Mengenal Pola Lantai Pada Karya Tari
Tari Baris Massal merupakan bentuk karya seni tari kelom pok dari Bali. Selama
memperagakannya, posisi para penari selalu berubahubah membuat berbagai macam bentuk.
Gambar 1 menunjukkan posisi para penari yang membentuk segitiga. Segitiga merupakan contoh
bentuk pola lantai pada karya seni tari.
Apakah yang dimaksud dengan pola lantai? Bagaimana pola lantai dalam karya tari
nusantara? Kita akan mempelajari nya pada uraian berikut.
A. Makna Pola Lantai
Pola lantai sangat mendukung penyajian suatu karya tari. Tahukah kamu apa yang dimaksud
dengan pola lantai? Perhatikan uraian mengenai pola lantai berikut.
1. Garis yang Dilalui oleh Penari
Garis yang dilalui oleh penari pada saat melakukan gerak tari disebut pola lantai. Selain itu, pola
lantai juga merupakan garis yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Gambar 2 menunjukkan
garis lurus ke depan yang dilalui oleh penari. Gambar 3 menunjukkan garis horisontal yang
dibuat oleh tiga penari. Hal inilah yang dimaksud formasi penari kelompok.
Gambar 2 (kiri)
Garis di lantai yang dilalui seorang penari Gambar 3 (kanan)
Garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok
2. Pola Garis Dasar
Pada dasarnya ada dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan garis lengkung. Garis
lurus memberikan kesan sederhana tapi kuat. Sebaliknya, garis lengkung memberikan kesan
lembut tetapi lemah. Perhatikan Gambar 4 dan Gambar 5. Dari bentuk pola garis lurus dapat
dikembangkan berbagai pola lantai, di antaranya horisontal, diagonal, garis lurus ke depan,
zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima. Dari bentuk pola garis lengkung dapat dikembangkan
berbagai pola lantai, di antaranya lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis
lengkung ke belakang.
Gambar 4 (kiri)
Berbagai bentuk pola lantai garis lurus Gambar 5 (kanan)
Berbagai bentuk pola lantai garis lengkung
B. Pola Lantai Gerak Tari Nusantara
Koreografi merupakan istilah yang dipakai untuk menyebut pengetahuan tentang penyusunan tari
atau hasil susunan tari. Pengerti an koreografi secara sederhana yaitu hasil susunan gerak-gerak
tari menjadi sebuah karya tari. Berdasarkan bentuk koreografinya, tari di Indonesia dibagi
menjadi tiga jenis, yaitu tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi baru.
1. Tari Rakyat
Tari rakyat yaitu tarian yang hidup dan berkembang di kalangan rakyat jelata. Tari rakyat sangat
sederhana, kurang memperhatikan norma-norma keindahan, dan tidak memiliki bentuk yang
standar. Gerak-gerak tari rakyat sangat sederhana sebab lebih mementingkan keya kinan.
Sebagai contoh tari Ana Ule dari Flores seperti pada Gambar 6.
Tari Ana Ule termasuk dalam tari rakyat berasal dari Flores
Tari Ana Ule merupakan tarian harapan masyarakat dusun Moni, Flores. Melalui tarian tersebut
masyarakat berharap dan yakin padi yang ditanam tumbuh subur dan terhindar dari gangguan
burung dan tikus.
2. Tari Klasik
Tari klasik merupakan karya tari yang sangat memperhatikan keindahan. Tari klasik dipelihara
de ngan baik di istana raja-raja dan di kalangan bangsawan. Gerak-gerak tari klasik sudah
mempunyai aturan tertentu dan tidak boleh dilanggar. Perhatikan contoh tari klasik pada gambar
berikut.
Tari Srimpi pada gambar di atas merupakan contoh tari klasik. Tari Srimpi dibawakan oleh
empat orang penari putri dengan postur tubuh dan raut wajah sama, sehingga terkesan sebagai
tarian halus yang ditarikan oleh empat wanita kembar. Gerak-gerak tari Srimpi menggu nakan
teknik gerak tari putri gaya Surakarta yang halus dan lembut.
