• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Potensi dan Kontribusi Industri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Potensi dan Kontribusi Industri"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Potensi Dan Kontribusi Industri Pariwisata Dalam

Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tulungagung

Diajukan Untuk Memenuhi

Salah Satu Tugas Mata Kuliah ‘‘Seminar Proposal Skripsi’’

Dosen Pembimbing :

Rokhmat Subagiyo, M.EI

Oleh:

Ayu Puspa Anggraeni NIM.17402153264

JURUSAN EKONOMI SYARIAH(VI/I)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

(2)

A.

Latar Belakang

Dewasa ini pariwisata menjadi topic yang hangat untuk di perbincangkan dan menjadi sorotan dan primadona di berbagai kalangan. Pariwisata juga merupakan sektor yang mungkin bisa dibilang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Oleh sebab itu Indonesia harus benar-benar memperhatikan setiap pembangunan dan perkembangan sektor wisata tersebut. Pariwisata merupakan asset negara yang banyak di kunjungi oleh para wisatawan dan menarik perhatian wisatawan mulai dari alam, budaya, dan juga sejarahnya. Indonesia mampu menjadi destinasi wisata internasional dengan bekal tersebut.

Di tahun 2015 daya saing Indonesia dalam sektor pariwisata mulai membaik dari tahun sebelumnya. Indonseia memiliki skor 4,0 dan menempati peringkat ke-50 di dunia. Indonesia masih sangat jauh tertinggal oleh negara-negara lain seperti Spanyol (skor 5,3) yang menjadi kepariwisataan terbaik di dunia, maupun negara-negara yang berada di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, maupun Thailand. Daya saing Indonesia sendiri masih di bawah rata-rata di wilayah Asia Pasifik. Dibandingkan dengan Vietnam, Filipina, Kamboja dan Myanmar, Indonesia masih berada di bawah rata-rata.

(3)

pariwisata pada PDRB terhadap sektor pariwisata PDRB Jatim sebesar 7,89% atau 1,292 triliyun rupiah.1

Dalam upaya peningkatan wistawan yang berkunjung di daerah pariwisata dan juga dalam rangka mengembangkan daerah wisata yang di lakukan oleh pemerintah tentunya tidak terlepas oleh adanya peran dari masyarakat, karena keterlibatan masyarakat sendiri saling berkaitan satu sama lain dengan pengembangan sarana dan prasarana di tempat pariwisata itu sendiri. Tindakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat sangat penting dilakukan oleh semua pihak dalam pembangunan pariwisata itu sendiri, baik dari dukungan dan pertisipasi masyarakt local di daerah wisata maupun dari masyarakat luar kota yang dating untuk berkunjung ke tempat tempat pariwisata tersebut.

Di kabupaten Tulungagung partisispasi masyarakat kian meningkat seiring permintaan wisatawan akan kebutuhan pariwisata. Banyak sekali tempat-tempat pariwisata di daerah Tulungagung yang baru saja ditemukan dan dipugar untuk objek pariwisata. Ini seiring dengan meningkatnya permintaan wisatawan akan kebutuhan wisatas, sehingga tidak mungkin tempat-tempat wisata tersebut di tangani dan diolah sendiri oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispapora) kabupaten Tulungagung. Maka peran masyarakat sangatlah penting dilakukan dengan dibentuknya kelompok Pokdarwis. Dimana kelompok ini sebagai pelaku utama dalam mengelola, memlihara dan berinteraksi langsung kepada wisatawan.

Dengan dibukanya banyak temapat wisata yang ada di dareah Tulungagung maka tentunya akan memberikan pengaruh positif terhadap masyarakat sekitar dan juga terhadap kota itu sendiri salah atunya ialah meningkatkan pendapatan asli daerah. Dengan dibukanya sektor-sektor pariwisata maka otomatis jumlah wisatawan meningkat, dengan meningkatnya para wisatawan, hotel-hotel yang ada di daerah tersebut

(4)

maka tingkat hunian hotel juga akan meningkat dengan demikian jumlah pendapatan asli daerah diharapkan juga akan meningkat seiring bertambahnya jumlah wisatawan.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Potensi Dan Kontribusi Industri Pariwisata Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah

Kabupaten Tulungagung

”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan suatu fokus penelitian yaitu:

1. Bagaimana potensi pariwisata terhadap pendapatan asli daerah di kabupaten tulungagung?

2. Bagaimana kontribusi industri pariwisata terhadap pendapatan asli daerah di kabupaten Tulungagung?

3. Bagaimana pengaruh potensi dan kontribusi industri pariwisata terhadap jumlah hotel di kabupaten tulungagung?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui potensi pariwisata terhadap pendapatan asli daerah di kabupaten tulungagung.

