• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN KECUKUPAN MODAL KERJA PADA KOPERASI PEGAWAI PERGURUAN TINGGI DI PALEMBANG. Riza Wahyudi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN KECUKUPAN MODAL KERJA PADA KOPERASI PEGAWAI PERGURUAN TINGGI DI PALEMBANG. Riza Wahyudi"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

65

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN KECUKUPAN MODAL KERJA PADA

KOPERASI PEGAWAI PERGURUAN TINGGI DI PALEMBANG

Riza Wahyudi

e-mail :

[email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja keuangan dan kecukupan modal kerja pada 4 (empat) Koperasi Pegawai Perguruan Tinggi di Palembang. Data penelitian adalah data sekunder berupa neraca dan daftar rugi/laba koperasi tersebut selama periode 2008-2012. Metode analisis yang digunakan adalah analisis trend, analisis common-size, dan analisis kecukupan modal kerja versi Hampton dan Wagner (1989). Berdasarkan analisis trend neraca dan rugi/laba dapat disimpulkan bahwa dua koperasi mempunyai kinerja keuangan yang baik, yaitu Koperasi Pegawai “PTPOLSRI” dan “PTUNSRI”, sedangkan dua Koperasi Pegawai “PTUNANTI” dan “PTIBA” relatif tidak baik kinerja keuangannya. Hasil analisis common-size neraca dan rugi/laba dapat disimpulkan pula bahwa dua koperasi, yaitu Koperasi Pegawai “PTPOLSRI” dan “PTUNSRI” mampu melaksanakan manajemen modal kerjanya secara efektif dan efisien, sedangkan 2 (dua) Koperasi “PTUNANTI” dan “PTIBA” lemah manajemen modal kerjanya. Penulis menyarankan kepada para akademisi agar penelitian dibidang koperasi dapat ditingkatkan dan secara khusus penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi manajemen koperasi.

Kata Kunci: Analisis Trend, Analisis Common-Size, dan Analisis Kecukupan Modal kerja. A. PENDAHULUAN

A.1 Latar Belakang

Objek penulisan Jurnal penelitian ini adalah 4 (empat ) Koperasi Pegawai Perguruan Tinggi di Palembang, yaitu: 1) Koperasi pegawai Politeknik Sriwijaya, dalam penelitian ini disebut Koperasi Pegawai “PTPOLSRI”, 2) Koperasi Pegawai Unsri disebut Koperasi Pegawai “PTUNSRI”, 3) Koperasi pegawai Unanti, disebut Koperasi

pegawai “PTUNANTI”, dan Koperasi pegawai Universitas IBA, disebut Koperasi pegawai “PTIBA”. Perkembangan modal kerja bruto (total aktiva lancar), modal kerja bersih (MKB) ( total aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar), dan rasio lancar (total aktiva lancar dibagi total utang lancar) keempat Koperasi pegawai tersebut sebagai berikut:

Tabel 1

Perkembangan Modal Kerja Bruto dan MKB dan Rasio Lancar Koperasi Pegawai “PTPOLSRI”

Uraian 2008 2009 2010 2011 2012 Rerata

Aktiva Lancar

Kas dan Bank 16.927 138.778 128.808 660.811 728.905 334.846

Piutang 11.086.411 11.817.110 21.651.212 21.651.212 21.651.212 17.571.431

Persediaan 9.141 10.114 9.575 7.575 1.825 7.646

Total Aktiva Lancar 11.112.479 11.966.002 21.789.595 22.319.598 22.381.942 17.913.923 Total Utang Lancar 217.633 184.892 244.269 267.011 331.831 249.127 Modal Kerja Bersih 10.894.846 11.781.110 21.545.326 22.052.587 22.050.111 17.664.796

Rasio Lancar 5106% 6472% 8920% 8359% 6745% 7120%

Sumber: Laporan Keuangan Koperasi Pegawai “PTPOLSRI” Dari Tabel 1.1. modal kerja bruto koperasi pegawai “PTPOLSRI” relatif mengalami peningkatan dari Rp11,1 milyar tahun 2008 naik

menjadi Rp22,3 milyar pada tahun 2012, atau rerata sebesar Rp17,9 milyar pertahun. Jumlah dana terbesar pada rekening piutang, hal ini wajar karena

(2)

