PERANCANGAN ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN YL69 BERBASIS ARDUINO UNO R3 NASKAH PUBLIKASI

Teks penuh

(1)

JUDUL

PERANCANGAN ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN

YL69 BERBASIS ARDUINO UNO R3

NASKAH PUBLIKASI

diajukan oleh

Hanan Wisnu Wijaya

13.11.7260

kepada

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2017

(2)

PENGESAHAN

NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN

YL69 BERBASIS ARDUINO UNO R3

yang dipersiapkan dan disusun oleh

Hanan Wisnu Wijaya

13.11.7260

Dosen Pembimbing

Bhanu Sri Nugraha, M.Kom

NIK. 190302164

Tanggal, 10 Maret 2017

Ketua Program Studi

S1 - Informatika

Sudarmawan, M.T.

NIK. 190302035

(3)

1

PERANCANGAN ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN

YL69 BERBASIS ARDUINO UNO R3

Hanan Wisnu Wijaya1), Bhanu Sri Nugraha2) 1,2)

Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta

Jl Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta Indonesia 55283 Email : hanan.w@students.amikom.ac.id1), bhanu@amikom.ac.id2)

Abstract - As we know the plant desperately needed water for the development of life. If the soil on the plant it water shortage so that plants will die and vice versa. For that we need to keep the moisture or soil moisture on certain conditions. But sometimes farmers still experience difficulties in terms of watering because it must be done manually. Therefore, a single Automatic watering systems that can also facilitate the work of the farmers.

Automatic water watering system on this, the first thing to do is to know the levels of water or soil moisture around the land using soil moisture sensors YL69. Then the data results of the sensor using the arduino uno R3 which results in signal control on relay and transmit data measurement results of moisture to the LCD to display measurement results data in the form of percent RH (Relative Humidity). If the value of the temperature and humidity less on the normal limit, then this tool will automatically watering to the land. The overall performance of the system of automatic water watering tool has shown results in accordance with the draft, namely aquarium water pump can drain the water to the land and the value soil moisture can be knowing the moisture content or humidity in the LCD. Keywords: Sprinkler Automatic Plants, soil moisture, the Arduino Uno, YL69 sensor, Relay, LCD.

1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

Semakin berkembangnya teknologi yang semakin pintar membuat konsep smart tak hanya diterapkan pada berbagai perangkat (gadget), tetapi pada berbagai sistem atau tatanan kehidupan nyata. Salah satunya yang mencuat akhir-akhir ini adalah konsep smart village yang dicanangkan pemerintah. Smart Village secara tidak langsung dapat meningkatkan ekonomi sebuah desa, hal ini di dukung oleh kemampuan smart village yang dapat mengkomunikasikan potensi-potensi sumber daya alam ke luar desa, dan memberikan ilmu atau pemahaman dalam mengelola potensi desa oleh warga desa tersebut ataupun mempermudah pekerjaan petani maupun peternak. Dari perkembangan tersebut tentunya muncul teknologi-teknologi baru yang dapat mengurangi beban tenaga manusia dalam hal mengerjakan aktifitas atau pekerjaannya.

Kebanyakan petani beranggapan bahwa benih tidak perlu yang bermutu yang penting dalam jumlah banyak dan bisa ditanam. Pembibitan secara modern cukup efektif dan efisien untuk para petani modern sekarang, karena bibit padi di semai di sebuah wadah pot persegi

empat dengan ketinggian 2 cm. Media tanam menggunakan campuran tanah humus, batu bata merah yang telah di haluskan dan sekam. Selanjutnya campuran padi dan pupuk di semaikan diatas media tanam. Hanya memerlukan waktu sembilan hari bibit-bibit padi sudah bisa di tanam di atas lahan sawah dan akan lebih baik jika di kombinasikan dengan alat penyiram tanaman otomatis dengan YL69 berbasis arduino uno R3 dengan alat ini petani tidak perlu lagi menyiram tanaman bibit padi secara manual setiap harinya, untuk itu alat ini bisa diaplikasikan pada manusia yang sedang menanam bibit padi di kebun kecil, di depan teras rumah dan di tempat lain nya yang besifat datar.

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk membuat penelitian dengan judul “PERANCANGAN ALAT PENYIRAM OTOMATIS DENGAN YL69 BERBASIS ARDUINO UNO R3”. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat melakukan penyiraman secara optimal sehingga mempermudah pekerjaan dan menghemat waktu dalam penyiraman bibit padi dengan hasil yang memuaskan.

