• Tidak ada hasil yang ditemukan

TM 3 dan 4 Manajemen Pelatihan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "TM 3 dan 4 Manajemen Pelatihan"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Umum: setelah selesai PBM, diharapkan

mahasiswa mampu menyusun perencanaan

pelatihan program tertentu.

Khusus: setelah selesai PBM diaharapkan mampu

◦ Malakukan TNA (training need assesment)

◦ Menetapkan tujuan diklat

◦ Menyusun perencanaan diklat

◦ Mengetahui pelaksanaan diklat

(3)

◦ Memilih topik/masalah kesehatan yang perlu dilakukan pelatihan

(4)

Soekidjo Notoatmodjo.

Dasar-Dasar

Pendidikan dan Pelatihan

. FKM UI. Jakarta.

1989

Anju Dwivedi.

Metode Pelatihan Partisipatif.

Pondok Edukasi

. Yogyakarta. 2004

Tom Boydell.

Identifikasi Training Needs

.

(5)

Konsep pelatihan dalam pembelajaran ini :

◦ Satu kesatuan proses untuk mencapai tujuan yang

berfokus kepada peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku (keterampilan) peserta latih dalam upaya

mendukung tercapainya tujuan.

Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan sumber

daya manusia dalam hal

◦ Pengetahuan  berkaitan dengan aspek kognitif

◦ Sikap dan berkaitan dengan aspek afektif

(6)

 Setiap

◦ Globalisasi Ekonomi

◦ Teknologi Informasi

(Michael Hammer, James Champy, 1993)

• Organisasi harus dapat mengenal

(7)

Kebutuhan Organisasi.

◦ Organisasi membutuhkan orang-orang yang mampu sesuai dengan jabatannya.

◦ Melalui pelatihan diharapkan kebutuhan dan kekurangannya dapat dipenuhi dan diatasi, sehingga ia dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Kebutuhan Pribadi.

◦ Kebutuhan pribadi merupakan bagian integral dari organisasi. Kebutuhan pribadi melengkapi kebutuhan organisasi.

◦ Pengembangan pribadi yang diperoleh melalui pengembangan jabatan akan memperkaya dirinya (pengembangan karier).

Investasi Sumber Daya Manusia (SDM).

(8)

 Identifikasi

Kebutuhan pelatihan

 Penetapan Tujuan

Diklat;

 Perencanaan Diklat;

 Pelaksanaan Diklat;

dan

 Evaluasi Diklat.

GOAL

PLAN

ACTION EVA

LUATION

(9)

Upaya untuk mengetahui dan mengumpulkan

masalah, data, fakta dan informasi tentang :

◦ Siapa yang perlu dilatih;

◦ Pelatihan tentang kemampuan apa;

◦ Mengapa perlu dilatih;

◦ Apa faktor pendukung yang diperlukan; dan

◦ Materi mana yang bisa dipelajari sendiri; serta

(10)

 Memberikan gambaran

tentang kondisi

sesungguhnya dari

masalah yang dihadapi di lapangan atau apa yang di rasakan oleh calon peserta pelatihan dalam melaksanakan tugasnya, jika

dibandingkan dengan apa yang menjadi

standar

Kekurangan dalam hal

• Pengetahuan

• Keterampilan dan

• Sikap

(11)

Identifikasi Kebutuhan pelatihan

◦ Merupakan usaha untuk memperoleh, mengenal dan memformulasikan kebutuhan pelatihan serta aspek-aspek pendukungnya.

Identifikasi Perilaku Program dan Kebijakan

◦ Merupakan proses kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh fakta, data dan informasi mengenai kecenderungan atau perubahan program dan

kebijakan (lama atau baru) yang berdampak pada kebutuhan penyediaan tenaga tertentu dalam

(12)

Identifikasi Perilaku Pekerjaan

◦ Merupakan proses kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh fakta, data dan informasi mengenai kecenderungan umum terjadinya kesenjangan kinerja tenaga tertentu pada unit kerjanya

Identifikasi Perilaku Masyarakat

◦ Merupakan proses kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh fakta, data dan informasi mengenai aspirasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diterima serta tingkat kepedulian dan

(13)

Realistik

, artinya

◦ Rumusan yang dihasilkan harus rasional dan dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan

kemampuan daya, dana dan sarana serta waktu

yang tersedia sesuai dengan tingkat perkembangan program.

