Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE
BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Nomor Pengunggahan
SURAT KETERANGAN
Nomor: 480/PERPUS/UG/2020
Surat ini menerangkan bahwa:
Nama Penulis : RAHMAT NURCAHYO
Nomor Penulis : 16216005
Email Penulis : [email protected]
Alamat Penulis : Jln mangga kalisari
dengan penulis lainnya sebagai berikut:
Penulis ke-2/Nomor/Email : SULASTRI, SE., MM. / 960133 / [email protected]
Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :
Nomor Induk : FEUG/EA/PENELITIAN/480/2020
Judul Penelitian : PENGARUH HARGA, PROMOSI, KUALITAS PELAYANAN, DAN CITRA MERK TERHADAP
LOYALITAS PENGGUNA APLIKASI GO-FOOD
Tanggal Penyerahan : 09 / 11 / 2020
Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.
PENGARUH HARGA, PROMOSI, KUALITAS PELAYANAN,
DAN CITRA MERK TERHADAP LOYALITAS PENGGUNA
APLIKASI GO-FOOD
Rahmat Nur Cahyo1(16216005)
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
Sulastri SE,.MM2
Universitas Gunadarma
ABSTRAK
Fenomena belanja makanan menggunakan media komunikasi digital belakangan ini tidak dapat dianggap remeh, salah satu aplikasi digital yang digunakan oleh masyarakat saat ini adalah aplikasi Go-Food. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara simultan dan parsial pengaruh harga, promosi, kualitas pelayanan, dan citra merek terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go-food, serta variabel yang pengaruhnya paling dominan terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go-Food.
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah field research, menggunakan data primer dan teknik pengambilan sampelnya yaitu dengan penyebaran kuesioner. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang disebar kepada 100 responden pada masyarakat yang bertempat tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan variabel harga, promosi, kualitas pelayanan, dan citra merek berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go-Food. Hasil menunjukan secara parsial variabel harga, promosi, dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan, sedangkan variabel citra merek tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan pengguna aplikasi Go-Food. Pada penelitian ini variabel yang pengaruhnya paling dominan yaitu kualitas pelayanan, karena kualitas pelayanan dari aplikasi Go-Food sangat baik dan mudah untuk di gunakan oleh para konsumen, yang pada akhirnya menimbulkan loyalitas pengguna apliaksi Go-Food.
Kata kunci:Harga, Promosi, Kualitas Pelayanan, Citra Merek, Loyalitas.
ABSTRACT
The phenomenon of shopping for food using digital communication media lately cannot be underestimated, one of the digital applications used by the public today is the Go-Food application. This research was conducted with the aim of simultaneously and partially knowing the effect of price, promotion, service quality, and brand image on user loyalty of Go-food applications, as well as the
variables that have the most dominant influence on user loyalty of the Go-Food application.
The data collection technique used in this research is field research, using primary data and the sampling technique is by distributing questionnaires.
Methods of data collection using a questionnaire distributed to 100 respondents in the community who live in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi.
The results showed that simultaneously the variables of price, promotion, service quality, and brand image have a significant effect on user loyalty of the Go-Food application. The results show that partially the price, promotion, and service quality variables have a significant influence on customer loyalty, while the brand image variable does not have a significant effect on customer loyalty of Go-Food application users. In this study, the most dominant influence variable is service quality, because the service quality of the Go-Food application is very good and easy to use by consumers, which in turn creates user loyalty for the Go-Food application.
Keywords: Price, Promotion, Service Quality, Brand Image, Loyalty PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi
informasi berbasis internet
memberikan dampak positif bagi manusia, yaitu memudahkan dalam
berinteraksi, bertukar informasi
dalam berbagai aktivitasnya dan
menambah trend perkembangan
teknologi dengan segala bentuk kreativitas manusia. Seiring dengan kemajuan teknologi tersebut maka manusia semakin mudah dalam
memenuhi berbagai kebutuhan
hidupnya.
Kemajuan teknologi informasi di
antaranya ditandai dengan
penggunaan telepon genggam pintar (smartphone) yang memungkinkan penggunanya untuk mengakses segala informasi yang dibutuhkan hanya dari telepon genggam yang dimilikinya.
Para pelaku dunia usahapun
memanfaatkan kemajuan ini dengan mengkoneksikan bidang usaha yang mereka jalani pada jaringan internet melalui aplikasi khusus yang dapat
diakses oleh pengguna smartphone dengan cara mengunduhnya pada layanan yang ada.
Fenomena belanja makanan
menggunakan media komunikasi
digital belakangan ini tidak dapat dianggap remeh, salah satu aplikasi
digital yang digunakan oleh
masyarakat saat ini adalah aplikasi
Go-Food. aplikasi Go-Food
merupakan sebuah fitur layanan food delivery layaknya delivery order di sebuah rumah makan atau restoran yang biasanya ada dipinggir jalan dan di mall. Layanan Go-Food memimpin layanan pesan-antar makanan secara online di kalangan anak muda (milenial) Indonesia. Dominasi dari produk aplikasi karya Indonesia itu melampaui pesaingnya, GrabFood.
