Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
883
PENIGKATAN EFEKTIVITAS BELAJAR MURID PAI PADA MODEL DISCOVERY LEARNING SDN 025 DANAU SONTUL
Rudi Hartono
Prodi Pendidikan profesi guru, IAIN Palangka raya Email:[email protected]
Abstrak
Model discovery learning menempatkan peserta didik pada lingkungan yang dikondisikan dalam bentuk desain pembelajaran yang eksploratif, dimana peserta didik berperan secara aktif dalam belajar di kelas dengan melakukan eksplorasi bahan pelajaran. Sesuai dengan karakteristik mata pelajaran pendidika agama islam yang menumbuhkan kemampuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai ajaran Islam dalam bahan pelajaran secara intens yang kemudian dapat diterapkan dan dilaksanakan secara relevan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi peneliti tentang keberhasilan SDN 025 Danau Sontul dalam membawa peserta didiknya meraih berbagai prestasi baik bidang akademik maupun non akademik.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perencanaan model pembelajaran PAI berbasis discovery learning, (2) Mendeskripsikan pelaksanaan model pembelajaran PAI berbasis discovery learning, (3) Mendskripsikan Evaluasi model pembelajaran PAI berbasis discovery learning, (4) Mengetahui Dampak model pembelajaran PAI berbasis discovery learning. Sekolah yang terdapat guru-guru yang masih menerapkan cara-cara konvensional dalam belajar termasuk di sekolah tempat penulis melakukan penelititan.
Sedangkan dewasa ini siswa dituntut aktif dalam pembelajaran, guru harus bersikap variatif dalam melaksanakan proses KBM agar siswa tidak merasa jenuh dan pencapain tujuan pelajaran juga tidak menyentuh pada ranah kognitif saja, melainkan juga kepada afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu dilakukanlah penelitian pada siswa kelas V di SDN 025 Danau Sontul menggunakan metode Discovery Learning. Untuk penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam pembuatan laporan hasil penelitian.
Kata Kunci : Discovery Learning, Penelitian, Deskriptif PENDAHULUAN
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
884
Dengan ini siswa dituntut aktif dalam pembelajaran, guru harus bersikap variatif dalam melaksanakan proses KBM agar siswa tidak merasa jenuh dan pencapain tujuan pelajaran juga tidak menyentuh pada ranah kognitif saja, melainkan juga kepada afektif dan psikomotorik. Selain itu, seiring perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih, maka secara otomatis pola pikir masyarakat berkembang dalam setiapaspek. Sehingga berpengaruh pula terhadap dunia pendidikan karena dengan berkembangnya pola pikir masyarakat itu, dituntut untuk adanya inovasi dalam bidang pendidikan, tidak tradisional lagi, yaitu melaksanakan pemebelajaran hanya dengan ceramah yang merupakan metode dari zaman dahulu sampai sekarang.
Inovasi yang disebutkan itu tidak terlepas dari peran guru untuk melakukan inovasi cara belajar di kelas. Selain itu juga, salah satu faktor yang ada di luar siswa adalah guru profesional yang mampu mengelola pembelajaran dengan metode-metode yang tepat, yang memberi kemudahan bagi siswa untuk mempelajari materi pelajaran, sehingga menghasilkan capaian yang lebik baik. Dalam penggunaan metode pembelajaran harus bervariasi sehingga siswa tidak bosan dalam pembelajaran.
Dari pernyataan di atas, menyatakan bahwa guru agama Islam memiliki peran yang merencanakan program pengajaran dan melaksanakan program yang tersusun serta diakhiri dengan penilaian. Dan selain itu, guru juga sebagai pendidik, yang tidak hanya berperan sebagai pengajar yang transfer of knowledge, tetapi juga pendidik yang transfer of values
Belajar adalah proses yang aktif, proses yang mereaksi terhadap semua situasi yang berada di sekitar individu. Artinya proses belajar pada siswa yakni proses perubahannya tingkah laku siswa melalui berbagi pengalaman yang diperolehnya.