Gambar 7
Tari Srimpi termasuk dalam tari klasik berasal dari Surakarta
3. Tari Kreasi Baru
Tari kreasi baru juga sering disebut tari modern. Gerak-gerak dalam tari kreasi baru sangat
bervariasi. Perhatikan contoh tari kreasi baru pada gambar berikut.
Gambar 8
Tari Geol Saliter pada Gambar 8 merupakan tari kreasi baru hasil karya tari Umi Krismi narti,
seniman asal Yogyakarta. Tari ini menggambar kan seorang remaja putri yang sedang mencari
identitas diri sebagai pedoman hidupnya. Pencarian itu dijalani dengan rasa senang dan gembira.
Gerak-gerak tarinya merupakan perpaduan dari tari gaya yogyakarta dan jawa barat. Instrumen
pengiringnya yaitu gamelan jawa dengan melodi sunda.
Dengan adanya macam bentuk karya tari maka bentuk pola lantainya pun
bermacam-macam. Bentuk pola lantai karya tari yang satu berbeda dengan bentuk pola lantai karya tari
yang lain. Selain bentuknya yang berbeda, ada pola lantai yang mempunyai maksud dan ada juga
yang tidak mempunyai maksud. Pola lantai yang mempunyai maksud lebih banyak ada dalam
tari-tarian klasik. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan jika pola lantai dalam tari
kreasi baru dan tari rakyat juga mempunyai maksud. Perhatikan bentuk pola lantai dalam dua
karya tari yang berbeda berikut.
Gambar 9
Tari Jaran Kepang dengan bentuk pola lantai garis horisontal
Gambar 10
Tari Bedhaya dengan bentuk pola lantai rakit lajur
Kedua karya tari pada Gambar 9 dan Gambar 10 merupakan karya tari yang berasal dari Daerah
Istimewa Yogyakarta. Tari Jaran Kepang berdasarkan bentuk koreografi termasuk dalam jenis
tari rakyat, sedangkan tari Bedhaya termasuk dalam jenis tari klasik. Bentuk pola lantai tari Jaran
Kepang lebih sederhana dibandingkan bentuk pola lantai tari Bedhaya.
Pola lantai yang berbentuk garis horisontal pada tari Jaran Kepang tidak mempunyai maksud apa
pun. Pola lantai tersebut hanya merupakan bentuk garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari.
Sebaliknya, pola lantai pada tari Bedhaya mempunyai maksud. Pola lantai tari Bedhaya pada
Gambar 10 dikenal dengan nama rakit lajur. Pola lantai rakit lajur bermaksud menggambarkan
lima unsur yang ada pada diri manusia, yaitu cahaya, rasa, sukma, nafsu, dan perilaku.
Kita dapat membandingkan pola lantai tari Jaran Kepang dan Bedhaya seperti dalam tabel
berikut.
POLA LANTAI SENI TARI
Dalam sebuah tarian (terutama tari kelompok), pola lantai perlu diperhatikan. Ada beberapa
macam pola lantai pada tarian, antara lain :
1. Pola lantai vertikal : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis vertikal, yaitu garis lurus
dari depan ke belakang atau sebaliknya.
2. Pola lantai Horizontal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis lurus ke
samping.
3. Pola lantai diagonal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis menyudut ke
kana atau ke kiri.