Tabel 1
Persentase Perbandingan Go-Food dan GrabFood
Brand Persentase Tahun
Go-Food 70% 2019
GrabFood 30% 2019
Sumber : IDN Times,2019
Mengutip hasil riset IDN Times tahun 2019 yang melibatkan 258 responden di enam kota besar Indonesia, Go-Food mendominasi dengan angka mencapai 70 %. Angka tersebut untuk pertanyaan tentang aplikasi pesan antar apa yang paling sering dipakai. Posisi tersebut di atas GrabFood yang berada di tingkat 30 %. Faktor yang menjadikan Go-Food sebagai aplikasi pesan-antar itu unggul di kalangan anak muda didasarkan pada brand identity yang
lebih familiar. Terutama jika
dibandingkan Grabfood. Seperti
diketahui, sejak diluncurkan pada 2015, keberadaan aplikasi Go-Food telah merambah ke 204 kota dan kabupaten di Indonesia hingga saat ini.
Seiring dengan ketatnya
persaingan dengan munculnya
berbagai perusahaan yang berusaha
menciptakan aplikasi layanan
transportasi jasa. Maka dari itu perusahaan perlu melakukan berbagai
upaya untuk mempertahankan
pelanggan agar tetap loyal kepada perusahaan dan tidak beralih kepada pesaing yang ada.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
yang penulis kemukakan diatas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini yaitu :
1. Bagaimana pengaruh harga, promosi, kualitas pelayanan dan citra merek terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go-Food secara simultan?
2. Bagaimana pengaruh promosi terhadap harga, promosi, kualitas pelayanan dan citra
merek terhadap loyalitas
pengguna aplikasi Go-Food secara parsial?
3. Variable apakah yang
pengaruhnya paling dominan terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go-Food?
Batasan Masalah
Agar penelitian ini tidak
melebar , maka peulis memberikan batasan sebagai berikut :
Harga yang dimaksud dalam penelitian ini adalah persepsi harga, bukan harga secara nominal. Periode penelitian ini dilakukan dari bulan April - Juni 2020 dan berlokasi di Jabodetabek.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengaruh
harga, promosi, kualitas
pelayanan dan citra merek terhadap loyalitas pengguna
aplikasi Go-Food secara
simultan.
2. Untuk Mengetahui pengaruh
harga terhadap harga,
promosi, kualitas pelayanan dan citra merek terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go-Food secara parsial.
3. Untuk mengetahui variabel
yang pengaruhnya paling
dominan terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go-Food. TELAAH PUSTAKA
Pemasaran
Pemasaran merupakan kegiatan penting dalam perusahaan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat melalui suatu produk yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi konsumen, selain itu pemasaran ditujukan untuk
meningkatkan keuntungan bagi
perusahaan. Menurut Kotler dan Keller (2016) pemasaran adalah proses sosial di mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui menciptakan, menawarkan, dan secara bebas bertukar produk dan layanan bernilai dengan orang lain.
Pemasaran adalah sebuah proses kemasyarakatan dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang
mereka butuhkan dan ingin
menciptakan, menawarkan, dan
secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan orang lain. Menurut Kotler dan Keller (2016) mendefinisikan pemasaran adalah aktivitas, set lembaga, dan
proses untuk menciptakan,
berkomunikasi, memberikan, dan bertukar penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat pada umumnya.
Harga
Kotler & Amstrong (2016) mendefinisikan bahwa : “Price the
amount of money charged for a product or service, or the sum of the value that customers exchange for the benefits or having or using the
product or service”.(harga
merupakan sejumlah uang uang yang dikeluarka untuk sebuah produk atau jasa, atau sejumlah nilai yang ditukarkan oleh konsumen untuk
memperoleh manfaat atau
kepemilikan atau penggunaan atas sebuah produk atau jasa).
Promosi
Menurut Alma (2012) promosi adalah sejenis komunikasi yang
memberi penjelasan yang
menyakinkan calon konsumen
tentang barang dan jasa. Sedangkan menurut Kotler dan Keller (2016) promosi merupakan aktivitas yang
mengkomunikasikan keunggulan
produk dan membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya.
Dari kedua pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa
kegiatan promosi adalah suatu
kegiatan komunikasi antara pembeli dan penjual mengenai keberadaan produk dan jasa, menyakinkan,
mem.bujuk dan meningkatakn
kembali akan produk danjasa tersebut sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku yang mendorong kepada
pertukaran dalam pemasaran.
penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Waskita (2016) yang
menyatakan bahwa promosi
berpengaruh secara signifikan
terhadap loyalitas pelanggan.
Kualitas Pelayanan
Menurut Kotler (2016),
kualitas pelayanan merupakan
bentuk penilaian konsumen terhadap tingkat pelayanan yang diterima (perceived service) dengan tingkat
pelayanan yang diharapkan
pelayanan yang diterima atau yang
dirasakan sesuai dengan yang
diharapkan maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan. Kepuasan yang telah dibentuk dapat mendorong konsumen melakukan pembelian ulang dan nantinya akan menjadi pelanggan setia. Pada
penelitan sebelumnya yang di
lakukan oleh Fantriansyah (2018)
menyebutkan, bahwa kualitas
pelayanan berpengaruh secara
signifikan terhadap loyalitas
pelanggan. Citra Merek
Banyaknya merek yang
berada dipasar akan memberikan alternatif pilihan kepada konsumen
dalam melakukan pembelian.
