• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENOPAUSE D

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENOPAUSE D"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENOPAUSE DENGAN PERILAKU IBU DALAM MENGHADAPI MASA MENOPAUSE DI DESA RANDUSARI

KECAMATAN ROWOSARI KABUPATEN KENDAL

Rina Kristiantiningtyas1), Surjani2), Siti Haryani3)

Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo Email : up2m@akbidngudiwaluyo

ABSTRAK

Kristiantiningtyas, Rina. 2013 ; Hubungan tingkat pengetahuan menopause dengan perilaku ibu dalam menghadapi masa menopause di Desa Randusari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten. Kendal. Karya Tulis Ilmiah. Dll Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo Ungaran. Pembimbing I : Surjani, S. SiT.,M.PH., II: Siti Haryani, S.Kp.,Ns.,M.Kes.

Kurangnya pengetahuan pada wanita menopause akan mempengaruhi perilaku ibu dalam menghadapi masa menopause. Sebenarnya menopause merupakan proses yang fisiologi yang akan dialami oleh wanita, tetapi pendapat masyarakat berbeda, menopause dianggap suatu penyakit, sehingga ibu harus mengkonsumsi obat dari warung untuk mengobatinya.

Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden yang menjadi subyek penelitian adalah ibu-ibu menopause yang berusia 45 - 55 tahun yang ada di Desa Randusari Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal pada bulan Mei – Juni 2013. Teknik sampling menggunakan Total sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 90 responden dan alat ukur menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan Kendal Tau dengan membandingkan niai p dengan α = 0,05.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu menopause yang memiliki pengetahuan cukup tentang menopause sebanyak 21 (23,3%) responden, sedangkan kurang sebanyak 41 (45,6%) responden dan yang baik sebanyak 28 (31,1%) responden. Ibu menopause yang memiliki perilaku dalam menghadapi masa menopause dalam kategori buruk 3 (3,3%) responden, kurang baik sebanyak 44 (48,9%) responden, baik sebanyak 31 (34,4%) responden dan sangat baik sebanyak 12 (13,3%) responden. Dari hasil Kendal tau menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 ≤ 0,05 berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan menopause dengan perilaku ibu dalam menghadapi masa menopause.

(2)

ABSTRACT

Kristianingtyas, Rina. 2013: The Correlation between Knowledge Level about Menopouse with Mother’s behavior in Facing Menopause Phase at Randusari Village, Rowosari District, Kendal Regency. Scientific Paper. Diploma III. Midwifery of Ngudi Waluyo Ungaran. First Advisor: Surjani S.SiT., M.PH, second advisor: Siti Haryani S.Kep., Ns.,M.Kes

Deficient knowledge of menopausal women will influence to behavior mother’s in facing menopause phase. The extually it is a physiological that will be experienced by women, but community opinion different, menopause is disease so the mather’s must consumption medicine in the shop to treat.

This study was used analytic survey with cross sectional approach. Those subjects were menopausal women aged 45 - 55 years old in Randusari Village, Rowosari District, Kendal Regency at May - June 2013. Sampling technique used total sampling and obtained 90 respondents. Measure instrument used questionnaires and Statistical test used Kendal Tau by comparing

p value .

The results obtain that menopausal women who has less knowledge is 41 (45,6%) respondents, 28 (31,1%) respondents has good knowledge and 21 (23,3%) respondents has enough knowledge. Menopausal women who has less behavior in facing menopause phase is 44 (48,9%) respondents, 31 (34,4%) respondents has good behavior, 12 (13,3%) respondents has very good behavior and 3 (3,3%) respondents has bad behavior. Kendal tau test obtain p value is 0,000 ≤ 0,05, it mean there is a correlation between knowledge level about menopause with mother’s behavior in facing menopause phase.

Keyword : knowledge level, behavior, menopause Bibliography : 15 (2004-2011)

PENDAHULUAN Latar Belakang

Menopause sendiri diartikan sebagai tahap akhir proses biologi yang dialami oleh wanita berupa penurunan hormon sek wanita yaitu esterogen dan progesteron dari indung telur. Disebutkan pula bahwa menopause adalah jika seorang wanita sudah tidak mengalami menstruasi selama 1 tahun. Biasanya banyak wanita yang mengalami masalah dengan menopause. Sebagian wanita dapat melewati menopause dengan mulus sekitar 25%, wanita yang mengalami menopause dengan reaksi negative sekitar 80%, yang merasa begitu menderita hingga memerlukan pertolongan medis maupun psikilogis sekitar 40% (Atikah, 2009 ; h.2).