4. Pola lantai melingkar : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis lingkaran.
Seni tari yang ada di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa kelompok :
TARI TRADISIONAL
Tari tradisional merupakan sebuah bentuk tarian yang sudah lama ada. Tarian ini diwariskan
secara turun temurun. Sebuah tarian tradisional biasanya mengandung nilai filosofis, simbolis
dan relegius. Semua aturan ragam gerak tari tradisional, formasi, busana, dan riasnya hingga kini
tidak banyak berubah
TARI TRADISIONAL KLASIK
Tari tradisional klasik dikembangkan oleh para penari kalangan bangsawan istana. Aturan tarian
biasanya baku atau tidak boleh diubah lagi. Gerakannya anggun dan busananya cenderung
mewah. Fungsi : sebagai sarana upacara adat atau penyambutan tamu kehormatan. Contoh : Tari
Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya Srimpi (Jawa Tengah), Sang Hyang (Bali), Pakarena dan
pajaga (Sulawesi Selatan)
TARI TRADISIONAL KERAKYATAN
Berkembang di kalangan rakyat biasa. Gerakannya cenderung mudah Ditarikan bersama juga
iringan musik. Busananya relatif sederhana. Sering ditarikan pada saat perayaan sebagai tari
pergaulan. Contoh: Jaipongan (Jawa Barat), payung (Melayu), Lilin (Sumatera Barat)
TARI KREASI BARU
Merupakan tarian yang lepas dari standar tari yang baku. Dirancang menurut kreasi penata tari
sesuai dengan situasi kondisi dengan tetap memelihara nilai artistiknya. Tari kreasi baik sebagai
penampilan utama maupun sebagai tarian latar hingga kini terus berkembang dengan iringan
musik yang bervariasi, sehingga muncul istilah tari modern. .Pada garis besarnya tari kreasi
dibedakan menjadi dua golongan yaitu:
1. Tari Kreasi Baru Berpolakan Tradisi
Yaitu tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi, baik dalam
koreografi, musik/karawitan, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun ada
pengembangan tidak menghilangkan esensiketradisiannya.
2. Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi)
Tari Kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalam hal koreografi,
musik, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun tarian ini tidak menggunakan
pola-pola tradisi, tidak berarti sama sekali tidak menggunakan unsur-unsur tari tradisi, mungkin
saja masih menggunakannya tergantung pada konsep gagasan penggarapnya. Tarian ini disebut
juga tari modern, yang istilahnya berasal dari kata Latin “modo” yang berarti baru saja.
TARI KONTEMPORER
Gerakan tari kontemporer simbolik terkait dengan koreografi bercerita dengan gaya unik dan
penuh penafsiran. Seringkali diperlukan wawasan khusus untuk menikmatinya. iringan yang
dipakai juga banyak yang tidak lazim sebagai lagu dari yang sederhana hingga menggunakan
program musik komputer seperti Flutyloops.
komposisi tari
Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa komposisi identik dengan lantaiatau posisi penari di atas pentas. Namun ada pula yang mengatakan bahwa komposisi t a r i a d a l a h s e g a l a s e s u a t u y a n g m e n i m b u l k a n s e b u a h k a r y a t a r i i t u t e r c i p t a y a n g d i dalamnya terdapat pula apa yang disebut dengan pola lantai.Pada uraian selanjutnya, akan mengupas hal -hal yang berhubungan dengankomposisi tari.Karena tari sebagai bentuk seni, maka perlu kiranya anda mengetahui tentang pengetahuan komposisi tari yang juga lazim disebut dengan
pengetahuan koreografi.Pengetahuan ini harus diketahui, dipahami dan dipraktikkanoleh seorang koreografer atau penata tari atau orang yang menciptakan tarian. Pengetahuan ini haruslah dipahamidan dijalankan terutama bagi penata tari yang masih pemula untuk menghasilkan suatuyang harus anda ketahui, yaitu antara lain Gerak tari sebagai momen/unsur pokoknya,musik/ iringan, tema, tata busana, tata rias, tempat, pentas, tata lampu.
1 . G e r a k T a r i
Anda telah mengetahui bahwa elemen dasar tari adalah gerak. Halini telah diuraikan dan dijelaskan pada modul yang terdahulu.Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang indah. Yang dimaksudkan
degang e r a k y a n g i n d a h a d a l a h g e r a k y a n g t e l a h d i b e r i s e n t u h a n s e n i . G e r a k - g e r a k keseharian yang telah diberi sentuhan seni akan menghasilkan gerak yang indah.Misalnya gerak berjalan, larim mencangkul, menimba air di sumur, memotong kayudan
sebagainya, jika diberi sentuhan emosional yang mengandung nilai seni, makagerak-gerak keseharian tersebut akan tampak lain.Berdasarkan bentuk geraknya, secara garis besar ada dua jenis tari, yaitu tariyang representasional, dan tariyang non representasional. Tari yang representasionaladalah tari yang menggambarkan sesuatu secara jelas. Sedangkan tari yang
nonr e p r e s e n t a s i o n a l a d a l a h
t a r i y a n g t i d a k m e n g g a m b a r k a n s e s u a t u ( l i h a t g a m b a r dibawah ini)
B a i k t a r i r e p r e s e n t a t i o n a l m a u p u n n o n r e p r e s e n t a t i o n a l g a r a p a n g e r a k n y a t e r k a n d u n g d u a j e n i s g e r a k , y a i t u gerak maknawi dan gerak-gerak murni
.
