• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Perkembangan Fisika Modern dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Perkembangan Fisika Modern dan"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH

FISIKA

PERKEMBANGAN

FISIKA

KLASIK

Muhammad Hilal Sudarbi

Oleh :

MUHAMMAD HILAL SUDARBI (1401051028)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat

dan bimbinganNya, kami dapat menyelesaikan makalah tugas mata kuliah Sejarah Fisika

dengan judul PERKEMBANGAN FI“IKA KLA“IK ini dengan baik.

Kami sadar bahwa tersusunnya makalah ini tidak lepas dari adanya petunjuk, arahan

serta bantuan dari berbagai pihak. Makalah ini kami susun dengan penuh kesungguhan,

dengan mengerahkan segala kemampuan yang kami miliki, namun kami sadar bahwa

makalah ini masih banyak memiliki kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu dengan

segala kerendahan hati kami mohon kritik, saran, serta masukan-masukan berharga dari

semua pihak, terutama dari Ibu Dosen pembimbing mata kuliah Sejarah Fisika, teman-teman

mahasiswa FKIP Fisika UNDANA Kupang, serta pihak-pihak lain yang terkait, demi perbaikan

dan penyempurnaan makalah ini di masa mendatang.

Akhir kata, kami segenap kelompok penyusun dan pengembang makalah ini

megucapkan limpah terima kasih. Mudah-mudahan makalah ini menjadi bacaan yang

bermanfaat bagi kita semua.

Kupang, 23 Februari 2015

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………... 2

DAFTAR ISI………... 3

BAB I PENDAHULUAN... 4

A. Latar Belakang... 4

B. Rumusan Masalah... 5

C. Tujuan... 5

BAB II PEMBAHASAN………... 6

A. Fisika Periode Yunani Kuno... 6

B. Fisika Klasik... 7

C. Tokoh-tokoh Fisika Klasik... 15

BAB III PENUTUP………... 30

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Fisika adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika

mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu.

Fisikawan mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai

dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku

materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.

Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua

sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut

sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap

ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi

tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat

kimia yang

dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang

dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan

elektromagnetika.

Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam

notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada

matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan

matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemberian dunia material, sedangkan

matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia

material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang

beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan

struktur matematis bagi teori-teori fisika.

Sejak jaman purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifat dari benda:

mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ke tanah, mengapa material yang berbeda

(5)

bentuk bumi dan sifat dari objek celestial seperti matahari dan bulan. Sejarah fisika dimulai

pada tahun sekitar 2400 SM, ketika kebudayaan Harappan menggunakan suatu benda untuk

memperkirakan dan menghitung sudut bintang di angkasa. Sejak saat itu fisika terus

berkembang sampai ke level sekarang. Perkembangan ini tidak hanya membawa perubahan

di dalam bidang dunia benda, matematika dan filosofi namun juga, melalui teknologi,

membawa perubahan ke dunia sosial masyarakat. Revolusi ilmu yang berlangsung terjadi

pada sekitar tahun 1600dapat dikatakan menjadi batas antara pemikiran purba dan lahirnya

fisika klasik. Dan akhirnya berlanjut ke tahun 1900yang menandakan mulai berlangsungnya

era baru yaitu era fisika modern. Di era ini ilmuwan tidak melihat adanya penyempurnaan di

bidang ilmu pengetahuan, pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan tanpa henti, dari

luasnya galaksi, sifat alami dari kondisi vakum sampai lingkungan subatomik. Daftar

persoalan

dimana fisikawan harus pecahkan terus bertambah dari waktu ke waktu. Beberapa teori

diusulkan dan banyak yang salah. Teori tersebut banyak tergantung dari istilah filosofi, dan

tidak pernah dipastikan oleh eksperimen sistematik seperti yang populer sekarang ini. Ada

pengecualian dan anakronisme : contohnya, pemikir Yunani Archimedes menurunkan

banyak deskripsi kuantitatif yang benar dari mekanik dan hidrostatik.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimanakah perkembangan fisika periode Yunani Kuno ?

2. Apakah fisika klasik itu dan bagaimanakah perkembangannya ?

3. Siapa sajakah tokoh-tokoh fisika yang ikut andil dalam abad kebangkitan fisika klasik dan

apa sajakah penemuan-penemuan mereka ?

C. TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar hikayat umum dan mahasiswa selaku

pembaca dan pelaku pendidikan dapat memahami sejarah perkembangan fisika, secara

khusus pada fisika klasik dan mengenali ilmuwan-ilmuwan yang berjasa dibalik

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

A. FISIKA PERIODE YUNANI KUNO

Fisika pada zaman Yunani Kuno merupakan periode sangat penting dalam sejarah

peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan-perubahan pola pikir manusia

dari mitosentris menjadi ilogosentris. Pola pikir mitosentris adalah pola pikir masyarakat

yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena alam, seperti gempa bumi

dan pelangi. Gempa bumi tidak dianggap fenomena alam biasa, tetapi Dewa Bumi yang

sedang menggoyakan kepalanya.

Namun, ketika filsafat diperkenalkan, fenomena alam tersebut tidak lagi dianggap

sebagai aktifitas dewa, tetapi aktifitas alam yang terjadi secara kausalitas. Perubahan pola

pikir tersebut kelihatannya sederhana, tetapi implikasinya tidak sederhana karena selama ini

alam ditakuti dan dijauhi kemudian didekati bahkan dieksploitasi. Pada zaman ini fisika

disebut sebagai filsafat alam (sekitar abad XVIII). Orang Yunani awalnya sangat percaya pada

dongeng dan takhyul, tetapi lama kelamaan, terutama setelah mereka mampu membedakan

yang riil dengan yang ilusi, mereka mampu keluar dari kungkungan mitologi dan

mendapatkan dasar pengetahuan ilmiah. Inilah titik awal manusia menggunakan rasio untuk

meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya. Karena manusia selalu

berhadapan dengan alam yang begitu luas dan penuh misteri, timbul rasa ingin mengetahui

rahasia alam itu. Lalu timbul pertanyaan dalam pikirannya; dari mana datangnya alam ini,

bagaimana kejadiannya, bagaimana kemajuaannya dan kemana tujuannya? Pertanyaan

semacam inilah yang selalu menjadi pertanyaan dikalangan filosof Yunani, sehingga tidak

heran kemudian mereka juga disebut dengan filosof alam karena perhatian yang begitu

besar pada alam. Para filosof alam ini juga disebut para filosof pra Sokrates, sedangkan

Sokrates dan setelahnya disebut para filosof pasca Sokrates yang tidak hanya mengkaji

(7)

adalah orang-orang yang senantiasa berfikir tentang alam dan begitu perhatian terhadap

alam sehingga mereka disebut filosof alam.

Filosof alam pertama yang mengkaji tentang asal-usul alam adalah Thales of Miletus

(624-546 SM), setelah itu Anaximandros (610-540 SM), Heraklitos (540-480 SM), Parmenides

(515-440 SM), Phytagoras (582-496 SM), Democritus (460-370 SM), Empedocles (490-430

SM), Plato (428-347 SM), Aristoteles (384-322 SM), dan Archimedes (287-212 SM). Thales,

yang dijuluki bapak filsafat, berpendapat bahwa asal alam adalah air. Menurut

Anaximandros substansi pertama itu bersifat kekal, tidak terbatas, dan meliputi segalanya

yang dinamakan apeiron, bukan air atau tanah. Heraklitos melihat alam semesta selalu

dalam keadaan berubah. Baginya yang mendasar dalam alam semesta adalah bukan

bahannya, melainkan aktor dan penyebabnya yaitu api. Bertolak belakang dengan

Heraklitos, Parmenides berpendapat bahwa realitas merupakan keseluruhan yang bersatu,

tidak bergerak dan tidak berubah. Phytagoras berpendapat bahwa bilangan adalah unsur

utama alam dan sekaligus menjadi ukuran. Unsur-unsur bilangan itu adalah genap dan ganjil,

terbatas dan tidak terbatas. Jasa Phytagoras sangat besar dalam pengembangan ilmu,

terutama ilmu pasti dan ilmu alam. Ilmu yang dikembangkan kemudian hari sampai hari ini

sangat bergantung pada pendekatan matematika. Democritus berpendapat bahwa bagian

terkecil dari suatu benda adalah atom, tidak dapat dibagi lagi. Empedocles berpendapat

bahwa alam ini disusun dari empat elemen utama yakin bumi, api, udara dan air. Yang

menurut Empedocles disebutnya sebagai risomata atau akar dari segala materi. Lebih dalam

