• Tidak ada hasil yang ditemukan

smk11 TeknikMesinIndustri Sunyoto

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "smk11 TeknikMesinIndustri Sunyoto"

Copied!
215
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Sunyoto
    • Karnowo
    • S. M. Bondan Respati
  • Sekolah: Sekolah Menengah Kejuruan
  • Mata Pelajaran: Teknik Mesin
  • Topik: Teknik Mesin Industri Jilid 2
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2008
  • Kota: Jakarta

I. DASAR KEJURUAN

Bagian ini menjelaskan tentang dasar-dasar ilmu statika yang menjadi fondasi penting dalam teknik mesin. Topik yang dibahas meliputi tegangan tarik, tekan, geser, bending, dan torsi. Pemahaman konsep-konsep ini esensial bagi siswa SMK untuk dapat menganalisis dan merancang komponen mesin dengan benar. Selain itu, bagian ini juga memperkenalkan elemen mesin seperti rem, roda gigi, dan bantalan, yang merupakan bagian integral dari sistem mekanik. Dengan pemahaman yang kuat tentang dasar-dasar ini, siswa diharapkan dapat menerapkan teori ke dalam praktik di lapangan.

1.1. Tegangan Tarik dan Tekan

Tegangan tarik dan tekan adalah dua konsep fundamental dalam mekanika yang menggambarkan respons material terhadap gaya. Pemahaman tentang bagaimana material bereaksi terhadap gaya ini sangat penting untuk desain struktur yang aman dan efisien. Di SMK, siswa diajarkan untuk menghitung dan menganalisis tegangan ini, yang akan membantu mereka dalam merancang komponen mesin yang dapat menahan beban yang diberikan.

1.2. Rasio Poison

Rasio Poisson adalah parameter penting yang menggambarkan deformasi lateral material ketika dikenakan tegangan. Memahami rasio ini membantu siswa dalam memilih material yang tepat untuk aplikasi tertentu dan dalam merancang elemen mesin yang lebih efisien dan aman. Pendidikan tentang rasio Poisson juga mendukung pengembangan keterampilan analitis siswa dalam bidang teknik mesin.

1.3. Tegangan Geser

Tegangan geser terjadi ketika gaya diterapkan secara paralel terhadap permukaan material. Konsep ini penting dalam desain sambungan dan pengelasan, di mana geseran dapat menyebabkan kegagalan. Siswa SMK diajarkan untuk menghitung tegangan geser untuk memastikan bahwa sambungan yang mereka desain akan aman dan dapat berfungsi dengan baik dalam aplikasi nyata.

1.4. Tegangan Bending

Tegangan bending terjadi ketika sebuah elemen mengalami momen yang menyebabkan deformasi. Pemahaman tentang tegangan ini penting bagi siswa untuk merancang balok dan struktur lainnya yang dapat menahan beban. Dalam konteks pendidikan, siswa dilatih untuk menganalisis dan menghitung tegangan bending untuk memastikan bahwa desain mereka memenuhi standar keselamatan.

1.5. Torsi

Torsi adalah gaya yang menyebabkan objek berputar. Dalam teknik mesin, pemahaman tentang torsi sangat penting untuk desain poros dan sistem transmisi. Siswa SMK belajar bagaimana menghitung torsi dan memahami dampaknya terhadap kinerja mesin. Ini juga membantu mereka dalam merancang komponen yang lebih efisien dan dapat diandalkan.

II. MEMAHAMI PROSES-PROSES DASAR KEJURUAN

Bagian ini membahas berbagai proses dasar dalam teknik mesin yang meliputi pengecoran logam, pembentukan logam, dan penggunaan mesin perkakas. Siswa diajarkan tentang teknik-teknik ini untuk memahami bagaimana material diubah menjadi produk akhir. Pengetahuan ini sangat penting untuk pengembangan keterampilan praktis siswa dalam bidang teknik mesin dan untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di industri.

2.1. Mengenal Proses Pengecoran Logam

Proses pengecoran logam adalah teknik dasar yang digunakan untuk membentuk logam menjadi produk yang diinginkan. Siswa SMK belajar tentang berbagai metode pengecoran, termasuk pengecoran pasir dan pengecoran cetakan. Pengetahuan ini penting untuk memahami cara kerja material dan teknik yang digunakan dalam produksi komponen mesin.

2.2. Mengenal Proses Pembentukan Logam

Pembentukan logam mencakup berbagai teknik yang digunakan untuk membentuk logam tanpa mengubah volume material. Siswa diperkenalkan pada teknik-teknik seperti penekanan, penggulungan, dan pembengkokan. Memahami proses ini membantu siswa dalam merancang komponen yang lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan aplikasi industri.

2.3. Proses Mesin Perkakas

Bagian ini membahas penggunaan mesin perkakas dalam proses pembuatan komponen. Siswa belajar tentang berbagai jenis mesin, termasuk mesin bubut dan mesin frais, serta cara penggunaannya. Pengetahuan ini sangat penting untuk pengembangan keterampilan praktis dan pemahaman tentang bagaimana mesin digunakan dalam produksi.

III. MENGENAL PROSES MESIN KONVERSI ENERGI

Proses mesin konversi energi adalah inti dari teknik mesin, di mana energi diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Siswa diajarkan tentang termodinamika dan prinsip dasar yang mendasari konversi energi. Memahami proses ini penting bagi siswa untuk merancang dan menganalisis sistem yang efisien dalam penggunaan energi.

3.1. Termodinamika

Termodinamika adalah studi tentang hubungan antara panas dan energi. Siswa SMK belajar tentang hukum-hukum termodinamika yang mengatur konversi energi dalam mesin. Pengetahuan ini penting untuk memahami bagaimana mesin bekerja dan bagaimana efisiensi energi dapat ditingkatkan.

3.2. Bentuk-bentuk Energi

Siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk energi, termasuk energi kinetik, potensial, dan termal. Memahami bentuk-bentuk energi ini sangat penting untuk merancang sistem yang dapat mengkonversi energi secara efisien. Ini juga membantu siswa dalam memahami aplikasi praktis dari teori yang mereka pelajari.

3.3. Hukum Termodinamika

Hukum-hukum termodinamika menjelaskan bagaimana energi berpindah dan diubah. Siswa belajar tentang hukum pertama dan kedua termodinamika, yang merupakan dasar untuk memahami efisiensi mesin. Pengetahuan ini penting untuk membantu siswa merancang sistem yang dapat mengoptimalkan penggunaan energi.

IV. MEREALISASIKAN KERJA AMAN BAGI MANUSIA, ALAT DAN LINGKUNGAN

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah aspek penting dalam teknik mesin. Siswa diajarkan tentang peraturan K3 dan prosedur yang harus diikuti untuk memastikan keselamatan di tempat kerja. Memahami aspek ini penting untuk melindungi diri sendiri dan orang lain saat bekerja dengan mesin dan alat berat.

4.1. Pendahuluan

Pendahuluan ini menjelaskan pentingnya keselamatan kerja dalam bidang teknik mesin. Siswa diperkenalkan pada konsep dasar K3 dan mengapa hal ini harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas industri. Pengetahuan ini membantu siswa untuk mengembangkan sikap yang bertanggung jawab terhadap keselamatan.

4.2. Peraturan Perundangan K3

Siswa belajar tentang berbagai peraturan dan undang-undang yang mengatur keselamatan kerja. Memahami peraturan ini penting untuk memastikan bahwa praktik kerja sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan. Ini juga membantu siswa untuk menjadi lebih sadar akan risiko yang mungkin mereka hadapi.

4.3. Prosedur Penerapan K3

Prosedur penerapan K3 adalah langkah-langkah yang harus diambil untuk memastikan lingkungan kerja yang aman. Siswa diajarkan tentang prosedur ini dan bagaimana menerapkannya dalam praktik. Pengetahuan ini penting untuk menciptakan budaya keselamatan di tempat kerja.

Gambar

Gambar 8.14  Pompa lobe
Gambar 8.15  Pompa lobe dengan 3 buah lobe
Gambar 8.17 Proses penekanan zat cait pada pompa 2 buah ulir
Gambar 8.19 Pompa ulir tunggal ( progresive cavity singgle skrup pump)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat air dalam ketel dipanasi, maka air panas dalam ketel naik mengisi tangki penyim- panan dan air dingin dalam tangki penyimpanan turun ke ketel pe- manasan sehingga

Klien ke 2 dilakukan kompres hangat sama waktunya di hari kedua masuk ruang rawat inap karena klien panas naik turun ada mual dan muntah, klien dilakukan observasi suhu tubuh nya dan