• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNIK ILUSTRASI: STANDAR PENYAJIAN TEBAL & GAMBAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TEKNIK ILUSTRASI: STANDAR PENYAJIAN TEBAL & GAMBAR"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

I N S A N I N D O N E S I A Y A N G C E R D A S & K O M P R E H E N S I F

TEKNIK ILUSTRASI: STANDAR PENYAJIAN TEBAL & GAMBAR

Syamsul Arifin

Hp: 081-2354-2233 [email protected] [email protected]

(2)
(3)

Beberapa Kaidah Dalam

Penyajian Tabel

(4)

ILUSTRASI DALAM ARTIKEL ILMIAH

 Ilustrasi adalah penggambaran akan sesuatu.

 Ilustrasi dapat berupa tabel dan gambar (grafik, foto,

diagram, bagan, peta, denah, dan gambar lainnya).

 Ilustrasi bersifat suplemen atau alat bantu.

 Dalam menyiapkan ilustrasi, selalu mengacu ke petunjuk

penulisan.

 Ilustrasi jangan dibiarkan berbicara sendiri tanpa

penjelasan atau narasi.

 Apa yang disajikan dalam ilustrasi harus dituliskan dan

diterjemahkan oleh penulis ke dalam bentuk narasi yang

dapat dipahami oleh pembaca.

(5)

ILUSTRASI BENTUK TABEL

 Tabel selalu dibuat dan disiapkan dalam halaman terpisah dari teks.  Tabel diberi nomor urut mengikuti angka arab.

 Setiap tabel diketik dalam halaman terpisah.

 Sebelum membuat tabel perhatikan terlebih dahulu format yang

ada pada contoh artikel terbaru atau petunjuk penulisan.

 Umumnya garis horisontal sepanjang halaman yang diperbolehkan

hanya tiga, yaitu dua pada bagian atas (judul kolom) dan satu pada penutup tabel.

 Garis vertikal sama sekali tidak diperbolehkan.

 Dengan demikian, tabel kotak-kotak yang dihasilkan oleh komputer

harus diedit supaya sesuai dengan format penulisan tabel ilmiah.

 Judul tabel biasanya ditempatkan di atas tabel.

 Perhatikan format penulisan judul tabel, apakah ditulis di tengah,

(6)

ILUSTRASI BENTUK TABEL

 Kadang-kadang kata tabel dan nomor tabel ditulis dengan cetak tebal.  Sistem penulisan satuan peubah yang ditabulasikan perlu diperhatikan

dengan cermat, apakah cetak miring setelah koma, atau dalam tanda kurung.

 Angka-angka dalam tabel sebaiknya diformat menurut titik desimal

supaya angka tersusun menurut besarannya.

 Jumlah angka di belakang koma juga harus diperhatikan sesuai dengan

makna angka tersebut.

 Dengan demikian, angka di belakang koma tidak harus empat atau tiga,

atau dua. Kalau memang tidak perlu, tanda koma tidak perlu dicantumkan.

 Jangan lupa memasukkan data “sd” atau “se” atau “sem” untuk setiap

data dalam tabel supaya pembaca bisa melihat variasi dan sebaran data anda.

 Kalau perlu jumlah pengamatan perlu juga dicantumkan dalam tabel

atau sebagai catatan kaki pada tabel.

 Superskrip untuk taraf perbedaan statistik harus ditambahkan.  Dalam pemberian superskrip ini ada kesepakatan.

(7)

ILUSTRASI BENTUK TABEL

 Untuk yang menggunakan huruf (dalam pembandingan beberapa rataan

sekaligus), gunakan huruf paling awal untuk rataan terbesar.

 Untuk menunjukkan pengaruh utama atau interaksi, biasanya diberikan

simbol * atau ** untuk p < 0.05 atau p < 0.01.

 Dalam beberapa hal level p itu sendiri dituliskan dalam tabel, interpretasi

level signifikansi diserahkan kepada pembaca.

 Kalau ada singkatan digunakan dalam tabel, selalu beri catatan kaki untuk

penjelasan singkatan tersebut.

 Syarat yang selalu ditekankan dalam pembuatan tabel adalah bahwa tabel

tersebut harus berdiri sendiri.

 Seseorang yang menemukan tabel tersebut terpisah dari teks harus bisa

memahami dan menginterpretasikan tabel itu tanpa harus membaca teks.

 Untuk data yang banyak memerlukan kolom, bisa menggunakan bentuk

cetakan landscape.

 Kalau penyajian data tidak memerlukan banyak kolom tetapi memerlukan

baris, gunakan bentuk cetakan portrait.