Plato memperdalam gagasan tentang elemen-elemen penyusun benda. Menurutnya,

elemen-elemen pembentuk benda memiliki suatu bentuk geometris yang sangat khas yang

dikenal sebagai polihedron termasuk di dalamnya adalah kubus, tetrahedron, octahedron,

dodecahedron dan icosahedron. Aristoteles, menyatakan bahwa benda yang berat jika

dijatuhkan dengan benda yang ringan akan bergerak lebih cepat daripada benda yang

ringan. Pendapat tersebut tanpa adanya suatu percobaan terlebih dahulu sehingga ditantang

habis-habisan oleh Galileo Galilei. Selanjutnya, pada akhirnya muncullah Archimedes yang

memiliki penemuan-penemuan yang sangat menakjubkan dalam dunia fisika secara khusus

dan dunia sains secara umum. Ya, Jadi setiap filosof mempunyai pandangan berbeda

mengenai seluk beluk alam semesta. Perbedaan pandangan bukan selalu berarti negatif,

tetapi justru merupakan kekayaan khazanah keilmuan. Terbukti sebagian pandangan mereka

(8)

B. FISIKA KLASIK

Fisika klasik adalah fisika yang didasari prinsip-prinsip yang dikembangkan sebelum

bangkitnya teori kuantum, biasanya termasuk teori relativitas khusus dan teori relativitas

umum. Cabang-cabang yang termasuk fisika klasik antara lain adalah, mekanika klasik

(hukum gerak Newton, Lagrangian dan mekanika Hamiltonian), Elektrodinamika klasik

(persamaan Maxwell), termodinamika klasik dan teori Chaos klasik.

Dibandingkan dengan fisika klasik, fisika modern adalah istilah yang lebih longgar,

yang dapat merujuk hanya pada fisika kuantum atau secara umum pada fisika abad XX dan

XXI dan karenanya selalu mengikut sertakan teori kuantum dan juga dapat termasuk

relativitas.

Pada awal abad XVII, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan

kebenaran teori fisika, yang merupakan kunci dari metode sains. Galileo memformulasikan

dan berhasil mengetes beberapa hasil dari dinamika mekanik, terutama Hukum Inert. Pada

1687, Isaac Newton menerbitkan Filosofi Natural Prinsip Matematika, memberikan

penjelasan yang jelas dan teori fisika yang sukses: Hukum Gerak Newton, yang merupakan

sumber dari mekanika klasik; dan Hukum Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar

gravitasi. Kedua teori ini cocok dalam eksperimen. Prinsipia juga memasukan beberapa teori

dalam dinamika fluid. Mekanika klasik dikembangkan besar-besaran oleh Joseph-Louis de

Lagrange, William Rowan Hamilton, dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan

hasil baru. Hukum Gravitas memulai bidang astrofisika, yang menggambarkan fenomena

astronomi menggunakan teori fisika.

Sejak abad XVIII dan seterusnya, termodinamika dikembangkan oleh Robert Boyle,

Thomas Young, dan banyak lainnya. Pada 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argumen

statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang

mekanika statistik. Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja

mekanika ke dalam panas, dan pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi

energi, dalam bentuk panas dan juga dalam energi mekanika. Sifat listrik dan magnetisme

dipelajari oleh Michael Faraday, George Ohm, dan lainnya. Pada 1855, James Clerk Maxwell

(9)

persamaan Maxwell. Perkiraan dari teori ini bahwa cahaya adalah gelombang

elektromagnetik. Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena adanya

pemisahan teori dan eksperimen.

Sejak abad XX, kebanyakan fisikawan perseorangan mengkhususkan diri meneliti

dalam fisika teoritis atau fisika eksperimental saja, dan pada abad XX, sedikit saja yang

berhasil dalam kedua bidang tersebut. Sebaliknya, hampir semua teoris dalam biologi dan

kimia juga merupakan eksperimentalis yang sukses. Teoris berusaha mengembangkan teori

yang dapat menjelaskan hasil eksperimen yang telah dicoba dan dapat memperkirakan hasil

eksperimen yang akan datang. Sementara itu, eksperimentalis menyusun dan melaksanakan

eksperimen untuk menguji perkiraan teoretis. Meskipun teori dan eksperimen

dikembangkan secara terpisah, mereka saling bergantung. Kemajuan dalam fisika biasanya

muncul ketika eksperimentalis membuat penemuan yang tak dapat dijelaskan teori yang

ada, sehingga mengharuskan dirumuskannya teori-teori baru. Tanpa eksperimen, penelitian

teoretis sering berjalan ke arah yang salah; salah satu contohnya adalah teori-M, teori

populer dalam fisika energi-tinggi, karena eksperimen untuk mengujinya belum pernah

disusun.

Meskipun fisika membahas beraneka ragam sistem, ada beberapa teori yang

digunakan secara keseluruhan dalam fisika, bukan di satu bidang saja. Setiap teori ini diyakini

benar adanya, dalam wilayah kesahihan tertentu. Contohnya, teori mekanika klasik dapat

menjelaskan pergerakan benda dengan tepat, asalkan benda ini lebih besar daripada atom

dan bergerak dengan kecepatan jauh lebih lambat daripada kecepatan cahaya. Teori-teori ini

masih terus diteliti; contohnya, aspek mengagumkan dari mekanika klasik yang dikenal

sebagai teori Chaos ditemukan pada abad XX, tiga abad setelah dirumuskan oleh Isaac

Newton. Namun, hanya sedikit fisikawan yang menganggap teori-teori dasar ini

menyimpang. Oleh karena itu, teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar penelitian

menuju topik yang lebih khusus, dan semua pelaku fisika, apa pun spesialisasinya,

diharapkan memahami teori-teori tersebut.

Riset dalam fisika dibagi beberapa bidang yang mempelajari aspek yang berbeda dari

dunia materi. Fisika benda kondensi, diperkirakan sebagai bidang fisika terbesar,

mempelajari properti benda besar, seperti benda padat dan cairan yang kita temui setiap

hari, yang berasal dari properti dan interaksi mutual dari atom. Bidang fisika atomik,

(10)

menyerap dan mengeluarkan cahaya. Bidang fisika partikel, juga dikenal sebagai "fisika

energi-tinggi", mempelajari properti partikel super kecil yang jauh lebih kecil dari atom,

termasuk partikel dasar yang membentuk benda lainnya. Terakhir, bidang astrofisika

menerapkan hukum fisika

untuk menjelaskan fenomena astronomi, berkisar dari matahari dan objek lainnya dalam

tata surya ke jagad raya secara keseluruhan. Riset fisika mengalami kemajuan konstan dalam

banyak bidang, dan masih akan tetap begitu jauh di masa depan. Dalam fisika benda

kondensi, masalah teoritis tak terpecahkan terbesar adalah penjelasan superkonduktivitas

suhu-tinggi. Banyak usaha dilakukan untuk membuat spintronik dan komputer kuantum

bekerja. Dalam fisika partikel, potongan pertama dari bukti eksperimen untuk fisika di luar

model standar telah mulai menghasilkan. Yang paling terkenal adalah penunjukan bahwa

neutrino memiliki massa bukan-nol. Hasil eksperimen ini nampaknya telah menyelesaikan

masalah solar neutrino yang telah berdirilama dalam fisika matahari. Fisika neutrino besar

merupakan area riset eksperimen dan teori yang aktif. Dalam beberapa tahun ke depan,

pemercepat partikel akan mulai meneliti skala energi dalam jangkauan TeV, yang di mana

para eksperimentalis berharap untuk menemukan bukti untuk Higgs boson dan partikel

supersimetri. Para teoris juga mencoba untuk menyatukan mekanika kuantum dan

relativitas umum menjadi satu teori gravitasi kuantum, sebuah program yang telah berjalan

selama setengah abad, dan masih belum menghasilkan buah. Kandidat atas berikutnya

adalah Teori-M, teori superstring, dan gravitasi kuantum loop. Banyak fenomena

astronomikal dan kosmologikal belum dijelaskan secara memuaskan, termasuk keberadaan

sinar kosmik energi ultra-tinggi, asimetri baryon, pemercepatan alam semesta dan

percepatan putaran anomali galaksi.