Sistimatik

, artinya

◦ Rumusan yang dihasilkan disusun secara teratur, berurutan dan berlanjut.

◦ Keterkaitan antara kegiatan yang satu dengan yang lainnya harus jelas, tidak berdiri sendiri dan

mengarah pada proyeksi masa yang akan datang.

Terarah

, artinya

◦ Hasil rumusan harus terarah kepada satu tujuan

(14)

Salah satu penyebab tidak terwujudnya dampak

suatu pelatihan ada perubahan perilaku

pekerjaan dan organisasi atau hasil pelatihan

tersebut kurang bermakna dalam mengatasi

masalah operasional di lapangan, sering terletak

pada program pelatihan yang tidak di rancang

berdasarkan identifikasi kebutuhan pelatihan

yang tepat.

(15)

 Memberikan informasi yang akurat untuk dijadikan masukan dalam menyusun program pelatihan yang diinginkan.

 Meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses mencapai tujuan diklat, sekaligus tujuan organisasi. Menghindari biaya (cost) yang tidak perlu dalam

pengembangan organisasi karena kekeliruan dalam mengidentifikasi atau identifikasi tidak di lakukan.  Memberikan justifikasi yang cocok, baik untuk

pengembangan maupun tidak untuk pengembangan pembelajaran.

 Memudahkan dalam merancang suatu program pelatihan yang benar-benar dibutuhkan, karena

(16)

Mengidentifikasi dan menggambarkan

kesenjangan pelaksanaan kerja atau

kesenjangan pengetahuan, ketrampilan dan

sikap dibandingkan dengan standar

Menentukan penyebab kesenjangan tersebut

Mengidentifikasi kesenjangan pelaksanaan kerja

yang di dasarkan kepada kurangnya

pengetahuan, ketrampilan dan sikap

Merekomendasikan solusi; dan

Menggambarkan tentang peran atau

(17)

LOGIKA BERPIKIR

LOGIKA BERPIKIR

Latar Belakang

Uraian kondisi di masyarakat yg mendeskripsikan berbagai informasi mengenai potensi / keunggulan dan permasalahan yang memerlukan

pemecahan. Dasar pemikiran, filosofi pemecahan dan tools yang

memungkinkan pemecahan masalah serta keuntungan-keuntungan yang mungkin bisa diperoleh dengan

(18)

LOGIKA BERPIKIR

LOGIKA BERPIKIR

Latar Belakang

Merupakan pernyataan singkat sebagai formulasi dari pokok

permasalahan yang telah diuraikan di latar belakang, yang perlu dicarikan solusinya.

(19)

Merupakan pedoman dan prosedur dalam

upaya mencapai apa yang diharapkan,

perubahan yang terjadi dari peserta pelatihan

sebagaimana yang diinginkan organisasi atau

orang-orang tersebut

Tujuan: sebagai hasil akhir dari suatu tindakan

atau seri tindakan baik yang kehendaki oleh

pelakunya maupun oleh kegiatan tersebut

Dalam pelatihan selalu dijabarkan ke dalam

(20)

Tujuan institusional = misi organisasi

◦ Biasanya bersifat luas, abstrak, kualitatif dan jangka panjang

Tujuan instruksional = tujuan pembelajaran

◦ Merupakan pelaksanaan (perilaku) seseorang dalam melaksanakan tugasnya setelah selesai pelatihan yang diukur dari adanya perubahan pengetahuan, sikap dan ketererampilan

(21)

Mempermudah dalam merancang program atau

kegiatan pelatihan

Mempermudah menyusun tujuan pembelajaran

Mempermudah dalam mengembangkan

instrumen tes

Dapat dijadikan alat atau tolok ukur untuk

evaluasi program dan bahan pelatihan

Dapat dijadikan alat untuk menentukan strategi

pembelajaran, isi garis besar dan urutan mata

pelajaran serta metoda dan media pembelajaran

Dapat dijadikan alat bantu atau fokus bagi

peserta untuk mengarahkan perhatiannya

(22)

Kompetensi umum yang akan dikuasai oleh

peserta pada akhir pelatihan

Tujuan Instruksional Umum (tiu)

Apakah Anda menganggap cukup bila

pada akhir pelatihan, peserta

menguasai kompetensi umum itu? Apa

yang menjadi indikatornya?

Apakah kompetensi umum berupa:

Hasil belajar? Proses?

