• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembelajaran sejarah lokal di SMA Negeri 1 Blora

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pembelajaran sejarah lokal di SMA Negeri 1 Blora"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Sarno
  • Pengajar:
    • Dr. Hermanu Joebagio, M.Pd.
    • Prof. Dr. Herman J. Waluyo
  • Sekolah: Universitas Sebelas Maret
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Sejarah
  • Topik: Pembelajaran Sejarah Lokal di SMA Negeri 1 Blora
  • Tipe: tesis
  • Tahun: 2012
  • Kota: Surakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan pentingnya pembelajaran sejarah lokal dalam konteks pendidikan di Indonesia, khususnya di SMA Negeri 1 Blora. Sejarah lokal dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini dan masa depan, memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang identitas dan karakter bangsa. Dengan mempelajari sejarah lokal, siswa dapat memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pengalaman kolektif masyarakat, yang pada gilirannya membentuk kepribadian dan identitas nasional. Penelitian ini berfokus pada pembelajaran sejarah lokal Saminisme dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan kesadaran sejarah di kalangan siswa.

II. KAJIAN TEORI

Kajian teori dalam tesis ini mencakup beberapa aspek penting yang mendasari pembelajaran sejarah lokal. Pertama, definisi sejarah dan sejarah lokal dijelaskan, menekankan bahwa sejarah lokal adalah bagian dari sejarah yang lebih luas dan penting untuk memahami konteks sosial dan budaya masyarakat. Kedua, pembelajaran sejarah lokal diintegrasikan dalam kurikulum KTSP, yang memberikan otonomi kepada sekolah untuk mengembangkan materi yang relevan dengan potensi daerah. Ketiga, pentingnya nilai-nilai yang diajarkan melalui sejarah lokal, termasuk kejujuran, kerja keras, dan kerjasama, yang sangat relevan dalam konteks pendidikan karakter.

2.1 Sejarah

Sejarah sebagai ilmu memiliki pengertian yang beragam, tergantung pada sudut pandang sejarawan. Sejarah tidak hanya mencatat peristiwa masa lalu, tetapi juga menginterpretasikan dan memberikan makna terhadap peristiwa tersebut. Dalam konteks pendidikan, sejarah berfungsi sebagai alat untuk memahami identitas dan karakter bangsa, serta memberikan pelajaran berharga bagi generasi mendatang.

2.2 Sejarah Lokal

Sejarah lokal berfungsi untuk mengenalkan siswa pada peristiwa dan tokoh-tokoh penting di daerah mereka. Dengan memahami sejarah lokal, siswa dapat mengaitkan pengetahuan sejarah dengan kehidupan sehari-hari mereka, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna. Hal ini juga membantu siswa untuk mengembangkan rasa bangga terhadap budaya dan tradisi daerah mereka.

2.3 Pembelajaran Sejarah Lokal

Pembelajaran sejarah lokal di SMA Negeri 1 Blora dilakukan dengan pendekatan yang mengedepankan interaksi antara siswa dengan materi yang diajarkan. Melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman, siswa diharapkan dapat memahami nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Saminisme dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus tunggal. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Blora dengan subjek yang meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru sejarah, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif yang memungkinkan peneliti untuk memahami konteks dan dinamika pembelajaran sejarah lokal Saminisme secara mendalam.

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Blora, yang merupakan sekolah yang telah menerapkan pembelajaran sejarah lokal dalam kurikulum mereka. Penelitian dilakukan selama tahun ajaran 2011/2012, dengan fokus pada pelaksanaan pembelajaran sejarah lokal Saminisme.

3.2 Data dan Sumber Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan pihak-pihak terkait, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen yang relevan dengan pembelajaran sejarah lokal di sekolah tersebut.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan yang relevan dengan fokus penelitian, sehingga data yang diperoleh lebih akurat dan mendalam.

IV. DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN

Bagian ini menyajikan deskripsi data yang diperoleh dari penelitian, termasuk analisis mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan dampak pembelajaran sejarah lokal Saminisme di SMA Negeri 1 Blora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah lokal telah dilaksanakan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa mengenai nilai-nilai Saminisme.