Meskipun banyak kemajuan telah dibuat dalam energi-tinggi, kuantum, dan fisika

astronomikal, banyak fenomena sehari-hari lainnya, menyangkut sistem kompleks, chaos,

atau turbulens masih dimengerti sedikit saja. Masalah rumit yang sepertinya dapat

dipecahkan oleh aplikasi pandai dari dinamika dan mekanika, seperti pembentukan

tumpukan pasir, "node" dalam air "trickling", teori katastrof, atau pengurutan-sendiri dalam

koleksi heterogen yang bergetar masih tak terpecahkan. Fenomena rumit ini telah menerima

perhatian yang semakin banyak sejak 1970-an untuk beberapa alasan, tidak lain dikarenakan

kurangnya metode matematika modern dan komputer yang dapat menghitung sistem

(11)

kompleks juga telah meningkat, seperti dalam pelajaran turbulens dalam aerodinamika atau

pengamatan pola pembentukan dalam sistem biologi. Pada 1932, Horrace Lamb

meramalkan: Saya sudah tua sekarang, dan ketika saya meninggal dan pergi ke surga ada

dua hal yang saya harap dapat diterangkan. Satu adalah elektrodinamika kuantum, dan satu

lagi adalah gerakan turbulens dari fluida. Dan saya lebih optimis terhadap yang pertama.

a. Mekanika Klasik

Dalam Mekanika diformulasikan Persamaan Hamiltonian (yang kemudian dipakai

dalam Fisika Kuantum), persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas, hidrodinamika.

Mekanika klasik di sini menggambarkan dinamika partikel atau sistem partikel.

Dinamika partikel demikian, ditunjukkan oleh hukum-hukum Newton tentang gerak,

terutama oleh hukum II Newto . Huku i i e yataka , “e uah e da ya g

memperoleh pengaruh gaya atau interaksi akan bergerak sedemikian rupa sehingga laju

peru aha waktu dari o e tu sa a de ga gaya terse ut . Sebuah benda bermassa m yang bergerak dengan kecepatan v memiliki energi kinetik yang didefinisikan oleh :

dan momentum linear p yang didefinisikan oleh :

Apabila sebuah benda bertumbukan dengan benda lain, maka untuk menganalisis

tumbukannya dengan menerapkan kedua hukum kekekalan berikut:

(12)

total kedua partikel sebelum tumbukan sama dengan energi total kedua partikel

setelah tumbukan.

Kekekalan Momentum Linear : Momentum linear total sebuah sistem terpisah selalu konstan. Artinya, momentum linear total kedua partikel sebelum

tumbukan sama dengan momentum linear total kedua setelah tumbukan.

Karena momentum linear adalah sebuah vektor, maka penerapan hukum ini

biasanya memberikan dua buah persamaan, satu bagi komponen x dan yang

lainnya bagi komponen y. Penerapan lain dari kekekalan energi berlaku ketika

sebuah partikel bergerak dibawah pengaruh sebuah gaya luar F. Terdapat juga

energi potensial V yang sedemikian rupa sehingga untuk gerak satu dimensi

berlaku,

Prinsip Hamilton

Jika ditinjau gerak partikel yang terkendala pada suatu permukaan bidang, maka

diperlukan adanya gaya tertentu yakni gaya konstrain yang berperan mempertahankan

kontak antara partikel dengan permukaan bidang. Namun sayang, tak selamanya gaya

konstrain yang beraksi terhadap partikel dapat diketahui. Pendekatan Newtonian

memerlukan informasi gaya total yang beraksi pada partikel. Gaya total ini merupakan

keseluruhan gaya yang beraksi pada partikel, termasuk juga gaya konstrain. Oleh karena itu,

jika dalam kondisi khusus terdapat gaya yang tak dapat diketahui, maka pendekatan

Newtonian tak berlaku. Sehingga diperlukan pendekatan baru dengan meninjau kuantitas

fisis lain yang merupakan karakteristik partikel, misal energi totalnya. Pendekatan ini

dilakukan dengan menggunakan prinsip Hamilton, dimana persamaan Lagrange yakni

persamaan umum dinamika partikel dapat diturunkan dari prinsip tersebut. Energi total E

adalah jumlah energi kinetik dan potensial,

(13)

Ketika partikel bergerak, K dan V dapat berubah, tetapi E tetap konstan. Bila sebuah

benda yang bergerak dengan momentum linear p berada pada kedudukan r dari titik asal O,

maka momentum sudut I nya terhadap titik O didefinisikan :

Persamaan Lagrange

Persamaan gerak partikel yang dinyatakan oleh persamaan Lagrange dapat diperoleh

dengan meninjau energi kinetik dan energi potensial partikel tanpa perlu meninjau gaya

yang beraksi pada partikel. Energi kinetik partikel dalam koordinat kartesian adalah fungsi

dari kecepatan, energi potensial partikel yang bergerak dalam medan gaya konservatif

adalah fungsi dari posisi. Jika didefinisikan Lagrangian sebagai selisih antara energi kinetik dan

energi potensial. Dari prinsip Hamilton, dengan mensyaratkan kondisi nilai stasioner maka dapat

diturunkan persamaan Lagrange. Persamaan Lagrange merupakan persamaan gerak partikel sebagai

fungsi dari koordinat umum, kecepatan umum, dan mungkin waktu. Kegayutan Lagrangian terhadap

waktu merupakan konsekuensi dari kegayutan konstrain terhadap waktu atau dikarenakan

persamaan transformasi yang menghubungkan koordinat kartesian dan koordinat umum

mengandung fungsi waktu. Pada dasarnya, persamaan Lagrange ekiuvalen dengan persamaan gerak

Newton, jika koordinat yang digunakan adalah koordinat kartesian.

Hukum-hukum gerak Newton baru memiliki arti fisis, jika hukum-hukum tersebut

diacukan terhadap suatu kerangka acuan tertentu, yakni kerangka acuan inersia (suatu

kerangka acuan yang bergerak serba sama – tak mengalami percepatan). Prinsip Relativitas

Newto ia e yataka , Jika huku -hukum Newton berlaku dalam suatu kerangka acuan maka hukum-hukum tersebut juga berlaku dalam kerangka acuan lain yang bergerak serba

sama relatif terhadap kera gka a ua perta a . Konsep partikel bebas diperkenalkan ketika

suatu partikel bebas dari pengaruh gaya atau interaksi dari luar sistem fisis yang ditinjau

(idealisasi fakta fisis yang sebenarnya). Gerak partikel terhadap suatu kerangka acuan inersia

tak gayut (independen) posisi titik asal sistem koordinat dan tak gayut arah gerak sistem

koordinat tersebut dalam ruang. Dikatakan, dalam kerangka acuan inersia, ruang bersifat

(14)

sistem koordinat selama interval waktu tertentu tidak mengalami perubahan kecepatan,

konsekuensinya adalah waktu bersifat homogen.

b. Elektrodinamika Klasik

Persamaan Maxwell adalah himpunan empat persamaan diferensial parsial yang

mendeskripsikan sifat-sifat medan listrik dan medan magnet dan hubungannya dengan

sumber-sumbernya, muatan listrik dan arus listrik, menurut teori elektrodinamika klasik.

Keempat persamaan ini digunakan untuk menunjukkan bahwa cahaya adalah gelombang

elektromagnetik. Secara terpisah, keempat persamaan ini masing-masing disebut sebagai

Hukum Gauss, Hukum Gauss untuk magnetisme, Hukum induksi Faraday, dan Hukum

Ampere. Keempat persamaan ini dengan Hukum Lorentz merupakan kumpulan hukum

lengkap dari elektrodinamika klasik.

Hukum Gauss menerangkan bagaimana muatan listrik dapat menciptakan dan

mengubah medan listrik. Medan listrik cenderung untuk bergerak dari muatan positif ke

muatan negatif. Hukum Gauss adalah penjelasan utama mengapa muatan yang berbeda

jenis saling tarik-menarik, dan yang sama jenisnya tolak-menolak. Muatan-muatan tersebut

menciptakan medan listrik, yang ditanggapi oleh muatan lain melalui gaya listrik. Hukum

Gauss untuk magnetisme menyatakan tidak seperti listrik tidak ada partikel "kutub utara"

atau "kutub selatan". Kutub-kutub utara dan kutub-kutub selatan selalu saling berpasangan.

Hukum induksi Faraday mendeskripsikan bagaimana mengubah medan magnet

dapat menciptakan medan listrik. Ini merupakan prinsip operasi banyak generator listrik.

Gaya mekanik (seperti yang ditimbulkan oleh air pada bendungan) memutar sebuah magnet

besar, dan perubahan medan magnet ini menciptakan medan listrik yang mendorong arus

listrik yang kemudian disalurkan melalui jala-jala listrik.

