasikan suatu kebijakan yang mengatur tentang tanggungjawab pemerintah. Seperti yang dijelaskan (Neuman, 2017)penelitian deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subyek/obyek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lainnya) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagai mana adanya. Dalam hal ini, peneliti mencoba menjelaskan mengenai bagaimana langkah strategis guna memperbaiki pengelolaan pariwisata di Kabupaten Ponorogo.

(20)

8

3.2 Teknik Pengambilan Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data sekunder melalui studi pustaka. John W. Creswell (2014) mengatakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari buku, laporan, majalah, jurnal, dan media serta literatur lainnya yang berkaitan dengan objek penelitian. Metode ini digunakan juga untuk melengkapi data primer yang kurang dalam proses penelitian.

3.3 Teknik Analisis Data

Proses analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan analitis, dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian. Jadi, analisis data kualitatif bisa saja melibatkan proses pengumpulan data, interpretasi, dan pelaporan hasil secara serentak dan bersama-sama (Creswell, 2014). Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif, penulisan deskriptif sebagaimana yang dikemukakan oleh Moleong (2000) mengikuti prosedur sebagai berikut: (1) Analisis deskriptif dengan mengembangkan kategori-kategori yang relevan dengan beberapa tujuan, (2) Penafsiran atas hasil analisis deskriptif dengan berpedoman pada hasil wawancara. Maka, dalam penelitian ini data yang terkumpul diolah dan diinterpretasikan secara kualitatif dengan maksud menjawab permasalahan penelitian. Data tersebut ditafsirkan menjadi kategori yang berarati mendukung maksud diadakannya penelitian.

3.4 Teknik Keabsahan Data

Peneliti menggunakan strategi validitas dengan cara triangulasi sumber data informasi yang berbeda dengan memeriksa bukti yang berasal dari sumber tersebut dan digunakan untuk membangun justifikasi tema secara koheren. Jika tema dibangun berdasarkan sejumlah sumber data atau pespektif, maka proses ini dapat menambah validitas penelitian (Creswell, 2014).

Peneliti menggunakan metode triangulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data tersebut sebagai pembanding terhadap data yang ada. Norman K. Denkin dalam Lexy (2006), mendefinisikan triangulasi sebagai gabungan atau kombinasi berbagai metode yang digunakan untuk menguji fenomena dari sudut pandang dan perspektif berbeda.

(21)

9

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum dan Kondisi Pariwisata Di Kabupaten Ponorogo Tabel 4.1 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Ponorogo Tahun 2015-2019

Tahun Pertumbuhan Ekonomi

2015 5.25%

2016 5.29%

2017 5.10%

2018 5.31%

2019 5.01%

Sumber : BPS Kabupaten Ponorogo (2020)

Kondisi perekonomian Kabupaten Ponorogo pada periode 2015 - 2019 fluktuatif namun relatif stabil di kisaran 5%. Wisata menjadi salah satu kompenen penyumbang PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Ponorogo. Kabupaten Ponorogo memiliki kurang lebih 30 objek dan budaya sebagai daya tarik wisata (Kusbandrijo, 2018).

Kabupaten Ponorogo dengan luas 1.37,78 km2 memiliki berbagai jenis wisata, atau dapat dikatakan sebagai kabupaten dengan wisata yang lengkap karena memiliki beranekaragam jenis wisata. Berikut adalah jenis wisata di Kabupaten Ponorogo:

1. Wisata budaya

Ponorogo dikenal melalui kesenian Reog Ponorogo. Saat ini Reog Ponorogo menjadi salah satu wisata melalui festival nasional dan festival mini yang diadakan setiap tahun. Selain Reog Ponorogo terdapat wisata budaya lain seperti, Grebeg Suro yang biasa dilakukan pada pergantian tahun hijriah, Grebeg Tutup Suro Bantarangin yang berisi serangkaian acara penutupan tahun baru islam, Festival 1000 Dian &Larungan Telaga Ngebel yaitu doa bersama pada tahun baru islam di Telaga Ngebel. 2. Wisata Alam

Ponorogo memiliki beberapa destinasi wisata alam yang memukau seperti Telaga Ngebel yang diselimuti udara sejuk di ketinggian 734 meter diatas permukaan laut sekaligus tempat prosesi doa Bersama tahun baru islam. Di Telaga Ngebel tersebut juga dapat menikmati durian Ngebel, sunset di

(22)

10

atas telaga, dan pelarungan dan pawai obor. Selain Telaga Ngebel terdapat beberapa wisata air terjun yaitu Air Terjun Peletuk, Air Terjun Coban Lawe, dan Air Terjun Sunggah yang menyajikan keindahan air terjun berbeda-beda.