4.1 Perencanaan Pembelajaran Sejarah Lokal

Perencanaan pembelajaran sejarah lokal di SMA Negeri 1 Blora dilakukan dengan baik, di mana semua guru yang mengajar sejarah memiliki latar belakang pendidikan sejarah. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyusun silabus dan RPP yang sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa.

4.2 Pembelajaran Sejarah Lokal

Pelaksanaan pembelajaran sejarah lokal Saminisme di SMA Negeri 1 Blora menunjukkan keterlibatan aktif siswa. Metode pengajaran yang digunakan mendorong siswa untuk lebih memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Saminisme dalam kehidupan sehari-hari mereka.

4.3 Dampak Pembelajaran Sejarah Lokal

Dampak dari pembelajaran sejarah lokal Saminisme terlihat pada peningkatan minat siswa untuk memahami dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Siswa menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap ajaran Saminisme, yang berkontribusi pada pembentukan karakter mereka.

V. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut pembelajaran sejarah lokal di SMA Negeri 1 Blora. Penelitian ini menekankan pentingnya pengintegrasian sejarah lokal dalam kurikulum untuk meningkatkan kesadaran sejarah dan identitas siswa.

5.1 Simpulan

Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran sejarah lokal Saminisme di SMA Negeri 1 Blora telah dilaksanakan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi siswa dalam memahami nilai-nilai budaya lokal.

5.2 Implikasi Hasil Penelitian

Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan kurikulum yang mengedepankan sejarah lokal sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah, sehingga siswa dapat lebih mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri.

5.3 Saran

Saran bagi guru sejarah adalah untuk terus mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dan menarik, serta melibatkan siswa dalam kegiatan yang dapat memperkuat pemahaman mereka terhadap sejarah lokal dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Referensi Dokumen

  • Kearifan Lokal ( Warren (dalam Titi Mumfangati, 2003: 2) )
  • Agama Adam ( Titi Mumfangati, 2004: 16 )
  • Ajaran Samin Surosentiko ( Hutomo (dalam Titi Mumfangati, 2004: 23) )
  • Nilai-nilai kehidupan manusia ( Titi Mumfangati, 2004: 24 )
  • Prasongko ( Prasongko, 1981: 28 dalam Titi Mumfangati, 2004: 26 )

Gambar

Tabel 1 Kualifikasi Pendidikan, Status, Jenis Kelamin, dan
Gambar 2 : Pola dan teknis analisis data……………………………
  Tabel 2
  Tabel 3
+3

Referensi

Dokumen terkait

Sejarah lokal penting sebagai sumber pembelajaran sejarah karena memungkinkan siswa untuk berhubungan secara sangat "intim" dengan peristiwa yang sangat lokal

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana dampak (implikasi) pembelajaran sejarah lokal dalam integrasinya dengan pembelajaran

Sesuai dengan hasil observasi dan wawanacara yang dilakukan peneliti, guru sejarah yang mengajar di kelas XI IPS bahwa sistem pembelajaran sejarah jelas dan mengarah pada

Melalui gerakan literasi sekolah GLS yang saat ini tengah dilaksanakan di sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Yogyakarta guru sejarah dapat memanfaatkan literasi dalam

HUBUNGAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN LAMA MENGAJAR GURU SEJARAH DENGAN HASIL BELAJAR SEJARAH.. PADA

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1 perencanaan yang dilakukan guru dalam pembelajaran sejarah Indonesia yang memanfaatkan literasi dimulai dengan menyusun RPP dengan baik, 2

Published by Universitas Jambi PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GAME FLY SPIN BERBASIS SEJARAH LOKAL PADA MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA KELAS X DI SMA NEGERI 2 BATANGHARI

Guru dapat memberikan wacana kepada peserta didik di kelas bahwa melalui pembelajaran sejarah berbasis sejarah lokal Banten dapat mengetahui bahwa Masjid Agung Banten merupakan sebuah