• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.1. Latar Belakang BAB. I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1.1. Latar Belakang BAB. I PENDAHULUAN"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

BAB. I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sinjai Nomor 18 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Sinjai.

Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai sebelumnya bernama Kantor Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sinjai Nomor 17 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai. Perubahan struktur organisasi dari Kantor Sosial dan Tenaga Kerja menjadi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai terjadi pada tahun 2011.

Mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai sebagai instansi pemerintah dan unsur penyelenggara Negara/ Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Sinjai diwajibkan menetapkan target kinerja dan melakukan pengukuran kinerja yang telah dicapai serta menyampaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

LAKIP merupakan wujud akuntabilitas instansi pemerintah yang pedoman penyusunannya ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Penyusunan LAKIP Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai tahun 2012 dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan mandat, visi dan misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan di dalam Rencana Kinerja Tahun 2012, serta sebagai umpan balik untuk perbaikan kinerja Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai pada tahun mendatang. Pelaporan kinerja juga dimaksudkan sebagai media untuk mengkomunikasikan pencapaian kinerja Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi

(2)

Kabupaten Sinjai dalam satu tahun anggaran kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Target kinerja yang harus dicapai Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai tahun 2012, yang merupakan penjabaran dari visi, misi, dan tujuan yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2008–2013 dan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2012. Pengukuran pencapaian kinerja bertujuan untuk mendorong instansi pemerintah dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan efektifitas dari kebijakan dan program serta dapat menjadi masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja instansi pemerintah. Oleh karena itu, substansi penyusunan LAKIP didasarkan pada hasil-hasil capaian indikator kinerja pada masing-masing unit satuan kerja yang ada di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai.

1.2.

Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan LAKIP Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program/kegiatan dalam rangka mencapai visi dan misi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai.

Tujuan penyusunan LAKIP adalah untuk menilai dan mengevaluasi pencapaian kinerja kegiatan dan sasaran Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan kemudian dirumuskan beberapa rekomendasi. Diharapkan rekomendasi yang dihasilkan dari LAKIP ini dapat menjadi salah satu masukan dalam menetapkan kebijakan dan strategi yang akan datang sehingga dapat meningkatkan kinerja Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai.

1.3.

Kelembagaan

Kelembagaan menjadi faktor penentu dalam mencapai keberhasilan kinerja Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai. Kelembagaan menyangkut aspek organisasi, sumber daya manusia serta sarana dan prasarana.

(3)

1.3.1.

Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sinjai Nomor 18 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Sinjai, Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenangan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi yang menjadi tanggung jawab dan kewenangannya berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugas tersebut Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai menyelenggarakan fungsi:

a.

Perumusan kebijakan teknis dibidang Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi

b.

Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi.

c.

Pembinaan dan Pelaksanaan tugas di bidang Tenaga Kerja,

Sosial dan Transmigrasi

d.

Pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan peralatan.

e.

Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas.

f.

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Adapun struktur organisasi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai sebagai berikut :

a.

Kepala Dinas

b.

Sekretariat, terdiri atas:

1)

Sub. Bagian Program

2)

Sub. Bagian keuangan

3)

Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian

c.

Bidang Tenaga Kerja, membawahi:

1)

Seksi Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja

2)

Seksi Hubungan Industrial dan Syarat Kerja

(4)

d.

Bidang Pengembangan Kesejahteraan dan Bantuan Sosial, membawahi:

1)

Seksi Pengembangan ORSOS, LSM, dan TKSM

2)

Seksi Bantuan Sosial

3)

Seksi Bimbingan, Penyuluhan, Komunikasi dan Informasi Kesejahteraan Sosial

e.

Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, membawahi:

1)

Seksi Rehabilitasi Sosial, Penyandang Cacat dan Tuna

Susila

2)

Seksi Pembinaan Keluarga, Anak dan Lanjut Usia

3)

Seksi Pelestarian Nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kejuangan

f.

Bidang Transmigrasi, membawahi:

1)

Seksi Penyiapan Pemungkiman dan Penempatan

2)

Seksi Pengembangan Masyarakat Kawasan Transmigrasi

3)

Seksi Pengembangan Kelembagaan

g.

Unit Pelaksana Teknis Daerah

h.

Kelompok Jabatan Fungsional

Bagan struktur Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai dapat dilihat pada lampiran.

1.3.2.

Sumber Daya Manusia

Dalam rangka menyelenggarakan tugas dan fungsinya, Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai sampai akhir tahun 2012 didukung oleh Sumber Daya Manusia sebanyak 23 (Dua puluh tiga) orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 21 (dua Puluh satu) orang Tenaga Sukarela (data per 31 Desember 2012). Rekapitulasi Sumber daya Manusia yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai berdasarkan jabatan disajikan pada Tabel 1.

(5)

Tabel 1

Rekapitulasi Sumber daya Manusia Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai berdasarkan jabatan

No Keterangan Jumlah 1. Struktural 14 2. Fungsional 0 3. Staf 9 4. Non PNS 21 Jumlah 44

Dari tabel 1 diatas terlihat banyak masih adanya kekurangan sumber daya aparatur pada Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai dimana kebutuhan untuk pejabat struktural sebanyak 21 orang namun yang ada baru 14 orang pejabat struktural. Disisi lain ketersediaan tenaga staf untuk kelancaran kegiatan di masing-masing unit kerja juga sangat terbatas, dimana jumlah staf yang ada hanya 9 orang. Untuk kelancaran kegiatan tugas pokok dan fungsi maka tenaga non PNS yang ada dimaksimalkan untuk membantu kelancara kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.

Latar belakang pendidikan PNS pada Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai bervariasi mulai Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Strata Satu (S1). Rekapitulasi Sumber Daya Manusia yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai berdasarkan Tingkat Pendidikan disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2

Rekapitulasi Sumber daya Manusia Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai berdasarkan Tingkat

Pendidikan

TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH

1 SD

-2 SMP 1

3 SMA/SMEA 6

4 STM

(6)

6 S1 15

7 S2

-JUMLAH PEGAWAI 23

Dari data diatas, mayoritas PNS yang ada pada Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai berpendidikan Sarjana (S.1) dengan latar belakang keilmuan ilmu Sosial dan ilmu Hukum. Kondisi tersebut sangat memberikan kontribusi positif dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai.

