• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

A. Gambaran Umum Kabupaten Deli Serdang

1. Sejarah Awal Deli Serdang23

Sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 Kabupaten Deli Serdang yang dikenal sekarang ini dua pemerintahan yang berbentuk kerajaan ( Kesultanan ) yaitu Kesultanan Deli yang berpusat di Kota Medan dan Kesultanan Serdang berpusat di Perbaungan.

Kabupaten Deli dan Serdang ditetapkan menjadi Daerah Otonom sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1984 tentang Undang-Undang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 7 Darurat Tahun 1965. Hari jadi Kabupaten Deli Serdang ditetapkan tanggal 1 Juli 1946. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1984, ibukota Kabupaten Deli Serdang dipindahkan dari Kota Medan ke Lubuk Pakam dengan lokasi perkantoran di Tanjung Garbus yang diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara tanggal 23 Desember 1986.

Sesuai dengan dikeluarkan UU Nomor 36 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003, Kabupaten Deli Serdang telah dimekarkan menjadi dua wilayah yakni Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai, secara administratif Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kini terdiri atas 22 Kecamatan yang di dalamnya terdapat 14 Kelurahan dan 380 Desa.

B. Gambaran Umum DPRD Kabupaten Deli Serdang

(2)

1. Visi dan Misi DPRD Kabupaten Deli Serdang

VISI DPRD Kabupaten Deli Serdang

• DPRD Kabupaten Deli Sedang Yang Berfungsi efektif, Aspiratif dan bermartabat.

MISI DPRD

1. Memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundangan a. Melalui fungsi legislasi:

PERDA inisiatif dan usulan Eksekutif berdasarkan aspirasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

b. Melalui fungsi penganggaran : Proses pengaanggaran yang aspiratif

c. Melalui fungsi pengawasan sesuai perundangan

2. Meningkatkan kapabilitas dan profesionalitas secara berkesinambungan a. Penguatan kapasitas dalam fungsi legsilasi:

Melalui BINTEK dan kunjungan kerja

b. Pengutana kapasitas dalam fungsi penganggaran : Melalui BINTEK dan kunjungan kerja

c. Penguatan fungsi kapasitas dan fungsi pengawasan : Melalui BINTEK dan kunjungan kerja

d. Didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai : Melalui belanja modal.

3. Menjaga etika, moral dan perilaku yang baik serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

a. Memiliki kode etik DPRD b. Memiliki TATIB DPRD

c. Penggunaan anggaran dan pertanggungjawaban yang akuntabel dan transparan

(3)

Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2003, tentang Susduk MPR, DPR,DPD, dan DPRD pasal 98 ayat (4), UU No. 25 Tahun 2004 tentang Pedoman penyusunan Peraturan Tata Tertib DPRD pasal 43 serta Peraturan Tata Tertib DPRD Kabupaten Deli Serdang Nomor 03/P/Tahun 2010, pasal 36 disebutkan Susunan Alat Kelengkapan DPRD terdiri dari :

a. Pimpinan

b. Badan Musyawarah c. Komisi

d. Badan anggaran e. Badan Legislasi

f. Badan kehormatan, dan

g. Alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk oleh rapat paripurna.

a. Badan Musyawarah

Badan musyawarah merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap dan dibentuk pada permulaan DPRD dalam melaksanakan kegiatannya. Keanggotaan Panitian Musyawarah bersifat periodik ( satu tahun kerja) yang keanggotaannya diusulkan oleh masing-masing Fraksi. Panitia Musyawarah terdiri dari wakil-wakil Fraksi berdasarkan pertimbangan jumlah anggotanya dan seorang wakil dari setiap komisi. Ketua dan wakil ketua Badan Musyawarah merangkap anggota. Sekretaris DPRD karena jabatannya adalah sekretaris bukan anggota Panitia Musyawarah. Susunan keanggotaan Panitia Musyawarah ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD. Panitia Musyawarah mempuyai tugas :

1. Memberikan pertimbangan atau saran tentang penetapan program kerja DPRD baik atas permintaan Pimpinan DPRD maupun tidak.

2. Menetapkan jadwal kegiatan pembahasan rancangan Peraturan Daerah. 3. Menentukan waktu dan susunan acara rapat Paripurna.

4. Memutuskan pilihan mengenai isi masalah apabila timbul perbedaan pendapat. 5. Memberikan saran atau pendapat untuk memperlancar segala pembicaraan atas

dasar musyawarah untuk mufakat.