2. Untuk mengetahui kontribusi industri pariwisata terhadap pendapatan asli daerah di kabupaten Tulungagung.

3. Untuk mengetahui pengaruh potensi dan kontribusi industri pariwisata terhadap jumlah hotel di kabupaten tulungagung.

(5)

Dengan diadakan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik untuk secara ilmiah maupun manfaat secara praktis.

1. Bagi Pemerintah

Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat mengetahui upaya-upaya dan kebijakan yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam meningkatkan sektor pariwisata guna meningkatkan pendapatan asli daerah.

2. Bagi Akademisi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh peneliti lain baik dari mahasiwa IAIN Tulungagung maupun mahasiswa dari kampus lainnya yang ingin mengulas masalah mengenai sektor pariwisata dengan objek penelitian yang sama. Selain itu penelitian ini juga diharapkan dapat menambah kepustakaan di IAIN Tulungagung. 3. Bagi penulis dan para pembaca

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan penulis maupun yang membaca hasil penelitian ini.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Dalam penelitian ini ruang lingkup yang dibatasi ialah pendapatan asli daerah (PAD) dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan variable jumlah objek wisata dan juga jumlah hotel yang ada di kabupaten Tulungagung.

F. Penegasan Istilah

Dalam penelitian ini perlu adanya penegasan istilah dari judul yang diangkat oleh peneliti yaitu:

1. Definisi konseptual

(6)

pelayanan kepada masyarakat, serta pemanfaatan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah.2

b. industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam menyelenggarakan kepariwisataan.3 G. Landasan Teori

1. Kerangka teori

a. Potensi pariwisata

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia potensi adalah kemampuan yang memiliki kemungkinan untuk dikembangkan, kekuatan, kesanggupan daya. Kepariwisataan itu mengandung potensi untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata. Potensi suatu daerah dan kepariwisataan memiliki hubungan yang erat , keduanya dapat bergerak maju untuk melakukan pengembangan dan pertumbuhan perekonomian daerah.

Pariwisata adalah kegiatan atau aktivitas yang dilaksanakan untuk sementara waktu dalam rangka menambah wawasan bidang social kemasyarakatan, system perilakumanusia itu sendiri dengan berbagai kepentingan dorongan kepentingan sesuai dengan budaya yang berbeda-beda yang berhubungan dengan upaya mencari kesenangan termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha lain yang terkait di bidang tersebut.4

Objek dan daya tarik wisata menurut yulianda ialah dibagi menjadi beberapa klasifikasi yaitu wisata alam yang merupakan aktivitas wisata yang ditujukan pada pemanfaatan sumber daya alam atau daya tarik panoramanya.5

2 Damas Dwi Anggoro, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, (Malang: UB Press, 2017), hlm. 18.

3 Arif Wahyudi Isnaini, “Studi Potensi Ekonomi Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tulungagung”. volume 1 tahun 2014.

4 Sardi Umazuki, “Studi Pengembangn Potensi Objek Wisata Anyar Mangrove Di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya”. Volume 11 nomor 1 tahun 2013.

(7)

b. Industri pariwisata

Industry pariwisata bukanlah seperti yang ada di pikiran kita pada umumnya. Karena industry pariwisata bukan berupa gedung yang memiliki serangkaian alat untuk memproduksi sesuatu, merupakan industry pariwisata ada serangkaian perusahaan yang terkait dalam sektor pariwisata, yang bekerjasama dan saling berkaitan satu prusahaan dengan perusahaan yang lain.