Menopause merupakan hal yang alami bagi kaum wanita dan hal ini tidak dapat dipungkiri ataupun dihindari. Menopause menjadi persoalan karena pengaruh hormon

(3)

maupun lingkungan sosialnya. Kurang minat bekerja dan menekuni hobi. Wanita menopause memilliki ketergantungan tinggi pada orang lain. Perilaku gelisah terlihat dari gerakan yang lamban, sering mondar-mandir, mengeluh, menangis (Manuaba,1999 ; h. 188). Perilaku tersebut tidak akan terjadi apabila wanita menopause mempunyai pengetahuan yang cukup bahwa periode menopause itu akan timbul gejala yang normal. Pengetahuan juga merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku seseorang, karena apabila perilaku yang didasari oleh pengetahuan yang cukup maka semakin baik dan siap ibu dalam menghadapi menopause dibandingkan wanita yang memiliki pengetahuan yang kurang. Pengetahuan seseorang biasanya diperoleh dari berbagai macam sumber, misalnya media masa, media cetak, media elektronik, buku petunjuk, petugas kesehatan, media poster, kerabat dekat dan sebagainya (Dewi M, 2010 ; h.11).

Jumlah dan proporsi penduduk wanita yang berusia diatas 50 tahun dan diperkirakan memasuki usia menopause dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut badan statistik tahun 2012 diperkirakan tahun 2020 jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 262,6 juta jiwa, dengan jumlah wanita yang hidup dalam usia menopause sekitar 30,3 (8,67%) juta jiwa. Diperkirakan pada tahun 2025 ada 60 juta wanita menopause. jumlah penduduk Kabupaten Kendal tahun 2012 908.533 jiwa, wanita 462.947 jiwa dan untuk penduduk Randusari Kecamatan Rowosari jumlah penduduk 2012 ada 1.556 jiwa, dengan jumlah wanita yang berumur 45 – 55 tahun sebanyak 90 (6,2%) jiwa

Berdasarkan survey pendahuluan yang dilaksanakan bulan November 2012, didapatkan melalui wawancara pada 10 ibu menopause yang ada di posyandu lansia ternyata terdapat 5 (50%) wanita yang tidak mengerti tentang menopause dan tidak mengetahui saat dirinya mengalami

menopause. Perilaku yang dilakukan ibu saat menopause pada salah seperti minum obat-obatan diwarung setiap ada keluhan sedikit, seperti kalau pegal-pegal ibu meminum obat flu tulang sebanyak 4%. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang ”Hubungan Tingkat pengetahuan menopause dengan perilaku ibu dalam menghadapi masa menopause di Desa Randusari Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal”.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan survey analitik tentang hubungan tingkat pengetahuan menopause dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional yaitu merupakan rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan sekali waktu dan pada saat yang bersamaan (Setiawan dan Sayono, 2011; h.85).

Penelitian sudah dilakukan pada bulan Mei 2013 sampai Juni 2013 dengan jumlah populasi 90 jiwa wanita menopause. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 90 jiwa wanita menopause umur 45 - 55 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling atau sampling jenuh didesa Randusari,Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal secara mendatangi posyandu.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu tentang menopause sedangkan variabel terikat adalah perilaku ibu dalam menghadaapi masa menopause.

Instrumen Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi tentang tingkat pengetahuan wanita tentang menopause dengan perilaku dalam menghadapi menopause. Dalam kuesioner tingkat pengetahuan ibu tentang menopause berjumlah 20 soal terdiri dari pengertian menopause, etiologi, tanda gejala,

keluhan-keluhan, pengantisipasian sindrom

menopause dan pertanyaan tentang perilaku berjumlah 12 soal terdiri dari keluhan ibu saat menopause, perialku makan ibu, nutrisi ibu, aktivitas sehari-hari.

(4)

responden mengisi lembar informed consent

terlebih dahulu.

Analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik Kendal Tau untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan menopause dengan perilaku ibu dalam menghadapi masa menopause di Desa Randusari dan untuk mengetahui kemana arah hubungan ini.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Analisis Univariat

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa sebagian besar wanita menopause mempunyai tingkat pengetahuan kurang sebanyak 41 (45,6) dan tingkat pengetahuan baik sebnayak 28 (31,1).

