TUGAS TEORI SOSIAL INDONESIA
RESUME KONTRUKSI ILMU SOSIAL INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KOMPARATIF: MENGGALI ILMU SOSIAL BERCORAK KEINDONESIAAN
DOSEN PENGAMPU: Dr. Nasiwan
Disusun oleh:
Nama: Roni Marudut Situmorang NIM: 14405241016
JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL
Ilmu Sosial Indonesia memiliki warisan yang bercampur-aduk dan identitas yang beragam pula. Dewasa ini berkembang apa yang disebut Indegenyusasi ilmu-ilmu sosial Indonesia, tetapi hasilnya lebih merupakan seruan keprihatinan dan tawaran-tawaran parsial ketimbang sosial yang menyeluruh. Sejarah ilmu sosial di Indonesia dapat dilacak ke dalam tiga fase perkembangan yang berbeda yaitu: (1) Ilmu sosial kolonial (Indologi); (2) Ilmu sosial developmentalis; dan (3) ilmu sosial kontemporer.
Ilmu sosial sebagai corpus pengetahuan yang terlembaga pada mulanya berasal dari kajian indologie, yakni suatu lembaga yang dibentuk oleh pemerintah kolonial di Leiden pada tahun 1848 untuk menyiapkan bekal pengetahuan tentang masyarakat negeri jajahan bagi calon administrator yang akan dikirim ke Indonesia. Zeitgest (iklim intelektual) yang melatarbelkangi gagasan ini ialah proses pasifikasi daerah jajahan di Indonesia. Ciri umumnya ialah rejim kolonial membawa perangkat birokrasi kolonial dan ilmu pengetahuan memiliki paradigma “knowledge is power” yang identik dengan ilmu negara, terdiri dari parasarjana Belanda yang melahirkan sejumlah teori sosial yang sampai hari inimasih berpengaruh.
Sejak tahun 1950-1960-an Indonesia bergeser kiblatnya kepada ilmu sosial yang berkembang di Amerika Serikat. Cirinya ialah adanya ketergantungan dari negara penjajahan dengan tuan mereka yang baru, kawasan non-barat memiliki watak ideologi yang sama dengan kawasan barat, pengadopsian teori-teori modernisasi sebagai mainstream, kajiannya pembangunan dengan pendekatanbudaya dan metode komparatif, dan melahirkan Indonesianist (pakar asing ahli Indonesia).