Komposisi tingkat golongan dan kepangkatan sumber daya manusia yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini:

Tabel 3

Rekapitulasi Sumber daya Manusia Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai berdasarkan

Golongan/Kepangkatan GOLONGAN/KEPA NGKATAN JUMLAH 1 IV 4 Orang 2 III 14 Orang 3 II 4 Orang 4 I 1 Orang Jumlah 23 Orang

Dari data diatas terlihat bahwa aparat didominasi oleh golongan III sebanyak 14 orang, sementara golongan IV sebanyak 4 orang. Sedangkan aparat golongan II sebanyak 4 orang dan golongan I sebanyak 1 orang.

Kondisi umum sumber daya manusia aparat Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai cukup potensial untuk mengemban tugas dan fungsi organisasi. Hanya saja untuk mengantisipasi perubahan sistem perencanaan pembangunan daerah dengan segala

6

(7)

implikasinya masih perlu ditingkatkan kualitasnya. Peningkatan kualitas tersebut terutama melalui Diklat Teknis dan Fungsional sesuai dengan kebutuhan pembangunan

1.3.3.

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan tugas Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai meliputi; tanah, bangunan, inventaris/ peralatan kantor, kendaraan dinas dan perlengkapan lainnya. Sarana dan prasarana yang dimiliki terlihat pada tabel 4 di bawah ini :

Tabel 4

Sarana dan Prasarana Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai

Uraian Jumlah Satuan

1. Tanah:

a.

Tanah Kantor

b.

Tanah Balai Latihan Kerja (BLK)

1,600 1,863 M2 M2 2. Bangunan:

c.

Kantor

d.

Balai Latihan Kerja (BLK)

1 4 unit unit 3. Kendaraan Dinas:

a.

Mobil

b.

Motor

c.

Perahu (speedboat) 2 12 2 unit unit unit Berdasarkan data diatas, jumlah Kendaraan Dinas yang

ada pada Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai sebanyak 16 (enam belas) unit, dimana mobil dinas sebanyak 2 unit dengan kondisi 1 (satu) unit rusak berat. Sementara sepeda motor sebanyak 12 (dua belas) unit, terdiri atas 3 (tiga) unit kondisi rusak berat, 3 (tiga) unit kondisi kurang baik.

1.3.4.

Keuangan

Sumber dana untuk melaksanakan tupoksi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai bersumber dari APBD Kabupaten Sinjai Tahun 2012 dan Dana lain/Dana Pusat.

(8)

Rincian jumlah anggaran dan realisasi dalam tahun 2012 dapat dilihat pada tabel 5 dibawah:

Tabel 5

Anggaran dan Realisasi Tahun 2012 Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai

Sumber

Dana Anggaran (Rp) Realisasi (Rp)

1. APBD 1.434.303.860,- 1.434.303.860,-2. Dana lain / Dana Pusat 791.000.000,-

791.000.000,-Jumlah 2.225.303.860 2.225.30

3.860

1.4.

Sistematika LAKIP

Ruang lingkup dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai Tahun 2012 adalah sebaga berikut :

BAB I PENDAHULUHAN

Bab ini berisikan gambaran umum dan organisasi, landasan hukum, tugas dan fungsi serta sistematika penulisan.

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

Bab ini berisikan Visi dan Misi, tujuan dan sasaran, cara mencapai tujuan dan sasaran

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Bab ini berisikan pengukuran kinerja, evaluasi kinerja dan aspek keuangan.

BAB IV PENUTUP

(9)

BAB. II

PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

2.1.

Visi dan Misi

2.1.1.

Visi

Dalam rangka memberikan arah pandangan kedepan terkait dengan kinerja dan peranan Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai serta untuk memberikan gambaran tentang kondisi masa depan yang ingin diwujudkan oleh Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai, maka perlu dirumuskan visi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai yang mencerminkan keadaan yang ingin dicapai pada akhir periode perencanaan. Visi dimaksud juga diperlukan untuk menyatukan persepsi dan fokus arah tindakan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi setiap unit kerja dan individu serta sebagai panduan serta acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam mencapai sasaran atau target yang ditetapkan.

Visi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai:

“ TERWUJUDNYA PERLINDUNGAN DAN PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA, KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI MASYARAKAT SERTA

MOBILITAS PENDUDUK YANG MANDIRI DAN SEJAHTERA “

2.1.2.

Misi

Sejalan dengan visi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai maka diperlukan rumusan mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi yang mencerminkan apa yang akan dapat dicapai (pada level dampak) dan bagaimana mencapainya dalam periode tertentu, beserta ukuran-ukuran pencapaiannya. Misi yang dirumuskan menggambarkan tindakan atau upaya sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai. Selanjutnya misi diharapkan dapat menjadi pedoman untuk mencapai tujuan, sasaran, strategi, kebijakan dan kegiatan

(10)

yang akan dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai.

Misi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai adalah:

1.

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance)

2.

Mewujudkan pengembangan kesejahteraan dan bantuan social

Meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan perlindungan Sosial dalam bentuk Bantuan Sosial, rehabilitasi, pemberdayaan dan jaminan sebagai metode penanggulangan kemiskinan;

3.

Terlaksananya Pelayanan dan rehabilitasi social

Meningkatkan aksesbilitas perlindungan Sosial untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar pelayanan Sosial, rehabilitasi, pemberdayaan Sosial dan jaminan kesejahteraan Sosial bagi PMKS;

4.

Mewujudkan Iklim Ketenagakerjaan yang kondusif, perlindungan tenaga kerja, Pengembangan Perluasan Lapangan Kerja dan Kesempatan Berusaha.