6. Bermusyawarah dengan kepala daerah mengenai hal yang berkenaan dengan penetapan acara serta pelaksanaanya apabila hal ini dianggap perlu oleh DPRD atau apabila diminta oleh Kepala Daerah.

(4)

Komisi merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap dan dibentuk oleh DPRD pada permulaan DPRD melakukan kegiatannya. Sebagai alat kelengkapan DPRD, Dewan Komisi mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut :

1. Melakukan pembahasan terhadap RAPBD sesuai tugas komisi masing-masing. 2. Melakukan pembahasan terhadap rancangan Peraturan Daerah yang menjadi

bidang masing-masing.

3. Sesuai dengan tugas komisi masing masing melaksanakan pengawasan terhadap : - Pelaksanaan Peraturan Daerah dan Peraturan Perundang-Undangan.

- Pelaksanaan Peraturan dan Keputusan Kepala Daerah.

Kebijaksanaan pemerintah daerah yang disesuaikan dengan peraturan Daerah. - Pelaksanaan kerjasama internasional.

4. Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada Pimpinan Dewan terhadap rencana perjanjian internasional yang menyangkut kepentingan daerah sesuai bidang atau tugas komisi masing-masing.

5. Menerima, menampung, membahas aspirasi masyarakat dan menyampaikan pendapat/saran kepada Pimpinan DPRD untuk memperoleh penyelesaian yang tata acaranya lebih lanjut diatur dalam Keputusan Pimpinan DPRD.

6. Mengajukan kepada Pimpinan DPRD usul dan saran yang termasuk dalam lingkup bidang dan tugas masing-masing Komisi.

7. Menyusun pertanyaan tertulis dalam rangka pembahasan sesuatu masalah yang menjadi bidang komisi masing-masing.

8. Menyampaikan laporan kepada Pimpinan DPRD tentang hasil pekerjaan Komisi.

c. Badan Anggaran

Badan anggaran merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap dan dibentuk pada permulaan kegiatan DPRD. Keanggotaan Badan anggaran bersifat periodik (satu tahun kerja) yang keanggotaannya diusulkan oleh masing-masing Fraksi. Panitia anggaran terdiri dari wakil-wakil Fraksi berdasarkan perimbangan jmlah anggotanya dan seorang wakil dari setiap komisi. Ketua dan Wakil Ketua DPRD karena jabatannya adalah ketua dan wakil ketua Badan Anggaran merangkap anggota. Sekretaris DPRD karena jabatannya adalah sekretaris bukan anggota Panitia Anggaran. Susunan keanggotaan Panitia Anggaran ditetapkan dengan keputusan DPRD dan diumumkan dalam rapat Paripurna DPRD.

(5)

1. Membahas Nota keuangan dan Rancangan APBD.

2. Memberikan saran dan pendapat kepada Bupati dalam mempersiapkan rancangan APBD paling lambat 5 ( lima) bulan sebelum ditetapkannya APBD.

3. Melakukan penyempurnaan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD dan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.

4. Memberikan saran kepada pimpinan DPRD dalam penyusunan anggaran belanja DPRD, dan

5. Anggota badan anggaran melaporkan hasil kerjanya kepada fraksi masing-masing sebagai bahan masukan salam pengambilan keputusan di setiap fraksi.

d. Badan legislasi

Badan legislasi merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap, dibentuk dalam rapat paripurna DPRD pada permulaan masa keanggotaan DPRD dan permulaan tahun sidang. Badan legislasi mempunyai tugas :

1. Menyusun rancangan program legislasi daerah yang memuat daftar urutan dan prioritas rancangan peraturan daerah beserta alasannya untuk setiap tahun anggaran di lingkungan DPRD.

2. Menyiapkan rancangan peraturan daerah usul DPRD berdasarkan program proiritas yang telah ditetapkan.

3. Memberikan pertimbangan terhadap rancangan peraturan daerah yang diajukan oleh anggota, komisi dan/atau gabungan komisi.

4. Memberi masukan kepada pimpinan DPRD atas rancangan peraturan daerah yang ditugaskan Badan Musyawarah.

e. Badan Kehormatan

Badan kehormatan merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat teta, dibentuk untuk melaksanakan menegakkan kode etik DPRD dan ditetapkan dengan keputusan DPRD. Badan kehormatan mempuyai tugas, yaitu :

1. Memantau dan mengevaluasi disiplin dan/atau kepatuhan terhadap moral, kode etik, dan/atau peraturan tata tertib DPRD dalam rangka menjaga martabat, kehormatan, citra dan kredibilitas DPRD.

