• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN TEKNIK SCAFFOLDING.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN TEKNIK SCAFFOLDING."

Copied!
47
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3.1 Klasifikasi Koefisien Korelasi
Tabel 3.3 berikut ini:
Tabel 3.5  Kesukaran Setiap Butir Soal
Tabel 3.6 Klasifikasi Daya Pembeda
+6

Referensi

Dokumen terkait

Data diperoleh dari instrumen tes, yaitu seperangkat soal berbentuk uraian untuk mengukur kemampuan penalaran induktif matematis siswa dan instrumen non tes, yaitu

Hal ini ditunjukkan dari peningkatan rata-rata pretest-posttest pada tes kemampuan komunikasi matematis siswa dikelas dengan model pembelajaran concept attainment yaitu dari

Hasil uji normalitas menunjuk- kan bahwa data pretest dan posttest kemampuan komunikasi matematis siswaberasal dari populasi yang berdistribusi normal.Oleh karena itu,

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar wawancara, soal pretest- posttest, lembar validasi, lembar observasi, angket motivasi belajar, dan

Teknik pengumpulan data langkah pertama pada tahap ini yaitu siswa diberikan lembar soal tes kemampuan komunikasi matematis diambil dengan menggunakan metode tes

Berdasarkan persentase tertinggi dari hasil pretest dan posttest untuk kelas kontrol, sebelum dilakukan pembelajaran diperoleh bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa

Hasil tersebut menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol sehingga secara umum kemampuan komunikasi matematis siswa yang diberikan

Data dalam penelitian ini diambil menggunakan angket kesiapan belajar, lembar observasi aktivitas guru, siswa dan komunikasi lisan siswa, serta tes evaluasi