PENERAPAN METODE TAKRIR
DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN SANTRI DI PONDOK PESANTREN DAR EL FIKR SERUA DEPOK
Skripsi
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd)
Oleh:
Khoirun Nisa’ Aulia NIM: 18311916
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ILMU AL-QUR`AN (IIQ) JAKARTA 1444 H/2022 M
PENERAPAN METODE TAKRIR
DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN SANTRI DI PONDOK PESANTREN DAR EL FIKR SERUA DEPOK
Skripsi
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd)
Oleh:
Khoirun Nisa’ Aulia NIM: 18311916 Dosen Pembimbing:
Dr. Syahidah Rena, M. Ed
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ILMU AL-QUR`AN (IIQ) JAKARTA 1444 H/2022 M
i
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi dengan judul “Penerapan Metode Takrir Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Santri Dipondok Pesantren Dar El Fikr Serua Depok” yang disusun oleh Khoirun Nisa’ Ailia Nomor Induk Mahasiswa: 18311916 telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan ke sidang munaqasyah.
Jakarta, 08 Agustus 2022 Pembimbing,
Dr. Syahidah Rena, M. Ed
ii
LEMBARAN PENGESAHAN
Skripsi dengan judul “Penerapan Metode Takrir Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Santri Di Pondok Pesantren Dar el Fikr Serua Depok” oleh Khoirun Nisa’ Aulia dengan NIM 18311916 telah diujikan pada sidang Munaqasyah Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2022. Skripsi telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd).
No Nama Jabatan Tanda Tangan
1 Esi Hairani, M. Pd Ketua Sidang
2 Reksiana, M.A. Pd Sekretaris Sidang
3 Dr. KH. Ahmad Fathoni, M. Ag Penguji I 4 Siti Istiqomah M. Pd Penguji II 5 Dr. Syahidah Rena, M. Ed Pembimbing
Jakarta, 19 Agustus 2022 Mengetahui
Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta
Dr. Esi Hairani, M. Pd
iii
PERNYATAAN PENULIS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Khoirun Nisa’ Aulia
NIM : 18311916
Tempat/ Tgl. Lahir : Jombang, 20 Januari 2000
Menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Penerapan Metode Takrir Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Santri Dipondok Pesantren Dar El Fikr Serua Depok” adalah benar-benar hasil karya saya kecuali kutipan-kutipan yang sudah disebutkan. Kesalahan dan kekurangan di dalam karya ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.
Jakarta, 10 Agustus 2022 Penulis
Khoirun Nisa’ Aulia
v MOTTO
ن ْو َ ُ
ل َم ْعَي َنْي ِذ َّ
لا َنْيِن ِم ْؤ ُم ْ
لا ُر ِ شَبُيَو ُمَوْقَا َي ِه ْي ِت َّ
لِل ْي ِد ْهَي ن َ ٰ ا ْر ق ُ ْ
لا ا َ ذ ٰه َّ
ن ِا ۙا ًرْيِب َ
ك اًر ْج َ ا ْم ُه َ
ل ن َّ َ
ا ِت ٰحِل ّٰصلا
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar”
(Q.S Al-Isra’ [17] 9)
vi
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis persembahkan kehadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa karena atas izin-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penerapan Metode Takrir Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Dar el Fikr Serua Depok”.
Shalawat berbingkiskan salam penulis hadiahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya yang telah menunjukkan jalan ilmu, iman dan membimbing akhlak umat manusia sehingga sampai hari ini insya Allah manusia yang istiqamah menerima dan menjalankan petunjuknya senantiasa berada dalam kebenaran.
Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan (S. Pd). Penulisan skripsi ini dapat penulis selesaikan dengan adanya dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu dengan kerendahan hati, penulis ucapkan banyak terima kasih dan penghormatan yang tak terhingga kepada:
1. Rektor Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta. Ibu Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M. Hum.
2. Wakil Rektor II Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Bapak Dr. M.
Dawud Arif Khan, SE., M.Si., Ak., CPA.
3. Wakil Rektor III Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.Ibu Dr. Romlah Widayati, M.Ag.
4. Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta. Ibu Dr.
Esi Hairani, M.Pd.
5. Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.Ibu Reksiana, MA.Pd.
6. Dosen pembimbing skripsi Ibu Dr. Syahidah Rena, M.Ed., yang senantiasa sabar, tekun dan terus memotivasi, memberikan semangat dan bimbingan terbaiknya kepada penulis untuk keberhasilan penulisan skripsi ini.
vii
7. Seluruh Dosen Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta yang telah memberikan usaha terbaiknya untuk menyalurkan ilmu yang kelak akan menjadi bekal penulis dalam bermasyarakat.
8. Staf fakultas dan perpustakaan Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta yang sigap dan ramah dalam memberikan pelayanan bagi mahasisi IIQ Jakarta.
9. Seluruh instruktur tahfiz Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta, terutama kepada bapak Dr. KH. Ahmad Fathoni, Lc., M.A., Ibu Hj. Muthmainnah, M.A., Ibu Ummul Khoir, Kak Herlin Misliani, Ibu Romlah dan Ibu Hj.
Istianah Imron, Dra. Hj. Azizah Burhan, M.A semoga Allah memuliakan dan menggangkat derajat beliau di dunia dan akhirat, aamiin.
10. Terimakasih tak terhingga dan rasa syukur yang tak ternilai melebihi bahagianya penulis memiliki kedua orang tua yang selalu memberikan doa dan dukungan terbaiknya untuk penulis selama penulis menimba ilmu, kedua orang tua tercinta Bapak Mulyadi dan Ibu Nur Ismiatik, yang menjadi alasan utama penulis tetap semangat menuntut ilmu, serta memberikan mereka kebahagiaan dunia dan akhirat.
11. Adek-adek kandung saya M. Maftuh Kirom dan M. Indra Saputra yang selalu mensuport penulis dalam berbagai hal. Serta seluruh keluarga besar penulis yang selalu mendo’akan proses demi proses yang penulis lalui.
12. Pesantren Takhassus IIQ Jakarta dan kampus IIQ Jakarta yang sudah menjadi saksi bisu perjuangan selama 4 tahun lamanya menjadi mahasiswa dan mahasantri.
13. Terimakasih tak terhingga kepda bapak KH. Hadi Hadiyatullah dan Ibu Iftitahur Rahmah beserta putra tercintanya Gus Haikal Masyis yang menjadi keluarga dan orang tua kedua penulis. Dua sosok baik serta selalu sabar menyima’ hafalan al-Qur’an penulis sampai penulis menyelesaikan hafalannya. Serta do’a dan ridho yang beliau beri dari langkah demi langkah selama penulis di Pondok Pesantren Dar el-Fikr.
viii
14. Kaka kamar Pengurus ka Ajriyah S. Pd, ka Wardah Hasna’a S. Ag dan ka Aaz Azkiyah S. Ag, ka Elsa Kholisah S. Ag, ka Tsanil Kumala Sari S. pd, Hermanida S. Ag dan tati tazkiya terimakasih untuk selalu mendengarkan keluh kesah, sedih, senang penulis. Yang manjadi saksi bisu jatuh dan bangkitnya penulis dalam segala persoalan. Serta yang selalu mensuport penulis dalam menyelesaikan skripsi. Nurus Syafika, Dewi Rasfati Putri, Fitri puji, Dewi Rizki, Siti Mawarni, Hilwa Ziyadah serta adik-adik Akhwat Tangguh Pondok Pesantren Dar el-Fikr yang sudah penulis anggap seperti keluarga kedua.
15. Amanda Syahputri dan Meria Ulva Selaku teman seperjuangan di IIQ Jakarta dan di pondok pesantren Dar el Fikr Serua Depok yang sama-sama berjuang untuk mendapatkat gelar Sarjana dan semoga kita mendapatkan keberkahan ilmu dari Allah AWT.
16. Teman-teman tarbiyah PAI A, khususnya Safirotul Aini, Saydah Humaeroh, Balqis Setia Ningsih dan teman-teman bimbingan dari Ibu Dr.
