PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2016)

Teks penuh

(1)

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 61 No. 4 Agustus 2018| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

100

PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

(Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa

Efek Indonesia Tahun 2013-2016)

Diana Permatasari Devi Farah Azizah

Fakultas Ilmu Administrasi Univеrsitas Brawijaya

Malang

dianapermatasari829@gmail.com

ABSTRACT

The optimal funding composition can be obtained by using capital structure analysis tools. The value of the firm has a big influence on the investment decisions of investors, because the value of the company can reflect the financial stability and level of risk facing the company. This study aims to determine the effect of capital structure with Debt to Asset Ratio (DAR), Long Term Debt to Equity Ratio (LtDER) and Debt to Equity Ratio (DER) variables on firm value as measured by the variable Price to Book Value (PBV). This research was conducted at food and beverage sub-sector listed on BEI year 2013-2016, because it is one of the sub-sector which keep growing stomach toward positive. The type of research used in this study is explanatory research using a quantitative approach. Selection of sample used is by using purposive sampling. Based on the criteria set, the sample is obtained by 11 samples. The result shows that the variable of capital structure with DAR, LtDER, and DER variables simultaneously have significant effect to firm value as measured by PBV variable. Partially variable of DAR and DER have no significant effect to variable of PBV while LtDER variable have significant positive effect to PBV variable.

Keywords: Debt to Asset Ratio (DAR), Long Term Debt to Equity Ratio (LtDER), Debt to Equity Ratio

(DER), Price to Book Value (PBV).

АBSTRАK

Komposisi pendanaan yang optimal dapat diperoleh dengan menggunakan alat analisi struktur modal. Nilai perusahaan memiliki pengaruh besar terhadap keputusan investasi para investor, karena nilai perusahaan dapat mencerminkan kestabilan keuangan dan tingkat resiko yang dihadapi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur modal dengan variabel Debt to Asset Ratio (DAR), Long Term Debt to Equity Ratio (LtDER) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan dengan variabel Price to Book Value (PBV).. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2013-2016, karena merupakan salah satu sub sektor yang terus mengalami perutumbuhan kearah positif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pemilihan sampel yang digunakan yaitu dengan menggunakan purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan diperoleh sampel sebanyak 11sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variable struktur modal dengan variabel DAR, LtDER, dan DER secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan variabel PBV. Secara parsial variabel DAR dan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel PBV sedangkan variabel LtDER berpengaruh signifikan positif terhadap variabel PBV.

Kata Kunci: Debt to Asset Ratio (DAR), Long Term Debt to Equity Ratio (LtDER), Debt to Equity Ratio

(2)

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 61 No. 4 Agustus 2018| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

101

PЕNDAHULUAN

Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya membutuhkan dana untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Kebutuhan pendanaan perusahaan dapat berupa kekayaan atau harta. Kekayaan atau harta digunakan perusahaan sebagai modal dalam pembiayaan kegiatan operasional perusahaan guna menghasilkan keuntungan. Modal adalah dana yang digunakan untuk membiayai pengadaan aktivita dan operasi perusahaan (Atmaja, 2008:115). Beberapa sumber modal dapat dipilih atau digunakan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan modal perusahaan.

Sumber modal perusahaan dapat dibedakan menjadi dua yaitu sumber internal dan sumber eksternal (Riyanto, 2010:209). Sumber modal internal merupakan modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri yang berupa laba ditahan dan akumulasi depresiasi, sedangkan sumber eksternal merupakan modal yang berasal dari pihak luar perusahaan berasal dari kreditor dan investor. Sumber eksternal perusahaan diperlukan ketika sumber dana yang diperoleh dari sumber internal belum mampu memenuhi biaya yang timbul dari kegiatan operasional perusahaan.

