• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MEKANISME GOODCORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI PADA PERUSAHAAN NON KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MEKANISME GOODCORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI PADA PERUSAHAAN NON KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA."

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI PADA PERUSAHAAN

NON KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

OLEH:

LISNARIA ERNAWATY SIDABUTAR NIM. 7112220004

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

iii

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan syukur, hormat dan kemuliaan hanya kepada Tuhan Yesus

Kristus Yang Maha Kuasa, karena kasih dan anugerahNya yang begitu besar

kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Non Keuangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”.

Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi,

Universitas Negeri Medan. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa

hormat dan terimakasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si, selaku Rektor Universitas

Negeri Medan.

2. Bapak Drs. Kustoro Budiarta, ME, selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Medan.

3. Bapak Drs. Thamrin, M.Si, selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Medan.

4. Bapak Muhammad Ishak, SE, M.Si, Ak, selaku Ketua Jurusan Akuntansi

Universitas Negeri Medan dan Dosen Pembimbing Skripsi saya yang telah

banyak memberikan motivasi dan arahan selama penyusunan skripsi ini.

5. Bapak Dr. Nasirwan, SE, M.Si, Ak, selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi

(6)

iv

6. Bapak Drs. Surbakti Karo-karo, M.Si, Ak, selaku dosen pembimbing

akademik dan penguji skripsi saya yang telah banyak memberikan saran dan

masukan dalam penyusunan skripsi ini dan selama masa perkuliahan

berjalan.

7. Bapak Drs. La Ane, M.Si, selaku dosen penguji skripsi saya yang telah

banyak memberikan saran dan masukan dalam penyusunan skripsi ini.

8. Ibu Tapi Rumondang S. Siregar SE, M.Acc, selaku dosen penguji skripi

saya yang telah banyak memberikan saran dan masukan dalam penyusunan

skripsi ini.

9. Seluruh Dosen Jurusan Akuntansi yang telah banyak memberikan

bimbingan dan pengetahuan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan,

serta para Pegawai dan Staff Administrasi Fakultas Ekonomi Universitas

Negeri Medan terkhusus buat bang Riky terimakasih atas seluruh

bantuannya dalam proses pengurusan administrasi.

10.Orangtuaku W. Sidabutar dan R. Silaban. Terimakasih atas doa, didikan,

nasihat, materi, motivasi dan kasih sayang yang begitu besar bagi diriku.

11.Adik-adikku tersayang Chris Octavianti, Henrico Eduard, Riyanti Agustina

yang selama ini senantiasa selalu mendoakanku. Rajin-rajin belajar

adik-adikku, agar bisa menggapai cita-cita dan membahagiakan orang tua kita.

12.Teman-teman seperjuangan Stambuk 2011 B. Aurelia, Marisah, Lamria,

Ismi, Nurdelima, Meirince, Helen, Rehmalem, Rince, Yayi, Mae, Anggi,

(7)

v

Suci, Riska, Indri, Laily, Joko, Wahyu, Eko. Terimakasih buat canda tawa

yang telah kita lewati bersama selama 3 setengah tahun ini.

13. Kesan “EXCELLENT” dan “CAREPOE” (Kak Tika, kak Septi , kak Dessy,

kak Koni, kak Ratna, Bg Fernandus, Bg Vici, Bg Alfian, Ocha, Febrina,

Leni, Intan, Elisabet, kak Susan) sebagai keluarga kedua bagiku di Medan

yang luar biasa yang selalu ada baik suka maupun duka. Love you Guys,

terima kasih untuk doa, dukungan dan kasih kalian semuanya.

14.Kepada Abang Vici Manalu, SE yang telah banyak membantu dalam proses

pengolahan data skripsi saya. Semoga sukses ya bang dalam pekerjaan dan

rokkap dari Tuhan.

15.Kepada Kak Koni, SE yang telah membantu ku dalam pencarian ulang data

penelitian. Makasih buat kerja keras kalian ditengah malam selama ini yang

selalu lembur tidur di ruang tengah. Dan buat Elshinta, SE yang menjadi

teman seperjuangn terbaik dalam penyelesaian skripsi ini yang

kadang-kadang terjadi konflik diantara kita yang membuat kita semakin dewasa

untuk kedepannya. Sukses buat kita ya teman.