Konsumen dalam melakukan
pembelian suatu produk tidak hanya melihat produk dari segi harga dan kualitas produknya saja tetapi juga citra merek yang melekat pada produk. Perkembangan pasar yang semakin pesat akan mendorong
konsumen untuk lebih
mempertimbangkan citra merek
dibandingkan memperhatikan
karakteristik produk yang ditawarkan hal ini menunjukan baha terdapat
kecenderungan konsumen akan
memilih produk yang telah dikenal
baik melalui pengalaman
menggunakan produk maupun
berdasarkan informasi yang
diperoleh melalui berbagai sumber. Loyalitas Pelanggan
Menurut Kotler dan Keller
(2016) definisi dari loyalitas
pelanggan adalah sebagai komitmen yang dipegang teguh untuk membeli kembali atau repatronize lebih disukai produk atau layanan di masa
depan terlepas dari pengaruh
situasional dan upaya pemasaran
yang berpotensi menyebabkan
peralihan perilaku. Model Penelitian
Model penelitian dalam
penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 1 Model Penelitian Hipotesis Penelitian
Hipotesis pada penelitian ini adaah sebagai berikut :
H1: Secara bersama-sama harga,
promosi, kualitas pelayanan, dan citra merek berpengaruh terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go-Food.
H2: Harga berpengaruh terhadap
loyalitas pengguna aplikasi Go-Food
H3: Promosi berpengaruh
terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go-Food.
H4: Kualitas Pelayanan
berpengaruh terhadap loyalitas
pengguna aplikasi Go-Food.
H5: Citra Merek berpengaruh
terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go-Food Harga (X1) Promosi (X2) Kualitas Pelayanan (X3) Citra Merek (X4) Loyalitas Pelanggan (Y) H1 H2 H5 H4 H3
METODE PENELITIAN Objek Penelitian
Berdasarkan uraian dan
penjelasan yang telah di sampaikan, bahwa objek yang akan diteliti adalah aplikasi Go-Food dan subjeknya
adalah para konsumen yang
menggunakan aplikasi Go-Food di Jakarta dan sekitarnya.Variabel yang digunakan.
Metode Pegumpulan Data dan Pengukuran Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah field research, menggunakan data primer dan teknik pengambilan sampelnya yaitu dengan penyebaran kuesioner. Menurut Sugiyono (2013) sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam penelitian ini, pengumpulan data
dilakukan melalui pengisian
kuesioner oleh responden mengenai pengaruh harga, promosi, kualitas pelayanan, dan citra merek terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go-Food. Metode pengukuran data yang digunakan yaitu menggunakan skala ordinal, yaitu skala yang bertujuan untuk membebaskan antara kategori-kategori dalam satu variabel dengan asumsi bahwa ada urutan atau tingkatan skala. Model skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert dengan instrumen yang digunakan dalam kuesioner, tingkatan skala likert yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Tabel 2 Skala Likert
Jenis Penelitian dan Sumber Data Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode
kualitatif deskriptif. Menurut
Sugiyono (2013) penelitian kualitatif pada hakikatnya adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti keadaan yang alamiah. Adapun variabel yang dihubungkan dalam penelitian ini adalah variabel yang terdiri dari harga (X1), promosi (X2), kualitas pelayanan (X3), dan citra merek (X4), dan loyalitas peanggan (Y).
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang
secara langsung diperoleh dari
surnber aslinya melalui narasumber yang tepat, dengan cara memberikan daftar pertanyaan/pernyataan kepada responden.
Populasi
Menurut Sugiyono (2015) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek
yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Populasi dalam
penelitian ini adalah pengguna
aplikasi Go-Food minimal selama 6 bulan pemakaian aplikasi tersebut. Sampel
Teknik pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini
adalah melalui pendekatan
accidental sampling, Hal ini dikarenakan pengambilan samplenya
Jenis Jawaban Skor
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Netral (N) 3
Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju
(STS)
berdasarkan kebetulan sesuai dan cocok sebagai sumber data, namun dalam pengisian kuesioner harus memiliki kriteria tertentu. Responden dalam penelitian ini adalah pengguna apliaksi Go-food minimal 6 bulan pemakaian.
Menurut Purba (2013) ukuran populasi dalam penelitian sangat banyak dan tidak dapat diketahui secara pasti, maka besar sampel menggunakan rumus sebagai berikut: (karna tidak diketahui populasinya)
n= Z2
4(MOE)2
Maka sampel penelitian adalah 96 dibulatkan menjadi 100 responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi
sebuah data mengikuti atau
mendekati distribusi normal. Uji normalitas dalam penelitian ini di
lakukan dengan melakukan
pendekatan histogram, grafik dan pendekatan probability plot dengan menggunakan tingkat signifikan 5 %. Hasil Uji Normalitas dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Sumber: Olah data SPSS, 2020
Gambar 2 Hasil Uji Normalitas
Berdasarkan gambar diatas
memperlihatkan penyebaran dua
(titik) disekitar garis regresi
(diagonal) dan penyebaran titik- titik data searah mengikuti garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi layak digunakan karena memenuhi asumsi normalitas.
