ETIKA BELAJAR DAN BEKERJA
DALAM ISLAM
MATERI
ETIKA BELAJAR
• Ikhlas
•
هللا لوسر َلاَق َلاَق هنع هللا يضر ةريره يبَأَ نعو
ىَغَتْبُي اَّمِم ًامْلِع َمَّلَعَت ْنَم (( : ملسو هيلع هللا ىلص
ًاضَرَع ِهِب َبيِصُيِل َّلاِإِ ُهُمَّلَعَتَي لا لجو زع ِهللا ُهْجَو ِهِب
)) ِةَماَيِقلا َمْوَي ِةَّنَجلا َفْرَع ْدِجَي ْمَل ، اَيْنُّدلا َنِم
حيحص دانسإب دواد وُبَأَ هاور . اَهَحيِر : يِنْعَي
•
Larangan Menyembunyikan Ilmu
Artiya
Diantaranya ada tanah yang (ajadib ) tanah yg bisa menampung air namun tidak dapat menyerap ke
dalamnya,mk dgn genangan air itu Allah memebri manfaat
untuk banyak orang, sehingga manusia dpt mengambil air dari tanah. Lalu manusia dpt memberi minum hewan ternaknya, dan manusia dpt mengairi tanah pertaniannya. Jenis tanah ketiga adalah tanah (qi’an) tanah yang tdk bisa menampung dan menyerap air. Inilah pemisalan orang yg memahami
agama Allah bermanfaat baginya ajaran yg Allah mengutusku utk membawanya. Dia mengetahui ajaran Allah dan
mengajarkan kpd orang lain. Dan demikian orang yg tdk mengangkat kepalanya thdp wahyu dan tdk mau menerima petunjuk yg Allah mengutusku untuk membawanya (HR
Perintah Menuntut Ilmu
:
لوسر لاق لاق دوعسم نب هللا دبع نع
:
ملعلا بلط
ملس و هيلع هللا ىلص هللا
Perintah Belajar
ِهْيَلَع ُهللا ىَّلَص ِهللا ُلْو ُسَر َلاَق َلاَق ٍكلِاَم ِنْب ِسَنَأَ ْنَع
ىَّتَح ِهللا ِلْيِبَس ْيِف َناَك ِمْلِعلْا ِبَلَط ْيِف َجَرَخ ْنَم َمَّلَسَو هاورو بيرغ نسح ثيدح اذه ىسيع وبأَ لاق َعِجْرَي
.ههعفري ملف مهضعب
• Artinya: Dari Anas bin Malik is berkata, Rasulullah
Etika Bekerja
•
Bekerja Yang Halal (QS. al- Baqarah: 267)
BEKERJA
QS. al-Ankabut/29:69
َعَمَل َهللا َّنِإَِو اَنَلُب ُس ْمُهَّنَيِدْهَنَل اَنيِف اوُدَهاَج َنيِذَّلاَو
{
َنيِنِسْحُمْلا
69
}
QS. al-Zumar/39:39
ق
َفْوَسَف ٌلِماَع يِّنِإِ ْمُكِتَناَكَم ىَلَع اوُلَمْعا ِمْوَقاَي ْلُُ
{ َنوُمَلْعَت
39
}
Bekerja
Di dalam al-Qur’an banyak ayat tentang kerja yang seluruhnya berjumlah 602 kata, bentuknya :
1) Kita temukan 22 kata ‘amilu (bekerja) di antaranya di dalam surat al-Baqarah: 62, an-Nahl: 97, dan al-Mukmin: 40.
2) Kata ‘amal (perbuatan) kita temui sebanyak 17 kali, di antaranya surat Hud: 46, dan al-Fathir: 10.
3) Kata wa’amiluu (mereka telah mengerjakan) kita temui sebanyak 73 kali, diantaranya surat al-Ahqaf: 19 dan an-Nur: 55.
4) Kata Ta’malun dan Ya’malun seperti dalam surat al-Ahqaf: 90, Hud: 92. 5) Kita temukan sebanyak 330 kali kata a’maaluhum, a’maalun, a’maluka,
‘amaluhu, ‘amalikum, ‘amalahum, ‘aamul dan amullah. Diantaranya dalam surat Hud: 15, al-Kahf: 102, Yunus: 41, Zumar: 65, Fathir: 8, dan at-Tur: 21.
