• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesadaran Hukum Lalu Lintas PKN (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kesadaran Hukum Lalu Lintas PKN (2)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I A. Latar Belakang

Masih banyak masyarakat di Inonesia yang tidak sadar akan peraturan lalu lintas, terutama masyarakat yang berada dalam pedesaan yang tidak terlalu memperhatikan akan hukum-hukum lalu lintas. Padahal peraturan lalu lintas sudah di sosialisasikan seluruh media massa, baik media cetak maupun elektronik. Dan tidak kurang-kurangnya Polisi mengadakan operasi atau tilangan guna pengguna jalan raya baik sepeda motor, mobil, truk dan bus agar mematuhi seluruh peraturan saat brada di jalan raya dan melengkapi surat-surat saat berkendara, sperti SIM (surat izin mengemudi), STNK, KTP dan yang paling penting untuk pengguna sepeda motor adalah helm SNI.

Jalan raya menjadi hal utama yang paling petnting dalam transportasi darat. Maka dari itulah pemerintah sangat begitu memikirkan keselamatan pengguna jalan raya, tapi mengapa masyarakat yang diperhatikan itu malah menyepelekan atau bahkan acuh tidak acuh terhadap peraturan itu ? Padahal hakikatnya semua yang dilakukan pemerintah adalah upaya untuk mengurangi kasus kecelakaan yang sering terjadi dan semata-mata hanya untuk keselamatan pengguna jalan raya.

Selanjutnya, sudah berapa banyak masyarakat yang menjadi korban kecelakaan dengan berbagai macam kasus, seperti : kecelakaan biasa terjadi pada pengendara truk karena kelelahan dan ngantuk, pengendara yang mabuk dan hilang kosentrasi, atau bahkan korban kecelakaan bus umum yang sopirnya ugal-ugalan, dan masih banyak kasus lagi yang terjadi.

(2)

B. Teori judul

Landasan hukum negara Indonesia : a. UUD 1945

b. Ketetapan MPR No. II/MPR.1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara

c. Undang-Undang No. 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia (Jo. UU No. I Tahun 1998)

d. Undang-Undang No. 20 Tahun 1982 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.

Hukum merupakan suatu tindakan yang brfungsi sebagai pengendali sosial. Agar supaya dapat dibedakan antara hukum dengan kaidah-kaidah lainnya, maka dikenal adanya empat tanda hukum atau atributes of low. Yaitu :

 Attribute of authority

 Attribute of intention of universal application  Attribute of obligation

 Attribute of sanction

Sistem hukum nasional secara sistematis dibangun untuk didayagunakan sebagai sarana merekayasa berbagai segi kehidupan rakyat. Pendayagunaan hukum undang-undang dalam perannya sebagai “a tool of social engineering” telah menjadikan kebijakan negara tidak berwajah ramah pada berlakunya hukum rakyat tradisional, yang secara umum dianggap menghalangi terwujudnya signifikasi hukum undang-undang.

Sedangkan lalu lintas di dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan Angkuta jalan didefisikan sebagai gerak kendaraan dan orang di ruang lalu lintas jalan. Sedang ruang lalu lintas jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah kendaraan, orang atau barang yang berupa jalan dan fasilitas pendukung. Dan definisi menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah :

 Berjalan / bolak-balik/ hilir mudik atau kendaraan

 Perhubungan antara sebuah tempat dengan tempat yang lain

(3)

Komponen lalu lintas

Ada tiga komponen terjadinya lalu lintas yaitu manusia sebagai pengguna, kendaraan dan jalan yang saling berinteraksi dalam pergerakan kendaraan yang memenuhi persyaratan kelayakan dikemudikan oleh pengemudi mengikuti aturan lalu lintas yang ditetapkan berdasar peraturan perundang-undang yang menyangkut lalu lintas dan angkutan jalan melalui jalan yang memenuhi persyaratan geometrik.

MANUSIA

(4)

BAB II A. Data ( Hasil Wawancara)

Data di ambil dari salah satu polisi yang mengatur lalu lintas di Kabupaten Ngawi.

Narasumber

Nama : Bp.

Alamat : Jalan Baiturrohman N0. 45 Beran 1 Ngawi Pangkat / jabatan :

Pewawancara

Nama : Nida Alfina D. N. J

Aamat : Jalan. A.Yani Gang Manyar N0. 30 Beran, Ngawi Pangkat : Mahasiswi STAIN Kediri

Diselenggarakan pada :

Hari / tanggal : Minggu, 23 November 2014 Hasil wawancara

1. Kesadaran hukum tentang lalu lintas, apakah masih rendah di kota Ngawi ini ?

Masih, bahkan sangat rendah.

Buktinya saja, selalu Kabupaten Ngawi yang mengalami angka tertingi se-Jawa Timur setiap tahunnya dalam kasus kecelakaan. Dan sudah berapa banyak korban yang meninggal dunia dalam kasus itu, dari mulai anak-anak, remaja, bahkan sampai kakek-kakek yang menjadi korban.