Teori-teori belajar sangat beraneka ragam. Setiap teori mempunyai landasan sebagai dasar rumusan. Bila ditinjau dari landasan itu, teori belajar dapat dikelompokkan kedalam dua macam. Yakni teori Asosiasi dan teori Gestalt. Kedua macam teori inilah yang banyak berkembang melalui berbagai penelitian maupun eksperimen para ahli, sehingga muncul berbagai macam teori yang beraneka ragam. Sebelum muncul dan berkembangnya kedua teori tersebut, teori yang dikemukakan oleh Asosiasi ataupun Gestalt, sebenarnya sudah muncul suatu teori tentang belajar, yaitu teori belajar menurut psikologi daya (Faculty Theory).
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
885
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kegiatan pembelajaran dalam mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil belajar siswa meningkat.
Penelitian tindakan kelas diawali dengan perencanaan tindakan (Planning), penerapan tindakan (Action), mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan (Observation and evaluation). Sedangkan prosedur kerja dalam penelitian tindakan kelas terdiri atas empat komponen, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting), dan seterusnya sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan).
Penjelasan langkah-langkah penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan (Planning), yaitu persiapan yang dilakukan untuk pelaksanaan Penellitian Tindakan Kelas, seperti: menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan pembuatan media pembelajaran.
2. Pelaksanaan Tindakan (Acting), yaitu deskripsi tindakan yang akan dilakukan, skenario kerja tindakan perbaikan yang akan dikerjakan serta prosedur tindakan yang akan diterapkan.
3. Observasi (Observe). Observasi ini dilakukan untuk melihat pelaksanaan semua rencana yang telah dibuat dengan baik, tidak ada penyimpangan- penyimpangan yang dapat memberikan hasil yang kurang maksimal dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kegiatan observasi dapat dilakukan dengan cara memberikan lembar observasi atau dengan cara lain yang sesuai dengan data yang dibutuhkan.
4. Refleksi (Reflecting), yaitu kegiatan evaluasi tentang perubahan yang terjadi atau hasil yang diperoleh atas yang terhimpun sebagai bentuk dampak tindakan yang telah dirancang. Berdasarkan langkah ini akan diketahui perubahan yang terjadi.
Bagaimana dan sejauh mana tindakan yang ditetapkan mampu mencapai perubahan atau mengatasi masalah secara signifikan. Bertolak dari refleksi ini pula suatu perbaikan tindakan dalam bentuk replanning dapat dilakukan.
Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah penelitian deskriptif.
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
886
Penelitian deskriptif ialah suatu penelitian yang berusaha menjawab permasalah yang ada berdasarkan data-data. Proses analisis dalam penelitian deskriptif yaitu menyajikan, menganalisis, dan menginterpretasikan.
Metode yang digunakan dalam penelitian deskriptif ini adalah metode deskriptif kuantitatif dan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kuantitatif adalah suatu riset kuantitatif yang bentuk deskripsinya dengan angka atau numerik (statistik) sedangkan metode deskriptif kualitatif adalah suatu riset kualitatif yang bentuk deskripsinya menggunakan fakta atau fenomena yang didapatkan dari data-data secara apa adanya.
Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil belajar siswa setelah penulis menerapkan siklus I dan II dalam pembelajaran yang dilakukan. Evaluasi dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami terhadap materi ajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Pada bagian refleksi diadakan analisis data mengenai proses, masalah dan hambatan yang dijumpai. Kemudian dilanjutkan dengan refleksi dampak pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan. Salah satu aspek penting dari kegiatan refleksi adalah evaluasi terhadap hasil belajar dan pencapaian tujuan
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis data ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Discovery Learning pada materi Bersih itu sehat pada siswa kelas V SDN 025 DANAU SONTUL dan untuk menganalisis apakah model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 025 DANAU SONTUL pada materi Indahnya bulan Ramadhan
HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitan
1.pra siklus a. Pelaksanaan Pembelajaran
Sebelum penelitian ini dilakukan penulis melakukan observasi awal terhadap proses dan hasil pembelajaran indahnya bulan ramadhan Pendidikan Agama Islam di Kelas V SDN 025 Danau Sontul Pembelajaran dilakukan dengan motode ceramah dan
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
887
Tanya jawab serta jarang menggunakan media pembelajaran.