2. Melakukan penyelidikan, verifikasi dan klarifikasi atas pengaduan pimpinan DPRD, anggota DPRD, dan/atau masyarakat.

(6)

3. Melaporkan keputusan badan Kehormatan atas hasil penyelidikan, verifikasi dan klarifikasi kepada rapat paripurna DPRD.

f. Panitia Khusus

Panitia khusus merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat sementara dan dibentuk oleh pimpinan DPRD setelah melihat pertimbangan Panitia Musyawarah. Susunan Pimpinan dan keanggotaan panitia Khusus terdiri dari sekurang-kurangnya 13 dan sebanyak-banyaknya 19 orang anggota DPRD termasuk ketua, wakil ketua, dan sekretaris. Keanggotaan Panitia Khusus diusulkan oleh Fraksi berdasarkan perimbangan jumlah anggota Fraksi.

Ketua dan wakil ketua dan sekretaris Panitia Khusus dipilih secara demokratis dari dan oleh Anggota Panitia Khusus selanjutnya ditetapkan melalui keputusan Pimpinan DPRD. Panitia Khusus bubar dengan sendirinya setelah jangka waktu penugasannya berakhir atau karena penugasannya dinyatakan selesai.

Panitia Khusus mempunyai tugas dan kewajiban :

1. Membahas dan menyelesaikan berbagai masalah yang bersifat khusus dan meminta persetujuan Anggota Dewan.

2. Bila dianggap perlu Panitia Khusus dapat melaksanakan studi banding keluar daerah. 3. Melaporkan hasil pekerjaan secara tertulis dalam jangka waktu yang ditetapkan kepada

pimpinan DPRD.

Berdasarkan peraturan Tata Tertib DPRD Nomor 03/P/Tahun 2010 pasal 32, bahwa fraksi DPRD Kabupaten Deli Serdang terdiri dari :

a. Fraksi Demokrat

b. Fraksi PDI - Perjuangan

c. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera d. Fraksi PAN

e. Fraksi Deli Serdang Membangun f. Fraksi HAGRIB

(7)

DPRD kabupaten Deli Serdang berdasarkan pasal 49 Tata Tertib DPRD terdiri dari 4 (empat) Komisi, yaitu :

1. Komisi A , Bidang Hukum dan Pemerintahan, mempunyai tugas meliputi : a. Bagian Hukum

b. Bagian Pemerintahan Umum c. Ketertiban dan keamanan d. Kependudukan e. Pers/komunikasi f. HAM g. Kepegawaian h. Kesbangpol Linmas i. Organisasi kemasyarakatan j. Transmigrasi dan imigrasi k. Pertanahan

l. Pemberdayaan masyarakat

2. Komisi B, Bidang Tenaga Kerja dan Perekonomian, mempunyai tugas meliputi : a. Perindustrian b. Pasar c. Perdagangan d. Pertanian, perkebunan,peternakan,kelautan e. Pangan f. Lingkungan hidup g. Ketenagakerjaan

3. Komisi C, Bidang Keuangan, Investasi, dan perizinan, mempunyai tugas meliputi : a. Keuangan daerah

b. Pendapatan dan aset daerah c. Perpajakan d. Perbankan e. Dunia usaha f. Perizinan g. Asuransi dan h. Pariwisata

(8)

4. Komisi D, Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat a. Perencanaan pembangunan

b. Pekerjaan umum

c. Tata ruang dan pengawasan wilayah d. Perhubungan

e. Pertambangan dan energi

f. Agama, Pendidikan, sosial, budaya, pemuda dan olahraga g. Kesehatan

h. Kesejahteraan sosial

Sebagai implementasi dari Undang-Undang Dasar 1945, khususnya yang mengatur susunan kedudukan MPR, DPR dan DPRD, maka telah ditetapkan beberapa Undang-Undang yang mengatur Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD yaitu Undang-Undang Nomor 4 tahun 1999 mengatur Susunan, Kedudukan, Keanggotaan dan Pimpinan MPR, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota hasil Pemilihan Umum 1999 yang berlaku sampai dengan pengucapan janji Anggota MPR, DPRD, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota hasil Pemilihan Umum berikutnya. Sebagai implementasi Undang-Undang Dasar 1945 pasal 5 ayat(2) yang berbunyi :”Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan Undang-Undang sebagaimana mestinya”, telah ditetapkan peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2001 tentang pedoman penyusunan Tata tertib DPRD.

