• Tidak ada hasil yang ditemukan

INVESTASI BIOFUEL DI INDONESIA tahun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "INVESTASI BIOFUEL DI INDONESIA tahun "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Investasi

Masa Depan

Kita Bersama

Pengurangan

Kemiskinan

Penciptaan

Lapangan

Kerja

(2)

R

esiko ketergantungan ekonomi akan bahan

bakar fosil dan peningkatan kepedulian

terhadap perubahan iklim telah berperan

dalam menunjang pengembangan pemanfaatan

Bahan Bakar Nabati (BBN).

Dengan dukungan pemerintah dan kuatnya

kinerja sektor komoditas, sebuah industri

yang secara ekonomis dapat berkelanjutan

dan berkembang pesat telah tercipta secara

mendunia, bersamaan dengan itu pula

membuka peluang untuk penanaman modal.

Indonesia mengambil sikap untuk mengurangi

ketergantungan akan bahan bakar fosil tersebut

melalui pengembangan sektor bioenergi

Indonesia: Menggali Potensi Bahan Bakar Nabati

Daftar isi

Bahan Bakar Nabati

3

Mengenai BBN: Bahan Bakar Dari Produk Pertanian

• Biosolar & Solar Hijau (Green Diesel)

Pure Plant Oil (PPO) atau Straight Vegetable Oil (SVO) • Bioethanol

Upaya Pemerintah

4

• Komitmen Pemerintah Indonesia

• Pemerintah Indonesia menyediakan insentif khusus bagi para penanam modal:

• Jaminan Penanaman modal dan Perjanjian Perlindungan

Cetak Biru BBN 5

• Desa Mandiri Energi

• Road Map Pemanfaatan BBN Nasional • Tim Nasional Pengembangan BBN • Kawasan Khusus BBN

Penanaman Modal Hijau

6

• Dana Pengembangan BBN • Lembaga Keuangan BBN

• Kesempatan Penanaman Modal Lainnya

Informasi Penanam Modal 7

• Penanaman Modal Publik • Sumber Informasi Tambahan • Ringkasan

dengan target pemerintah sebesar 17% untuk

energy-mix

nasional pada tahun 2025 berasal

dari sumber-sumber yang terbarukan.

Indonesia menempati peringkat kedua di dunia

dalam keaneka-ragaman hayati (

biodiversity

);

dan memiliki potensi persediaan bahan baku

yang sangat tinggi untuk memproduksi BBN

sebagai sumber energi alternatif.

(3)

Bahan Bakar Nabati

Biosolar merupakan bahan bakar cair terbarukan yang diproduksi secara lokal, sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah.

Bahan bakar tersebut diproses dari sumber hayati seperti minyak sawit, minyak jarak (Jatropha Curcas), minyak kelapa, minyak kedelai dan siap digunakan untuk kendaraan bermesin solar. Biosolar dapat digunakan sebagai pengganti atau tambahan untuk bahan bakar solar, serta memberikan hasil tenaga yang serupa dengan bahan bakar solar konvensional.

Solar hijau/ Green Diesel adalah perpaduan dari minyak nabati olahan dan minyak mentah yang diproses pada suatu kilang minyak tanpa penambahan methanol.

Peraturan Pemerintah dan Panduan untuk Energi Terbarukan telah menetapkan pengukuran guna menjamin tingkat produksi Biosolar di Indonesia dapat mencapai 2,41 kilo Liter (kL) pada tahun 2010, 4,52 juta kL pada tahun 2015 dan 10,22 juta kL pada 2025, atau 10%, 15% dan 20% dari total konsumsi solar pada setiap tahun tersebut diatas.

Biosolar & Solar Hijau

(Green Die

sel)

Bioethanol

Alkohol anhydrous diproduksi dari fermentasi gula tebu, singkong, sari gula palem atau jagung. Bioethanol dapat digunakan sabagai bahan bakar untuk transportasi dengan komposisi hingga 15% bioethanol, tanpa membutuhkan peralatan khusus.