2. Faktor apakah yang mempengaruhinya ? a. Faktor dalam

 Diri sendiri, karena lebih gampang, cepat dengan menggunakan

(5)

b. Faktor luar

 Pertama, budaya. Karena di masyarakat sudah terbudaya

pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm, atau bahkan banyak anak sekolah yang belum cukup umur berangkat sekolah mengendarai sepeda motor yang pasti belum berhak untuk mendapatkan SIM.

3. Apakah upaya pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menyikapi masalah tersebut ?

Pertama, memberikan sosialisasi pada masyarakat terutama anak sekolah yang masih dibawah 17 tahun, tentang pentingnya mentaati peraturan hukum lalu lintas yang berlaku, akibatnya apabila terjadi kecelakaan dan denda bagi yang tidak mempunyai SIM tetapi mengendarai sepeda motor. Kedua, mengadakan operasi atau tilangan pada pengendara di suatu titik tempat dan dadakan.

4. Adakah harapan Bapak terhadap masyarakat atau pemerintah Kabupaten Ngawi ?

Pastilah ada,

Saya berharap masyarakat Ngawi mematuhi peraturan yang ada, karena semua peraturan itu semata-mata hanya untuk keselamatan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Apabila hukum dapat dipatudi dengan baik tidaklah aparat kepolisian akan membuat sulit.

Kalau kalian memang cinta dan sayang Negara Republik Indonesia, patuhilah hukum-hukum yang berlaku, bukan hanya mengatakan “ Aku cinta Indonesia”

Jika hukum di Indonesia sudah berjalan sesuai dengan keinginan UUD 1945 pastilah Indonesia akan menjadi Negara yang maksmur dan sejahtera.

B. Analisis

o Kesadaran hukum lalu lintas di Kabupaten Ngawi masih sangat rendah karena beberapa faktor, diantaranya budaya.

(6)

BAB III A. Kesimpulan

 Hukum lalu lintas belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan

keinginan Pemerintah

 Subyek pelanggaran mayoritas dilakukan oleh anak remaja usia

dibawah 17 tahun

 Apabila hukum ditaati dengan baik, tidakmungkin apabila

Indonesia menjadi sangat makmur dan sejahtera B . Referensi

Landasan Hukum a. UUD 1945

1) Pembukaan UUD 1945, khusus pada alinea kedua da keempat, yang memuat cita-cita tujuan dan aspirasi bangsa Indonesia tentang kemerdekaannya.

2) Pasal 27(1) menyatakan bahwa “segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. 3) Pasal 30 (1) menyatakan bahwa “tiap-tiap warga negara berhak dan

wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara”.

b. Ketetapan MPR No. II/MPR/1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara

c. Undang-Undang No. 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia (Jo. UU No. I Tahun 1998)

d. Dalam pasal 18 (a) disebutkan bahwa hak dan kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui pendidikan Pendahuluan Bela Negara sebagai bagian tak terpisahkan dalam sistem Pendidikan nasional.

(7)

menengah ada dalam gerakan pramuka. Tahap lanjutan pada tingkat pendidikan tinggi ada dalam bentuk Pendidikan Kewiraan.

Menurut penjelasan UUD 1945, negara Indonesia adalah negara hukum. Negara ukum berdasarkan Pancasila dan bukan berdasarkan ataskekuasaan. Sifat negara hukum hanya dapat ditunjukkan jikalau alat perlengkapan-perlengkapannya bertindak menurut dan terikat kepada aturan- aturan yang ditentukan lebih dahulu oleh alat-alat perlengkapan yang dikuasai untukmengadakan aturan-aturan itu.

Ciri-ciri suatu negara Hukum adalah :

a. Pengakuan dan perlindungan hak-hak asasi yang mengandung persamaan dalam bidang politik, hukum, sosial, ekonomi dan kebudayaan.

b. Peradilan yang bebas dari suatu pengaruh kekuasaan atau kekuatan lain dan tidak memihak.

c. Jaminan kepastian hukum, yaitu jaminan bahwa ketentuan hukumnya dapat dipahami, dapat dilaksanakandan dan aman dalam melaksanakannya.

Pancasila sebagai dasar negara yang mencerminkan jiwa bangsa Indonesia harus menjiwai semua peraturan hukum dan pelaksanaannya, ketentuan ini menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin adanya perlindungan hak-hak asasi manusia berdasarkan ketentuan hukum, bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar kekuasaan. Menjadi suau kewajiban bagi setiap penyelenggaraan negara untuk menegakkan keadilan dan kebenaran berdasarkan Pancasila yang selanjutnya melakukan pedomanperaturan-peraturan pelaksanaan. Di samping itu, sifat hukum ang berdasarkan Pancasila, hukum mempunyai fungsi penganyoman agar cita-cita luhur bangsa Indonesiatercapai dan terpelihara.