Menganalisis besarnya komposisi dari hutang dan modal sendiri dalam menggali sumber dana merupakan hal yang harus diperhatikan oleh manajemer selaku pengelola perusahaan. Komposisi pendanaan yang optimal dapat diperoleh dengan menggunakan alat analisis yaitu analisis struktur modal. Struktur modal merupakan perbandingan antara hutang jangka panjang dan modal sendiri (Sudana, 2011:143). Perhitungan struktur modal dapat menggambarkan kemampuan modal perusahaan dalam menjamin hutang jangka panjangnya. Semakin tinggi nilai struktur modal perusahaan, maka risiko yang diperoleh perusahaan dalam menjamin hutang jangka panjangnya juga semakin tinggi karena akan memunculkan biaya modal.

Trade off theory mengatakan bahwa manajer akan menggunakan rasio-rasio hutang untuk meningkatkan nilai perusahaan. Hutang dapat membuat pertumbuhan sebuah perusahaan menjadi lebih cepat jika dibandingkan dengan perusahaan yang hanya menggunakan modal sendiri. Hutang akan membuat laba yang diperoleh perusahaan akan semakin sedikit berkurang karena digunkaan untuk membayar bunga pinjaman, namun dengan adanya hutang dapat menguntungkan perusahaan karena dapat mengurangi beban perusahaan dalam pembayaran pajak perusahaan. Nilai hutang yang terlalu besar membuat kondisi keuangan

perusahaan tidak sehat, sehingga perlu memperhatikan rasio-rasio hutang yang dimiliki perusahaan. Pendanaan yang baik dapat diperoleh ketika perusahaan menetapkan struktur modal yang optimal. Perusahaan akan memilih struktur modal yang optimal dengan biaya modal yang rendah sehingga dapat menghasilkan laba dan nilai perusahaan yang tinggi.

Nilai perusahaan bagi perusahaan yang belum go public merupakan sejumlah biaya yang bersedia dikeluarkan oleh calon pembeli jika perusahaan dijual sedangkan bagi perusahaan yang sudah go publik, nilai perusahaan sebuah perusahaan dapat dilihat dari besar kecilnya nilai saham perusahaan tersebut yang ada dipasar modal (Husnan dalam Dewi, 2014). Setiap perusahaan yang go public mempunyai tujuan untuk memaksimalkan nilai perusahaan dimana hal tersebut digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan perusahaan karena dengan adanya peningkatan nilai perusahaan kemakmuran pemilik dan pemegang saham perusahaan juga ikut mengalami peningkatan.

Nilai perusahaan memiliki pengaruh yang besar terhadap keputusan investasi di suatu perusahaan. Investor dalam mengambil keputusan investasi cenderung melihat nilai perusahaan terlebih dahulu. Perusahaan yang memiliki nilai perusahaan yang tinggi akan memiliki prospek yang baik bagi pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang, sehingga dapat menarik investor untuk melakukan invesatsi dan sebaliknya.

Pengukuran struktur modal dalam penelitian ini menggunakan rasio Debt to Asset Ratio (DAR), Long Term Debt to Equity Ratio (LtDER) dan Debt to Equity Ratio (DER) dan rasio nilai perusahaan menggunakan rasio Price to Book Value (PBV) yang lebih berfokus pada nilai ekuitas perusahaan. Pengukuran nilai perusahaan dalam penelitian ini menggunakan Price to Book Value (PBV) sebagai variabel dependen.

(3)

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 61 No. 4 Agustus 2018| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

102 Pertumbuhan perusahaan yang terus

mengalami peningkatan menyebabkan kebutuhan pendanaan perusahaan juga mengalami peningkatan. Penenuhan kebutuhan pendanaan yang tidak sedikit menyebabkan perusahaan diharuskan mampu menetapkan struktur modal yang optimal, hal tersebut dilakukan agar dapat menekan kemungkinan resiko keuangan yang diperoleh perusahaan dimasa yang akan datang dan meningkatkan nilai perusahaan tersebut.