Uji Multikolinearitas
Uji Multikolenieritas
digunakan untuk mengetahui ada tidak nya gejala multikoliniearitas dapat di lihat dari besar nya nilai tolerance dan VIF (varians inflation
factor) melalui program SPSS.
Tolerance mengukur
variabilitas variabel terpilih yang tidak di jelaskan oleh variabel independen lain nya. Nilai umum yang bisa di pakai adalah Tolerance > 0,01 atau nilai VIF < 5, maka tidak
terjadi multikoliniearitas. Hasil
perhitungan uji multikoleniaritas
dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.
Tabel 3
Hasil Uji Multikolinearitas
Sumber: Olah data SPSS, 2020
Pada tabel 3 di atas harga (X1) VIF bernilai 3,330 dengan nilai
Tolerance 0,300.
Pada tabel promosi (X2) VIF bernilai 1,101 dengan nilai Tolerance 0,909. Pada tabel kualitas pelayanan (X3) VIF bernilai 1,306 dengan nilai Tolerance 0,766. Pada tabel citra
MODEL COLINIARITY STATISTIC TOLERANCE VIF CONSTANT Harga (X1) 0,300 3,330 Promosi (X2) 0,909 1,101 Kualitas Pelayanan (X3) 0,766 1,306 Citra Merek (X4) 0,333 3,001
merek (X4) VIF bernilai 3,001 dengan nilai Tolerance 0,333.
Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini tidak
mengalami gangguan
multikolinieritas atau tidak dapat kolerasi antar variabel bebas sehingga model regresi layak digunakan. Uji Heteroskedastisitas
Hasil uji heteroskedastisitas
dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut:
Berdasarkan tabel 4 hasil uji
Heterokedastisitas berdasarkan
metode glejser semua variabel
menunjukan angka lebih besar dari
nilai signifikan 0,05. Dapat
disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai
untuk memprediksi Loyalitas
Pelanggan berdasarkan masukan
variabel independent (bebas) yaitu Harga, Promosi, Kualitas Pelayanan, dan Citra Merek.
Analisis Regresi Linear Berganda Metode analisis regresi linier berganda berfungsi untuk mengetahui pengaruh antara variabel independent (Harga, Promosi, Kualitas Pelayanan,
dan Citra Merek) dan variabel
dependent (Loyalitas Pelanggan).
Maka untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, peneliti menggunakan software SPSS dengan output yang dihasilkan sebagai berikut :
Tabel 5
Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Sumber: Olah data SPSS, 2020
Persamaan garis regresinya
adalah sebagai berikut:
Y = 2,278 + 0,307X1 + 0,227X2 +
0,356X3 - 0,82X4
Berdasarkan persamaan tersebut, dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Konstanta (a) sebesar 2,278, ini
menunjukan bahwa jika
variabel harga, promosi,
kualitas pelayanan, dan citra merek (X) adalah konstan atau tetap, maka loyalitas pelanggan pengguna aplikasi Go-Food (Y) sebesar 2,278.
2. Koefisien regresi dari harga (β1)
sebesar 0,307, berarti bahwa setiap terjadi peningkatan harga sebesar 1 satuan harga maka
loyalitas pelanggan akan
meningkat sebesar 0,307,
dengan asumsi variabel X lainnya adalah konstan atau Tabel 4
Hasil Uji Heterokedastisitas
Variabel Nilai Signifikan Hasil Uji Kesimpulan
Harga (X1) 0,05 0,613 Tidak Terjadi Heterokedastisitas
Promosi (X2) 0,05 0,540 Tidak Terjadi Heterokedastisitas
Kualitas Pelayana
(X3)
0,05 0,104 Tidak Terjadi
Heterokedastitas
Citra Merek (X4) 0,05 0,171 Tidak Terjadi Heterokedastisitas
Sumber : Data diolah menggunakan SPSS
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.278 2.021 1.127 .262 Harga .307 .128 .331 2.399 .018 Promosi .227 .063 .287 3.623 .000 Kualitas Pelayanan .356 .081 .381 4.411 .000 Citra Merek -.082 .150 -.072 -.547 .585
tetap. Karena (β1) positif maka
semakin baik persepsi
konsumen terhadap harga maka akan semakin tinggi loyalitas pelanggan.
3. Koefisien regresi dari promosi (β2) sebesar 0,227, ini berarti
bahwa setiap terjadi
peningkatan variabel promosi sebesar 1 satuan promosi maka
loyalitas pelanggan akan
meningkat sebesar 0,227,
dengan asumsi variabel X lainnya adalah konstan atau tetap. Karena (β2) positif maka
semakin banyak promosi maka akan semakin tinggi loyalitas pelanggan.
4. Koefisien regresi kualitas
pelayanan (β3) sebesar 0,356,
Ini berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel kualitas pelayanan sebesar 1 satuan
kualitas pelayanan maka
loyalitas pelanggan akan
meningkat sebesar 0,356,
dengan asumsi variabel X lainnya adalah konstan atau tetap. Karena (β3) positif maka
semakin baik kualitas pelayanan maka akan semakin tinggi loyalitas pelanggan.
