Perancangan Sistem Informasi Geografis Lokasi Pusat Kesehatan Masyarakat
Kota Ambon Berbasis Web
Marco Liklikwatil*), Andeka Rocky Tanamah**), Frederik Samuel Papilaya***)
Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana E-Mail: *[email protected], **[email protected],
Abstrak
Perkembangan fasilitas Puskesmas yang mulai berkembang di kota Ambon harus diimbangi dengan penyampaian informasi yang cepat dan tepat. Dinas kesehatan kota Ambon perlu memberikan informasi kepada masyarakat umum tentang fasilitas Puskesmas yang berada di kota Ambon. Pemetaan Puskesmas yang berbasis web. SIG (Sistem Informasi Geografi) diperlukan untuk memudahkan masyarakat umum agar bisa mendapatkan informasi tentang Puskesmas yang berada di kota Ambon. Hasil dari penelitian ini adalah berupa sistem informasi geografis yang terhubung dengan google map dapat menunjukan peta letak pusat kesehatan masyarakat dan informasi dari setiap Puskesmas.
Kata kunci: Sistem Informasi Geografi Puskesmas, Google map
1.
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi yang cepat di Indonesia telah membawa perubahan baru dalam perilaku masyarakat dalam segala aktivitas keseharian baik
aktivitas pribadi maupun aktivitas
sebuahlembaga/instansi/perusahaan.
Kecenderungan masyarakat Indonesia saat ini sangat bergantung pada sesuatu yang digital, paradigma ini muncul sebagai akibat kompleksitas segala aspek kehidupan yang menuntut segala proses terjadi secara cepat, disebabkan belum adanya sistem informasi data yang cepat dan up to date. Disamping itu berbagai data informasi tentang fasilitas kesehatan yang ada di Kota Ambon belum terinventarisasi dalam sebuah sistem informasi on-line yang
berbasis spasial, data-data pemetaan
fasilitas kesehatan tersebut masih
berbentuk manual dan belum
terkomputerisasi. Data-data yang ada hanya disajikan dalam bentuk tabel, hal ini susah untuk diinterpretasikan dan memakan waktu
cukup lama untuk meng-update atau
melakukan perubahan data. Bentuk ini juga
membuat masyarakat umum tidak dapat mengetahui lokasi fasilitas kesehatan yang ada secara menyeluruh dengan mudah.
Menurut Departemen Kesehatan
Republik Indonesia dalam Pedoman
pendataan Puskesmas, dalam rangka
mewujudkan Visi "Memandirikan
Masyarakat untuk Hidup Sehat" dan Misi "Membuat Rakyat Sehat", Departement
Kesehatan menyelenggarakan perannya
dengan menempuh empat strategi utama yaitu: (1) mobilisasi sosial (menggerakan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat), (2) meningkatkan akses masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan, (3)
meningkatkan surveilans, monitoring dan
sistem informasi kesehatan, dan (4)
meningkatkan surveilans, monitoring dan sistem informasi kesehatan. Berdasarkan visi dan misi diatas Departement kesehatan
Republik Indonesia bertujuan
meningkatkan akses masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan yang
berkualitas, diantaranya meningkatkan akses terhadap playanan kesehatan dasar atau Puskesmas. Dengan demikian akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat di tingkatkan melalui peningkatan kinerja Puskesmas.[1]
Untuk mengatasi permasalahan yang
terjadi, teknologi GIS (Geographics
membantu pengguna atau masyarakat umum untuk melihat informasi secara keseluruhan dengan mudah dan cepat yaitu melalui pemetaan online. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka sistem informasi online dapat memberikan informasi lokasi fasilitas kesehatan yang ada di Kota Ambon. Diharapkan sistem ini dapat membantu masyarakat umum untuk mengetahui lokasi dan informasi fasilitas kesehatan yang dibutuhkan dengan mudah.
2.
METODE PENELITIAN
Metode pengembangan sistem penulis gunakan dalam penulisan jurnal ini adalah metode prototype. Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang banyak di gunakan [2].