KAJIAN PUSTAKA

Debt to Asset Ratio

Debt to Asset Ratio merupakan rasio perbandingan antara total hutang terhadap total aktiva yang dimiliki perusahaan guna menunjukkan seberapa besar presentase total aset yang biayai dari utang (Sitanggang, 2014:23). Dengan kata lain, rasio ini menunjukkan seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Rumus untuk menghitung debt to asset ratio adalah :

Sumber : Sitanggang (2014:23)

Long Term Debt to Equity Ratio

Long Term Debt to Equity Ratio merupakan perbandingan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri (Sudana, 2011:21). Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan hutang jangka panjang. Rumus untuk menghitung long term debt to equity ratio adalah sebagai berikut :

Sumber : Sudana (2011:21)

Debt to Equity Ratio

Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menunjukkan seberapa besar hubungan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan jumlah modal yang diberikan oleh pemilik perusahaan untuk mengetahui financial laverage perusahaan (Sitanggang,2014:23) Semakin besar nilai Debt to Equity Ratio suatu perusahaan maka mencerminkan risiko yang diterima perusahaan juga relatif tinggi.

Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menunjukkan seberapa besar

perusahaan memakai pendanaan yang diperoleh melalui utang jika dibandingkan dengan modal sendiri. Rumus untuk menghitung Debt to Equty Ratio adalah :

Sumber : Sitanggang (2014:23)

Price to Book Value (PBV)

Price to Book Value merupakan nilai buku yang dituangkan dalam laporan keuangan perusahaan (Brigham dan Houston, 2010:92). Ratio ini membandingkan nilai pasar saham perusahaan dengan nilai buku. (Herdiningsih dalam Apsari, 2015) menjelaskan, bahwa perusahaan yang memiliki rasio PBV diatas 1 pada umumnya dapat dikatakan perusahaan tersebut berjalan dengan baik karena dapat menunjukkan bahwa nilai pasar saham perusahaan lebih besar dari nilai bukunya. Rumus Untuk menghitung PBV adalah:

Sumber : Brigham dan Houston (2010:92)

Hipotеsis

=

Gambar 1. Modеl Hipotеsis

H1 : Debt to Asset Ratio (DAR), Long Term Debt

to Equity Ratio (LtDER) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Price to Book Value (PBV).

H2 : Debt to Asset Ratio (DAR), Long Term Debt

to Equity Ratio (LtDER) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara parsial berpengaruh

𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔

𝐿𝑜𝑛𝑔 𝑇𝑒𝑟𝑚 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 ( 𝐿𝑡𝐷𝐸𝑅)

= ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖

𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 (𝐷𝐸𝑅) =𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔

𝑃𝐵𝑉 = ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑏𝑢𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎

H2

H2

H2

Long Term Debt to Equity Ratio (LtDER) Debt to Asset Ratio (DAR)

Debt to Equity Ratio

(DER)

Price to Book Value (PBV).

(4)

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 61 No. 4 Agustus 2018| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

103 signifikan terhadap Price to Book Value

(PBV).

MЕTODE PЕNЕLITIAN

Penelitian ini dilakukan di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) atau memalui situs www.idx.co.id. Objek penelitian perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI pada tahun 2013-2016. Lokasi penelitian mencerminkan kondisi pasar di Indonesia yang sesungguhnya dan mendapat data yang lengkap dan akurat dalam bentuk data sekunder yang dapat diakses secara langsung dan mudah di website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui situs www.idx.co.id. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2013-2016 yang berjumlah 16 perusahaan. Berdasarakan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya didapat sampel 11 perusahaan. Penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif.

HASIL DAN PЕMBAHASAN

Uji Asumsi Klasik

Tabel. 1 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Standardized Residual

N 44

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation .96448564 Most Extreme Differences Absolute .106

Positive .102

Negative -.106

Test Statistic .106

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumbеr: Data diolah, 2018

Hasil ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi > 0,05 (alpha=5%). Hal ini berarti residual yang dihasilkan dinyatakan berdistribusi normal.