(8)

Dalam era reformasi dewasa ini bangsa Indonesia benar-benar akan mengembalikan peranan hukum, aparat penegak hukum beserta seluruh sistem peraturan erundang-undangan akan dikembalikan pada dasar-dasar negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 hasil amandemen 2002 yang mengemban aanat demokrasi dan perlindungan hak-hak asasi manusia.

Adapun pembangunan hukum di Indonesia sesuai dengan tujuan negara hukum, diarahkan pada terwujudnya sistem hukum yang mengabdi pada kepentigan nasional terutama rakyat, malalui penyusunan materi hukum yang bersumberkan pada Pancasila sebagai sumber filosofinya dan UUD 945 sebagai dasar onstitusinya, serta aspirasi rakyat sebagai sumber materinya.

Hukum merupakan suatu tndakan yang berfungsi sebagai pengendalian sosial. Agar supaya dapat dibedakan antara hukum dengan kaidah-kaidah lainnya, maka dikenal adanya empat tanda hukum atau attributes of law :

a. Attribute of authority, yaitu bahwa hukum merupakan keputusan-keputusan dari pihak-pihak yang berkuasa dalam masyarakat, keputusan-keputusan yang mana ditujukkan untuk mengatasi ketegangan-ketegangan yang terjadi di dalam masyarakat.

b. Attribute of obligation yang berarti bahwa keputusan-keputusan penguasa harus berisikan kewajiban-kewajiban pihak-pihak kesatu terhadap pihak kedua. Dalam hal ini semua pihak harus masih yang di dalam keadaan hidup.

c. Attribute of intention of universal application yang atinya adalah bahwa keputusan-keputusan yang mempunyai daya jangkauyang panjang untuk masa-masa mendatang.

(9)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009

TENTANG

LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN Menimbang :

a. bahwa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan dan integrasi nasional sebagai bagian dari upaya memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

b. bahwa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai bagian dari sistem transportasi nasional harus dikembangkan potensi dan perannya untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas dan Angkutan Jalan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah;

c. bahwa perkembangan lingkungan strategis nasional dan internasional menuntut penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, otonomi daerah, serta akuntabilitas penyelenggaraan negara

d. bahwa Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi, perubahan lingkungan strategis, dan kebutuhan penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan saat ini sehingga perlu diganti dengan undang- undang yang baru

e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d perlu membentuk Undang-Undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Mengingat : Pasal 5 ayat (1) serta Pasal 20 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

(10)

Menetapkan :

UNDANG-UNDANG TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:

1. Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas Lalu Lintas, Angkutan Jalan, Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Kendaraan, Pengemudi, Pengguna Jalan, serta pengelolaannya.

2. Lalu Lintas adalah gerak Kendaraan dan orang di Ruang Lalu Lintas Jalan.

3. Angkutan adalah perpindahan orang dan/ atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan Kendaraan di Ruang Lalu Lintas Jalan. 4. Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah serangkaian Simpul dan/ atau ruang kegiatan yang saling terhubungkan untuk penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

5. Simpul adalah tempat yang diperuntukkan bagi pergantian antarmoda dan intermoda yang berupa Terminal, stasiun kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan sungai dan danau, dan/ atau bandar udara.

6. Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah Ruang Lalu Lintas, Terminal, dan Perlengkapan Jalan yang meliputi marka, rambu, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, alat pengendali dan pengaman Pengguna Jalan, alat pengawasan dan pengamanan Jalan, serta fasilitas pendukung.

7. Kendaraan adalah suatu sarana angkut di jalan yang terdiri atas Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Tidak Bermotor.

(11)
(12)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian di tahun pertama meliputi deskripsi mengenai (1) implementasi model pembelajaran Bilingual Partial Immersion Program menuju SMK bertaraf international

Akan tetapi pada permasalahan perencanaan jalur yang kompleks dengan lingkungan dinamis, algoritma dasar PSO tidak dapat menjamin menemukan solusi optimal (local

Warna berubah dari ungu menjadi kuning terjadi ketika electron radikal DPPH berpasangan dengan sebuah hidrogen dari penangkap radikal bebas suatu antioksidan untuk

[r]

Promosi merupakan alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen dan berbagai kelompok masyarakat. Promosi juga merupakan bagian dari usaha untuk meningkatkan volume

memperjelas penelitian yang diperoleh dari Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kantor Camat Batang Peranap Kabupaten Indragiri Hulu

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan karyawan PT Gramedia Asri Media mengenai brand Gramedia. I.4

Komponen ruang kota yang merupakan wujud konsep budaya tersebut adalah Sumbu Tugu – Kraton – Panggung Krapyak, Kawasan Malioboro, Kawasan Njeron Beteng. Analisis