Target konsumsi untuk bioethanol ditargetkan mencapai 5% (1,48 juta kL), 10% (2,78 juta kL) dan 15% (6,28 juta kL) dari total konsumsi BBM (premium) secara berturut-turut pada tahun 2010, 2015 dan 2025.

Sebuah Kendaraan

Berbahan Bakar

Fleksibel/

Flexible

Fuel Vehicle

(FFV)

dapat berjalan dengan

menggunakan 100%

Bioethanol.

MENGENAI BBN: BAHAN BAKAR DARI PRODUK PERTANIAN

Kebun pembibitan Jarak Pagar, Sukabumi, Jawa Barat

Kemudahan

Dapat tumbuh pada daerah kering

maupun kawasan dengan curah hujan

tinggi juga pada tanah dengan lapisan tanah yang tipis.

Cepat menghasilkan

Pada keadaan tanah yang kurang subur seperti tanah yang rusak karena api atau tanah yang seringkali ditanami, pohon jarak dapat menjadi bahan pertanian yang baik bagi perbaikan lingkungan pada semua jenis tanah yang tidak terpakai.

Dapat langsung tumbuh dari tanaman yang dipotong atau biji hingga mencapai tinggi 3 – 5m.

Sangat tahan hama dan penyakit

Sebagian dari tanaman ini memiliki

khasiat sebagai obat, kulit kayunya mengandung tannin dan bunganya menarik lebah hingga berperan sebagai penghasil madu yang dapat mengurangi

zat karbon dari atmosir, menyimpannya

dalam lapisan-lapisan kayu, membantu terbentuknya produksi tanah karbon.

Keunggulan Minyak Jarak

(Jatropha Curcas)

• Minyak Sawit, Straight Jatropha Oil (SJO) dan Minyak Kedelai semuanya dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar solar dengan komposisi hingga 15% PPO (85% solar) tanpa memerlukan peralatan khusus, dimana pemanfaatan maximum dapat mencapai hingga 100% dengan sebuah konvertor.

• Dapat menggantikan minyak tanah hingga 20% PPO (+80% solar).

• Dapat menggantikan Marine Fuel Oil (MFO) hingga 100% PPO tanpa

peralatan khusus.

Target konsumsi bagi minyak tanah nabati (biokerosene) di Indonesia diperkirakan mencapai 1 juta kL, 1,8 juta kL dan 4,07 kL berturut-turut pada tahun 2010, 2015 dan 2025. Sebagai tambahan, PPO yang digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, diharapkan mencapai 0,4 juta kL, 0,74 juta kL dan 1,69 juta kL pada kurun waktu yang sama.

Pure Plant Oil

(PPO) atau

Straight Vegetable Oil

(SVO)

PPO/SVO merupakan minyak nabati murni yang belum melalui perubahan kimia dari sifat-sifat aslinya

3

Keunggulan Bioethanol

Bahan bakar terbarukan

Mengurangi polusi dan emisi gas rumah

kaca

(greenhouse gas emission)

Mendukung Mekanisme Pembangunan Bersih

Tidak mencemari air tanah

Lebih murah dari pembuatan BBM

Mudah untuk ditukar pakai

Mendukung petani indonesia

(4)

Pemerintah Indonesia menyediakan

insentif khusus bagi para penanam modal:

• Bea materai yang nominal.

• Persetujuan kerjasama dengan 50 negara untuk menghindari pajak berganda.

• Membebaskan dari bea impor.

• Pajak Pendapatan Penanaman modal dalam bentuk pengurangan pendapatan kena pajak hingga 30% dari penanaman modal hingga 6 (enam) tahun.

• Percepatan depresiasi dan amortisasi

• Fasilitas perhitungan kerugian yang dibawa sampai 10 (sepuluh) tahun.