Tabel. 2 Uji Multikolinieritas

Variabel Tolerance VIF Debt to Aseest Ratio (DAR)

0.425 2.351

Long Term Debt to Equity Ratio (LtDER)

0.635 1.574

Debt to Equity Ratio (DER)

0.328 3.051

Sumber : Data diolah 2018

Pengujian asumsi multikolinieritas menghasilkan nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10 untuk semua variabel independen. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi/hubungan antara variabel independen

sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi multikolinieritas dinyatakan terpenuhi.

Tabel. 3 Uji Heterokedastisitas Melalui Uji Rank Spearman

Variabel Signifikansi

Debt to Aseest Ratio (DAR) 0.098 Long Term Debt to Equity Ratio

(LtDER) 0.144

Debt to Equity Ratio (DER) 0.222 Sumber : Data diolah 2018

Hasil pengujian asumsi heteroskedastisitas menggunakan uji Rank Spearman dapat diketahui bahwa nilai signifikan DAR bernilai 0,098 > 0,05 nilai signifikan LtDER bernilai 0,144 > 0,05 dan nilai signifikan DER bernilai 0,222 > dari 0,05 Semua variabel memiliki nilai signifikansi > alpha 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa residual memiliki ragam yang homogen.

Tabel. 4 Uji Autokorelasi Durbin Watson

Nilai DW=2,063 Keterangan

du < d < (4-du) 1.6647 < 2,063 <

Sumber : Data diolah 2018

Berdasarkan ringkasan pada tabel di atas residual yang dihasilkan dari persamaan regresi yang telah diestimasi dinyatakan tidak ada autokorelasi.

Analisis Regresi Linier Berganda

Hasil analisis regresi linier berganda senagai berikut:

PBV = 0.238 – 0.322 DAR + 6.632 LtDER + 0.823 DER Persamaan ini menunjukkan terjadinya peningkatan DAR sebesar 1 satuan, maka akan menurunkan PBV sebesar 0.322 satuan. LtDER naik sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan PBV sebesar 6.632 satuan dan peningkatan DER sebesar 1 satuan, maka akan menigkatkan PBV sebesar 0.823 satuan.

Uji Hipotesis

1. Uji Hipotesis Simultan (Uji F)

Pada Penelitian ini pengujian hipotesis secara simultan menghasilkan nilai Fhitung

sebesar 36,486 dengan nilai signifikasi sebesar 0,000. Hasil pengujian tersebut menunjukkan Fhitung (36,486) > Ftabel (2,839)

(5)

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 61 No. 4 Agustus 2018| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

104

2. Uji Hipotesis Parsial (Uji t)

a. Pengaruh variabel DAR terhadap

variabel PBV.

Hasil pengujian tersebut menunjukkan thitung (-0,165) > ttabel (-2,021) dan nilai

signifikansi 0,870 > taraf signifikansi 0,05 (5%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa

H0diterima yang berarti tidak terdapat

pengaruh yang signifikan secara parsial variabel DAR terhadap variabel PBV

Fokus investor tidak pada nilai DAR perusahaan yang berarti bahwa nilai DAR tidak mempengaruhi minat investor dalam mempertimbangkan keputusan pembelian saham. Investor lebih memilih memperhatikan prospek perusahaan dibandingkan dengan tingkat DAR, sehingga naik maupun turunnya nilai DAR tidak diikuti oleh naik turunnya nilai PBV. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan nilai DAR, ketika nilai DAR mengalami peningkatan dari tahun 2013 sebesar 42,3 menjadi 47,3 pada tahun 2014 PBV perusahaan mengalami peningkatan yang tidak signifikan yaitu dari tahun 2013 sebesar 3,147 menjadi 3,302 pada tahun 2014 atau hanya mengalami peningkatan sebesar 0,155.

