• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA YANG PENYUMBATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA YANG PENYUMBATAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA PENYUMBATAN SAMPAH DI SALURAN AIR DALAM PRESPEKTIF HUKUM LINGKUNGAN

Dzulfikar Fauzi

[email protected] Abstrak

Masalah pencemaran saluran air merupakan bagian dari masalah lingkungan. Banyak pencemaran yang diakibatkan oleh limbah industri pabrik, limbah rumahtangga maupun sampah-sampah. Hal ini mengakibatkan kondisi kesehatan lingkungan semakin menurun dan berdampak buruk bagi manusia dan juga lingkungan. Pencemaran yang terjadi di sungai sebagai akibat dari perilaku manusia yang semakin mengabaikan lingkungan sekitar. Akibat perilaku manusia yang salah dalam memperlakukan lingkungan akhirnya akan menjadi sebuah bencana yang merugikan manusia itu sendiri. Bencana yang sering melanda yakni bencana banjir. Masyarakat yang tinggal paling dekat dengan saluran air yang mampet merupakan yang paling dirugikan, Karena banjir bukan hanya menggangu mobilitas masyarakat, tetapi menimbulkan berbagai penyakit juga. Penyebab saluran air yang mampet adalah sampah palstik yang dibuang oleh warga. Dan kurangnya perawatan terhadap saluran air tersebut. Dan limbah Karena jika sudah mulai dangkal, jika terjadi hujan, saluran air dapat meluap dan menyebabkan banjir. Dan sampah yang berasal dari saluran air tadi akan mengarah ke sungai dan berakhir di laut. Dan menyebabkan pencemaran yang berkelanjutan. Menyebabkan pencemaran laut yang kita ketahui bahwa laut merupakan sumber kehidupan mahluk laut dan nelayan. Jika laut mulai tercemar maka ikan akan mulai berkurang dan mendapatan nelayan akan semakin menipis. Maka dari itu perilaku masyarakat sangat penting dalam menentukan kualitas dan keberlangsungan sebuah saluran air.

Kata kunci: sampah, pencemaran, lingkungan

PENDAHULUAN

Lingkungan merupakan sumber kehidupan bagi mahluk hidup. Baik manusia hewan dan tumbuhan. Rusaknya lingkungan dapat menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem. Aktivitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang dianggap sudah tidak berguna lagi sehingga diperlakukan sebagai barang buangan yaitu sampah. Sampah merupakan polutan umum yang dapat menyebabkan turunnya nilai estetika lingkungan, membawa berbagai jenis penyakit, menurunkan sumber daya, menimbulkan polusi, menyumbat saluran air dan berbagai akibat negatif lainnya, sehingga manusia menyingkirkan sampah sejauh mungkin dari aktivitas manusia yang biasa disebut Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah1. Namun beberapa masyarakat ada yang tidak memperhatikan lingukunganya. Seperti membuang sampah di saluran air yang mengakibatkan mampetnya saluran

(2)

air tersebut karena sampah yang menumpuk. Seperti kasus yang akan saya anilisis ini.

Saluran air di dekat Kantor Kelurahan Kraton Kecamatan Tegal Barat taersumbat akibat banyaknya tumpukan sampah plastic. Kondisi ini sangat dikeluhkan warga sekitar. Selain mencemari lingkungan dan tidak sedap dipandang, tumpukan sampah tersebut juga mengeluarkan bau yang tidak sedap bagi para pengendara yang melintas di kawasan itu.

“sudah bertahun-tahun belum terselesaikan masalah ini”, kata Kasi Pemberdayaan Masyarakat (Permas) Kelurahan Kraton Aminah, Selasa (2/8). Menurutnya, meski lokasi saluran drainase tersebut berada di dekat Kantor Kelurahan Kraton, namun wilayahnya masuk Kewenangan Kelurahan Tegalsari. “ada sampah bungkusan makanan dan botol plastik”, jelasnya.

Menurut Aminah, smapah menumpuk karena terbawa aliran saluran drainase dari pemukiman warga, dan menyumbat di depan Kantor Kelurahan Kraton. Jika kondisi ini terus dibiarkan maka dapat mengancam kesehataan warga. Sebab, dapat menjadi sarang jentik-jentik nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Kondisinya sangat kotor dan jorok”, kata Aminah yang sempat menunjukan lokasi tumpukan sampah tersebut. Aminah mengungkapkan pihaknya akan berkordinasi dengan Kelurahan Tegalsari untuk menangani masalah sampah tersebut.