• 10 % pajak penghasilan pada dividen (bagian laba yang diterima), dan bisa lebih kecil jika digabungkan dengan perjanjian pajak lainnya.

• Pemerintah juga memberlakukan PP no. 146 tahun 2000 dan PP no. 12 tahun 2001 tentang impor atau penyerahan barang atau jasa tertentu yang dibebaskan dari pajak pertambahan nilai.

PMA (Penanaman Modal Asing) atau Perusahaan FDI (Foreign Direct Investment) dapat didirikan dengan mitra kerja asing dan Indonesia atau dengan 100% kepemilikan asing dengan masa hingga 15 tahun, selanjutnya 5% dari kepemilikan harus di dilepaskan kepada orang Indonesia atau pelaku bisnis melalui penempatan secara langsung atau tidak langsung kepada Bursa

Efek Indonesia.

Jaminan penanaman modal dan perjanjian

perlindungan

• Jaminan Persetujuan Penanaman Modal (Investment Guarantee Agency/IGA) dengan negara-negara ASEAN. • Promosi Penanaman Modal Bilateral dan Perjanjian

Perlindungan dengan 55 negara.

• Indonesia adalah anggota dari MIGA (Multilateral Investment Guarantee Agency) yang akan melindungi penanaman modal terhadap berbagai resiko politik.

• Indonesia telah menjadi anggota yang menandatangani ICSID (International Center on the Settlement of Investment Disputes) untuk menangani perselisihan penanaman modal asing.

Strategi terpadu dalam pelaksanaan program pengembangan BBN telah dikembangkan melalui upaya-upaya yang dilakukan pada berbagai tingkat pemerintahan dan melalui suatu pendekatan yang disusun TIMNAS BBN sejak awal.

Upaya Pemerintah

D

engan dikeluarkannya Inpres No.1/2006 mengenai Penyediaan dan Pemanfaatan BBN Sebagai Sumber Energi Alternatif, pemerintah Indonesia telah membuat suatu komitmen yang tegas dalam mengembangankan potensi BBN di Indonesia.

KOMITMEN PEMERINTAH INDONESIA:

KEBIJAKAN DAN INSENTIF

Strategi terpadu untuk penerapan program pengemb

dikembangkan, didukung dengan insentif iskal bagi para penanam modal.

DESA MANDIRI ENERGI/ DME

PLASMA

(Usaha Kecil Menegah)

5

Road Map

Pemanfaatan BBN Nasional

2007 - 2010

(5)

Cetak Biru BBN

engembangan BBN telah

dikembangkan, didukung dengan insentif iskal bagi para penanam modal.

5

TIM NASIONAL PENGEMBANGAN BBN

D

engan KEPPRES no.10/2006, Pemerintah telah membentuk Tim Nasional Pengembangan BBN untuk Percepatan Pengurangan Kemiskinan dan Pengangguran (TIMNAS BBN), dengan mandat untuk menyusun suatu cetak biru bagi program pengembangan BBN untuk mempercepat pemanfaatan BBN di Indonesia.

Pelaksanaan yang berhasil dalam tantangan ini memiliki implikasi positif bagi masa depan Indonesia dalam berbagai bidang, termasuk dalam terciptanya lapangan kerja, pengurangan kemiskinan dan pembangkit tenaga listrik dari sumber – sumber yang terbarukan.

Pengembangan BBN merupakan proses padat karya intensif dan menuntut kerjasama antar semua tingkat pemerintahan; dari tingkat pusat dan propinsi hingga pedesaan, baik dari sektor pertanian maupun swasta. Cetak biru TIMNAS BBN mendukung dan mengkoordinasikan komunikasi yang berkesinambungan antara pemerintah, sektor umum dan kelompok-kelompok terkait dengan kebijakan multi-faktor yang menandakan tahapan baru dalam mendorong penggunaan BBN di Indonesia.

