• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kemampuan komunikasi interpersonal guru Pendidikan Agama Katolik dan pengaruhnya bagi motivasi belajar Pendidikan Agama Katolik siswa siswi di SMP Pangudi Luhur ST. Vincentius Sedayu tahun ajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kemampuan komunikasi interpersonal guru Pendidikan Agama Katolik dan pengaruhnya bagi motivasi belajar Pendidikan Agama Katolik siswa siswi di SMP Pangudi Luhur ST. Vincentius Sedayu tahun ajaran"

Copied!
239
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Monica Alusiana Karisa Putri
  • Pengajar:
    • Drs. F.X. Heryatno Wono Wulung, SJ, M.Ed.
  • Sekolah: Universitas Sanata Dharma
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Katolik
  • Topik: Kemampuan Komunikasi Interpersonal Guru Pendidikan Agama Katolik dan Pengaruhnya bagi Motivasi Belajar Pendidikan Agama Katolik Siswa Siswi di SMP Pangudi Luhur ST. Vincentius Sedayu
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2017
  • Kota: Yogyakarta

I. PENDAHULUAN

Bab ini memperkenalkan latar belakang penelitian mengenai kemampuan komunikasi interpersonal guru Pendidikan Agama Katolik dan pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa. Dalam konteks pendidikan, komunikasi interpersonal menjadi penting karena dapat mempengaruhi cara siswa menerima materi ajar. Penulis mengidentifikasi bahwa rendahnya motivasi belajar pada pelajaran Pendidikan Agama Katolik disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya komunikasi yang efektif antara guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai hubungan antara komunikasi interpersonal guru dengan motivasi belajar siswa.

II. KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN MOTIVASI BELAJAR

Bab ini membahas konsep dasar komunikasi interpersonal dan motivasi belajar. Komunikasi interpersonal diartikan sebagai interaksi yang terjadi antara individu yang saling mempengaruhi. Motivasi belajar, di sisi lain, merupakan dorongan yang mendorong siswa untuk terlibat dalam proses belajar. Penulis menekankan pentingnya komunikasi interpersonal yang baik untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar Pendidikan Agama Katolik.

2.1 Pengertian Komunikasi Interpersonal

Pengertian komunikasi interpersonal dijelaskan sebagai interaksi yang terjadi antara dua orang atau lebih dalam konteks yang dekat dan mendalam. Hal ini mencakup komunikasi verbal dan non-verbal yang bersifat dua arah, memungkinkan adanya umpan balik antara komunikator dan komunikan. Dalam konteks pendidikan, komunikasi ini sangat penting untuk membangun hubungan yang baik antara guru dan siswa.

2.2 Motivasi Belajar

Motivasi belajar didefinisikan sebagai alasan yang mendorong siswa untuk terlibat dalam proses belajar. Motivasi ini dapat bersifat intrinsik, yang berasal dari dalam diri siswa, atau ekstrinsik, yang dipengaruhi oleh faktor luar seperti lingkungan belajar. Penulis menekankan bahwa motivasi belajar sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan, terutama dalam pelajaran Pendidikan Agama Katolik.

2.3 Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal dan Motivasi Belajar

Bab ini juga menguraikan bagaimana komunikasi interpersonal yang efektif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Komunikasi yang baik antara guru dan siswa dapat menciptakan rasa saling percaya, yang penting untuk mendorong siswa agar lebih aktif dan bersemangat dalam belajar. Penulis menyimpulkan bahwa kemampuan guru dalam berkomunikasi secara interpersonal berpengaruh langsung terhadap motivasi belajar siswa.

III. GAMBARAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU

Dalam bab ini, penulis menggambarkan kondisi komunikasi interpersonal yang terjadi antara guru Pendidikan Agama Katolik dan siswa di SMP Pangudi Luhur St. Vincentius Sedayu. Penulis melakukan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data mengenai interaksi yang terjadi dalam proses belajar mengajar. Ditemukan bahwa meskipun guru sudah melakukan komunikasi interpersonal, masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

3.1 Hasil Wawancara

Hasil wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh guru sudah ada, tetapi belum maksimal. Siswa merasa kurang diperhatikan dan tidak memiliki ruang untuk mengungkapkan pendapat mereka. Hal ini berdampak pada rendahnya motivasi belajar mereka.

3.2 Hasil Observasi

Observasi menunjukkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar, guru sering kali lebih mendominasi pembicaraan. Siswa cenderung pasif dan kurang berpartisipasi aktif dalam diskusi. Ini menunjukkan bahwa guru perlu meningkatkan keterampilan komunikasinya untuk mendorong partisipasi siswa.

IV. UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI

Bab ini menyarankan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal guru Pendidikan Agama Katolik. Penulis mengusulkan program lokakarya yang fokus pada pengembangan keterampilan komunikasi guru. Dengan meningkatkan kemampuan komunikasi, diharapkan guru dapat lebih efektif dalam memotivasi siswa untuk belajar Pendidikan Agama Katolik.

4.1 Pentingnya Lokakarya

Lokakarya dirancang untuk memberikan pelatihan kepada guru mengenai teknik komunikasi yang efektif. Hal ini bertujuan agar guru dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan siswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

4.2 Rincian Program

Program lokakarya akan mencakup berbagai kegiatan, seperti simulasi komunikasi, diskusi kelompok, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Dengan cara ini, guru dapat belajar untuk lebih memahami siswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.

V. PENUTUP

Bab penutup menyimpulkan hasil penelitian mengenai pengaruh kemampuan komunikasi interpersonal guru Pendidikan Agama Katolik terhadap motivasi belajar siswa. Penulis menekankan bahwa komunikasi yang baik sangat penting dalam konteks pendidikan, terutama dalam pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan dan meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan menegaskan bahwa kemampuan komunikasi interpersonal guru berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi guru agar dapat lebih efektif dalam mengajar.

5.2 Saran

Saran diberikan kepada pihak sekolah untuk mengadakan pelatihan komunikasi bagi guru Pendidikan Agama Katolik. Selain itu, penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung agar siswa merasa lebih termotivasi untuk belajar.

Gambar

Tabel 9: Susunan Acara Lokakarya Komunikasi Interpersonal Guru Pendidikan Agama Katolik Guna Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa  ...........................
Gambar di atas menunjukkan gambaran proses komunikasi interpersonal
Tabel 1 A-A Procedure
Tabel 4 Kuesioner I: Hasil Komunikasi Interpersonal
+3

Referensi

Dokumen terkait