3. Wisata Kuliner

Berkunjung ke kabupaten atau kota tidak lengkap jika tidak mencicipi makanan khas daerah tersebut. Ponorogo memiliki beberapa makanan khas seperti sate ayam, dawet jabung, janggelan, dan pecel ponorogo. Sate ayam di ponorogo memiliki beberapa varian yaitu sate ayam gang sate, sate ayam ngepos, dan sate ayam setono. Kuliner berupa dawet dan janggelan di beberapa daerah juga ada, namun di ponorogo dawet terbuat dari tepung aren sedangkan janggelan di ponorogo memiliki serat yang tinggi.

4. Wisata Buatan

Ponorogo memiliki beberapa wisata buatan yaitu Tubing Mundak Lereng Wilis berupa wisata arung jeram, Kolam Renang Tirto Menggolo, Pemandian Air Panas Tirto Husodo, Wisata Gunung Beruk, Wisata Gunung Gajah, Wisata Gunung Bedes, Tumpak Pare, dan Tanah Goyang yang menyajikan pemandangan pegunungan dan cocok untuk berkemah. 5. Wisata Religi

Ponorogo memiliki objek wisata religi sebagai peninggalan sejarah keagmaan yaitu Masjid dan Makan Tegalsari peninggalan kerajaan dan penyebaran islam, Makam Bathoro Kathong yaitu putra Prabu Brawijaya V, Astana Srandil berupa makam Bupati Suomoroto, dan Goa Maria Sendang Tirto Waluyojati sebagai tempat ibadah dan ziarah penganut khatolik.

6. Wisata Pendidikan

Wisata Pendidikan adalah wisata yang memberikan edukasi kepada penjung. Di Kabupaten Ponorogo terdapat wisata edukasi berupa wisata aquaponik, wisata pertanian, dan wisata kolam lele yang terletak di Desa Karangpatih Kecamatan Balong.

(23)

11

Selain jenis wisata yang telah dipaparkan diatas, Kabupaten Ponorogo memiliki sejumlah potensi wisata potensi wisata yang harus terus dilestarikan. Potensi geowisata dengan komoditas buah-buahan, potensi geowisata berupa tebing batuan dan andesit, dan potensi hidrowisata berupa air terjun yang masih belum tereksplorasi dapat dikembangkan untuk menambah destinasi wisata (Harwanto, 2015). Sektor wisata dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan perekonomian.

Kabupaten Ponorogo memiliki keanekaragaman hayati berupa komoditas buah-buahan yang bervariasi dan makanan dan minuman khas yang dapat menjadi kekuatan bagi wisata yang dapat dikembangkan dengan terus meningkatkan pengawasan yang intensif dan perbaikan kualitas objek wisata. Hal tersebut dapat didukung oleh peluang adanya Perda No 1 Tahun 2012 tentang RT/RW bahwa dilakukan peningkatan potensi wisata berwawasan lingkungan, Budaya Reog Ponorogo dikenal sebagai budaya asli Ponorogo dan telah mendunia, serta keberadaan Grebeg Suro dan Larung sesaji menjadi daya tarik tersendiri.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah melakukan berbagai hal untuk meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Ponorogo. Perbaikan infrastruktur, promosi wisata, dan pembukaan wisata baru sudah dilakukan. Promosi wisata Kabupaten Ponorogo dilakukan melalui media sosial dan media cetak. Media sosial yang digunakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ponorogo berupa website yaitu disbudparpora.ponorogo.go.id yang menggambarkan jenis wisata dan objek wisata yang ada di Kabupaten Ponorogo. Namun jika dilihat dari website yang digunakan untuk melakukan promosi tersbut masih tidak maksimal. Informasi yang disediakan laman website tidak lengkap. Beberapa objek wisata dan makanan khas daerah Ponorogo tidak dimuat dalam laman website tersebut. Selain itu tidak ada peta lokasi objek wisata, fasilitas terkait objek wisata, dan lain sebagainya.