66

usaha koperasi pegawai ini adalah simpan pinjam

dimana koperasi meminjam dana atas nama anggotanya ke bank, selanjutnya koperasi mendapat jasa atas kegiatan simpan pinjam tersebut. Posisi piutang menunjukkan dana pinjaman bank para anggota yang belum dilunasi. Dana piutang yang besar ini mencerminkan piutang jangka pendek dan jangka panjang, akibat kredit

yang diberikan oleh bank, yaitu sebagian besar adalah kredit konsumsi. Modal kerja bersih (MKB) tahun 2008 sebesar Rp10 milyar naik menjadi Rp22 milyar atau MKB rerata Rp17 milyar. Rasio lancar rerata 7120%. Selanjutnya disajikan perkembangan modal kerja dan rasio lancar koperasi pegawai “PTUNSRI” selama tahun 2008 -2012.

Tabel 2

Perkembangan Modal Kerja Bruto dan MKB dan Rasio Lancar Koperasi Pegawai “PTUNSRI”

Uraian 2008 2009 2010 2011 2012 Rerata

Aktiva Lancar

Kas dan Bank 221.048 913.426 1.184.045 945.437 563.036 765.398 Piutang 3.181.145 3.279.897 3.483.873 4.221.179 5.527.820 3.938.783

Persediaan 1.921 1.921 1.920 1.450 1.450 1.732

Total Aktiva Lancar 3.404.114 4.195.244 4.669.838 5.168.066 6.092.306 4.705.914 Total Hutang Jk.Pendek 213.535 254.843 244.269 267.011 331.831 262.298 Modal Kerja Bersih 3.190.579 3.940.401 4.425.569 4.901.055 5.760.475 4.443.616

Rasio Lancar 1594% 1646% 1912% 1936% 1836% 1785%

Sumber: Laporan Keuangan Koperasi Pegawai “PTUNSRI” Dari Tabel 2 Modal kerja bruto (total aktiva lancar) koperasi pegawai PTUNSRI relatif mengalami peningkatan dari Rp3,4 milyar tahun 2008 naik menjadi Rp6 milyar pada tahun 2012, atau rerata sebesar Rp4,7milyar. Jumlah dana terbesar pada rekening piutang, hal ini wajar karena usaha koperasi pegawai ini adalah simpan pinjam,

waserda, dan jasa penyewaan. Modal kerja bersih (MKB) tahun 2008 sebesar Rp3,1 milyar naik menjadi Rp5,7milyar atau MKB rerata Rp4,4 milyar. Rasio lancar rerata 1785%. Berikut disajikan perkembangan modal kerja dan rasio lancar koperasi pegawai “PTUNANTI” selama tahun 2008 -2012.

Tabel 3

Perkembangan Modal Kerja Bruto, MKB, dan Rasio Lancar Koperasi Pegawai “PTUNANTI”

Uraian 2008 2009 2010 2011 2012 Rerata

Aktiva Lancar

Kas dan Bank 107.981 129.073 110.501 120.569 130.567 119.738

Piutang 206.224 208.110 261.832 273.105 304.409 250.736

Persediaan 10.459 4.894 4.920 1.670 1.670 4.723

Total Aktiva Lancar 324.664 342.077 377.253 395.344 436.646 375.197

Total Utang Lancar 45.444 51.659 58.111 63.334 73.352 58.380

Modal Kerja Bersih 279.220 290.418 319.142 332.010 363.294 316.817

Rasio Lancar 714% 662% 649% 624% 595% 649%

Sumber: Diolah dari LK Koperasi Pegawai “PTUNANTI” Dari Tabel 3 modal kerja bruto koperasi pegawai “PTUNANTI” relatif mengalami

peningkatan dari Rp324 juta tahun 2008 naik menjadi Rp436 juta pada tahun 2012, atau rerata

(3)

67

sebesar Rp375 juta pertahun. Jumlah dana terbesar

pada rekening piutang, hal ini wajar karena usaha koperasi pegawai ini adalah simpan pinjam. Modal kerja bersih (MKB) tahun 2008 sebesar Rp279 juta naik menjadi Rp363 juta atau MKB rerata Rp316

juta. Rasio lancar rerata 649%. Berikut disajikan perkembangan modal kerja dan rasio lancar koperasi pegawai “PTIBA” selama tahun 2008-2012.