2.2

TUJUAN

Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataaan Misi. Tujuan yang dimaksudkan didalam Lakip ini adalah hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun. Secara kolektif, tujuan organisasi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai menggambarkan arah strategik organisasi dan perbaikan-perbaikan yang ingin diciptakan sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai. Sementara sasaran adalah penjabaran dari tujuan organisasi, sehingga akan dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu serta diharapkan dapat memberikan fokus pada penyusunan program dan kegiatan secara spesifik, terinci, terukur dan tercapai

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka tujuan yang ingin dicapai oleh Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai sebagai berikut:

1

0

(11)

1.

Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik

2.

Peningkatan pelayanan dan pengembangan kesejahteraan sosial

3.

Mewujudkan Perlindungan, hubungan industrial yang harmonis,

peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja dan peningkatan kesempatan kerja.

2.3

SASARAN

Berdasarkan perumusan tujuan strategis Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai, maka dirumuskan sasaran strategis searah dengan tujuan strategis dalam rangka mewujudkan visi dan misi organisasi. Perumusan sasaran strategis yang mengacu pada tujuan strategis dapat dirinci sebagai berikut:

1.

Meningkatnya kualitas pelayanan prima

2.

Terwujudnya kelancaran operasional administrasi perkantoran secara efesien

3.

Meningkatnya tingkat pemenuhan sarana dan prasarana aparatur

4.

Meningkatnya kualitas dan profesionalisme Sumber Daya Manusia

aparatur

5.

Terwujudnya sistem pelaporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu

6.

Meningkatnya tingkat pelayanan dan kesejahteraan sosial masyarakat

7.

Meningkatnya jumlah penyandang cacat dan trauma yang tertangani dan mandiri.

8.

Meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat akan sejarah nasional

9.

Meningkatnya kualitas tenaga kerja/pencari kerja

2.4

KEBIJAKAN DAN PROGRAM

2.4.1

Kebijakan

Rumusan kebijakan ini disusun secara konsisten dan spesifik untuk menjamin agar Penyusunan Rencana Kerja menjadi sistematik dalam tatanan kerangka logis dan akuntabilitas.

Kebijakan-kebijakan tersebut adalah :

1.

Memperkuat koordinasi dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan keseluruhan manajemen, antara

(12)

instansi dan stakeholder terkait, baik dengan pusat maupun propinsi.

2.

Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur melalui Bimtek/Diklat, serta mendorong pembinaan pegawai melalui manajemen kepegawaian yang profesional.

3.

Optimalisasi pelayanan-pelayanan yang sudah tersedia dengan memperluas jangkauan dan jaringan pelayanan yang berkualitas.

4.

Meningkatkan kualitas pelayanan melalui peningkatan sarana yang memadai dan berkualitas.

5.

Meningkatkan kemampuan dan potensi PSKS, Lembaga-lembaga Ketenagakerjaan, Organisasi Pekerja, Organisasi Pengusaha dan Lembaga- lembaga lainnya sehingga mampu memberikan pelayanan dan pemecahan masalah sosial dan masalah ketenagakerjaan.

6.

Meningkatkan kemampuan dan keterampilan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Penganggur dengan melakukan penanganan permasalahan sosial dan ketenagakerjaan (pengangguran) berbasis masyarakat melalui Pemberian stimulant/modal usaha bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Penganggur.

7.

Mengembangkan kualitas Tenaga Kerja dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dalam perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha.

8.

Mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan bagi penganggur dan penyandang masalah sosial sehingga menghasilkan tenaga-tenaga terampil yang mampu bersaing di pasar kerja.

9.

Peningkatan koordinasi dengan Lembaga/Dinas/Instansi baik instansi pemerintah maupun swasta yang berwenang dalam Bidang Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi dalam rangka penanganan masalah-masalah sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.

2.4.2

Program

Adapun program yang dilaksanakan terkait kebiajakan tersebut diatas adalah :

1

2

(13)

1.

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

2.

Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur

3.

Program Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur

4.

Program Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

5.

Program pembinaan organisasi keagamaan, pemuda dan masyarakat.

6.

Program Pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial

7.

Program pembinaan penyandang cacat dan trauma

8.

Program Peningkatan kualitas dan produktivitas Tenaga Kerja.

2.5

Perencanaan Kinerja

Dalam upaya mewujudkan Visi Kabupaten Sinjai dan sebagai tolok ukur pelaksanaan program dan kegiatan maka Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai menetapkan rencana kinerja Tahun 2012 sebagai berikut :

Tabel 6

Rencana Kinerja Tahun 2012

Program Outcome

Indikator Kinerja Target 1 Pelayanan Administrasi Perkantoran Kepuasan

layanan Pengguna

100 % 2 Peningkatan sarana & Prasarana

Aparatur Kepuasan layanan Pengguna

100 % 3 Peningkatan kapasitas Sumber Daya

Aparatur. %Jumlah pegawai yang mengikuti Diklat/bimtek

100%

4 Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian kinerja dan keuangan % Ketersediaan laporan capaian kinerja dan laporan keuangan 100%

5 Pelayanan dan rehabilitasi

Kesejahteraan Sosial % Jumlah korban bencana yang tertangani

100 % 6 Pembinaan Penyandang cacat dan

Trauma % Jumlah Penyandang cacat yang mendapat bantuan usaha

100%

7 Pembinaan Organisasi Keagamaan,

Pemuda dan Masyarakat. % Keberhasilan pelaksanaan peringatan hari-hari besar nasional

(14)

8 Peningkatan kualitas dan

produktivitas tenaga kerja % jumlah pencari kerja terlatih 100 % % laporan hasil monitoring dan evaluasi pendamping tenaga kerja 100%

1

4

(15)

BAB. III

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1.

Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi SKPD.

Pengukuran kinerja mencakup 2 (dua) aspek, yaitu :

1.

Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) yang merupakan tingkat pencapaian target (rencana tingkat capaian) dari masing – masing kelompok indikator kinerja kegiatan.