Dorongan dari sifat masyarakat yang cenderung mengkonsumsi makanan dan minuman yang higienis mencerminkan bahwa perusahaan-persahaan disektor ini memiliki prospek yang baik, hal tersebut dilihat dari pertubuhan yang dialami perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terus mengalami pertumbuhan ke arah positif dilihat dari kinerja keuangannya, dari laba yang dihasilkan dan besarnya penjualan yang diperoleh perusahaan. Melihat prospek perusahaan yang baik membuat minat investor dalam melakukan investasi menjadi meningkat sehingga mempengaruhi nilai PBV perusahaan. Alasan tersebut lebih menjadi fokus bagi investor dalam mempertimbangkan keputusan investasinya, sehingga nilai DAR perusahaan berpengaruh tidak signifikan terhadap PBV. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Amanah (2015) menjelaskan bahwa secara parsial DAR berpengaruh tidak signifikan terhadap Price Book Value (PBV).

b. Pengaruh varibel LtDER terhadap

variabel PBV.

Hasil pengujian tersebut menunjukkan thitung (7,509) > ttabel (2,021) dan nilai

signifikansi 0,000 < taraf signifikansi 0,05 (5%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial variabel LtDER terhadap variabel PBV.

Hasil penelitian ini menunjukkan jika nilai LtDER memiliki pengaruh signifikan positif terhadap PBV. Setiap LtDER mengalami kenaikan dapat meningkatkan nilai PBV perusahaan. Hutang jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan dapat menekan biaya modal perusahaan karena biaya atas hutang dapat meningkatkan laba perusahaan, hal tersebut terjadi karena adanya pengurangan besarnya pajak yang ditanggung oleh perusahaan. Penekanan pada biaya modal tersebut dapat meningkatkan minat investor dalam melakukan investasi pada peusahaan sub sektor makanan dan minuman pada tahun 2013-2016. Peningkatan minat investor dalam melakukan investasi menyebabkan harga saham perusahaan mengalami kenaikan, hal ini akan berpengaruh terhadap nilai PBV perusahaan. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Anggriawan (2017) yang menyatakan bahwa LtDER secara parsial berpengaruh signifikan terhadap PBV

c. Pengaruh varibel DER terhadap

variabel PBV.

Hasil pengujian tersebut menunjukkan thitung (1.018) < ttabel (2.021) dan nilai

signifikansi 0,315 > taraf signifikansi 0,05 (5%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa

H0diterima berarti tidak terdapat pengaruh

(6)

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 61 No. 4 Agustus 2018| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

105 investasi. Investor beranggapan jika

besarnya hutang jangka panjang yang dimiliki perusahaan akan membuat perusahaan tersebut memiliki kesempatan untuk berkembang.

Perusahaan yang terus mengalami perkembangan memiliki prospek baik kedepannya yang nantinya dapat menciptakan laba perusahaan yang tinggi dan penjualan yang meningkat, minat investor yang meninggakat dapat berdampak pada nilai PBV berusahaan. Alasan tersebut yang membuat DER berpengaruh tidak signifikan terhadap nilai PBV perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai DER yang mengalami penurunan dari tahun 2013 sebesar 100,3 menjadi 96,4 pada tahun 2014 PBV perusahaan mengalami peningkatan yang tidak signifikan yaitu dari tahun 2013 sebesar 3,147 menjadi 3,302 pada tahun 2014 atau hanya mengalami peningkatan sebesar 0,155. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Apsari (2015) menyatakan bahwa secara parsial DER berpengaruh tidak signifikan terhadap PBV.

Koefisien Determinasi terhadap PBV dapat diketahui melalui koefisien determinasinya (adjusted R2) yaitu sebesar 0,712. Hal ini berarti keragaman variabel PBV dapat dijelaskan oleh variabel DAR, LtDER dan DER sebesar 71,2%, atau dengan kata lain kontribusi variabel DAR,LtDER dan DER terhadap vaiabel PBV sebesar 71,2%, sedangkan sisanya sebesar 28,8% merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

KЕSIMPULAN DAN SARAN Kеsimpulan

1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, hasil uji hipotesis pertama yaitu struktur modal yang terdiri dari variabel Debt to Aseet Ratio, Long Term Debt to Equity Ratio dan Debt to Equity Ratio secara simultan berpengaruh signifikan tehadap nilai perusahaan yang diukur dengan variabel Price to Book Value.