Dinas Budaya dan Pariwisata Ponorogo juga menggandeng sejumlah paguyupan atau organisasi untuk mendukung dan menggencarkan promosi dan event wisata di Kabupaten Ponorogo seperti Duta Wisata Cilik: Thole Gendhuk Ponorogo, Purna Paskibraka Indonesia, Paguyupan Kakang Sendhuk Ponorogo, Yayasan Reog Ponorogo, dan Purna Prakarya Muda Indonesia (Disbudparpora,

(24)

12

2020). Selain paguyupan dan organisasi tersebut, dinas kebudayaan dan pariwisata juga bekerjasama dengan sejumlah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata (Hilman, 2018). Pokdarwis ini memiliki peran untuk membantu mengembangakan desa wisata.

4.2 Langkah Strategis Guna Meningkatkan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Ponorogo

Berdasarkan permasalahan berupa promosi yang kurang maksimal dengan memanfaatkan media sosial maupun cetak serta pengembangan destinasi wisata Kabupaten Ponorogo maka peneliti mengusulkan gagasan berupa sistem inovasi berbasis digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi yang semua nya menjadi satu dalam aplikasi Pesona Ponorogo. Pesona Ponorogo hadir untuk membangun local wisdom dalam pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Pesona Ponorogo sebagai strategi nyata untuk menumbuhkan perekonomian dan menjembatani masyarakat dengan pemerintah, serta pengelola tempat wisata di Kabupaten Ponorogo.

Adanya sistem inovasi berbasis digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi yang semua nya menjadi satu dalam aplikasi Pesona Ponorogo, sesuai dengan ciri-ciri pariwisata berkelanjutan (Gunawan,2000 dalam Priyatmono, 2012) antara lain: 1. Kesadaran tentang tanggung jawab terhadap lingkungan, yaitu menempatkan

pariwisata sebagai green industry (industri ramah lingkungan) yang menjadi tanggung jawab pemerintah, industri pariwisata, masyarakat dan wisatawan. Pada Pesona Ponorogo, hal tersebut tercermin pada prinsip digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi. Sehingga semua elemen turun serta, menjaga dan merawat sesuai dengan keaslian dan kealamian dari objek wisata di Kabaputen Ponorogo.

2. Peningkatan peran pemerintah daerah dalam pembangunan kepariwisataan, tercermin pada Pesona Ponorogo yang memberikan ruang besar kepada pemerintah untuk mengawasi, mendukung, dan mewadahi semua hal guna mendukung peningkatan pembangunan dan pengelolaan pariwisata di Kabupaten Ponorogo.

3. Industri pariwisata mampu menciptakan produk pariwisata yang bisa bersaing secara internasional, dan bisa mensejahterakan masyarakat. Kabupaten Ponorogo telah mencerminkan kekayaan budaya yang sudah tidak diragukan

(25)

13

lagi, hal ini tentu saja akan menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan manca negara ketika ada informasi yang baik yang telah disajikan dalam platform Pesona Ponorogo.

4. Adanya kemitraan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata, pada Pesona Ponorogo semua pengelolaan berlandaskan prinsip kolaborasi, yang actor utamanya adalah masyarakat. Sehingga semua bentuk pembangunan dan pengelolaan pariwisata berasal dari masyarakat.

5. Fokus pengembangan lebih diprioritaskan pada usaha skala kecil/mikro milik masyarakat lokal, Pesona Ponorogo menyajikan oleh – oleh khas Kabupaten Ponorogo yang berasal dari produk masyarakat lokal. Sehingga produk – produk yang mampu mendukung peningkatan ekonomi masyarakat lokal dapat terangkat, dan memberikan keuntungan bagi masyarakat lokal.