2.

Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) SKPD yang merupakan tingkat pencapaian sasaran dari masing-masing indikator sasaran yang telah ditetapkan.

Untuk lebih jelasnya hasil pengukuran kinerjanya dapat dilihat pada lampiran.

Untuk melihat keberhasilan program dan kegiatan dilakukan pengukuran keberhasilan setiap indikator. Perhitungan tingkat capaian dilakukan menggunakan membandingkan antara target dan realisasi. Keberhasilan pencapaian sasaran program digolongkan sesuai dengan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 7

Perhitungan Tingkat Capaian Rentang

Capaian Kategori Capaian

I Lebih besar dari 85% Sangat Baik

II 70% sampai dengan 85% Baik

III 55% sampai 70% Cukup

IV Kurang dari 55% Kurang

(16)

Berdasarkan hasil pengukuran pencapaian sasaran (PPS) yang telah dilakukan, maka Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai dalam melaksanakan kegiatan di Tahun 2012 sesuai dengan kinerja/rencana kerja tahunan telah ditargetkan dalam RENSTRA dan RENCANA KERJA dimana telah dilaksanakan Program Kegiatan dengan pencapaian sasaran sebagai berikut :

1.

Sasaran : Meningkatnya kualitas pelayanan yang prima

Tabel 8 Satuan Target Realisasi

Persentas e Pencapaia n 1 2 3 4 5 Kepuasan layanan pengguna % 100 98 98

Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai tahun 2012 telah berupaya melaksanakan berbagai kegiatan/pelayanan dengan sasaran meningkatnya kualitas pelayanan prima dengan indikator Kepuasan layanan pengguna dengan target 100 % dan realisasi 98 % dan persentase 98 % atau dalam kategori capaian sangat baik.

Jenis pelayanan publik yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai adalah :

1)

Izin Pendirian Lembaga Latihan Kerja

2)

Perpanjangan Izin/Penambahan Jurusan

3)

Kartu Pendaftaran Pencari Kerja (AK.1)

4)

Pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

5)

Pengesahan Peraturan Perusahaan (PP)

6)

Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB)

7)

Pencatatan Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB)

8)

Penyelesaian Kasus Perselisihan Hubungan Industrial

9)

Wajib Lapor Ketenagakerjaan (WLK)

10)

Pengelolaan Kantin Makan bagi Tenaga Kerja

11)

Izin Penggunaan Peralatan K3

1

6

(17)

(Izin Penggunaan peswat angkat/angkut, lift, ketel uap. Bejanan tekanan, las listrik, mesin las diesel, las karbit, instalasi dan penyalur/penangkal petir).

12)

Rekomendasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)

13)

Izin Pendirian Panti Asuhan

14)

Rekomendasi jaminan kesejahteraan masyarakat /Rekomendasi Pengangkatan Anak

15)

Pemulangan Orang terlantar ke daerah asal

16)

Rekomendasi Undian Berhadiah

17)

Pelayanan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)

18)

Pengaduan masyarakat terhadap Pelayanan Bidang Sosial dan

Ketenagakerjaan

Keberhasilan pelayanan tersebut diukur berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada pengguna layanan yang datang ke Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai.

Berdasarkan hasil survey, pelayanan yang masih perlu ditingkatkan adalah :

?

Fasilitas ruang tunggu.

?

Waktu/kecepatan pelayanan

2.

Sasaran : Terwujudnya kelancaran operasional administrasi perkantoran secara efesien

Tabel 9

Indikator Satuan Target Realisasi

Persen tase Penca paian 1. Persentase efesiensi penggunaan dana operasional di banding tahun sebelumnya % 5 % 5 % 100 % 2. Persentase kelancaran pelayanan operasional satuan kerja perangkat daerah

(18)

Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai tahun 2012 telah berupaya melaksanakan berbagai kegiatan/pelayanan dengan sasaran Terwujudnya kelancaran operasional administrasi perkantoran secara efesien dengan indikator :

a.

Persentase efesiensi penggunaan dana operasional dibanding tahun sebelumnya.

Keberhasilan sasaran ini adalah dalam upaya tercapai efesiensi penggunaan dana operasional, dimana target efesiensi adalah 5 % dimana realisasinya adalah 5 % atau persentase capaian 100 %. Keberhasilan ini dapat tercapai berkat dukungan segenap pegawai Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai dimana setiap kegiatan operasional dalam melaksanakan tugas pokok dan berfungsi dapat bekerja secara efektif dan efesien.

b.

Persentase kelancaran pelayanan operasional Satuan Kerja Perangkat Daerah

Indikator keberhasilan kelancaran pelayanan operasional Satuan Kerja Perangkat Daerah diukur dari ketercapaian dari target indikator kinerja output dan kepuasan layanan pengguna berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada para pegawai dalam lingkup Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai, dimana keseluruhan sasaran dapat tercapai, hal ini didukung oleh berbagai kegiatan yang sifatnya rutin dan berkenaan dengan sifat interen kantor.

Berdasarkan hasil survey/kuesioner yang dilakukan, pelayanan yang masih perlu ditingkatkan adalah :

?

Ketepatan jumlah pembayaran uang perjalanan dinas.

?

pelayanan pengurusan, penerbitan, dan penyampaian SPJ perjalanan dinas.

3.

Sasaran : Meningkatnya tingkat pemenuhan sarana dan prasarana aparatur.

Tabel 10

Indikator Satuan Targe Realis Persen

1

8

(19)

t asi

tase Penca paian 1. Persentase Pemenuhan

kebutuhan sarana dan prasarana kantor dalam keadaan baik

% 100 %

75 % 100 %

2. Persentase pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kantor

% 100% 100% 100%

Keberhasilan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur diukur berdasarkan survey hasil kepuasan layanan pengguna berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada pegawai dalam lingkungan Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai.