Gambar 1. Metode Prototype
Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan proses, antara lain sebagai berikut. Antara lain tahapan proses pertama adalah
menetap-kan maslah penelitian atau
disebutjuga ide penelitian, yaitu
perancangan GIS pusat kesehatan
masyarakat berbasis web. Selanjutnya,
pengumpulan literlatur yaitu mencari
literatur yang terkait dengan ide penelitian berupa buku, artikel, konsep-konsep yang berhubungan dengan GIS. Tahapan berikutnya adalah merumuskan masalah secara umum ke masalah yang lebih spesifik (khusus). Tahapan metodologi desain atau desain penelitian, tahapan pengumpulan data, analisa data dan hasil penelitian dilakukan dengan mengunakan metode
prototype. Tahapan terakhir adalah refine
hipotesis atau kesimpulan, pada tahapan ini hasil penelitian di paparkan hasil, penelitian
didasarkan pada data-data yang
dikumpulkan dan hasil kesimpulan ini menjadi acuan pada penelitian dimasa yang akan datang. Tujuan utama pembuatan
prototype secara garis besar, Metode
Prototype dapat dikelompokan ke dalam 3 bagian yaitu. (1) Membantu pengembangan persyaratan, jika tidak ditentukan dengan
mudah, (2) Mengesahkan persyaratan,
khususnya dengan customer, langganan dan
user yang potensial, dan (3)
Menyajikan sebagian tempat
pengembangan jika menggunakan strategi pengembangan evolusi prototype.
Tahapan penelitian ini diawali dengan membuat hipotesa yang bersifat kualitatif mengenai sumber data, pengguna sistem dan kebutuhan data dan perlu di pelajari. Listen to Costumer yang
dilakukan pada tahapan ini adalah
mendiskusikan dan mengumpulkan data dari sisi pengguna. Sumber data yang diperoleh langsung dari sumbernya yaitu dinas Kesehatan di Kota Ambon. Data yang diperoleh melalui kuisioner dan wawancara langsung. Build/Revise
Mock-Up adalah tahapan dimana perancangan
(design) sistem mulai dilakukan.
Perancangan ini didasarkan pada sumber data yang di peroleh pada tahapan di atas.
Costumer Test-Drives Mock-Up pada
tahapan ini dilakukan adalah tahapan pengujian sistem yang selanjutnya melihat sejauh mana kerja system yang di bangun. Tahapan ini juga menjadi acuan bagi costumer atau dalam hal ini pihak dinas Kesehatan Kota Ambon.
3.
ANALISA DAN PERENCANAAN
KEBUTUHAN SIG WEB
PUSKESMAS
Tahap analisa adalah menganalisa tujuan dan kegunaan, kelompok pengunjung dan aristektur informasi yang digunakan untuk
menentukan bagaimana informasi
ditampilkan di halaman Web. Tujuan SIG
Puskesmas berbasis Web yang terhubung
dengan google map adalah memberikan
informasi tentang lokasi seluruh Puskesmas yang ada di kota Ambon dan informasi pendukung lainya. Sedangkan kegunaannya adalah sebagai fasilitas atau tempat pencarian lokasi.
Situs ini dirancang untuk kelompok pengunjung dengan memberikan navigasi dan teks yang jelas. Sedangkan arsitektur informasi tersusun atas 3 hal, yaitu kelompok informasi, isi informasi dan arus informasi.
Kelompok informasi menunjukkan
pengelompokkan informasi, contohnya
informasi mengenai jumlah pegawai dan informasi Puskesmas. Isi informasi akan menghasilkan isi informasi dan proses untuk menghasilkan informasi tersebut. Informasi yang akan ditampilkan dalam program ini yaitu peta lokasi tiap Puskesmas di kota
Ambon. Arus informasi menunjukkan
bagaimana pengunjung mengakses informasi tersebut, yaitu awal dan arah tujuannya,
menunjukkan apakah sebuah kelompok
informasi merupakan jalan buntu (dead end) dan dapat digambarkan sebagai sebuah graf
dengan node menyatakan kelompok
informasi dan garis menyatakan arah yang dapat ditempuh setelah mengunjungi node
tertentu. Arus informasi SIG Web dapat
digambarkan sebagai berikut : Lokasi
Puskesmas, hasil pencarian, data informasi Puskesmas, kecamatan, jenis pegawai, dan Puskesmas detail.
Dari aplikasi akan dimunculkan
tampilan Satellite dan Map, tampilan satellite
merupakan bagian dari data raster gambar yang bersifat real atau foto digital sedangkan Map adalah gambar peta yang bersifat vector yang hanya menampilkan titik,
garis dan polygon pada peta web SIG
Puskesmas. Komponen– komponen pada
Sistem Informasi Geografi ada 4, yaitu
hardware, software, data, dan metode.
Hardware, SIG membutuhkan
komputer untuk penyimpanan dan
pemrosesan data dengan spesifikasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem
informasi lainnya, karena data yang
digunakan baik data vector maupun data transfer membutuhkan ruang yang besar serta membutuhkan memori besar dan prosesor yang cepat untuk proses analisis.