1.2 Tinjauan Pustaka

irigasi yang terdapat di Indonesia kebanyakan masih memakai sistem manual, yaitu sistem dimana membuka dan menutup saluran irigasi ke sawah masih tradisional. Sistem kontrol irigasi lewat SMS (Short

Message Service) berbasis Arduino adalah sebuah alat

yang dibuat untuk membantu para petani agar lebih mudah untuk mengalirkan air ke irigasi sawah mereka dari jarak jauh melalui sms.[3]

Kelembaban tanah merupakan salah satu variabel kunci pada perubahan dari air dan energi panas di antara permukaan dan atmosfer melalui evaporasi dan

transpirasi. Informasi kelembaban tanah juga dapat

dipergunakan untuk manajemen sumber daya air, peringatan awal kekeringan, penjadwalan irigasi, dan perkiraan cuaca. Selain itu, kelembaban tanah penting bagi para pakar pertanian. Defisit dalam kelembaban dapat menuju pada kelayuan tanaman dan tindakan perbaikan tepat pada waktunya melalui irigasi dapat

menyelamatkan tanaman pertanian.Pertumbuhan

vegetasi memerlukan tingkat kelembaban tanah tertentu. [6]

System of Rice Intensification merupakan suatu

inovasi dalam teknik budidaya padi. Di beberapa tempat,

SRI dilaporkan telah berhasil meningkatkan

(4)

2

perkirakan bila sistem ini bis diterapkan dengan baik, mungkin dapat memperkecil impor.[2]

1.3 Landasan Teori

1.3.1 Mikrokontroller

Menurut Dian Artanto dalam bukunya

“Mikrokontroller merupakan sistem komputer yang seluruh atau sebagian besar elemennya dikemas dalam satu chip IC sehingga sering juga disebut single chip

microcomputer. [1]

Mikrokontoler merupakan suatu trobosan teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer terbaru yang hadir

memenuhi kebutuhan pasar. Sebagai teknologi terbaru dengan semikonduktor yang mengandung transistor yang lebih banyak namun hanya membutuhkan ruang kecil sebagai wadah penempatannya dan dapat diproduksi secara massal sehingga harganya lebih murah dan dapat terjangkau oleh hampir seluruh kalangan masyarakat. Oleh karena itu mikrokontroler sangan cocok diterapkan untuk mengontrol berbagai peralatan-peralatan yang lebih canggih dibandingkan dengan computer PC, karena effektivitas dan kefleksibelannya yang tinggi.[8]

1.3.2 Arduino

Arduino merupakan platform rangkaian alat elektronik yang bersifat open-source, Arduino pada awalnya dikembangkan di Ivrea, Italia. Nama Arduino adalah sebuah nama maskulin yang berarti teman yang kuat. Platform Arduino terdiri dari Arduino board, shield, bahasa pemrograman Arduino, dan Arduino

development environment. Arduino board biasanya

memiliki sebuah chip dasar mikrokontroler Atmel AVR ATmega8. [7]

Bahasa pemrograman Arduino adalah bahasa pemrograman C/C++.

1.3.2.1 Arduino Uno

Arduino uno adalah Arduino board yang

menggunakan mikrokontroler ATmega328. Arduino uno memiliki 14 pin digital (6 pin dapat digunakan sebagai

output PWM), 6 input analog, sebuah 16 MHz osilator kristal, sebuah koneksi USB, sebuah konektor sumber

tegangan, sebuah header ICSP, dan sebuah tombol reset. [4]

Arduino uno memuat segala hal yang dibutuhkan untuk mendukung sebuah mikrokontroler. Hanya dengan menghubungkannya ke sebuah komputer melalui USB atau memberikan tegangan DC dari baterai atau adaptor AC ke DC sudah dapat membuanya bekerja. Arduino uno menggunakan ATmega16U2 yang diprogram sebagai USB-to-serial converter untuk komunikasi serial ke komputer melalui port USB

Gambar 1. Arduino Uno R3

Adapun data teknis board Arduino Uno R3 sebagai berikut:

Tabel 1. Spesifikasi Arduino uno

Spesifikasi Keterangan

Mikrokontroler ATMega328

Tegangan Operasi 5 V

Tegangan Input (Rekomendasi) 7 – 12 V Tegangan Input (Batas) 5 – 20 V

Pin Digitasl I/O 14

Pin Analog Input 6

Arus Dc per Pin I/O 40 mA

Arus DC Pin 3.3 V 150 mA

Memori Flash 32 KB (0,2 KB untuk

Bootloader)

SRAM 2 KB

EEPROM 1 KB

Kecepatan Perwaktuan 16 Mhz

1.3.3 Sensor Soil Moisture/kelembaban tanah YL69 Sensor soil moisture YL-69 adalah sensor yang mampu mengukur kelembaban suatu tanah. Cara menggunakannya cukup mudah, yaitu membenamkan probe sensor ke dalam tanah dan kemudian sensor akan langsung membaca kondisi kelembaban tanah.

kekurangan dari sensor ini adalah sensor ini tidak dapat bekerja dengan baik di luar ruangan dikarenakan sensor ini rawan korosi atau karat. Versi baru dari sensor kelembaban tanah ini ialah probe sensornya sudah dilengkapi dengan lapisan kuning pelindung nikel. Sehingga nikel pada sensor kelembaban ini bias terhindar dari oksidasi yang menyebabkan karat. Lapisan ini dinamakan Electroless nickel immersion gold

(ENIG).

Gambar 2. Sensor Soil Moisture/Kelembaban Tanah YL69

1.3.4 LCD (Liquid Crystal Display)

LCD dapat menampilkan karakter ASCI sehingga kita bisa menampilkan campuran huruf dan angka sekaligus berwarna ataupun tidak berwarna. Dalam

menampilkan karakter untuk membantu

menginformasikan proses dan control yang terjadi dalam suatu program robot.

Salah satu LCD yang sering dipergunakan adalah LCD 16x2, artinya LCD tersebut terdiri dari 16 kolom dan 2 baris. LCD ini sering digunakan karena harganya yang relatif murah dan pemakaianya cukup mudah. LCD yang kita gunakan masih membutuhkan agar dapat dikoneksikan dengan system minimum dalam suatu

mikrokontroler. Driver tersebut berisi rangkaian pengaman, pengatur tingkat kecerahan backligt maupun data serta untuk mempermudah pemasangan di mikrokontroler.

(5)

3

Gambar 3. LCD 16x2 1.3.5 Relay

Relay merupakan komponen elektronika yang dapat

mengimplementasikan logika switching. Relay yang digunakan sebelum tahun 70an, merupakan “otak” dari rangkaian pengendali. Setelah tahun 70-an digantikan posisi posisinya oleh PLC. Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar.

Gambar 4. Relay 1.3.6 Bahasa Pemrograman C/C++

Bahasa Tingkat tinggi merupakan bahasa yang mudah dipahami oleh manusia, C dan C++ merupakan contoh dari bahasa tingkat tinggi. Sedangkan bahasa tingkat rendah merupakan bahasa mesin atau bahasa

assembly.

1.3.7 Ilmu Tanah

Tanah tersusun dari empat bahan utama yaitu bahan mineral, bahan organik, air dan udara.Bahan – bahan penyusun tanah tersebut julmahnya masing – masing berbeda untuk setiap jenis tanah ataupun lapisan tanah. Pada tanah lapisan atas yang baik untuk pertumbuhan tanaman lahan kering (bukan sawah) umumnya mengandung 45% (volume) bahan mineral, 5% bahan organik, 20 – 30 % udara dan 20 – 30 % air. Definisi serta hubungan – hubungan antara jumlah butir air dan udara dalam tanah. Percobaan Laboratorium untuk Berat Isi, Kadar Air dan Berat Jenis. [5]

1.3.7.1 Kadar Air

Untuk menentukan kadar air sejumlah tanah ditempatkan dalam kurs (kaleng kecil) yang beratnya (W1) diketahui sebelumnya. Kurs dengan tanah ditimbang (W2) dan kemudian dimasukkan dalam oven yang temperaturnya 105oC untuk masa waktu 24 jam.Kemudian kurs tanah ditimbang kembali (W3). Dengan demikian berat air = W2 – W3Berat tanah kering = W3 – W1 Kadar air tanah = (W2 – W3)/(W3 – W1). [5]