 Yang paling baik adalah menyusun data pada tabel sesuai dengan urutan

(8)

TABEL

1. Tabel diberi nomor urut mengikuti

angka arab  karya ilmiah

2. Tabel diberi nomor urut dengan

identitas bab / pokok bahasan 

buku ajar

3. Umumnya garis horisontal

sepanjang halaman yang

diperbolehkan hanya tiga, yaitu

dua pada bagian atas (judul

kolom) dan satu pada penutup

tabel  karya ilmiah

4. Beberapa buku teks (terbitan

(9)

5. Gambar dan tabel  ditampilkan secara menarik;

6. Bila diambil dari sumber lain, cantumkan sumbernya

(dikutip);

(10)

8. Judul tabel biasanya ditempatkan di atas tabel.

9. Format penulisan judul tabel, RATA KIRI  KARYA ILMIAH, UMUMNYA RATA KIRI  BUKU AJAR

10. Kadang-kadang kata tabel dan nomor tabel ditulis dengan cetak tebal.

11. Sistem penulisan satuan peubah yang ditabulasikan perlu

diperhatikan dengan cermat, apakah cetak miring setelah koma.

13. Jumlah angka di belakang koma juga harus diperhatikan sesuai

dengan makna angka tersebut 5 digit dibelakang

koma

(11)

Standar APA

Judul: Tabel dan Gambar, cetak miring, Huruf besar di awal kata, kecuali kata

sambung

Format: setiap kolom berisi keterangan dengan awal heading kalimat – huruf

besar. Penulisan singkatan dan simbol tanpa diberi keterangan tambahan Penggunaan huruf besar di awal kata

Catatan: diletakkan dibawah tabel, dengan diberikan penjelasan, missal:

Catatan. Dari …. Catatan. Sumber ….

Catatan. Dicetak ulang dari …

(12)

Standar Chicago

1. Terdapat 3 garis horizontal untuk membatasi isi table; 2. Tabel tidak boleh di split dalam 2 halaman;

3. Setiap abel harus ada label;

4. Tambahkan footnote untuk penjelasan isi tabel, dengan label “a”, “b” dst.;

5. Untuk tabel dengan olahan statistik, diberi penjelasan tambahan *p < 0.05, **p < 0.01, *** p < 0.001

(13)

Beberapa Kaidah Dalam

Penyajian Ganbar, Denah dan

Grafik

(14)

ILUSTRASI BENTUK GAMBAR

 Gambar yang dimaksud di sini meliputi grafik, foto, diagram, bagan,

peta, denah, dan gambar lainnya.

 Pembahasan yang lebih rinci akan diberikan pada grafik yang

dibangun dari angka-angka hasil pengamatan.

 Ilustrasi dalam bentuk foto, diagram, bagan, peta, atau denah

umumnya tidak banyak lagi yang bisa dimodifikasi untuk mengubah penampilan ilustrasi.

 Yang penting diingat di sini adalah bahwa penyiapan ilustrasi harus

sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan oleh jurnal yang akan dituju.

 Figur atau grafik digunakan untuk menyajikan data yang sangat

banyak.

 Setiap gambar dicetak pada halaman terpisah.

 Untuk tidak membingungkan editor atau reviewer, tuliskan nomor

gambar dan nama penulis di balik (halaman belakang) gambar tersebut.

(15)

ILUSTRASI BENTUK GAMBAR

 Selain itu, untuk gambar yang tidak langsung kelihatan mana bawah dan

mana atas, harus ditunjukkan di margin gambar tersebut dengan pensil.

 Karena gambar tidak disertai dengan judulnya, jangan sampai salah

memberikan nomor di belakang gambar atau salah mengurutnya dalam naskah.

 Dalam setiap grafik yang dibangun dari angka-angka hasil pengamatan

selalu sertakan ukuran penyebaran data (sd, se, atau cv).

 Simbol-simbol yang digunakan dalam gambar sebaiknya dijelaskan

dalam judul, jangan dimasukkan ke dalam gambar itu sendiri (seperti umumnya pada pembuatan grafik dengan komputer saat ini).

 Ilustrasi dalam bentuk foto, diagram, bagan, peta, atau denah umumnya

tidak banyak lagi yang bisa dimodifikasi untuk mengubah penampilan ilustrasi.

 Yang penting diingat di sini adalah bahwa penyiapan ilustrasi harus

sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan oleh jurnal yang akan dituju.

(16)

ILUSTRASI BENTUK GAMBAR

 Biasanya kalau beberapa gambar digabung dalam satu sumbu,

sering kali membingungkan, terutama dalam pemberian simbol.

 Pertimbangkanlah penggunaan satu sumbu untuk banyak gambar.  Cara alternatif yang lebih menarik adalah dengan menyusun secara

vertikal beberapa gambar menjadi satu gambar.

 Gambar yang disusun tersebut bisa mempunyai satuan sumbu x

yang sama atau berlainan.

 Dalam penyajian gambar jangan lupa memberikan judul sumbu x

dan y serta satuannya.

 Dalam penyajian tersusun secara vertikal begini penggunaan simbol

menjadi tidak penting karena setiap gambar disertai oleh judul sumbu y yang berlainan.