Software, SIG harus menyediakan fungsi
dan tool yang mampu melakukan
penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi geografis. Elemen yang harus ada dalam sebuah software SIG adalah [3] : a)
Tool untuk melakukan input dan transformasi data geografis, b) Sistem Manajemen Basis Data (DBMS), c) Tool yang mendukung query geografis, analisis dan visualisasi, d)
Graphical User Interface(GUI) untuk
memudahkan akses pada tool geografi. Data terdiri dari data spasial, dan data atribut. Data spasial adalah data yang terdiri dari lokasi eksplisit suatu geografi yang diset ke dalam bentuk koordinat. Data atribut adalah gambaran data yang terdiri atas informasi yang relevan terhadap suatu lokasi, seperti kedalaman, ketinggian dan lainnya.
Metode, SIG harus memiliki keserasian antara rencana desain yang baik dan aturan dunia nyata. Metode yang tepat akan
memberikan ketepatan model dan
implementasi yang tergantung pada
permasalahan yang ada.[4]
Perencanaan Kebutuhan SIG ini terdiri dari :
1. Metode pengumpulan data yang
digunakan adalah pengamatan,
wawancara, studi pustaka, dan lain layer jalan, layer lokasi dan sebagainya. a. Layer Batas Wilayah Layer batas
wilayah adalah kumpulan dari jumlah kecamatan, dimana batas kecamatan menjadi batas wilayah.
untuk arus lalu lintas dari suatu tempat ke tempat lain.
c. Layer lokasi menunjukkan lokasi Puskesmas yang ada di beberapa wilayah di kota Ambon. Lokasi ini merupakan informasi alamat lengkap Puskesmas.
3. Data non spasial merupakan data
penunjang untuk atribut dalam
perencanaan kebutuhan data dalam SIG, disebut sebagai entities non- spasial [Prahasta, Konsep Dasar, 2000] [5]. Data ini biasanya berupa tabel (basis data atau database). Tabel-tabel ini saling berintegrasi antara satu dengan yang lainnya. Sehingga membentuk suatu sistem basis data. Data non spasial pada SIG ini adalah data lokasi dan pembagian wilayah Puskesmas di Kota Ambon.
4.
PERANCANGAN SIG BERBASIS
WEB
Perancangan SIG berbasis web terdiri dari perancangan proses yang memberikan gambaran mengenai bagaimana informasi dihasilkan dan perancangan halaman web
yang memberikan gambaran mengenai
bagaimana informasi akan ditampilkan. Perancangan proses terdiri dari tiga proses, yaitu proses pembuatan peta, editing peta dan pembuatan database. Pembuatan peta kota Ambon menggunakan Visual studio 2010 dengan membuat sebuah proyek yang terdiri dari View, Tabel, Grafik, Layout, dan Script.
View berfungsi untuk mempersiapkan data spasial dari peta yang akan dibuat atau diolah. dilakukan input data.[6]
Pemaparan mengenai hasil dari
rancangan dan implementasi sistem
mengenai uji implementasi dari hasil rancangan tersebut. Pengujian ini dilakukan
untuk memperoleh evaluasi apakah
perancangan yang dilakukan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Penjelasan akan didukung dengan gambar printscreen dari perangkat lunak.
Gambar 3. Halaman Utama Admin
Halaman utama admin merupakan
halaman utama admin pada perancangan aplikasi pemetaan Puskesmas berbasis web pada dinas Kesehatan Kota Ambon. Terdapat lima pilihan menu utama, antara lain:
Searching Kecamatan, Jenis pegawai,
Puskesmas, Puskesmas detail, Berita dan petanya memakai tampilan
Satellite/Raster.
Gambar 4. Halaman user
Pada halaman utama untuk user pada
aplikasi SIG berbasis web pada Dinas
Kesehatan Kota Ambon. Terdapat pilihan berita dan informasi Puskesmas dan karakter dari peta yang ada pada halaman user
memakai tampilan Map/Vector dalam
aplikasi web ini peta dapat di ubah menjadi dua model.
Gambar 5.Searching
Untuk mempermudah pencarian lokasi
Puskesmas dan informasinya bisa
temukan pada web SIG ini. Representasi dari
Puskesmas pada peta ialah point yng
berwarna merah yang membantu user untuk mengetahui lokasi Puskesmas yang dicari.
Gambar 6. Data Informasi Puskesmas Pada setiap point merah yang menandakan lokasi Puskesmas yang akan memunculkan informasi yang bisa dilihat oleh user yaitu alamat Puskesmas, jumlah pegawai dan jenis pegawai yang terdapat pada setiap Puskesmas.
Pada sub menu kecamatan pada halaman admin dapat memasukan nama kecamatan dan keterangan tentang Puskesmas.
Gambar 7.Input Jenis Pegawai Untuk penginputan jenis pegawai pada Puskesmas mengunakan halaman jenis pegawai. Biasanya diperbaharui informasi tentang jenis pegawai, keterangan, dimana
user dapat melihat jenis pegawai pada halaman utama untuk user.