Berdasarkan Pedoman Tata tertib DPRD Kabupaten Deli Serdang Nomor 03/P/Tahun 2010 telah diatur Kedudukan, Tugas, dan Wewenang serta Hak dan Kewajiban DPRD Deli Serdang.

1. Kedudukan, Tugas, dan Wewenang DPRD Kabupaten Deli Serdang 1.1. Kedudukan DPRD

a. DPRD sebagai Lembaga Perwakilan Rakyat di Daerah merupakan wahana untuk melaksanakan demokrasi berdasarkan pancasila

b. DPRD sebagai badan Legislatif Daerah berkedudukan sejajar dan menjadi mitra Pemerintah Daerah.

1.2. Tugas dan Wewenang DPRD

a. Memberikan persetujuan terhadap anggaran pendapatan dan Belanja Daerah dan peraturan Daerah lainnya yang disampaikan oleh Kepala Daerah.

(9)

- Pelaksanaan Peraturan daerah dan Peraturan Perundang-Undangan lain. - Pelaksanaan peraturan-peraturan dan keputusan Kepala Daerah .

- Pelaksanaan Anggaran Daerah yang disesuaikan dengan Propeda dan Renstra Daerah.

1.3. Hak – Hak dan Kewajiban DPRD Kabupaten Deli Serdang

Untuk melaksanakan tugas dan wewenang sebagaimana tersebut diatas DPRD mempunyai hak :

1. Meminta pertanggungjawaban Kepala Daerah. 2. Meminta keterangan kepada Pemerintah Daerah. 3. Mengadakan penyelidikan.

4. Mengadakan perubahan atas rancangan peraturan Daerah. 5. Mengajukan pernyataan pendapat.

6. Mengajukan rancangan Peraturan Daerah. 7. Menentukan Anggaran DPRD.

8. Menetapkan Peraturan tata tertib DPRD.

9. Meminta keterangan kepada pejabat negara, pejabat pemerintah atau masyrakat untuk memberikan keterangan tentang suatu hal yang perlu ditangani demi kepentingan negara, bangsa, pemerintah dan pembangunan.

Selain itu DPRD mempunyai hak-hak yang lain yaitu :

1. Mengajukan pertanyaan 2. Protokoler

3. Keuangan/administrasi Sedangkan kewajiban DPRD yaitu :

1. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila

2. Melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 dan menaati peraturan perundang-undangan.

3. Mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat.

5. Menaati prinsip demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. 6. Menaati tata tertib dan kode etik.

(10)

7. Menampung aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala dan menindaklanjuti aspirasi pengaduan masyarakat.

8. Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihannya.

1.4. Fungsi DPRD Kabupaten Deli Serdang

Ada tiga fungsi utama DPRD yaitu pertama, fungsi legislasi yaitu kewenangan DPRD untuk membuat Peraturan Daerah (PERDA). Kedua, fungsi anggaran yaitu kewenangan untuk membuat rancangan APBD. Ketiga, fungsi pengawasan yaitu berkaitan dengan pengawasan terhadap pelaksanaan penyelenggaraan peraturan daerah dan APBD.

2. Struktur DPRD Kabupaten Deli Serdang

A. Komposisi Komisi DPRD Kabupaten Deli Serdang

1. Komisi A : Bidang Hukum , Pemerintahan, dan Pertanahan Ketua : Hj. Mega Magdalena, SH.,M.Kn

Wakil Ketua : Parlon Sianturi, STh

Sekretaris : Alisman Saragih, SH

Anggota – anggota : 1.Chairul Anwar, SE

2.Eddy S. Permana

3.Siswo Adi Suwito

4.Herman Nafil, ST

5.Imran Obos,SE

6.Drs. Suprantiardi Pangat

7.Jhon Srikhana Sebayang, S.Sos

8.H.Rakhmad Syah, SH

(11)

Ketua : Ir. M Darbani Dalimunthe

Wakil Ketua : Hj.Susilawaty

Sekretaris : Ir. Rusmani Manurung

Anggota-anggota : 1. Sofyan Sauri, S.Pd

2. Muhammad Ramli 3. Setiawan Sembiring

4. Ricky Prananda Nasution,SE 5. Partahi Siregar,SH

6. Muhammad Iqbal,SE 7. Noto Susilo,SE

8. Henry Rosmawaty sitanggang,SH

4. Komisi C : Keuangan , Investasi dan Perizinan Ketua : Mbaru Ginting,SE

Wakil Ketua : Eriyani B,SH

Sekretaris : Suriyani,S.Pd

Anggota-anggota : 1. H.Moch.Syahrul

3. Robinson,ST 4. Ali Natar Siregar

5. Apoan Simanungkalit,SE 6. H.Syaiful Tanjung,S.Sos 7. H.Sabar Ginting,SE 8. Renjo Siregar 9. Drs.H.Syarifuddin Rosha 10. A. Budi