5. Koefisien regresi citra merek
(β4) sebesar -0,082. Koefisien
regresi variabel citra merek terhadap loyalitas pelanggan sebesar -0,082. Ini berarti bahwa setiap terjadi kenaikan variabel citra merek sebesar 1
satuan citra merek, maka
loyalitas pelanggan akan
menurun sebesar -0,082. Karena
(β4) negatif maka semakin turun
citra merek maka akan semakin tinggi loyalitas pelanggan.
Uji Hipotesis Uji F (Simultan)
Uji F dilakukan untuk
mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (Xl, X2,
X3, X4) secara bersama-sama
berpengaruh secara signifikan
terhadap variabel dependen (Y). Hasil output SPSS dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6 Hasil Uji F (simultan)
Sumber: Olah data SPSS, 2020
Pengujian pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terkaitnya dilakukan dengan menggunakan Uji F, dari hasil tabel di atas menyatakan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari pada 0,05. Hal ini mengartikan bahwa variabel harga, promosi, kualitas
pelayanan, dan citra merek
berpengaruh terhadap loyalitas
pelanggan pengguna aplikasi Go-Food secara simultan.
Uji T (Parsial)
Uji T bertujuan untuk
mengetahui besar nya pengaruh
masing-msing variabel dependen
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 90.877 4 22.719 20.043 .000b
Residual 107.683 95 1.134
Total 198.560 99
a. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan
secara individual (parsial) terhadap variabel independen. Hasil uji ini pada output SPSS dapat dilihat pada tabel koofisien. Berikut merupakan
hasil pengolahan data dengan
menggunakan program SPSS:
Tabel 7 Hasil Uji T (parsial)
Coefficients Model T Sig. 1 (Constant) 1.127 .262 Harga 2.399 .018 Promosi 3.623 .000 Kualitas Pelayanan 4.411 .000 Citra Merek -.547 .585
Sumber: Olah data SPSS, 2020
1. Berdasarkan hasil pengujian
dapat dilihat bahwa Harga (X1)
memiliki tingkat signifikan
0,018. Taraf signifikan tersebut lebih kecil dari 0,05. Yang
berarti H1 diterima, ini
menunujkan bahwa ada
pengaruh signifkan dari harga
(X1) terhadap loyalitas
pelanggan (Y) yang artinya apabila semakin tinggi nilai harga maka loyalitas pelanggan semakin meningkat. Dengan demikian secara parsial dapat
disimpulkan bahwa harga
berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.
2. Berdasarkan hasil pengujian dapat dilihat bahwa Promosi
(X2) memiliki tingkat signifikan
0,000. Taraf signifikan tersebut lebih kecil dari 0,05. Yang
berarti H1 diterima, ini
menunujkan bahwa ada
pengaruh signifkan antara
promosi (X2) terhadap loyalitas
pelanggan (Y) yang artinya apabila semakin tinggi nilai
promosi maka loyalitas
pelanggan semakin meningkat. Dengan demikian secara parsial
dapat disimpulkan bahwa
promosi berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.
3. Berdasarkan hasil pengujian dapat dilihat bahwa Kualitas
Pelayanan (X3) memiliki tingkat
signifikasi 0.000. Taraf
signifikan tersebut lebih kecil
dari 0,05. Yang berarti H1
diterima, ini menunujkan bahwa ada pengaruh signifkan antara
kualitas pelayanan (X3)
terhadap loyalitas pelanggan
(Y) yang artinya apabila
semakin tinggi nilai kualitas
pelayanan maka loyalitas
pelanggan semakin meningkat. Dengan demikian secara parsial
dapat disimpulkan bahwa
kualitas pelayanan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan. 4. Berdasarkan hasil pengujian
dapat dilihat bahwa Citra Merek
(X4) memiliki tingkat signifikan
0,585. Taraf signifikan tersebut lebih besar dari 0.05 yang
berarti H1 ditolak dan Ho
diterima, ini menunjukan bahwa tidak ada pengaruh signifikan dari citra merek (X4) terhadap
loyalitas pelanggan (Y).
Berdasarkan perhitungan
statistik diatas, secara garis besar variabel harga, promosi, dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap loyalitas
pelanggan, sedangkan variabel citra merek tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap loyalitas
pelanggan pengguna aplikasi Go-Food.
Analisis Koefisien Determinasi (R2)
Hasil koofisien determinasi merupakan besaran yang menunjukan besarnya variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independennya. Dengan kata lain, koofisien determinasi ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh
variabel-variabel bebas dalam
menerangkan variabel terkaitnya.
Nilai koofisien determinasi
ditentukan dengan nilai adjusted R
square. Sebagaimana dapat dilihat
pada tabel berikut :
Tabel 8
Hasil Analisis Koefisien Determinasi (R2)
Sumber: Olah data SPSS, 2020
Berdasarkan hasil dari tabel 8 menyatakan nilai R Square sebesar 0,458 persentase pengaruh harga, promosi, kualitas pelayanan, dan citra
merek mempengaruhi loyalitas
pelanggan sebesar 45,8%, sedangkan sisanya sebesar 54,2% (100% - 45.8% = 54,2%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.