Tabel 4

Perkembangan Modal Kerja Bruto, MKB, dan Rasio Lancar Kopeg. “PTIBA”

Uraian 2008 2009 2010 2011 2012 Rerata

Aktiva Lancar

Kas dan Bank 50.922 82.732 19.112 30.962 30.093 42.764

Piutang 365.096 447.999 282.193 243.397 191.076 305.952

Persediaan 25.903 26.889 24.917 27.249 30.587 27.109

Total Aktiva Lancar 441.921 557.620 326.222 301.608 251.756 375.825 Total Hutang Lancar 144.877 161.436 128.317 93.579 63.375 118.317 Modal Kerja Bersih 297.045 396.184 197.905 208.029 188.381 257.509

Rasio Lancar 305% 345% 254% 322% 397% 325%

Sumber: Diolah dari LK Koperasi Pegawai “PTIBA” Dari Tabel 4. modal kerja bruto koperasi pegawai “PTIBA” relatif mengalami peningkatan dari Rp441 juta tahun 2008 naik menjadi Rp251 juta pada tahun 2012, atau rerata sebesar Rp375 juta pertahun. Jumlah dana terbesar pada rekening piutang, hal ini wajar karena usaha koperasi pegawai ini adalah Waseda, di mana penjualan secara kredit. Modal kerja bersih (MKB) tahun 2008 sebesar Rp279 juta naik menjadi Rp363 juta atau MKB rerata Rp316 juta. Rasio lancar rerata 325%

A.2. Perumusan Masalah

Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini, yang penulis lakukan dapat dikelompokan sebagai-berikut:

1. Bagaimana kinerja keuangan empat Koperasi pegawai Perguruan Tinggi di Kota Palembang, dilihat dari rasio-rasio trend dan common-size ?

2. Apakah Koperasi pegawai Perguruan Tinggi di Kota Palembang mempunyai kecukupan modal kerja?

B. STUDI PUSTAKA

B.1 Jenis Analisis Rasio Keuangan

Analisis keuangan meliputi: analisis rasio keuangan, analisis horizontal laporan keuangan, analisis common size laporan keuangan, analisis perubahan posisi keuangan, analisis sumber dan penggunaan dana (kas), dan analisis diskriminan. Analisis rasio keuangan disebut juga analisis fundamental perusahaan dalam investasi saham dan sekuritas lainnya. Analisis rasio keuangan dapat digunakan untuk melihat kinerja keuangan perusahaan pada kondisi masa lalu, eksis dan untuk memperkirakan kesehatan dan prospek suatu perusahaan untuk bertumbuh dan menghasilkan laba di masa depan. Rasio keuangan adalah hubungan-hubungan yang ditentukan dari informasi keuangan perusahaan yang digunakan untuk tujuan perbandingan (rasio). Rasio adalah satu angka dibagi dengan angka lainnya. Rasio-rasio keuangan dapat dikelompokkan dalam kategori sebagai berikut: (Hampton & Cecilia (1989), Munawir, 2002, Ross (2008), Subramanyam & Wild (2013) sebagai berikut :

(4)

68

1. Rasio-rasio Likuiditas atau Solvensi

jangka pendek

2. Rasio-rasio leverage keuangan atau solvensi jangka panjang

3. Rasio-rasio perputaran atau manajemen aset

4. Rasio-rasio Profitabilitas 5. Rasio-rasio Nilai Pasar 6. Analisis Common-size 7. Analisis Trend

C. METODE PENELITIAN

Tabel 5

Teknik Anlisis Pengukuran Kecukupan Modal Kerja

No. Tujuan Rasio Standar (Norm)

1 Mengukur Kecukupan Kas Kas/Liabilitas Kas/Total Aktiva Kas/Penjualan

0,240 0,051 0,021 2 Mengukur Aktiva Lancar Aktiva Lancar/Liabilitas

Aktiva Lancar/Total Aktiva Aktiva Lancar/Penjualan

1,180 0,300 0,170 3 Mengukur Aktiva Cepat Aktiva Cepat/Liabilitas

Aktiva Cepat/Total Aktiva Aktiva Cepat/Penjualan

1,100 0,180 0,070 4 Mengukur Dana dari Persediaan Penjualan/Persediaan

HPP/Persediaan

8,000 7,000 5 Mengukur Dana dari Piutang Penjualan/Piutang

Periode rerata piutang

8,200 44,512 6 Mengukur Risiko liabilitas hutang Total Aktiva/ Liabilitas Lancar

Total Ekuitas/ Liabilitas Lancar

8,200 3,400 7 Mengukur Kecukupan Modal Kerja

menyeluruh

Totl Aktiva/Modal kerja net Liabilitas lancar/ Modal kerja net Penjualan/Modal kerja net

5,500 1,400 11,400 Sumber: Hampton &Cecilia, Working Capital Management. 1989, ditranslasi.

