Kewarlsan Anak Angkat Dalam Hukum Islam, Hukum Perdata Dan Hukum Adat
Teks penuh
Dokumen terkait
Pelaksanaan hibah terhadap anak angkat dalam wilayah hukum Pengadilan Agama Medan dari 2 (dua) kasus yang diterima oleh pengadilan terdapat kecendrungan untuk menghibahkan
Keputusan Pengadilan Purworejo tanggal 6 Januari 1937 (T.148 hal. 307) dijelaskan bahwa anak angkat masih mewarisi orang tua kandungnya dan kerabatnya sendiri. Hanya di dalam
Kompilasi Hukum Islam menegaskan bahwa antara anak angkat dengan orang tua angkatnya tidak ada hubungan kewarisan, tetapi sebagai pengakuan mengenai baiknya
Masing-masing hukum adat di daerah punya pengaturan yang berbeda-beda, ada yang karena pengangkatan anak maka timbul hubungan kewarisan antara orang tua angkat
Hukum Adat : Adalah susunan dari pada aturan-aturan hidup yang berlaku bagi orang-orang Indonesia dan Timur Asing yang pada satu segi mempunyai sanksi ( oleh karena itu
1969, Hukum Perdata Internasional Indonesia, Jakarta, Kinta Hadikusuma, Hilman, 2003, Hukum Waris Adat, Bandung, Citra Adytia Bakti Harsojo, 1972, Pengantar Antropologi,
Maka dalam hal ini anak angkat dapat memberikan harta warisannya kepada orang tua angkatnya dengan cara wasiat wajibah seperti yang ditegaskan dalam Pasal 209 ayat (1)
Demikian sesuai KUHPdt maka ketentuan anak luar kawin tidak dapat disamakan dengan proses pengangkatan anak atau adopsi.28 Peristiwa pengangkatan anak tergolong suatu perbuatan perdata