b. Pelaksanaan Pembelajaran
Hasil belajar Pendidikan Agama Islam di kelas V pada kondisi awal atau pra siklus ini dapat diketahui dari hasil belajar pada nilai ulangan harian pada materi sebelumnya yang masih rendah. Dari hasil ulangan diketahui siswa yang mencapai KKM hanya 4 orang 42,86 % sedangkan yang tidak tuntas adalah 5 orang 57,14 %
2. Siklus I a. Pelaksanaan Pembelajaran
Penelitian ini dilakukan penulis melakukan observasi awal terhadap proses dan hasil pembelajaran Indahnya bulan ramadhan pada mat a pe la jar a n Pendidikan Agama Islam di Kelas V SDN 025 Danau Sontul Pembelajaran dilakukan dengan motode ceramah dan Tanya jawab dan diskusi serta menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning
b. Pelaksanaan Pembelajaran
Hasil belajar Pendidikan Agama Islam di kelas V pada kondisi siklus I ini dapat diketahui dari hasil belajar pada nilai ulangan harian.
1. Siklus II
Pembelajaran yang dilakukan di tahap siklus II dilaksanakan berdasarkan refleksi kegiatan pada pembelajaran siklus I. Pembelajaran siklus II dilaksanakan dengan tujuan memperbaiki – memperbaiki kelemahan – kelemahan yang ditemukan pada pembelajaran siklus I sekaligus meningkatkan penerapan Discovery Learning dalam pembelajaran yang dilakukan. Dalam pembelajaran yang dilaksanakan di siklus II ini, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari kegiatan kegiatan observasi awal, siklus I dan pada siklus II ini. Pada kegiatan observasi awal menunjukkan nilai rata – rata yang diperoleh siswa adalah 70, kemudian pada siklus I nilai rata – rata yang diperoleh siswa adalah 67,4 sedangkan pada siklus II ini nilai yang diperoleh siswa adalah 83,33. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai rata – rata yang diperoleh siswa dan hal ini menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning dalam pembelajaran yang dilakukan memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran yang dilakukan.
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
888 2. Pembelajaran Pada Siklus I
Berdasarkan pengalaman pelaksanaan pembelajaran yang selama ini dilakukan oleh penulis, penulis menyadari masih memberikan peran yang besar terhadap siswa dengan menerima transfer ilmu dari guru. Oleh karena itu masih banyak siswa yang bersifat pasif dalam pembelajaran, hanya mencatat, mendengarkan penjelasan guru dan aktif mengikuti evaluasi pada akhir pembelajaran. Tidak jarang guru hanya sesekali memberikan tanya jawab dan penugasan, itu pun jika dirasa waktu masih ada. Penulis menyadari bahwa selama ini belum pernah menerapkan model pembelajaran yang tepat dikarenakan metode ekspositori yang penulis gunakan lebih mudah dan praktis untuk diterapkan, meskipun hasil belajar siswa begitu rendah. Akan tetapi penulis juga dihadapkan pada pilihan bahwa pada satu sisi penulis harus bisa membawa hasil pada siswanya kearah yang lebih baik, sedangkan disisi lain peneliti juga belum tahu model apa yang tepat untuk diterapkan. Karena itu, peneliti mencari solusi dan menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa yaitu Discovery Learning .