Berikut penjelasan mengenai platform Pesona Ponorogo, yaitu: a. Penjelasan

Platform Pesona Ponorogomerupakan sebuah platformyang berguna sebagai solusi pariwisata Kabupaten Ponorogo. Sehingga, mereka menemukan tempat yang tepat dalam mencari solusi untuk mencari tempat wisata, pemesanan, dan juga pengawasan. Platform ini terdiri dari berbagai fitur yang membuat nyaman penggunanya dan mampu menemukan semua yang diinginkan dalam melakukan wisata di Kabupaten Ponorogo. Aplikasi ini dapat digunakan oleh masyarakat umum apabila akan berkunjung ke Kabupaten Ponoroho. Cara mendapatkannya cukup dengan mengunduhnya di play store atau app store.

b. Urgensi

Permasalah yang ada yakni, Kabupaten Ponorogo memiliki berbagai potensi pariwisata wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata religi yang dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia. Namun, potensi pariwisata di Kabupaten Ponorogo belum didukung dengan tersedianya sarana prasarana yang baik serta perencanaan dan pengelolaan wisata yang baik. Atas dasar itu, maka platform ini hadir sebagai memberikan solusi agar perencanaan dan pengelolaan wisata di Kabupaten Ponorogo dapat menjadi baik.

(26)

14

c. Positioning

Platform Pesona Ponorogo hadir untuk membantu menyelesaikan permasalahan perencanaan dan pengelolaan wisata di Kabupaten Ponorogo. Platform Pesona Ponorogo ini juga nantinya membantu pihak pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat dan bantuan semua pihak sesuai dengan prinsip pentahelix.

d. Target

Platform ini berfokus dalam membantu menyelesaikan masalah permasalahan perencanaan dan pengelolaan wisata di Kabupaten Ponorogo. Sehingga diharapkan ada peningkatan wisatawan serta perencanaan dan pengelolaan pariwisata yang lebih baik di Kabupaten Ponorogo.

e. Developer dan Konsultan

Developer memiliki peran vital dalam mengembangkan Platform ini dan akan mendapatkan profit yang dioleh dari jumlah user yang menggunakan layanan ini. Pihak konsultan juga memiliki peran besar dalam membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh usernya dan akan mendapatkan profit dari pengguna layanan ini.

f. Data

Data terkait informasi semua bentuk wisata di Kabupaten Ponorogo akan dikelola secara real time dan up to date dapat diakses dengan mudah dan cepat.

(27)

15

g. Strategi Implementasi Aplikasi

Bagan 4.1 Alur Strategi Implementasi platform Pesona Ponorogo Sumber: Data Pribadi

h. Service Process

Gambar 4.1 Service Process platform Pesona Ponorogo Sumber: Data Pribadi

1. Mengunduh platform “Pesona Ponorogo” di playstore/appstore

2. Melakukan Login untuk yang sudah

3. Ada menu wisata, info, oleh-oleh, Analisis Kondisi Pariwisata Kab. Ponorogo Perencanaan danPerumusan platform Pesona Ponorogo Sosisalisasi Edukasi platform Pesona Ponorogo Uji Coba Implementasi platform Pesona Ponorogo Evaluasi Perbaikan Service platform Pesona Ponorogo Monitoring

(28)

16

terdaftar, dan Sign Up untuk mendaftar

reservasi, web, Kontak, dan FAQ

4. Pada menu wisata, pengguna dapat memilih macam – macam wisata yang ingin dikunjungi, maupun penginapan dan transportasi.

5. Menu wisata akan menampilkan detail dari informasi pilihan yang telah dipilih. Sebagai contoh wisata alam akan mempilkan semua wisata alam yang ada.

6. Pada menu info, pengguna dapat menikmati onformasi berupa event yang akan diselenggarakan serta adanya promosi – promosi pada tempat wisata.

7. Menu oleh – oleh, pengguna dapat melihat semua jenis oleh – oleh yang bisa dilihat dengan detail dan dapat melakukan pemesanan maupun pembelian secara online. Selain itu juga dapat membeli secara

8. Menu

reservasi,memberikan layanan kepada pengguna untuk dapat memesan sebelum berada di Kabupaten Ponorogo, sehingga memudahkan pengguna ketika sudah berada di Kabupaten Ponorogo.

