SESI -3
BATUAN METAMORF
MATERI INI BERDASAR
PELATIHAN PETROLOGI
1. Perubahan dalam kondisi menyebabkan perubahan
mineralogy dan tekstur batuan.
2. Mengapa berubah? …karena mineral-mineral yang
stabil pada kondisi yang lama tidak lagi stabil pada
kondisi yang baru.
3. Metamorfisme merupakan proses perubahan yang
terjadi pada kondisi
padat
; terjadi pada kondisi transisi
antara diagenesis (batas bawah) dan peleburan
(melting) sebagai batas atas.
Metamorfisme berarti PERUBAHAN
Padat - tidak melebur
1. T (Temperatur) dan P (Tekanan)
2. Temperatur dan Tekanan di dalam bumi
3. Kecepatan kenaikan temperature di dalam bumi
disebut Gradien geothermal
4. Gradien geothermal bervariasi / berbeda untuk
setiap tatanan tektonik
• Batuan metamorf adalah batuan yang
terbentuk akibat perubahan kondisi P
(tekanan), T (temperatur) atau
keduanya
TIPE METAMORFISME
1.Metamorfisme kontak
akibat pemanasan intrusi batuan beku (magma) • sekitar intrusi
• tidak ada preffer orientation • hornfelsic ----hornfels
2.Metamorfisme regional
a).Orogenik: sekala luas; pembentukan pegunungan dan daerah perisai hasil proses tektonik.
- sangat luas (regional)
- batuan berfoliasi dan tidak berfoliasi (granoblastik) b) Metamorfisme beban (burial ; post diagenetic) ;
perubahan progresif yang di alami batuan sedimen selama pembebanan.
3. Metamorfisme lantai samudera (
ocean floor
metamorphism )
4. Metamorfisme dinamik (
P
stress/high strain
)
sepanjang lajur sesar
5.
Shock metamorphism
akibat jatuhnya meteorit - mineral high P/T di
permukaan bumi.
Non foliasi Hornfelsik
Cakupan wilayah 1-10km
METAMORFISME KATAKLASTIK / DINAMO
SINGKAPAN
MEMPERLIHATKAN
GEJALA MILONITISASI
METAMORFISME REGIONAL
(METAMORFISME DINAMO-TERMAL)
- Regional
- Faktor/
agent
yang berperan : P dan T
GENES AUGEN
EKLOGIT
(Soesilo, 2012)
1. BATUAN METAMORF - BERFOLIASI
Slate
/batusabak:
• kilap : dull /buram;
• batuan berukuran halus;
belahan paralel, ditandai
oleh pertumbuhan mika
akibat tekanan regional.
Phyllite
/ filit:
• Mengkilat (kilap sutera/
silky sheen
)
• Ukuran sangat halus,
• Terdiri dari mineral
phyllosilicates
(mika)
FILIT
Schist
/ Sekis
orientasi mineral / agregat mineral berukuran halus – sedang hasil
proses metamorfisme; kenampakan planar, biasanya banyak
Gneiss
/ Genes
Banded rock :
perselingan antara perlapisan mineral warna gelap dan
terang akibat segregasi metamorfisme
.
Orthogneiss:
berasal dari batuan beku
Paragneiss:
berasal dari batuan sedimen
GENES AUGEN
2. BATUAN METAMORF - TAK BERFOLIASI
Granoblastik : terdiri dari mineral granoblas / granular;unequant
Hornfelsik : equant, no preferred orientation
marmer
kuarsit
hornfels
AMFIBOLIT
BEBERAPA CONTOH BATUAN METAMORF (1)
Marmer:
- komposisi kalsit atau dolomit;
- protolit batugamping atau dolostone. Kuarsit :
- komposisi dominan kuarsa; - protolit : batupasir.
Greenschist/Greenstone : - derajat rendah;
- klorit, aktinolit, epidot, dan albit;
- protolit batuan beku mafik atau greywacke; - berfoliasi & granoblastik.
Amfibolit :
- di dominasi oleh kehadiran hornblenda + plagioklas; - protolit batuan beku mafik atau greywacke;
Sekis biru :
- terdiri dari glaukofan;
- protolit batuan beku mafik atau greywacke (mafik)
Eklogit:
- batuan metamorf warna hijau dan merah - klinopiroksen dan garnet;
- protolit basalt.
