• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel I. 1 Penyebab kecelakaan pada pesawat (persen)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tabel I. 1 Penyebab kecelakaan pada pesawat (persen)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pesawat CN235 Pesawat angkut atau pesawat kargo adalah pesawat yang digunakan untuk pengangkutan barang atau komoditi lainnya. Dari segi penggunaan pesawat angkut digunakan baik dari kalangan sipil/komersial maupun kalangan militer. Umumnya pihak sipil maupun militer memiliki armada sendiri-sendiri namun sering dipakai bergantian sesuai dengan kebutuhan. Pesawat Angkut militer umumnya digunakan selain mengangkut barang barang keperluan militer, kendaraan perang, ataupun senjata, juga mengangkut personel tentara maupun VIP/VVIP yang dirancang khusus. CN235 sanggup terbang sampai sembilan jam dengan kecepatan optimal 200 knot serta mampu mengakomodasi hingga 40 – 45 pasukan.

Tabel I. 1 Penyebab kecelakaan pada pesawat (persen)

Cause of Fatal Airplane Crashes 1950 1960 1970 1980 1990 2000

Pilot Error 43 33 25 29 29 34

Pilot Error (weather related) 9 18 14 16 21 18

Pilot Error (mechanical related) 7 4 5 2 5 5

Other Human Error 2 8 9 5 8 6

Weather 15 12 14 14 8 6

Mechanical Failure 19 19 20 21 18 22

Sabotage 5 4 11 12 10 9

Other Cause 0 2 2 1 1 0

(2)

Sumber: PlaneCrashInfo.com

Gambar I. 1 Grafik penyebab kecelakaan pesawat terbang

Tabel I.1 disusun dari database kecelakaan PlaneCrashInfo.com dan mewakili 1.015 kecelakaan fatal yang melibatkan pesawat komersial di seluruh dunia, dari tahun 1950-2010 yang penyebab spesifik telah diketahui.

"Kesalahan pilot (terkait cuaca)" merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan pilot namun dipengaruhi oleh fenomena cuaca. "Kesalahan pilot (terkait mekanik)" merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan pilot namun dipengaruhi oleh faktor keadaan mekanik pesawat. "Penyebab lainnya" termasuk lalu lintas udara, pemuatan yang tidak tepat, kontaminasi bahan bakar dan prosedur perawatan yang tidak tepat. Sabotase termasuk perangkat peledak, penembakan dan pembajakan. Total kesalahan pilot adalah total dari semua tiga jenis kesalahan pilot (kuning) dari beberapa penyebab, penyebab yang paling menonjol terjadi hingga mencapai 52,83% total. Urutan kedua adalah disebabkan karena terjadinya kesalahan mekanik hingga mencapai 19,83%.

Lavatory adalah kompartemen dalam sebuah kabin pesawat penumpang untuk

tujuan menyediakan fasilitas mencuci, pembuangan limbah, dan kebutuhan

32.17% 16.00% 4.67% 6.33% 11.50% 19.83% 8.50% 1.00% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00% 30.00% 35.00%

Pilot Error Pilot Error (weather related) Pilot Error (mechanical related) Other Human Error Weather Mechanical Failure Sabotage Other Cause pe ce n tage Causes

(3)

perlengkapan mandi. Aktifitas didalam lavatory mulai dari masuk kedalam dengan membuka pintu kompartemen, melakukan aktifitas didalam yaitu mencuci tangan di wash basin , buang air besar/kecil, membuang sampah sisa tisu yang terpakai tentunya perlu dipertimbangkan dalam merancang lingkungan didalamnya pada aspek faktor manusia. (SAE ARP 1315,1998)