Tabel 4.1 Distribusi frekuensi Tingkat Pengetahuan tentang menopause di Desa Randusari Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal

Dari tabel 4.1 di atas dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan tentang menopause di Desa Randusari pada ibu yang menghadapi masa menopause di Desa Randusari Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal sebagaian besar dalam kategori kurang yakni sebanyak 41 (45,6%) responden, dikatakan pengetahuan kurang karena ibu tidak mengerti tentang pengertian menopause dan dampak yang dialami. Perilaku ibu dalam menghadapi masa menopause

Hasil penelitian tentang perilaku ibu dalam menghadapi masa menopause dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Perilaku Ibu Dalam Menghadapi Masa Menopause di Desa Randusari Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal

Perilaku Frekuensi Persentase (%)

Kurang baik 44 48,9

Baik 31 34,4

Sangat baik 12 13,3

Buruk 3 3,3

Total 90 100,0

Dari tabel 4.2 di atas menunjukan bahwa perilaku wanita dalam menghadapi masa menopause di Desa Randusari Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal yang termasuk dalam kategori kurang baik sebanyak 44 (48,9%) responden, dikatakan perilaku kurang baik karena kalau ada keluhan yang mengganggu aktivitas ibu baru meminum obat yang beli diwarung sebanyak 4%.

Analisis Bivariat

Bagian ini disajikan hasil hasil penelitian tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Menopause dengan Perilaku Wanita Dalam Menghadapi Masa Menopause di Desa Randusari Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Penelitian ini untuk menguji hubungan tiap variabel dengan menggunakan uji Kendal Tau dan hasilnya disajikan pada tabel berikut ini :

Tabel 4.3 Tabel Silang Antara Tingkat Pengetahuan Menopause Dengan Perilaku Ibu Dalam Menghadapi Masa Menopause Di Desa Randusari Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal.

Pengeta huan

Perilaku

Total Buruk Kurangbaik Baik Sangatbaik

(5)

Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa ibu menopause yang memiliki pengetahuan kurang tentang menopause sebanyak 41 (100,0%) responden, terdiri dari 3 (7,3 %) responden memiliki perilaku dalam menghadapi masa menopause dengan kategori buruk. Semakin baik pengetahuan menopause maka semakin baik pula perilaku yang dilakukan menopause.

Uji statistik dengan Kendall Tau didapatkan p value = 0,000 ≤ 0,05 sehingga ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan menopause dengan perilaku ibu dalam menghadapi masa menopause di Desa Randusari Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Angka korelasi Kendal Tau sebesar 0,330 menunjukkan korelasi positif yang artinya semakin baik pengetahuan maka perilaku dalam menghadapi menopause akan semakin baik pula.

Pembahasan

Penelitian ini menunjukkan bahwa ibu menopause yang memiliki pengetahuan kurang tentang menopause sebanyak 41 (100,0%) responden, terdiri dari 3 (7,3%) responden memiliki perilaku dalam menghadapi masa menopause dengan kategori buruk, 24 (58,5%) responden dengan kategori kurang baik,14 (34,1%) responden dengan kategori baik, dan 0 (0%) responden dengan kategori sangat baik. Ibu menopause yang memiliki pengetahuan cukup tentang menopause sebanyak 21 (100,0%) responden, terdiri dari 0 (0%) responden yang memiliki perilaku dalam menghadapi masa menopause dengan kategori buruk, kategori kurang baik 10 (47,6 %) responden, 8 (38,1%) responden dengan kategori baik dan 3 (14,3%) dengan kategori sangat baik. Ibu menopause yang memiliki pengetahuan baik tentang menopause sebanyak 28 (100,0%) responden, terdiri dari 0 (0%) responden yang memiliki perilaku dalam menghadapi masa menopause dengan kategori buruk, kategori kurang baik 10 (35,7%) responden, Dengan kategori baik terdiri 9 (32,1%) responden,dan 9 (32,1%) responden dengan kategori sangat baik. jadi semakin baik pengetahuan ibu maka akan semakin baik pula perilaku yang dilakukan ibu.

Didukung dari penelitian Atik Ismiyati (KTI, 2010) yang berjudul “Hubungan tingkat pengetahuan tentang menopause dengan kesiapan menghadapi menopause pada ibu premenopause di Perumahan Sewon Asri Yogyakarta” didapatkan 28 orang (31,1%) memiliki pengetahuan yang cukup juga memiliki kesiapan menghadapi menopause pada ibu premenopause dengan baik, Hasil hitung sebesar 0,540, sehingga nilai hitung > tabel (0,540 > 0,496). Berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang menopause dengan kesiapan menghadapi menopause pada ibu premenopause.