2. Pembahasan

2.1 Alat dan Bahan Penelitian

Metode System of Rice Intensification (SRI) merupakan suatu inovasi dalam teknik budidaya padi. Metode ini meningkatkan fungsi tanah sebagai media

tumbuh dan sumber nutrisi tanaman. Dengan sistem SRI organik daur ekologis akan berlangsung dengan baik karena memanfaatkan mikroorganisme tanah secara natural. Pada gilirannya keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan akan selalu terjaga. Di sisi lain, produk yang dihasilkan dari metode ini lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari paparan zat kimia berbahaya.[9]

Sebelum memulai proses penelitian, ada baiknya untuk mengumpulkan serta mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian. Hal ini dilakukan agar proses penelitian yang akan dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan oleh peneliti. Analisis kebutuhan alat dan bahan tersebut terdiri dari kebutuhan hardware dan

software.

2.1.1 Hardware

Hardware yang digunakan pada proses

Perancangan alat penyiram tanaman otomatis dengan YL69 berbasis arduino uno R3 ini nanti adalah sebagai

berikut ::

2.1.1.1 Laptop/Notebook

Pada perancangan alat penyiram tanaman otomatis dengan YL69 berbasis arduino uno R3 memerlukan laptop sebagai ekesekusi, laptop yang digunakan adalah ASUS A450CC .

2.1.1.2 Arduino Uno R3

Rangkaian ini dilengkapi dengan port-port dimana dapat berfungsi untuk menghubungkan alat elektronik lainnya seperti Sensor Soil Moisture YL69 (sensor kelembaban), Relay ke pompa air dan LCD mengunakan kabel jumper. Selain itu papan Arduino Uno R3 tersebut mempunyai beberapa jenis memori dengan fungsi yang berbeda-beda, salah satunya berfungsi untuk menyimpan kode program.

Gambar 5. Arduino Uno R3 2.1.1.3 Sensor Soil Moisture YL69

Alat elektronik yang digunakan untuk mendeteksi kelembaban/kadar air dalam tanah (soil moisture sensor), atau sering disebut "soil hygrometer sensor" atau "soil

humidity sensor/detector" yang dapat mengukur kadar

air dalam tanah. Sensor ini memiliki 4 pin yaitu : pin GND untuk ground, pin AO keluaran analog, pin DO unutuk mengatur sensitivitas dan mengahasilkan

high/low pada level kelembaban tertentu, pin vcc

(6)

4

Gambar 6. Sensor Soil Moisture YL69 2.1.1.4 LCD(Liquid Crystal Display) 16x2

Berfungsi sebagai output atau tampilan data dari hasil yang telah diproses oleh mikrokontroler..

Gambar 7. LCD 16x2

2.1.1.5 Relay

Relay berfungsi untuk menambah melindungi

pompa air dari kelebihan Tegangan ataupun hubung singkat (Short) selain itu juga sebagai saklar otomatis untuk pompa air.

Gambar 8. Relay 2.1.2 Software

Untuk membuat supaya reangkaian elektronik nanti bisa berjalan dengan memasukkan perintah berupa

coding, maka dibutuhkan sebuah software. Software

yang digunakan pada proses Perancangan Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan YL69 Berbasis Arduino Uno R3 ini nanti adalah sebagai berikut :

2.1.2.1 Arduino IDE

Software Arduino IDE berfungsi sebagai text editor, sebagai verify coding untuk mengetahui apakah coding terdapat error dan sekaligus compiler yang akan

di upload kedalam memori mikrokontroler. Selain itu

software arduino juga berfungsi untuk menyambungkan

komputer dan board arduino dengan menggunakan koneksi USB.

Gambar 10. Arduino IDE 2.1.3 Perancangan Hardware

2.1.3.1 Rancangan Penyiram Tanaman Otomatis Untuk membuat rancangan rangkain Penyiraman Tanaman Otomatis, kita membutuhkan beberapa peralatan elektronika, seperti LCD 16x2, Arduino Uno R3, Relay dan Sensor kelembaban tanah YL69.. Cara menghubungkannya adalah melalui koneksi port-port dari peralatan yang digunakan tersebut. Koneksi

port-port yang digunakan pada perancangan rangkaian Alat

Penyiram Tanaman Otomatis Dengan YL69 Berbasis Arduino Uno R3.