Syahidah Rena, M. Ed yang sama-sama berjuang, saling memotivasi dan saling bertukar fikiran mengenai skripsi. Sampai kita bisa mencapai titik ini. dan juga teman-teman angkatan 2018, yang sudah bekerjasama dan berkontribusi dalam berbagai hal. Semoga kita menjadi alumni Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta yang dapat membumikan al-Qur’an.
17. Lely Khusnul Khowatim, Umi Masitah, Herlis Nur Afisah, Siti Nur Faizah sebagai sahabat yang selalu memberikan doa dan semangat kepada penulis dimanapun penulis berada.
18. Seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian proses penyelesaian skripsi ini, semoga Allah membalas jasa dan perjuangan kalian serta senantiasa dalam naungan Allah SWT.
Semoga kebaikan kalian selama membersamai penulis Allah balas berkali lipat dengan balasan yang baik. Dalam penulisan ini tentunya terdapat
ix
kekurangan, untuk itu penulis mengaharapkan kritik dan saran untuk perbaikan kedepannya, semoga penelitian ini membawa manfaat dan wawasan bagi pembaca dan penulis, Aamin yaa Robbal ‘Aalamiin.
Jakarta, 10 Agustus 2022 Penulis
Khoirun Nisa’ Aulia
x
PEDOMAN LITERASI
Transliterasi adalah suatu penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Dalam penulisan skripsi di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, transliterasi Arab-Latin mengacu kepada SKB Menteri Agama RI, Menteri Pendidikan dan Menteri Kebudayaan RI No.
158/1987 dan No. 0543b/U/1987 tertanggal 22 Januari 1988.
1. Konsonan Huruf
Arab Nama Huruf Latin Nama
ا
Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkanب
Ba B Beت
Ta T Teث
Ṡa ṡ es (dengan titik di atas)ج
Jim J Jeح
Ḥa ḥ ha (dengan titik di bawah)خ
Kha Kh Ka dan haد
Dal D Deذ
Żal Ż zet (dengan titik di atas)ر
Ra R Erز
Zai Z Zetس
Sin S Esش
Syin Sy Es dan yexi
ص
Ṣad ṣ es (dengan titik di bawah)ض
Ḍad ḍ de (dengan titik di bawah)ط
Ṭa ṭ te (dengan titik di bawah)ظ
Ẓa ẓ zet (dengan titik di bawah)ع
‘ain ‘ Koma terbalik (di atas)غ
Gain G Geف
Fa F Efق
Qaf Q Kiك
Kaf K Kaل
Lam L Elم
Mim M Emن
Nun N Enو
Wau W Weـه
Ha H Haء
Hamzah ‘ Apostrofي
Ya Y Ye2. Konsonan Rangkap karena tasydīd ditulis rangkap:
ََةِّ دَدَعُتم
Ditulis muta‘addidahةَّدِّع
Ditulis ‘iddahxii 3. Tā’ marbūtah di akhir kata
a. Bila dimatikan, ditulis h:
َةَمْك ِّح
Ditulis ḥikmahَةَي ْز ِّج
Ditulis Jizyah(Ketentuan ini tidak diperlukan terhadap katakata Arab yang sudah terserap ke dalam bahasa Indonesia seperti zakat, shat dan sebagainya, kecuali dikehendaki lafal aslinya).
b. Bila Ta’ Marbūtah diikuti dengan kata sandang “al” serta bacaan kedua itu terpisah, maka ditulis dengan h.
c. Bila Ta’ Marbūtah hidup atau dengan harakat, fathah, kasrah dan dammah ditulis t
لافطر
ََ
زاكة
Ditulis zakāt al-fiṭr4. Vokal Pendek
َََ
Fathah Ditulis Aََِّ
Kasrah Ditulis Iََُ
Dhammah Ditulis U5. Vokal Panjang
1. Fatḥah + alif Ditulis Ā
َةيلهاج Ditulis Jāhiliyyah 2. Fatḥah + ya’ mati Ditulis Ā
ىسنت Ditulis Tansā
َةَما َرَك َءاَيِّل ْوَ ْلْا
Dituliskarāmah al- auliyā’
xiii
3. Kasrah + ya’ mati Ditulis Ī
ميرك
Ditulis Karīm4. ḍammah + wawu mati Ditulis Ū
ضورف
Ditulis Furūd6. Vokal Rangkap
1. Fatḥah + ya’ mati Ditulis Ai
َمكنيب
Ditulis Bainakum2. Fatḥah + wawu mati Ditulis Au
لوق
Ditulis Qaul7. Vokal Pendek yang berurutan dalam satu kata, dipisahkan dengan apostrof
َمتنأأ
Ditulis a’antumتدعا
Ditulis u’iddatَمتركشَنئل
Ditulis la’in syakartum 8. Kata Sanding Alif + Lāma. Bila diikuti huruf Qamariyyah
َنارقلا
Ditulis al-Qur’ānَسايقلا
Ditulis al-Qiyāsb. Bila diikuti huruf Syamsiyyah
xiv
ءامسلا
Ditulis al-samā’سمشلا
Ditulis al-syams9. Penulisan kata-kata dalam rangkaian Ditulis menurut bunyi atau pengucapannya.
َضورفلاَيوذ
Ditulis zawi al-furūdةنسلاَلهأ
Ditulis ahl al-sunnahxv DAFTAR ISI
PERSETUJUAN PEBIMBING ... i
PERNYATAAN PENULIS ... iv
MOTTO ... v
KATA PENGANTAR ... vi
PEDOMAN LITERASI ... ix
ABSTRAK... xix
BAB I PENDAHULUAN A.Latar belakang ... 1
B.Permasalahan ... 11
1. Identifikasi masalah... 11
2. Pembatasan masalah ... 11
3. Perumusan masalah ... 12
C.Tujuan penelitian ... 12
D.Manfaat penelitian ... 12
E.Tinjauan pustaka ... 13
F.Sistematika penulisan ... 19
BAB II LANDASAN TEORI A.Menghafal Al-Qur’an ... 21
1. Pengertian Al-Qur’an ... 21
2. Pengertian menghafal Al-Qur’an ... 24
3. Dalil keutamaan menghafal Al-Qur’an ... 27
4. Syarat dan etika menghafal Al-Qur’an... 32
5. Strategi dalam menghafal Al-Qur’an ... 36
6. Keutamaan menghafal Al-Qur’an ... 37
B.Metode ... 38
1. Pengertian metode ... 38
2. Macam-macam metode dalam menghafal Al-Qur’an ... 39
C.Metode Takrir ... 43
xvi
1. Pengertian metode takrir ... 43
2. Penerapan metode takrir dalam menghafal Al-Qur’an ... 44
3. Manfaat metode takrir dalam menghafal Al-Qur’an ... 45
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis penelitian ... 48
B. Pendekatan penelitian ... Error! Bookmark not defined. C. Tempat dan waktu penelitian ... 49
D. Subjek penelitian ... 49
E. Sumber data penelitian ... 52
F. Teknik pengumpulan data ... 53
G. Teknik analisis data ... 55
H. Pedoman observasi dan wawancara ... 57
BAB IV HASIL PENELITIAN A.Gambaran Umum Pondok Pesantren Dar el Fikr Serua Depok ... 59
1. Identitas Pondok Pesantren Dar el Fikr ... 59
2. Sejarah Singkat Pondok Pesantren Dar el Fikr ... 59
3. Visi dan Misi Pondok Pesantren Dar el Fikr ... 61
4. Struktur Organisasi Kepengurusan ... 61
5. Data Tenaga Pendidik dan Data Santri ... 62
6. Jadwal Kegiatan Pondok ... 63
7. Sarana Prasarana ... 66
B. Analisis Penerapan Metode Takrir Dalam Meningkatkan Hafalan Al- Qur’an Santri di Pondok Pesantren Dar el Fikr Serua Depok ... 66
1.Proses Kegiatan Penerapan Metode Takrir di Pondok Pesantren Dar el Fik.. ... 66
2. Efektivitas penerapan metode takrir dalam meningkatkan hafalan Al- Qur’an santri di pondok pesantren Dar el Fikr. ... 73
3. Faktor pendukung dan penghambat penerapan metode takrir dalam meninggkatkan hafalan Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Dar el Fikr………...78
xvii BAB V PENUTUP
A.Kesimpulan ... 86
B.Saran ... 87
DAFTAR PUSTAKA... 88
LAMPIRAN ... 95
RIWAYAT HIDUP ... 111
xviii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Alokasi Waktu Penelitian ... 48
Tabel 3.2 Kisi-kisi Wawancara ... 55
Tabel 3.3 Instrumen Wawancara ... 57
Tabel 3.4 Pedoman Observasi ... 58
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Transkrip Wawancara ... 96
Lampiran 2: Dokumentasi Pondok Pesantren ... 106
Lampiran 3: Dokumentasi Kegiatan Pondok Pesantren ... 107
Lampiran 4: Dokumentasi Wawancara Guru Tahfidz ... 109
Lampiran 5: Dokumentasi Wawancara Santri ... 110
xix ABSTRAK
Khoirun Nisa’ Aulia, NIM 18311916, Judul Skripsi “Penerapan Metode Takrir Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Dar El Fikr Serua Depok Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, 2022.