Cetak biru ini telah menetapkan target agar produksi dan konsumsi dapat tercapai melalui tolok ukur kebijakan dan mekanisme yang saling menunjang, memperlancar proses perizinan terkait, penyusunan kebijakan yang menjamin konsumsi BBN dalam negeri, serta tolok ukur lain dalam pembentukan harga BBN yang bersaing.

Tolok ukur ini diperkuat dengan penciptaan mekanisme harga BBN yang transparan dan eisien melalui peran aktif dari Pertamina dan PLN sebagai pembeli siaga (standby-purchaser) dalam menjamin target konsumsi. Kebijakan relevan tambahan pada pengembangan DME dan KKBBN serta penetapan lokasi pemanfaatan lahan seluas 6 juta hektar yang diperuntukan bagi budidaya tanaman BBN sebagai bentuk pelaksanaan PERPRES No.1/2006.

Inti daripada cetak biru TIMNAS BBN terletak pada pendekatan multi-faktor dalam membangun kepedulian dan dukungan pada semua tingkatan proses pengembangan BBN. Dari penyuluhan penerapan teknologi dan keahlian yang diberikan untuk membantu pengelolaan budidaya tanaman dan pengembangan DME pada tingkat propinsi, pemberian insentif iskal dan keuangan bagi para penanam modal di semua tingkatan siklus produksi BBN, hingga penyusunan mekanisme harga dan pembelian BBN yang berlanjut untuk distribusi serta pemanfaatannya, cetak biru TIMNAS BBN mengarah pada pembentukan lingkungan penanaman modal yang transparan dan kondusif.

P

embudidayan tanaman

penghasil BBN merupakan fokus pemerintah dengan rencana pembukaan lahan baru sebesar 6

juta hektar untuk budidaya tebu, singkong, sawit dan jarak pagar.

DME memegang peranan penting dalam mendorong pemanfaatan BBN dan penetapan lahan.

Diagram berikut ini menggambarkan contoh mekanisme DME berbasis Jarak Pagar.

10% Konsumsi Premium

2,78 juta kL

1,8 juta kL

4,07 juta kL

20% Konsumsi Solar

10,22 juta kL

15% Konsumsi Premium

6,28 juta kL

0,74 juta kL

1,69 juta kL

3% dari energy mix

9,84 juta kL

5% dari energy mix

22,26 juta kL

pengembangan BBN di Indonesia. Kawasan-kawasan tertentu pada seluruh kepulauan Indonesia yang berukuran lebih dari 10,000 ha di pulau Jawa atau 100,000 ha di luar pulau Jawa telah ditetapkan sebagai Kawasan Khusus BBN berdasarkan evaluasi ukuran kawasan potensial bagi pengembangan, juga observasi kawasan dengan kriteria tertentu. Penetapan kriteria ini menjamin kawasan tersebut telah memenuhi standar dasar untuk infrastruktur, termasuk transportasi dan persyaratan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan bagi produksi BBN yang efektif. KKBBN juga mengikuti panduan konservasi yang ketat dengan penetapan kawasan yang secara jelas menunjukkan kawasan industri, kawasan garapan dan kawasan konservasi bukan garapan. KKBBN lebih lanjut memudahkan proses penanaman modal dalam industri BBN yang berperan sebagai tempat pelayanan satu atap dalam mengeluarkan lisensi dan perizinan.

(6)

Penanaman modal Hijau

Badan Multilateral Penanam Modal Privat

• BFI diciptakan sebagai lembaga independen dan dimiliki bersama ( co-owned) oleh Pemerintah Indonesia, Badan Multilateral (Multilateral Agencies) dan penanam modal privat.

• Pemerintah Indonesia akan memegang kepemilikan minoritas dari BFI dengan kepemilikan saham di bawah 50%.

• Dana Pemerintah Indonesia (modal sponsor) akan dibayarkan sebagai pinjaman subordinate dan modal disetor penuh (paid-up capital) sedangkan dana Badan Multilateral (modal sponsor) akan dibayarkan sebagai modal disetor penuh (paid-up capital).