Memori inti magnetik An Wang (1954) adalah penerapan Hukum Ampere. Tiap inti

magnetik merupakan satu bit. Hukum Ampere menyatakan bahwa medan magnet dapat

ditimbulkan melalui dua cara: yaitu lewat arus listrik (perumusan awal Hukum Ampere), dan

dengan mengubah medan listrik (tambahan Maxwell). Koreksi Maxwell terhadap Hukum

Ampere cukup penting: dengan demikian, hukum ini menyatakan bahwa perubahan medan

listrik dapat menimbulkan medan magnet, dan sebaliknya.

Dengan demikian, meskipun tidak ada muatan listrik atau arus listrik, masih

(15)

dan dapat menjalar terus-menerus. Keempat persamaan Maxwell ini mendeskripsikan

gelombang ini secara kuantitatif, dan lebih lanjut lagi meramalkan bahwa gelombang ini

mestilah memiliki laju tertentu yang universal. Laju ini dapat dihitung cukup dari dua

konstanta fisika yang dapat diukur (konstanta elektrik dan konstanta magnetik).

Laju yang dihitung untuk radiasi elektromagnetik tepat sama dengan laju cahaya.

Cahaya memang merupakan salah satu bentuk radiasi elektromagnetik (seperti juga sinar X,

gelombang radio dan lain-lainnya). Dengan demikian, Maxwell memadukan dua bidang yang

sebelumnya terpisah, elektromagnetisme dan optika.

c. Termodinamika Klasik

Termodinamika adalah cabang ilmu pengetahuan yang membahas antara panas dan

bentuk – bentuk energi lainnya. Michael A Saad dalam bukunya menerangkan

Termodinamika merupakan sains aksiomatik yang berkenaan dengan transformasi energi

dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Energi dan materi sangat berkaitan erat, sedemikian

eratnya sehingga perpindahan energi akan menyebabkan perubahan tingkat keadaan materi

tersebut.

Hukum pertama dari termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan

dan tidak dapat dihilangkan namun berubah dari satu bentuk menjadi bentuk yang lainnya.

Hukum ini mengatur semua perubahan bentuk energi secara kuantitatif dan tidak

membatasi arah perubahan bentuk itu. Pada kenyataannya tidak ada kemungkinan

terjadinya proses dimana proses tersebut satu – satunya hasil dari perpindahan bersih panas

dari suatu tempat yang suhunya lebih rendah ke suatu tempat yang suhunya lebih tinggi.

Pernyataan yang mengandung kebenaran eksperimental ini dikenal dengan hukum kedua

termodinamika.

Keterbatasan Termodimika Klasik.

Termodinamika klasik menggarap keadaan sistem dari sudut pandang makroskopik

dan tidak membuat hipotesa mengenai struktur zat. Untuk membuat analisa termodinamika

klasik kita perlu menguraikan keadaan suatu sistem dengan perincian mengenai

karakteristik-karakteristik keseluruhannya seperti tekanan, volume dan temperatur yang

(16)

Termodinamika klasik tidak memperhatikan perincian-perincian suatu proses tetapi

membahas keadaan-keadaan kesetimbangan. Dari sudut pandang termodinamika jumlah

panas yang dipindahkan selama suatu proses hanyalah sama dengan beda antara perubahan

energi sistem dan kerja yang dilaksanakan. Jelaslah bahwa analisa ini tidak memperhatikan

mekanisme aliran panas maupun waktu yang diperlukan untuk memindahkan panas

tersebut.

Termodinamika klasik mampu menerangkan mengapa perpindahan panas dapat terjadi,

namun termodinamika klasik tidak menjelaskan bagaimana cara panas dapat berpindah. Kita

mengenal bahwa panas dapat berpindah dengan tiga cara yaitu konduksi, konveksi dan

radiasi.

d. Teori Keos (Chaos Theory)

Chaos Theory merupakan suatu teori yang menjelaskan perubahan yang bersifat

kompleks dan tak dapat diprediksi atau sistem-sistem dinamik yang peka terhadap kondisi

awal. Sistem keos secara matematis bersifat deterministik (sebagai lawan sifat

probabilistik), yakni mengikuti hukum-hukum yang persis, tetapi perilaku ketakberaturannya

dapat tampak seperti bersifat acak bagi pengamat awam. Perilaku keos dapat terjadi pada

berbagai sistem seperti rangkaian listrik, penyebaran penyakit campak, laser, roda bergigi

(gir) yang meleset, irama denyut jantung, aktivitas elektris otak, irama sirkulasi darah dalam

tubuh, populasi binatang, dan reaksi kimia. Lebih daripada itu, bahkan diyakini bahwa sistem

ekonomi, seperti stock exchange, dapat bersifat keos. Studi mengenai masalah keos secara

cepat berkembang dari kajian teoritis matematis ke ilmu-ilmu terapan.

Hakekat dinamika alam semesta telah mengarahkan berbagai riset ilmiah yang

ditujukan untuk menganalisis perubahan. Sampai beberapa tahun terakhir masih dipercaya

bahwa jika perilaku dinamis sebuah sistem tidak dapat diprediksi, maka hal itu dikarenakan

adanya pengaruh acak dari luar sistem. Oleh karena itu, para ilmuwan menyimpulkan bahwa

jika pengaruh-pengaruh acak tersebut dapat dihilangkan, maka perilaku semua sistem

deterministik dapat diprediksi untuk jangka panjang. Sekarang ini sudah diketahui bahwa

banyak sistem dapat menampakkan perilaku jangka panjang yang tak dapat diprediksi

(17)

Sebuah sistem sederhana sekalipun, seperti sebuah pendulum, dapat menampakkan keos.

Ketidakterprediksikannya sistem-sistem keos muncul karena kepekaan sistem-sistem

tersebut terhadap kondisi awal, seperti posisi dan kecepatan awal. Dua sistem keos identik

yang diset untuk bergerak dengan kondisi awal yang sedikit berbeda dapat secara cepat

menampakkan gerakan-gerakan yang sangat berbeda.

Ahli matematika Perancis Henri Poincaré menyimpulkan bahwa ia tidak dapat

membuktikan bahwa sistem tata surya sepenuhnya dapat diprediksi. Ia adalah ilmuwan yang

pertama kali menyatakan definisi suatu keadaan mengenai apa yang kemudian dikenal

sebagai keos (chaos): "Boleh jadi perbedaan kecil pada kondisi awal akan menghasilkan

perbedaan yang sangat besar pada fenomena akhir. Suatu kesalahan kecil yang terjadi

sebelumnya akan menghasilkan kesalahan yang sangat besar pada akhirnya. Prediksi

e jadi tidak u gki ….". De ikia tulis ya. Pe ja ara pe e ua Poi aré se ula tidak sepenuhnya dilakukan oleh kebanyakan ilmuwan sampai komputer memungkinkan mereka

untuk secara mudah memodelkan dan menggambarkan sistem keos. Namun sebelumnya

para ilmuwan dan insinyur pelopor di NASA (National Aeronautics and Space Administration)

telah menggunaan penemuan Poincaré untuk mengirim orang dan satelit ke orbit. Edward

Lorenz, seorang ahli meteorologi Amerika, di awal tahun 60-an menemukan bahwa sebuah

model cuaca yang disederhanakan yang dihasilkan oleh komputer menunjukkan kepekaan

luar biasa terhadap kondisi awal cuaca yang terukur. Ia menunjukkan secara visual adanya

struktur di dalam model cuaca keosnya yang apabila digambar secara tiga dimensi, tampak

seperti sebuah fraktal berbentuk kupu-kupu, yang sekarang dikenal sebagai strange

attractor. Lorenz menemukan kembali keos dan membuktikan bahwa ramalan cuaca jangka

panjang merupakan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan.

Menjelang awal 1980-an, berbagai percobaan secara teratur telah menunjukkan

bahwa banyak sistem fisik dan biologi yang berperilaku secara keos. Salah satu sistem

demikian yang pertama ditemukan adalah kran air yang menetes. Pada kondisi tertentu

waktu antar tetesan air dari sebuah kran yang bocor menampakkan perilaku keos, yang

membuat peramalan jangka panjang mengenai waktu tetesan tersebut tidaklah mungkin.

Berdasarkan bukti terakhir, pengamatan Poincaré mengenai ketakteramalkannya

sistem tata surya tampaknya benar. Beberapa observasi dan simulasi komputer terhadap

gerakan Hyperionu yang berguling-guling, sebuah bulan Saturnus yang berbentuk kentang

(18)

berperilaku secara keos. Beberapa simulasi komputer yang dilakukan baru-baru ini juga

menunjukkan bahwa orbit Pluto, planet paling jauh dalam tata surya juga bersifat keos.