9. Menu website, dapat langsung terintegrasi dengan website resmi

milik dinas pariwisata Kab. Ponorogo, sehingga pemerintah dapat langsung memberikan pengawasan, dan

(29)

17

langsung dengan navigasi alamat.

masayarakat tidak perlu ragu.

10. Pada menu kontak, pengguna dapat menghubungi

pengelola secara langsung melalui menu yang tersedia.

11. Pada menu frequently ask question ini berisi pertanyaan-pertanyaan beserta jawaban pariwisata Kab. Ponorogo, selain itu masyarakat juga dapat menanyakan beberapa pertanyaan seputar pariwisata Kab. Ponorogo yang akan

dijawab oleh

pengelola.

Selain itu, sistem inovasi berbasis digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi yang semua nya menjadi satu dalam aplikasi Pesona Indonesia juga disusun berdasarkan teori pentahelix, yakni bussiness, government, community, academic, and media (BGCAM) yang semuanya berasal dari Kabupaten Ponorogo dengan berlandaskan local wisdom.

Keberhasilan Pesona Ponorogo dapat dilihat dari aktor yang terlibat dalam berperan untuk menjaga keberlanjutan programnya, yaitu:

1. Bussiness: melalui Pesona Indonesia para bussiness ataupun investor dapat melihat dengan mudah kondisi tempat wisata, sehingga dapat berperan dalam bentuk pemberian modal sebagai sarana untuk memperbaiki pengelolaan tempat wisata.

2. Government: pemerintah sebagai motor penggerak inovasi Pesona Ponorogo dapat melakukan perencanaan pembangunan pariwisata dengan segala strategi

(30)

18

untuk mengembangkan wisata yang ada di Kabupaten Ponorogo, dalam hal ini melalui Dinas Pariwisata.

3. Community: pelaksana inovasi dari platform Pesona Pariwisata, melakukan koordinasi antar pengelola. Sehingga mampu menciptakan iklim wisata yang baik dan memberikan kenyamanan di tempat wisata.

4. Academic: pemberi saran dan masukan atas pengamatan ataupun penelitian yang berguna untuk membangun dan memperbaiki pengelolaan pariwisata.

5. Media : mempromosikan dan menyebarluaskan informasi keuanggulan dari pariwisata di Kabupaten Ponorogo.

Selain itu, langkah strategis terhadap platform Pesona Pariwisata dapat dilihat melaluianalisis SWOT, sebagai berikut:

Bagan 4.2 Analisis SWOT pada platform Pesona Pariwisata Strenght

a. Memiliki fitur yang dapat menyediakan wadah bagi pengguna untuk melakukan perjalanan virtual terlebih dahulu sebelum datang menikmati langsung.

b. Memungkinkan pemerintah dalam mengontrol perkembangan pariwisata d. Menarik dan mudah digunakan.

Weakness

a. Banyaknya fitur dan sarana yang dibutuhkan membuat program ini sulit diaplikasikan secara sempurna (sesuai dengan rencana)

Oppurtunities

a. Harga lebih murah dari aplikasi lain yang ada.

b. Ukuran aplikasi ringan digunakan

Threats

a. Tidak semua masyarakat lokal paham teknologi

(31)

19

Bagan 4.3 Matrik Analisis SWOT S-O

1. Fitur yang lengkap, mudah digunakan, menarik, dapat digunakan dan dioptimalkan untuk menangkap peluang adanya aplikasi yang ringan dan lebih murah

W-O

1. Pengoptimalan fitur dan sarana untuk menangkap peluang aplikasi yang murah dan ringan

S-T

1. Pengoptimalan fitur wisata secara mudah dan menarik untuk

menangani kurang pahamnya masyarakat terkait teknologi

W-T

1. Pengoptimalan fitur dan sarana untuk menangani kurang pahamnya masyarakat terkait teknologi

(32)