Yang dimaksud dengan gerak maknawi
ialah gerak yang mengandung arti jelas. Misalnya gerak ulap-ulap pada tari Jawa
menggambarkan sedang melihat gerak menempel telapak tangan didada bisa mengandung arti sedih, gerak menirukan bertani, berbedak,
bertepuk t a n g a n d a n s e b a g a i n y a . S u d a h b a r a n g t e n t u g e r a k
-g e r a k m a k n a w i t e r s e b u t t e l a h men-galami stilisasi atau distorsi, yaitu -gerak tersebut telah mengalami perubahan untuk dijadikan gerak tari.Adapun gerak murni ialah gerak yang digarap untuk mendapatkan bentuk yangartistik dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan sesuatu.
Gerak-gerak murni ini banyak digunakan dalam garapan- garapan tari yang nonrepresentasional.
Sedangkangarapan-garapan tari yang representasional banyak memerlukan gerak-gerak maknawi. Namun demikian, dalam garapan tari representasional diperlukan pula
gerak-gerak murni,
karena apabila garapan tersebut dipenuhi oleh gerak-gerak maknawi akan lebihmengarah ke bentuk pantonim.
Didepan telah dikemukakan bahwa gerak di dalam tari berbeda dengan gerak s e h a r i - h a r i . G e r a k t a r i t e l a h m e l a l u i p e r u b a h a n a t a u d i p i n d a h k a n d a r i g e r a k y a n g wantah diubah bentuknya menjadi gerak tari. Gerak tari tidak lepas dari unsur tenaga, ruang dan waktu.
Tenaga
Setiap kita melakukan gerak, pasti akan memerlukan tenaga. Tanpa tenaga,tidak m ungkin dapat dihasilkan gerak yang baik, karena tenaga merupakan kekuatanyang akan
mengawali, mengendalikan dan menghentikan gerak. Untuk lebih jelasnyasebagai contoh, misalnya jika anda menggerakkan tangan ke depan dan ke belakang dalam menari massal, agar gerakannya kelihatan seragam maka tenaga yang digunakanharus seragam pula, yaitu agar ayunan bisa sama.Penggunaan tenaga didalam gerak
tari berbeda dengan penggunaan tenagad a l a m k e b u t u h a n l a i n . U n t u k i t u h a r u s m e m a h a m i c a r a p e n g g u n a a n n y a , k a r e n a penggunaan tenaga dengan baik akan memberi efek dinamika dalam sebuah tarian.Unsur tenaga di dalam tari menggambarkan suatu usaha yang menentukanmemberikan watak pada gerak.
Ruang
Diatas telah dikemukakan bahwa ruang adalah salah satu unsur pokok yangmenentukan terwujudnya suatu gerak. Mustahil jika suatu gerak lahir tanpa adanyaruang, karena setiap gerak yang dibuatnya memiliki disain ruangan dan berhubungandengan benda -benda lain dalam dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian, penari s e m a t a - m a t a d a p a t b e r g e r a k a t a u m e n a r i k a r e n a a d a n y a r u a n g . R u a n g d i d a l a m t a r i dapat dibedakan dariruang yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak.
a.Ruang yang diciptakan penari adalah ruang yang langsung berhubungan dengan p e n a r i ,
y a n g b a t a s i m a j i n a s i n y a a d a l a h b a t a s y a n g p a l i n g j a u h y a n g d a p a t d i j a n g k a u o l e h t a n g a n d a n k a k i p e n a r i d a l a m k e a d a a n t i d a k p i n d a h t e m p a t . Misalnya jika anda bergerak menirukan burung terbang dengan menggunakan kedua tangan ke atas dan kebawah, sejauh jangkauan ayunan tangan itulah yangdimaksud dengan ruang yang diciptakan oleh penari. b . R u a n g p e n t a s a t a u t e m p a t p e n a r i m e l a k u k a n g e r a k a d a l a h w u j u d r u a n g s e c a r a nyata, merupakan arena yang dilalui penari saat melakukan gerak.