Para ilmuwan sedang mengembangkan berbagai aplikasi keos. Beberapa teknik

pengendalian yang sadar keos sedang digunakan untuk menstabilkan laser, memanipulasi

reaksi kimia, mengkode informasi, dan mengubah irama jantung keos menjadi irma jantung

yang teratur dan sehat.

Antara Keos dan Fraktal

Keos (chaos) merupakan bidang kajian dalam mekanika dan matematika dan

merupakan perilaku yang tampak acak atau tak terprediksi dalam sistem-sistem yang

dibangun oleh hukum-hukum deterministik. Istilah lain yang lebih akurat adalah "keos

deterministik", suatu istilah yang bersifat paradoks karena istilah tersebut menghubungkan

dua makna yang sudah dikenal dan umumnya dianggap tidak saling cocok. Istilah pertama

mengandung pengertian acak atau tak terprediksi, seperti dalam lintasan sebuah molekul di

dalam gas atau memilih sebuah individu dari sebuah populasi. Dalam analisis konvensional

kejadian acak dianggap lebih menunjukkan penampakan daripada kenyataan, yang muncul

dari pengabaian berbagai sebab. Dengan kata lain, sudah diyakini secara umum bahwa

kejadian di dunia tidak dapat diprediksi karena kekomplekanya. Pengertian kedua adalah

adanya gerakan deterministik, seperti gerakan sebuah pendulum atau planet, yang telah

diterima sejak Isaac Newton sebagai contoh sederhana keberhasilan ilmu pengetahuan di

dalam merumuskan (dalam bentuk persamaan matematis) sesuatu yang kemudian dapat

diprediksi.

C. TOKOH-TOKOH FISIKA KLASIK

a. Count Rumford

Benjamin Thompson (sering dikenal sebagai 'Count

Rumford' lahir 26 Maret 1753 – meninggal 21 Agustus 1814 pada

umur 61 tahun) adalah penemu, ilmuwan, negarawan, dan tentara

terkenal kelahiran Amerika. Benjamin Thompson dilahirkan di

Woburn Utara, Massachusetts pada tanggal 26 Maret 1753.

(19)

Thompson berumur 2 tahun. Ibunya, Ruth Simonds menikah lagi dengan Josiah Pierce pada

bulan Maret 1976. Di masa kecilnya, Benjamin Thompson memiliki keterbatasan untuk

sekolah sehingga dia lebih banyak belajar sendiri dan kemudian mendapatkan banyak

pengetahuan dari teman dan kenalannya. Pada usia 13 tahun, Benjamin Thompson mulai

melakukan beberapa pekerjaan seperti menjadi juru tulis seorang importer, pedagang bahan

kering, dan kemudian magang di Doctor John Hay of Woburn, dimana Thompson

mendapatkan banyak pengetahuan tentang ilmu medis. Bakat Thompson dalam bekerja

dengan alat mekanis dan kemampuan bahasanya yang sangat baik membuat John Fowle,

salah satu guru lulusan Harvard, membantunya untuk belajar dengan Professor John

Winthrop di Harvard. Pada tahun 1772, Thompson meninggalkan kota kelahirannya dan

mengajar di salah satu sekolah di Bradford, Massachusetts sambil mempelajari ilmu

pengetahuan pada Samuel Williams. Tidak beberapa kemudian, Thompson berpindah

mengajar di Concord, New Hampshire atas undangan dari Timothy Walker. Di sana Benjamin

Thompson hidup menumpang dan kemudian menikahi anak dari tuan rumahnya, Sarah

Walker Rolfe yang merupakan janda kaya di daerah Concord. Istrinyalah yang

memperkenalkan Thompson pada Gubernur Wentworth dari New Hampshire dan

mengangkatnya menjadi mayor di New Hampshire Militia.

Tahun 1975, Benjamin Thompson meneliti tentang gaya pada bubuk mesiu dan

membangun sistem sinyal kelautan yang baru bagi tentara Inggris. Kontribusinya yang

terbesar pada dunia Fisika adalah pemikirannya tentang teori kalor. Pada akhir abad ke-18,

teori kalori yang dipercaya adalah bahwa kalor merupakan fluida yang dapat mengalir ke

dalam tubuh ketika dipanaskan dan mengalir keluar ketika didinginkan. Saat Thompson

meneliti tentang bubuk mesiu, Benjamin Thompson menemukan adanya penyimpangan

atau anomali yang tidak dapat dijelaskan dengan teori kalori. Di dalam laporannya kepada

Royal Society yang berjudul "An Experimental Enquiry concerning the Source of Heat excited

by Friction" (1798), Benjamin Thompson mengajukan suatu teori baru yang menyatakan

bahwa kerja mekanis akan menghasilkan kalor dan kalor tersebut merupakan suatu bentuk

gerak. Teori tersebut berhasil memberikan penjelasan mengapa panas yang dihasilkan dari

gesekan peluru meriam (bubuk mesiu) tidak akan pernah habis. Peristiwa tersebut tidak

dapat dijelaskan dengan teori kalori terdahulu. Di dalam laporan tersebut terdapat

perhitungan jumlah kuantitas kalor yang diproduksi oleh energi mekanis. Teori yang

(20)

pada saat itu yang tidak yakin dengan Thompson hingga James Maxwell mengemukakan

teori kinetik kalor pada tahun 1871.

Penemuan-penemuan Thompson lainnya adalah kompor, oven, ketel ganda, dan

pakaian penahan panas, sert mengembangkan cerobong asap dan tungku perapian yang

ada.

b. Nicolas Léonard Sadi Carnot

Nicolas Léonard Sadi Carnot (lahir di Paris, 1 Juni 1796 –

meninggal di Paris, 24 Agustus 1832 pada umur 36 tahun). Carnot

menemukan dan merumuskan hukum kedua termodinamika dan

memberikan model universal atas mesin panas, sebuah mesin,

yang mengubah energi panas ke dalam bentuk energi lain,

misalnya energi kinetik (sekarang bernama siklus Carnot). Karyanya

yang paling utama adalah "Réflexions Sur La puissance Motrice du Feu" (Refleksi Daya Gerak

Api); terbit tahun 1824. Di dalamnya termuat sejumlah asas seperti siklus Carnot, mesin

panas Carnot, teorema Carnot, efisiensi termodinamika, dan lain-lain. Nicolas Sadi Carnot

meninggal akibat penyakit kolera.

Ketika Carnot mulai menulis bukunya, mesin uap telah diakui secara luas di bidang

ekonomi dan menjadi penting dalam dunia industri, tetapi belum ada studi ilmiah yang

nyata. Newcomen telah menemukan mesin uap piston yang dioperasikan pertama lebih dari

satu abad sebelumnya, pada 1712, sekitar 50 tahun setelah itu, James Watt membuat

perbaikan yang bertanggung jawab untuk meningkatkan efisiensi dan kepraktisan mesin uap.

Mesin Compound (mesin dengan lebih dari satu tahap ekspansi) sudah ditemukan. Pada

tahun 1824 prinsip konservasi energi masih kurang berkembang dan kontroversial, dan

formulasi yang tepat dari hukum pertama termodinamika masih lebih dari satu dekade,

kesetaraan mekanis panas tidak akan dirumuskan selama dua dekade. Teori umum dari

panas adalah teori kalori.