• BFI akan mengangkat modal sponsor untuk menarik penanaman modal tambahan dari sektor privat sebagai bentuk pendanaan proyek BBN melalui pendanaan langsung ataupun dukungan kredit.

Lembaga Keuangan BBN (

Biofuel Finance Institution

/BFI)

• Dana privat dengan tenor 10 tahun,

dibentuk di bawah Skema Kontrak Penanaman Modal Kolektif (Collective Investment Contract Scheme) yang

tertutup di antara Bank Kustodian dan

Manajer Penanaman modal.

• Bank Kustodian akan berperan sebagai perwalian (trustee) bagi kepentingan para penanam modal.

• Ditawarkan kepada tidak lebih dari

100 pihak dengan keseluruhan jumlah penanam modal yang berpartisipasi dalam Dana Pengembangan BBN

dibatasi hingga 49 pihak.

Dana Pengembangan BBN

Institusi Penanaman

Komite Penanaman Modal

akan menetapkan panduan penanaman modal dan melaksanakan studi kelayakan untuk proyek BBN potensial.

Kepala Komite Penanaman

Modal adalah individu yang telah disetujui dan/atau ditunjuk langsung oleh penanam modal

PENANAMAN MODAL DALAM SEKTOR ENERGI TERBARUKAN

S

umber daya alam yang kaya dan beraneka ragam, potensi pasar yang besar, tenaga kerja yang bersaing, lokasi strategis yang mengatur jalur vital komunikasi laut internasional dan ekonomi yang berorientasi pada pasar terbuka, memungkinkan Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang besar bagi penanaman modal asing.

Kesempatan penanaman modal pada sektor BBN di Indonesia berkembang pesat pada berbagai tingkatan. Mulai dari perusahaan-perusahaan publik yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia hingga penanaman modal langsung maupun

yang merupakan bentuk kerjasama (joint-venture), sejumlah kesempatan penanaman modal tersebut telah diciptakan melalui upaya-upaya pemerintah untuk mempercepat pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan pada tingkat nasional.

(7)

Informasi Penanam modal

RINGKASAN

Untuk Informasi lebih lanjut :

TIMNAS BBN Jl. Trunojoyo Blok M I/135 Kebayoran Baru, Jakarta12160, Indonesia Telepon +62 21 739-2517 Fax +62 21 725-1930

[email protected]

PENANAMAN MODAL PUBLIK

D

engan memperbaiki daya beli konsumen dan meningkatkan stabilitas makro, penanaman modal publik dalam perusahaan BBN di Indonesia mewakili suatu kesempatan dengan potensi pertumbuhan yang luar biasa.

Industri BBN di Indonesia telah siap untuk tumbuh dengan pengupayaan berbagai inisiatif nasional.

K

ekayaan akan keanekaragaman hayati Indonesia dan potensi yang besar bagi perkembangan pemanfaatan bioenergi, bersama dengan strategi terpadu dan insentif untuk pengembangan penanaman modal oleh Pemerintah, serta posisi negara yang strategis, akan memaksimalkan pengembalian jangka panjang yang menjanjikan dari pengelolaan BBN.

BBN merupakan bahan bakar yang diolah dari produk-produk pertanian termasuk Biosolar, Green Diesel, PPO atau SVO dan

Bioethanol.

INPRES No.1/2006 mengenai Penyediaan dan Pemanfaatan BBN Sebagai Salah Satu Sumber Energi Alternatif, mewakili komitmen dari Pemerintah bagi potensi pengembangan BBN di Indonesia. Rencana-rencana yang termasuk didalamnya adalah pembukaan 6 juta hektar lahan baru untuk pembudidayaan tanaman penghasil BBN, menciptakan 3,5 juta tenaga kerja tambahan dan penawaran insentif khusus kepada para penanam modal dengan menyediakan jaminan dan perlindungan penanaman modal.