Kompetensi peserta? Penguasaan

pengetahuan?

(23)

23

A. (AUDIENCE)

Tentukan, Siapa yang belajar?

B. (BEHAVIOR)

Tentukan, Kompetensi/perilaku yang

diharapkan dicapai peserta setelah

mengikuti pelatihan, terdiri:

Verb

(kata kerja operasional) seperti

menyebutkan, menjelaskan,

menjelaskan hubungan, memilih,

memecahkan masalah, terbiasa,

suka membaca, rajin membantu,

sering bertanya, dsb.

Object

(objek atau kata benda)

seperti rumus korelasi,kesehatan,

klasifikasi hewan, penyakit

masyarakat, hukum permintaan dan

penawaran, berita, ibu bekerja,

permasalahan, dsb.

(24)

C. (CONDITION)

Batasan atau alat yang diberikan kepada

peserta pada saat ia di tes

D. (DEGREE)

Tingkat keberhasilan peserta dalam

mencapai perilaku yang diharapkan.

Setelah mengikuti proses pelatihan metode

penelitian selama 20 jam (

c

), peserta

pelatihan (

a

) akan dapat menyusun

proposal penelitian (

b

) untuk digunakan

dalam melakukan penelitian dan menulis

(25)

LOGIKA BERPIKIR

LOGIKA BERPIKIR

Latar Belakang

Menunjukkan aktivitas menuju

harapan yng ingin dicapai dari

pemecahan masalah yang akan

dilakukan. Harus spesifik dan

fokus.

Perumusan Masalah

(26)

LOGIKA BERPIKIR

LOGIKA BERPIKIR

Latar Belakang

Sesuatu yang akan diperoleh sebagai hasil akhir dari proses pemecahan masalah yang akan dilakukan.

Dalam PKMM biasanya merupakan kondisi di masyarakat yang menjadi lebih baik yang akan dicapai sesuai tujuan.

Perumusan Masalah

Tujuan Program

(27)

LOGIKA BERPIKIR

LOGIKA BERPIKIR

Latar Belakang

Merupakan manfaat bagi

masyarakat yang akan

diperoleh dari perubahan

kondisi setelah kegiatan

Pelatihan selesai

dilaksanakan.

Perumusan Masalah

Tujuan Program

(28)

Harus jelas masyarakat sasaran yang akan menerima program kegiatan

pengabdian, untuk menjamin program tidak gagal karena tak ada masyarakat yang bersedia menjadi mitra penerima program

Sebagai bukti bahwa program yang diajukan merupakan program yang

berbasis permasalahan nyata di lapangan, bukan berbasis “keinginan pengusul”

Berisi penjelasan secara konkrit mengenai kondisi masyarakat sasaran

yang akan menerima kegiatan pengabdian (lokasi, data statistik dan administratif, potensi wilayah, deskripsi warga, kondisi lingkungan)

Uraikan permasalahan yang dihadapi masyarakat yang membutuhkan

bantuan pemecahannya, serta berikan gambaran solusi yang ditawarkan.

Hindari usulan kegiatan percobaan dalam PKMM

Hasil : Potret detil masyarakat sasaran serta solusi yang

GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

(29)

Pada dasarnya adalah penyusunan suatu

keputusan berupa langkah-langkah penyelesaian

suatu masalah, atau pelaksanaan suatu pekerjaan

yang terarah ada pencapaian tujuan tertentu.

Sebagai salah satu fungsi pengelolaan

(manajemen) perencanaan selalu berorientasi

kedepan dan merupakan acuan dalam

pelaksanaan.

Oleh arena itu perencanaan merupakan kegiatan

strategis dan mutlak dilakukan sebelum

(30)

Dalam penyusunan perencanaan program diklat,

mutlak bertolak dari hasil identifikasi kebutuhan

dan tujuan pelatihan yang telah ditetapkan dan

dilakukan sebelumnya.

Harus terlihat dengan jelas, keterkaitan dan

ketergantungan sub sistem perencanaan program

dengan sub sistem-sub sistem yang lain dalam

(31)

Merupakan pedoman/acuan yang terarah dalam

pelaksanaan diklat;

Merupakan acuan dan ukuran serta menyiapkan

data basis dalam evaluasi penyelenggaraan diklat;

Merupakan acuan dasar dalam penyiapan

butir-butir kegiatan dan anggaran biaya diklat;

Merupakan pedoman pengendalian bagi

manajemen agar dapat menggerakkan sumber

(resources) secara tepat;

Mengurangi ketidak pastian di masa yang akan

(32)

Konseptual

:

◦ hasil olah pikir yang di tuangkan dalam bentuk

konsep-konsep atau rancang bangun suatu kegiatan yang akan dijadikan acuan pelaksanaan.