Mesin Carnot telah diuji coba, dengan cara meningkatkan tekanan uap dan

penggunaan cairan, untuk meningkatkan efisiensi mesin. Dalam tahap awal pengembangan

mesin, efisiensi mesin yang berguna itu mampu menapai peforma maksimal ketika jumlah

(21)

Dalam model ideal Carnot, kalori diangkut dari suhu panas ke suhu dingin, dan

menghasilkan energi, atau dapat diangkut kembali dengan membalik gerakan siklus, konsep

ini kemudian dikenal sebagai reversibilitas termodinamika. Kemudian Carnot mendalilkan

bahwa tidak ada kalori yang hilang. Proses yang benar-benar reversibel, mesin panas

menggunakan reversibilitas siklus adalah mesin panas yang paling efisien. Bukti untuk ini

adalah sebagai berikut: bayangkan kita memiliki dua tubuh besar, panas dan dingin. Jika kita

beberapa mesin Carnot ini yang membuat aliran panas dari panas ke dingin, jumlah Q untuk

setiap siklus, menghasilkan jumlah energi dilambangkan W. Jika kita menggunakan karya ini

untuk daya komputer lain, tapi satu yang lebih efisien daripada mesin Carnot, bisa,

menggunakan jumlah energi W setiap siklus, membuat jumlah panas, Q '> aliran Q dari

dingin ke panas tubuh. Efek bersih adalah aliran Q'-Q panas dari dingin ke panas tubuh,

sementara tidak ada pekerjaan bersih dilakukan. Ini akan melanggar hukum kedua

termodinamika dan dengan demikian tidak mungkin. Hal ini membuktikan bahwa mesin

Carnot adalah mesin panas yang paling efisien. Meskipun diformulasikan dalam bentuk

kalori, daripada entropi, ini adalah pernyataan awal dari hukum kedua termodinamika.

c. Julius Robert von Mayer

Julius Robert von Mayer (lahir di Heilbronn,

Baden-Württemberg, Jerman, 25 November 1814 – meninggal di

Heilbronn, Baden-Württemberg, Jerman, 20 Maret 1878 pada

umur 63 tahun) adalah dokter dan fisikawan Jerman yang

merupakan salah satu pemrakarsa termodinamika. Pada tahun

1841, ia mengucapkan pernyataan yang terkenal mengenai

konservasi energi : Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Selama tahun

1842, Mayer mendeskripsikan proses kimia vital yang kini disebut oksidasi sebagai

sumber utama energi untuk semua makhluk hidup.

d. James Prescott Joule

James Prescott Joule (lahir di Salford, Inggris, 24 Desember

1818 – meninggal di Greater Manchester, Inggris, 11 Oktober 1889

(22)

sebagai perumus Hukum Kekekalan Energi, yang berbunyi, Energi tidak dapat diciptakan

ataupun dimusnahkan. Ia adalah seorang ilmuwan Inggris yang berminat pada fisika.

Dengan percobaan, ia berhasil membuktkan bahwa panas (kalori) tak lain adalah suatu

bentuk energi. Dengan demikian ia berhasil mematahkan teori kalorik, teori yang

menyatakan panas sebagai zat alir. Salah satu satuan energi—Joule—dinamai atasnya.

Pada tahun 1840, James menerbitkan sebuah karya ilmiah tentang panas yang

dihasilkan oleh arus listrik. Lalu pada tahun 1843, ia menerbitkan kelanjutan karya

ilmiahnya tentang bagaimana mengubah kerja menjadi panas. Ia melakukan eksperimen

menggunakan roda berpedal. Akhirnya dari situ James merumuskan konsep fisika

mengenai kesetaraan energi mekanik dan energi panas.

Empat tahun kemudian, ia berhasil merumuskan hukum kekekalan energi, yang

merupakan hukum pertama dari hukum termodinamika. Hukum itu menyatakan bahwa

energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tapi dapat berubah dari satu bentuk

energi ke bentuk energi lainnya.

Pada tahun 1847 James bertemu dengan Lord Kelvin atau William Thomson, di acara

diskusi sains. Lord Kelvin tertarik dengan penemuan-penemuan James dan karya-karya

ilmiah yang pernah dipublikasikan. Ia pun mengajak James untuk bekerja sama. Dari kerja

samanya, maka lahirlah suatu konsep fisika yang disebut Efek Thomson. Efek

Joule-Thomson lalu berkembang menjadi ilmu yang memelajari tentang sifat materi pada suhu

sangat rendah. Ilmu itu disebut Kriogenik.

e. Herman von Helmholtz

Hermann Ludwig Ferdinand von Helmholtz (lahir di Potsdam,

Kerajaan Prusia, 31 Agustus 1821 – meninggal di Charlottenburg,

Kekaisaran Jerman, 8 September 1894 pada umur 73 tahun) adalah

fisikawan Jerman yang banyak memberikan sumbangan kepada

ilmu pengetahuan modern. Ia juga dikenal akan sumbangsihnya

mengenai konservasi energi. Hermann Helmholtz adalah salah satu

dari beberapa ilmuwan untuk menguasai dua bidang ilmu: obat-obatan dan fisika. Dia

melakukan penelitian terobosan pada sistem saraf, serta fungsi mata dan telinga. Dalam

fisika, ia diakui (bersama dengan dua ilmuwan lain) sebagai penulis dari konsep konservasi

(23)

Helmholtz dilahirkan dalam sebuah keluarga miskin, ayahnya adalah seorang

instruktur filsafat dan sastra di sebuah gimnasium di kampung halamannya di Potsdam,

Jerman. Di rumah, ayahnya mengajarinya bahasa Latin, Yunani, Prancis, Italia, Ibrani, dan

Arab, serta ide-ide filosofis Immanuel Kant dan Fichte JG (yang adalah seorang teman

keluarga).

Dengan latar belakang ini, Helmholtz masuk sekolah dengan perspektif yang luas.

Meskipun ia menyatakan minat dalam ilmu, ayahnya tidak mampu untuk mengirimnya ke

universitas; sebaliknya, ia dibujuk untuk belajar kedokteran, daerah yang akan memberikan

dia dengan bantuan pemerintah. Sebagai imbalannya, Helmholtz diharapkan untuk

menggunakan keterampilan medis untuk kebaikan pemerintah - terutama di rumah sakit

tentara.

Helmholtz memasuki Friedrich Wilhelm Institute di Berlin pada tahun 1898,

menerima MD-nya empat tahun kemudian. Setelah lulus ia langsung ditugaskan untuk tugas

militer, berlatih sebagai dokter bedah untuk tentara Prusia. Setelah beberapa tahun tugas

aktif ia diberhentikan, bebas untuk mengejar karir di akademisi. Pada 1848 dia mendapatkan

posisi sebagai dosen di Berlin Academy of Arts. Hanya setahun kemudian ia ditawari guru

besar di Universitas Konigsberg, mengajar fisiologi. Selama dua puluh dua tahun berikutnya

ia pindah ke universitas di Bonn dan Heidelberg, dan selama waktu ini ia melakukan hismajor

bekerja di bidangkedokteran.

Helmholtz mulai mempelajari mata manusia, tugas itu semakin sulit karena

kurangnya peralatan medis yang tepat. Dalam rangka untuk lebih memahami fungsi mata ia

menemukan ophthalmoscope, sebuah perangkat yang digunakan untuk mengamati retina.

Diciptakan pada tahun 1851, ophthalmoscope - dalam bentuk yang sedikit dimodifikasi -

masih digunakan oleh spesialis mata modern. Helmholtz juga merancang deviceused untuk

mengukur kelengkungan mata disebut ophthalmometer. Menggunakan perangkat ini ia

mengajukan teori visi tiga warna yang pertama kali diusulkan oleh Thomas Young. Teori ini,

sekarang disebut teori Young-Helmholtz, membantu dokter mata untuk memahami sifat

buta warna dan penderitaan lainnya.

Penasaran dengan inner organ-organ indera, Helmholtz melanjutkan untuk

mempelajari telinga manusia. Menjadi pianis ahli, dia sangat peduli dengan cara telinga

lapangan dibedakan dan nada. Dia menyarankan bahwa telinga bagian dalam ini disusun

(24)

telinga untuk membedakan nada yang sama, nada, dan warna nada, suchas catatan identik

dimainkan oleh dua instrumen yang berbeda.

Pada tahun 1852 Helmholtz melakukan apa yang mungkin paling penting selama ia

bekerja sebagai dokter: pengukuran kecepatan impuls saraf. Sudah assumed that

pengukuran tersebut tidak akan pernah bisa diperoleh oleh ilmu pengetahuan, karena

speedwas terlalu besar untuk instrumen penangkap. Beberapa dokter bahkan menggunakan

ini membuktikan bahwa organisme hidup yang didukung oleh bawaan "kekuatan vital"

daripada energi. Helmholtz menyangkal ini dengan merangsang saraf otot neara pertama

katak dan kemudian lebih jauh; ketika stimulus itu jauh dari otot, itu dikontrak hanya sedikit

lebih lambat. Setelah perhitungan sederhana Helmholtz mengumumkan kecepatan impuls

dalam sistem saraf menjadi sekitar sepersepuluh kecepatan suara.

Setelah menyelesaikan banyak pekerjaan pada fisiologi sensorik yang menarik

baginya, Helmholtz menemukan dirinya bosan dengan obat-obatan. Pada tahun 1868 ia

memutuskan untuk kembali ke cinta pertamanya - ilmu fisik. Namun, itu tidak sampai 1870

bahwa kursi yang ditawarkan di Universitas telah ditolak oleh Gustav Kirchhoff. Pada saat

itu, Helmholtz telah menyelidiki terobosan penelitian pada energetika.

