Tata Kelola Perusahaan Garuda Indonesia
Perusahaan memiliki komitmen penuh untuk senantiasa menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dalam kegiatan usahanya. Komitmen ini dilaksanakan oleh Perusahaan dengan selalu berupaya untuk terus melakukan perbaikan dalam penerapan GCG, agar
Perusahaan selalu mendapatkan kepercayaan dari stakeholders (pemangku
kepentingan), memiliki kinerja unggul dan dapat tumbuh secara berkesinambungan (sustainable growth) dan memperoleh keuntungan (profit).
Sebagai bagian dari pelaksanaan komitmen tersebut, Perusahaan senantiasa
melakukan penilaian/pengukuran atas penerapan GCG setiap tahunnya, yang mana hasil dari penilaian/pengukuran tersebut disampaikan kepada Rapat Umum
Pemegang Saham dan dipublikasikan dalam Laporan Tahunan Perseroan.
Perusahaan berkeyakinan bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik akan mendukung tercapainya tujuan perusahaan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Direksi dan Dewan Komisaris
Direksi merupakan organ perseroan terbatas yang bertugas untuk melaksanakan tugas pengurusan Perseroan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara itu, Dewan Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas untuk melaksanakan pengawasan atas kebijakan kepengurusan Perseroan dan kegiatan usaha Perseroan serta untuk memberikan nasihat kepada Direksi sebagaimana diminta atau ketika diperlukan dalam rangka memastikan Perseroan dikelola sesuai dengan maksud dan tujuan usahanya. Direksi dan Dewan Komisaris wajib, dengan itikad baik dan tanggung jawab penuh, melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan.
Sebagai BUMN yang seluruh sahamnya tercatat di Bursa, maka dalam rangka menerapkan prinsip Good Corporate Governance dan untuk memenuhi kepentingan pemangku kepentingan, Direksi dan Dewan Komisaris, perusahaan telah
menyusun Board Manual sebagai pedoman kerja bagi Direksi dan Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk kepentingan terbaik bagi Perseroan.
Sekretaris Perusahaan
Kewajiban membentuk Corporate Secretary juga berlaku bagi Perseroan sebagai BUMN sebagaimana diatur dalam Permen BUMN No. PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (GCG) pada BUMN.
Dalam hal terjadi kekosongan Sekretaris Perusahaan, Perusahaan wajib menunjuk penggantinya dalam jangka waktu paling lama 60 (enam puluh) hari sejak terjadinya kekosongan Sekretaris Perusahaan. Selama terjadi kekosongan, Sekretaris
Perusahaan dirangkap oleh seorang anggota Direksi atau orang perseorangan yang ditunjuk sebagai Sekretaris Perusahaan sementara, tanpa memperhatikan
persyaratan Sekretaris Perusahaan.
Kualifikasi Sekretaris Perusahaan
Kualifikasi Sekretaris Perusahaan telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
Pengangkatan dan Pemberhentian Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama berdasarkan mekanisme internal Perusahaan dengan persetujuan Dewan Komisaris (ref. Pasal 29 (3) Permen BUMN No. 01/2011). Organisasi Sekretaris Perusahaan dibentuk melalui Surat Keputusan Direksi. Masa jabatan Sekretaris Perusahaan dibatasi selama-lamanya 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang selama-lamanya 3 (tiga) tahun.
Internal Audit
Piagam Internal Audit disiapkan sebagai landasan bagi unit Internal Audit untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara kompeten, independen dan bertanggungjawab sehingga dapat diterima oleh semua pihak serta dalam rangka mewujudkan Unit Internal Audit yang profesional dan independen sekaligus sebagai mitra bagi Manajemen dalam upaya mencapai visi dan misi perusahaan.
Komite Komisaris
Perusahaan memiliki 2 (dua) Komite Komisaris, yaitu Komite Audit dan Komite Pengembangan Usaha dan Pemantauan Risiko. Dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, Komite Komisaris menyusun Piagam Komite yang disahkan oleh Dewan Komisaris.
rangka membantu Dewan Komisaris menjalankan tugas dan fungsi pengawasan (oversight) atas akuntansi dan proses pelaporan keuangan, pelaksanaan audit, pengendalian internal, dan terjaminnya penerapan prinsip-prinsip Corporate Governance yang dijalankan oleh Direksi dan seluruh stakeholders untuk
tercapainya sustainability Perseroan serta memberi saran dan masukan kepada Dewan Komisaris dalam hal pengembangan usaha perseroan dan pengelolaan risiko perusahaan.
Pengangkatan dan pemberhentian anggota Komite
Sebagai BUMN, kriteria pengangkatan Komite Audit dan Komite Pengembangan Usaha dan Pemantauan Risiko mengacu kepada Peraturan Menteri BUMN No. PER-12/MBU/2012 tentang Organ Pendukung Dewan Komisaris/Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara. Selain itu, khusus untuk Komite Audit, Perseroan sebagai perusahaan publik juga diwajibkan mengikuti ketentuan dalam Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. IX.I.5 tentang