Untuk indikator Persentase Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kantor dalam keadaan baik, target 100 % realisasi 75 % dimana persentase capaian 100 %. Hal ini terjadi karena target berdasarkan indikator kinerja output telah tercapai sehingga terdapat efesiensi anggaran dimana anggaran yang digunakan untuk mencapai target tersebut sebesar 75 % dari alokasi anggaran yang ada.

Berdasarkan hasil survey pelayanan yang masih perlu ditingkatkan adalah kegiatan :

?

Pelayanan jasa kendaraan dinas

?

Pelayanan komunikasi/informasi kantor (jaringan internet)

4.

Sasaran : Meningkatnya kapasitas sumber daya aparatur

Tabel 11

Indikator Satuan Targe

t Realis asi Persen tase Penca paian

(20)

pegawai yang mengikuti Bimtek

Untuk tahun 2012, anggaran untuk diklat adalah untuk 2 (dua) orang, dimana diklat yang diikuti adalah :

1.

Pelatihan penerapan Akuntasi pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah (PP No. 71 tahun 2010) dan Permendagri No. 59 Tahun 2007, yang dilaksanakan di Bandung tanggal 23 – 25 Juni 2011.

2.

Diklat Nasional Perpajakan (tata cara perhitungan

pemotongan / pemungutan pajak Bendaharawan Pemerintah, perusahaan BUMN dan BUMD serta tata cara pemeriksaan dan penyidikan pajak berdasarkan paket Peraturan terbaru Tahun 2011, yang dilaksanakan di Makassar tanggal 28 – 29 Oktober 2011.

Indikator Keberhasilan Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur diukur berdasarkan jumlah pegawai yang mengikuti bimtek/diklat, dimana target pegawai yang mengikuti bimtek/diklat sebanyak 2 orang dan realisasi 2 orang atau dengan persentase 100%. Keterbatasan target jumlah perserta karena keterbatasan Anggaran sesuai yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada Pegawai di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai hasil kepuasan layanan adalah sebesar 96 % atau dalam kategori capaian sangat baik.

Pelayanan yang perlu ditingkatkan adalah:

?

Proses pengusulan untuk mengikuti diklat

5.

Sasaran : Terwujudnya sistem pelaporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu

Tabel 12

2

0

(21)

Indikator Satuan Targe t Realis asi Persen tase Penca paian 1. Lancarnya laporan

capaian kinerja dan laporan keuangan

% 100 %

100 %

100

Indikator keberhasilan Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan capaian kinerja dan keuangan yang direncanakan dalam tahun 2012 seluruhnya terealisasi atau dengan realisasi kegiatan mencapai 100%, dimana realisasinya adalah :

-

Tersedianya dokumen capaian kinerja dan laporan keuangan.

-

Tersedianya dokumen rencana strategis SKPD tahun 2012.

6.

Sasaran : Meningkatnya tingkat pelayanan dan kesejahteraan sosial masyarakat.

Tabel 13

Indikator Satuan Targe

t Realis asi Persen tase Penca paian 1. Persentase Pemenuhan

kebutuhan hidup dan pemulihan kondisi sosial pasca terjadinya

bencana kebakaran

paket 20 20

100

Kegiatan yang dilaksanakan adalah Pemberian Bantuan

pasca bencana kebakaran.

Keberhasilan sasaran kegiatan ini diukur dari tersedianya bantuan pasca kebakaran, dimana pencapaian sasaran mencapai 100 % atau 20 (dua puluh) kepala keluarga/rumah tangga.

(22)

Bantuan pasca bencana kebakaran yang dianggarkan untuk tahun 2012 sebesar Rp. 20.000.000,- untuk 20 (dua puluh) kepala keluarga/rumah tangga korban bencana kebakaran atau sebesar Rp.1.000.000,- / Kepala Keluarga/rumah tangga.

Namun, dari jumlah yang dianggarkan untuk tahun 2011 tersebut terdapat kekurangan, dimana jumlah keluarga/rumah tangga yang mengalami bencana kebakaran sebanyak 23 (dua puluh tiga) keluarga/rumah tangga, sehingga terdapat 3 (tiga) keluarga/rumah tangga yang belum mendapat bantuan. Sebagaimana kebijakan tahun-tahun sebelumnya, maka sebanyak 3 (tiga) keluarga/rumah tangga yang belum mendapat bantuan di Tahun Anggaran 2012 akan dialihkan ke Tahun Anggaran 2013 untuk mendapat bantuan.

7.

Sasaran : Meningkatnya jumlah penyandang cacat dan trauma yang tertangani dan mandiri.

Tabel 14

Indikator Satuan Targe

t Realis asi Persen tase Penca paian 1. Persentase jumlah

penyandang cacat yang medapat bantuan usaha

oran g

10 10

100

Kegiatan yang dilaksanakan adalah Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendukung Usaha Ekonomi Produktif Penyandang Cacat.

Keberhasilan sasaran kegiatan ini diukur dari jumlah penyandang cacat yang mendapat bantuan usaha, dimana target kegiatan untuk 10 orang atau 10 paket bantuan dan terealisasi 10 orang atau 100 %.

Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendukung usaha ekonomi Produktif Penyandang Cacat sebesar Rp. 15.000.000,- untuk 10 paket bantuan sarana usaha untuk 10 orang penyandang cacat.

2

2

(23)

Bantuan yang diserahkan dalam bentuk barang tersebut senilai Rp. 1.500.000,- per paket/orang.

8.

Sasaran : Meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat akan sejarah nasional

Tabel 15

Indikator Satuan Target Realis asi Persen tase Penca paian 1. Persentase Keberhasilan Pelaksanaan Peringatan Hari-Hari Besar Nasional Kegiat an 1 10 100

Kegiatan yang dilaksanakan adalah Peringatan/Pelaksanaan hari-hari besar nasional yaitu Peringatan Hari Pahlawan.

Keberhasilan sasaran kegiatan ini diukur dari Persentase Kegiatan yang dilaksanakan, dimana target pelaksanaan peringatan hari-hari besar nasional sebanyak 1 (satu) kegiatan yaitu Kegiatan Peringatan Hari Pahlawan dapat terealisasi atau terlaksana 100 %.

Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan Peringatan Hari-hari besar nasional / Peringatan hari pahlawan sebesar Rp. 8.975.000,- untuk 1 paket kegiatan peringatan hari pahlawan.

9.

Sasaran : Meningkatnya kualitas tenaga kerja/pencari kerja Tabel 16 In di k at o r

Satuan Target Realis asi

Persent ase Pencapa

(24)

1. Cakupan jumlah pencari kerja yang memperoleh pelatihan keterampilan kerja

Orang 15 15 100

2. Persentase Laporan Hasil monitoring dan evaluasi pendampingan tenaga kerja

Doku men

1 1 100

Kegiatan yang dilaksanakan untuk pencapaian sasaran ini adalah Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan keterampilan

bagi pencari kerja, jenis pelatihan adalah Pelatihan Keterampilan Menjahit, dan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pendampingan Tenaga Kerja.

1)

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan keterampilan bagi pencari kerja, jenis pelatihan adalah Pelatihan Keterampilan Menjahit.

Tujuan dari pelatihan ini adalah :

a.

Meningkatkan kualitas dan produktivitas penganggur, setengah penganggur dan pencari kerja

b.

Untuk membekali keterampilan kepada pencari kerja, penganggur dan setengah penganggur agar nantinya dapat bekerja secara mandiri maupun berkelompok.

c.

Untuk mengurangi pengangguran.

Jumlah peserta sebanyak 15 (lima belas) orang, yang merupakan penganggur / pencari kerja dan setengah penganggur yang di rekrut dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sinjai. Perekrutan dilakukan dengan membuat pengumuman/informasi pelatihan pada Media informasi/penyiaran publik Radio Suara Bersatu FM. Calon peserta pelatihan yang telah mendaftar ke Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai kemudian dilakukan seleksi untuk mendapatkan peserta pelatihan yang sesuai dengan target dan sasaran kegiatan yang akan dilaksanakan. Dari hasil seleksi tersebut kemudian di tetapkan 15 orang peserta yang menjadi peserta pelatihan, yang masing-masing berasal dari Kecamatan Sinjai Timur 3 orang, Kecamatan Sinjai Tengah 3 orang,

2

4

(25)

Kecamatan Bulupoddo 1 orang dan Kecamatan Sinjai Utara 8 orang.

Pelatihan keterampilan menjahit dilaksanakan selama 30 (tiga puluh) hari kerja, yang dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2012 s/d 23 Juni 2012 (180 Jam pelajaran).

Keberhasilan sasaran kegiatan ini diukur dari pelaksanaan kegiatan, dimana pencapaian sasaran mencapai 100 % atau terealisasi sebanyak 15 orang yang mengikuti pelatihan.

Anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan bagi pencari kerja tersebut sebesar Rp. 26.050.000,-, dengan realisasi keuangan 100%.

Pelaksanaan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi Pencari Kerja – Program Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Menjahit di Kabupaten Sinjai berjalan secara maksimal sesuai dengan yang diharapkan, dimana peserta memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap kegiatan yang dilakukan.

Materi yang diberikan dalam Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Menjahit tersebut merupakan mater dasar-dasar menjahit, dimana materi tersebut antara lain : teknik mengikur badan wanita dewasa, pola dasar blus, pola dasar lengan, pola dasar rok, pola dasar blus sendiri, model rok, pola dasar kemeja, pola leher kemeja, pola dasar celana, dan model leher.

Keseluruhan materi tersebut secara umum dapat di kuasai oleh peserta pelatihan, dimana masing-masing peserta selama pelatihan berhasil membuat 1 pasang pakaian baju dan rok serta 1 pasang baju tidur sebagai hasil praktek.

Adapun kendala yang dihadapi selama pelatihan adalah keterbatasan peralatan praktek menjahit dalam hal ini mesin jahit. Anggaran pelatihan hanya disediakan untuk pengadaan bahan pelatihan, namun tidak ada anggaran untuk pengadaan peralatan pelatihan. Namun hal ini tidak terlalu mengganggu jalannya kegiatan karena panitia memiliki 4 (empat) buah mesin jahit yang merupakan bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi

(26)

RI. Dengan jumlah peserta sebanyak 15 (lima belas) orang, jumlah peralatan mesin jahit tersebut sangatlah kurangnya. Olehnya itu, panitia pelaksana pendidikan dan pelatihan keterampilan menjahit dalam pelaksanaan kegiatan bekerjasama dengan YPA Handayani Sinjai dimana pelaksanaan pelatihan dilakukan di ruang pelatihan YPA Handayani Sinjai, yang mana pihak YPA Handayani memiliki 4 (empat) buah mesin jahit, sehingga total jumlah peralatan mesin jahit yang dipakai selama pelatihan adalah sebanyak 8 (delapan) buah peralatan mesin jahit. Jumlah tersebut sudah cukup memadai dalam pelaksanaan praktek pelatihan dan peserta dalam kegiatan tersebut dapat melakukan praktek dengan waktu dan kesempatan yang cukup.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi bagi pencari kerja, program keterampilan menjahit, menunjukkan bahwa :

-

Animo masyarakat untuk mengikuti pelatihan keterampilan menjahit sangatlah besar. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan yang sangat banyak, namun karena jumlah peserta yang terbatas, maka panitia hanya dapat menampung 15 orang peserta untuk menjadi peserta pelatihan. Untuk itu, perlu peningkatan anggaran kegiatan pelatihan agar dapat menambah jumlah peserta pelatihan.

-

Kebutuhan masyarakat akan jasa jahit menjahit sangatlah besar, dimana jumlah penjahit masih sangat kurang dibanding kebutuhan masyarakat. Hal ini membuat usaha jahit menjahit merupakan usaha yang memiliki prospek ekonomis yang sangat baik.