Pembahasan
Pengaruh Harga terhadap
Loyalitas Pengguna Aplikasi Go-Food
Koefisien regresi dari harga terhadap loyalitas Pengguna Aplikasi Go-Food sebesar 0,307 dengan tingkat signifikan sebesar 0,018. Hal
ini menunjukkan bahwa harga
mempunyai hubungan positif dan
berpengaruh secara signifikan
tehadap loyalitas pengguna Aplikasi Go- Food. Artinya meningkatnya atau menurunnya harga akan berpengaruh terhadap loyalitas pengguna aplikasi Go- Food.
Harga menjadi salah satu faktor yang mendorong pelanggan untuk setia terhadap produk tersebut. Hasil penelitian ini mendapatkan
bahwa dalam banyak hal
karakteristrik yaitu Harga makanan pada aplikasi Go-Food bersaing dengan kompetitornya, harga yang ditawarkan pada aplikasi Go-Food sangat terjangkau, Harga yang tertera
dalam aplikasi Go-Food sesuai
dengan kualitas produk, Harga pada aplikasi Go-Food sesuai dengan manfaat yang diterima konsumen. Dengan demikian harga yang di patok secara rasional dan sepadan dengan kualitas dan manfaat produk yang
diberikan dapat mempengaruhi
loyalitas pelanggan terhadap suatu produk.
Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Nurullaili (2013) yang
menyebutkan bahwa harga
berpengaruh secara signifikan
terhadap loyalitas pelanggan
Tupperware di Universitas
Diponegoro.
Pengaruh Promosi terhadap
Loyalitas Pengguna Aplikasi Go-Food
Koefisien regresi dari promosi terhadap loyalitas Pengguna Aplikasi Go-Food sebesar 0,227 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa promosi mempunyai hubungan positif dan
berpengaruh secara signifikan
Model Summaryb Mo del R R Squar e Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .677a .458 .435 1.065 2.021
a. Predictors: (Constant), Harga, Promosi, Kualitas
Pelayanan, dan Citra Merek
tehadap loyalitas pengguna Aplikasi Go- Food. Artinya meningkatnya atau
menurunnya promosi akan
berpengaruh terhadap loyalitas
pengguna aplikasi Go- Food.
Iklan yang memiliki daya tarik tinggi akan meningkatkan promosi yang merata, mendorong pencobaan terhadap merek, dan menekankan pembelian ulang. Daya
tarik iklan yang tinggi akan
memunculkan memori yang kuat di benak konsumen yang nantinya
mendorong munculnya perilaku
pembelian ulang di masa depan. Pembelian ulang tersebut merupakan indikator dari munculnya loyalitas
konsumen yang tinggi. Pada
penelitian ini Aplikasi Go-Food sering memberikan promosi. Dengan demikian semakin tinggi daya tarik dari promosi maka semakin tinggi munculnya loyalitas konsumen.
Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Nurullaili (2013) yang
menyebutkan bahwa harga
berpengaruh secara signifikan
terhadap loyalitas pelanggan
Tupperware di Universitas
Diponegoro.
Pengaruh Kualitas Pelayanan
terhadap Pengguna Aplikasi Go-Food
Koefisien regresi dari kualitas
pelayanan terhadap loyalitas
Pengguna Aplikasi Go-Food sebesar 0,356 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan mempunyai hubungan positif dan berpengaruh secara signifikan tehadap loyalitas pengguna Aplikasi Go- Food.
Artinya meningkatnya atau
menurunnya kualitas pelayanan akan
berpengaruh terhadap loyalitas
pengguna aplikasi Go- Food.
Kualitas pelayanan yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan dapat menciptakan karyawan yang
ramah serta profesional dalam
melayani pelanggan agar
meningkatkan loyalitas pelanggan. Pada penelitian ini Pelayanan pada aplikasi Go-Food akurat dan sesuai dengan waktu yang ditentukan, Respon pelayanan yang di berikan kepada konsumen cepat dan tanggap,
Pelayanan yang diberikan oleh
aplikasi Go-Food memberikan rasa
aman kepada para konsumen,
Aplikasi Go-Food memberikan
perhatian dan jam operasi yang nyaman kepada para konsumennya, Fasilitas pada aplikasi Go-Food lengkap dan memiliki tampilan yang
menarik sehingga dapat
meningkatkan loyalitas pada
pengguna aplikasi Go- Food.
Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Wulandari(2018) yang
menyebutkan bahwa kualitas
pelayanan berpengaruh secara
signifikan terhadap loyalitas
pelanggan.