misalnya Panggung, halaman terbuka lapangan dan lain – lain. Pokok permasalahan yang t e r k a n d u n g d a l a m r u a n g , b a i k i t u b e r u p a r u a n g y a n g d i c i p t a k a n o l e h p e n a r i maupun ruang tempat menari, meliputi : Garis, volume, arah, level dan fokus.Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut:
a)Garis, yaitu kesan yang ditimbulkan setelah menggerakkan tubuhsedemikian rupa dengan membentuk garis tubuh diluar garis tubuh yang alami.
Garis – garis ini menimbulkan kesan yang tidak berbeda dengan garis -garis dalam seni rupa.
Misalnya garis tubuhyang melengkungm e n i m b u l k a n k e s a n m a n i s . G a r i s d i a g o n a l a t a u z i g – z a g m e n i m b u l k a n kesan dinamis. Garis tegak lurus memberi kesan tenang dan seimbang. Garisdatar memberi kesan istirahat dan sebagainya.
b) Volume, yaitu jangkauan gerak yang tergantung dari besar kecil nya ruangan
y a n g d i g u n a k a n s e o e r a n g p e n a r i . M i s a l n y a , l a n g k a h k e d e p a n d a p a t dilak ukan dengan langkah pendek, langkah biasa dan langkah lebar. Gerakanini sama tetapi dilakukan dengan ukuran yang berbeda.
Dengan kata Dengan lain
g e r a k a n k e c i l b i s a d i k e m b a n g k a n d a n g e r a k a n b e s a r d a p a t d i k e c i l k a n volumenya.
c ) A r a h , y a i t u a r a h h a d a p p e n a r i k e t i k a m e l a k u k a n g e r a k . A r a h i t u b i s a k e depan, ke belakang, kesamping dan ke arah lainnya.
d ) L e v e l , b e r h u b u n g a n d e n g a n t i n g g i r e n d a h n y a p e n a r i p a d a
s a a t m e l a k u k a n gerakan. Ketinggian maksimal dicapai penari adalah pada saat melompat keudara dan ketinggian minimal dicapai ketika rebah dilantai.
e)Fokus, yaitu sudut pandang suatu perspektid penonton dan yang diperlukan dalam melakukan rangkaian gerak.
Waktu adalah elemen yang membentuk gerak tari selain unsur tenaga ruang d a n y a n g t i d a k d a p a t d i p i s a h k a n a n t a r a s a t u d a n l a i n n y a ,
k a r e n a m e r u p a k a n s u a t u struktur yang saling berhubungan perannya saja yang berbeda. Elemen waktu berkaitandengan ritme tubuh dan ritme lingkungan. Gerak yang dilakukan
dalam waktu sedangcepat maupun lambat akan memberikan daya hidup pada sebuah tarian. Unsur waktusangat berkaitan dengan unsure irama yang meberi nafas sehingga tampak hidup.
Dalam unsur waktu ada dua faktor yang sangat penting yaitu tempo dan ritme.
T e m p o b e r a r t i k e c e p a t a n d a r i g e r a k t u b u h k i t a , y a n g d a p a t d i l i h a t d a r i p e r b e d a a n
panjang pendeknya waktu yang diperlukan.
S e d a n g k a n r i t m e d a l a m f e r a k t a r i m e n u n j u k k a n u k u r a n w a k t u d a r i s e t i a p p e r u b a h a n d e t a i l g e r a k . O l e h s e b a b i t u , r i t m e l e b i h m e n g a r a h u k u r a n c e p a t a t a u lambatnya setiap gerakan yang dapat diselesaikan oleh penari.Gerakan yang dilakukan dalam tempo yang cepat dapat memberikan kesan aktif dan menggairahkan, sedangkan gerakan lambat akan berkesan tenang, agung, atausebaliknya membosankan. Sebagai contoh, jika anda melihat suatu bentuk tarian andaakan melihat penari tersebut melakukan gerakan dengan tempo yang berbeda. Suatu saatgerakannya sangat lembut mengalun, saat berikutnya cepat dan menghentak. Jika suatu tarian gerakannya selalu dalam tempo yang lambat, penonton akan jenuh dan bosan.Sebaliknya jika selalu cepat akan memberikan kesan “melelahkan” dan membosankan pula.