Bahwa perlu pembinaan dan pelatihan lebih lanjut bagi peserta pelatihan, baik dalam bentuk pelatihan menjahit lanjutan maupun pelatihan manajemen usaha mandiri / wirausaha baru, agar para peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat lebih menguasai teknik menjahit maupun cara memulai, mengelola, dan mengembangkan usaha.

2

6

(27)

2)

Kegiatan Monitoring dan Evauasi Pendampingan Tenaga Kerja

Kegiatan monitoring dan evaluasi Pendampingan tenaga kerja merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja, yang dilaksanakan dalam bentuk : pembinaan tenaga kerja, monitoring dan pembinaan usaha, pendataan tenaga kerja informal, pendataan TKI, evaluasi pembinaan tenaga kerja, singkronisasi kegiatan, koordinasi dan konsultasi kegiatan, baik ke propinsi maupun ke pusat (Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI), serta instansi terkait lainnya.

Secara teknis, kegiatan monitoring dan pendampingan tenaga kerja ini melibatkan 9 (Sembilan) orang petugas pendamping tenaga kerja, yang bekerja melaksanakan tugas-tugas pendampingan tenaga kerja, termasuk pendampingan tenaga kerja informal hasil pelatihan / pemberdayaan tenaga kerja yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai, baik yang anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Sinjai, maupun dari dana Pusat / Tugas Pembantuan, yang kegiatannya antara lain :

a.

Pelatihan Keterampilan bai pencari kerja, Anggaran APBD Kab. Sinjai Tahun 2012, jumlah peserta 15 orang.

b.

Kegiatan Perluasan Kesempatan Kerja melalui Terapan

Teknologi Tepat Guna (TTG), Dana Tugas Pembantuan, Jumlah Peserta 20 orang.

c.

Kegiatan Perluasan Kesempatan Kerja melalui Tenaga Kerja Mndiri (TKM), Dana Tugas Pembantuan, Jumlah Peserta 20 orang.

Sementara koordinasi dan konsultasi kegiatan dilaksanakan oleh pejabat eselon II, III, dan IV, baik koordinasi dan konsultasi ke pusat (Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI), koordinasi dan konsultasi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Sulawesi Selatan, maupun Instansi terkait lainnya.

(28)

Indikator keberhasilan sasaran kegiatan ini diukur dari ketersediaan dokumen hasil pendampingan dan monitoring yang dibuat oleh petugas pendamping sebagai bentuk laporan pelaksanaan tugas pedampingan selama 12 bulan pelaksanaan kegiatan. Anggaran untuk pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi pendampingan tenaga kerja sebesar Rp. 53.050.000,- yang terdiri atas biaya kesekretariatan, upah kerja petugas pendamping tenaga kerja dan biaya perjalanan dinas untuk konsultasi dan koordinasi. Realisasi kegiatan 100% dengan ketersediaan dokumen pelaksanaan kegiatan, serta realisasi anggaran 100%.

3.3.

Akuntabilitas Keuangan

Anggaran Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai pada Tahun Anggaran 2012 adalah sebesar Rp. 1.434.303.860,- dengan realisasi sebagai berikut :

Tabel 17

REALISASI KEUANGAN

BELANJA TARGET Rp REALISASI Rp PERSENTASE PENCAPAIAN a. Belanja Tidak Langsung

- Belanja Pegawai 976,693,86

0 976,693,860 100

Jumlah 976,693,8

60 976,693,860 100 b. Belanja Langsung terdiri dari :

1 Program pelayanan

administrasi perkantoran 232,860,000 243,958,844 93

2 Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur

87,800,000 99,857,0

00 95

3 Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur

10,500,000 8,000,000 100

5 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja keuangan

3,375,00

0 25,380,000 100

6 Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja

79,100,00

0 79,100,000 100 7 Program pelayanan dan

rehabilitasi kesejahteraan sosial

20,000,000 20,000,0

00 100 8 Program pembinaan para

penyandang cacat dan trauma

15,000,000 15,000,

000 100

2

8

(29)

9 Program pembinaan organisasi keagamaan, pemuda dan masyarakat

8,975,000 161,949,0

00 100 Jumlah 457,610,0

00 11,559,344 96 Jumlah Total 1,434,303,860 1,258,785,152 94

Total anggaran yang dikelola Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai pada tahun 2012 sebesar Rp.1.434.303.860,- (satu miliar empat ratus tiga puluh empat juta tiga ratus tiga ribu delapan ratus enam puluh rupiah). Jumlah tersebut telah direalisasikan sebesar Rp.1.021.306.407 (seratus lima puluh enam miliar dua puluh satu juta tiga ratu enam ribu empat ratus tujuh rupiah) atau sebesar 75.92 persen.

Dari 9 program dengan indikator Belanja Langsung dapat diketahui bahwa semua Program dapat dilaksankan dengan baik dengan persentase pencapaian 100 %. Hasil pencapaian mencapai persentase yang maksimal karena semua kegiatan dapat terlaksana sesuai dengn target yang diinginan.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada laporan pencapaian kinerja Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai Tahun 2012 sebagaimana terlampir.

(30)

BAB IV P E N U T U P

4.1

Kesimpulan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai merupakan suatu gambaran kinerja Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai dalam rangka melaksanakan tupoksinya serta pelaksanaan kebijakan yang berdasarkan sistem akuntabilitas yang merupakan penjabaran keberhasilan dan kegagalan kinerja kegiatan selama Tahun 2012.

Kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai tahun 2012 merupakan implementasi dari APBD Tahun 2012 secara garis besarnya dapat berjalan dengan baik dan telah mencapai target sasaran dan kegiatan.

Dari evaluasi dan analisis kinerja sasaran dan kinerja kegiatan serta hasil pengukuran kinerja yang telah disajikan pada uraian sebelumnya, dapat kami laporkan hal – hal sebagai berikut :

1.

Pencapaian indikator sasaran tahun 2012 telah mencapai target (rencana capaian indikator sasaran) yang telah ditetapkan.

2.

Pencapaian indikator kinerja kegiatan yang dicapai telah sesuai target kegiatan (dijelaskan pada format Laporan Pencapaian Kinerja).

3.

Penetapan kinerja yang sudah disepakati antara Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai dengan Bupati Sinjai telah dilaksanakan dan dicapai secara signifikan.

4.

Indikator kinerja utama yang telah ditetapkan terbukti sangat relevan dan akuntabel/terukur, tingkat capaiannyapun sangat signifikan.

Dari uraian tersebut diatas, menunjukan pencapaian akuntabilitas kinerja Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai telah memenuhi target secara keseluruhan sesuai yang telah di rencanakan.

Berdasarkan evaluasi dan analisa kinerja sasaran dan kinerja kegiatan ada keterkaitan / hubungan antara pencapaian kinerja kegiatan dengan program dan kebijakan dalam mewujudkan sasaran program dan kebijakan dalam mewujudkan sasaran tujuan, misi dan

3

0

(31)

visi sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra).

Secara umum Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai telah mampu melaksanakan kinerjanya dengan baik, namun dalam setiap pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari kekurangan maupun kendala dalam melaksanakan tupoksinya. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan tahun 2012, antara lain :

-

Perencanaan kinerja dan penganggaran masih belum dilaksanakan secara baik sehingga berdampak pada timbulnya ketidaksesuai antara kegiatan, target dan sasaran kinerja yang ingin dicapai.

-

Masih terbatasnya jumlah dan kapasitas Sumber Daya Manusia

(SDM) untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Jumlah pegawai (PNS) pada tahun 2012 baru sebanyak 23 orang atau 65 persen dari kebutuhan.

-

Kurang tersedianya sarana dan prasarana, seperti terbatasnya jumlah kendaraan operasional, ruang kerja yang masih terbatas, ruang rapat internal yang sangat terbatas, dan belum memiliki gudang penyimpanan ATK, Barang Milik Negara, dan barang bantuan pasca bencana yang memadai.

-

Belum memiliki gedung / kantor yang memadai

-

Alokasi anggaran yang belum memadai

Terkait dengan permasalahan yang dihadapi diatas, maka beberapa langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi kendala tersebut antara lain :

-

Kerjasama / komitmen seluruh personil Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai untuk saling mendukung dalam rangka mewujudkan visi dan misi.

-

Penegakan disiplin dan tanggung jawab serta mendorong peningkatan motivasi dan budaya kerja bagi semua aparat

-

Mengefektifkan personil pegawai yang ada, termasuk pendayagunaan tenaga sukarela untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.

-

Memanfaatkan ruangan kantor yang ada secara maksimal, termasuk membangun gudang penyimpanan Barang Milik Negara dan barang bantuan pasca bencana dengan memanfaatkan tempat parker kantor yang tidak terpakai.

(32)

-

Menjalin kerjasama dengan instansi/pihak terkait dalam upaya pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai.

Untuk lebih jelasnya pencapaian kinerja Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai Tahun 2012 disajikan dalam beberapa format yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari LAKIP 2012 ini. Format-format tersebut adalah :

-

Penetapan Kinerja Tahun 2012

-

Laporan Realisasi Kinerja tahun 2012

-

Penetapan Kinerja tahun 2013

Demikian kiranya penyajian akuntabilitas kinerja (LAKIP) Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai kiranya bermanfaat dan dapat dijadikan bahan penyusunan LAKIP Pemerintah Kabupaten Sinjai Tahun 2012.

4.2

Rekomendasi

Berdasarkan hasil evaluasi kinerja Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai Tahun 2012, untuk meningkatkan kinerja pada tahun yang akan datang perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1.

Perencanaan kinerja dan anggaran dilakukan secara lebih cermat dan revisi anggaran dan kegiatan dilakukan secara sangat selektif sehingga tidak menghambat pelaksanaan kegiatan.

2.

Peningkatan dan pengembangan kapasitas SDM dilakukan lebih intensif melalui pengadaan PNS, pembinaan, pendidikan dan pelatihan.

3.

Pemenuhan terhadap sarana dan prasarana perkantoran perlu diprioritaskan, seperti pengadaan kendaraan dinas dan pembangunan gudang bantuan pasca bencana.

3

2

Gambar

Tabel 17 REALISASI KEUANGAN BELANJA TARGET  Rp REALISASI Rp PERSENTASE  PENCAPAIAN a. Belanja Tidak Langsung

Referensi

Dokumen terkait

Analisis jenis-jenis pakan yang disukai oleh orangutan sumatera digunakan asumsi bahwa semakin besar frekuensi suatu spesies tumbuhan dimakan dan ketersediaannya di

Data yang didapatkan diolah secara manual untuk mengetahui insiden sepsis neonatorum, persentase jenis kuman penyebab sepsis neonatorum dan persentase sensitivitas

 Untuk mengetahui gambaran tingkat aktivitas fisik pada anak usial sekolah yang mengalami gizi di SDIT Al-Hikmah Maros.. Untuk kepentingan tersebut, kami memohon partisipasi

Data Primer : data yang diperoleh langsun dari hasil wawancara, yaitu data tentang pengajuan raperda, berapa yang kemudian disahkan dan berpa pula yang di tolak oleh

Dalam penelitian kali ini penerapan model atau metode menggunakan metode kooperatif dan inovatif yang akan membangkitkan minat belajar peserta didik dalam proses belajar, dimana

Saran dslam suatu penelitian yang terdapat suatu masalah ialah dilakukannya perbandingan elemen kerja ke setiap stasiun kerja dengan bobot beban kerja yang hamper sama

Untuk menentukan adanya perbedaan antar perlakuan digunakan uji F, selanjutnya beda nyata antar sampel ditentukan dengan Duncan’s Multiples Range Test (DMRT).

Dari hasil pemakaian assessment center di beragam lingkup organisasi selama ini dan didukung oleh berbagai hasil penelitian; menunjukkan bahwa metode ini dinilai lebih