1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap perusahaan membutuhkan strategi sebagai salah satu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi merupakan proses manajemen yang akan menempatkan perusahaan pada posisi yang dikehendaki. Dalam pencapaian tujuan, perusahaan harus mengambil keputusan yang tepat dan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pencapaian tujuan tersebut. Tolak ukur keberhasilan perusahaan adalah kemampuannya untuk dapat mengalokasikan dan menggunakan sumber-sumber yang dimiliki untuk menangkap kesempatan (opportunity), menyikapi ancaman (threat) yang ada dalam usahanya, serta mengevaluasi lingkungan internalnya, yaitu mengenai kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness).
Menentukan strategi yang tepat bagi perusahaan, dibutuhkan kejelian dari pihak manajemen dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang membawa pengaruh terhadap keberhasilan strategi tersebut. Oleh karena itu, manajer perlu memperhatikan lingkungan, baik itu lingkungan di masa sekarang, maupun di masa yang akan datang, sebagai dasar dalam penentuan langkah-langkah pengambilan keputusan perusahaan serta menganalisis lingkungan secara sistematis agar perusahaan mampu merumuskan strategi yang paling efektif bagi kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan.
Menurut Djaslim (2003), salah satu tahap penting dalam proses perumusan strategi ialah analisa lingkungan, yaitu suatu proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan peluang (opportunities) dan tantangan (threats) yang mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya.
Menurut Yeow Siew Hoon, Editor & Founder WIT (2005), pasar travel di Indonesia tengah memasuki fase yang menarik. “Pangsa pasar terbesar memang
masih didominasi pemain-pemain tradisional sekarang, tapi Indonesia punya generasi baru—para pengusaha dan technopreneur yang mulai mencoba masuk dan terlibat di dalam tren online.” Untuk Indonesia sendiri, pada 2012 lalu pertumbuhan travel sebesar 3,2 %.
Distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menurut lapang usaha dari sektor pedagang besar dan eceran mengalami kenaikan sebesar 11,59 % hampir di setiap tahun nya. Dalam konteks nasional, potensi pasar tas dan koper di Indonesia memiliki kontribusi paling besar terhadap pembentukan Product Domestic Bruto (PDB) seperti yang sudah di publikasi oleh Badan Pusat Statistik (2013) pada webnya www.bps.go.id
Derasnya arus gobalisasi menjadi semakin luas dan kompleks. Hal ini tentu saja berdampak terhadap kegiatan perusahaan. Berbagai aspek lingkungan usaha dari suatu perusahaan tidak hanya pada lingkungan eksternal yang bersifat uncontrollable atau tidak bisa dikendalikan, yang meliputi aspek ekonomi, teknologi, politik, sosial budaya, dan persaingan; tetapi juga lingkungan internal yang bersifat controllable atau dapat dikendalikan, yang meliputi aspek-aspek fungsional strategis serta sumber daya yang ada. Oleh karena itu, perusahaan harus tanggap terhadap tuntutan lingkungan guna mempertahankan posisi perusahaan dalam mencapai tujuan.
Pada tahun 1994 Bahtera Utama berdiri dalam bentuk Unit Dagang (UD) yang masih membeli produk tas dan koper dalam negeri (lokal) untuk didistribusikan ke pasar/ toko-toko tradisional. Perusahaan ini bergerak dalam bidang distributor tas dan koper dimana produknya akan disalurkan di Indonesia melalui department store, dan retailer dalam jumlah besar di bidang tas sekolah, tas pakaian dan tas laptop (carry on bag), serta tas dokumen (attache case). Tujuan awal perusahaan ini yaitu mengurangi pengangguran di lingkungan sosial sekitar. Pada tahun 1996 Bahtera Utama sudah memiliki merek sendiri yaitu produk tas dengan merek Polo Hunter dan Real Polo dengan produksi pabrik lokal. Pada tahun 1998 perusahaan telah bekerja sama dengan pihak luar negeri dalam mengimport tas, koper, dan TSA Lock. Dimana sudah banyak merek tas yang ditambah mulai dari merek yang sebelumnya merek tas Polo Hunter dan Real Polo kini telah bertambah merek Navy Club, Luminox, dan TSA Lock
dimana TSA Lock merupakan produk gembok kualitas international yang akan digunakan untuk produk koper. Pada tahun 2004 perusahaan memperluas kegiatan, tidak hanya ke toko-toko tradisional namun juga bergerak dalam bidang distributor ke retailer, dimana aktivitas-aktivitas kegiatan ke department store, dan retailer. Setelah berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT), maka perusahaan ini merubah visi menjadi meningkatkan pendapatan perusahaan dan karyawan dengan menjadi yang terdepan dalam pelayanan, inovatif, berkualitas serta mitra bisnis yang terpercaya dengan didukung oleh profesionalisme dan etika bisnis. Sistem produksi yang ditetapkan yaitu berdasarkan persediaan (make the stock).