Skarn:
- hasil metamorphosis & metasomatis batuan karbonat; - komposisi mineral calc-silicate
Granulit:
- batuan metamorf derajat tinggi; - plagioklas dan ortopiroksen;
- protolit batuan pelitik, batuan mafik,batuan kuarsa-feldspar.
BEBERAPA CONTOH BATUAN METAMORF (2)
NOMENKLATUR BATUAN METAMORF
1. Komposisi protolit
2. Tekstur batuan (ukuran, kemas)
3. Mineralogi (komposisi mineral)
Tekstur Istilah umum Bahasa Yunani Bahasa Latin
Kasar gravel(ly) psephite
(psephitic) rudite (rudaceous)
Sedang sand(y) psammite
(psammitic)
arenite
(arenaceous)
Halus clay(ey) pelite (pelitic) lutite (lutaceous)
PROTOLIT
TIPE BATUAN
NAMA BATUAN
Batulempung pelites metapelit Batupasir psammite metapsamit Batulempung
campuran semi-pelites metapsamopelit Batupasir kuarsa kuarsit metakuarsit Napal (lime mud) karbonatan Calc-silicate
Batugamping/dolomit karbonatan / karbonat metakarbonat / marmer Basalt metabasit
Granitoid metagranitoid Ultramafik metaultramafik
BERDASARKAN TEKSTUR /STRUKTUR BATUAN
Sekis : ukuran kasar, berfoliasi, terdiri dari mineral berlembar dan granoblastik
Genes : batuan memperlihatkan segregasi antara mineral terang dan gelap (memperlihatkan banding)
Genes augen (augen gneiss) : ada augen nya (porfiroblas) Granoblastik : tidak memperlihatkan foliasi mineral granular,
unequant grain
Hornfelsik : granular, tidak memperlihatkan preffered orientation, equant grain
BERDASARKAN MINERALOGI
- Sekis garnet biotit
- Genes silimanit – feldspar alkali
- Genes hornblende biotit
-Spotted andalusite hornfels
A metamorphic facies is a set of metamorphic mineral
assemblages (one for each common rock type) that are
commonly associated in space and time, and seem to have
formed at similar metamorphic conditions
Fasies metamorf terdiri dari sejumlah batuan yang
masing-masing mempunyai himpunan mineral tertentu; terbentuk pada
kondisi metamorfisme yang sama (kondisi temperatur dan
tekanan yang sama)
Dapat ditunjukkan dengan diagram P & T
FASIES METAMORFISME
Macam-macam fasies
Eskola 1939
Granulite
Epidote amphibolite
Glaucophane schist (blue schist)
Hornfels -- diganti menjadi
px hornfels
Greenschist Amphibolite Hornfels Sanidinite
Eclogite --- batuan mafik Eskola 1920
Himpunan mineral masing-masing
fasies metamorfisme
Facies Definitive Mineral Assemblage in Mafic Rocks
Zeolite zeolites: especially laumontite, wairakite, analcime Prehnite-Pumpellyite prehnite + pumpellyite (+ chlorite + albite)
Greenschist chlorite + albite + epidote (or zoisite) + quartz ± actinolite Amphibolite hornblende + plagioclase (oligoclase-andesine) ± garnet Granulite orthopyroxene (+ clinopyrixene + plagioclase ± garnet ±
hornblende)
Blueschist glaucophane + lawsonite or epidote (+albite ± chlorite) Eclogite pyrope garnet + omphacitic pyroxene (± kyanite)
Contact Facies
After Spear (1993)
Table 25-1. Definitive Mineral Assemblages of Metamorphic Facies
Mineral assemblages in mafic rocks of the facies of contact meta-morphism do not differ substantially from that of the corresponding regional facies at higher pressure.
Fasies Zeolit
• Diagram ACF dari batuan
metabasit fasies zeolite.
• Warna pink : komposisi umum
batuan mafik.
• Hul = heulandit, Lmt =
laumontit, Chl = khlorit Kln =
kaolinit
• himpunan mineralogi :
khlorit + heulandit atau laumontit +
kalsit + kuarsa + albit
Act = aktinolit, Tlc = talk, Chl = khlorit,
Ep = epidot, Zo = zoisit, Cld = Khloritiod,
Prl = pirofilit
Fasies Sekis hijau
Mineralogi
Klorit + albit + epidot + aktinolit + kuarsa
• Terjadi perubahan 2 mineral :
1. Albite oligoklas (Ca meningkat)
2. Aktinolit hornblenda (peningkatan Al dan alkali sejalan dengan peningkatan Temperatur)
• Transisi terjadi pada derajat yang lebih kurang sama ;slope P/T
berbeda.