6) Terdapat 27 kata ya’mal, ‘amiluun, ‘amilahu, ta’mal, a’malu seperti dalam surat al-Zalzalah: 7, Yasin: 35, dan al-Ahzab: 31.
lanjutan
• Di samping itu, al-Qur’an juga menyebutkan bahwa pekerjaan
merupakan bagian dari iman, bekerja sebagai bukti adanya iman seseorang serta menjadi ukuran pahala hukuman, Allah SWT berfirman:
• “…barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya,
Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh…” (Al-Kahfi:
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun,
niscaya dia akan melihat (balasan)nya
lanjutan
KH. Toto Tasmara mendefinisikan bekerja bagi
seorang muslim adalah suatu upaya
sungguh-sungguh dengan mengerahkan seluruh asset dan
zikirnya untuk mengaktualisasikan atau
menampakkan arti dirinya sebagai hamba Allah
yang menundukkan dunia dan menempatkan
dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang
terbaik atau dengan kata lain dapat juga
Hadis Keutamaan Mukmin Yg Kuat
:
َلاَق َلاَق ُهْنَع ُهللا َيِضَر َةَرْيِرُه ىِبَأَ ِنَع
ُنِمْؤُْمْلَا َمَّل َسَو ِهْيَلَع ُهللاىَّل َص ِهللا ُلْو ُس َر
ِنِمْؤُْمْلا َنِم ِهللا ىَلِإِ َّبَحَاَو ٌرْيَخ ُّيِوَقْلا
,
اَم ىَلَع ْصِرْحِا ٌرْيَخ ٍّلُك ىِفَو ِفْيِعَّضلا
,
,
ْنِإَِو ْزَجْعَتَلاَو ِ
هللاِب
ْنِعَت ْ
ساَو
كُعَفْنَي
َ
اَذَك ُتْلَعَف ىِّنَأَْوَل ْلُقَت َلاَف ٌئٌْي َش َكَبا َصَأَ
َءا َشاَمَو ُهللا َرَّدَق ْلُق ْنِكَلَو اَذَكَو اَذَك َناَك
.
ِناَطْي َّشلا َلَمَع ُحَتْفَتْوَل
َّنِإَِف َلَعَف ُهللا
Artinya
Hadis Ttg Pengupahan
«:
اًعوُف ْرَم َة َرْي َرُه ىِبَأَ ْنَع َةَمَل َس ىِبَأَ ْنَع
ُهُق َرَع َّفِجَي ْن
َأَ َلْبَق ُهَرْجَأَ َريِجَلأَا اوُطْعأَ
) »
هاور
ِهِلَمَع ىِف َوُهَو ُه َرْج
َأَ ُهْمِلْعَأََو
)
ىقهيبلا
QS. al-Jumu’ah/62:10
نِم اوُغَتْباَو ِضْرَلْأَْا يِف اوُرِشَتْناَف ُةَلَاَّصلا ِتَيِضُق اَذِإَف
{ َنوُحِلْفُت ْمُكَّلَعَّل اًريِثَك َهللا اوُرُكْذاَو ِهللا ِلْضَف
10
}
10. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
Kemandirian Dalam Berusaha
ِهْيَلَع ُهللاىَّلَص َّيِبنَّلا َّن
َأَ ٍعِفاَر ِنْب َةَعاَفِر ْنَع
:
ُلَمَع َلاَق ؟ ُبَيْطَا ِب ْسَكْلا ُّيَأَ َلِئِ ُس َمَّل َسَو
( .
رازبلا هور ٍرْوُرْبَم ٍعْيَب ُّلُكَو ِهِدَيِب ِلُجَّرلا
)
مكاحلا هحصو
empat macam pekerjaan
1) al-Hirafiyyin; mereka yang mempunyai lapangan kerja, seperti penjahit, tukang kayu, dan para pemilik restoran. Dewasa ini pengertiannya menjadi lebih luas, seperti
mereka yang bekerja dalam jasa angkutan dan kuli.
2) al-Muwadzofin: mereka yang secara legal mendapatkan gaji tetap seperti para pegawai dari suatu perusahaan dan pegawai negeri.
3) al-Kasbah: para pekerja yang menutupi kebutuhan makanan sehari-hari dengan cara jual beli seperti pedagang keliling.
Pekerjaan Halal
آهِب اْوُلْدُتَو ِلِطاَبْلاِب ْمُكَنْيَب ْمُكَلاَوْمَا اْوُلُكأََت َلاَو
ِساَّنلا ِلاَوْمَا ْنِم اًقْيِرَف اْوُلُكأََتِل ِماَّكُحْلا ىَلِا
:
ةرقبلا َنْوُمَلْعَت ْمُتْنَأََو ِمْثِلإِاِب
(
188
)
Prinsip Kerja
• Dilarang memaksakan seseorang, alat-alat produksi atau
binatang dalam bekerja, semua harus dipekerjakan secara professional dan wajar.
• Islam tidak membolehkan pekerjaan yang mendurhakai Allah
yang ada kaitannya dengan minuman keras, riba dan hal-hal lain yang diharamkan Allah.
• Professionalisme yaitu kemampuan untuk memahami dan
melakukan pekerjaan sesuai dengan prinsip-prinsip keahlian. Pekerja tidak cukup hanya memegang teguh sifat amanah, kuat dan kreatif serta bertaqwa tetapi dia juga mengerti dan benar-benar menguasai pekerjaannya. Tanpa professionalisme suatu pekerjaan akan mengalami kerusakan dan kebangkrutan juga menyebabkan menurunnya produktivitas bahkan sampai