Selain didekat Kantor Kelurahan Kraton, tumpukan sampah juga ada di Jalan Sipelem. Padahal, jalan tersebut merupakan akses jalan yang sering dilalui kendaraan dari luar kota. Seorang warga yang melintas, Arman mengungkapkan , seharusnya pemerintah aktif menangani masalah ini. Tidak perlu harus menunggu masyarakat resah baru ada penanganan. “Kebersihan sangat penting karena bedampak langsung pada kesehatan. Kami harap pihak terkait segera menyelesaikan maslah sampah yang menyumbat ini” tandasnya.

Terlihat begitu kompleksnya masalah lingkungan yang terjadi di depan Kantor Kelurahan Kraton tersebut. Maka kasus tersebut terdapat rumusan masalah yang saya bisa ambil.

Rumusan masalah

1. Bagaimana pengolahan sampah yang baik dan benar agar tidak menyumbat lagi disaluran air

2. Bagaimana membenahi sikap masyarakat yang suka membuang sampah di saluran air

3. Apa sanksi yang di berikan kepada masyarkat yang membuang sampah sembarangan

PEMBAHASAN

Subjudul 1

(3)

limbah yang dibuang ke lingkungan akan mempengaruhi lingkungan dimana limbah dibuang. Apabila dilihat dari bahaya yang ditimbulkan limbah ini ada yang berbahaya dan ada yang tidak berbahaya2. Pembuangan limbah yang berbahaya akan menjadi persoalan besar, apabila air yang dikonsumsi oleh manusia, hewan, dan organisme tercemar limbah yang mengandung senyawa berbahaya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar yang terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya3. Pada saat ini, pencemaran terhadap lingkungan berlangsung di mana-mana dengan laju yang sangat cepat. Sekarang ini beban pencemaran dalam lingkungan sudah semakin berat dengan masuknya limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat . Masalah kerusakan lingkungan disebabkan oleh tangan-tangan manusia itu sendiri. Untuk menjaga kelestarian lingkungan, harus ada penegakan hukum lingkungan.

Pada awalnya ketika jumlah penduduk masih sedikit, sampah bukan merupakan sebuah permasalahan. Namun, seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, dan aktivitasnya, maka sampah semakin besar jumlahnya dan variasinya, karena itu, diperlukan pengelolaan yang tidak sederhana untuk menangani sampah dalam jumlah besar, terutama di daerah perkotaan. Pengelolaan sampah mutlak diperlukan mengingat dampak buruknya bagi kesehatan dan lingkungan. Sampah menjadi tempat berkembangbiaknya organisme penyebab dan pembawa penyakit. Sampah juga dapat mencemari lingkungan dan mengaggu keseimbangan lingkungan. Karena itu pemerintah di berbagai belahan duna berupaya menanganinya walaupunb dengan biaya yang tidak sedikit.

Pengelolaan sampah di Indonesia pada umumnya belum dilaksanakan secara terpadu. Sampah dari berbagai sumber, baik dari rumah tangga,pasar, industry dan lain-lain, langsung diangkut menuju tempat penampungan sampah sementara (TPS) tanpa melalui proses pemilihan dan pengolahan. Dari TPS, sampah kemudian diangkut menuju tempat pembuangan akhir (TPA) untuk kemudian ditimbun. Pengelolaan seperti ini mengabaikan niali sampai sebagai sumber daya. Sampah yang telah terkumpul dapat diola lebih lanjut baik di lokasi sumber sampah maupun stelah sampai di TPA. Tujuanya agara smpah dapat dimanfaatkan kembali, sehingga dapat mengurangi tumpukan sampah serta memperoleh nilai ekonomi dari sampah. Beberapa pengolahan sampah yang biasanya dilakukan adalah:

2Muhjad Hadin. 2015. HUKUM LINGKUNGAN sebuah pengantar untuk konteks Indonesia.GENTA publishing.Yogyakarta hlm64

(4)

1. Pengolahan sampah organic

Di Indonesia, sebagian besar sampah merupakan sampah organic. Data menunjukan bahwa rata-rata komposisi sampah di beberapa kota besar di Indonesia adalah: organic (25%), kertas (10%), plastic (18%), kayu (12%), logam (11%), kain (11%), gelas (11%), lain lain(12%). Sampah organic dapat dimanfaatkan secara langsung, tanpa melalui proses tertentu untuk pakan ternak, khususnya ikan, sampah organic juga dapat di proses untuk berbagai keperluan diantaranya adalah pakan ternak dan kompos.