Hbl = hornblenda, Cum = kummingtonit, Ath =
anthofilit, Grs = grossularit, Grt = garnet, Bt = biotit
Fasies Amfibolit
Wo = wollastonit, Aug = augit,
Grt = garnet, Crd = kordierit
Sil = silimanit
FASIES
GRANULIT
Himpunan mineral:
opx + cpx + plagioklas +
kuarsa ± garnet
Transisi dari fasies granulit
ke fasies eklogit :
plagioklas diganti oleh
garnet.
Wo = wollastonit, Omp = omfasit, Grs = grossularit
Prp-Alm = pirop-almandin, Ky = kyanit
FASIES EKLOGIT
Garnet Almandin Fe3Al2Si3O12 Grossular Ca3Al2Si3O12 Pyrop Mg3Al2Si3O12 Omfasit (piroksen) (Ca,Na)(Mg,Fe,Al)Si2O6FASIES SEKIS BIRU
Arg = aragonit, Jd = jadeit, Gln = glaukofan Grt = garnet, Lws = Lawsonit, Ep = Epidot, Prg = pargasit
Perubahan mineralogi pada batuan
metamorf Derajat Rendah
Himpunan mineral batuan metabasit dari fasies zeolite,
f.prehnit-pumpellyt – f. sekis hijau
Perubahan mineral pada Derajat
Menengah/Sedang
Metamorphic Facies
SERI FASIES METAMORF
MIYASHIRO (1961)
- MEMPERLIHATKAN FASIES PROGRESIF DI DAERAH
BERSEKALA LUAS
- MEMBERI PEMIKIRAN TENTANG PERUBAHAN P DAN T
DI SUATU DAERAH
Sekumpulan fasies metamorf terbentuk pada
suatu jalur metamorf tertentu
gradien geotermal tertentu.
Macam :
low pressure baric type : gradien geotermal > 20
0C/km
medium pressure : gradien geotermal 10 – 20
0C/km
high pressure : gradien geotermal < 10
0C/km.
SERI FASIES METAMORFISME (Miyashiro,1961)
Contact Facies Series (very low-P)
Buchan or Abukuma Facies Series (low-P /T regional) Barrovian Facies Series (medium-P/T regional)
Sanbagawa Facies Series (high-P, moderate-T) Franciscan Facies Series (high-P, low T)
TIPE BARIC
Seri Fasies
tipe Baric
• Diagram P-T memperlihatkan 3 seri fasies metamorphosis
(Miyashiro ,1973, 1994).
Tipe baric Mineral penciri Mineral yg umum dijumpai
Fasies Asosiasi batuan
beku Low pressure andalusit Biotit,
Kordierit,staurolit,silima nit Sekishijau , amfibolit , granulit Batuan volkanik (basa - asam),
granit, andesit, riolit
Medium pressure kyanit Biotit,
Almandin,staurolit, silimanit Sekishijau ; epidot amfibolit ; amfibolit granulit
Ofiolit dan granit
High pressure Glaukofan, jadeit, lawsonit Almandin, barroisit, stilpnomelane Sekis glaukofan – epidot amfibolit; Sekis glaukofan – sekihijau; Prehnit – pumpellyeit- sekis glaukofan Ofiolit dominan Granit tidak ada
Seri fasies, mineralogi dan fasies
• Sekuen fasies terdiri dari :
(f.zeolit) - ( f. prehnit-pumpellyit) – f.sekis hijau – f.amfibolit – f.granulit apabila protolitnya batuan pelitik - hadir mineral kordierit dan/atau
andalusit
• Sekuen fasies alternatif :
(fasies zeolit) - (f. hornfels albit-epidot) – fasies hornfels hornblende) – (f.hornfels piroksen)
• Fasies Sanidinit jarang dijumpai
• Sangat umum di jalur orogenesa (tipe Barrovian)
• Sekuen fasies :
(fasies zeolit) - ( fasies prehnit-pumpellyit) – fasies sekis hijau – fases amfibolit – fasies granulit
•
Mineralogi of low-pressure metabasites tidak berbeda
banyak dengan Medium P/T seri fasies
•
Fasies hornfels Albite-epidote korelatif dengan F.Sekis
hijau hanya memiliki P meningkat
•
Fasies hornfels Hornblende korelatif dengan F.Amfibolit,
sedangkan F.Hornfels piroksen dan Sanidinit korelatif
dengan fasies granulit.