 Jangan membuat grafik berwarna, gunakan hitam putih.

 Kontras gambar juga harus jelas, dan kualitas huruf pada judul

(17)

ILUSTRASI BENTUK GAMBAR

 Anda bisa membuat grafik dengan tangan (tentu dengan bantuan

kertas grafik), dan menulis judul sumbunya dengan menggunakan rugors.

 Untuk grafik yang dibuat seperti ini, sebaiknya difoto hitam putih

dengan ukuran cetakan postcard (dengan jenis kertas glossy).

 Untuk gambar lain selain grafik (hasil foto langsung atau mikrograf)

sebaiknya kontrasnya jelas.

 Biasanya judul gambar dilampirkan setelah tabel.

 Tuliskan judul gambar dalam halaman yang terpisah dari gambar itu

sendiri.

 Kalau ada beberapa gambar, anda bisa memberi nomor dan

judulnya dan mengetiknya dalam satu halaman.

 Perhatikan format penulisan judul gambar pada artikel contoh atau

(18)

GAMBAR

1. Gambar: meliputi grafik, foto,

diagram, bagan, peta,

denah, dan gambar lainnya.

2. Ilustrasi dalam bentuk foto, diagram, bagan, peta, atau denah umumnya tidak

banyak lagi yang bisa dimodifikasi untuk

mengubah penampilan ilustrasi.

3. Keterangan gambar

diletakkan di bawah gambar 4. No urut gambar: angka arab dengan identitas bab / pokok bahasan (buku ajar), tanpa identitas bab (karya ilmiah)

RESOLUSI RENDAH

RESOLUSI TINGGI > 300 dpi

Scaned Gambar / Grafik dalam format TIFF 1200 dpi

(19)
(20)

RESOLUSI – DPI / PPI

72 DPI

300 DPI

(21)

www.themegallery.com

Contoh gambar yang “jelas”

(22)

Contoh “resolusi” gambar

Resolusi tinggi Resolusi rendah

(23)
(24)

UCAPAN TERIMAKSIH

Sumber tulisan ini sebagian didasarkan pada materi-materi

Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Nasional yang

dilaksanakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian

pada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, 2012.

(25)

Syamsul Arifin

Cv singkat

S1(Ir.) Physic Engineering, FTI-ITS

S2(M.T.) Nuclear Engineering, ITB

S3(Dr.) Educational Technology, UM

Dosen Tetap: Jurusan Teknik Fisika FTI-ITS 1988 – Sekarang;

Ketua P3AI-ITS : Sejak 2008-Sekarang;

Anggota Tim Kurikulum DIKTI: 2008-Sekarang;

Tim Ahli BSNP: Penyusun Standar PJJ 2014,

Tim Pengembang Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka & Terpadu (PDITT): 2013-sekarang;

Tim KURIKULUM-ITS tahun 2007-Sekarang;

Fasilitator PEKERTI-AA sejak thn 2004-Sekarang,

Peneliti dalam bidang Kecerdasan Buatan & Teknologi Pendidikan (e/m-Learning);

Asisten direktur LPIU-ITS,

Konsultan dlm bidang Management Higher Educations (Curriculum, learning & teaching

improvement, multimedia, and assessment), ..dll. HP : 081-2354-2233 [email protected] ; [email protected]. FB:[email protected] Twitter:syam212

Trimakasih

Gambar

ILUSTRASI DALAM ARTIKEL ILMIAH
ILUSTRASI BENTUK TABEL
ILUSTRASI BENTUK TABEL
ILUSTRASI BENTUK TABEL
+5

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan perbedaan-perbedaan individu itu pasti ada yang mendominasi oleh karena itu tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan faktor perbedaan individu yang paling berpengaruh

Sebagai media hiburan, televisi menyediakan hiburan untuk pengalihan perhatian dan sarana relaksasi serta meredakan ketegangan – ketegangan sosial Program acara

Proyek EAST yang dilaksanakan selama empat tahun bertujuan untuk mempromosikan pekerjaan yang layak bagi kaum muda dan penghapusan pekerja anak, melalui pemberian paket

Gambar 5 menunjukkan nilai modulus elastisitas dari komposit Pb-Sn dimana modulus elastisitas maksimum terdapat pada komposit Pb-Sn dengan temperatur sintering

[r]

Bahwa dari posita gugatan Penggugat, majelis menilai bahwa yang menjadi sebab perselisihan dalam rumah tangga antara Penggugat dengan Tergugat adalah terutama karena

Batasan penelitian ini adalah seperti yang dirumuskan di dalam tujuan umum, yaitu perancangan model pengembangan “agro-eco-industrial park” (AEIP) Bitung, Provinsi Sulawesi

Kegiatan Pembelajaran MENGAMATI  Mengamati tayangan video tentang keberagaman sosial budaya di masyarakat  Mengamati gambar iklan media cetak dan elektronik  Mengamati torso