2. Sampah organic untuk pakan ternak

Sampah organic, khusunya sisa makanan, dapat diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak. Sampah yang telah dipilah kemudian masuk dalam pabrik untuk dijadikan pakan ternak. Dari sampah organic dapat dihasilkan pellet untuk pakan ikan.

3. Kompos

Sampah organic juga bisa dimanfaatkan untuk sector pertanian. Dengan bantuan mikroba, sampah organic bisa dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman , yaitu melalu proses pengomposan. Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan bahan organic yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobic atau anaerobik4. Sementara pengomposan adalah proses dimana bahan organic mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organic sebagai sumber energy. Jadi, pada prinsipnya semua bahan-bahan organic padat dapat di komposkan, misalnya : limbah organik rumah tangga, sampah-sampah organic pasar/kota, kertas, kotoran/limbah peternakan, limbah-limbah pertanian, limbah agroindustry, limbah pabrik kertas, limbah pabrik gula, limbah pabrik kelapa sawit dan limbah organic lainnya.

Subjudul 2

Masalah kepedulian dalam menjaga lingkungan sangat penting ditanamkan sejak dini. Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Hal ini dibuktikan dari banyaknya orang-orang yang membuang sampah sembarangan. Masalah membuang sampah ini merupakan suatu dilema dimana seseorang dihadapkan dengan dua pilihan, apakah ia harus membuang sampah pada tempatnya atau tidak. Hal ini terkait dengan penalaran moral seseorang, dimana penalaran moral merupakan pertimbangan bagaimana seseorang sampai pada keputusan bahwa sesuatu itu baik atau buruk5.

4 Rizki Dewi Hapsari2016.IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN KARANG ANYAR KECAMATAN SUNGAI KUNJANG KOTA SAMARINDA. Samarinda: eJournal Ilmu Pemerintahan, Volume 4, Nomor 1, hlm437

(5)

Beberapa masalah yang menyebabkan banyaknya sampah di Tegal adalah sebagai berikut.

1. Kurangnya jumlah tempat-tempat sampah di tempat-tempat umum, pembagian tempat samapah sendiri harus dipisahkan mana yang organik dan mana tempat sampah untuk anorganik agar sampah mudah untuk diolah nantinya.

2. Kurangnya slogan-slogan yang menjelaskan mengenai manfaat lingkungan yang bersih dan larangan untuk membuang sampah.

3. Perilaku masyarakat karena sistem kepercayaan masyarakat kota Tegal terhadap perilaku dalam membuang sampah. Hal itu sudah berada dalam alam bawah sadar mereka bahwa membuang sampah sembarangan bukan menjadi hal yang salah dan wajar untuk dilakukan.

4. Pengaruh lingkungan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perilaku membuang sampah sembarangan tidak akan pernah lepas dari masyarakat karena kebanyakan orang lebih memilih untuk melakukan imitasi atau meniru padahal hal tersebut merupakan perilaku yang buruk.

5. Seseorang akan melakukan hal yang menurut mereka lebih mudah untuk dilakukan, seperti orang tidak akan membuang sampah sembarangan apabila banyak tersedia tempat sampah di jalan dan tempat-tempat umum.

6. Tempat yang kotor, kumuh, dan dipenuhi banyak sampah bisa membuat orang meyakini bahwa membuang sampah sembarangan diperbolehkan di tempat tersebut. Mereka bahkan juga tanpa ragu untuk membuang sampah disana.

7. Kurang banyaknya jumlah tempat sampah yang disediakan sehingga membuat orang jadi kesulitan untuk membuang sampah.

Solusi agar masalah sampah biasa teratasi adalah sebagai berikut.

a. Semuanya dimulai dari diri kita sendiri yaitu dengan menanamkan dalam diri dan hati kita untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan selalu berusaha untuk hidup bersih dan sehat.

(6)

c. Memanfaatkan kembali barang bekas seperti, botol, plastik, kaca agar mengurangi sampah-sampah yang ada.

d. Yang terakhir adalah selalu mengingatkan diri sendiri, keluarga, dan teman untuk melakukan hal-hal diatas.

Subjudul 3

Peraturan di Indonesia mengenai pengelolahan sampah sudah banyak seperti UU No.18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah Pasal 29 berbunyi:

Pasal 29

1.Setiap orang dilarang:

a. memasukkan sampah ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;

b. mengimpor sampah;

c. mencampur sampah dengan limbah berbahaya dan beracun;

d. mengelola sampah yang menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan;

e. membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan;

f. melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir; dan/atau

g. membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf c, dan huruf d diatur dengan peraturan pemerintah. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e, huruf f, dan huruf g diatur dengan peraturan daerah kabupaten/kota. (4) Peraturan daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat menetapkan sanksi pidana kurungan atau denda terhadap pelanggaran ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e, huruf f, dan huruf g.