• Dijumpai di lajur subduksi
• Sekuen fasies :
(fasies zeolit) - (fasies prehnit-pumpellyit)
– fasies sekis biru – fasies eklogit
Low grade
Metamorfisme kontak
METAMORFISME TEMPERATUR RENDAH
(DERAJAT RENDAH)
FASIES TEMPERATUR TINGGI (DERAJAT TINGGI)
Fasies Granulit
hornblende-augit-opx- plagioklas
FASIES TEMPERATUR MENENGAH
(DERAJAT MENENGAH)
Fasies sekishijau Klorit-aktinolit-albit- epidot F.Epidot Amfibolit Hornblenda-aktinolit- epidot-albit F.Amfibolit Hornblenda-plagioklas - garnetMEDIUM PRESSURE
SERI FASIES TEKANAN TINGGI
F.Sekis biru
Glaukofan-lawsonit-albit-aragonite-klorit-zoisitFasies Eklogit
Garnet-omfasit (cpx)-kyanit HIGH PRESSUREPENGGUNAAN BEBERAPA DIAGRAM
(Untuk mengetahui himpunan yang
dihasilkan vs protolitnya)
Mineral yang
“hilang” Mineral baru andalusit silimanit epidot/zoisit plagioklas khlorit grossularit talk kordierit aktinolit biotit albit anthofilit hornblenda
Mineral yang
“hilang” Mineral baru muskovit wolastonit kalsit diopsid hornblenda hipersten anthofilit almandin/pirop biotit
DERAJAT TERTINGGI
• AFM
– A = Al
2O
3– F = FeO
– M = MgO
Zone :
- sekumpulan mineral yang terbentuk pada kondisi P dan T yang sama - dicirikan oleh muncul dan hilangnya mineral tertentu (mineral indeks).
Derajat metamorfisme --- P dan T
- Tingkat metamorfisme dari T dan P lebih rendah ke T dan P lebih tinggi atau sebaliknya (faktor Tekanan dan Temperatur)
- Derajat rendah, menengah dan derajat tinggi - Prograde, retrograde
Fasies terdiri dari beberapa zone
- Sekumpulan batuan ;masing-masing terdiri dari himpunan mineral tertentu terbentuk pada kondisi P dan T sama.
Seri fasies terdiri dari beberapa fasies;
- tergantung dari gradien geotermal daerah tersebut (tatanan tektonik berbeda)
Zone Klorit :
klorit
, muskovit, kuarsa, albit
Zone Biotit :
biotit
, klorit, muskovi, kuarsa dan
albit.
Zone garnet :
almandin garnet
, biotit, klorit,
muskovit, kuarsa, albit /oligoklas.
Zone Staurolit :
staurolit
, biotit, muskovit,
kuarsa, garnet, plagioklas ± klorit
Zone Kyanit :
kyanit
, biotit, muskovit, kuarsa,
plagioklas, garnet ,staurolit
Zone Silimanit: silimanit, biotit, muskovit,
kuarsa, plagioklas, garnet, ± staurolit. ± kyanit
George Barrow 1893, 1912 Op.cit Winter,2001
LOW PRESSURE (TEKANAN RENDAH)
Metamorfisme kontak dan Metamorfisme regional
MEDIUM PRESSURE (TEKANAN MENENGAH) Tipe Barrovian
Metamorfisme yang normal /Typical Regional Metamorphism
Paired Metamorphic Belts
(Jalur metamorf berpasangan)
Miyashiro (1961)
- Dijumpai sepasang jalur metamorfisme di wilayah Cirkum Pasifik : HP-LT disisi samudera dan HP-HT di sisi kontinen
1. Di Jepang :
Sanbagawa mewakili HP-LT; Ryoke-Abukuma mewakili HP-HT Ryoke-Abukuma : seri fasies Buchan & Barrovian
2. Di Amerika Serikat Barat
Fransiscan mewakili HP-LT ; di Klamat Mountains & Sierra Nevada : sisa seri fasies metamorfisme Barrovian & Buchan (HP-HT)
Paired Metamorphic Belts
umumnya berasosiasi dengan
convergent plate margin
- tempat terjadinya proses
subduksi
mengakibatkan gradient geothermal rendah--- menghasilkan jalur HP-LT (F.Sekis biru)
Karangsambung pair