Menurut pimpinan PT.Bahtera Utama di dalam bidang tas dan koper, perusahaan PT.Bahtera Utama sampai saat ini belum memiliki strategi yang tepat untuk menghadapi pesaingnya. Saat ini, perusahaan PT.Bahtera Utama menggunakan strategi integrasi ke belakang, dimana perusahaan menguasai supplier untuk mendapatkan kepemilikan terhadap merek produk Real Polo dan Polo Hunter dan perusahaan pemasok tas impor yaitu Navy Club. Namun jika terus-terusan mengandalkan variasi produk yang banyak tanpa memperhatikan promosi, maka semakin lama PT Bahtera Utama dapat kehilangan loyalitas konsumennya. Belum lagi persaingan dalam industri tas di Indonesia yang cukup ketat, sehingga PT Bahtera Utama memerlukan suatu strategi perusahaan baru yang tepat.
Tabel 1.1 Tabel Pangsa Pasar PT.Bahtera Utama
Pesaing PT.Bahtera Utama Pangsa Pasar
Navy Club (PT.Bahtera Utama) 50%
Polo Classic dan Polo Travel Time (PT.Tas Center)
50%
Polo King dan Paviotti (PT.Varietas)
20%
Polo Homme 10%
Polo Milano 5%
Travel Mite 5%
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pesaing bisnis utama PT.Bahtera Utama di Indonesia adalah PT Tas Center yang memproduksi Polo Classic dan Polo Travel Time sebesar 50%. Dan PT Varietas yang memproduksi Polo King dan Paviotti sebesar 20% dalam merebut pangsa pasar.
Berdasarkan faktor internal ada dua hal yang menjadi penentunya, yakni adalah kekuatan (Strength) dalam hal ini yang menjadi kekuatan bagi PT Bahtera Utama adalah tas Navy Club dimana tas Navy Club ini menjadi keunggulan di PT ini karena produk kualitas paling bagus, pemilihan warna yang bagus, roda empat jadi mudah digerakkan. Perusahaan berusaha memberikan design yang uptodate dan merek tas Polo Hunter telah dikenal masyarakat Indonesia, perusahaan juga berusaha memberikan diskon yang besar kepada perantara (department store, dan retailer), namun pada tahun 2013 penjualan mengalami penurunan yaitu 5.874.468.883 (tahun 2012) dibandingkan (tahun 2013) sebesar 2.853.991.025. Kelemahan (Weakness) meliputi kurangnya SDM, serta belum memenuhi permintaan pasar karena kekurangan SDM.
Dan berdasarkan faktor eksternal terdapat dua hal yang menjadi penentunya, yakni adalah peluang (Opportunity) karena masih banyak yang belum masuk ke department Store seperti Sogo, Metro karena belum ada lisensi internasional yang dimintai oleh department store tersebut. Dan Ancaman (Threats) adalah munculnya pesaing baru dari luar negeri yang berdampak buruk terhadap proses penjualan yang meliputi harga dan kuantitas.
Adapun peneliti menggunakan metode SWOT untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal menjadi langkah-langkah strategi dalam pengoptimalan usaha yang lebih menguntungkan. Dalam analisis faktor-faktor internal dan eksternal akan ditentukan aspek-aspek yang menjadi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunities), dan yang menjadi ancaman (Threatment) perusahaan. Dengan begitu akan dapat ditentukan berbagai kemungkinan alternatif strategi yang dapat dijalankan.
Oleh karena itu perusahaan harus memiliki strategi sesuai dengan kemampuan perusahaan itu sendiri karena strategi yang digunakan dapat mencapai laba yang maksimal dan perusahaan mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang.
Untuk menganalisa strategi yang sebaiknya diterapkan oleh PT. Bahtera Utama dalam menjalankan bisnisnya, maka peneliti meneliti “ANALISIS
STRATEGI BISNIS PADA PT BAHTERA UTAMA UNTUK
MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS DI INDONESIA”.
1.2 Identifikasi Masalah
Adanya permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan sehubungan dengan faktor perubahan yang terjadi mengharuskan perusahaan tersebut untuk dapat merumuskan atau menerapkan strategi yang terbaik dan tepat dalam proses bisnisnya. Adapun beberapa bentuk permasalahan yang dapat diidentifikasikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana mengevaluasi lingkungan internal dan eksternal pada PT Bahtera
Utama?
2. Bagaimana merumuskan alternatif strategi bisnis PT Bahtera Utama ?
3. Apakah rekomendasi strategi bisnis yang tepat bagi PT Bahtera Utama dalam
menghadapi persaingan bisnis di Indonesia?