D. Pembahasan

D.1. Analisis Kecukupan Modal Kerja

D.1.1. Analisis Kecukupan Modal Kerja Koperasi Pegawai “PTPOLSRI” Analisis kecukupan modal kerja merujuk kepada Hampton (1989). Analisis menunjukkan bahwa koperasi “PTPOLSRI” relatif mengalami kecukupan modal. Pada kecukupan kas, hanya rerata rasio kas/total aset berada di bawah standar normal. Rasio kecukupan tertinggi adalah kas/kewajiban lancar (cash ratio) rerata 121% sedangkan standar normal 24%. Kecukupan modal kerja yang dibawah standar adalah working capital averall adequacy, total aset/modal kerja bersih reratanya 134%, sedangkan standar 550%, demikan pula utang lancar/MKB dan Pendapatan/MKB dibawah standar normal.

Kemungkinan standar normal yang ditetapkan oleh Hampton (1989) adalah perusahaan industri (manufacturing), sedangkan objek penelitian ini adalah koperasi yang mempunyai bisnis simpan pinjam (usaha jasa) dan usaha dagang (merchandising).

D.1.2. Analisis Kecukupan Modal Kerja Koperasi Pegawai “PTUNSRI”

Hampir semua rasio kecukupan di atas angka (rasio) normal yang menunjukkan bahwa koperasi Pegawai “PTUNSRI” mengalami kecukupan modal. Pada kecukupan kas, hanya rerata rasio kas/total aset berada di bawah standar normal. Kecukupan modal kerja yang dibawah standar adalah working capital averall adequacy, total aset/modal kerja bersih reratanya 106%, sedangkan standar 550%, demikan pula utang

(5)

69

lancar/MKB dan Pendapatan/MKB dibawah

standar normal.

D.1.3. Analisis Kecukupan Modal Kerja Koperasi Pegawai “PTUNANTI” Semua rasio kecukupan di atas angka (rasio) normal yang menunjukkan bahwa koperasi pegawai “PTUNANTI” mengalami kecukupan modal, kecuali kecukupan modal kerja kualitatif atau overall net working capital adequacy. Pada kecukupan kas, hanya rerata rasio kas/total aset berada di bawah standar normal. Kecukupan modal kerja yang dibawah standar adalah working capital averall adequacy, total aset/modal kerja bersih reratanya 127%, sedangkan standar 550%, demikan pula utang lancar/MKB sebesar 18% dan Pendapatan/MKB dibawah standar normal. D.1.4. Analisis Kecukupan Modal Kerja

Koperasi Pegawai “PTIBA”

Semua rasio kecukupan di atas angka (rasio) normal yang menunjukkan bahwa koperasi pegawai “PTIBA” mengalami kecukupan modal, kecuali kecukupan modal kerja kualitatif atau overall net working capital adequacy. Pada kecukupan kas, hanya rerata rasio kas/total aset berada di bawah standar normal. Kecukupan modal kerja yang dibawah standar adalah working capital averall adequacy, total aset/modal kerja bersih reratanya 151%, sedangkan standar 550%, demikan pula utang lancar/MKB sebesar 47% dibawah standar normal 140% dan Pendapatan/MKB 247%, dibawah standar normal 1140%.

E. PENUTUP E.1. Simpulan

1. Berdasarkan analisis trend neraca dan rugi/laba dapat disimpulkan bahwa dua koperasi yang mengalami kinerja keuangan yang cukup baik, yaitu Koperasi Pegawai “PTPOLSRI” dan “PTUNSRI”, sedangkan dua Koperasi

Pegawai “PTUNANTI” dan “PTIBA” relatif mengalami kemunduran kinerja keuangannya. 2. Hasil analisis common-size neraca dan rugi/laba dapat disimpulkan pula bahwa dua koperasi, yaitu Koperasi Pegawai “PTPOLSRI” dan “PTUNSRI” mampu melaksanakan fungsinya keuangannya secara efektif dan efisien, sedangkan dua Koperasi PTUNAN dan PTIBA relatif mengalami kemunduran kinerja keuangannya.