Penerapan metode takrir dalam memantapkan kualitas hafalan Al-Qur’an santri yaitu sebagai salah satu cara untuk menjaga kualitas hafalan Al-Qur’an dari kelupaan dengan mengunakan metode takrir yang diterapkan di pondok pesantren Dar el Fikr. Metode takrir di pondok pesantren Dar el Fikr mempunyai kegiatan rutin, baik dari kegiatan takrir harian, kegiatan takrir mingguan dan kegiatan takrir bulanan, semua kegiatan takrir tersebut bertujuan untuk menjaga hafalan Al-Qur’an, baik hafalan baru mauapun hafalan yang sudah pernah dihafalakan dan disetorkan kepada guru tahfiz Al- Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode takrir, efektivitas penerapan metode takrir serta untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat penerapan metode takrir dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an santri di pondok pesantren Dar el Fikr
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan sumber data primer diperoleh dari teknik observasi lapangan dan wawancara kepada 10 orang responden yang terdiri dari 2 orang wali santri, 4 orang santri, 3 orang guru tahfiz dan 1 orang pengasuh pondok pesantren Dar el Fikr. Sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan tulisan ilmiah lainnya yang mendukung teori dalam penelitian. Sumber data dokumenter diperoleh dari, catatan lapangan seperti, chat whatsApp dan foto yang diambil selama observasi berlangsung.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa usaha secara ketat dan istiqomah dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Dar el Fikr, mempunyai kegiatan sebagai berikut yaitu: kegiatan harian, mingguan dan kegiatan bulanan yang bertujuan untuk kelancaran hafalan baik hafalan baru ataupun hafalan yang sudah pernah dihafalkan, metode takrir ini terbilang efektif diterapkan di Pondok Pesantren Dar el Fikr, dengan semua kegiatan-kegiatan yang bisa membatu para santri dalam kelancaran hafalan Al-Qur’an, selain diterapkan dengan rutin dengan berbagai teknik, mentakrir hafalan juga diujikan kepada guru penguji tahfiz sesuai dengan maqra’ yang ingin diujikan oleh para santri, Faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan metode takrir dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an santri dipondok pesantren Dar el Fikr Serua Depok yaitu: faktor pendukung, (a) Guru tahfiz merupakan sebuah fasilitator dalam mengontrol dan menyima’
xx
hafalan santri serta kegiatan santri, (b) Lingkungan menghafal yang kondusif dan motivasi dari orang tua, teman yang membangun semangat dalam menghafal. Adapun faktor penghambat ialah sebagai berikut: (a) Kondisi santri yang meliputi, malas, rasa ngantuk berlebihan, susah untuk menyesuaikan kegiatan pribadi dengan kegiatan pesantren serta menurunya semangat dalam menghafal Al-Qur’an, (b) Minimnya tenaga pengajar seperti guru tahfiz serta keterbatasan waktu.
Kata kunci: Penerapan Metode Takrir, Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an.
xxi ABSTRAC
Khoirun Nisa' Aulia, NIM 18311916, Thesis Title "Application of Takrir Method in Improving Al-Qur'an Memorizing at Dar El Fikr Islamic Boarding School Serua Depok Islamic Religious Education Study Program (PAI) Faculty of Tarbiyah Jakarta Institute of Al-Qur'an Science, 2022.
The application of the takrir method in improving the memorization of the Qur'an of students, namely as a way to preserve the memorization of the Qur'an from forgetfulness by creating memorization creativity by using the takrir method applied in the Dar el Fikr Islamic boarding school. the takrir method at the Dar el Fikr Islamic boarding school has routine activities, both from daily takrir activities, weekly takrir activities and monthly takrir activities, all of these takrir activities aim to maintain the memorization of the Qur'an, both new memorization and memorization that has been memorizedand deposited to the tahfidz Al-Qur'an teacher.
This study aims to determine the application of the takrir method, the effectiveness of the application of the takrir method and to determine the supporting factors and inhibiting factors of the application of the takrir method in improving the memorization of the Qur'an of students at the Dar el Fikr Islamic boarding school.
The type of research used in this study is a qualitativ research with a descriptive approach with primary data sources obtained from field observations and interviews with 10 respondents consisting of 2 guardians of students, 4 students, 3 teachers of tahfidz and 1 the caretaker of the Dar el Fikr Islamic boarding school. secondary data sources are obtained from books, journals and other scientific writings that support the theory in research.
Sources of documentary data were obtained from field notes such as WhatsApp chat and photos taken during the observation.
The results of the study indicate that the application of the takrir method in improving the memorization of the Qur'an of students at the Dar el Fikr Islamic Boarding School has the following activities, namely: daily, weekly and monthly activities aimed at smooth memorization, either new or new memorization memorization that has been memorized, this takrir method is quite effectively applied at the Dar el Fikr Islamic Boarding School, with all activities that can help students in the fluency of memorizing the Qur'an, in addition to being applied routinely with various techniques, memtakrir memorization as welltested to the tahfidz examiner teacher in accordance with the maqra' that the students want to test, the supporting and inhibiting factors for the application of the takrir method in improving the memorization of the
xxii
Qur'an of students at the Dar el Fikr Islamic boarding school Serua Depok, namely: supporting factors, (a) Teachers tahfidz isa facilitator in controlling and observing students' memorization and student activities, (b) A conducive memorization environment and motivation from parents, friends who build enthusiasm in memorizing. As for the inhibiting factors, they are as follows:
(a) The condition of the students which includes, laziness, excessive sleepiness, difficulty in adjusting personal activities with pesantren activities and decreased enthusiasm in memorizing the Qur'an, (b) The lack of teaching staff such as tahfidz teachers and limited time.
Keywords: Application of the Takrir Method, Improving Memorizing of the Qur'an.
1 BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Bagi umat muslim Al-Qur’an adalah kitab suci yang sangat mulia, karena didalamya mengandung nilai-nilai yang sangat penting untuk dijadikan suri tauladan dan sebagai pedoman hidup umat Islam.
Menurut Al-Imam As-Suyuti dalam Al-Itqan fii Ulumil Qur’an berpendapat bahwa, kata Al-Qur’an secara bahasa tidak diambil dari kata kerja manapun. Nama Al-Qur’an berasal dari Lauhul Mahfudz.
Allah SWT menurunkan kitab Al-Qur’an ini kepada Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT yang memberikan nama untuk kitab terakhir ini dengan nama Al-Qur’an, seperti halnya dengan kitab-kitab terdahulu.