Strategi terpadu pelaksanaan program BBN terletak pada kelompok kerja yang diciptakan khusus untuk keperluan ini yaitu Tim Nasional Pengembangan BBN untuk Percepatan Pengurangan Kemiskinan dan Pengangguran (TIMNAS BBN). Ukuran-ukuran yang sosialisasikan dalam cetak biru TIMNAS BBN termasuk penyusunan mekanisme harga BBN yang transparan dan eisien, dengan peran aktif Pertamina dan PLN untuk menjamin target konsumsi dan lebih lanjut memperkuat pasar BBN di Indonesia sebagai pembeli siaga.

Terdapat beberapa pilihan bentuk penanaman modal, termasuk Dana Pengembangan BBN, Lembaga Keuangan BBN, penyertaan modal pada perusahaan-perusahaan BBN yang terdaftar secara publik dan kesempatan-kesempatan lainnya. Informasi penanaman modal, lisensi dan pemantauan informasi juga tersedia pada TIMNAS BBN.

Graik di atas menandakan pergerakan rata-rata 14 hari pada saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) serta Indeks Komposit Jakarta pada penghujung tahun (17 Desember, 2006)

7

P

anduan, peraturan dan pengawasan pasar modal dari hari ke hari dilakukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) yang secara teratur mengatur kegiatan pasar modal yang adil dan eisien, juga melindungi kepentingan dari para penanam modal dan publik. Bapepam memiliki kewenangan untuk memberi perizinan, persetujuan, pendaftaran efektif kepada para peserta pasar modal dan memberikan laporan pendaftaran efektif.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Bapepam dan pasar modal di Indonesia dapat dilihat pada www.bapepam.go.id

SUMBER-SUMBER TAMBAHAN

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merupakan badan pelayanan penanaman modal Pemerintah Indonesia yang didirikan dengan tujuan memberikan pelayanan satu atap (one-stop service) kepada para penanam modal yang ingin menanamkan modal di Indonesia. BKPM menyediakan pelayanan sebagai berikut:

• Pelayanan Informasi Penanaman modal.

• Persetujuan dan Perizinan Penanaman modal.

• Pemantauan dan Evaluasi Penanaman modal.

BKPM menyediakan informasi terkini dalam penanaman modal di Indonesia melalui website www.bkpm.go.id

(8)

Investasi

Masa Depan

Kita Bersama

Pengurangan

Kemiskinan

Penciptaan

Lapangan

Kerja

Referensi

Dokumen terkait

a) Menggunakan teknologi di bidang perikanan untuk pengadaan benih udang galah sendiri. b) Mengadakan penyuluhan kepada petani pembudidaya tentang cara pengelolaan

Tingkat penerapan teknologi PHT yang meliputi komponen teknologi budidaya tanaman sehat dan pelestarian atau pembudidayaan fungsi musuh alami pada usahatani padi sawah

Teknologi budidaya kedelai ramah lingkungan dengan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu, yang dilaksanakan dalam bentuk display varietas unggul baru kedelai,

Luas Lahan Yang Mendapatkan Fasilitas Penerapan Budidaya Jagung (Ha) Luas Lahan Yang Mendapatkan Fasilitas Penerapan Budidaya Serealia Lainnya Fasilitas Dukungan Teknis

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi budidaya sesuai anjuran memberikan pertumbuhan bawang merah yang lebih baik dibanding dengan pertumbuhan

Tingkat penerapan teknologi PHT yang meliputi komponen teknologi budidaya tanaman sehat dan pelestarian atau pembudidayaan fungsi musuh alami pada usahatani padi sawah

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi budidaya sesuai anjuran memberikan pertumbuhan bawang merah yang lebih baik dibanding dengan pertumbuhan

Pemanfaatan lahan kering untuk pada tanaman padi gogo dapat berhasil jika didukung oleh penerapan inovasi teknologi budidaya seperti penggunaan