Pengaruh Citra Merek terhadap Loyalitas Pengguna Aplikasi Go-Food
Koefisien regresi dari citra merek terhadap loyalitas Pengguna Aplikasi Go-Food sebesar -0,082 dengan tingkat signifikan sebesar 0,585. Hal ini menunjukkan bahwa citra merek mempunyai hubungan
negatif dan tidak berpengaruh
tehadap loyalitas pengguna Aplikasi Go- Food. Artinya meningkatnya atau
menurunnya citra merek tidak
berpengaruh terhadap loyalitas
pengguna aplikasi Go- Food
Hubungan citra merek dengan loyalitas pelanggan dipengaruhi oleh pengalaman penggunaan produk yang
memuaskan. Konsumen yang
memiliki loyalitas terhadap suatu
merek akan terus melakukan
pembelian ulang karena sudah
percaya dan merasa puas sehingga
konsumen tidak mudah tergiur
dengan promosi dari pihak pesaing
dan adanya kemauan untuk
merekomendasikan merek tersebut kepada orang lain. Pada penelitian ini Aplikasi Go-Food tidak memberikan penawaran yang unik dan tidak menawarkan benefit serta nilai yang tinggi di setiap waktunya Sehingga
tidak menciptakan loyalitas
pelanggan yang di timbulkan dari citra merek tersebut.
Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Haryantini (2019) yang
menyebutkan bahwa citra merek tidak
berpengaruh terhadap loyalitas
pelanggan Gojek di Stasiun Depok. PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan
pembahasan dalam penelitian ini, dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil penelitian,
dapat disimpulkan bahwa
variabel harga (X1), promosi
(X2), kualitas pelayanan (X3),
dan citra merek (X4) memiliki
pengaruh secara
bersama-sama (simultan) terhadap
loyalitas (Y) pengguna
aplikasi Go-Food. Hal ini
menunjukan jika harga,
promosi, kualitas pelayanan, dan citra merek meningkat secara bersama-sama akan meningkatkan nilai loyalitas pengguna aplikasi Go-Food. 2. Berdasarkan hasil penelitian,
dapat disimpulkan bahwa
variabel harga (X1), promosi
(X2), dan kualitas pelayanan
(X3) memiliki pengaruh
secara parsial terhadap
loyalitas (Y) pengguna
aplikasi Go-Food. Artinya harga yang bersaing, promosi yang merata, dan kualitas pelayanan yang baik akan meningkatkan loyalitas para pelanggan pengguna apliaksi Go-Food. Sedangkan variabel
citra merek (X4) tidak
berpengaruh terhadap
loyalitas (Y) pengguna
aplikasi Go-Food, hal ini dikarenakan perusahaan harus memberikan citra merek yang lebih baik lagi, dalam arti mudah di ingat oleh semua pelanggan pengguna aplikasi Go-Food.
3. Dalam penelitian ini variabel
yang pengaruhnya paling
dominan yaitu kualitas
pelayanan (X3). Hal ini berarti
kualitas pelayanan dari
aplikasi Go-Food sangat baik dan mudah untuk di gunakan oleh para konsumen, yang pada akhirnya menimbulkan loyalitas (Y) kepada pengguna apliaksi Go-Food.
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka diberikan
beberapa saran yang diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pengguna aplikasi Go-Food, maka diajukan saran-saran adalah sebagai berikut:
1. Saran bagi perusahaan
Bagi perusahaan diharapkan
memperhatikan harga yang
berikan agar lebih terjangkau dan dapat bersaing, karna harga juga
menjadi faktor dalam
menciptakan loyalitas pelanggan. Perusahaan harus memberikan promosi yang merata, tidak menyebabkan kenaikan harga agar loyalitas semakin kuat karena promosi penjualan yang
insentif meningkatkan
kemungkinan konsumen semakin loyal. Kualitas pelayanan juga menjadi faktor kunci dalam menciptakan loyalitas, pelayanan yang baik dan mudah digunakan
oleh pelanggan membuat
pelanggan nyaman dan percaya terhadap perusahaan. Perusahaan harus memberikan citra merek yang baik dan mudah di ingat oleh para pelanggannya, agar loyalitas semakin kuat. Saran untuk
Go-Food agar perusahaan
memperhatikan citra merek,
karena hasil penelitian ini
menunjukan bahwa variabel citra
merek (X4) tidak berpengaruh
terhadap loyalitas pengguna
aplikasi Go-Food, maka
perusahaan harus memberikan citra merek yang lebih baik lagi dalam arti mudah di ingat oleh
semua pelanggan pengguna
aplikasi Go-Food.
2. Saran bagi peneliti
selanjutnya
Untuk Penelitian Selanjutnya Penelitian ini hanya membatasi
pengaruh variabel harga, promosi, kualitas pelayanan, dan citra
merek terhadap loyalitas
pengguna aplikasi Go-Food.
Untuk Penelitian selanjutnya
dapat mengembangkan penelitian ini dengan meneliti faktor lainnya, misalnya web design, faktor sosial, budaya, personal, dan psikologis. Selain itu, peneliti diharapkan untuk memperluas
penelitian dengan melakukan
penelitian yang serupa pada Go-Food dengan menambah
variabel-variabel lain yang dapat
berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi dan Hermawan. 2013.
E-Business & E-Commerce.
Yogyakarta: Andi.
Alma, Buchari. 2012. Manajemen
Pemasaran dan Komunikasi Promosi. Bandung: Alfabeta.
Assauri, Sofjan. 2013. Manajemen
Pemasaran. Jakarta : Rajawali
Pers.
Gaffar, Vanessa. 2007. Costumer
Relationship Management and Marketing Public Relation.