Gambar 11. Perancangan Penyiram Tanaman Otomatis 2.1.4 Perancanagan Software

Software ini dibuat dengan bahasa pemrograman

Arduino IDE atau yang sering disebut dengan Arduino, 2.1.4.1 Flowchart Program

untuk mempermudah dalam melakukan inisialisasi terhadap rangkaian program yang akan dibuat, maka dibutuhkannya sebuah flowchart. Flowchart dari program yang akan dibuat dapat dilihat pada gambar berikut ini.

(7)

5

2.1.5 Desain Alat

Perancangan alat merupakan tahapan dalam penelitian untuk menggambarkan design dari Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan YL69 Berbasis Arduino Uno R3. Maka dari itu dibutuhkan perancangan kerangka alat sebagai tempat untuk meletakkan semua peralatan yang digunakan, seperti Arduino Uno R3, Sensor kelembaban (Soil Moisture YL69), Relay, Pompa Air dan LCD dapat dilihat dalam Perancangan Alat pada Gambar berikut.

Gambar 13. Desain Alat penyiram Tanaman Otomatis 2.1.6 Alur Produksi Rangkaian Elektronika

2.1.6.1 Rangkaian Alat Penyiram Tanaman Otomatis

Beberapa rangkaian elektronika yang akan

dihubungkan tersebut menghubungkan Sensor Soil

Moisture YL69 dengan Arduino, Potensiometer dengan

Arduino, LCD 16x2 dengan Potensiometer, dan LCD 16x2 dengan Arduino, Relay dengan Arduino, Relay dengan pompa air dan catu daya.

Gambar 14. Rangkain Pengukur Tinggi Badan 2.1.7 Packaging

Packaging adalah proses dimana rangkaian mikrokontroller dikemas lebih rapi, sehingga rangkaian

tersebut akan terlihat bagus. Casing untuk rangkaian alat adalah dengan menggunakan kotak hitam, Sensor Soil

Moisture YL69, dan Pipa untuk mendistribusikan air.

Gambar 15. Hasil Akhir Packaging Alat 2.1.8 Pengujian Alat Pada Objek

langkah-langkah pengujian rangkaian

mikrokontroller :

1. coding diupload dan rangkaian masih terhubung pada laptop dengan menggunakan USB Connection

type B maka layar LCD akan menyala dan akan

menampilkan karakter yang sudah diatur pada coding. Mengatur kecerahan dan kejelasan layar LCD yaitu dengan memutar potensio kearah kiri dan kanan.

2. Pengujian Sensor Soil Moisture YL69 adalah dengan cara menancapkan probe sensor ke tanah, setelah menancapkan ke tanah maka pembacaan data dari sensor akan ditampilkan oleh LCD. 3. Pengujian rangkain Arduino Uno, relay, dan pompa

air dengan cara menghubungkan USB type B ke arduino yang telah di beri program untuk mejalakan

relay dan pompa air.

Gambar 16. Pengujian Alat Pada Tanah 2.1.9 Black Box Testing

Berikut ini adalah tabel pengujian Black Box berdasarkan Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan YL69 Berbasis Arduino Uno R3 untuk pengujian pada alat, yaitu sebagai berikut:

Tabel 2. Hasil Pengujian Alat Pada Objek

No Skenario Pengujian Hasil Yang

Diharapkan Hasil Pengujian

1 Memasang Sensor Soil

Moisture YL 69 Ke Tanah Data Sensor Soil Moisture YL 69 ditampilkan pada LCD 16x2 Sistem Berjalan 2

Sensor soil moisture YL 69 diletakkan di tanah tanaman

benih padi kondisi kering

Pompa Air Akan Menyiram Otomatis dan Menampilkan kondisi Kelembaban tanah dalam bentuk percent (%) di LCD 16x2 Sistem Berjalan 3

Sensor soil moisture YL 69 diletakkan di tanah tanaman

benih padi kondisi lembab

Menampilkan kondisi Kelembaban tanah dalam bentuk percent (%) di LCD 16x2 Sistem Berjalan 4

Sensor soil moisture YL 69 diletakkan di tanah tanaman

benih padi kondisi basah

Pompa Air tidak aktif dan Menampilkan Sistem Berjalan

(8)