Untuk setiap pesawat dengan kapasitas lebih dari 20 penumpang maka pada sistem proteksi kebakaran, setiap lavatory harus dilengkapi dengan sistem pendeteksi asap atau setara dengannya yang mampu memberikan lampu peringatan didalam cockpit, atau menyediakan lampu peringatan atau peringatan suara pada cabin yang mudah di lihat dan dideteksi. Selain itu lavatory harus dilengkapi dengan pemadam api yang terpasang di setiap wadah pembuangan, untuk handuk, kertas, atau sampah yang terletak didalam lavatory. Pemadam api harus dirancang untuk mampu memadamkan secara otomatis ke setiap wadah pembuangan setelah terjadinya kebakaran di wadah itu. (CASR 25 Rev 5 Transport Category Airplane)

Gambar I. 2 konsep Lavatory pesawat CN235

Gambar I.1 merupakan konsep rancangan lavatory pesawat CN235. Secara berurutan dari nomor 1 – 7 adalah: door inspection, towel container, tissue holder,

passenger information sign, waste container, toilet cover, dan sickness container.

Pada konsep rancangan lavatory pesawat CN235, terdapat beberapa potensi terjadinya kecelakaan kebakaran akibat kontak fisik dengan komponen elektronik.

(4)

Passangger information sign yang memiliki instrumen elektronik berada dalam

satu panel dengan komponen lain seperti waste container, tissue holder, toilet

cover dan towel container. Dengan merujuk pada regulasi CASR 25 dan SAEARP

dalam merancang lavatory pesawat terbang, dibutuhkan komponen elektronik didalmanya yang memiliki potensi terjadinya kecelakaan kebakaran sehingga harus diatasi dengan ketersediaan pemadam kebakaran.

Arsitektur produk menekankan bagaimana produk dapat diubah. Arsitektur produk menentukan elemen fungsional dari produk yang akan dipengaruhi oleh perubahan pada komponen tertentu, dan komponen yang harus diubah untuk mencapai perubahan yang diinginkan untuk elemen fungsional dari produk. (Ulrich & Eppinger, 2012)

Sistem yang besar dan kompleks biasanya membutuhkan koordinasi dan kolaborasi dari banyak individu termasuk pengembang, staf pemasaran, standar ahli, dan perwakilan pelanggan. Salah satu tahap awal dalam perancangan dikenal sebagai arsitektur produk. Secara khusus, arsitektur produk mengkoordinasikan desain sistem. (Grinter R E)

Penelitian ini menerapkan metode yang efektif untuk mendukung desainer untuk menganalisis masalah arsitektur produk dengan menggunakan model desain dasar. Makalah ini memberikan kesimpulan mengenai perbaikan lavatory pesawat CN235 menggunakan pendekatan C&CM yang mampu mengurangi kompleksitas desain dengan mempertimbangkan interaksi antara elemen produk di tahap perancangan tingkat sistem.

Perumusan Masalah

Pada bagian ini diutarakan rumusan penelitian yang diuraikan ke dalam pertanyaan penelitian. Perumusasn masalahnya adalah sebagai berikut ini: 1. Bagaimana merancang perbaikan arsitektur produk pada lavatory pesawat

CN235 menggunakan analisis integrasi dekomposisi produk dan Contact and

(5)

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Merancang perbaikan arsitektur produk pada lavatory pesawat CN235 menggunakan analisis integrasi dekomposisi produk dan Contact and

Channel Model.

Batasan Penelitian

Batasan masalah pada penelitian ini adalah berdasarkan data-data yang telah diambil. Dengan adanya batasan masalah ini sehingga penelitian akan menjadi lebih fokus dan sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun data-data tersebut adalah:

1.

Lavatory yang akan dianalisis merupakan lavatory pesawat CN235 AD Tread

versi militer milik PT. Dirgantara Indonesia.

2.

Penelitian ini hanya mengungkap dan memecahkan masalah pada tahap perancangan sistem sebagai alternatif perbaikan arsitektur produk menggunakan analisis integrasi dekomposisi produk dan contact & channel

model.

3.

Analisis yang dilakukan menggunakan skenario aktifitas penggunaan lavatory seluruh elemen yang terdapat dalam lavatory.

4.