Bandung: Alfabeta.
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan
Penerbit Universitas
Diponegoro.
Hamidi. 2012. Metode Penelitian
Kualitatif. Malang: UMM
Press.
Haryatini.2019."Pengaruh Citra
Loyalitas Pelanggan Go-Jek di Stasiun Depok Jawa Barat". Herliyansyah, Riny. 2018. “Pengaruh
Harga, Kualitas Pelayanan, dan Citra Merek terhadap Loyalitas
Pelanggan” (Studi pada
pengguna Go-Jek di Sleman). Kotler, Philip . (2016). Marketing
management. 15e, Boston,
Pearson Education.
Kotler, Philip and Gary Amstrong.
2016. Prinsip-prinsip
Pemasaran. Edisi13. Jilid 1.
Jakarta:Erlangga.
Kotler, Phillip dan Kevin Lane Keller. 2016. Marketing Management
16 edition. New Jersey: Pearson.
Kumara , Yudha . 2017. "Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, dan Promosi terhadap Loyalitas Pelanggan Gojek" (studi pada
Mahasiswa/I Universitas
Gunadarma Fakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen tahun
2017 Depok).
Machfoedz, Mahmud. 2010,
“Komunikasi Pemasaran
Modern”, Cetakan Pertama, Cakra Ilmu, Yogyakarta.
Kotler, P. & Keller, K.L. (2012),
Manajemen Pemasaran Jilid I
Edisi ke 12. Jakarta: Erlangga. Kotler, P. dan Keller, K.L. (2012).
Manajemen Pemasaran edisi
ketigabelas jilid 1 dan 2
dialihbahasakan oleh Bob
Sabran, Jakarta: Erlangga Sugiyono. (2016). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian
Kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif, dan konstruktif. Bandung: Alfabeta.
Swastha, Basu & Irawan. (2010).
Manajemen Pemasaran Modern. Penerbin Liberty. Yogyakarta
Tjiptono, Fandy. (2014). Pemasaran
Jasa – Prinsip, Penerapan, dan
Penelitian, Andi Offset,
Yogyakarta.
Musay, Fransisca Paramitasari. 2013.
Pengaruh Brand Image
Terhadap Keputusan
Pembelian. Jurnal Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.
Notoatmodjo,S. 2012. Metodologi
Penelitian Kesehatan. Jakarta:
Rineka Cipta.
Nurullaili. 2013. “Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi
Loyalitas Konsumen
Tupperware” (Studi Pada
Konsumen Tupperware Di Universitas Diponegoro). Parasuraman, A. V. A. (2011). A
Conceptual Model of Service Quality and Its Implication forr Future Reaserch. Service Quality, 2015-220.
Putri, Gita Sukmawati dan Wahyuati,
Aniek . 2015. Pengaruh
Persepsi Konsumen,Kualitas
Pelayanan, dan Citra Merek Terhadap Loyalitas. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen, Vol. 4, No. 11, Hal.1-20. Rao Purba, 2006, Mengukur Persepsi
Faktor, The Asian Manager
(February – March).
Saleh, A Muwafik . 2010 . “
Manajemen Pelayanan “.
Pustaka Pelajar, Jakarta. Sidabutar, Bram Andreas .2018.
"Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Citra Merek Terhadap Loyalitas Pelanggan Gojek" (Studi Pada Jasa Go-Jek Di Kota Semarang).
Sugiyono, 2013, Metodelogi
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.(Bandung:
ALFABETA).
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian
Manajemen. Bandung:
Alfabeta.
Sulistian, Ogi. 2011. “Pengaruh
Brand Image Terhadap
Loyalitas Pelanggan Rokok Gudang Garam Filter, Fakultas
Ekonomi Universitas
Kuningan,Kuningan”.
Tjiptono, Fandy. 2015. Stategi
Pemasaran. Yogyakarta: Cv.
Andi.
Tomida, M., & Satrio, B. 2016. Pengaruh harga dan citra
merek terhadap loyalitas
pelanggan produk footwear yongki komaladi. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen, Vol. 5, No. 7, 1-15.
Waskita, Alif Indra. 2016. Pengaruh Citra Merek, Harga, dan Promosi terhadap Loyalitas Pelanggan PT. Roda Express Sukses. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen Vol.5 No 9.
Wattimena , Christian
Nathanael.2018. "Pengaruh
Citra Merek dan Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanggan GoFood".
Wijaya, Rizky . 2018. "Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, Dan Citra Merek Terhadap
Loyalitas Pelanggan Grab
Food" (Studi Pada Mahasiswa Pengguna Layanan Grab Food di Wilayah Kecamatan Ciputat Timur).
Williams, B. K., & Sawyer, S. C.
2007. Using Information
Technology A Practical Introduction to computers and communications, (7th ed.).
New York: McGraw-Hill. Wulandari, Nur. 2013. "Analisis
Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan Dan Lokasi
Terhadap Kepuasan
Konsumen" (Studi Kasus Pada
Konsumen KOPIKITA Semarang) Https://kumparan.com/kumparantech /riset-64-penduduk-indonesia- sudah-pakai-internet-1ssUCDbKILp. [ 4 Agustus 2020]