Secara istilah Al-Qur’an didefinisikan oleh ulama’
kontemprorer sebagai, “Firman Allah SWT, yang diturukan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur tidak hanya dalam satu kali, tetapi Al-Qur’an diturunkan secara bertahap sesuai dengan kasus dan peristiwa yang mendahuluinya, juga sejalan dengan tuntutan situasi dan keadaan masyarakat yang menjadi obyek turunnya Al- Qur’an.1
Al-Qur’an diturunkan melalui perantara malaikat Jibril As, yang sampai kepada umat Nabi Muhammad secara mutawatir dan secara mu’jizat, yang membacanya dihitung sebagai ibadah. Dan Sebagian ulama’ kontemporer menambahkan “yang tertulis di mushaf- mushaf”. Tugas seorang muslim adalah membaca, mempelajari,
1 Saihul Basyir, Kun Bil Qur’ani Najman (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2021), h. 4.
2
merenungkan dan menghafalkannya. Hal ini ditegaskan oleh Allah, dalam firman-Nya:2
َ لا ق َو َ ٖهِب َتِ بَثُنِل ۛ َكِل ٰذ َ
ك ۛ ًة َد ِحا َّو ة ً َ ل ْم ُج ن ُ ٰ
ا ْر ق ُ ْ لا ِهْي َ
لَع َ
ل ِ ز ُن اَلْوَل اْو ُرَفَك َنْي ِذ َّ
لا َك َدا َؤ ف ُ ا ً
لْيِت ْرَت ُهٰن ْ لَّتَر َو ٣٢
َن َس ْح َ
ا َو ِ قَح ْ
لاِب َكٰنْئ ِج اَّلِا ٍلَثَمِب َكَنْوُت ْ أَي ا َ
ل َو
ۗ ا ًرْي ِس فَت ْ ٣٣
3
“Orang-orang yang kufur berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Nabi Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan, dan benar. Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus, tetapi secara berangsur- angsur agar hati Nabi Muhammad saw. menjadi kuat dan mantap.
Tidaklah mereka datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, kecuali Kami datangkan kepadamu kebenaran dan penjelasan yang terbaik.” (Q.S. Al-Furqan [25]32-33).
Al-Qur’an sangat penting bagi umat manusia agar dapat menuai keberkahan dari Allah SWT. Dan sebagai umat muslim diharuskan untuk mempelajari Al-Qur’an menjadikan sumber hukum dan pedoman bagi seluruh umat islam. Bahwasanya Al-Qur’an tidak hanya menjadi petunjuk, dia juga menjadi penyejuk bagi jiwa-jiwa yang gersang tanpa pelita terang benerang. Al-Qur’an selalu diyakini sebagi obat dari segala macam penyakit dan kelak Al-Qur’an akan
2 Nur Khasanah, “Penerapan Metode Takrir Dalam Menghafal Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Edi Mancoro Gedangan Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang”, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (Iain) Salatiga, 2018), h. 2.
3 Kementrian Agama, Al-Qur’an dan Terjemah, (Jakarta: PT Panca Cemerlang, 2014) h. 363
3
menjadi penyelamat dan dapat memberikan syafaat bagi umat muslim di hari kiamat.4
Al-Qur’an dipelajari bukan hanya sesuai redaksi dan pemilihan kosakatanya akan tetapi juga kandungan yang terdapat tersurat dan tersirat. Al-Qur’an layaknya sebuah permata yang berkilau dan memancarkan cahaya bagi semua umat muslim dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Selalu menjadi penyejuk hati bagi siapa saja yang ingin memikirkan dan merenungkan serta membacanya. Disamping itu Al-Qur’an sebagai kitab suci yang menjadi pedoman hidup bagi setiap muslim. Berbeda dengan kitab suci yang lain, maka Al-Qur’an adalah kitab suci yang keaslian dan kemurniannya telah terjamin oleh Allah SWT, yang tidak akan mengalami perubahan, penambahan, dan pengurangan huruf atau ayat dari pertama kali Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sampai hari kiamat nanti.5
Menghafal Al-Qur’an bukan pula semata-mata menghafal dengan mengandalkan memori ingatan saja, akan tetapi termasuk serangkaian proses yang harus dijalani oleh penghafal Al-Qur’an setelah mampu menguasai hafalan secara utuh, sebab sebagai tantangan dan godaan silih berganti akan menghadang dihadapan para calon hafiz Al-Qur’an. Yaitu godaan pasangan, perekonomian, penyakit dan orang tua, dan dengan kondisi mood yang berbeda-beda dari munculnya rasa jenuh, bosan, malas sampai dengan kehilangan konsentrasi sama sekali. Tak terkecuali munculnya ayat-ayat Al-
4 Amalia Shofiatul Izza, “Penerapan Metode Takrir Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Darussa’adah Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus”, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negri Kudus, 2020), h. 2
5 Lanni Nora, “Penerapan Metode Takrir Dalam Tahfiz Al-Qur’an Santriwati Di Pondok Pesantren Muhammad Baqi Babussalam Basilam Baru Kecamatan Batang Angkola”, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan 2019), h. 2
4
Qur’an yang serupa dan berulang-ulang. Penghafal Al-Quran juga berkewajiban menjaga dan memahami Al-Qur’an dengan baik dan benar serta bertanggung jawab untuk mengamalkannya. Oleh karena itu, proses menghafal Al-Qur’an dikatakan sebagai proses yang panjang dikarenakan ada tanggung jawab yang di emban didalamya oleh para penghafal Al-Qur’an yang akan melekat didalam dirinya hingga akhir hayatnya. 6
Bagi mereka para penghafal Al-Qur’an, Allah menjanjikan balasan yang tidak terkira. Balasan yang mungkin tidak hanya di akhirat namum juga kemudahan-kemudahan dalam menjalani kehidupan yang ada didunia. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa, ahlul Qur’an adalah ahl Allah dari kalangan manusia. Meskipun menghafal Al-Qur’an itu sulit dan membutuhkan waktu yang lama untuk menghafalkanya, namun minat kaum muslim untuk menghafalkan Al-Qur’an tidak pernah surut. Demikianlah cara Allah SWT untuk menjaga keotentikan Al-Quran, yaitu dengan kemukjizatan Allah SWT yang telah menggerakkan hati sebagian seorang muslim untuk menghafal Al-Qut’an dan tidak mengharap balasan pahala dari Allah SWT melainkan murni karna kecintaannya terhadap Allah SWT dan firma-Nya yang terdapat di dalam Al- Qur’an.7
Dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan, metode jauh lebih penting dari pada materi. Kegiatan belajar mengajar bisa
6 Romadan, “Penerapan Metode Takrir Dalam Melestarikan Hafalan Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Al–Mubarak Al-Islami Litahfidzhil Qur’an Al-Karim Tahtul Yaman Kota Jambi”, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi 2020), h. 5
7 Fitriana Firdausi, “Optimasi Kecerdasan Majemuk Sebagai Metode Menghafal Al- Qur’an (Studi Atas Buku “Metode Ilham: Menghafal Al-Qur’an Serasa Bermain Game”
Karya Lukman Hakim Dan Ali Khosim),” UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 18, No. 2 (2017):
h. 52.
5
dikatakan tidak berhasil jika dalam prosesnya tidak menerapkan sebuah metode. Begitu pula dengan kegiatan menghafal Al-Qur’an, karena dengan adanya sebuah metode akan berfungsi untuk memberikan kemudahan kepada para penghafal Al-Qur’an dalam mengatasi kesulitan-kesulitan saat proses menghafal dan mengingat kembali hafalan Al-Qur’an yang pernah dihafalkannya. Pada kondisi saat ini telah banyak metode yang digunakan dalam menghafal Al- Qur’an, dan telah banyak diterapkan di berbagai lembaga dari formal hingga non formal, yaitu seperti metode ODOA (one day one ayat), metode ODOP ( one day one page), metode wahdah, kitabah, sima’i dan masih banyak lagi salah satunya adalah metode takrir.8 Kesulitan- kesulitan dan tantangan yang dihadapi oleh para penghafal Al-Qur’an telah melahirkan berbagai macam metode menghafal Al-Qur’an, salah satunya yaitu metode takrir yang diharapkan memudahkan santri dalam menghafalkan Al-Qur’an.