2. Pengujian hipotesis secara parsial variabel Debt to Aseet Ratio berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel Price to Book Value.

3. Pengujian hipotesis secara parsial variabel Long Term Debt to Equity Ratio memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap variabel Price to Book Value.

4.

Pengujian hipotesis secara parsial variabel Debt to Equity Ratio berpengaruh tidak signifikan variabel Price to Book Value.

Saran

1. Diharapkan peneliti selanjutnya lebih mampu menyempurnakan penelitian dengan menambahkan variabel-variabel independent lain yang dapat mempengaruhi nilai PBV, karena PBV merupakan cemin dari nilai suatu perusaan. Sehingga diharapkan peneliti selanjutnya menambahkan variabel-variabel independent agar dapat lebih mampu menjelaskan pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan.

2. Diharapkan peneliti selanjutnya mengambil periode tahun yang lebih lama atau lebih dari 4 tahun, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik dan diharapkan peneliti selanjutnya tidak hanya meneliti perusahaan sub sektor makanan dan minuman saja melainkan persahaan-perusan di sektor lainnya yang terdaftar di BEI.

3. Investor harus lebih teliti dan selektif dalam memetukan atau memilih saham perusahaan khususnya perusahaan yang struktur modalnya memilki nilai hutang yang cukup tinggi. Tingkat hutang perusahaan yang tinggi dapat menyebabkan kinerja perusahaan mengalami penurunan. Penurunan kinerja tersebut disebabkan karena perusahaan kurang mampu menciptakan laba yang tinggi bagi perusahaannya. Oleh karena itu dalam menanamkan modal yang berbentuk sahan investor harus lebih memperhatikan tingkat hutang pada komposisi hutangnya.

DAFTAR PUSTAKA

Atmaja, L. 2008. Teori dan Praktek Manajemen Keuangan. Yogyakarta : ANDI.

(7)

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 61 No. 4 Agustus 2018| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

106 Riyanto, Bambang. 2010. Dasar-dasar

Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: Yayasan Badan Gajah Mada.

Sitanggang, J.P. 2014. Manajemen Keuangan Perusahaan Edisi 2. Jakarta : Mitra Wacana Media

Sudana,I.M. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan Teori & Praktik. Jakarta : Erlangga.

Jurnal :

Anggriawan, Ferry, 2017. Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Administrasi Bisnis. Volume. 50 No.4. September 2017. Universitas Brawijaya 105-1014

Apsari, Idha Ayu. 2015. Pengaruh Return On Equity, Net Profit Margin, Debt To Equity Ratio Dan Longterm Debt Equity Ratio Terhadap Price Book Value. Jurnal Administrasi Bisnis. Volume. 27 No. 2. Oktober 2015. Universitas Brawijaya, 1-8. Amanah, Riskita Dwi. 2015. Pengaruh Struktur

Modal Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Administrasi Bisnis. Volume. 22 No. 2. Mei 2015. Universitas Brawijaya, 1-9. Dewi, Inggi Rovita. 2014. Pengaruh Struktur

Modal Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Administrasi Bisnis. Volume. 17 No. 1. Desember 2014. Universitas Brawijaya, 1-9.

Internet

Anonim, “Pertumbuhan Sektor Makanan Dan Minuman Pada 2016” Diakses Pada Tnggal 13 Desember 2017 Dari http://www.kemenperin.go.id/.../..

Figur

Gambar 1. Modеl Hipotеsis
Gambar 1 Mod l Hipot sis . View in document p.3

Referensi

Memperbarui...