Konsep konservasi energi diperkenalkan oleh Julius Mayer pada tahun 1842, tapi

Helmholtz tidak menyadari pekerjaan Mayer. Helmholtz melakukan penelitian sendiri pada

energi, mendasarkan teorinya pada pengalaman sebelumnya dengan muscles.It dapat

diamati bahwa panas hewan dihasilkan oleh aksi otot, serta reaksi kimia dalam otot bekerja.

Helmholtz percaya bahwa energi ini berasal dari makanan dan makanan yang

mendapat energi dari matahari. Dia mengusulkan bahwa energi tidak dapat diciptakan

secara spontan, atau bisa itu menghilang - itu digunakan atau dilepaskan sebagai panas.

Penjelasan ini jauh lebih jelas andmore rinci daripada yang ditawarkan oleh Mayer, dan

Helmholtz sering dianggap sebagai pencetus sebenarnya dari konsep konservasi energi.

Sementara ini tidak diragukan lagi warisan terbesar Helmholtz, dia juga mulai

beberapa penelitian yang kemudian diselesaikan oleh ilmuwan lain. Dia maju hipotesis

numberof pada radiasi elektromagnetik, berspekulasi bahwa itu terletak jauh intothe

rentang terlihat dari spektrum. Garis penelitian kemudian dilanjutkan, sangat berhasil, oleh

salah satu mahasiswa Helmholtz, Heinrich Hertz Rudolph, penemu gelombang radio. Teori

Helmholtz di elektrolisis juga dasar untuk pekerjaan di masa depan dilakukan oleh Svante

(25)

Helmholtz telah menjadi anak sakit-sakitan, bahkan sepanjang masa dewasanya ia

diganggu oleh sakit kepala migrain dan pusing. Pada tahun 1894, tak lama setelah tur

ceramah di Amerika Serikat, ia pingsan dan jatuh, menderita gegar otak.

f. Rudolf Julius Emanuel Clausius

Rudolf Julius Emanuel Clausius (lahir 2 Januari 1822 – 24

Agustus 1888), adalah seorang fisikawan dan matematikawan

Jerman yang dianggap sebagai salah satu pencetus konsep dasar

sains termodinamika. Ia menyempurnakan prinsip Sadi Carnot yang

dikenal sebagai Siklus Carnot. Jurnal ilmiahnya yang paling penting,

On the mechanical theory of heat, yang muncul tahun 1850, adalah

yang pertama kali menyatakan konsep dasar hukum kedua termodinamika. Tahun 1865 ia

memperkenalkan konsep entropi. Tahun 1870, ia memperkenalkan teorema virial yang

digunakan pada panas. Sebagai ahli ilmu fisika teoritis, ia juga yang meneliti fisika molekul

dan elektrik.

g. Lord kelvin

William Thomson (Lord kelvin) lahir pada 26 juni 1824 di

Belfast, dalam keluarga Dr. James Thomson, seorang guru

matematika dan rekayasa. Pada tahun 1832 ayahnya, Dr James

Thomson, menjadi guru besar matematika di Glasgow. Selanjutnya,

keluarga pindah ke kota yang jauh lebih besar dari Glasgow pada

tahun berikutnya. Dari sana, William Thomson dan

saudara-saudaranya diperkenalakan dengan pengalaman kosmopolitan yang lebih luas. Mereka

menghabiskan musim panas 1839 di London dan mengambil kursus bahasa Perancis di Paris.

Mereka menghabiskan tahun berikutnya di jerman dan Belanda, belajar bahasa Jerman dan

Belanda. Saat memulai studinya di Universitas Glasgow pada tahun 1834 William Thomson

baru berusia sepuluh tahun.

Enam tahun kemudian pada tahun 1840, Thomson memenangkan hadiah kelas

dalam astronomi dan esainya. "Esai tentang Sosok Bumi-nya menunjukkan kreativitas dan

(26)

fisika dan termodinamika. Dengan berbagai karya yang diterbitkan dalam fisika dan

termodinamika 1847, Thomson telah memperoleh reputasi sebagai ilmuwan menjanjikan.

Pada tahun 1848 Thomson mengusulkan skala temperatur absolut. Ia menduga

bahwa titik ketiadaan mutlak dari semua energi panas dapat tercapai, dimana tidak ada

panas lebih lanjut dapat hilang oleh suatu benda. Poin ini disebut nol absolut. Menurut

definisi, itu didalilkan sebagai nol pada skala suhu tubuhnya. Titik acuan kedua adalah tripel

air, kombinasi hanya suhu dan tekanan atmosfer dimana air cair, es padat, dan uap dapat

hidup berdampingan dalam satu kesetimbangan yabg stabil. Titik tripel air secara kasar

setara dengan nol derajat Celcius di (0,01 derajat celcius harus tepat). Untuk skala suhu

tubuhnya, Thomson menggunakan interval yang sama sebagai skala Celcius, yang membuat

dua skala mudah digunakan bersama-sama, Suhu suatu nol mutlak nol kelvin , atau -273,15

derajat Celcius.

Skala Kelvin (simbol : K) adalah skala suhu di mana nol absolut didefinisikan sebagai 0

K. Satuan untuk skala Kelvin adalah kelvin (lambang K), dan merupakan salah satu dari tujuh

unit dasar SI. Satuan kelvin didefinisikan oleh dua fakta: nol kelvin adalah nol absolut (ketika

gerakan molekuler berhenti, dalam termodinamika), dan satu kelvin adalah pecahan

1/273,16 dari suhu termodinamik triple point air (0,01 °C). Skala suhu Celsius kini

didefinisikan berdasarkan kelvin.

Kelvin dinamakan berdasarkan seorang fisikawan dan insinyur Inggris, William Thomson, 1st

Baron Kelvin (1824–1907). Tidak seperti derajat Fahrenheit dan derajat Celsius, kelvin tidak

berarti atau ditulis sebagai derajat.

Perkataan kelvin sebagai unit SI ditulis dengan huruf kecil k (kecuali pada awal

kalimat), dan tidak pernah diikuti dengan kata derajat, atau simbol °, berbeda dengan

Fahrenheit dan Celsius. Ini karena kedua skala yang disebut terakhir adalah skala ukuran

sementara kelvin adalah unit ukuran. Ketika kelvin diperkenalkan pada tahun 1954 (di

Konferensi Umum tentang Berat dan Ukuran (CGPM) ke-10, Resolusi 3, CR 79), namanya

adalah "derajat kelvin" dan ditulis °K; kata "derajat" dibuang pada 1967 (CPGM ke-13,

Resolusi 3, CR 104).

Perhatikan bahwa simbol unit kelvin selalu menggunakan huruf besar K dan tidak

pernah dimiringkan. Tidak seperti skala suhu yang menggunakan simbol derajat, selalu ada

(27)

William Thomson mengadopsi gelar kehormatan Baron Kelvin dari Largs di Country Ayr.

William Thomson sering digambarkan sebagai Lord Kelvin.

h. Christian Doppler

Christian Doppler (1803-1853) adalah seorang

fisikawan dan matematikawan asal Austria. Doppler terkenal atas

kontribusinya dalam menyusun prinsip tentang sebuah fenomena

yang dinamakan Efek Doppler. Christian Doppler dilahirkan di

Salzburg, Austria. Karena kondisi fisiknya yang lemah, ia tidak

mampu meneruskan usaha pandai batu milik ayahnya. Doppler

mempelajari filsafat di Salzburg, serta matematika-fisika di Universitas Teknologi Vienna

(Vienna University of Technology) dan Universitas Vienna (University of Vienna). Pada tahun

1835, Doppler mendapatkan posisi akademis di sebuah perguruan tinggi yang sekarang

bernama Universitas Teknik Ceko (Czech Technical University). Selama bekerja, ia banyak

mempublikasikan makalah ilmiah, namun kurang populer dihadapan murid-muridnya karena

metode belajarnya yang dinilah keras. Ia menikah pada tahun 1836, dan dari pernikahannya,

Doppler memperoleh 5 orang anak.

Pada tahun 1842, Doppler mempublikasikan makalah ilmiah yang berjudul ((Jerman))

Über das farbige Licht der Doppelsterne (Tentang Cahaya Bewarna yang Dipancarkan oleh

Dua Buah Bintang).

Makalah tersebut dipublikasikan kepada Perhimpuan Ilmu Pengetahuan Bohemia.