(7)

KESIMPULAN

Dari rumusan masalah diatas terjawab sudah bahwa Pengelolaan sampah di Indonesia pada umumnya belum dilaksanakan secara terpadu. Sampah dari berbagai sumber, baik dari rumah tangga,pasar, industry dan lain-lain, langsung diangkut menuju tempat penampungan sampah sementara (TPS) tanpa melalui proses pemilihan dan pengolahan. Dari TPS, sampah kemudian diangkut menuju tempat pembuangan akhir (TPA) untuk kemudian ditimbun. Pengelolaan seperti ini mengabaikan niali sampai sebagai sumber daya. Sampah yang telah terkumpul dapat diola lebih lanjut baik di lokasi sumber sampah maupun stelah sampai di TPA. Tujuanya agara smpah dapat dimanfaatkan kembali, sehingga dapat mengurangi tumpukan sampah serta memperoleh nilai ekonomi dari sampah. Beberapa pengolahan sampah yang biasanya dilakukan adalah:

1. Pengolahan sampah organic

Sampah organic dapat dimanfaatkan secara langsung, tanpa melalui proses tertentu untuk pakan ternak, khususnya ikan, sampah organic juga dapat di proses untuk berbagai keperluan diantaranya adalah pakan ternak dan kompos.

2. Sampah organic untuk pakan ternak

Sampah organic, khusunya sisa makanan, dapat diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak. Sampah yang telah dipilah kemudian masuk dalam pabrik untuk dijadikan pakan ternak. Dari sampah organic dapat dihasilkan pellet untuk pakan ikan.

3. Kompos

Sampah organic juga bisa dimanfaatkan untuk sector pertanian. Dengan bantuan mikroba, sampah organic bisa dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman , yaitu melalu proses pengomposan.

lalu jawaban rumusan maslah kedua adalah

e. Semuanya dimulai dari diri kita sendiri yaitu dengan menanamkan dalam diri dan hati kita untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan selalu berusaha untuk hidup bersih dan sehat.

f. Budayakan untuk melakukan kerja bakti di lingkungan Anda minimal 1 bulan 2-3 kali sehingga toleransi dan kehangatan bisa terbentuk dengan baik antar tetangga.

g. Memanfaatkan kembali barang bekas seperti, botol, plastik, kaca agar mengurangi sampah-sampah yang ada.

(8)

Dan untuk sanksi bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan tertuang pada UU No.18 Tahun 2008 pasal 29. Dan sanksi social yang berupa di permalukan di depan umum.

DAFTAR PUSTAKA

1. Peraturan perundang undangan a. UU No.18 Tahun 2008 pasal 29 2. Buku

a. Sastrawijaya, A.T. 2002. Pencemaran Lingkungan , Rineka Cipta, Jakarta.

b. Notoatmodjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Penerbit RinekaCipta,

Jakarta.

c. Muhjad Hadin. 2015. HUKUM LINGKUNGAN sebuah pengantar untuk konteks

Indonesia.GENTA publishing.Yogyakarta

3. Jurnal

(9)

Referensi

Dokumen terkait

termasuk dana dana dana rapat dana rapat rapat rapat atau atau atau atau survey survey yang survey survey yang yang yang dilakukan dilakukan dilakukan panitia dilakukan panitia

Seleksi alam adalah kemampuan alam untuk menyaring terhadap semua organisme yang hidup di dalamnya, dimana hanya organisme yang mampu menyesuaikan diri terhadap

(1)Model Quantum Teaching dengan metode praktikum berpengaruh terhadap kemampuan representasi verbal siswa kelas X di SMA Plus Darul Hikmah Jember. (2)Model Quantum

Model Komponen Adaptif Pencapaian dari gameplay akan menjadi ukuran yang digunakan oleh komponen adaptif dalam melakukan penyesuaian aktivitas pembelajaran dan skenario

Padahal beberapa penelitian sebelumnya menginformasikan keunggulan pendekatan konstruktivistik, beberapa diantaranya: (1) Putra (2008) menyatakan bahwa pembelajaran

yaitu hubungan dengan kepala rumah tangga merupakan variabel yang terpenting atau variabel pemilah utama disebut juga dengan simpul induk ( parent node ) dalam

produktivitas kerja karyawan yang dimiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Diketahui R Square merupakan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai

RINGKASAN AND1