Berdasarkan tes yang diberikan pada tahap observasi awal, diperoleh nilai siswa yang dapat terlihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.1
Hasil Tes Observasi Awal
No Nama Nilai Tes Keterangan
1
Muhammad akmal75
TUNTAS2
Ziva awwiyah50
TIDAK TUNTAS3
Raheldi65
TIDAK TUNTAS4
Marsyah angellia80
TUNTAS5
Alisyah Zahrani60
TIDAK TUNTAS6
Atika hilwa87
TUNTAS7
Fakhri assidiqi75
TIDAK TUNTASVol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
889
8
Gita laura65
TIDAK TUNTAS9
Icha sakila50
TIDAK TUNTASJumlah
607
Rata-rata
67,4
Tafsiran persentase hasil tes pada tahap observasi awal dapat terlihat pada penjabaran berikut:
a. Hanya 6 siswa yang memperole
b. h nilai 60 (50%) dengan tafsiran persentase (50) termasuk dalam kategori setengahnya.
c. Hanya 3 siswa yang memperoleh nilai 80 (50%) dengan tafsiran persentase (50) termasuk dalam kategori setengahnya.
Hasil secara keseluruhan rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 70. dengan rumus
:
Σ𝐹(𝑥)=
1120= 70
.𝑓 16
Rata – rata nilai siswa pada observasi awal ini adalah 70 dan masih berada dibawah KKM yaitu 75. Dengan demikian pembelajaran dengan metode konvensional dapat dikatakan gagal atau tidak maksimal dan tidak kondusif. Dari hasil observasi awal, peneliti mengidentifikasi permasalahan yang ditemukan untuk dijadikan refleksi dalam merencanakan tindakan pada tiap siklusnya. Hasil observasi awal dapat disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.2
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
890
Dalam pelaksanaan pembelajaran dalam siklus I adapun pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut. Pelaksanaan pembelajaran ini terdiri dari dua siklus yang mana setiap siklus mencerminkan langkah-langkah untuk memperbaiki kekurangan yang teridentifikasi pada siklus sebelumnya. Berikut ini adalah tindakan yang diterapkan dalam Pembelajaran Siklus I.
1) Perencanaan a) Membuat RPP 2) Pelaksanaan
Langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
a) Pendahuluan
(1) Mengecek absensi siswa (2) Memberi motivasi (3) Memberi apersepsi
b) Kegiatan pokok atau Kegiatan Inti
(1) Membagi kelas menjadi 4 kelompok masing-masing terdiri dari 4 orang.
(2) Siswa diminta mengamati tayangan gambar atau foto untuk mengidentifikasi pertanyaan dan mencatat fakta-fakta yang ditemukan .
(3) Siswa mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan yang telah diidentifikasi dari masalah-masalah tersebut.
(4) Masing-masing kelompok bekerja sama mendiagnosis masalah dengan menentukan sebab-sebab terjadinya masalah dan menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi penyelesaian masalah.
(5) Siswa atau masing-masing kelompok merumuskan alternatif strategi yaitu mengutip setiap tindakan yang telah dirumuskan melalui diskusi kelas. Masing-masing kelompok mewakili hasil kerjanya untuk
(6) mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
(7) Masing-masing kelompok menyerahkan laporan hasil kerja kelompok ke guru.
c) Kegiatan penutup
(1) Guru menarik kesimpulan hasil diskusi kelas.
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
891
(2) Guru menerima laporan hasil kerja kelompok.
(3) Guru memberikan evaluasi (post test).
(4) Guru menutup pembelajaran dengan pemberian tugas untuk pertemuan berikutnya.
3. Hasil Tes Siklus I
Berdasarkan tes yang diberikan pada tahap siklus 1, diperoleh nilai siswa yang dapat terlihat pada tabel berikut ini
Tabel 4.3
Hasil Tes Siklus I
No Nama/urut tes Nilai Ket
1 Muhammad akmal
75
TUNTAS2 Ziva awwiyah
50
TIDAK TUNTAS3 Raheldi 75 TUNTAS
4 Marsyah angellia
80
TUNTAS5 Alisyah Zahrani
60
TIDAK TUNTAS6 Atika hilwa
87
TUNTAS7 Fakhri assidiqi
75
TUNTAS8 Gita laura
65
TIDAK TUNTAS9 Icha sakila
50
TIDAK TUNTASJumlah
617
Rata-rata
68,5
Tafsiran persentase hasil tes pada tahap siklus 1 dapat terlihat pada penjabaran berikut.
a. Hanya 4 siswa yang memperoleh nilai 50 (45%) dengan tafsiran persentase (50) termasuk dalam kategori setengahnya.
b. Hanya 3 siswa yang memperoleh nilai 75 (15%) dengan tafsiran persentase (1-25) termasuk dalam kategori sebagian kecil.
c. Hanya 2 siswa yang memperoleh nilai 80 (37,5%) dengan tafsiran persentase (26 – 49) termasuk dalam kategori hampir setengahnya.
Hasil secara keseluruhan rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 78,75. dengan
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
892 rumus
:
Σ𝐹(𝑥)=
1260= 78,75
.𝑓 16
4. Refleksi Siklus I
Pada fase siklus I, pembelajaran difokuskan pada mengamati perilaku siswa, mengamati keterampilan individu dan kelompok, mengamati proses komunikasi, dan mengoptimalkan peran aktif siswa. Adapun kegiatan refleksi dari pelaksanaan siklus I adalah sebagai berikut :
a. Memeriksa hasil laporan siswa
b. Identifikasi kelemahan-kelemahan yang muncul pada saat pembelajaran berlangsung
c. Melakukan diskusi, koreksi terhadap seluruh proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dan mengamati hasil angket siswa
Tabel 4.4
Identifikasi Masalah dan Refleksi Tindakan pada Siklus I
Prasiklus(kondisi awal) Siklus I Siklus II
Belum menggunakan model pembelajaran
discovery learning
Menggunakan model pembelajaran discovery learning kurang bimbinga guru dan pembagian tugas
antar aggota kelompok
Mengguanakan pembelajaran discovery learning bimbingan guru dan pembagian tugas antar
anggota kelompok
5. Pembelajaran Pada Siklus II
Pembelajaran pada tahap siklus II dilaksanakan berdasarkan refleksi dari pembelajaran pada siklus I. Pembelajaran siklus II dilaksanakan dengan tujuan memperbaiki kelamahan-kelemahan yang ditemukan pada pembelajaran siklus
I. Sekaligus meningkatkan penerapan Discovery Learning dalam pembelajaran yang dilakukan.
a. Perencanaan
1) Membuat perangkat pembelajaran.
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
893
2) Membuat bahan ajar dan perangkat test yang belum tuntas.
3) Metode pembelajaran yang diterapkan sama seperti pada siklus I.
b. Pelaksanaan tindakan sama dengan pembelajaran siklus I.
6. Hasil Tes Siklus II
Berdasarkan tes yang diberikan pada tahap siklus 1, diperoleh nilai siswa yang dapat terlihat pada tabel berikut ini.
No Nama Nilai Ket
1 Muhammad akmal
75
TUNTAS2 Ziva awwiyah
50
TIDAK TUNTAS3 Raheldi 75 TUNTAS
4 Marsyah angellia
80
TUNTAS5 Alisyah Zahrani
60
TIDAK TUNTAS6 Atika hilwa
87
TUNTAS7 Fakhri assidiqi
75
TUNTAS8 Gita laura
65
TIDAK TUNTAS9 Icha sakila
50
TIDAK TUNTASJumlah 617
Rata-rata
68,5
Tabel 4.5 Hasil Tes Siklus II
Tafsiran persentase hasil tes pada tahap siklus 1 dapat terlihat pada penjabaran berikut.
a. Terdapat 4 siswa yang memperoleh nilai 65 (43,75%) dengan tafsiran persentase (26 – 49) termasuk dalam kategori hampir setengahnya.
b. Terdapat 3 siswa yang memperoleh nilai 75 (37,5%) dengan tafsiran persentase (26-49) termasuk dalam kategori sebagian besar.
c. Terdapat 2 siswa yang memperoleh nilai 85 (18,75%) dengan tafsiran persentase (1-25) termasuk dalam kategori sebagian kecil.
Hasil secara keseluruhan rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 87,5. dengan
rumus
:
Σ𝐹(𝑥)=
1400= 607
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
894
𝑓 9
Pada pembelajaran siklus II sudah menunjukkan hasil pembelajaran yang sesuai dengan harapan. Artinya partisipasi dan respon siswa yang meliputi perhatian, aktivitas dan kerjasama antar siswa serta hasil belajar siswa sudah sepenuhnya dimunculkan, dan pembelajaran sudah menunjukkan kondisi yang kondusif dan optimal
7. Refleksi Siklus I
Dari hasil pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model Discovery Learning sudah memenuhi harapan sesuai yang diinginkan yaitu adanya peningkatan dari hasil belajar siswa, keaktifan siswa dalam merespon kegiatan belajar mengajar serta tingkat pemahaman siswa dalam menguasai materi pekajaran yang diajarkan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan refleksi yang dilakukan adalah:
1. Memeriksa hasil test siswa setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung.
2. Memeriksa hasil kerja siswa dalam membuat karangan deskripsi.
3. Mengidentifikasi kekurangan-kekurangan yang terjadi/ditemukan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
4. Melakukan evaluasi dan koreksi secara keseluruhan terhadap proses kegiatan belajar mengajar dari awal sampai akhir kegiatan.
8.Analisis Data dan Hasil Penelitian
Analisis tingkat pemahaman konsep Pendidikan Agama Islam siswa untuk mengetahui keberhasilan dan kontribusi terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan penerapan Discovery Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Dalam hal ini dilakukan analisis hasil pemahaman siswa dari materi yang dipelajari untuk tiap siklusnya serta analisis hasil observasi kegiatan awal dan hasil tes tiap siklusnya. Penerapan model ini sudah dibuktikan dengan pendapat dari sebagian tokoh pendidikan yaitu Discovery learning juga mengembangkan pemikiran pada tingkat yang lebih tinggi, artinya tidak hanya terbatas pada meningkatkan pengetahuan melainkan juga mengembangkan kemampuan dan siswa dalam mengatasi pemecahan masalahan .Adapun hasil tes pada tiap siklus dan tingkat pemahaman siswa pada tiap siklus dapat dilihat pada tabel berikut.
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
895 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI dan Budi Pekerti Di SDN 025 DANAU SONTULdapat disimpulkan beberapa hal seperti berikut :
1. Penerapan model Discovery Learning pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti menunjukkan peningkatan ke arah yang lebih baik dalam hal aktivitas belajar, diskusi dan keaktifan dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam hal ini dengan penerapan model Discovery Learning siswa menjadi lebih mampu membangun komunikasi, diskusi dan kerja sama yang baik sesama siswa serta siswa mampu membangun komunikasi yang baik dengan guru. Dengan penerapan model pembelajaran ini, dapat menstimulus keaktifan siswa melalui kerja sama antar kelompok dan anggota kelompok.
2. Hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dengan penerapan model Discovery Learning. Hal ini terlihat dari rata-rata hasil belajar siswa yang diperoleh pada observasi awal adalah 70, rata – rata hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus I adalah 67,4 dan rata – rata hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus II adalah 68,5. Hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan dengan hasil belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 50% dan pada siklus II sebesar 100%.
DAFTAR PUSTAKA
Haq, Taufiq Ziaul. (2019). Metode Diskusi Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam. (2) 2
Makki,Ali. (2019). Mengenal Sosok Edward Lee Thorndike Aliran Fungsionalisme Dalam Teori Belajar. Jurnal Studi Islam. (14) 1
Prasetyo,Apri Dwi dan Muhammad Abduh. (2021). Peningkatan Keaktofan Belajar Model Discovery Learning Di Sekolah Dasar. Jurnal BASICEDU. (5) 4
S,Maretha. (2020). Penggunaan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik Kelas IX Mata Pelajaran PPKN Pada Materi Hakikat dan Teori Kedaulatan Di SMP Negeri 6 Satu Atap Sepauk. Jurnal PEKAN. (5) 2
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
896
Yuliana, Nabila. (2018). Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Peningkatan Belajar Siswa Di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran PPs Universitas Pendidikan Ganesha. (2) 1