Dalam makalah tersebut, dikemukakan sebuah teori bahwa terdapat perbedaan frekuensi

suara dari benda yang bergerak, ketika terdengar oleh pendengar yang bergerak dan diam.

Teori ini juga dapat menjelaskan tampilan warna pada bintang yang bergerak relatif

terhadap Bumi.

Doppler meninggalkan Praha pada tahun 1847. Pada tahun 1850, Doppler ditunjuk

sebagai ketua Istitut Fisika Eksperimental di Universitas Vienna. Salah satu muridnya ketika ia

mengajar disitu adalah Gregor Mendel, yang berkontribusi besar dalam ilmu genetika.

(28)

Franz Melde (11 Maret 1832 - 17 Maret 1901) adalah seorang

fisikawan Jerman. Percobaan Melde ini mendemonstrasikan

gelombang berdiri pada string. Percobaan Melde ini digunakan

untuk mengukur pola gelombang berdiri, untuk mengukur

kecepatan gelombang transversal, dan untuk mengetahui

pengaruh ketegangan gelombang transversal dalam sebuah senar.

Percobaan Melde adalah eksperimen ilmiah yang dilakukan Oleh fisikawan Jerman Franz

Melde pada gelombang berdiri yang dihasilkan dalam kabel tegang semula berosilasi dengan

garpu tala, kemudian disempurnakan dengan koneksi ke vibrator listrik. Penelitian ini

berusaha untuk menunjukkan bahwa gelombang mekanik mengalami gangguan fenomena.

Dalam percobaan, gelombang mekanik berwisata di arah yang berlawanan membentuk poin

bergerak, yang disebut node. Gelombang ini disebut gelombang berdiri oleh Melde sejak

posisi node dan loop (titik di mana kabel bergetar) tinggal statis.

j. August Adolf Eduard Eberhard Kundt

Kundt lahir di Schwerin di Mecklenburg. Dia mulai studi

ilmiah di Leipzig, tapi setelah pergi ke Universitas Berlin. Pada

awalnya ia mengabdikan dirinya untuk astronomi, tapi datang di

bawah pengaruh HG Magnus, ia mengalihkan perhatiannya untuk

fisika, dan lulus pada tahun 1864 dengan tesis tentang depolarisasi

cahaya.

Pada tahun 1867 ia menjadi privat dosen di Universitas Berlin, dan pada tahun

berikutnya dipilih profesor fisika di Federal Polytechnic Institute di Zurich, di mana ia adalah

guru dari Wilhelm Conrad Röntgen; kemudian, setelah satu atau dua tahun di Würzburg, ia

dipanggil pada tahun 1872 ke Strasbourg, di mana ia mengambil bagian besar dalam

organisasi universitas baru, dan sebagian besar terlibat dalam pendirian Institut Fisika.

Akhirnya pada tahun 1888 ia pergi ke Berlin sebagai pengganti Hermann von Helmholtz di

kursi fisika eksperimental dan direktur dari Berlin Institute Fisik. Dia meninggal setelah sakit

yang berkepanjangan di Israelsdorf, dekat Lübeck, pada tanggal 21 Mei 1894.

Sebagai seorang pekerja asli, Kundt terutama sukses dalam domain suara dan

cahaya. Pada tahun 1866, ia mengembangkan metode yang berharga untuk meneliti

(29)

lycopodium misalnya, ketika membersihkan lebih dari interior sebuah tabung yang dibentuk

kolom bergetar udara, cenderung untuk mengumpulkan di tumpukan pada node, jarak

antara yang demikian dapat dipastikan. Perpanjangan metode membuat kemungkinan

penentuan kecepatan suara dalam gas yang berbeda. Peralatan eksperimen ini disebut

Kundt Tube.

Pada tahun 1876 di Strasbourg bekerjasama dengan Emil Warburg, Kundt

membuktikan bahwa uap merkuri adalah gas monoatomik. Dalam terang, nama Kundt

secara luas dikenal untuk pertanyaan dalam dispersi anomali, tidak hanya dalam cairan dan

uap, tapi bahkan dalam logam, yang ia peroleh dalam film yang sangat tipis melalui proses

melelahkan pengendapan elektrolit pada kaca platinized. Dia juga melakukan berbagai

percobaan dalam magneto-optik, dan berhasil menunjukkan apa Faraday telah gagal untuk

mendeteksi, rotasi di bawah pengaruh gaya magnet dari bidang polarisasi di gas dan uap

tertentu.

Pekerjaan yang sagat menarik dilakukan oleh A Kundt pada fisiologi klorofil tanaman

dan frekuensi cahaya penyerapan (aturan Kundt), berpusat di sekitar panjang gelombang

6800A. Karya ini mungkin atau mungkin belum melengkapi kerja dan teori-teori E. Warburg.

Hal ini kemudian disempurnakan dan dikembangkan oleh R. Houston dan O. Biermacher.

k. Thomas Alva Edison

Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio pada tanggal 11

Februari 1847. Tahun 1854 orang tuanya pindah ke Port Huron,

Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana. Sewaktu kecil Edison

hanya sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan. Gurunya

memperingatkan Edison kecil bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah

sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk mengajar sendiri

Edison di rumah. Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini dilakukan karena ketika di

(30)

tidak berbakat. Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang

mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah membedah

hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi murni didorong oleh

rasa ingin tahunya yang besar. Pada usia sebelas tahun Edison membangun laboratorium

kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil

membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.

Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang

lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada usia dua belas tahun Edison

bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota

Port Huron dan Detroit. Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma

Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan kereta api, Gra d Tru k Railway , u tuk

membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan

percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.

Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan.

Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan

membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian mencetak sendiri korannya yang

di eri a a Weekly Herald . Kora i i adalah kora perta a ya g di etak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Oplahnya mencapai 400 sehari.

Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi

dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena

ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan

kosong.

Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh

waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan percobaan-percobaan tehnik. Tahun ini pula ia

menemukan sistem interkom elektrik.

Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote

recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang

bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan

stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang

sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan

laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium inilah ia menelurkan berbagai

(31)

Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan diri

dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu pijar. Edison

menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia.

Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan

uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat

lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri

arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha

keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama

yang mampu menyala selama 40 jam.

Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan

Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara

lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet

sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan

proyektor gambar bergerak.

Thomas Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film

fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan

jutaan dolar seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang

dibangun pada jalur berputar. Melewati tahun 1920-an kesehatannya kian memburuk dan

beliau meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.

l. Augustin-Jean Fresnel

Augustin-Jean Fresnel (lahir di Perancis 1788-1827), adalah

seorang insinyur Perancis dan fisikawan yang memberikan

kontribusi signifikan terhadap pembentukan teori optik gelombang.

Fresnel mempelajari perilaku cahaya baik secara teori dan

eksperimen. Dia mungkin paling dikenal sebagai penemu lensa

Fresnel, pertama kali diadopsi dalam mercusuar ketika dia menjadi

komisaris Prancis mercusuar, dan ditemukan di banyak aplikasi saat ini. Persamaan Fresnel

pada gelombang dan reflektifitas juga membentuk dasar untuk banyak aplikasi di komputer

Referensi

Dokumen terkait

Aspek perkembangan fisik seperti perubahan dalam ukuran tubuh, dan perubahan dalam fungsi-fungsi dari sistem tubuh seperti perkembangan otak, persepsi dan gerak serta kesehatan..

Sedangkan salah satu contoh keuntungan dari server centric adalah pada saat terjadi perubahan bisnis proses dalam suatu sistem, tahap maintenance yang akan dikerjakan akan jauh

Sejarah Pemikiran Administrasi Negara Di Indonesia: Konsep-Konsep Perubahan Wajah administasi suatu negara merupakan produk dari sistem politik, posisi

yaitu membuat sistem penjadwalan yang mampu mempermudah suatu kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Sedangkan yang menjadi perbedaannya adalah pada sistem ini

Perkataan atau konsep yang lebih tepat adalah cahaya merupakan suatu sistem kuantum yang dapat menunjukkan fenomena gelombang pada suatu waktu atau fenomena partikel pada

Yang menjadi persamaan dari semua para ahli tentang filsafat yaitu sebuah ilmu untuk menyelidiki segala sesuatu secara mendalam. Sedangkan perbedaannya adalah kalau menurut plato

Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang

Sistem saraf somatik merupakan saraf tepi yang berkerja di bawah kesadaran sedangkan saraf otonom merupakan sistem saraf yang mengendalikan gerak organ-organ tubuh yang bergerak secara