Perkembangan sektor pariwisata pada hakikatnya tidak hanya bergerak sendirian, tetapi ada sektor lain, atau idang-bidang lain yang ikut mempengaruhi perkembangannya, seperti bidang pertanian, peternakan kerajina rakyat, mebel tekstil, dan lain-lain kegiatan yang produknya diperlukan untuk menunjang perkembangan pariwisata. Harus diakui bahwa perkembangan sektor pariwisatapun akan membuka begitu banyak lapangan pekerjaan yang akan berimbas langsung terhadap kesejahteraan masyarakat local.

c. Pendapatan asli daerah

Pengertian pendapatan asli daerah menurut undang-undang nomor 28 tahun 2009 yaitu sumber keuangan daerah yang diambil dari wilayah daerah yang bersangkutan yang terdiri dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

(8)

daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan-sumber penerimaan PAD menjadi sangat penting.

2. Kerangka konseptual

3. Hipotesis penelitian

H1 = Potensi sekor pariwisata berpengaruh dalam meningkatkan pendapatan asli daerah

H2 = kontribusi sektor pariwisata berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan alsi daerah.

H3 = potensi dan kontribusi sektor pariwisata secara bersama-sama berpengaruh dalam peningkatan pendapatan asli daerah.

H. Metode Penelitian

1. Jenis penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan pendekatan yang digunakan ialah pendekatan asosiatif, dimana tujuannya yaitu untuk mengetahui hubungan anatar dua variable maupun lebih.

2. Populasi dan sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan

Kontribusi Industri Pariwisata (X2) Potensi Industry Pariwisata (X1)

(9)

yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel.6 Populasi dalam

penelitian ini adalah industry pariwisata yang ada di daerah kabupaten Tulungagung.

Teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik non probability sampling. Teknik non probability sampling yaitu teknik pengumpulan yang ditentukan oleh peneliti sendiri berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu, dengan tidak memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi yang dipilih menjadi sampel. 7

3. Sumber data dan variable

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang mana data ini diperoleh dari pihak kedua yang sudah jadi. pewawancara mengajukan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab secara lisan oleh narasumber.8

5. Teknik analisis data

Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu dengan menganalisa data yang diperoleh dalam penelitian, menguraikan secara deskriptif hasil penelitian serta mengambil kesimpulan.

DAFTAR PUSTAKA

6 Husein Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), hlm. 77.

7 Rokhmat Subagiyo, Metode Penelitian Ekonomi Islam: Konsep dan Penerapan, (Jakarta: Alim’s Publishing, 2017), hlm.69.

(10)

Anggoro, Damas Dwi. 2017. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Malang: UB Press, 2017.

Cahya, Adhi Wiratama, “Studi Deskriptif Implementasi Kebijakan Pariwisata Di Kabupaten Tulungagung”. Volume 5, Nomer 1, Tahun 2017.

Subagiyo, Rokhmat. 2017. Metode Penelitian Ekonomi Islam: Konsep dan Penerapan. Jakarta: Alim’s Publishing.

Umar, Husein. 2014. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: Rajawali Pers.

Umazuki, Sardi. “Studi Pengembangn Potensi Objek Wisata Anyar Mangrove Di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya”. Volume 11 nomor 1 tahun 2013.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penyelidikan ini dijalankan ialah untuk melihat bagaimana hubungan kecerdasan emosi dengan pencapaian akademik pelajar Kolej Universiti Teknologi Tun Hussein Onn..

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media permainan ular tangga dapat meningkatkan interaksi belajar peserta didik di kelas. Pengaruh Permainan Dalam Pembelajaran Fisika

Ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu balita dengan dengan pemanfaatan posyandu pada ibu yang memiliki balita di Desa Baru Kecamatan Sungan Tenang

1. Multimedia pembelajaran berbasis game dirancang dan dibangun berdasarkan permasalahan yang terjadi dilapangan. Adapun permasalahan yang muncul adalah sulitnya memahami

(untuk menjaga konsistensi belajar). Tes minat dan bakat Khidir pada Musa Sesungguhnya engkau tidak akan bersabar bersamaku.’ Kalimat inilah yang menjadi petunjuk

Penelitian ini adalah penelitian tindakan dengan metode Kemmis dan Taggart yaitu (Rencana, Tindakan, Observasi, dan Refleksi). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus

Pada umumnya di setiap kota besar memiliki ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu ruang publik bagi masyarakat. Ruang terbuka hijau juga merupakan

Dalam Karya Tulis ini, akan di sajikan hasil penelitian deskriptif yang di lakukan dengan mengambil data dari berkas arsip hasil pemeriksaan laboratorium sehingga