Cerai Gugat Akibat Murtad (Studi Putusan Pengadilan Agama Palu No: 0249/Pdt.G/2016/PA.Pal)
Teks penuh
Dokumen terkait
Dalam ketentuan yang termuat di atas maka kita dapat menafsirkan bahwasannya gugatan yang sudah dilayangkan oleh penggugat untuk tergugat di Pengadilan Agama
menjatuhkan talak satu ba’in shughra Tergugat terhadap Penggugat, sesuai dengan maksud ketentuan pasal 119 ayat (2) huruf c Kompilasi Hukum Islam;--- Menimbang, bahwa sesuai
dasar pertimbangan hakim mengabulkan permohonan izin poligami dengan alasan diatas dengan dasar hukum pada pasal 55 ayat (2), pasal 58 ayat (1), pasal 57 huruf (c)
Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, demikian gugatan Penggugat dikabulkan. Perubahan kedua dengan pasal 84 Undang-Undang 50 Tahun 2009, maka secara ex officio.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan: pertama , Kompilasi Hukum Islam (KHI) sebagai dasar pertimbangan hakim dalam penetapan dispensasi perkawinan dini,
Sementara itu, salah satu pertimbangan majelis Hakim dalam menetapkan para pemohon/penggugat sebagai ahli waris adalah Pasal 171 huruf (c) Kompilasi Hukum Islam yang
Bahwa yang menjadi pokok masalah dalam perkara ini adalah Penggugat menuntut melalui pengadilan ini agar Penggugat dapat bercerai dari Tergugat dengan alasan
tentang talak raj`i kepada isteri yang murtad telah sesuai menurut analisis hukum Islam, karena putusan tersebut sejalan dengan KHI Pasal 116 huruf f dan h dan