16.Buat adik-adik ku IFRS , terimakasih buat dukungan dan doanya. Cepat

menyusul ya .

17.Buat teman kos jalan Suluh Gang Pinang No.9 (Septi, Tika, Koni, Ratna,

Elshinta, Febrina, Maria dan Nantulang). Terimakasih banyak buat hal-hal

yang telah terjadi baik suka maupun duka selama kita tinggal bersama-sama

(8)

vi

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna,

karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang dapat

membangun ke arah yang lebih baik lagi. Dengan segala kerendahan hati

penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi berbagai pihak.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga Tuhan Yang Maha

Kuasa memberikan imbalan yang setimpal atas Kasih, jerih payah dan

dukungan mereka. Kiranya damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus yang

melampaui segala akal dan pikiran senantiasa menyertai kita . Amin

Medan, Maret 2015

Penulis,

Lisnaria E. Sidabutar

(9)

i ABSTRAK

Lisnaria Ernawaty Sidabutar. 7112220004. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Non Keuangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan, 2015.

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen dan kualitas audit berpengaruh simultan terhadap peringkat obligasi pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan terdaftar dalam peringkat obligasi yang dikeluarkan oleh PT PEFINDO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen dan kualitas audit terhadap peringkat obligasi pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013. Dari 33 perusahaan yang terdaftar dipilih 9 perusahaan sampel dengan menggunakan metode

purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

sekunder, dengan cara mengumpulkan laporan keuangan tahunan dan dipublikasikan dalam periode pengamatan yang di download dari situs

www.idx.co.id dan peringkat obligasi di download dari situs

www.new.pefindo.com. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik

deskriptif, uji asumsi klasik dan uji regresi logistik dengan software SPSS 20. Hasil pengujian hipotesis yang diperoleh dengan taraf signifikan 5 % menunjukkan bahwa secara simultan probabilitas signifikan kepemilkan institusional, kepemilikan manjerial, komisaris independen, kualitas audit (0,005 < 0,05) yang mengartikan bahwa variabel kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen dan kualitas audit berpengaruh secara simultan terhadap peringkat obligasi.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa vaiabel kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen dan kualitas audit berpengaruh secara simultan terhadap peringkat obligasi. Hasil penelitian ini sejalan dengan Adhi Prasetiyo (2010) dan Setyapurnama dan Norpratiwi (2006) dengan hasil komisaris independen dan kualitas audit berpengaruh terhadap peringkat obligasi dan tidak sejalan dengan Ayu Gandar Utami (2012) dan Stevani Pranata (2011).

(10)

ii ABSTRACT

Lisnaria Ernawaty Sidabutar. 7112220004. Effects of Good Corporate Governance Mechanism Of Bond Ratings on Non-Financial Company Listed on the Indonesian Stock Exchange. Thesis, Department of Accounting, Faculty of Economics, University of Medan, 2015.

The problems discussed in this study the effect of institutional and managerial ownership, independent directors and audit quality simultaneous effect on bond ratings on non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange and listed on bond ratings which published by PT PEFINDO. This study aims to determine whether there was an effect of institutional and managerial ownership, independent directors and audit quality on bond ratings on non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange.

The population in this study are all non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2010-2013. Of the 33 listed companies selected nine companies sampled using purposive sampling method. The data used in this research is secondary data, by collecting the annual financial statements and published within the period of observation are downloaded from the site www.idx.co.id and bond rating www.new.pefindo.com downloaded from the site. The data analysis technique used is descriptive statistics, the classical assumption test and logistic regression with SPSS software 20.

The results obtained by testing the hypothesis that a significant level of 5% indicates that the simultaneous significant probability kepemilkan institutional, managerial ownership, independent directors, audit quality (0.005 <0.05), which means that the variable institutional ownership, managerial ownership, independent directors and audit quality effect simultaneously on bond ratings.

The conclusion of this study stated that vaiabel institutional ownership, managerial ownership, independent directors and audit quality simultaneous effect on bond ratings. The results are consistent with Adhi Prasetiyo (2010) and

Setyapurnama and Norpratiwi (2006) with the results of independent directors

and audit quality affect the bond ratings and not in line with Ayu Gandar Utami (2012) and Stevani Pranata (2011).