3. Berdasarkan analisis kecukupan modal kerja disimpulkan bahwa semua koperasi dapat memenuhi standar kecukupan kas, kecukupan aktiva lancar, kecukupan aktiva cepat, kecukupan persediaan, kecukupan piutang, dan dapat mengatasi resiko hutang dengan tingkat rasio di atas standar normal (versi Hampton, 1989). Namun semua koperasi mempunyai net working capital averall adequacy di bawah standar normal.

E.2. Saran

1. Hasil penelitian secara khusus dapat menjadi bahan masukan bagi pengurus koperasi, badan pemeriksa koperasi, dan manajer koperasi yang diteliti dalam menjalankan fungsi manajerial mereka. Selain itu dapat dimanfaatkan oleh manajemen koperasi lainnya.

2. Selain itu, penelitian ini dapat pula menjadi referensi bagi pihak akademis yang berminat memahami keuangan koperasi dan sebagai rujukan untuk penelitian sejenis dengan cakupan variabel dan objek penelitian yang lebih luas.

3. Adanya keterbatasan referensi hasil penelitian terdahulu tentang modal kerja koperasi yang masih relatif sedikit, maka disarankan agar para pihak akademisi berminat untuk melakukan penelitian tentang koperasi. Perlu dilakukan penelitian khusus dalam rangka

(6)

70

menetapkan standar normal sebagai tolok

ukur atau pembanding rasio keuangan bagi koperasi atau perusahaan di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Bhattacharya, Hrishikes. 2009. Working Capital Management. Strategies and Techniques Second Edition, PHI learning PL, New Delhi-110001

Brigham, Eugene. 2005. Fundamentals of Financial Management. Richard D. Irwin, Inc: Home Wood.Illinois, USA. Bodie, Kane, Marcus, 2010. Investment. 12 th

edition. Richard D. Irwin. Inc. : USA. Eugene F. Brigham, 2000. Fundamentals of

Financial Management. EightEdition. The Dryden Press : New York USA. Fruhan, E. William, et.al. 2002. Case Problems in

Finance. 14 th Edition. Richard D. Irwin Inc. : USA.

Gitman, Lawrence J. et.al., 2000. Managerial Finance. Herper & Row Publisher : New York.

Hampton, John J. & Wagner Cecelia L. 1989. Working Capital Management. USA: John Wiley & Son Inc.

Madura, Jeff. 2007, Internasional Financial Management, 10 th edition, Chincinnati, Ohio:South Western College Publishing.

Moyer, et.al. 1998. Contemporary Financial Management. 13th Edition. West Publishing Co. : New York.

Garrison, Ray; Noreen, Eric.W, 2000. Management Accounting. Concept for Planning, Control, Decision Making. Tenth edition, Richard D. Irwin, Inc.: USA.

Ross, A. Stephen, et.al. 2001. Fundamentals of Corporate Finance. 7th edition, Richard D. Irwin Inc; USA.

Ros, A. Stephen, et.al. 2005. Corporate Finance. International Edition, 9th edition, Richard D. Irwin Inc; USA.

Ros, A. Stephen, et.al. 2008. Corporate Finance. International Edition, 10th edition, Richard D. Irwin Inc; USA.

Scherr, C. Frederick. 1989. Modern Working Capital Management. Text and Cases.Prentice Hall Inc. USA.

Referensi

Dokumen terkait

konsumen adalah BMT Harapan Ummat Kudus, produk simpanan

TRI

Motor DC (FAN) merupakan keluaran atau output yang digunakan dalam alat Kontrol Pendingin Ruangan (FAN) dengan logika fuzzy menggunakan ATmega 8535, LM 35 Dan PIR ini,

Segala Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menunjukkkan kemurahan, hikmat, dan kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tanggung jawab

Analisis terhadap hasil uji coba memenuhi indikator keefektifan dimana ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 91,7% atau lebih dari 75 %, keaktifan siswa

Penelitian ini dapat dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purba 2013, pada rumput laut Gracilaria foliifera budidaya menunjukkan hasil yang berbeda misalnya pada hasil

Tabel Analisis Komposisi Kimia Abu Vulkanik Sinabung. No Jenis Analisis

Penelitian ini mampu memberikan pengaruh terhadap perubahan pengetahuan ibu yang diberikan penyuluhan gizi yaitu dengan memperagakan gambar dan benda asli yang