1.3 Ruang Lingkup
Ruang lingkup penelitian ini dikhususkan pada PT.Bahtera Utama, yang berlokasikan di Jalan Bandengan Utara No.81 Blok B 45, Jakarta Utara. Penelitian ini memberikan gambaran tentang Strategi yang tepat dan sustain, yang meliputi dari pennetuan Strategi bisnis, analisis SWOT, matriks EFE, matriks IFE, matriks CPM, matriks Grand Straregy, matriks IE, matriks QSPM, pengembangan pasar. Sehingga strategi tersebut dapat digunakan sebagai referensi bagi perusahaan PT.Bahtera Utama.
1.4 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan latar belakang dan Identifikasi masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengevaluasi lingkungan internal dan eksternal PT Bahtera Utama.
2. Untuk merumuskan alternatif strategi bisnis PT Bahtera Utama.
3. Untuk memberikan rekomendasi strategi bisnis yang tepat bagi PT.Bahtera Utama dalam menghadapi persaingan bisnis di Indonesia.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang didapat dari penelitian dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Manfaat bagi Penulis
1) Sebagai media aplikasi ilmu dan pengetahuan dari kegiatan
perkuliahan.
2) Menambah pengetahuan dan wawasan keilmuan dalam dunia nyata di
lapangan.
2. Manfaat bagi Perusahaan
1) Sebagai bahan perbandingan atas langkah-langkah yang telah atau
sedang diambil sehubungan dengan pencapaian tujuan perusahaan.
2) Memberikan sumbangan pemikiran dan pertimbangan dalam
perumusan strategi perusahaan dan mengimplementasikannya dengan menggunakan analisis.
3) Sebagai bahan perbandingan atas langkah-langkah yang telah diambil.
3. Manfaat bagi Akademisi dan Pihak Lain
1) Mengetahui praktek yang sesungguhnya yang dihadapi perusahaan
dan berusaha mengidentifikasi masalah berdasarkan teori.
2) Untuk memperdalam penguasaan disiplin ilmu manajemen khususnya
manajemen strategi.
3) Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai bahan acuan dan sumber informasi untuk mengadakan penelitian selanjutnya.
1.6 State of The Art
State of The Art merupakan telaah pustaka yang berasal dari penelitian penelitian-penelitian terdahulu/ yang sudah pernah dilakukan. Fakta-fakta atau data yang dikemukakan diambil dari sumber aslinya.
Berikut ini adalah State of The Art mengenai topik strategi bisnis:
Tabel 1.2 State of The Art
Judul Jurnal Informasi Tambahan
Nama Penulis Kesimpulan
The Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Applied To A Retail Computer Store The Coastal Business Journal Spring 2009: Volume 8, Number 1 Meredith E. David, Forest R. David, Fred R. David (2009) Mendapatkan keputusan strategi yang terbaik: buy new land and build new larger store Strategic Planning For A Lubricant Manufacturing Company Australian Journal of Business and Management Research Vol.1 No.10 [18-24] Maryam Saghaei, Leila Fazayeli, Mohammad Reza Shojaee (2012) Mendapatkan keputusan strategi yang terbaik: market development, participation in exhibitions and collaboration with department of environment
Investigation of Economic Capabilities of Sistain with Emphasis on Employment Considering SWOT Method Interdisciplinary Journal Of Contemporary Research Business. 7(3): 613-626. Dr. Nazar Dahmardeh (2011) Mendapatkan keputusan strategi yang terbaik: helping facilitate goods transit by being in transit road of Chabahr-milak Analisis Strategi Pemasaran Melalui Pendekatan SWOT (Studi Pada PT. Pujangga Luhur Jombang) Emas: Jurnal ekonomi, Manajemen dan Bisnis. Vol. 2, no. 1, 10 Maret 2013
Abd. Rohim (2008)
Strategi yang paling efektif dengan menyatukan antara kekuatan & kelemahan yang dimiliki dengan peluang dan ancaman yang dihadapi adalah Strategi SO (Mendukung Strategi yang Agresif) dan Strategi ST (Mendukung Strategi Diversivikasi).
Analisis Industri Retail Di
Indonesia
Jurnal Bisnis Dan Ekonomi (JBE), volume 15, no. 2, 4 Maret 2013
Euis Soliha (2008)
Penelitian ini sama-sama menggunakan alat analisis yang sama, yaitu lima kekuatan porter yang terdiri dari daya tarik pemasok, kekuatan tawar menawar konsumen, produk subtitusi,
perusahaan yang bersaing, potensi masuknya pesaing baru. Dan juga memiliki objek penelitian yang sama yaitu industri retail di indonesia.