Analisis ekonomis tidak dilakukan. Manfaat Penelitian

Manfaat Penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mampu mengaplikasikan ilmu mengenai perancangan dan pengembangan produk pada tahap perancangan tingkat sistem, khususnya mengenai analisis arsitektur produk.

2. Sebagai referensi perancangan tahap desain rinci dan uji produk bagi penelitian selanjutnya.

(6)

Penelitian ini diuraikan dengan sistematika penulisan sebagai berikut: Bab I Pendahuluan

Pada bab ini berisi uraian mengenai latar belakang penelitian mengenai aristektur produk lavatory pesawat CN235 versi militer pada tahap perancangan tingkat system. Selain itu akan diungkapan juga mengenai perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II Tinjauan Pustaka

Pada bab ini berisi literatur yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Tinjauan pustaka yang digunakan membahas mengenai arsitektur produk dan teori-teori yang mendukung penelitian, termasuk juga alasan pemilihan metode penelitian.

Bab III Metodologi Penelitian

Pada bab ini dijelaskan langkah-langkah penelitian secara rinci mengenai tahap-tahap pemecahan masalah sebagai langkah yang akan membawa pembaca kepada tujuan penelitian. Studi ini mengukur secara rinci mulai dari fase inisialisasi mengenai data terkandung di dalam perumusan masalah, pengumpulan data dan tahap pengolahan data.

Bab IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

Pada bab ini dijelaskan mengenai data umum perusahaan yang dikumpulkan melalui proses observasi, wanwancara, dan data dari perusahaan. Bab ini berisi pengumpulan dan pengolahan data yang digunakan dalam penelitian. Pengumpulan data dibagi menjadi dua, yaitu data yang diperoleh dari perancang lavatory pesawat CN235 dan data yang diproses sesuai dengan data yang dibutuhkan untuk melakukan pengolahan data untuk penelitian.

(7)

Bab V Analisis

Pada bab ini akan dilakukan analisis untuk memberikan kondisi arsitektur produk yang lebih baik bagi perusahaan. Analisis ini akan mencakup interaksi antar komponen serta pertimbangan mengenai

chunk dari hasil cluster identification.

Bab VI Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini akan ditampilkan kesimpulan dari hasil penelitian mengenai arsitektur produk untuk lavatory pesawat CN235 beserta saran untuk penelitian selanjutnya dapat menerapkan hasil pemecahan masalah arsitektur produk sebagai solusi pertimbangan perbaikan struktur fisik sistem.

Gambar

Tabel I. 1 Penyebab kecelakaan pada pesawat (persen)
Gambar I. 1 Grafik penyebab kecelakaan pesawat terbang
Gambar I. 2 konsep Lavatory pesawat CN235

Referensi

Dokumen terkait

Melalui metode pembelajaran peer instruction siswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan dalam memecahkan masalah ilmiah, siswa tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari

Perlu dikaji formula minuman fungsional temu mangga dengan penambahan barbagai jenis flavoring agent (jeruk nipis, jeruk lemon, dan jeruk nipis+lemon) serta berbagai

(1) Perhitungan formasi dan kebutuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 disusun berdasarkan analisis kebutuhan jabatan dengan menghitung rasio keseimbangan antara Beban Kerja

Livia and Oktatiarso; Penjadwalan Untuk Memininimalkan Total Tardiness Dengan Metode … 133 Pada penjadwalan FCFS produk container 1 liter tersebut dapat diketahui bahwa

Prosedur analisis varians (Analysis of Variance —ANOVA) menggunakan variabel numerik tunggal (single numerical variable) yang diukur dari sejumlah sampel untuk menguji

Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Balai Besar Selulosa Ban Kepala Balai Penelitian Pulp dan staf yang telah memberi izin dan bantuan kepada

Berdasarkan hasil penelitian yang dimulai dari tanggal 6 Januari 2014 hingga 29 September 2015 untuk simple moving average dan exponential moving average periode 5 hari (mingguan)

Dalam model campuran, misal terdapat dua faktor dalam suatu percobaan yaitu A dan B, bila salah satu dari A atau B yang digunakan dalam penelitian diambil