2. Komisi D : Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat

Ketua : Mikail TP.Purba,SH

Wakil Ketua : H.Abdul Latif Khan, S.Ag

(12)

Anggota-anggota : 1. Mester Sembiring

2. Sutriono

3. Maya Sihinta Sianturi,S.KM

4. Timur Sitepu, Amd

5. Supardi, S.Pd

6. Reki Nelson J. Barus, SH

7. Berngap Silitonga,SE.,MM

8. Drs. H.Hasaiddin Daulay

B. Komposisi Fraksi DPRD Kabupaten Deli Serdang

1. Fraksi PDI-Perjuangan

Ketua : Apoan Simanungkalit, SE

Wakil Ketua : Partahi Siregar,SE

Sekretaris : Timur Saragih,SH

W.Sekretaris : Alisman Saragih,SH

Bendahara : Mbaru Ginting, SE

Anggota : - Ruben Tarigan,SE

2. Fraksi Demokrat

Ketua : Jaresman Saragih, SH

Sekretaris : Hj. Mega Magdalena,SH

Anggota :

- Hj.Fatmawati - Sofyan saudi,S.Pd

(13)

- Chairul Anwar ,SE - Ali Natar Siregar - Mester Sembiring - H.Moch Syahrul - Sutriono - M.Ramli - Edi S.Permana - Robinson - Setiawan Sembiring 3. Fraksi PAN

Penasehat : H. Sabar Ginting,SE

Ketua : Imran Obos,SE

Wakil Ketua : Ir.Darbani Dalimunte

Sekretaris : Supardi,S.Pd

W.Sekretaris : Noto Susilo,SE

4. Fraksi Partai Damai Sejahtera

Ketua :Renjo Siregar

Sekretaris : Parlon Sianturi

Anggota : - Reki Nelson Barus, SH

- Henry Rosmawati Sitanggang, SH

5. Fraksi PKS

Ketua : H.Syaiful Tanjung, S.Sos

Wakil Ketua : Herwan Nafil,ST

(14)

Anggota : - H. Abdul Latif Khan,S.Ag

- H. Dwi Andi Syahputra Lubis

6. Fraksi Golkar

Ketua : Siswo Adi Suswito

Wakil Ketua : Mikhail TP.Purba,SH

Sekretaris : Ricky Prananda Nst,SE

Anggota : - Wagirin Arman, S.Sos

- Maya Shinta, S.S.KM - Suriyani

7. Fraksi HAGRIB

Ketua : Drs. Suprantiardi Pangab

W.Ketua : Jhon Sebayang, S.Sos

Sekretaris : Berngab Sembiring

Anggota :

- Benhur Silitonga,SE.,M.M - Ir.Rusmani manurung - Drs. Syarifuddin Rosa - Eriyani B. S.H

8. Fraksi Deli Serdang Membangun

Ketua : Drs. H. Hasaiddin Daulay

Sekretaris : Rahmatsyah,SH

Bendahara : Susilawati

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan amanat Pasal 23C Undang-undang Dasar 1945, Undang-undang tentang keuangan Negara perlu menjabarkan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Dasar

Mengenai adanya ketentuan dalam Pasal 30 Ayat (5) UUD NRI 1945 yang menyatakan bahwa kedudukan dan susunan TNI dan Polri lebih lanjut diatur dengan undang- undang, merupakan

Daerah Tingkat II Toba Samosir ditetapkan dengan Undang-Undang nomor 12 tahun 1998, anak tangga berjumlah lima tingkatan, rusuk tiang tiga dipadu dengan satu helai ulos,

Di Undang-Undang Dasar tahun 1945 pasal 7A : “Presiden atau wakil presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh MPR atas usul DPR baik

Pasal 2 ayat (1) ) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menegaskan MPR terdiri dari Anggota DPR dan Anggota DPD yang dipilih melalui

UU Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Susunan Kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD memperlihatkan bahwa kewenangan legislasi DPD masih dibatasi pada: (1) kewenangan

Pasal 24C ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) mengatur kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK).Mahkamah

KEDUDUKAN DAN KEWENANGAN SEKRETARIAT JENDERAL SEBAGAI INSTANSI BANTU DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO.17 TAHUN 2014 TENTANG MPR, DPR, DPD, DAN