Gambar 8. Kecamtan-Puskesmas
Untuk memperbaharui informasi
menggunakan menu kecamatan-Puskesmas dimana kita bisa memberikan informasi yang dapat dilihat oleh user tentang adanya sosialisasi atau pengobatan gratis dan pembagian obat gratis bagi orang tidak mampu dan penerimaan pegawai honorer
atau relawan yang membantu kinerja
Puskesmas.
Gambar 9. Puskesmas Detail
Untuk halam Puskesmas detail dimana pada menu ini dapat menginput jenis pegawai dan jumlah pegawai. Dimana user
bisa mengetahui ada berapakah pegawai yang bertugas di setiap Puskesmas dan jenis-jenis profesinya.
5.
IMPLEMENTASI
Peralatan yang digunakan untuk
mengim- plementasikan aplikasi SIG
berbasis web pada Dinas Kesehatan
tentang Pemetaan Puskesmas ini ialah: 1. Hardware yang terdiri dari CPU,
perangkat masukan (keyboard dan
mouse), dan perangkant keluaran (layar monitor).
2. Software meliputi Sistem operasi Windows dan Macintosh , Model data spasial Basisdata MySQL dan Bahasa pemrograman PHP.
3. Brainware yang terdiri dari operator dan programmer.
Berikut ini adalah diagram urutan proses untuk menjalankan aplikasi SIG Puskesmas berbasis web. Halaman utama menampilkan peta yang sudah di hubungkan dengan google map, pada tampila sebelah kiri terdapat sub-sub menu yang terdiri dari
kecamtan, jenis pegawai, informasi
Puskesmas, Puskesmas detail, berita, dikanan atas terdapat tulisan link untuk peta
kecamatan terdapat pada sub kecamatan dan info Puskesmasterdapat pada sub menu Puskesmas sedangkan pada sub menu peta Puskesmas terdiri dari informasi-informasi yang berkaitan dengan Puskesmas yang berada di kota Ambon sedangkan sub informasi Puskesmas berisikan informasi tentang Puskesmas yang berada di kota Ambon.
Gambar 10. Urutan proses
6.
KESIMPULAN
Sistem Informasi Geografi (SIG)
berbasis web, yaitu suatu aplikasi berbasis sig yang dapat dijalankan dan diaplikasikan pada suatu web browser apakah aplikasi tersebut dalam suatu jaringan komputer global yaitu internet ataupun dalam suatu jaringan komputer berbasis LAN (Local Area Networking) atau dalam suatu
komputer PC namun memiliki dan
terkonfigurasi dalam setting jaringan dalam
web.
Sistem Informasi Geografi berbasis web
dapat memberikan informasi secara lengkap
mengenai lokasi pusat kesehatan
masyarakat yang ada di kota Ambon. Sistem Informasi Geografi berbasis web merupakan sistem pengolahan
data yang berbasis komputer yang
mempunyai kemampuan untuk mengelola dan menganalisa data spasial maupun data tabular yang penyajiannya mengacu pada lokasi di muka bumi. Sistem Informasi Geografi berbasis web memanfaatkan
teknologi internet untuk memberi
kemudahan dalam pengaksesan untuk
mencari atau mendapatkan informasi
mengenai lokasi pusat kesehatan masyarakat atau (Puskesmas) yang ada di kota Ambon. Sistem Informasi Geografi berbasis web
dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman, PHP dan database MySQL.
Sistem yang dirancang ialah untuk
memper- mudah dan sebagai sarana
pembelajaran untuk masyarakat di kota
Ambon agar bisa mengetahui lokasi
Puskesmas dan sarana prasarana yang terdapat pada Puskesmas. Dengan Sistem Informasi Geografis yang dirancang dapat membantu para pegawai atau staff Dinas Kesehatan Kota Ambon agar bias mengontrol setiap Puskesmas yang terdapat di kota Ambon yang berkaitan pada kinerja Puskesmas dimana dapat memberikan informasi dasar mengenai daftar dokter, pegawai di tiap-tiap Puskesmas. Dengan
menggunakan google map memudahkan
mereka mengetahui lokasi Puskesmas dengan nama jalan dan letak Puskesmas yang berada di kota Ambon.
7.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Pedoman pendataan Puskesmas tahun 2006, Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. URL:
http://www.depkes.go.id/downloads/pen dataa n%20Puskesmas.doc, diakses pada tanggal 15 februari 2014.
[2] Zainal A. Hasibuan, Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi: Konsep, Teknik, dan Aplikasi, Fakultas Ilmu
Komputer, Universitas Indonesia,
Jakarta,2007. Konsep & Aplikasi, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2009.
[6] Prahasta, E., 2005, Konsep – konsep Dasar Sistem Informasi Geografis, Informatika Bandung.
[7] Rahmad Husein, Konsep Dasar
Sistem Infromasi geografis
(geographics information system)