Dari uraian mengenai gerak tari di atas dapat disimpulkan bahwa gerak dalam t a r i a d a l a h g e r a k w a n t a h y a n g t e l a h
d i u b a h m e n j a d i g e r a k s e n i y a n g i n d a h , y a n g gerakannya
telah mengalami stitisersi ataupun distorsi dengan memperhatikan unsur tenaga, ruang dan waktu.
Desain Gerak dan Pola Lantai
Desain penataan arah gerak dalam tari dibagi menjadi dua pola yaitu :
1.Pola Simetrik Dalam pola simetrik akan memberikan kesan seimbang, tenang, dan bahkan statis. Penggunaan pola lantai simetrik tampak pada tari kelompok terutama jenistari rakyat. Pada tarian ini terdapat garis -garis sejajar, garis-garis lengkung,
danl i n g k a r a n m e m b e n t u k p o l a y a n g t e r k e s a n s i m e t r i k . D e m i k i a n j u g a d a l a m t a r i pergaulan di mana para penarinya berpasangan dalam suatu kelompok baik
2 . Pola Asimetrik Pada pola asimetrik pola arah gerak penari akan memberi kesan ketidakseimbangan, tidak tenang, dan bahkan dinamis. Gambar Contoh pola lantai simetrik dan pola lantai asimetrik
a ) Desain LantaiYang dimaksud dengan desain lantai adalah garis-garis yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Secara garis besar ada dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garislurus dan garis lengkung.Garis lurus dapat dibuat ke depan, ke belakang, ke samping, atau serong.Selain itu garis lurus dapat menjadi desain huruf V atau kebalikannya, segitiga,segiempat, huruf T, Y atau desin zig-zag, misalnya :Garis lurus memberikan kesan sederhana tapi kuat. Garis lurus
banyak digunakanpada tari tradisional baik klasik maupun kerakyatan, teritama dariJawa Tengah. Garis lengkung dapat dibuat melengkung ke depan, ke belakang,ke samping dan serong. Dari lengkung ini dapat pula dibuat disain lengkung ular, lingkaran, angka tiga atau delapan juga bentuk spiral, misalnya :
Desain Atas
Desain atas adalah desain yang membentuk pola atas lantai (biasanyaterbentuk oleh penari itu sendiri) dan terlihat oleh penonton. Ada 16 unsur dasar yangmasing-masing dapat digabungkan/ dimodifikasi
1)Datar
Postur tubuh penari yang dilihat oleh penonton (bukan yang dirasakan penari) hampir tanpa perspektif. Desain ini dapat berbentuk vertikal, horisontal, kontras(berlawanan), murni, statis, lengkung, tinggi, medium, rendah, lukisanm garis lanjutan,dan garis tertunda. Jika diberi putaran seperempat saja, akan menjadi ‘desain
dalam’.Desain yang secara konstruktif dangkal ini justru memberikan kesan keterbukaan,kejujuran, dan ketenangan.
2) Dalam
Penonton melihat penari dengan perspektif yang dalam. Hampir semua unsur desain dibawah ini (dari vertikal sampai garis tertunda) lebih mudah digarap dengan desain dalam. Terutama, untuk desain lengkung, lukisan, dan tertunda. Desain ini lebihmemberikan kedalaman emosi/ perasaan dari pada desain datar.
Penari membentuk garis ke atas dan kebawah. Desain dapat diterapkan pada semua unsur (kecuali horizontal).
Ia memberi rasa menjangkau keatas dan/atau ke bawah (lihat desain tinggi dan desain rendah), egosentris,dan cocok untuk suasanamenari diri dan pasrah.
4) Horizontal
Postur dengan anggota badan membentuk garis melintang. Desain ini dapatditerapkan pada semua unsur (kecuali vertikal) memberi rasa menjangkau keluar dan kesadaran terhadap lingkungan. Cocok untuk suasana ekspresif/ mencurahkan.
5) Kontras
P o s t u r y a n g m e n g g a r a p g a r i s g a r i s b e r s i l a n g p a d a l e k u k a n
-l e k u k a n y a n g ber-lawanan dan mengandung suatu kontinuitas garis da-lam oposisi.
Merupakan garis-garis kontras yang bisa berupa berabgai unsur (kecuali murni) dan dapat memberikansugesti kekuatan atau kebingungan.
Jika digarap sebagai pengembangan desain murniyang mendahului, akan tercapai sugesti pengembangan intelektual dan emosional
.
6) Murni
P o s t u r t a n p a g a r i s - g a r i s y a n g k o n t r a s . G a r i s - g a r i s m u r n i d a p a t m e n g u b a h setiap unsur yang ada (kecuali garis berlawanan) garis yang paling sederhana ini dapatmemberikan sentuhan ketenangan.
7) Statis
Pose statis tapi bergerak. Garis statis dapat digunakan dalam semua desain,kecuali desain lukisan, garis lanjutan, dan tertunda. Garis ini memberi rasa teratur dan berisi.
Kebanyakan tarian daerah timur digarap atas garis statis berupa seri dari pose pose yang mengalir yang disisipi garis lukisan dan kualitas dinamis. Tekanan dinamikatersebut dapat mengibaskan kesan ambisi dan nafsu.
Postur dengan badan atau anggota badan yang dilengkungkan. Garis lengkung(dalam semua unsur kecuali bersudut) dapat memberi kesan penonton dekat dengan penari atau perubahan dinamis dapat memberikan rasa egosentris.
9) Bersudut
Postur dengan badan atau anggota badan ditekuk membentuk sudut. Garis bersudut dapat digunakan dengan setiap unsur kecuali lengkung, spiral, garis lanjutan,dan tertunda. Garis ini dapat memberi sugesti penggunaan kekuatan secara sadar.
10) Spiral
Postur dengan badan dan anggotabadan berputar. Spiral merupakan serilingkaran naik-turun yang tak dapat digunakan pada garis datar, kontras, atau bersudut.
Penari yang berputar mengikuti alunan naik-turun dapat merasa dekat dengan penonton.
11) Tinggi
Menekankan ruang tari di bagian dada ke atas. Sesuai dengan sifatnya, aksengera yang dibuat pada bagian ini dapat menghasilkan sentuhan intelektual dan spiritual.Tarian pemujaan sedikit menggunakan anggota badan bagian bawah, tapi efek dapat diatur atau dimanusiakan dengan memberikan tekanan gerak pada tubuh bagian atas ini.
12) Medium
Menekankan ruang tari antara bagian dada hingga pinggang. Aksen gerak tubuh bagian tengah ini dapat menimbulkan sentuhan emosi dan motivasi.
13) Rendah
Menekankan ruang tari di bagian pinggang ke bawah. Aksen gerak pada tubuh bagian bawah ini dapat memberikan gairah
14) Terlukis
Garis atau bentuk di udara yang terlukis lebih berkesan daripada anggota badan atau properti yang melukisnya.
15) Garis Lanjutan
Kesan garis yang terlukis di udara di luar jangkauan tubuh penari.
16) Garis Tertunda
Garis yang terlukis di udara oleh busana, rambut, atau properti, karena imbs gerak diluar motorik tapi terkontrol oleh kesadaran penari.
17) Lurus
Desain ini adalah desain yang menggunakan garis -garis lurus pada
anggota b a d a n , s e p e r t i k a k i , b a d a n . D e s a i n i n i m e m b e r i k e s a n s e d e r h a n a k o k o h , t a p i k a l a u terlalu banyak dipergunakan akan kurang menarik.
18) Simetris
Desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempelkan garis -garisanggota badan yang kanan dan kiri ber lawanan arah. Desain ini memberikan kesan sederhana, kokoh, tenang.
19) Asimetris
Desain asimetris adalah desain yang dibuat dengan menempelkan garis
-garisanggota badan yang kiri berlainan dengan yang kanan. Misalnya lengan kanan ke atasdan lengan kiri ke bawah.