(11)

vii DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN

SURAT PERNYATAAN

ABSTRAK ... i

ABSTRACK ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 7

1.3Pembatasan Masalah ... 8

1.4Rumusan Masalah ... 8

1.5Tujuan Penelitian... 8

(12)

viii

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA... 10

2.1 Kerangka Teoritis ... 10

2.1.1 Teori Keagenan ... 10

2.1.2 Mekanisme Good Corporate Governance ... 13

2.1.3 Prinsip-prinsip Good Corporate Governance ... 20

2.1.4 Teori Sinyal ... 22

2.1.5 Obligasi ... 23

2.1.5.1 Pengertian Obligasi ... 23

2.1.5.2 Jenis-jenis Obligasi ... 23

2.1.5.3 Karakteristik Obligasi ... 25

2.1.5.4 Risiko-risiko Obligasi ... 26

2.1.6 Peringkat Obligasi ... 27

2.1.7 Penelitian Terdahulu ... 32

2.1.8 Kerangka Berpikir ... 35

2.1.9 Hipotesis Penelitian ... 38

(13)

ix

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 39

3.2 Populasi dan Sampel... 39

3.2.1 Populasi ... 39

3.2.2 Sampel ... 40

3.3 Jenis dan Sumber Data ... 41

3.4 Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ... 41

3.4.1 Variabel Dependen ... 41

3.4.2 Variabel Independen ... 43

3.4.2.1 Kepemilikan Institusional ... 43

3.4.2.2 Kepemilikan Manajerial ... 43

3.4.2.3 Komisaris Independen... 44

3.4.2.4 Kualitas Audit ... 44

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 44

3.6 Metode Analisis Data ... 45

3.6.1 Statistik Deskriptif ... 45

3.6.2 Uji Asumsi Klasik ... 45

(14)

x

3.6.4 Pengujian Hipotesis ... 49

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 50

4.1 Hasil Penelitian ... 50

4.1.1 Gambaran Umum Sampel ... 50

4.2 Metode Analisis Data ... 52

4.2.1 Statistik Deskriptif ... 52

4.2.2 Hasil Uji Asumsi Klasik ... 55

4.2.3 Regresi Logistik ... 57

4.2.4 Pegujian Hipotesis dengan Omnibus Test ... 62

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 65

5.1 Kesimpulan ... 65

5.2 Saran ... 65

DAFTAR PUSTAKA ... 66

(15)
(16)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel Hal

2.1 Arti peringkat Obligasi PT PEFINDO ... 28

2.2 Ringkasan Penelitian Terdahulu ... 34

3.1 Kategori Peringkat Obligasi ... 42

4.1 Penentuan Sampel ... 51

4.2 Daftar Sampel Perusahaan ... 52

4.3 Hasil Statistik Deskriptif ... 53

4.4 Hasil Uji Autokorelasi ... 56

4.5 Durbin Watson Test Bound (5%) ... 56

4.6 Hasil Uji Mulitikolinearitas ... 57

4.7 Hosmer and Lemeshow Test ... 58

4.8 Blok Number = 0 ... 58

4.9 Blok Number = 1 ... 59

4.10 Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 60

4.11 Hasil Uji Koefisian Regresi Logistik ... 61

(17)

xii

DAFTAR GAMBAR

(18)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A TABULASI DATA SAMPEL

LAMPIRAN B HASIL OUTPUT SPSS 20

(19)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Seorang pemilik modal yang berminat membeli obligasi, sudah seharusnya

memperhatikan peringkat obligasi karena peringkat tersebut memberikan

informasi dan memberikan signal tentang probabilitas kegagalan utang suatu

perusahaan. Pasar modal di Indonesia memiliki berbagai macam pilihan sekuritas

, yaitu investasi dalam bentuk surat kepemilikan (saham) dan investasi dalam

bentuk surat utang (obligasi). Menurut Purwaningsih (2008), obligasi menarik

bagi investor dikarenakan kelebihan dalam hal keamanannya bila dibandingkan

dengan saham yaitu (1) volatilitas saham lebih tinggi dibandingkan dengan

obligasi sehingga daya tarik saham berkurang, dan (2) obligasi menawarkan

tingkat return yang positif dan memberikan pendapatan yang tetap.