20

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Kabupaten Ponorogo memiliki potensi besar dengan wisata yang lengkap karena memiliki beranekaragam jenis wisata, memiliki kurang lebih 30 objek dan budaya sebagai daya tarik wisata. Dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya da kesenian, Kabupaten Ponorogo memiliki sejumlah potensi wisata potensi wisata yang harus terus dilestarikan. Namun potensi yang dimiliki belum dimanfaatkan dan dieksplor secara maksimal, dari website yang digunakan untuk melakukan promosi tersbut masih tidak maksimal. Informasi yang disediakan laman website tidak lengkap.Maka gagasan berupa sistem inovasi berbasis digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi yang semua nya menjadi satu dalam aplikasi Pesona Indonesia mampu menjadi jalan terbaik. Pesona Indonesia hadir untuk membangun local wisdom dalam pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Pesona Indonesia sebagai strategi nyata untuk menumbuhkan perekonomian dan menjembatani masyarakat dengan pemerintah, serta pengelola tempat wisata di Kabupaten Ponorogo.

5.2 SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka saran yang dapat dari peneliti berikan terkait implementasi aplikasi Pesona Ponorogo di Kabupaten Ponorogo adalah, sebagai berikut:

1. Bagi PemerintahKabupaten Ponorogo sebaiknya banyak melakukan kerjasama dengan berbagai pihak yang dapat menunjang pengembangan tempat pariwisata di Kabupaten Ponorogo.

2. Bagi Pemerintah, pemerintah sebagai salah satu pilar keberhasilan aplikasi Pesona Ponorogo disarankan untuk mendukung aplikasi Pesona Ponorogo sebagai bentuk inovasi berbasis digital oleh anak muda dalammeningkatkan potensi lokal daerah khususya potensi pariwisata pada tingkat mancanegara. 3. Pemerintah juga perlu melakukan peningkatan pada sistem Aplikasi Pesona Ponorgo dan pembangunan sumber daya manusia yang lebih berkualitas dengan memberikan sosialisasi dan pembelajaran IT secara berkelanjutan.

(33)

21

4. Bagi Warga Kabupaten Ponorogo sebaiknya selalu (konsisten) melakukankontrol terhadap pelasanaan aplikasi Pesona Ponorogo untuk dapat menunjang peningkatan jumlah pengunjung.

(34)

22

DAFTAR PUSTAKA

BPS Kabupaten Ponorogo. 2020. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Ponorogo Menurut Pengeluaran 2015-2019. Ponorogo: Badan Pusat Statistik Kabupaten Ponorogo.

Creswell, John W. (2014). Research Design (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed). Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Hlm, 266.

Damayanti dan Latifah. 2015. Strategi Kota Pekalongan dalam Pengembangan Wisata Kreatif Berbasis Industri Batik. Jurnal Pengembangan Kota, Vol.3, No.2 (100-111).

Hilman. Y.A. 2018. Ponorogo is Wonderfull (Perkembangan Pariwisata di Kabupaten Ponorogo dalam Perspektif Kewilayahan). Ponorogo: Calina Media.

http://pidii.info/index.php?option=com_k2&view=itemlist&layout=category&tas k=category&id=157&Itemid=352, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/#, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-alam/, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-buatan/, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-budaya/, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-kuliner/, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-minat-khusus/, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

(35)

23

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-religi/, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

https://indonesia.go.id/ragam/pariwisata/ekonomi/mengejar-wisatawan-premium-di-2020, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

https://www.kompasiana.com/rizkiamalia3370/5defed73d541df50ff036c74/konse p-pembangunan-pariwisata-sebagai-sektor-unggulan-di-indonesia, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

http://www.google.com/amp/s/jatim.idntimes.com/news/jatim/amp/nofika-dian-nugroho/1-juta-pelancong-ditarget-datang-ke-ponorogo-selama, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 09.27 WIB.

Kusbandrijo, dkk. 2018. Pengelolaan Kawasan Wisata Terintegrasi di Kabupaten Ponorogo.

Neuman, W. Lawrence. 2017. Metode Penelitian Sosial : Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Edisi Ketujuh (Cetakan Kedua). Jakarta : PT Indeks

Saputri, Fadillah. 2015. Implementasi Model Pentahelix dalam Pengembangan Pariwisata. (Skripsi). Lampung:Universitas Lampung.

Soemaryani Imas (2016). Pentahelix Model To Increase Tourist Visit To Bandung And Its Surrounding Areas Through Huan Resource Development. Academy of Strategic Management Journal Volume 15, Special Issues 3, 2016.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :