• Tidak ada hasil yang ditemukan

PABRIK CHROMIUM TRIOXIDE DARI SODIUM DICHROMATE DAN ASAM SULFAT.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PABRIK CHROMIUM TRIOXIDE DARI SODIUM DICHROMATE DAN ASAM SULFAT."

Copied!
361
0
0

Teks penuh

(1)

DARI SODIUM DICHROMATE DAN ASAM SULFAT

PRA RENCANA PABRIK

Oleh :

PRESHELLYA ENGG K.W.

063101 0010

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR

(2)

PABRIK CHROMIUM TRIOXIDE

DARI SODIUM DICHROMATE DAN ASAM SULFAT

Oleh :

PRESHELLYA ENGG K.W.

063101 0010

Disetujui untuk diajukan dalam ujian lisan

Dosen Pembimbing

(3)

dengan segala rahmat serta karuniaNya sehingga penyusun telah dapat

menyelesaikan Tugas Akhir “Pra Rencana Pabrik Chromium Trioxide Dari

Sodium Dichromate Dan Asam Sulfat”, dimana Tugas Akhir ini merupakan tugas

yang diberikan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program pendidikan

kesarjanaan di Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas

Pembangunan Nasional Surabaya.

Tugas Akhir “Pra Rencana Pabrik Chromium Trioxide Dari Sodium

Dichromate Dan Asam Sulfat” ini disusun berdasarkan pada beberapa sumber

yang berasal dari beberapa literatur , data-data , majalah kimia, dan internet.

Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih atas segala

bantuan baik berupa saran, sarana maupun prasarana sampai tersusunnya Tugas

Akhir ini kepada :

1. Bapak Ir. Sutiyono, MT

Selaku Dekan FTI UPN “Veteran” Jawa Timur

2. Ibu Ir. Retno Dewati, MT

Selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia, FTI,UPN “Veteran” Jawa Timur.

3. Ibu Ir. Sintha Soraya Santi, MT

selaku dosen pembimbing.

(4)

7. Semua pihak yang telah membantu , memberikan bantuan, saran serta

dorongan dalam penyelesaian tugas akhir ini.

Saya menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna,

karena itu segala kritik dan saran yang membangun saya harapkan dalam

sempurnanya tugas akhir ini.

Sebagai akhir kata, penyusun mengharapkan semoga Tugas Akhir yang

telah disusun ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi mahasiswa

Fakultas Teknologi Industri jurusan Teknik Kimia.

Surabaya , November 2010

(5)

dengan kapasitas 42.000 ton chromium trioxide/tahun dalam bentuk kristal.

Pabrik beroperasi secara continuous selama 330 hari dalam setahun.

Kegunaan terbesar dari chromium trioxide adalah pada bidang industri

pengolahan logam, seperti : pelapisan logam, elektroplating logam, dan

sebagainya. Kegunaan lain pada industri kimia proses seperti : industri keramik,

industri kaca, spektrophotoscopy, serta industri instrumentasi di Indonesia.

(wikipedia.org). Secara singkat, uraian proses dari pabrik chromium trioxide

sebagai berikut :

sodium dichromate diencerkan, kemudian direaksikan dengan asam sulfat

membentuk chromium trioxide. Larutan chromium trioxide kemudian difiltrasi

untuk memisahkan sodium sulfat. Setelah filtrasi, larutan chromium trioxide

kemudian dipekatkan samapi 60%, dikristalisasi, dan dikeringkan pada dryer.

Pendirian pabrik berlokasi di Manyar, Gresik dengan ketentuan :

Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas

Sistem Organisasi : Garis dan Staff

Jumlah Karyawan : 210 orang

Sistem Operasi : Continuous

(6)

* Fixed Capital Investment (FCI) : Rp. 20.990.809.000

* Working Capital Investment (WCI) : Rp. 23.935.227.000

* Total Capital Investment (TCI) : Rp. 44.926.036.000

* Biaya Bahan Baku (1 tahun) : Rp. 263.838.739.000

* Biaya Utilitas (1 tahun) : Rp. 9.155.932.000

- Steam = 272.592 lb/hari

- Air pendingin = 418 m3/hari

- Listrik = 9.960 kWh/hari

- Bahan Bakar = 2.736 liter/hari

* Biaya Produksi Total (Total Production Cost) : Rp. 287.222.719.000

* Hasil Penjualan Produk (Sale Income) : Rp. 326.909.875.000

* Bunga Bank (Kredit Investasi Bank Mandiri) : 19%

* Internal Rate of Return : 23,63%

* Rate On Investment : 24,87%

* Pay Out Periode : 3,9 Tahun

(7)

Tabel VII.2. Jenis Dan Jumlah Fire – Extinguisher ………. VII - 8

Tabel VIII.2.1. Baku mutu air baku harian ……….………… VIII - 6

Tabel VIII.2.3. Karakteristik Air boiler dan Air pendingin ………… VIII - 8

Tabel VIII.4.1. Kebutuhan Listrik Untuk Peralatan Proses Dan Utilitas

……….……….……….…… VIII - 43

Tabel VIII.4.2. Kebutuhan Listrik Untuk Penerangan Ruang Pabrik

Dan Daerah Pabrik ……….………. VIII - 44

Tabel IX.1. Pembagian Luas Pabrik ……….……… IX - 7

Tabel X.1. Jadwal Kerja Karyawan Proses ……….…… X - 9

Tabel X.2. Perincian Jumlah Tenaga Kerja ……….…… X - 11

Tabel XI.4.A. Hubungan kapasitas produksi dan biaya produksi … XI - 5

Tabel XI.4.B. Hubungan antara tahun konstruksi dengan modal sendiri

……….……….……….…… XI - 8

Tabel XI.4.C. Hubungan antara tahun konstruksi dengan modal pinjaman ……….……….……….……… XI - 8

Tabel XI.4.D. Tabel Cash Flow ……….……….…… XI - 9

Tabel XI.4.E. Pay Out Periode ……….……….…… XI - 11

(8)

Gambar IX.2 Peta Lokasi Pabrik ……….……….……… IX - 9

Gambar IX.3 Lay Out Peralatan Pabrik ……….………. IX - 10

Gambar X.1 Struktur Organisasi Perusahaan ……….………… X - 12

(9)

KATA PENGANTAR ……….……….………. ii

INTISARI ……….……….……….……… iv

DAFTAR TABEL ……….……….……….…… vi

DAFTAR GAMBAR ……….……….……… vii

DAFTAR ISI ……….……….……….………… viii

BAB I PENDAHULUAN ……….……….……… I – 1

BAB II SELEKSI DAN URAIAN PROSES ……….…… II – 1

BAB III NERACA MASSA ……….……….…… III – 1

BAB IV NERACA PANAS ……….……….……… IV – 1

BAB V SPESIFIKASI ALAT ……….……….. V – 1

BAB VI PERENCANAAN ALAT UTAMA ………. VI – 1

BAB VII INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA …. VII – 1

BAB VIII UTILITAS ……….……….……… VIII – 1

BAB IX LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK ……….. IX – 1

BAB X ORGANISASI PERUSAHAAN ……….………… X – 1

BAB XI ANALISA EKONOMI ……….……….… XI – 1

BAB XII PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN ……….. XII – 1

(10)

I.1. Latar Belakang

Chromium trioxide pada dasarnya adalah senyawa yang terbentuk dari

asidifikasi (penambahan asam) pada suatu senyawa yang mengandung ion kromat

maupun ion dikromat atau dengan melarutkan senyawa kromat maupun dikromat

ke dalam larutan asam sulfat.

Chromium trioxide dapat dibedakan menjadi dua produk yaitu chromium

trioxide (H2CrO4) dan chromium trioxide anhidrat (CrO3). Chromium trioxide

anhidrat merupakan senyawa komersial dan mempunyai kegunaan yang luas pada

industri kimia, sehingga nama komersial chromium trioxide biasa digunakan

sebagai sistem penamaan senyawa chromium trioxide anhidrat (CrO3).

Perencanaan pabrik chromium trioxide ini memiliki tujuan utama yaitu

untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang cenderung meningkat setiap

tahunnya. Disamping itu mengingat produk chromium trioxide ini juga

merupakan produk yang berorientasi pasar, maka perencanaan pabrik chromium

trioxide ini juga dipakai sebagai produk komoditi ekspor sehingga mampu

meningkatkan devisa negara. Industri chromium trioxide di Indonesia mempunyai

perkembangan yang stabil, hal ini dapat dilihat dengan berkembangnya

industri-industri proses seperti industri-industri pengolahan logam serta industri-industri keramik di

Indonesia. Pendirian pabrik chromium trioxide di Indonesia mempunyai peluang

(11)

I.2. Manfaat

Kegunaan terbesar dari chromium trioxide adalah pada bidang industri

pengolahan logam, seperti : pelapisan logam, elektroplating logam, dan

sebagainya. Kegunaan lain pada industri kimia proses seperti : industri keramik,

industri kaca, spektrophotoscopy, serta industri instrumentasi di Indonesia.

(wikipedia.org)

I.3. Aspek Ekonomi

Kebutuhan chromium trioxide di Indonesia, mengalami fluktuasi

berdasarkan permintaan pasar. Hal ini bisa dilihat pada tabel berikut :

Tahun Kebutuhan Indonesia (kg/th)

2003 8.057.032 2004 11.154.455 2005 14.453.834 2006 18.019.130 2007 23.620.646 Sumber : Departemen Perindustrian , 2007

Berdasarkan tabel diatas, dapat dibuat acuan dalam penentuan kapasitas produksi

(12)

I.4. Sifat Bahan Baku dan Produk

Bahan Baku :

I.4.A. Sodium Dikromat Dihidrat (Chemicalland21, Wikipedia, Perry 7ed)

Nama Lain : sodium bichromate, dichromic acid

Rumus Molekul : Na2Cr2O7.2H2O (komponen utama)

Rumus Bangun :

Berat Molekul : 298

Warna : orange kemerahan

Bau : tidak berbau

Bentuk : kristal (higroskopis)

Specific Gravity : 2,520

Melting Point : 84,6 C melepas molekul 2H2O

356 C menjadi anhidrat

Boiling Point : 400 C terdekomposisi

Solubility, Cold Water : 238 kg/100 kg H2O (H2O = 0C)

Solubility, Hot Water : 508 kg/100 kg H2O (H2O = 80C)

Komposisi Sodium Dikromat Dihidrat : (Chemicalland21.com)

Komponen % Berat

Na2Cr2O7.2H2O 98,00%

Na2SO4 0,40%

NaCl 0,20%

H2O 1,40%

(13)

Sifat-Sifat Impuritis :

Sodium Sulfate (Perry 7ed)

Rumus Molekul : Na2SO4

Berat Molekul : 142

Specific Gravity : 2,698

Melting Point : 884C

Boiling Point : ~

Solubility, Cold Water : 5 kg/100 kg H2O (H2O = 0C)

Solubility, Hot Water : 42 kg/100 kg H2O (H2O = 100C)

Sodium Chloride (Perry 7ed)

Rumus Molekul : NaCl

Berat Molekul : 58,5

Specific Gravity : 2,163

Melting Point : 800,4C

Boiling Point : 1413 C

Solubility, Cold Water : 35,7 kg/100 kg H2O (H2O = 0C)

(14)

I.4.B. Asam Sulfat (Chemicalland21, Wikipedia, Perry 7ed)

Nama Lain : oil of vitriol, battery acid

Rumus Molekul : H2SO4 (komponen utama)

Rumus Bangun :

Berat Molekul : 98

Warna : tidak berwarna atau kecoklatan

Bau : berbau tajam (asam)

Bentuk : liquid kental

Specific Gravity : 1,834

Melting Point : 10,49C

Boiling Point : 340 C terdekomposisi

Solubility, Cold Water : ~

Solubility, Hot Water : ~

Komposisi Asam Sulfat (66B) : (Chemicalland21.com)

Komponen % Berat

H2SO4 93,00%

H2O 7,00%

(15)

Produk :

I.4.C. Chromium trioxide (Chemicalland21, Wikipedia, Perry 7ed)

Nama Lain : chromic acid, chromium anh.

Rumus Molekul : CrO3

Rumus Bangun :

Berat Molekul : 100

Warna : jernih kemerahan

Bau : tidak berbau

Bentuk : kristal (higroskopis)

Specific Gravity : 2,700

Melting Point : 197C terdekomposisi

Boiling Point : ~

Solubility, Cold Water : 164,9 kg/100 kg H2O (H2O = 0C)

Solubility, Hot Water : 206,7 kg/100 kg H2O (H2O=100C)

Kadar produk komersial: minimum 99% (Keyes : 280)

Kegunaan : (Keyes : 279)

1. Industri Pengolahan Logam : 75%

Metal plating, Elecroplating

2. Industri Kimia Lainnya : 25%

(16)

II.1. Macam Proses

Beberapa tahun perkembangan dalam teknologi, pembuatan chromium

trioxide dapat disederhanakan menjadi 2 proses utama berdasarkan bahan baku

yang digunakan, yaitu dengan sodium dichromate dihydrate atau dengan sodium

dichromate anhydrate. Adapun uraian macam prosesnya adalah sebagai berikut :

II.1.1 Pembuatan Chromium Trioxide Dari Sodium Dichromate Dihydrate

Pada proses pembuatan chromium trioxide dari sodium dichromate

dihydrate, pertama-tama sodium dichromate dihydrate dilarutkan dalam air

dengan perbandingan 3 : 1 pada suhu kamar. Kemudian larutan asam sulfat 66Be

(93%) ditambahkan kedalam larutan disertai pendinginan dan pengadukan.

Perbandingan antara asam sulfat dengan sodium dichromate adalah 1 : 2, dimana

dichromate kemudian terkonversi menjadi chromium trioxide dan sodium sulfate.

Reaksi yang terjadi : (Keyes : 277)

(17)

Produk reaksi kemudian difiltrasi pada filter untuk memisahkan sodium

sulfate dari larutan. Larutan kemudian diumpankan ke evaporator untuk proses

pemekatan larutan chromium trioxide sampai menjadi larutan chromium trioxide

jenuh. Pada saat penguapan, maka akan terbentuk kristal sodium sulfate yang

kemudian dipisahkan dari larutan chromium trioxide jenuh. Larutan chromium

trioxide jenuh kemudian dikristalisasi pada crystallizer, kristal kemudian

dipisahkan pada centrifuge, dimana mother liquor direcycle menuju ke evaporator.

Kristal chromium trioxide kemudian dikeringkan dibawah suhu 100C.

II.1.2 Pembuatan Chromium Trioxide Dari Sodium Dichromate Anhydrate

Pada proses pembuatan chromium trioxide dari sodium dichromate

anhydrate, pertama-tama sodium dichromate anhydrate dilarutkan dalam air

sehingga membentuk larutan sodium dichromate anhydrate 88%. Asam sulfat

(18)

Larutan kemudian ditambahkan larutan asam sulfat 100% dalam reaktor

sehingga terbentuk chromium trioxide dan sodium asam sulfat.

Reaksi yang terjadi : (Keyes : 278)

Na2Cr2O7(Aq) + H2SO4(L) 2 CrO3(S) + 2 NaHSO4(S) + H2O(L)

Kondisi reaktor dijaga dengan suhu operasi diatas 197C, dimana produk

reaksi akan mencair dan terbentuk 2 lapisan larutan. Larutan produk kemudian

dipisahkan pada filter, dimana filtrat berupa sodium asam sulfat diolah dengan

kristalisasi, filtrasi menjadi produk samping, sedangkan chromium trioxide solid

dilelehkan dalam melter untuk kemudian diumpankan pada flaker untuk

(19)

II.2. Seleksi Proses

Macam Proses Parameter Sodium dichromate

Dihydrate

Sodium dichromate Anhydrate

Bahan Baku Na2Cr2O7.2H2O Na2Cr2O7

Bahan pembantu H2SO4 (93%) H2SO4 (100%)

Suhu Reaksi

Dibawah 84,6C (dibawah titik dekomposisi

Na2Cr2O7.2H2O)

Diatas 197o C (diatas titik leleh CrO3)

Produk samping Na2SO4 NaHSO4

Instalasi sederhana kompleks

Dari tinjauan proses diatas maka dapat kami tarik kesimpulan bahwa

proses yang dipilih adalah pembuatan chromium trioxide dari sodium dichromate

dihydrate dengan faktor pertimbangan :

a. Bahan baku mudah didapat dan ekonomis. (kadar H2SO4 lebih rendah)

b. Kebutuhan utilitas lebih ekonomis. (suhu operasi lebih rendah)

c. Produk samping lebih komersial. (Na2SO4)

d. Peralatan yang digunakan adalah lebih sederhana.(instalasi sederhana)

(20)

II.3. Uraian Proses

Flowsheet Pengembangan :

Pada pra rencana pabrik ini, dapat dibagi menjadi 3 Unit pabrik, dengan

pembagian unit sebagai berikut :

1. Unit Pengendalian Bahan Baku Kode Unit : 100

2. Unit Proses : (reaksi, kristalisasi, drying) Kode Unit : 200

3. Unit Pengendalian Produk Kode Unit : 300

Adapun uraian proses pembuatan chromium trioxide dari sodium dichromate

dihydrate adalah sebagai berikut :

Pertama-tama sodium dichromate dihydrate dengan kadar komersial 98%

(chemicalland21) dari supplier diumpankan ke silo F-110 kemudian diumpankan

dengan screw conveyor J-111 dan bucket elevator J-112 ke dalam hopper F-113.

sodium dichromate dihydrate dari hopper F-113 kemudian dilarutkan dalam

tangki pelarut M-114 dengan penambahan air proses dari utilitas. Perbandingan

sodium dichromate dihydrate dengan air adalah 3 : 1. Larutan sodium dichromate

C W S P W F-113 WC M-114 Natrium Dikromat Dihidrat

L - 121

Asam Sulfat

30 4 1 LI F - 120 FC

R - 210

L - 115

L - 212 J - 112 3

30 1 5 80 1 80 1 30 1 1 30 1 2 30 1 FC LC TC LC S C C W R W T P

V - 230 E-231 G-232 F-233 TI PC 8 51,5 0,13

L - 222 LIF - 221 FC

L - 242 FC

H - 260 H - 240

Wasted Gas

F - 320

Asam Kromat

WC

Udara

B - 270 G-272 E-273 H-271 FC TC 15 90 16 90 17 90 18 90 120 1 1 1 1 19 32 1

E - 280 TC

J - 281 1

L - 261 FC E - 213

J - 241

S - 250

J - 262 6 32 1 7 32 1 10 51,5 1 9 51,5 1 11 51,5 1 12 32 1 14 32 1 13 32 1 TC LC TC TC 32 1 LI F - 211

FC F-110

J - 111

H - 220

J - 223

Natrium Sulfat

(21)

dihydrate kemudian diumpankan pada bagian atas reaktor R-210 secara

bersamaan denagn larutan asam sulfat 93% dari tangki F-120.

Pada reaktor R-210 terjadi reaksi antara sodium dichromate dihydrate

dengan asam sulfat membentuk chromium trioxide, sodium sulfate, dan air.

Reaksi yang terjadi : (Keyes : 277)

Na2Cr2O7.2H2O(Aq) + H2SO4(L) 2 CrO3(S) + Na2SO4(S) + 3 H2O(L)

Kondisi reaktor dijaga pada suhu 80C dibawah titik dekomposisi sodium

dichromate dihydrate (titik dekomposisi sodium dichromate dihydrate = 84,6C,

Perry 7ed, tabel 2-1) dengan penambahan air pendingin melewati jaket pendingin.

Tekanan operasi pada reaktor adalam tekanan atmospheric = 1 atm dengan waktu

tinggal selama 2 jam (www.nrdcindia.com).

Produk reaktor berupa larutan kemudian ditampung pada tangki F-211 dan

didinginkan pada cooler E-213 sampai dengan suhu kamar (32C), yang bertujuan

untuk menurunkan kelarutan sodium sulfate dalam larutan. Larutan kemudian

diumpankan pada centrifuge H-220 untuk proses filtrasi. Cake berupa sodium

sulfate diumpankan ke Na2SO4 silo F-310 sebagai produk samping, sedangkan

filtrat berupa larutan chromium trioxide ditampung pada tangki sementara F-221.

Filtrat kemudian diumpankan ke evaporator V-230 untuk proses pemekatan

sampai dihasilkan larutan chromium trioxide jenuh (60%). Pada saat penguapan,

maka terbentuk kristal sodium sulfate yang sedianya dipisahkan pada proses

(22)

Larutan chromium trioxide jenuh dari evaporator V-230 kemudian

diumpankan ke centrifuge H-240 untuk proses pemisahan larutan chromium

trioxide dengan kristal sodium sulfate, dimana kristal sodium sulfate ditampung

pada Na2SO4 silo F-310 sebagai produk samping, sedangkan filtrat berupa larutan

chromium trioxide jenuh dikristalisasi pada crystallizer S-250. Campuran kristal

dan mother liquor keluar dari crystallizer S-250 kemudian diumpankan pada

centrifuge H-260 untuk proses pemisahan kristal chromium trioxide dengan

mother liquor. Filtrat berupa mother liquor keluar centrifuge H-260 kemudian

direcycle menuju ke evaporator V-230 untuk proses pemekatan kembali,

sedangkan cake berupa kristal chromium trioxide kemudian diumpankan ke rotary

dryer B-270 dengan screw conveyor J-262.

Pada rotary dryer B-270 terjadi proses pengeringan kristal chromium

trioxide pada suhu 90C (dibawah 100C , Keyes : 278) dengan bantuan udara

kering secara counter current (berlawanan arah). Udara kering dipanaskan pada

heater E-273 dan dihembuskan oleh blower G-272. Udara kering dan kristal

terikut diumpankan ke cyclone H-271 untuk proses pemisahan udara kering dan

kristal terikut, dimana udara kering dibuang ke pengolahan limbah gas, sedangkan

kristal yang terpisah diumpankan ke cooling conveyor E-280 bersamaan dengan

produk kristal kering dari rotary dryer B-270. Kristal chromium trioxide dingin,

kemudian diumpankan dengan bucket elevator J-281 menuju ke ball mill C-290

untuk dihaluskan sampai 100 mesh. Kristal kemudian disaring pada screen H-291,

dimana kristal yang tidak lolos ayak dikembalikan ke ball mill, sedangkan kristal

(23)

II.1. Macam Proses

Beberapa tahun perkembangan dalam teknologi, pembuatan chromium

trioxide dapat disederhanakan menjadi 2 proses utama berdasarkan bahan baku

yang digunakan, yaitu dengan sodium dichromate dihydrate atau dengan sodium

dichromate anhydrate. Adapun uraian macam prosesnya adalah sebagai berikut :

II.1.1 Pembuatan Chromium Trioxide Dari Sodium Dichromate Dihydrate

Pada proses pembuatan chromium trioxide dari sodium dichromate

dihydrate, pertama-tama sodium dichromate dihydrate dilarutkan dalam air

dengan perbandingan 3 : 1 pada suhu kamar. Kemudian larutan asam sulfat 66Be

(93%) ditambahkan kedalam larutan disertai pendinginan dan pengadukan.

Perbandingan antara asam sulfat dengan sodium dichromate adalah 1 : 2, dimana

dichromate kemudian terkonversi menjadi chromium trioxide dan sodium sulfate.

Reaksi yang terjadi : (Keyes : 277)

(24)

Produk reaksi kemudian difiltrasi pada filter untuk memisahkan sodium

sulfate dari larutan. Larutan kemudian diumpankan ke evaporator untuk proses

pemekatan larutan chromium trioxide sampai menjadi larutan chromium trioxide

jenuh. Pada saat penguapan, maka akan terbentuk kristal sodium sulfate yang

kemudian dipisahkan dari larutan chromium trioxide jenuh. Larutan chromium

trioxide jenuh kemudian dikristalisasi pada crystallizer, kristal kemudian

dipisahkan pada centrifuge, dimana mother liquor direcycle menuju ke evaporator.

Kristal chromium trioxide kemudian dikeringkan dibawah suhu 100C.

II.1.2 Pembuatan Chromium Trioxide Dari Sodium Dichromate Anhydrate

Pada proses pembuatan chromium trioxide dari sodium dichromate

anhydrate, pertama-tama sodium dichromate anhydrate dilarutkan dalam air

sehingga membentuk larutan sodium dichromate anhydrate 88%. Asam sulfat

(25)

Larutan kemudian ditambahkan larutan asam sulfat 100% dalam reaktor

sehingga terbentuk chromium trioxide dan sodium asam sulfat.

Reaksi yang terjadi : (Keyes : 278)

Na2Cr2O7(Aq) + H2SO4(L) 2 CrO3(S) + 2 NaHSO4(S) + H2O(L)

Kondisi reaktor dijaga dengan suhu operasi diatas 197C, dimana produk

reaksi akan mencair dan terbentuk 2 lapisan larutan. Larutan produk kemudian

dipisahkan pada filter, dimana filtrat berupa sodium asam sulfat diolah dengan

kristalisasi, filtrasi menjadi produk samping, sedangkan chromium trioxide solid

dilelehkan dalam melter untuk kemudian diumpankan pada flaker untuk

(26)

II.2. Seleksi Proses

Macam Proses Parameter Sodium dichromate

Dihydrate

Sodium dichromate Anhydrate

Bahan Baku Na2Cr2O7.2H2O Na2Cr2O7

Bahan pembantu H2SO4 (93%) H2SO4 (100%)

Suhu Reaksi

Dibawah 84,6C (dibawah titik dekomposisi

Na2Cr2O7.2H2O)

Diatas 197o C (diatas titik leleh CrO3)

Produk samping Na2SO4 NaHSO4

Instalasi sederhana kompleks

Dari tinjauan proses diatas maka dapat kami tarik kesimpulan bahwa

proses yang dipilih adalah pembuatan chromium trioxide dari sodium dichromate

dihydrate dengan faktor pertimbangan :

a. Bahan baku mudah didapat dan ekonomis. (kadar H2SO4 lebih rendah)

b. Kebutuhan utilitas lebih ekonomis. (suhu operasi lebih rendah)

c. Produk samping lebih komersial. (Na2SO4)

d. Peralatan yang digunakan adalah lebih sederhana.(instalasi sederhana)

(27)

II.3. Uraian Proses

Flowsheet Pengembangan :

Pada pra rencana pabrik ini, dapat dibagi menjadi 3 Unit pabrik, dengan

pembagian unit sebagai berikut :

1. Unit Pengendalian Bahan Baku Kode Unit : 100

2. Unit Proses : (reaksi, kristalisasi, drying) Kode Unit : 200

3. Unit Pengendalian Produk Kode Unit : 300

Adapun uraian proses pembuatan chromium trioxide dari sodium dichromate

dihydrate adalah sebagai berikut :

Pertama-tama sodium dichromate dihydrate dengan kadar komersial 98%

(chemicalland21) dari supplier diumpankan ke silo F-110 kemudian diumpankan

dengan screw conveyor J-111 dan bucket elevator J-112 ke dalam hopper F-113.

sodium dichromate dihydrate dari hopper F-113 kemudian dilarutkan dalam

tangki pelarut M-114 dengan penambahan air proses dari utilitas. Perbandingan

sodium dichromate dihydrate dengan air adalah 3 : 1. Larutan sodium dichromate

C W S P W F-113 WC M-114 Natrium Dikromat Dihidrat

L - 121

Asam Sulfat

30 4 1 LI F - 120 FC

R - 210

L - 115

L - 212 J - 112 3

30 1 5 80 1 80 1 30 1 1 30 1 2 30 1 FC LC TC LC S C C W R W T P

V - 230 E-231 G-232 F-233 TI PC 8 51,5 0,13

L - 222 LIF - 221 FC

L - 242 FC

H - 260 H - 240

Wasted Gas

F - 320

Asam Kromat

WC

Udara

B - 270 G-272 E-273 H-271 FC TC 15 90 16 90 17 90 18 90 120 1 1 1 1 19 32 1

E - 280 TC

J - 281 1

L - 261 FC E - 213

J - 241

S - 250

J - 262 6 32 1 7 32 1 10 51,5 1 9 51,5 1 11 51,5 1 12 32 1 14 32 1 13 32 1 TC LC TC TC 32 1 LI F - 211

FC F-110

J - 111

H - 220

J - 223

Natrium Sulfat

(28)

dihydrate kemudian diumpankan pada bagian atas reaktor R-210 secara

bersamaan denagn larutan asam sulfat 93% dari tangki F-120.

Pada reaktor R-210 terjadi reaksi antara sodium dichromate dihydrate

dengan asam sulfat membentuk chromium trioxide, sodium sulfate, dan air.

Reaksi yang terjadi : (Keyes : 277)

Na2Cr2O7.2H2O(Aq) + H2SO4(L) 2 CrO3(S) + Na2SO4(S) + 3 H2O(L)

Kondisi reaktor dijaga pada suhu 80C dibawah titik dekomposisi sodium

dichromate dihydrate (titik dekomposisi sodium dichromate dihydrate = 84,6C,

Perry 7ed, tabel 2-1) dengan penambahan air pendingin melewati jaket pendingin.

Tekanan operasi pada reaktor adalam tekanan atmospheric = 1 atm dengan waktu

tinggal selama 2 jam (www.nrdcindia.com).

Produk reaktor berupa larutan kemudian ditampung pada tangki F-211 dan

didinginkan pada cooler E-213 sampai dengan suhu kamar (32C), yang bertujuan

untuk menurunkan kelarutan sodium sulfate dalam larutan. Larutan kemudian

diumpankan pada centrifuge H-220 untuk proses filtrasi. Cake berupa sodium

sulfate diumpankan ke Na2SO4 silo F-310 sebagai produk samping, sedangkan

filtrat berupa larutan chromium trioxide ditampung pada tangki sementara F-221.

Filtrat kemudian diumpankan ke evaporator V-230 untuk proses pemekatan

sampai dihasilkan larutan chromium trioxide jenuh (60%). Pada saat penguapan,

maka terbentuk kristal sodium sulfate yang sedianya dipisahkan pada proses

(29)

Larutan chromium trioxide jenuh dari evaporator V-230 kemudian

diumpankan ke centrifuge H-240 untuk proses pemisahan larutan chromium

trioxide dengan kristal sodium sulfate, dimana kristal sodium sulfate ditampung

pada Na2SO4 silo F-310 sebagai produk samping, sedangkan filtrat berupa larutan

chromium trioxide jenuh dikristalisasi pada crystallizer S-250. Campuran kristal

dan mother liquor keluar dari crystallizer S-250 kemudian diumpankan pada

centrifuge H-260 untuk proses pemisahan kristal chromium trioxide dengan

mother liquor. Filtrat berupa mother liquor keluar centrifuge H-260 kemudian

direcycle menuju ke evaporator V-230 untuk proses pemekatan kembali,

sedangkan cake berupa kristal chromium trioxide kemudian diumpankan ke rotary

dryer B-270 dengan screw conveyor J-262.

Pada rotary dryer B-270 terjadi proses pengeringan kristal chromium

trioxide pada suhu 90C (dibawah 100C , Keyes : 278) dengan bantuan udara

kering secara counter current (berlawanan arah). Udara kering dipanaskan pada

heater E-273 dan dihembuskan oleh blower G-272. Udara kering dan kristal

terikut diumpankan ke cyclone H-271 untuk proses pemisahan udara kering dan

kristal terikut, dimana udara kering dibuang ke pengolahan limbah gas, sedangkan

kristal yang terpisah diumpankan ke cooling conveyor E-280 bersamaan dengan

produk kristal kering dari rotary dryer B-270. Kristal chromium trioxide dingin,

kemudian diumpankan dengan bucket elevator J-281 menuju ke ball mill C-290

untuk dihaluskan sampai 100 mesh. Kristal kemudian disaring pada screen H-291,

dimana kristal yang tidak lolos ayak dikembalikan ke ball mill, sedangkan kristal

(30)

Kapasitas produksi = 42.000 ton/tahun

Waktu operasi = 24 jam / hari ; 330 hari / tahun

Satuan massa = kilogram

1. TANGKI PELARUT ( M - 112 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Na2Cr2O7.2H2O dr F-110 * Larutan ke R-210

Na2Cr2O7.2H2O 8647,5200 Na2Cr2O7.2H2O 8647,5200

Na2SO4 35,2960 Na2SO4 35,2960

NaCl 17,6480 NaCl 17,6480

H2O 123,5360 H2O 3064,8694

8824,0000 11765,3334

* Air proses

H2O 2941,3334

(31)

2. REAKTOR ( R - 210 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Larutan dr M-112 * Slurry ke F-211

Na2Cr2O7.2H2O 8647,5200 CrO3 5803,7047

Na2SO4 35,2960 Na2SO4 4155,9263

NaCl 17,6480 NaCl 17,6480

H2O 3064,8694 H2SO4 1479,9447

11765,3334 H2O 4957,3140

* H2SO4 dr F-120 16414,5377

H2SO4 4323,7600

H2O 325,4443

4649,2043

(32)

3. CENTRIFUGE-1 ( H - 220 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Slurry dr F-211 * Filtrat ke F-221

CrO3 5803,7047 CrO3 5513,5195

Na2SO4 4155,9263 Na2SO4 793,0711

NaCl 17,6480 NaCl 16,7656

H2SO4 1479,9447 H2SO4 1405,9475

H2O 4957,3140 H2O 4709,4483

16414,5377 12438,7520

* Cake ke F-310

CrO3 290,1852

Na2SO4 3362,8552

NaCl 0,8824

H2SO4 73,9972

H2O 247,8657

3975,7857

(33)

4. EVAPORATOR ( V - 230 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Filtrat dr F-221 * Lar. CrO3 ke H-240

CrO3 5494,8236 CrO3 5513,5195

Na2SO4 476,1330 Na2SO4 793,0711

NaCl 1,6347 NaCl 16,7656

H2SO4 137,0799 H2SO4 1405,9475

H2O 3391,8926 H2O 1459,8955

9501,5638 9189,1992

* Recycle dr H-260 * Uap air ke Udara

CrO3 18,6959 H2O 3249,5528

Na2SO4 316,9381

NaCl 15,1309

H2SO4 1268,8676

H2O 1317,5557

2937,1882

(34)

5. CENTRIFUGE-2 ( H - 240 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Lar. CrO3 dr V-230 * Filtrat ke S-250

CrO3 5513,5195 CrO3 5237,8435

Na2SO4 793,0711 Na2SO4 333,6190

NaCl 16,7656 NaCl 15,9273

H2SO4 1405,9475 H2SO4 1335,6501

H2O 1459,8955 H2O 1386,9007

9189,1992 8309,9406

* Cake ke F-310

CrO3 275,6760

Na2SO4 459,4521

NaCl 0,8383

H2SO4 70,2974

H2O 72,9948

879,2586

(35)

6. SILO SODIUM SULFATE ( F - 310 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Lar. CrO3 dr V-230 * Produk Na2SO4

CrO3 290,1852 CrO3 565,8612

Na2SO4 3362,8552 Na2SO4 3822,3073

NaCl 0,8824 NaCl 1,7207

H2SO4 73,9972 H2SO4 144,2946

H2O 247,8657 H2O 320,8605

3975,7857 4855,0443

* Cake dari F-310

CrO3 275,6760

Na2SO4 459,4521

NaCl 0,8383

H2SO4 70,2974

H2O 72,9948

879,2586

(36)

7. CRYSTALLIZER ( S - 250 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Lar. CrO3 dr H-240 * Campuran ke H-260

CrO3 5237,8435 CrO3(C) 5218,1636

Na2SO4 333,6190 CrO3(L) 19,6799

NaCl 15,9273 Na2SO4 333,6190

H2SO4 1335,6501 NaCl 15,9273

H2O 1386,9007 H2SO4 1335,6501

8309,9406 H2O 1386,9007

8309,9406

8309,9406 8309,9406

8. CENTRIFUGE-3 ( H - 260 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Campuran dr S-250 * Filtrat ke V-230

CrO3(C) 5218,1636 CrO3 18,6959

CrO3(L) 19,6799 Na2SO4 316,9381

Na2SO4 333,6190 NaCl 15,1309

NaCl 15,9273 H2SO4 1268,8676

H2SO4 1335,6501 H2O 1317,5557

H2O 1386,9007 2937,1882

8309,9406 * Kristal basah ke B-270

CrO3 5219,1476

Na2SO4 16,6809

NaCl 0,7964

H2SO4 66,7825

H2O 69,3450

5372,7524

(37)

9. ROTARY DRYER ( B - 270 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Kristal basah dr H-260 * Kristal CrO3 ke E-280

CrO3 5219,1476 CrO3 5166,9561

Na2SO4 16,6809 Na2SO4 16,5141

NaCl 0,7964 NaCl 0,7884

H2SO4 66,7825 H2SO4 66,1147

H2O 69,3450 H2O 0,5251

5372,7524 5250,8984

* Udara panas * Campuran ke H-271

Udara 16886,0565 CrO3 52,1915

Na2SO4 0,1668

NaCl 0,0080

H2SO4 0,6678

H2O 68,8199

Udara 16886,0565

17007,9105

(38)

10. CYCLONE ( H - 271 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Campuran dr B-270 * Kristal CrO3 ke E-280

CrO3 52,1915 CrO3 51,6696

Na2SO4 0,1668 Na2SO4 0,1651

NaCl 0,0080 NaCl 0,0079

H2SO4 0,6678 H2SO4 0,6611

H2O 68,8199 52,5037

121,8540 * Limbah gas

CrO3 0,5219

Na2SO4 0,0017

NaCl 0,0001

H2SO4 0,0067

H2O 68,8199

69,3503

(39)

11. COOLING CONVEYOR ( E - 280 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Kristal CrO3 dr B-270 * Kristal CrO3 ke C-290

CrO3 5166,9561 CrO3 5218,6257

Na2SO4 16,5141 Na2SO4 16,6792

NaCl 0,7884 NaCl 0,7963

H2SO4 66,1147 H2SO4 66,7758

H2O 0,5251 H2O 0,5251

5250,8984 5303,4021

* Kristal CrO3 dr H-271

CrO3 51,6696

Na2SO4 0,1651

NaCl 0,0079

H2SO4 0,6611

52,5037

(40)

12. BALL MILL ( C - 290 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Kristal CrO3 dr E-280 * Kristal CrO3 ke H-291

CrO3 5218,6257 CrO3 5479,5570

Na2SO4 16,6792 Na2SO4 17,5132

NaCl 0,7963 NaCl 0,8361

H2SO4 66,7758 H2SO4 70,1146

H2O 0,5251 H2O 0,5514

5303,4021 5568,5723

* Recycle dr H-291

CrO3 260,9313

Na2SO4 0,8340

NaCl 0,0398

H2SO4 3,3388

H2O 0,0263

265,1702

(41)

13. SCREEN ( H - 291 )

Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)

* Kristal CrO3 dr C-290 * Kristal CrO3 ke F-320

CrO3 5479,5570 CrO3 5218,6257

Na2SO4 17,5132 Na2SO4 16,6792

NaCl 0,8361 NaCl 0,7963

H2SO4 70,1146 H2SO4 66,7758

H2O 0,5514 H2O 0,5251

5568,5723 5303,4021

* Recycle ke C-290

CrO3 260,9313

Na2SO4 0,8340

NaCl 0,0398

H2SO4 3,3388

H2O 0,0263

265,1702

(42)

Kapasitas produksi = 42.000 ton/tahun

Waktu operasi = 24 jam / hari ; 330 hari / tahun

Satuan massa = kilogram

Satuan panas = kilokalori

1. REAKTOR ( R - 210 )

Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)

* H Larutan dr M-112 * H Slurry ke F-211

Na2Cr2O7.2H2O 12507,0166 CrO3 87150,8309

Na2SO4 40,7704 Na2SO4 52797,8484

NaCl 18,1805 NaCl 201,7408

H2O 6848,2836 H2SO4 48173,7850

19414,2511 H2O 122522,7993

* H H2SO4 dr F-120 310847,0044

H2SO4 12794,8000

H2O 727,1897

13521,9897

* H Reaksi 4482491,3250 * Q serap 4204580,5614

(43)

2. COOLER ( E - 213 )

Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)

* H Slurry dr F-211 * H Filtrat ke F-221

Na2SO4 87150,8309 CrO3 11053,1657

Na2SO4 52797,8484 Na2SO4 6719,7262

NaCl 201,7408 NaCl 25,4635

H2SO4 48173,7850 H2SO4 6131,2090

H2O 122522,7993 H2O 15510,8885

310847,0044 39440,4529

* Q serap 271406,5515

310847,0044 310847,0044

3. EVAPORATOR ( V - 230 )

Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)

* H Filtrat dr F-221 * H Lar. CrO3 ke H-240

CrO3 10464,9038 CrO3 39808,1658

Na2SO4 769,8718 Na2SO4 4854,5690

NaCl 2,3632 NaCl 91,8811

H2SO4 567,9128 H2SO4 22050,5705

H2O 10612,8564 H2O 17328,9798

22417,9080 84134,1662

* H Recycle dr H-260 * H Uap air ke Udara

CrO3 35,6142 H2O 1796554,0615

Na2SO4 512,4672

NaCl 21,8343

H2SO4 5256,7662

H2O 4122,4889

9949,1708

* Q supply 1945601,2094 * Q loss 97280,0605

(44)

4. CRYSTALLIZER ( S - 250 )

Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)

* Lar. CrO3 dr H-240 * Campuran ke H-260

CrO3 37817,8008 CrO3(C) 9938,0048

Na2SO4 2042,1854 CrO3(L) 37,4806

NaCl 87,2967 Na2SO4 539,4452

H2SO4 20947,9267 NaCl 22,9822

H2O 16462,5244 H2SO4 5533,4146

77357,7340 H2O 4339,4617

20410,7891

* Q crystallization 7268,9108 * Q serap 64215,8557

84626,6448 84626,6448

5. ROTARY DRYER ( B - 270 )

Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)

* H Kristal basah dr H-260 * H Kristal CrO3 ke E-280

CrO3 9939,8712 CrO3 91763,6596

Na2SO4 26,9780 Na2SO4 247,9516

NaCl 1,1563 NaCl 10,6869

H2SO4 276,6890 H2SO4 2543,6190

H2O 216,9728 H2O 15,3703

10461,6673 94581,2874

* H Udara panas * H Campuran ke H-271

Udara 391582,0291 CrO3 927,0564

Na2SO4 2,5584

NaCl 0,1584

H2SO4 26,0130

H2O 39210,4199

Udara 267296,2029

307462,4090

(45)

6. HEATER ( B - 273 )

Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)

* Udara bebas dr G-272 * Udara panas ke B-270

Udara 20428,3846 Udara 391582,0291

* Q supply 390688,0468 * Q loss 19534,4023

411116,4314 411116,4314

7. COOLING CONVEYOR ( E - 280 )

Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)

* Kristal CrO3 dr B-270 * Kristal CrO3 ke C-290

CrO3 91763,6596 CrO3 9938,8809

Na2SO4 247,9516 Na2SO4 26,9780

NaCl 10,6869 NaCl 1,1563

H2SO4 2543,6190 H2SO4 276,6484

H2O 15,3703 H2O 1,6446

94581,2874 10245,3082

* Kristal CrO3 dr H-271

CrO3 917,6437

Na2SO4 2,5584

NaCl 0,1584

H2SO4 25,6360

945,9965 * Q serap 85281,9757

(46)

Kapasitas produksi = 42.000 ton/tahun

Waktu operasi = 24 jam / hari ; 330 hari / tahun

Satuan massa = kilogram

Satuan panas = kilokalori

1. SILO SODIUM DICHROMATE ( F - 110 )

Fungsi : Menampung sodium dichromate dari supplier

Type : silinder tegak dengan tutup atas datar dan bawah conis

Dasar pemilihan : umum digunakan untuk menampung padatan

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)

- Suhu = suhu kamar

- Waktu penyimpanan = 7 hari

Spesifikasi :

Volume : 13335 cuft = 378 m3

Diameter : 18 ft

Tinggi : 54 ft

Tebal shell : 3/8 in

Tebal tutup atas : 3/8 in

Tebal tutup bawah : 3/8 in

Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)

Jumlah : 2 buah

inlet

(47)

2. SCREW CONVEYOR - 1 ( J - 111 )

Fungsi : memindahkan bahan dari F-110 ke J-112

Type : Plain spouts or chutes

Dasar pemilihan : Umum digunakan untuk padatan dengan sistem tertutup

Spesifikasi :

Kapasitas : 127 cuft/jam

Panjang : 30 ft

Diameter : 12 in

Kecepatan putaran : 11 rpm

Power : 2,5 hp

Jumlah : 1 buah

3. BUCKET ELEVATOR - 1 ( J - 112 )

Fungsi : memindahkan sodium dichromate dari J-111 ke F-113

Type : Continuous Discharge Bucket Elevator

Dasar pemilihan : untuk memindahkan bahan dengan ketinggian tertentu

INLET

OUTLET Tampak

Depan

(48)

Spesifikasi :

Kapasitas maksimum = 14 ton/jam

Ukuran = 6 in x 4 in x 4 ¼ in

Bucket Spacing = 12 in

Jumlah bucket = 31 buah

Tinggi Elevator = 41 ft

Ukuran Feed (maximum) = ¾ in

Bucket Speed = (8,9 / 14) x 225 ft/mnt = 144 ft/menit

Putaran Head Shaft = (8,9 / 14) x 43 rpm = 28 rpm

Lebar Belt = 7 in

Power total = 4 hp

Alat pembantu = Hopper Chute (pengumpan)

Jumlah = 1 buah

4. HOPPER ( F - 113 )

Fungsi : Menampung sementara sodium dichromate selama 8 jam

Type : silinder tegak dengan tutup atas datar dan bawah conis

Dasar pemilihan : umum digunakan untuk menampung padatan

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)

- Suhu = suhu kamar

- Waktu penyimpanan = 8 jam (pengumpan)

Spesifikasi :

Volume : 1270 cuft = 36 m3

Diameter : 8 ft

Tinggi : 24 ft

inlet

(49)

Tebal shell : 3/16 in

Tebal tutup atas : 3/16 in

Tebal tutup bawah : 3/16 in

Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)

Jumlah : 1 buah

5. TANGKI PELARUT ( M - 114 )

Fungsi : Melarutkan sodium dichromate dengan penambahan air proses.

Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis dilengkapi

pengaduk

Kondisi operasi : * Tekanan operasi = 1 atm (atmospheric pressure)

* Suhu operasi = 30oC (suhu kamar)

* Waktu operasi = 1 jam

Spesifikasi : Dimensi Shell :

Diameter Shell , inside : 6 ft

Tinggi Shell : 12 ft

Tebal Shell : 3/16 in

Dimensi tutup :

Tebal tutup atas (dished) : 3/16 in

Tebal tutup bawah (conis) : 3/16 in

Tinggi Tutup : 0,7 ft

Sistem Pengaduk

Dipakai impeler jenis turbin dengan 6 buah flat blade dengan 3 buah impeller.

Diameter impeler : 2,000 ft

(50)

Lebar blade : 0,400 ft

Power motor : 35,5 hp

Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)

Jumlah tangki : 1 buah

6. POMPA - 1 ( L - 115 )

Fungsi : Memindahkan bahan dari M-114 ke R-210

Type : Centrifugal Pump

Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas (<10 cP) dan tekanan yang rendah.

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)

- Suhu = 30C (suhu bahan)

- Waktu proses= continuous

Spesifikasi :

Kapasitas : 28,80 gpm

Total DynamicHead : 16,55 ft.lbf/lbm

Effisiensi motor : 80%

Power : 1,5 hp = 1,2 kW

Bahan konstruksi : Commercial Steel

Jumlah : 1 buah

7. TANGKI ASAM SULFAT ( F - 120 )

Fungsi : menampung larutan asam sulfat dari supplier

Type : silinder tegak , tutup bawah datar dan tutup atas dish

(51)

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)

- Suhu = 30C (suhu kamar)

- Waktu penyimpanan = 7 hari

Spesifikasi :

Volume : 9975 cuft = 283 M3

Diameter : 19 ft

Tinggi : 38 ft

Tebal shell : ¼ in

Tebal tutup atas : ¼ in

Tebal tutup bawah : ¼ in

Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)

Jumlah : 2 buah

8. POMPA - 2 ( L - 121 )

Fungsi : Memindahkan bahan dari F-120 ke R-210

Type : Centrifugal Pump

Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas (<10 cP) dan tekanan yang rendah.

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)

- Suhu = 30C (suhu bahan)

- Waktu proses= continuous Masuk

(52)

Spesifikasi :

Kapasitas : 11,90 gpm

Total DynamicHead : 15,45 ft.lbf/lbm

Effisiensi motor : 80%

Power : 1,5 hp = 1,2 kW

Bahan konstruksi : Commercial Steel

Jumlah : 1 buah

9. REAKTOR ( R - 210 )

Fungsi : Mereaksikan sodium dichromate dengan asam sulfat.

Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis

dilengkapi pengaduk dan jaket pendingin.

Dimensi Shell :

Diameter Shell , inside : 8 ft

Tinggi Shell : 16 ft

Tebal Shell : 3/16 in

Dimensi tutup :

Tebal tutup atas (dished) : 3/16 in

Tinggi Tutup atas : 1,08 ft

Tebal tutup bawah (conis) : 3/16 in

Tinggi Tutup bawah : 0,9 ft

(53)

Sistem Pengaduk

Dipakai impeler jenis turbin dengan 6 buah flat blade dengan 2 buah impeller.

Diameter impeler : 2,667 ft

Panjang blade : 0,667 ft

Lebar blade : 0,534 ft

Power motor : 39 hp

Sistem Pendingin

Diameter jaket : 8,07 ft

Tinggi jaket : 12,8 ft

Jaket spacing : 3/16 in

Tebal Jaket : 3/16 in

Bahan konstruksi : Stainless steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)

Jumlah reaktor : 2 buah ( 1 buah standby-running)

10. TANGKI SEMENTARA - 1 ( F - 211 )

Fungsi : menampung larutan selama 24 jam

Type : silinder tegak , tutup bawah datar dan tutup atas dish

Dasar Pemilihan : Umum digunakan untuk liquid pada tekanan atmospheric

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)

- Suhu = 80C (suhu bahan)

- Waktu penyimpanan = 24 jam

Spesifikasi :

Volume : 10050 cuft = 285 M3

Diameter : 19 ft

Tinggi : 38 ft

Tebal shell : ¼ in

Tebal tutup atas : ¼ in

Masuk

(54)

Tebal tutup bawah : ¼ in

Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)

Jumlah : 1 buah

11. POMPA - 3 ( L - 212 )

Fungsi : Memindahkan bahan dari F-211 ke H-220

Type : Centrifugal Pump

Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas (<10 cP) dan tekanan yang rendah.

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)

- Suhu = 80C (suhu bahan)

- Waktu proses= continuous

Spesifikasi :

Kapasitas : 41,70 gpm

Total DynamicHead : 52,36 ft.lbf/lbm

Effisiensi motor : 80%

Power : 2,5 hp = 1,9 kW

Bahan konstruksi : Commercial Steel

Jumlah : 1 buah

12. COOLER ( E - 213 )

Fungsi : Mendinginkan bahan dari suhu 80C menjadi suhu 32C

Type : 1 – 2 Shell and Tube Heat Exchanger (Fixed Tube)

Dasar Pemilihan : Umum digunakan dan mempunyai range perpindahan

panas yang besar.

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)

- Suhu = 32C (suhu kamar)

(55)

Spesifikasi :

Tube : OD = ¾ in ; 16 BWG

Panjang = 16 ft

Pitch = 1 in square

Jumlah Tube , Nt = 914

Passes = 2

Shell : ID = 37,0 in

Passes = 1

Heat Exchanger Area , A = 2870,7 ft2 = 267 m2

Jumlah exchanger = 1 buah

13. CENTRIFUGE - 1 ( H - 220 )

Fungsi : Memisahkan natrium sulfat dan larutan sodium

dichromate

Type : Disk-Bowls Centrifuge (automatic continuous disch. cake)

Dasar Pemilihan : Sesuai dengan jenis bahan , efisiensi tinggi.

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)

- Suhu = 32C (suhu bahan)

- Waktu proses= continuous

Spesifikasi :

Bahan : Carbon Steel

Kapasitas maksimum : 50 gpm

Diameter Bowl : 13 in

Speed : 7500 rpm

Centrifugal Force : 10400 lbf/ft2

Power Motor : 6 Hp

(56)

14. TANGKI SEMENTARA - 2 ( F - 221 )

Fungsi : menampung larutan selama 24 jam

Type : silinder tegak , tutup bawah datar dan tutup atas dish

Dasar Pemilihan : Umum digunakan untuk liquid pada tekanan atmospheric

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)

- Suhu = 80C (suhu bahan)

- Waktu penyimpanan = 24 jam

Spesifikasi :

Volume : 8310 cuft = 236 M3

Diameter : 17 ft

Tinggi : 34 ft

Tebal shell : ¼ in

Tebal tutup atas : ¼ in

Tebal tutup bawah : ¼ in

Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)

Jumlah : 1 buah

15. POMPA - 4 ( L - 222 )

Fungsi : Memindahkan bahan dari F-221 ke V-230

Type : Centrifugal Pump

Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas (<10 cP) dan tekanan yang rendah.

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)

- Suhu = 32C (suhu bahan)

- Waktu proses= continuous Masuk

(57)

Spesifikasi :

Kapasitas : 25,00 gpm

Total DynamicHead : 21,02 ft.lbf/lbm

Effisiensi motor : 80%

Power : 1,5 hp = 1,2 kW

Bahan konstruksi : Commercial Steel

Jumlah : 1 buah

16. SCREW CONVEYOR - 2 ( J - 223 )

Fungsi : memindahkan bahan dari H-220 ke F-310

Type : Plain spouts or chutes

Dasar pemilihan : Umum digunakan untuk padatan dengan sistem tertutup

Spesifikasi :

Kapasitas : 58 cuft/jam

Panjang : 50 ft

Diameter : 10 in

Kecepatan putaran : 10 rpm

Power : 2,0 hp

Jumlah : 1 buah

17. EVAPORATOR ( V - 230 )

Fungsi : Memekatkan larutan sodium dichromate

Type : Standard Vertical Tube Evaporator ( calandria )

Dasar Pemilihan : sesuai untuk kadar pemekatan yang rendah (<70%)

INLET

OUTLET Tampak

Depan

(58)

Spesifikasi :

Bagian Shell :

Diameter evaporator = 8,8 ft

Diameter centerwall = 8,8 ft

Tinggi shell = 17,6 ft

Tebal shell = ¼ in

Tebal tutup = ¼ in

Tube Calandria :

Ukuran = 4 in sch. 40 standard IPS

OD = 4,500 in

ID = 4,026 in

Panjang Tube = 12 ft

Jumlah Tube = 695 buah

Bahan konstruksi = Carbon steel SA – 203 Grade C ( 2 ½ Ni )

Jumlah evaporator = 1 buah

18. CENTRIFUGE - 2 ( H - 240 )

Fungsi : Memisahkan natrium sulfat dan larutan sodium dichromate

Type : Disk-Bowls Centrifuge (automatic continuous disch. cake)

Dasar Pemilihan : Sesuai dengan jenis bahan , efisiensi tinggi.

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)

- Suhu = 100C (suhu bahan)

- Waktu proses= continuous

Spesifikasi :

(59)

Kapasitas maksimum : 50 gpm

Diameter Bowl : 13 in

Speed : 7500 rpm

Centrifugal Force : 10400 lbf/ft2

Power Motor : 6 Hp

Jumlah : 1 buah (automatic continuous discharge cake)

19. SCREW CONVEYOR - 3 ( J - 241 )

Fungsi : memindahkan bahan dari H-240 ke F-310

Type : Plain spouts or chutes

Dasar pemilihan : Umum digunakan untuk padatan dengan sistem tertutup

Spesifikasi :

Kapasitas : 14 cuft/jam

Panjang : 50 ft

Diameter : 6 in

Kecepatan putaran : 14 rpm

Power : 0,5 hp

Jumlah : 1 buah

20. POMPA - 5 ( L - 242 )

Fungsi : Memindahkan bahan dari H-240 ke S-250

Type : Centrifugal Pump

Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas (<10 cP) dan tekanan yang rendah.

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)

- Suhu = 51,5C (suhu bahan)

- Waktu proses= continuous

INLET

OUTLET Tampak

Depan

(60)

Spesifikasi :

Kapasitas : 18,50 gpm

Total DynamicHead : 31,95 ft.lbf/lbm

Effisiensi motor : 80%

Power : 1,5 hp = 1,2 kW

Bahan konstruksi : Commercial Steel

Jumlah : 1 buah

21. CRYSTALLIZER ( S - 250 )

Fungsi : Kristalisasi larutan sodium dichromate

Type : Swenson-Walker Crystallizer

Dasar pemilihan : Umum digunakan untuk kristalisasi dengan pendinginan

Spesifikasi :

Kapasitas : 211,2 cuft

Diameter : 5,9 ft

Panjang : 19,7 ft

Luas Cooling Area : 164,7 ft2/ft3

Power : 3 hp

(61)

22. CENTRIFUGE - 3 ( H - 260 )

Fungsi : Memisahkan kristal sodium dichromate dan mother liquor

Type : Disk-Bowls Centrifuge (automatic continuous disch. cake)

Dasar Pemilihan : Sesuai dengan jenis bahan , efisiensi tinggi.

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)

- Suhu = 32C (suhu bahan)

- Waktu proses= continuous

Spesifikasi :

Bahan : Carbon Steel

Kapasitas maksimum : 50 gpm

Diameter Bowl : 13 in

Speed : 7500 rpm

Centrifugal Force : 10400 lbf/ft2

Power Motor : 6 Hp

Jumlah : 1 buah (automatic continuous discharge cake)

23. POMPA - 6 ( L - 261 )

Fungsi : Memindahkan bahan dari H-260 ke V-230

Type : Centrifugal Pump

Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas (<10 cP) dan tekanan yang rendah.

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)

- Suhu = 32C (suhu bahan)

- Waktu proses= continuous

Spesifikasi :

(62)

Total DynamicHead : 15,30 ft.lbf/lbm

Effisiensi motor : 80%

Power : 1,5 hp = 1,2 kW

Bahan konstruksi : Commercial Steel

Jumlah : 1 buah

24. SCREW CONVEYOR - 4 ( J - 262 )

Fungsi : memindahkan bahan dari H-260 ke B-270

Type : Plain spouts or chutes

Dasar pemilihan : Umum digunakan untuk padatan dengan sistem tertutup

Spesifikasi :

Kapasitas : 73 cuft/jam

Panjang : 30 ft

Diameter : 10 in

Kecepatan putaran : 11 rpm

Power : 1,5 hp

Jumlah : 1 buah

25. ROTARY DRYER ( B - 270 )

Fungsi : mengeringkan bahan dengan bantuan udara panas

Dasar pemilihan : sesuai untuk pengeringan padatan

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)

- Suhu = 90C (berdasarkan titik leleh kristal)

- Waktu proses= Waktu melewati (time of passes)

INLET

OUTLET Tampak

Depan

(63)

Spesifikasi :

Kapasitas : 5372,7524 kg/jam

Isolasi : Batu isolasi

Diameter : 1,2 m

Panjang : 7 m

Tebal isolasi : 4 in

Tebal shell : 3/16 in

Tinggi bahan : 0,590 ft

Sudut rotary : 1

Time of passes : 15 menit

Jumlah flight : 16 buah

Power : 23 hp

Jumlah : 1 buah

26. CYCLONE ( H - 271 )

Fungsi : untuk memisahkan padatan yang terikut udara

Type : Van Tongeren Cyclone

Dasar pemilihan : efektif dan sesuai dengan jenis bahan

Bc

Hc Gas

in

De Sc

Lc

Dc

Zc Gas Out

Bc = 1/4 Dc De = 1/2 Dc Hc = 1/2 Dc Lc = 2 Dc Sc = 1/8 Dc Zc = 2 Dc Jc = 1/4 Dc

Tampak Atas

(64)

Spesifikasi :

Kapasitas : 347,11 cuft/dt

Diameter partikel : 0,000021ft

Tebal shell : 3/16 in

Tebal Tutup atas : 3/16 in

Tebal Tutup bawah : 3/16 in

Jumlah : 1 buah

27. BLOWER ( G - 272 )

Fungsi : memindahkan udara dari udara bebas ke B-270

Type : Centrifugal Blower

Dasar Pemilihan : Sesuai dengan jenis bahan , efisiensi tinggi.

Spesifikasi :

Bahan : Commercial Steel

Rate Volumetrik : 8500 cuft/menit

Adiabatic Head : 15000 ft.lbf/lbm gas

Effisiensi motor : 80%

Power : 166 hp

Jumlah : 1 buah

28. HEATER ( E - 273 )

Fungsi : Memanaskan udara dari 30C menjadi 120C

Type : 1 – 2 Shell and Tube Heat Exchanger (Fixed Tube)

Dasar Pemilihan : Umum digunakan dan mempunyai range perpindahan

panas yang besar. Masuk

Keluar

Masuk

(65)

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)

- Suhu = 120C (berdasarkan dryer)

- Waktu proses = continuous

Spesifikasi :

Tube : OD = ¾ in ; 16 BWG

Panjang = 16 ft

Pitch = 1 in square

Jumlah Tube , Nt = 270

Passes = 2

Shell : ID = 21,25 in

Passes = 1

Bahan konstruksi shell = Carbon steel

Heat Exchanger Area , A = 848 ft2 = 79 m2

Jumlah exchanger = 1 buah

29. COOLING CONVEYOR ( E - 280 )

Fungsi : Mendinginkan bahan sampai dengan 32C

Type : Plain spouts or chutes

Dasar pemilihan : Umum digunakan untuk padatan dengan sistem tertutup

Tampak

Depan Tampak Samping

Urea prill

Air pendingin Masuk

(66)

Spesifikasi :

Kapasitas : 70 cuft/jam

Panjang : 70 ft

Diameter : 10 in

Kecepatan putaran : 11 rpm

Power : 3,5 hp

Jumlah : 1 buah

30. BUCKET ELEVATOR - 2 ( J - 281 )

Fungsi : memindahkan kristal sodium dichromate dari E-280 ke

F-320

Type : Continuous Discharge Bucket Elevator

Dasar pemilihan : untuk memindahkan bahan dengan ketinggian tertentu

Spesifikasi :

Kapasitas maksimum = 14 ton/jam

Ukuran = 6 in x 4 in x 4 ¼ in

Bucket Spacing = 12 in

Jumlah bucket = 38 buah

(67)

Ukuran Feed (maximum) = ¾ in

Bucket Speed = (5,4 / 14) x 225 ft/mnt = 87 ft/menit

Putaran Head Shaft = (5,4 / 14) x 43 rpm = 17 rpm

Lebar Belt = 7 in

Power total = 4 hp

Alat pembantu = Hopper Chute (pengumpan)

Jumlah = 1 buah

31. BALL MILL ( C - 290 )

Fungsi : Menghaluskan chromium trioxide sampai 100 mesh

Type : Ball Mill Grinding System, Air-Lift Type

Dasar pemilihan : dipilih jenis ini karena sesuai dengan bahan dan kapasitas.

Kondisi operasi : Tekanan operasi= 1 atm (atmospheric pressure)

Suhu operasi = Suhu kamar

Waktu proses = Continuous

Spesifikasi :

Sieve number : No. 100

Kapasitas maksimum : 14 ton/hari

Ukuran ball mill : 7 ft x 5 ft

Mill Speed : 22,5 rpm

Power : 135 hp

Bola Baja : - Ball charge : 5,25 ton

- Ukuran bola baja : 5” , 3 ½ “ , 2 ½ “

- Jumlah bola 5” : 849 buah

- Jumlah bola 3½“ : 2475 buah

- Jumlah bola 2½“ : 6792 buah

(68)

32. SCREEN ( H - 291 )

Fungsi : Menyaring chromium trioxide dari ball mill.

Type : Vibrating Screen

Dasar pemilihan : sesuai dengan ukuran, kapasitas dan jenis bahan.

Spesifikasi :

Kapasitas : 5,6 ton/jam

Speed : 50 vibration/dt

Power : 3 Hp (Peter’s 4ed;p.567)

Ty Equivalent design : 100 mesh

Sieve No. : 100

Sieve design : standard 149 micron

Sieve opening : 0,149 mm

Ukuran kawat : 0,110 mm

Effisiensi : 99,73 %

Jumlah : 1 buah

33. BUCKET ELEVATOR - 3 ( J - 292 )

Fungsi : memindahkan chromium trioxide dari H-291 ke C-290

Type : Continuous Discharge Bucket Elevator

(69)

Spesifikasi :

Kapasitas maksimum = 14 ton/jam

Ukuran = 6 in x 4 in x 4 ¼ in

Bucket Spacing = 12 in

Tinggi Elevator = 62 ft

Ukuran Feed (maximum) = ¾ in

Bucket Speed = (0,3 / 14) x 225 ft/mnt = 5 ft/menit

Putaran Head Shaft = (0,3 / 14) x 43 rpm = 1 rpm

Lebar Belt = 7 in

Power total = 4 hp

Alat pembantu = Hopper Chute (pengumpan)

Jumlah = 1 buah

34. BELT CONVEYOR ( J - 293 )

Fungsi : memindahkan chromium trioxide dari J-292 ke C-290

Type : Troughed belt conveyor with rolls of equal length

Dasar pemilihan : dipilih conveyor jenis belt sesuai dengan bahan

Spesifikasi :

Kapasitas maksimum : 32 ton/jam

Belt - width : 14 in

- trough width : 9 in

- skirt seal : 2 in

Belt speed : (0,1 / 32) x 100 ft/mnt = 0,4 ft/min

Panjang : 51 ft

Sudut elevasi : 11,3 o

Power : 4 Hp

Jumlah : 1 buah

Masuk

Keluar

(70)

35. SILO SODIUM SULFATE ( F - 310 )

Fungsi : Menampung produk sodium sulfate

Type : silinder tegak dengan tutup atas datar dan bawah conis

Dasar pemilihan : umum digunakan untuk menampung padatan

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)

- Suhu = suhu kamar

- Waktu penyimpanan = 7 hari

Spesifikasi :

Volume : 7665 cuft = 217 m3

Diameter : 15 ft

Tinggi : 45 ft

Tebal shell : ¼ in

Tebal tutup atas : ¼ in

Tebal tutup bawah : ¼ in

Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)

Jumlah : 2 buah

inlet

(71)

36. SILO CHROMIUM TRIOXIDE ( F - 320 )

Fungsi : Menampung produk chromium trioxide

Type : silinder tegak dengan tutup atas datar dan bawah conis

Dasar pemilihan : umum digunakan untuk menampung padatan

Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)

- Suhu = suhu kamar

- Waktu penyimpanan = 7 hari

Spesifikasi :

Volume : 7350 cuft = 209 m3

Diameter : 15 ft

Tinggi : 45 ft

Tebal shell : ¼ in

Tebal tutup atas : ¼ in

Tebal tutup bawah : ¼ in

Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)

Jumlah : 2 buah

inlet

(72)

REAKTOR ( R - 210 )

Fungsi : Mereaksikan sodium dikromat dihidrat dengan asam sulfat.

Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis

dilengkapi pengaduk dan jaket pendingin.

Kondisi Operasi :

Tekanan operasi : 1 atm (atmospheric pressure)

Suhu operasi : 80oC (nrdcindia.com)

Waktu tinggal : 2 jam (nrdcindia.com)

Berdasarkan pertimbangan atas fase zat yang bereaksi, dan kapasitas

produksi, maka reaktor dapat dibedakan jenisnya yaitu : reaktor berpengaduk

(mixed flow) dan reaktor pipa alir (plug flow). Pada reaktor ini semua bahan baku

merupakan fase cair sedangkan produk merupakan padatan terlarut, maka dipilih

jenis reaktor tangki berpengaduk (mixed flow) untuk memudahkan dan

(73)

Kondisi feed :

1. Feed larutan sodium dikromat dihidrat dari tangki M-114 :

Bahan Masuk :

Komponen Berat (kg) Fraksi berat (gr/cc) [Perry 7ed;T.2-1] Na2Cr2O7.2H2O 8647,5200 0,7350 2,520

Na2SO4 35,2960 0,0030 2,698

NaCl 17,6480 0,0015 2,163

H2O 3064,8694 0,2605 1,000

11765,3334 1,0000

 campuran =

fraksikomponenberat 1

(Himmelblau , 249)

 campuran =

1 0,2605 2,163 0,0015 2,698 0,0030 2,520 0,7350 1   

= 1,81 gr/cc

= 1,81 gr/cc x 62,43 = 112,7 lb/cuft (1 gr/cc = 62,43 lb/cuft)

Rate massa = 11765,3334 kg/jam = 25937,8540 lb/jam

rate volumetrik= densitas massa rate = cuft / lb jam / lb 112,7 25937,8540

= 231 cuft/jam

2. Feed larutan asam sulfat dari tangki F-120 :

Komponen Berat (kg) Fraksi berat  (gr/cc) [Perry 7ed;T.2-1]

H2SO4 4323,7600 0,9300 1,834

H2O 325,4443 0,0700 1,000

4649,2043 1,0000

Rate massa = 4649,2043 kg/jam = 10249,6358 lb/jam

 campuran = 62,43

komponen berat fraksi 1  

= 108,2 lb/cuft

rate volumetrik= densitas massa rate = cuft / lb jam / lb 108,2 10249,6358

= 95 cuft/jam

(74)

Tahap-tahap Perencanaan

1. Perencanaan Dimensi Reaktor

2. Perencanaan Sistem Pengaduk

3. Perencanaan Sistem Pendingin

1. PERENCANAAN DIMENSI REAKTOR

Total rate volumetrik : 326 cuft/jam

 campuran : 108,3 lb/cuft (produk bawah)

Waktu tinggal : 2 jam (nrdcindia.com)

Direncanakan digunakan 1 tangki untuk proses tiap batch, sehingga volume tangki

adalah = 326 cuft/jam x 2 jam = 652 cuft

Asumsi volume bahan (liquid) mengisi 80 % volume tangki sehingga volume

ruang kosong sebesar 20% dan digunakan 1 buah tangki.

Volume tangki = 652 x (100/80) = 815 cuft

Menentukan ukuran tangki dan ketebalannya

Asumsi H/D = 2 (Ulrich : T.4-27)

Volume tangki = ¼ π D2 H

815 = ¼ π 2D3

D = 8 ft = 96 in (1 ft = 12 in)

Tinggi Dished :

Untuk D = 288 in, dari Brownell & Young Tabel 5.7 diperoleh : rc = 96 in

hd =

4 2 2 D rc

(75)

Volume Dished :

Volume dished = 1,05 h2 (3 Rc - h)

= 1,05 x 0,12 (3 x 12

8

- 0,1)

= 0,0199 cuft

Tinggi Conical :

h = 2

)

(D m

x

tg  

(Hesse, pers.4-17)

Keterangan : α = ½ sudut conis ; 150

D = diameter tangki ; ft

m =flat spot center ; 12 in = 1 ft

Maka h =

2 ) 1 ( 150x Dtg

= 2

7 268 ,

0 x

= 0,9 ft

Volume Conical :

Volume conical = 0,262 h (D2 + D.m + m2)

= 0,262 x 0,9 (82 + 8 x 1 + 12)

= 17,2134 cuft

Volume Shell = volume tangki – (volume dished + volume conical)

= 815 – (0,1 + 17,2134) = 797,6866 cuft

Tinggi Shell :

Volume shell = ¼ π D2 hs

797,6866 = ¼ π x 82 x hs

hs = 15 ft = 192 in

Tinggi total = hs + hd + hc = 15 + 0,1 + 0,9 = 16 ft = 192 in

(76)

Penentuan tebal shell :

Tebal shell berdasarkan ASME Code untuk cylindrical tank :

t min = C

P 6 , 0 fE

ri P

 

[Brownell & Young ,pers.13-1,hal.254]

dengan : t min = tebal shell minimum; in

P = tekanan tangki ; psi

ri = jari-jari tangki ; in ( ½ D )

C = faktor korosi ; in (diambil 1/8 in)

E = faktor pengelasan, digunakan double welded butt joint.

faktor pengelasan, E = 0,8

f = stress allowable, bahan konstruksi stainless steel 316

maka f = 36000 psi [Perry 7ed,T.28-11]

P operasi = P hydrostatis =  H

P hydrostatis =

144 16 % 80 3 ,

108  

= 9,6 psi

P design diambil 10% lebih besar dari P operasi untuk faktor keamanan.

P design = 1,1 x 9,6 = 11 psi

r = ½ D = ½ x 96 in = 48 in

t min =

 

0,125

11 6 ,

Gambar

Tabel VII.2. Jenis dan Jumlah Fire-Extinguisher.
Tabel VIII.4.2. Kebutuhan listrik Ruang Pabrik dan  Daerah Pabrik.
Tabel IX.1. Pembagian Luas Pabrik
Gambar IX.1.  Lay Out Pabrik
+7

Referensi

Dokumen terkait

Proses kontak pertama kali ditemukan pada tahun 1831 oleh Peregrine Philips, seorang negarawan Inggris, yang patennya mencakup aspek-aspek penting dari proses

Bahan baku precipitated silica dari asam sulfat dan sodium silikat.. Bahan baku asam sulfat diperoleh dari

PRARANCANGAN PABRIK SODIUM NITRAT DARI SODIUM KLORIDA DAN ASAM NITRAT KAPASITAS 50.000 TON PER TAHUN..

Diagram Alir Proses Pembuatan Sodium Sulfate dari Methionine Pada proses ini, bahan baku yang digunakan adalah limbah dari pabrik methionine, dimana mother liquor dari proses

Tetrasodium pyrophosphate.. Dari tabel diatas dapat dinyatakan bahwa cara pembuatan Penta Sodium Triphosphate dengan proses dua tahap dimana peralatan utama yang digunakan

Diagram Alir Proses Pembuatan Sodium Sulfate dari Methionine Pada proses ini, bahan baku yang digunakan adalah limbah dari pabrik methionine, dimana mother liquor dari proses

Oleh karena itu sebelum dilakukan proses produksi, dilakukan pengujian terhadap kualitas bahan baku yang berupa asam sulfat dan sodium silikat dengan tujuan agar

Tetrasodium pyrophosphate.. Dari tabel diatas dapat dinyatakan bahwa cara pembuatan Penta Sodium Triphosphate dengan proses dua tahap dimana peralatan utama yang digunakan