Peringkat obligasi merupakan skala resiko dari semua obligasi yang

diperdagangkan. Skala tersebut menunjukkan tingkat keamanan suatu obligasi

bagi investor. Keamanan ini ditunjukkan oleh kemampuan emiten sebagai

penerbit obligasi dalam membayar bunga dan pelunasan pokok obligasi pada

akhir masa jatuh temponya. Peringkat obligasi penting karena memberikan

pernyataan yang informatif dan memberikan signal probabilitas kegagalan hutang

perusahaan.

Perusahaan penerbit obligasi mempunyai kewajiban untuk membayar

bunga secara periodik serta pokok pinjamannya sampai pada saat jatuh tempo.

(20)

2

perusahaan penerbit obligasi maupun dari pihak investor yang akan menanamkan

modalnya di obligasi. Dilihat dari perusahaan penerbit obligasi, obligasi

diterbitkan dengan tujuan untuk mendapatkan dana yang cukup untuk menunjang

segala aktivitas dari perusahaan. Hal ini dikarenakan obligasi merupakan suatu

alternatif pendanaan yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pinjaman dari

pihak lain seperti bank. Dilihat dari sisi pihak investor, obligasi merupakan suatu

alternatif investasi yang aman dibandingkan dengan investasi saham, hal ini

dikarenakan obligasi memberikan penghasilan yang tetap berupa kupon bunga

yang akan dibayarkan secara tetap dengan tingkat bunga yang kompetitif serta

po-kok utang yang akan dibayar tepat waktu pada saat obligasi jatuh tempo dalam

waktu yang ditentukan (Susilowati dan Sumarto, 2010).

Meskipun obligasi dianggap sebagai investasi yang aman, namun obligasi

tetap memiliki resiko. Salah satu resiko tersebut adalah ketidakmampuan

perusahaan untuk melunasi obligasi kepada investor. Fenomena di Indonesia yang

terjadi pada beberapa emiten yang gagal bayar (default) kebetulan memiliki

peringkat layak investasi yaitu PT. Mobile-8 Telecom Tbk., perusahaan telekomunikasi pencipta FREN. Obligasi Rupiahnya senilai Rp 675 milyar yang jatuh tempo Maret 2012, telah 2 kali gagal membayar

kupon periode 15 Maret 2009 dan 15 Juni 2009. Selain Rupiah, anak usaha emiten

ini, Mobile-8 Telecom Finance Company BV, juga dinyatakan gagal bayar oleh

wali amanat obligasi Dollar-nya yang diterbitkan Agustus 2007 dan jatuh tempo

Maret 2013 senilai US$ 100 juta, DB Trustees, tanggal 16 Desember 2008

(21)

3

Mediacom Tbk. kepada Jerash Investment September 2008 dari 59%

menjadi 19%. Agen pemeringkat hanya dapat menilai setelah terjadinya suatu

peristiwa yang menyebabkan 3 perubahan peringkat sehingga menyebabkan para

pelaku pasar lebih memperhatikan informasi yang dimiliki perusahaan secara

langsung sebagai dasar keputusan investasi obligasi.

Corporate governance sebagai seperangkat peraturan yang mengatur

hubungan antara pemegang saham, pengelola perusahaan, pihak kreditur,

pemerintah, karyawan serta pemegang saham intern dan ekstern lainnya yang

berikatan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu

sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan (Forum of Corporate

Governance, 2000). Dalam beberapa penelitian mekanisme penerapan corporate governance dinilai mampu meningkatkan kredibilitas perusahaan sehingga

berdampak baik bagi perusahaan di mata investor. Penelitian Paranandhi (2013)

membuktikan bahwa hasil dari skor Corporate Governance Perception Index

(CGPI) berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi perusahaan. Perusahaan

yang memiliki peringkat obligasi tinggi dinilai mampu untuk melunasi bunga dan

dan pokok utang yang dimiliki perusahaan tersebut. Tentu saja perusahaan ini

tidak dianggap perusahaan yang terlalu beresiko apabila perusahaan lain hendak

membeli obligasi yang telah dikeluarkan. Corporate governance sebagai alat

kontrol perusahaan membuat para kreditur yakin dalam memberikan dana

pinjaman yang akan diberikannya kepada sebuah perusahaan.

Menurut Komite Cadbury dalam (Purno 2013) , Good Corporate

(22)

4

agar mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan

dalam memberikan pertanggungjawabannya kepada para shareholder khususnya,

dan stakeholder pada umumnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengatur

kewenangan direktur, manajer, pemegang saham, dan pihak lain yang

berhubungan dengan perkembangan perusahaan di lingkungan tertentu.

Sebelum diperjualbelikan di pasar modal, obligasi harus melalui proses

pemberian peringkat (rating) dan dilakukan oleh suatu lembaga yaitu agen

pemeringkat obligasi (Rating Agency). Agen pemeringkat adalah suatu lembaga

independen yang menerbitkan peringkat serta memberikan informasi mengenai

risiko kredit untuk berbagai surat hutang (bond rating atau peringkat obligasi)

maupun peringkat untuk perusahaan itu sendiri (general bond rating).

Proses pemeringkatan berguna untuk menilai kinerja perusahaan dari

berbagai faktor yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan

keuangan perusahaan. Berdasar informasi peringkat obligasi, investor dapat

mengetahui return yang diharapkan dan risiko yang dimiliki obligasi tersebut.

Setyapurnama dan Norpratiwi (2009), peringkat obligasi yang diberikan oleh agen

pemeringkat dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu investment grade (AAA, AA,

A, dan BBB) dan non-investment grade (BB, B, CCC, dan D).

Ada tiga lembaga pemeringkat di Indonesia yaitu PT PEFINDO

(Pemeringkat Efek Indonesia), PT Kasnic Credit Rating Indonesia dan PT Fitch

Ratings Indonesia. Penelitian ini menggunakan peringkat obligasi yang

diterbitkan oleh PT PEFINDO karena lembaga ini mempublikasikan peringkat

(23)

5

ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan lembaga pemeringkat lainnya. Dalam

memberikan peringkat pada suatu obligasi, lembaga pemeringkat mempunyai

kriteria tersendiri untuk menilai kinerja yang dimiliki perusahaan, seperti tingkat

rentabilitas, solvabilitas atau profitabilitas yang dimiliki perusahaan tersebut.

Semakin tinggi peringkat yang diberikan maka investasi yang dilakukan akan

semakin menguntungkan (Cendikia, 2013).

Penelitian Bhojraj dan Sengupta (2003), Rinaningsih (2008), Schleifer

dan Vishny (1997), Sanders dan Allen (1993) dan Asbaugh et al. (2004)

menunjukkan bahwa elemen-elemen dari mekanisme corporate governance

yaitu persentase kepemilikan institusional, proporsi dewan komisaris

independen, persentase kepemilikan manajerial, kualitas audit dan komite

audit memiliki peranan yang signfiikan di dalam mempengaruhi peringkat

obligasi perusahaan.

Penelitian ini merupakan replikasi penelitian dari Purno (2013) , tentang “Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance terhadap Kinerja Perbankan

pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”. dimana

variabel mekanisme Good Corporate Governance yang terdiri dari kepemilikan

instistusional, kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, komisaris

independen, ukuran dewan direksi, komite audit berpengaruh signifikan terhadap

kinerja perbankan dengan menggunakan alat ukur ROA . Sedangkan penelitian

ini menggunakan variabel dependen terhadap peringkat obligasi , karena peringkat

obligasi merupakan skala resiko dari semua obligasi yang diperdagangkan dan

(24)

6

penting karena memberikan pernyataan yang informatif dan memberikan sinyal

tentang probabilitas kegagalan hutang suatu perusahaan.

Proksi yang digunakan dalam mengukur corporate governance adalah

kempemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen, dan

kualitas audit diharapkan mampu mengkontrol perusahaan menjadi perusahaan

yang sehat sehingga para kreditur yakin dan percaya terhadap perusahaan tersebut.

Kepemilikan institusional merupakan salah satu hal penting dalam

pengawasan kinerja manajemen. Kepemilikan saham perusahaan merupakan

pihak-pihak eksternal yang berbentuk suatu instansi yang memiliki hak saham

atas perusahaan tersebut yang tercatat pada laporan keuangan pada akhir tahun.

Beberapa kelebihan yang dirasakan perusahaan dengan adanya kepemilikan

institusional ini adalah adanya profesionalisme yang tinggi dalam menganalisis

informasi yang diberikan oleh pihak manajemen dan juga adanya motivasi yang

kuat untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat atas aktivitas perusahaan.

Kepemilikan saham oleh manajer tentu saja mengakibatkan manajer juga

mengiginkan return saham yang baik. Untuk mencapai tujuan mendapatkan return

saham yang baik maka manajer sebagai pengambil keputusan akan mengambil

keputusan yang sembarangan. Keputusan-keputusan yang diambil manajer tentu

akan berakibat kepada kinerja perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan yang

baik tentu saja dianggap baik oleh para kreditur, hal ini dikarenakan anggapan

kreditur bahwa debitur mampu melunaskan kewajibannya. Kinerja keuangan

perusahaan yang baik juga berdampak pada kecilnya return yang diharapkan

(25)

7

Komisaris independen yang bersifat independen bertanggung jawab untuk

mengawasi manajemen. Hal ini berguna untuk mencapai tujuan corporate

governance yang menghendaki adanya prinsip transparansi dan independensi

dalam sebuah perusahaan. Penelitian (Herawaty dalam Juniarti 2009)

menyimpulkan bahwa keberadaan komisaris independen membuat penyajian

laporan keuangan yang lebih terintegritas dan berdampak pada kinerja manajemen

yang lebih baik.

Perusahaan yang diaudit oleh Kantor Akuntan besar tentu saja memiliki

kualitas audit yang lebih baik dibandingkan kantor akuntan yang kecil. Hal ini

dikarenakan kualitas sumber daya manusia dalam kantor akuntan besar lebih baik.

Berdasarkan teori dan fenomena diatas maka peneliti tertarik untuk

meneliti ”Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governanvce Terhadap

Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Non Keuangan Yang Terdaftar Di

Bursa Efek Indonesia ”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas maka dapat

diidentifikasikan masalah sebagai berikut :

1. Apakah Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap peringkat obligasi ?

2. Apakah Kepemilikan Manajerial berpengaruh terhadap peringkat obligasi ?

3. Apakah Komisaris Independen berpengaruh terhadap peringkat obligasi ?

(26)

8

5. Apakah Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Komisaris

Independen dan Kualitas Audit secara bersama-sama berpengaruh terhadap

peringkat obligasi ?

1.3 Pembatasan Masalah

Penelitian ini dibatasi dari konstruk Mekanisme Good Corporate

Governance. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh

Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Komisaris Independen , dan

Kualitas Audit terhadap peringkat obligasi pada perusahaan non keuangan yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka yang

menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah Kepemilikan

Institusional, Kepemilikan Manajerial, Komisaris Independen dan Kualitas Audit

berpengaruh terhadap peringkat obligasi pada perusahaan non keuangan yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah :

Untuk mengetahui apakah ada pengaruh Kepemilikan Institusional,

Kepemilikan Manajerial, Komisaris Independen dan Kualitas Audit terhadap

(27)

9

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Perusahaan non keuangan, diharapkan penelitian ini dapat

memberikan masukan mengenai pengaruh Good Corporate Governance

terhadap peringkat obligasi yang dijual di pasar modal.

2. Bagi investor yang ingin berinvestasi di pasar obligasi, diharapkan

penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dalam berinvestasi di dalam

obligasi.

3. Bagi Peneliti

Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan

peneliti tentang pengaruh mekanisme Good Corporate Governance

(28)

65

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian yang telah diuraikan sebelumnya

dengan menggunakan uji simultan (Omnibus Test) disimpulkan bahwa

kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen dan

kualitas audit berpengaruh secara bersama-sama terhadap peringkat obligasi

perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kesimpulan ini

didasarkan pada pengujian yang memberikan hasil signifikansi 0,005 lebih kecil

dari 0,05 yang berarti menerima hipotesis.

5.2 Saran

Berdasarkan keterbatasan penelitian diatas, maka saran yang dapat

diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut :

1. Dalam penelitian ini hanya menggunakan 4 proksi dari good corporate

governance, maka sebaiknya pada penelitian selanjutnya dapat

menambahkan beberapa variabel lain dari mekanisme good corporate

governance.

2. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan sampel perusahaan

yang lebih banyak, bukan hanya perusahaan non keuangan tetapi seluruh

perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, karena dalam regresi

(29)

66

DAFTAR PUSTAKA

Adrian, Nicko. 2011. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Peringkat Obligasi pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Skripsi . Semarang : Universitas Diponegoro.

Bhoraj, Sanjeev dan Parta Sengupta. 2003. Effect of Corporate Governace on Bond Rating and Yields : The Role of Institusional Investors and Outside Directors. The Journal of Bussiness (Juli): 455-475.

Cendikia Paranandhi, Haryanto. “Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance terhadap Risiko Kredit Perusahaan Non Keuangan”.

Diponegoro Journal Accounting , Volume 2, Nomor 2 Tahun 2013,

Halaman 1.

Fakultas Ekonomi. 2013. Buku Pedoman Penulisan Skripsi, Medan : UNIMED.

Forum for Corporate Governance in Indonesia. 2000. “Peranan Dewan Komisaris

dan Komite Audit Dalam Pelaksanaan Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan)”.

Ghozali, imam. 2012. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS

20. Edisi 6. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Herawaty, Vinola. 2008. “Peran Praktik Corporate Governance sebagai

Moderating Variable dari Pengaruh Earnings Management terhadap Nilai Perusahaan”. Simposium Nasional Akuntansi XI. Pontianak.

Houston, dan Brigham. 2006. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Ikhsan & Misri . 2012. Metodologi Penelitian. Bandung : Citapustaka Media Perintis.

Jelita, Lea, Gyna. 2014. Pengaruh Mekanisme Corporate Governance terhadap Peringkat Obligasi pada Perusahaan Non Keuangan yang terdaftar di BEI , Skripsi. Semarang : Universitas Diponegoro.

Jensen, M. C. & Meckling, W. H. 1976. Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure. Journal of Financial Economics 3(4): 305-360.

Juniarti., Agnes Sentosa. 2009. Pengaruh Corporate Governance, Voluntary

Disclosure terhadap Biaya Hutang (Cost of Debt). Jurnal Akuntansi dan

(30)

67

Luciana Spica Almilia dan Vieka Devi. “Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Peringkat Obligasi pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, Proceeding Seminar Nasional Manajemen SMART , Universitas Kristen Maranatha Bandung, 3 November 2007.

Luky Susilowati dan Sumarto. “Memprediksi Tingkat Obligasi Perusahaan

Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia”. Jurnal Mitra

Ekonomi dan Manajemen Bisnis, Vol.1, No.2, Oktober 2010, 163-175.

Magreta dan Poppy Nurmayanti, 2009. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Prediksi Peringkat Obligasi Ditinjau dari Faktor Akuntansi dan Non

Akuntansi”, Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Volume 11 Nomor 3,

Hal.143-154.

N. Agus Sunarjanto dan Daniel Tulasi.“Kemampuan Rasio Keuangan dan Corporate Governance Memprediksi Peringkat Obligasi Pada Perusahaan

Consumer Goods”, Jurnal Keuangan dan Perbankan, Vol.17, No.2 Mei

2013, hlm. 230–242.

Nurnyaman. 2008. “Pengaruh Konsentrasi Kepemilikan, Ukuran Perusahaan,

dan Mekanisme Corporate Governance terhadap Manajemen Laba”. Simposium Nasional Akuntansi XI. Pontianak.

Paranandhi, Cendikia. 2013. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance

Terhadap Risiko Kredit Non Keuangan. Skripsi S1. Universitas

Diponegoro. Semarang .

Pranata, Stevani. 2011. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Peringkat Obligasi, Skripsi. Yogyakarta : Universitas Atma Jaya.

Prasetiyo, Adhi. 2010. Pengaruh Mekanisme Corporate Governance dan Profitabilitas Perusahaan terhadap Peringkat Obligasi yang terdaftar di BEI, Skripsi. Semarang : Universitas Diponegoro.

Purno, Bambang, Lystio. 2013. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perbankan pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesai, Skripsi. Semarang : Universitas Negari Semarang.

Purwaningsih, Anna. 2008. Pemilihan Rasio Keuangan Terbaik untuk

Memprediksi Peringkat Obligasi. Studi pada Perusahaaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ Yogyakarta : Universitas Atma Jaya. Jurnal Bisnis

(31)

68

Raharja & Sari, M.P. 2008. Kemampuan Rasio Keuangan dalam Memprediksi Peringkat Obligasi (PT Kasnic Credit Rating). Jurnal Maksi , 8(2): 212- 232.

Rika Yuliana, Agus Budiatmanto Muhammad Agung Prabowo, Taufik Arifin.

“Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi

Pada Perusahaan Keuangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.” Simposium Nasional Akuntansi XIV Aceh 2011.

Rosmita Rasyid, Ervina Joice Kostaman. “Analisis Pengaruh Mekanisme Good

Corporate Governance dan Profitabilitas Perusahaan terhadap Peringkat

Obligasi”. Jurnal Akuntansi, Volume 13, Nomor 1, April 2013:787-802.

Sejati, Putri, Grace. “Analisis Faktor Akuntansi dan Non Akuntansi dalam Memprediksi Peringkat Obligasi Perusahaan Manufaktur”. Bisnis & Birokrasi, Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, Januari-April 2010 hlm. 70-78 Volume 17, Nomor 1.

Setyaningrum, Dyah. “Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap

Peringkat Surat Utang Perusahaan di Indonesia”. Jurnal Akuntansi dan

Keuangan Indonesia, Juli-Desember 2005, Vol. 2, No. 2, pp.73-102.

Setyapurnama, Yudi Santara dan A.M. Vianey Norpratiwi. 2009. “Pengaruh

Corporate Governance terhadap Peringkat Obligasi dan Yield Obligasi”.

Jurnal Akuntansi dan Bisnis, vol. 7, No. 2, Oktober 2010.

Sinurat, Fernandus. 2014. Pengaruh Penerapan Corporate Governance dan

Voluntary Disclosure terhadap Cost of Debt Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi S1.

Universitas Negeri Medan. Medan.

Siregar, Sartika. 2014. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi S1. Universitas Negeri Medan. Medan.

Susilowati, Luky dan Sumarto.2010. Memprediksi Tingkat Obligasi Perusahaan

Manufaktur yang Listing di BEI. Jawa Timur : Universitas Veteran.

Jurnal Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis, Vol.1, No.2-Oktober.

Tetty Widiyastuti, Djumahir, Nur Khusniyah.”Faktor-faktor yang Berpengaruh

terhadap Peringkat Obligasi (Studi pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)”. Jurnal Aplikasi Manajemen | Volume 12 | Nomor 2 | Juni 2014.

Gambar

Tabel                                                                                                                 Hal 2.1     Arti peringkat Obligasi PT PEFINDO ...............................................
Gambar                                                                                                             Hal 2.1      Kerangka Berpikir  ............................................................................

Referensi

Dokumen terkait

dewan pengawas syariah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela pada laporan tahunan bank umum syariah. Tidak seperti negara

Berdasarkan hasil analisis data distribusi frekuensi indikator objektif dalam Penerimaan Peserta Didik Baru Melalui Sistem Zonasi diperoleh data sebanyak 12 atau

Tarkasteltaessa koko aineiston ultraäänimittoj .en korrelaatoita teu- rasominaisuuksiin (taulukko 18) todetaan, että ominaisuudet ovat kes- kenään varsin hyvin

Pada anjing dan kucing misalnya kedua hewan ini memiliki waktu inkubasi virus rabies kurang lebih selama 2 minggu, tetapi ada juga yang dari 10 hari sampai dengan

Dengan melihat defenisi tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya suatu kegiatan pekerjaan dilakukan dalam rangka untuk mencapai suatu kinerja yang lebih baik

Dalam penelitian ini peneliti memberikan gambaran secara menyeluruh tentang fungsi sistem kredit semester (SKS) pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Surabaya,

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada kedua peneliti ketika guru di Sekolah Minggu A menyampaikan firman Tuhan kepada anak-anak, salah satu masalah yang paling

karena penderita memiliki lesi yang berulang seumur hidupnya sehingga akan berdampak terhadap kualitas hidup pasien yang secara tidak langsung juga