Hal ini membuktikan bahwa pengetahuan itu sangat penting bagi wanita menopause agar dia lebih siap dan mengerti dalam menghadapi menopause dan agar ibu tidak melakukan perilaku yang salah saat menghadapi menopause, karena menopause sebenarnya hal yang wajar yang dialami oleh wanita. Dan ada juga faktor yang mempengaruhi wanita saat menghadapi menopause diantaranya yaitu faktor pendidikan, keadaan lingkungan sosial atau lingkungan keluarga dari masing-masing kondisi wanita tersebut. Namun peneliti ini tidak menggunakan faktor pendidikan. (Mongoenprasodjo, 2004; h.17)

PENUTUP Kesimpulan

(6)

menerima dan memberi dukungan pada ibu dalam menghadapi menopause.

2. Bagi masyarakat

Hendaknya untuk karder kesehatan memberikan penyuluhan dan memberikan dukungan kepada keluarga khususnya ibu menopause untuk dapat menerima dan siap dalam menghadapi perubahan-perubahan yang dialami dimasa menopause.

3. Bagi tenaga kesehatan

Hendaknya memberikan penyuluhan secara rutin tentang pengertian menopause, etiologi menopause dan

cara-cara pengantisipasian sindrome

menopause yang baik dan tepat. Supaya

pengetahuan masyarakat tentang

menopause menjadi semakin lebih baik dan siap dalaam menghadapi masa menopause dengan perilaku yang baik pula.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT Rineka Cipta. 2002.

Alimul, A. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika. 2007.

Budiarto. E. Biostatistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Buku Kedokteran EGC. 2003.

Dewi dan wawan, Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan perilaku Manusia.Yogyakarta : Nuha Medika. 2010

Hanifa. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka, 2005.

Mangoenprasodjo, A. Setiono.Siapa Takut Menopause. Yogyakarta : Think fresh. 2004.

Manuaba, Ida Bagus Gede. Memahami Kesehatan Respoduksi Wanita. Jakarta, Arcan. 1999

Mangoenprasodjo, A. Setiono. Sehat di Usia Tua. Yogyakarta :Think Fresh. 2004. Notoadmodjo. S. Pendidikan dan Perilaku

Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. 2005.

Notoadmodjo. S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta :Rineka Cipta. 2005. Notoadmodjo. S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. 2005.

Nursalam, Konsep dan Penerapan

Metodeologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta : Salemba Medika. 2003.

Prawirohardjo, S. Ilmu Kandungan, Edisi Kedua. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka. 2008.

Sukmadinata, N, Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Jakarta : PT Remaja, Rosda karya, 2003.

(7)

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENOPAUSE DENGAN PERILAKU IBU DALAM MENGHADAPI MASA MENOPAUSE DI DESA RANDUSARI

KECAMATAN ROWOSARI KABUPATEN KENDAL

ARTIKEL PENELITIAN

Oleh :

RINA KRISTIANTININGTYAS 0101303

AKADEMI KEBIDANAN NGUDI WALUYO UNGARAN

Gambar

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi  Perilaku Ibu

Referensi

Dokumen terkait

Sejauh pengetahuan peneliti, penelitian tentang “Hubungan antara tingkat pengetahuan tentang menopause dengan kecemasan dalam menghadapi menopause di Kelurahan Bulan

Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang masa menopause dengan persepsi keluhan masa menopause (p= 0.001 dan CC= 0.417) dan hasil

Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang masa menopause dengan persepsi keluhan masa menopause (p= 0.001 dan CC= 0.417) dan hasil

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Menopause Dengan Kesiapan Menghadapi Menopause Pada Ibu Premenopause di Perumahan Sewo Asri Yogyakarta.. Azizah,

Hasil penelitian pada tabel 3 di Desa Dawuhan Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri didapatkan bahwa wanita menopause yang mengalami gangguan masa menopause tingkat

Hubungan Antara Kesiapan Dalam Menghadapi Menopause Dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Premenopause Di Dusun Sorolaten, Sidokarto, Godean, Sleman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang rendah karakteristik pekerjaan ibu dengan tingkat pengetahuan tentang menopause di Desa Giri Sasak Kecamatan

Analisa Bivariat Analisa bivariat menggunakan uji Chi-square yaitu untuk melihat hubungan antara variabel pengetahuan dengan sikap ibu menghadapi masa menopause dapat dilihat pada