Forecasting

:

◦ harus berorientasi ke depan, untuk menyiapkan atau mewujudkan kondisi yang diinginkan.

Ada batas toleransi

:

(33)

Realistik

:

◦ tidak disusun sebebasnya atau terlalu muluk, tetapi harus mempertimbangkan sumberdaya yang

terbatas, sehingga benar-benar dapat dilaksanakan.

Fleksibel

:

◦ tidak kaku dan mutlak, tetapi bisa diadakan perubahan sesuai dinamika dan kondisi yang dihadapi pada saat pelaksanaan.

Adaptif

:

◦ menyesuaikan dengan berbagai hal yang telah ada/ tersedia

Antisipatif

:

(34)

Materi diklat,

◦ Kesenjangan apa saja yang akan diperbaiki terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan pekerjaan/

program apa?

Metode pelatihan

◦ Pada dasarnya metode pelatihan berkaitan dengan metode pembelajaran, misalnya ceramah, diskusi, penugasan, peragaan dll.

Penetapan kriteria peserta latih

◦ Kepada peserta latih siapa pelatihan tersebut akan diselenggarakan dan persyaratannya apa, harus

(35)

Penetapan kriteria pelatih/fasilitator

◦ Disesuaikan dengan materi pelatihan dan

kompetensinya.

Penetapan kriteria ruangan/lapangan

◦ Disesuaikan dengan materi pelatihan dan metode yang akan digunakan.

Penentuan media pelatihan

◦ Harus disesuaikan dengan materi pelatihan dan metode yang akan digunakan.

(36)

Jelaskan bahan dan alat yang akan

digunakan

Uraikan prosedur/tahapan pelaksanaan

kegiatan yang direncanakan

Tetapkan kriteria yang akan digunakan

untuk mengevaluasi keberhasilan program

Rencana pengolahan dan analisis data

apabila ada terkait dengan cara evaluasi

program bisa dijelaskan di sini

Rencana penggunaan teknologi atau tools

lain yang akan digunakan untuk pemecahan

masalah juga bisa dipaparkan di sini.

METODE PELAKSANAAN PROGRAM

(37)

Tujuannya adalah mendayagunakan dan

mengorganisir komponen-komponen pelatihan

meliputi :

◦ peserta, fasilitator, fasilitator, nara sumber, metoda, media, sarana, lingkungan, kurikulum, materi dan evaluasi guna mencapai tujuan yang telah tetapkan.

Tahapan pelaksanaan ini dapat dibagi dalam 3

(tiga) langkah yaitu :

◦ Persiapan (administratif dan edukatif),

◦ Pelaksanaan roses belajar mengajar dan

(38)

 Mempersiapkan Surat Keputusan Penyelenggaraan/ kepanitiaan

 Mempersiapkan tugas dan fungsi anggota panitia termasuk jadwal piket, dan tata tertib

penyelenggaraan,

 Mempersiapkan dan memanggil peserta pelatihan lengkap dengan kriteria peserta, waktu dan tempat penyelenggaraan serta syarat atau apa saja yang harus disiapkan dan dilakukan oleh peserta,

 Menyiapkan formulir:

◦ Daftar hadir, bio data peserta, fasilitator dan nara sumber; ◦ Sertifikat;

◦ Evaluasi (menggandakan);

(39)

 Mempersiapkan dan mengirimkan surat permohonan:

◦ Membuka dan menutup pelatihan;

◦ Nara sumber dan Fasilitator;

◦ Penggunaan tempat : penginapan peserta; ruang belajar; dan tempat praktek lapangan

◦ Sarana lain yang di perlukan.

 Menyediakan perlengkapan diklat, antara lain:

◦ ATK;

◦ Perlengkapan peserta;

◦ Sarana penunjang pembelajaran, seperti : OHP, Video, LCD, White Board dan lain-lain; Sound System; Transportasi.

◦ Spanduk

◦ Lokasi dan tempat : akomodasi dan konsumsi; ruang belajar; praktek lapangan; olah raga; out bound; perpustakaan/ruang baca; sekretariat..

◦ Sarana dokumentasi.

 Menyusun dan menyediakan biaya pelaksanaan pelatihan yang

terdiri dari:

◦ biaya administrasi; dan

(40)

Mengadakan rapat persiapan baik dengan

komponen, atau pihak-pihak terkait maupun

rapat intern pelatihan untuk membahas dan

menyepakati berbagai hal sebagaimana terurai

dibawah ini.

Menyiapkan buku panduan diklat/TOR, yang

memuat antara lain:

◦ Latar belakang, tujuan dan hasil yang diharapkan;

◦ Waktu dan tempat penyelenggaraan;

◦ Materi, metoda dan media pembelajaran;

◦ Nara sumber dan Fasilitator;

◦ Kriteria / persyaratan peserta.

(41)

 Menyiapkan petunjuk/panduan :

◦ Penugasan atau simulasi; ◦ Diskusi;

◦ Praktek lapangan;

◦ Garis-garis besar rencana pembelajaran.

 Menyusun jadwal diklat, termasuk menentukan fasilitator yang akan memfasilitasinya.

 Menyiapkan instrumen-instrumen monitoring dan teknis penilaian proses diklat, terhadap :

◦ Peserta; ◦ Fasilitator;

◦ Penyelenggaraan.

 Menyiapkan dan menyediakan :

◦ Materi pembelajaran;

◦ Metoda dan media pembelajaran;

(42)

Pembukaan

◦ Pendaftaran dan penerimaan peserta pelatihan sesuai kriteria/syarat yang telah ditentukan;

◦ Mengisi daftar hadir;

◦ Menerima para undangan, nara sumber, fasilitator dll.

◦ Membuka secara resmi pelatihan berdasarkan acara protokol.

◦ Ramah tamah.

Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM).

◦ Orientasi Diklat.

Kegiatan proses belajar mengajar dimulai setelah acara

(43)

 Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM).

◦ Pelaksanaan Pembelajaran.

Dalam kegiatan pembelajaran ini peserta memperoleh materi

pelajaran yang telah di programkan sesuai dengan kurikulum dan jadwal diklat. Pelaksanaan proses belajarmengajar ini baik di kelas maupun di luar kelas sesuai dengan metoda dan media yang telah di tetapkan.

◦ Melayani kebutuhan peserta melalui pre test, wawancara, diskusi dan sebagainya.

◦ Menciptakan situasi belajar mengajar yang kondusif baik di kelas, maupun di luar kelas.

◦ Memberikan dukungan dan pelayanan dana dan sarana demi kelancaran proses pelaksanaan diklat.

◦ Mendiskusikan dan memecahkan permasalahan proses belajar mengajar maupun kendala peserta.

◦ Melaksanakan Review pelatihan (sesuai kebutuhan) bersama komponen terkait.

(44)

Penutupan

◦ Siapa yang akan menutup;

◦ Para undangan;

◦ Acara penutupan sesuai protokoler;

◦ Hasil-hasil evaluasi;

◦ Penyerahan sertifikat;

(45)

Adalah proses memberikan atau menentukan nilai

(46)

Memperoleh informasi tentang pencapaian tujuan

jangka panjang, jangka menengah dan jangka

pendek diklat;

Menentukan hasil kemajuan belajar peserta yang

akan dipergunakan bagi pengambil keputusan;

Mengetahui pengaruh/dampak program pelatihan

terhadap efisiensi dan efektivitas pelaksanaan

tugas dan program organisasi;

Menentukan tepat tidaknya kondisi lingkungan

yang berpengaruh bagi tercapainya tujuan diklat;

Memberikan umpan balikan untuk digunakan

sebagai dasar memperbaiki dan

(47)

Penilaian sebelum diklat.

◦ Terhadap calon peserta diklat, kurikulum dan penunjang diklat

Penilaian selama diklat.

◦ Terhadap peserta, fasilitator, proses belajar mengajar, lingkungan/penyelenggaraan dan penunjang pelatihan yang dilakukan pada awal, tengah, dan akhir

penyelenggaraan diklat.

Penilaian sesudah pelatihan

◦ Meliputi penilaian kurikulum, program, pembinaan dan pasca diklat.

◦ Penilaian ini dilaksanakan setelah peserta kembali

(48)

Objek Pengetahuan (Kognitif), yang dinilai adalah :

◦ Aspek pengenalan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

◦ Penilaian terhadap objek pengetahuan dapat dilakukan dengan cara pre test, mid test, dan post test.

Pre test atau wawancara yang dilakukan diawal

pelatihan dengan tujuan :

◦ Mengetahui reaksi peserta tentang materi yang akan diberikan oleh fasilitator;

◦ Mengetahui tingkat pengetahuan peserta dan kemampuan teknis tentang materi yang akan diberikan;

◦ Mengetahui harapan-harapan peserta dari proses pelatihan yang di ikuti;

(49)

Mid test dilaksanakan di tengah penyelenggaraan

pelatihan dengan tujuan antara lain:

◦ Mengetahui reaksi dan hasil belajar peserta terhadap

sebagian atau seluruh materi diklat;

◦ Mengambil tindakan tertentu secara dini bila

diperlukan

Objek Sikap, dapat dinilai pada aspek :

◦ Minat terhadap pelatihan yang diikutinya; penghargaan

terhadap orang/program diklat, dapat juga dari aspek kerjasama, disiplin, inisiatif dan kejujuran serta

penyesuaian diri dengan sesama peserta diklat. 

Objek Keterampilan, dinilai dari aspek

◦ Psikomotor atau keterampilan teknis peserta dalam

(50)

 Penilaian dilakukan oleh peserta terhadap fasilitator

setelah selesai menyajikan materi pelajaran yang meliputi objek kemampuan dan tanggung jawabnya dalam aspek seperti :

◦ Penguasaan materi;

◦ Sistematika penyajian materi; ◦ Kemampuan menyajikan materi;

◦ Relevansi materi dengan tujuan instruksional; ◦ Ketepatan waktu;

◦ Penggunaan metoda dan media; ◦ Penggunaan bahasa;

◦ Sikap dan perilaku (penampilan); ◦ Pemberian motivasi belajar;

◦ Nada dan suara;

(51)

 Meliputi :

◦ ketepatan menggunakan metoda, media dan sarana pembelajaran lainnya; pencapaian tujuan pembelajaran serta kemampuan

mengatasi kendala-kendala yang terjadi selama proses pembelajaran.

 Lingkungan / pembelajaran.

◦ Penilaian dilakukan oleh peserta terhadap penyelenggaraan pelatihan menyangkut objek : materi diklat, penyediaan/

pelayanan serta koordinasi dan komunikasi antar komponen diklat.

◦ Aspek yang dinilai antara lain:

Relevansi materi dengan tugas peserta;

Materi yang dirasakan kurang atau kelebihan waktu; Materi yang perlu dihilangkan atau ditambah;

Penyediaan/pelayanan akomodasi, konsumsi, olah raga, ibadah, kesehatan dan lain-lain.

Koordinasi / komunikasi antar peserta dengan peserta, peserta dengan fasilitator, peserta dengan penyelenggara serta fasilitator dengan

(52)

Tujuan penilaian ini adalah :

◦ Mengetahui aplikasi hasil-hasil yang diperoleh dari pelatihan oleh mantan peserta pelatihan di tempat kerjanya;

◦ Mengetahui komitmen program pelatihan dengan kebutuhan unit kerjanya;

Referensi

Dokumen terkait

Dalam gambar Tuak yang digambar oleh Arkan terdapat objek: satu telor besar yang bentuknya tidak bulat, tiga telor yang besarnya sedang berada di tengah, lima telor yang kecil

Hasil jumlah iterasi dalam satu kali konvergen terhadap jumlah varian data training pada metode improved semi supervised k-means dengan k-means Pada pengujian ketiga

Analisis data bivariat adalah analisa yang dilakukan lebih dari dua variabel (Notoadmodjo, 2005).Analisa ini digunakan untuk menguji pengaruh terapi akupresur dalam

Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak

Hasil penelitian Wahyunie et al (2012) menunjukkan bahwa ketahanan penetrasi pada sistem olah tanah intensif lebih keras jika dibandingkan dengan penerapan olah tanah

Core shear stress yang dimaksud adalah tegangan geser dari core honeycomb kardus BC-flute pada komposit sandwich serat cantula yang didapat dengan persamaan

Pencarian pinjaman ini dilakukan setelah perseroan melakukan penawaran umum terbatas (rights issue) pada Mei 2015 dengan total dana yang dikumpulkan mencapai Rp5,3 triliun, dimana

[r]