Metode takrir adalah salah satu cara agar informasi-informasi yang masuk ke memori jangka pendek dapat langsung ke memori jangka panjang, dengan pengulangan (rehearsal atau takrir) dan merupakan salah satu metode dalam menghafal Al-Qur’an. Peneliti berkeyakinan bahwa metode takrir, sangat penting dalam menghafal Al-Qur’an, karena tanpa proses takrir (mengulang-ulang bacaan) mustahil dapat menghafal Al-Qur’an, oleh karena itu semakin sering mentakrir bacaan akan semakin mudah mengingat hafalannya.9
8 Diyana Handayani, “Penerapan Metode Takrir Dalam Penguatan Hafalan Al- Qur’an Santriwati Di Yayasan Al-Iman Pondok Pesantren Hidayatullah Kebun Sari Ampenan Kota Mataram”, (Tesis Tidak Diterbitkan, Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram, 2020), h.4
9 Lanni Nora, “Penerapan Metode Takrir Dalam Tahfiz Al-Qur’an Santriwati Di Pondok Pesantren Muhammad Baqi Babussalam Basilam Baru Kecamatan Batang Angkola”, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan 2019), h. 4
6
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan sangat penting di Indonesia sebab dalam menyikapi perkembangan zaman saat ini tentunya pesantren memiliki sebuah komitmen agar tetap konsisten dalam menyuguhkan pola pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang handal.
Lembaga tersebut tidak hanya identik dengan makna keislaman tetapi juga mengandung tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia.
Lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia adalah pondok pesantren.10
Pesantren merupakan sebuah wadah lembaga pendidikan tradisional berbasis keagamaan yang mana para siswanya biasa disebut dengan sebutan santri, dengan sistem belajar di bawah bimbingan guru yang biasa disebut dengan Kyai. Eksistensi seorang Kyai dalam sebuah pesantren menempati posisi yang central. Kyai merupakan titik pusat bagi pergerakan sebuah pesantren. Tumbuh kembang lembaga pendidikan pesantren di Indonesia serta merta tidak lepas dari peran Kyai dan para tokoh agama yang senantiasa terus mensyiarkan agama Islam hingga dipelosok negeri. Para Kyai dan tokoh agama berharap anak muda yang di didik dalam pesantren mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang bermoral sesuai dengan norma-norma agama.
Hingga sekarang pesantren mampu bertahan ditengah-tengah masyarakat dengan semua kalangan.11
Pondok pesantren Dar el Fikr adalah sebuah lembaga pendidikan pesantren dimana para santri dapat mencari ilmu agama dengan bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Kyai
10 Lutfiyah, Hasan Basari, “Strategi Pembelajaran Pondok Pesantren Dalam Menghadapi Tantangan Era Revolusi 4.0”, Tamaddun 21, no. 2, (2020): h. 249
11 Maulida Qurratul Ain, “Peran Kepemimpinan Kyai Dalam Manajemen Strategi Pendidikan Pesantren”, Leadership 1, no: 2, (2020): h. 4.
7
dan Ibu Nyai. Pesantren Dar el Fikr juga memiliki corak pesantren semi tradisional-modern, di pesantren ini mengkaji kitab-kitab tentang ilmu alat seperti nahwu dan shorof, ilmu fiqih, balaghah, ta’lim.
Pondok Pesantren Dar el Fikr juga menerapkan program tahfidz yang dimana kegiatan menghafal dan mengulang hafalan atau takrir adalah kegiatan rutin yang selalu dilakukan setiap harinya. Membaca Al- Qur’an termasuk ibadah yang paling utama yang dijadikan sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang terdapat dalam firman-Nya
ا ًّر ِس ْم ُه ٰنْقَز َر اَِّمِ اْوُقَفْنَاَو َةوٰل َّصلا اوُماَقَاَو ِ ّٰللّٰا َبٰتِك َنْوُلْتَي َنْي ِذ َّ
لا َّ
ن ِا َۙر ْوُب َت ْنَّل ًة َرا َج ِت َنْو ُج ْرَّي ًةَيِنا َل َعَّو ٢٩
12
”Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al- Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang- terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi.” (QS. Fatir[35]:29)
Pondok pesantren Dar el Fikr ini masih tetap mempertahankan metode takrir, dikarenakan sangat efektif dalam sebuah program menghafal Al-Qur’an, kegiatan santri dalam mengahafal Al-Qur’an masih dibimbing oleh pengasuh dan guru pembimbing pesantren secara langsung, dari kegiatan ziyadah hafalan sampai kegiatan takrir.
Pesantren ini tidak memberikan batasan usia dalam menghafal Al- Qur’an, dari mulai santri pelajar tingakat SD, SMP, SMA hingga
12 Kementrian Agama, Al-Qur’an dan Terjemah, (Jakarta: PT Panca Cemerlang, 2014) h. 437
8
perguruan tinggi, maupun santri yang hanya ingin berkontribusi di dalam pondok pesantren tanpa pendidikan formal.
Pesantren Dar el Fikr ini lebih mementingkan kualitas hafalan dibandingkan dengan kuantitas hafalan. Sebelum santri bisa dinyatakan layak untuk menghafal Al-Qur’an terlebih dulu santri akan di tes bacaan Al-Qur’anya, baik secara tajwid apakah termasuk layak atau masih memerlukan bimbingan terlebih dahulu sebelum memulai untuk menghafal Al-Qur’an, maka dari itu metode takrir ini diterapkan oleh semua santri di Pondok Pesantren Dar el Fikr.
Banyak sekali keluhan dari para santri baik yang sedang menghafal Al-Qur’an maupun yang sudah khotam Al-Qur’an mereka merasa kesulitan dalam menghafal dan melancarkan hafalannya. Para santri juga sering mengalami kendala yang dihadapi, salah satunya yaitu: kondisi guru pembimbing tahfiz dan kondisi santri.
Kondisi guru pembimbing tahfiz yang mempunyai kesibukan berbeda-beda dengan para santri, baik didalam pesantren maupun kegiatan diluar pesantren yang sering bentrok kegiatan antara santri dan guru pembimbing tahfiz, oleh karena itu pembimbing tahfiz harus bisa menyesuaikan waktu kegiatannya dengan para santri dengan baik.
Dikarenakan menghafal Al-Qur’an harus dibawah bimbingan langsung dari seorang guru tahfiz.
Kondisi santri yang tidak sama, seperti latar belakang para santri yang heterogen dan tidak seluruhnya para santri berasal dari keluarga yang benar-benar mengenal agama, dan ketika santri mengalami permasalahan dengan teman hingga mengganggu dalam proses menghafal Al-Qur’an, rendahnya kesadaran para santri dalam mengulang-ngulang hafalan yang sudah dihafalnya dan juga kondisi fisik atau kesehatan santri yang kadang kala kurang stabil, santri juga
9
kurang mampu dalam mengatur waktu antara menghafal baru dan mengulang hafalan yang sudah dihafal dan waktu haid yang lama bagi santri perempuan hingga mengakibatkan menurunnya semangat mereka dalam kembali menghafal Al-Qur’an. Oleh karena itu, perlu menerapkan metode takrir dalam proses menghafal dan menjaga hafalan, yang mana metode ini adalah sebagai upaya memperbaiki, menjaga hafalan yang sudah pernah dihafal agar tetap melekat dalam hati para penghafal Al-Qur’an.
Metode takrir disini sangat membantu para santri untuk menjaga hafalan Al-Qur’an, dan setiap harinya para santri pondok pesantren Dar el Fikr mempunyai 2 waktu dalam mentakrir hafalannya, yaitu: mulai dari ba’da subuh dan ba’da asar.
Pada waktu ba’da subuh para santri mentakrir hafalan yang dilakukan berpasang-pasangan, dan diwaktu dhuha para santri melakukan ziyadah hafalan ke pengasuh pondok pesantren Dar el Fikr ( Pak Kyai atau Bu Nyai ), setelah itu membaca ulang hafalan ziyadah yang sudah disetorkan dengan menggunakan mic ( pengeras suara ) secara berpasangan, kegiatan sore ba’da asar para santri mentakrir hafalan yang telah dihafal ke guru pembimbing tahfiz masing-masing santri.
Perolehan rata-rata hafalan para santri Dar el Fikr yang meghafal Al-Qur’an dengan menggunakan metode takrir, dalam sehari santri menyetorkan ziyadah hafalan nya sebanyak satu kaca atau halaman, kecuali hari sabtu dan minggu tidak ada kegiatan ziyadah hafalan tetapi lebih difokuskan ke takrir hafalan. Dan dalam satu tahun bisa mencapai 8 Juz setiap santrinya, dan dalam kurun waktu kurang lebih 4 tahun santri dapat menyelesaikan hafalan Qur’an-nya dengan kegiatan sekolah dan dengan kesibukan santri yang berbeda-beda.
10
Kegiatan takrir sima’an rutin yang diadakan oleh santri Dar el Fikr dalam satu minggu dan satu bulan sekali yaitu: takrir sima’an hafalan secara bil ghoib dengan berpasangan, setiap satu minggu sekali diadakan sima’an bil ghoib berpasangan masing-masing santri membaca 2 juz, dan agenda santri setiap satu bulan sekali di pondok pesantren Dar el Fikr ini yaitu sima’an secara bil ghoib sebanyak 5 juz dengan sekali duduk. Oleh karena itu metode takrir ini sangat baik digunakan untuk para penghafal Al-Qur’an khususnya santri Dar el Fikr, guna menjaga kualitas hafalan santri. Baik hafalan baru atau hafalan yang sudah pernah disetorkan.
Salah satu untuk melestarikan hafalan Al-Qur’an dari kelupaan ialah dengan menciptakan kreatifitas dalam mentakrir (membaca berulang-ulang) hafalan secara teratur sambil. Upaya ini merupakan faktor penting dalam rangka menjaga kalamullah (Al-Qur’an) yang telah dihafal agar tidak hilang. Hal ini perlu di ingat bahwasanya, menghafal Al-Quran lebih mudah dibandingkan dengan menjaga hafalan itu sendiri. Sesuai hasil observasi yang peneliti lakukan pada santri tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Dar el Fikr yaitu, dengan menggunakan metode takrir para santri bisa lebih mudah dan istiqomah dalam menghafal Al-Quran, dan bisa membagi waktu antara kegiatan belajar formal maupun non formal. Hal tersebut mendorong peneliti untuk mengangkat tema ini menjadi sebuah skripsi dengan judul: “Penerapan Metode Takrir Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Dar El Fikr Kecamatan Bojongsari Kota Depok”
11
B. Permasalahan
1. Identifikasi Masalah
a. Dibutuhkan metode menghafal yang tepat dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di pondok pesantren Dar el Fikr.
b. Minimnya tingkat kedisiplinan santri dalam mentakrir hafalan Al-Qur’an dipondok pesantren Dar el Fikr.
c. Diperlukan penyesuaian antara kegiatan guru tahfiz dengan kondisi santri di pondok pesantren Dar el Fikr.
2. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah adalah pembatasan ruang lingkup yang dilakukan dalam penelitian, di mana pembatasan masalah tersebut meliputi tema/ topik, area atau wilayah yang diteliti, sumber informasi, lokasi penelitian serta waktu penelitian.13 Dari hasil identifikasi masalah di atas, agar tulisan ini lebih terfokus, terarah dan sesuai dengan kemampuan penulis, maka penulis membatasi masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, batasan masalah diuraikan pada poin-poin di bawah ini:
1. Tempat penelitian dibatasi di di Pondok Pesantren Dar el Fikr.
2. Penerapan metode takrir dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an.
3. Responden penelitian berjumlah 10 orang responden yang terdiri dari 2 orang wali santri, 4 orang santri, 3 orang guru tahfidz dan 1 orang pengasuh pondok pesantren Dar el Fikr.
13 Suryabrata, Langkah-langkah Penelitian, (Jakarta: Grasindo, 2000), h. 21
12
1. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti dapat merumuskan beberapa permasalahan adalah:
a. Bagaimana proses kegiatan penerapan metode takrir dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an di pondok pesantren Dar el Fikr?
b. Apakah metode takrir efektif dalam meningkatkan hafalan Al- Qur’an yang diterapkan di pondok pesantren Dar el Fikr?
c. Apa saja faktor pendukung dan penghambat penerapan metode takrir di pondok pesantren Dar el Fikr?
C. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui bagaimana proses kegiatan penerapan metode takrir dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an di pondok pesantren Dar el Fikr.
b. Untuk mengetahui apakah metode takrir efektif dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an yang diterapkan di pondok pesantren Dar el Fikr.
c. Untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat penerapan metode takrir di pondok pesantren Dar el Fikr.
D. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas dan dapat memberi manfaat secara praktis maupun teoritis. Manfaat dari penelitian ini dibagi kedalam dua bentuk yaitu:
1. Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan menambah khazanah keilmuan terutama dalam ilmu Pendidikan pesantren dan pengajaran tahfiz Al-Qur’an, khususnya di Pondok
13
Pesantren Dar el Fikr dan lembaga pendidikan tahfidz pada umumnya.
2. Secara Praktis
a. Bagi Pondok Pesantren: Diharapkan dapat meningkatkan mengetahui manfaat atas penerapan metode takrir dalam proses pembelajaran tahfiz Al-Qur’an yang selama ini telah diterapkan, dan untuk mengetahui hambatan-hambatan proses pembelajaran tahfiz Al-Qur’an, kemudian dicarikan solusi terbaik. Selain itu bagi lembaga pondok pesantren, dapat mengambil contoh metode pembelajaran tahfiz Al-Qur’an yang dinilai efektif untuk kemudian diterapkan oleh pengasuh pondok kepada santri sehingga mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang cerdas dan berkualitas.
b. Bagi Peneliti: Untuk menambah pengetahuan mengenai metode takrir dalam menghafal Al-Qur’an dan sebagai penelitian sejenis dimasa yang akan datang.
c. Bagi Umum: Untuk menambah ilmu pengetahuan mengenai metode takrir yang unggul di Pondok Pesantren Dar el Fikr.
E. Tinjauan Pustaka
Berdasarkan pengamatan peneliti ada beberapa karya ilmiah (skripsi) yang berkaitan dan selaras dengan tema penelitian, yang mana dalam hal ini membahas mengenai penerapan metode takrir dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an. Karya ini akan membantu peneliti dalam menyusun dan menyelesaikan penelitian, dengan tujuan sebagai pembanding antara penelitian yang dilakukan oleh orang lain dan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Inilah beberapa tinjauan pustaka diantaranya yaitu:
14
1. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewi latifatut tazkiyah dalam skripsinya yang berjudul Penerapan Metode Tilawati Dalam Menghafal Al-Qur’an Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al-Qur’an Jabalkat Sambijajar Sumber Gempul Tulungagung, Madrasah ini memiliki program unggulan yaitu menghafal Al-Qur’an. Alasan dijadikan program unggulan dikarnakan karena metode tilawati ini mudah diterima oleh anak-anak apalagi dalam menghafal Al-Qur’an dan tentu anak akan lebih mudah menghafalnya. Program ini ditargetkan bahwa setiap naik kelas sudah selesai satu juz dan begitupun selanjutnya.
Program ini dimasukkan dalam jadwal belajar setiap harinya setelah selesai sholat dhuha. Kira-kira 1,5 jam alokasi waktu yang diberikan menghafal Al-Qur’an.14
Persamaan dalam penelitian ini dengan penelitian penulis yaitu sama-sama mengunakan metode penelitian kualitatif dan memiliki program unggulan yaitu menghafal Al-Qur’an. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian penulis yaitu, penelitian ini menggunakan metode tilawati sedangkan penulis menggunakan metode takrir dalam metode menghafal Al-Qur’an, perbedaan tempat dalam penelitianya, penulis meneliti di Pondok pesantren Dar el Fikr kecamatan Bojongsari Kota Depok, sedangkan skripsi ini di Madrasah Ibtidaiyah Al-Qur’an Jabalkat Sambijajar Sumber Gempul Tulungagung.
2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dudi Badruzaman dalam jurnalnya yang berjudul, Metode Tahfidz Al-Qur’an Di Pondok
14 Dewi Latifatut Tazkiyah, “Penerapan Metode Tilawati Dalam Menghafal Al- Qur’an Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al-Qur’an Jabalkat Sambijajar Sumber Gempul Tulungagung”, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (Iain) Tulungagung, 2019).
15
Pesantren Miftahul Huda Ii Kabupaten Ciamis, Mengungkapkan bahwa kegiatan tahfiz Al-Qur’an pada Pondok Pesantren Miftahul Huda II Kabupaten Ciamis merupakan kegiatan yang wajib diikuti para santri. Dan pesantren ini menggunakan metode cukup variatif dan baik. Ada yang menggunakan metode wahdah (menghafal per ayat), metode sima’i (menyima’ bacaan Al- Qur’an), dan ada pula yang memakai metode jama’i (menghafal bersama-sama).
Penerapan metode tersebut cukup efektif, karena di samping memberikan kemudahan bagi santri, juga bisa membuat santri cepat dalam menghafal dan hafalannya bisa lebih terjaga.15
Persamaan dalam penelitian ini dengan penelitian penulis yaitu, setoran hafalan baru kepada ustadzah, sedangkan hafalan lama sima’i secara berpasangan, dan sama-sama mengunakan metode penelitian kualitatif. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian penulis yaitu penelitian ini menggunakan metode yang bervariatif dalam menghafal Al-Qur’an seperti metode wahdah, sima’i dan jama’, sedangkan penulis hanya mengunakan metode takrir dalam penelitianya dan tempat penelitian, penulis meneliti di pondok pesantren Dar el Fikr kecamatan Bojongsari Kota Depok, sedangkan skripsi ini Di Pondok Pesantren Miftahul Huda Ii Kabupaten Ciamis.
3. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nadiatul ‘Ula Rantau dalam skripsinya yang berjudul Implementasi Metode Turki Utsmani Dalam Menghafal Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Sulaimaniyah (Uicci) Jakarta mengungkapkan bahwa, metode Turki Utsmani
15 Dudi Badruzaman, “Metode Tahfidz Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Miftahul Huda Ii Kabupaten Ciamis”, (Jurnal KACA Jurusan Ushuluddin STAI Al-Fithrah 9, no. 2 (2019).
16
memiliki istilah putaran, halaman lama, halaman baru. Ada 20 putaran, apabila sudah selesai putaran 20 maka sudah selesai menghafal. Yang dimaksud halaman baru adalah halaman yang akan di setorkan dan halaman lama berupa halaman yang sudah disetorkan (Muraja’ah) oleh gurunya. Santri yang menghafal menggunakan metode tersebut dapat mengafal lebih cepat dan hafalannya lebih kuat.16
Persamaan dalam penelitian ini dengan penelitian penulis yaitu mengulas mengenai ziyadah hafalan baru dan hafalan lama kepada Guru (Ustadz/Ustadzah), latar belakang santri yang berbeda-beda dan sama-sama mengunakan metode penelitian kualitatif.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian penulis yaitu metode yang digunakan, penulis menggunakan metode takrir sedangkan penelitian ini menggunakan metode turki utsmani yang mempunyai istilah sebutan dalam sistem tahfiznya adalah putaran halaman baru dan halaman lama dan tempat penelitianya, penulis meneliti di Pondok pesantren Dar el Fikr kecamatan Bojongsari Kota Depok, sedangkan skripsi ini yaitu di Pondok Pesantren Sulaimaniyah (Uicci) Jakarta.
4. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mustafa dalam jurnalnya yang berjudul Pengaruh Metode Menghafal Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji data-data empirik terkait pengaruh metode menghafal dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi menghafal Al-Qur’an secara terpisah maupun simulat
16 Nadiatul ‘Ula Rantau, “Implementasi Metode Turki Utsmani Dalam Menghafal Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Sulaimaniyah (Uicci) Jakarta”, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah Pendidikan Agama Islam Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, 2018).
17
yaitu disiswa kelas sembilan (9) SMP IT Darul Qur’an Bogor atau pesantren terpadu Darul Qur’an Mulia. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 109 responden dari total 150 populasi kelas sembilan (9) SMP pada semester ganjil tahun ajaran 2018-2019.
Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara metode menghafal dengan prestasi menghafal Al-Qur’an siswa SMP IT Darul Qur’an dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,458 dan koefisien determinasi R2 (R square) sebesar 0,9%. Arah pengaruh ditunjukan dengan persamaan Y= 87,325+ 0,001 X1, berarti bahwa setiap peningkatan satu unit metode menghafal akan mempengaruhi peningkatan skor prestasi menghafal Al-Qur’an 0,027. Kedua, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi menghafal Al-Qur’an siswa SMP IT Darul Qur’an dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,112a dan koefisien determinasi R2 (R square) sebesar 1,2%. Arah pengaruh ditunjukan dengan persamaan Ŷ = 81,226 + 0,060 X2. yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit metode menghafal dan motivasi belajar siswa akan mempengaruhi peningkatan skor prestasi menghafal Al-Qur’an sebesar 0,060. Ketiga, terdapat pengaruh metode menghafal dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi menghafal Al-Qur’an dengan koefisien korelasi atau 0,671x 0,671= 0,125) yang mengandung makna bahwa 12,5%
variabilitas variabel prestasi menghafal Al Qur’an dapat dijelaskan oleh metode menghafal dan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode menghafal (X1) dan motivasi belajar siswa (X2) secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap prestasi menghafal Al-Qur’an (Y) sebesar 12,5 % sedangkan
18
sisanya 87,5% (100% - 12,5% = 87,5 %) ditentukan oleh faktor- faktor yang lainnya.17
Persamaan dalam penelitian ini dengan penelitian penulis yaitu mempunyai program yang di khususkan seperti menghafal Al- Qur’an. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian penulis yaitu metode penelitian penulis menggunakan kualitatif sedangkan penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional dan regresional terhadap data-data kuantitatif. Dan perbedaan metode dalam menghafal Al-Quran, penulis menggunakan metode takrir sedangkan penelitian ini menggunakan metode menghfal Al-Qur’an yang meliputi metode (tahfiz, wahdah dan kitabah).
5. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Himmatul Ulya dalam skripsinya yang berjudul Implementasi Metode Hanifida Dalam Menghafal Al-Qur’an Di Pondok Pesantren La Raiba Hanifida JombangMengungkapkan bahwa Sebuah metode Hanifida, yang mana metode tersebut tidak hanya mengkhususkan pada hafalan yang diterapkan pondok-pondok Tahfiz pada umumnya, akan tetapi juga pengembangan potensi dan kecerdasan otak anak.
Metode Hanifida adalam metode cepat di abad 21 yang bersifat kontruktivis dan kontemporer, metode ini ditemukan oleh pasangan Dra. Khoirul Idawati Mahmud, M. Pd. I dan Drs.
Hanifudin Mahadun, M. Ag. Nama Hanifida berasal dari nama
17 Mustafa, “Pengaruh Metode Menghafal Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Menghafal Al-Qur’an”, (Jurnal Islamic Education 2, no. 2 (2020).
19
penemu metode atas usul KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) Rembang.18
Persamaan dalam penelitian ini dengan penelitian penulis yaitu sama-sama mengunakan metode kualitatif. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian penulis yaitu metode yang diterapkan dalam menghafal Al-Qur’an, penelitian penulis menggunakan metode takrir sedangkan penelitian ini menggunakan metode Hanifida dan penelitian ini mempunyai teknik pembelajaran dengan strategi Super Brain (Brain Based Learning) yang menekankan pada Long Term Memory yang memfungsikan keseimbangan kedua belah otak yaitu kanan dan kiri dengan memakai sistem asosiasi agar hafalan seseorang itu menjadi sulit dilupakan.
F. Sistematika Penulisan
Analisis dalam penelitian ini akan disajikan dalam sistematis, serta dapat dipahami, maka diperlukan susunan yang efektif dan kemudian disajikan dalam beberapa bab dan sub bab. Sistematika pembahasan dalam penelitian ini adalah.
BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini meliputi:
Pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, permasalahan, rumusan problem akademik, tinjauan pustaka, metode penelitian dan sistematika pembahasan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan arah supaya peneliti ini tetap konsisten secara otomtis dengan riset.
BAB II KAJIAN TEORI. Pada bab ini meliputi: bab ini berisi tentang uraian berbagai teori yang menjadi landasan teoritik penelitian yang berkaitan dengan metode takrir
18 Himmatul Ulya “Implementasi Metode Hanifida Dalam Menghafal Al-Qur’an Di Pondok Pesantren La Raiba Hanifida Jombang”, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya 2020).
20
BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini berisi tentang: Tempat dan waktu penelitian, jenis dan metode penelitian, sumber data penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan data, teknik analisis data, instrumen penelitian.
BAB IV HASIL PENELITIAN. Pada bab ini menyampaikan tentag deskripsi tempat penelitian, dan hasil analisis penelitian.
BAB V PENUTUP. Meliputi kesimpulan dan saran-saran.
86 BAB V
PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti tentang “Penerapan Metode Takrir dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Dar el Fikr Serua Depok” dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Penerapan metode takrir di Pondok Pesantren Dar el Fikr mempunai kegiatan sebagai berikut yaitu: kegiatan harian, mingguan dan kegiatan bulanan yang bertujuan untuk kelancaran hafalan baik hafalan baru ataupun hafalan yang sudah pernah dihafalkan, semakin banyak pengulangan, maka semakin kuat melekat hafalan Al-Qur’an didalam ingatan.
2. Efektivitas dalam penggunaan metode takrir yang diterapkan di Pondok Pesantren Dar el Fikr memiliki manfaat untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an para santri. Dan metode takrir ini dirasa cukup efektif diterapkan di pondok pesantren Dar el Fikr dengan semua kegiatan-kegiatan yang bisa membatu para santri dalam kelancaran hafalan Al-Qur’an. maka secara otomatis lisan akan melakukan gerakan secara reflek. Karena pada dasarnya takrir Al-Qur’an harus dilakukan dengan cara konsisten dan istiqomah dalam penerapkannya.
3. Faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan metode takrir dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an santri dipondok pesantren Dar el Fikr Serua Depok. Faktor pendukung, (a) Guru tahfiz merupakan sebuah fasilitator dalam mengontrol dan menyima’
87
hafalan santri serta kegiatan santri, (b) Lingkungan menghafal yang kondusif dan motivasi dari orang tua, teman yang membangun semangat dalam menghafal. Adapun faktor penghambat ialah sebagai berikut: (a) Kondisi santri yang meliputi, malas, rasa ngantuk berlebihan, susah untuk menyesuaikan kegiatan pribadi dengan kegiatan pesantren serta menurunya semangat dalam menghafal Al-Qur’an, (b) Minimnya tenaga pengajar seperti guru tahfiz serta keterbatasan waktu.
B. Saran
Berdasarkan pada hasil kesimpilan, maka dapat diajukan beberapa saran terkait Penerapan Metode Takrir dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Dar el Fikr Serua Depok adalah sebagai berikut:
1. Kepada pengasuh Pondok Pesantren Dar el Fikr untuk menambah tenaga pengajar tahfiz agar program mengahfal Al-Qur’an dapat berjalan lancer tampa terkendala oleh minimnya tenaga pengajar.
2. Kepada guru tahfiz lebih meningkatkan kedisiplinan dalam waktu mengajar dan mengontrol kegiatan hafalan serta selalu memberikan arahan dan motivasi kepada para santri yang sedang menghafal Al-Qur’an.
3. Kepada wali santri agar lebih konsisten dalam memberikan semangat dan dorongan kepada anaknya yang sedang menghafal Al-Qur’an, meskipun terkendala oleh jarak dan waktu.
4. Kepada para santri Dar el Fikr untuk lebih disiplin dan istiqomah dalam mentakrir hafalan Al-Qur’an agar mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan.
88
DAFTAR PUSTAKA
Ain, Qurratul dan Maulida. “Peran Kepemimpinan Kyai Dalam Manajemen Strategi Pendidikan Pesantren”, Leadership 1, no: 2, 2020.
Al-Bukhari, Imam Abdullah Muhammad bin Ismail dan Shahih Bukhari Juz VI. Semarang: CV Asy Syifa’, 1993.
Al-Jauziyyah, Ibnu Qoyyim. Taman Para Pecinta. Jakarta: Katulistiwa Press, 2009.
Al-Qasami, Asy Sysikh Abdul Muhsin bin Muhammad. Afdhalu Thariqah Li HIfdhil Qur’anil Karim. Boyolali: Mufid Arabic Learning Center, 2019.
Alvayed, Gilang. Efektivitas Inmplementasi Metode Kauny Quantum Memory Dalam Meningkatkan Menghafal Al-Qur’an Kels VII Di MTSN 4 Sleman. Skrisi Sarjanah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2019.
Aminudin. dkk. “Pengaruh Kemampuan Memghafal Al-Qur’an Melalui Metode Takrir Terhadap Religiusitas Siswa SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo”. Al-Muaddib 4, no.1, 2022.
An-Naisaburi, Muslim bin Al-Hajjaj al-Qusyairi. Ensiklopedia Hadis 3 Shahih Muslim 1. Jakarta: Almahira, 2012.
Badruzaman, Dudi. “Metode Tahfidz Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Miftahul Huda Ii Kabupaten Ciamis”. Jurnal KACA Jurusan Ushuluddin STAI Al-Fithrah 9, no. 2. 2019.
Badwilan, Ahmad Salim. Kisah Inspiratif para Penghafal Al-Quran. Solo:
Darul Hadhroh Lin Nasyr Wat Tauzi, 2014.
89
Bandur, Agustinus. Penelitian Kualitatif. Bogor, Mitra Wacana Media, 2019.
Basyir, Saihul. Kun Bil Qur’ani Najman. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2021.
Firdausi, Fitriana. “Optimasi Kecerdasan Majemuk Sebagai Metode Menghafal Al-Qur’an (Studi Atas Buku “Metode Ilham: Menghafal Al-Qur’an Serasa Bermain Game” Karya Lukman Hakim Dan Ali Khosim),” UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 18, No. 2. 2017.
Ghazali, M. Yusuf Amru. dkk. Buku Pintar Al-Quran Lingkar Kalam. Jakarta:
PT Elex Media Komputindo, 2020.
Gunawan, Imam. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara, 2013.
Gusman, Burhanudin Ata. “Studi Tarhadap Implementasi Metode Takrir Bagi Penghafal Al-Qur’an”. Jurnal: Saliha 4, no. 2. 2021.
Haleem, Muhammad Abdel. Memahami Al-Qur’an. Bandung: Marja’, 2002.
Handayani, Diyana. “Penerapan Metode Takrir Dalam Penguatan Hafalan Al-Qur’an Santriwati Di Yayasan Al-Iman Pondok Pesantren Hidayatullah Kebun Sari Ampenan Kota Mataram”, Tesis. Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram, 2020. Tidak Diterbitkan.
Harahap, Sri Belia. Strategi Penerapan Metode Ummi dalam Pembelajaran Al-Qur’an. Scipindo Media Pustaka: Surabaya, 2019.
Hasan, Ahmad Baidhowi. Implementasi Ektrakulikuler Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Dimadrasah Ibtidaiyah Negri 4 Jombang. Skripsi Sarjana Fakultas Agama Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang.
90
Hasmiati. Strategi Pembelajaran Tahfidz Qur’an Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’andipondok Pesantren Al-Madani Lengkok. Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Unuversitas Islam Negri Mataram, 2020.
Izza, Amalia Shofiatul. “Penerapan Metode Takrir Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Darussa’adah Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus”. Skripsi Sarjana.
Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negri Kudus, 2020.
Khasanah, Nur. “Penerapan Metode Takrir Dalam Menghafal Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Edi Mancoro Gedangan Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang”. Skripsi Sarjana. Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (Iain) Salatiga, 2018.
Lutfiyah dan Hasan Basari. “Strategi Pembelajaran Pondok Pesantren Dalam Menghadapi Tantangan Era Revolusi 4.0”. Tamaddun 21, no. 2, 2020.
Makhyaruddin, Deden M. Rahasia Nikmatnya Menghafal Al-Qur’an. Jakarta:
PT Mizan Publika, 2013.
Mamik, Metodologi Kualitatif, (Sidoarjo: Zifatama, 2015)
Mustafa. “Pengaruh Metode Menghafal Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Menghafal Al-Qur’an”. Jurnal Islamic Education 2, no. 2. 2020.
Mustafa. “Pengaruh Metode Menghafal Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Menghafal Al-Qur’an”. Jurnal Islamic Education 2, no. 2. 2020.
Miswardi, Dycky. 9 Kunci Hafalan Al-Qur’an 30 Juz Seumur Hidup Insya Allah. Semarang: Uwais Inspirasi Indonesia, 2019.