6 kondisi Kelembaban tanah dalam bentuk percent (%) di LCD 16x2 5

Sensor soil moisture YL 69 diletakkan di tanah tanaman

benih padi kondisi kering dengan tank air kosong

Menampilkan kondisi Kelembaban tanah dalam bentuk percent (%) di LCD 16x2 serta memberi informasi “tangki air habis atau pompa air tidak mendapatkan daya” Sistem Berjalan 3. Penutup 3.1 Kesimpulan

Dalam hasil pengujian dari alat penyiram tanaman otomatis dengan YL69 berbasis arduino uno R3 penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Alat ini dapat membaca kelembaban tanah dengan

soil moisture sensor yang didapatkan dari inputan

data analog pada probe soil. LCD sebagai output

yang berfungsi menampilkan persentase

kelembaban tanah dalam bentuk Relatif

Humidity(RH).

2. Alat ini membutuhkan perangkat untuk menjalakan alat Penyiram tanaman otomatis dengan YL69 berbasis arduino uno R3 ini menggunakan Arduino IDE yang dijalankan oleh windows 7 dan untuk meyimpan perintah program.

3. Sistem ini dapat melakukan penyiraman otomatis saat sensor Soil Moisture YL69 mendeteksi Kelembaban lebih dari sama dengan 30% RH. Kemudian pompa akan mengalirkan air. Jika kelembaban sudah kembali normal maka pompa akan mati..

3.2 Saran

untuk memperbaiki dan mengembangkan penyiram tanaman otomatis dengan YL69 berbasis arduino uno R3 ini adalah sebagai berikut :

1. Notifikasi kelembaban pada tanaman dapat ditambahkan dengan pesan singkat yang dapat di kirim secara otomatis melalui web.

2. Penambahan RTC akan lebih menguntungkan karena dapat menyiram tanaman agar lebih terjadwal.

3. Penambahan sensor level air agar dapat memberi peringatan tangki penyimpanan air habis..

Daftar Pustaka

[1] Artanto, D. (2012). Interaksi Arduino dan LabVIEW. Jakarta: labVIEW”.Elex Media Komputindo.

[2] Carl, C. Y. (2014, May 21). SRI (System of

Rice Intensification) untuk Sang Padi.

Retrieved from blogs.uajy.ac.id:

https://blogs.uajy.ac.id/yulent/2014/05/21/sri-system-of-rice-intensification-untuk-sang-padi/ [3] Diningrat, M. S. (2015). Sistem Irigasi Sawah

Berbasis Wireless Arduino. Naskah Publikasi. [4] Djuandi, F. (2011, Juli). Pengenalan Arduino.

Retrieved November 16, 2016, from

tokobuku.com:

tobuku.com/docs/Arduino-Pengenalan.pdf

[5] Hardjowigeno, S. (2010). Ilmu Tanah. Jakarta: Akapres.

[6] PINEM, R. E. (2016). Alat ukur kelembaban tanah menggunakan sensor yl-69 berbasis android phone. Projek akhir II, 1.

[7] SALIM, E. (2014). Perancangan dan

implementasi telemetri suhu berbasis. Tugas akhir, 6.

[8] Syarif, M. (2011). Pengendalian Lampu Lalu Lintas Berbasis Mikrokontroler AT89S52 Dan IC LM 567 Dengan Tampilan Visual Basic. Tugas Akhir, 5.

[9] Tani, A. (n.d.). Budidaya padi organik dengan metode SRI. Retrieved Januari 19, 2017, from

alamtani.com:

http://alamtani.com/budidaya-padi-organik-metode-sri.html

[10] Yutanto, J. (2016). Perancangan sistem penghitung benih ikan berbasis arduino. Penelitian, 9.

Biodata Penulis

Hanan Wisnu Wijaya, memperoleh gelar Sarjana

(S.Kom) Program Studi Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, lulus tahun 2017.

Bhanu Sri Nugraha, memperoleh gelar Ahli Madya

(AM.d), Jurusan Manajemen Informatika STMIK

AMIKOM YOGYAKARTA, lulus tahun 2005.

Memperoleh gelar Sarjana Teknik (S.Kom), Jurusan Sistem Informasi STMIK AMIKOM YOGYAKARTA, lulus tahun 2007. Memperoleh gelar Magister Komputer (M.Kom) Program Pasca Sarjana Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM YOGYAKARTA, Lulus tahun 2011. Saat ini menjadi Dosen di Universitas AMIKOM Yogyakarta, pada Program Studi Sistem Informasi.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :