• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sayama Malabar Buku Sosiolinguistik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sayama Malabar Buku Sosiolinguistik"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

  • Pengajar:
    • Mira Mirnawati
  • Sekolah: Ideas Publishing
  • Mata Pelajaran: Sosiolinguistik
  • Topik: Sosiolinguistik Sayama Malabar
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2015
  • Kota: Gorontalo

I. KONSEP DASAR SOSIOLINGUISTIK

Bagian ini menjelaskan hakikat sosiolinguistik, relevansi sosiolinguistik dengan linguistik dan sosiologi, serta manfaat sosiolinguistik. Sosiolinguistik mengkaji hubungan antara bahasa dan masyarakat, menggabungkan aspek linguistik dan sosiologi untuk memahami bagaimana bahasa berfungsi dalam konteks sosial. Relevansi ini penting untuk memahami interaksi sosial dan penggunaan bahasa dalam masyarakat, serta kontribusinya terhadap pengajaran bahasa di sekolah.

1.1 Hakikat Sosiolinguistik

Sosiolinguistik adalah studi tentang hubungan antara bahasa dan masyarakat. Ini melibatkan analisis bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial dan bagaimana faktor sosial mempengaruhi penggunaan bahasa. Konsep ini berkembang pada akhir tahun 1960-an dan menjadi penting dalam memahami dinamika komunikasi dalam masyarakat.

1.2 Relevansi Linguistik dengan Sosiolinguistik

Linguistik berfokus pada struktur bahasa, sedangkan sosiolinguistik memperhatikan konteks sosial dari penggunaan bahasa. Keduanya saling melengkapi, di mana sosiolinguistik mengembangkan pemahaman tentang bagaimana bahasa berfungsi dalam masyarakat dan bagaimana norma sosial mempengaruhi penggunaan bahasa.

1.3 Relevansi Sosiolinguistik dengan Sosiologi dan Linguistik

Sosiolinguistik menggabungkan elemen dari sosiologi dan linguistik untuk memahami interaksi sosial melalui bahasa. Ini membantu dalam menganalisis bagaimana faktor sosial seperti kelas, gender, dan usia mempengaruhi penggunaan bahasa, serta bagaimana bahasa dapat mencerminkan struktur sosial.

1.4 Manfaat Sosiolinguistik

Sosiolinguistik memiliki banyak manfaat praktis, termasuk dalam pengajaran bahasa, pemahaman interaksi sosial, dan pengembangan kebijakan bahasa. Ini memberikan pedoman tentang bagaimana menggunakan bahasa dalam konteks sosial yang berbeda, serta membantu mengatasi masalah komunikasi dalam masyarakat multilingual.

II. MASYARAKAT BAHASA

Bagian ini membahas pengertian masyarakat bahasa dan berbagai kategorinya berdasarkan sikap sosial, interaksi, jaringan sosial, dan interpretasi subjektif-psikologis. Memahami masyarakat bahasa penting untuk menganalisis dinamika komunikasi dalam konteks sosial yang beragam.

2.1 Pengertian Masyarakat Bahasa

Masyarakat bahasa adalah kelompok orang yang menggunakan bahasa yang sama, tetapi juga mencakup aspek sosial, budaya, dan politik. Konsep ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa tidak hanya terkait dengan bahasa itu sendiri tetapi juga dengan konteks sosial di mana bahasa digunakan.

2.2 Masyarakat Bahasa Berdasarkan Sikap Sosial

Sikap sosial mempengaruhi bagaimana individu dalam masyarakat bahasa berinteraksi dan menggunakan bahasa. Misalnya, perbedaan dalam norma bahasa dapat mencerminkan status sosial dan identitas kelompok, yang menunjukkan bahwa bahasa adalah alat untuk mengekspresikan identitas sosial.

2.3 Masyarakat Bahasa Berdasarkan Interaksi

Definisi masyarakat bahasa juga dapat dilihat dari interaksi sosial yang terjadi di antara anggotanya. Interaksi ini menciptakan norma dan kebiasaan berbahasa yang unik, yang dapat berbeda antara kelompok sosial yang berbeda.

2.4 Masyarakat Bahasa Berdasarkan Jaringan Sosial

Jaringan sosial berfungsi sebagai substratum bagi paguyuban bahasa, memungkinkan analisis komunikasi sehari-hari. Dalam jaringan sosial, hubungan antar individu dapat mempengaruhi penggunaan bahasa dan norma berbahasa dalam masyarakat.

2.5 Masyarakat Bahasa Sebagai Interpretasi Subjektif-Psikologis

Konsep paguyuban bahasa juga mencakup aspek psikologis, di mana individu menentukan identitas mereka melalui bahasa. Interpretasi subjektif ini penting untuk memahami bagaimana penutur berinteraksi dan membangun identitas sosial melalui bahasa.

III. PENGGUNAAN BAHASA

Bagian ini membahas hakikat penggunaan bahasa, serta perannya dalam masyarakat bilingual dan multilingual. Memahami penggunaan bahasa dalam konteks sosial sangat penting untuk analisis komunikasi yang efektif.

3.1 Hakikat Penggunaan Bahasa

Penggunaan bahasa terikat pada norma sosial yang mengontrol interaksi. Pemilihan kode bahasa dipengaruhi oleh faktor seperti status sosial dan formalitas hubungan antar pembicara. Ini menunjukkan bahwa bahasa berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penanda identitas sosial.

3.2 Penggunaan Bahasa dalam Masyarakat Bilingual

Dalam masyarakat bilingual, penutur sering menggunakan lebih dari satu bahasa tergantung pada konteks komunikasi. Penguasaan bahasa kedua atau ketiga dapat memperlancar komunikasi dan memungkinkan penutur untuk beradaptasi dengan situasi sosial yang berbeda.

3.3 Penggunaan Bahasa dalam Masyarakat Multilingual

Masyarakat multilingual menghadapi tantangan dalam penggunaan bahasa, di mana penutur harus memilih bahasa yang tepat untuk situasi tertentu. Ini menuntut pemahaman yang baik tentang konteks sosial dan budaya, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai varietas bahasa.

Referensi Dokumen

  • Pergeseran Bahasa ( Chaer )
  • Pergeseran Bahasa ( Fishman )
  • Kedwibahasaan ( Umar )
  • Pemertahanan Bahasa ( Danie )
  • Pemertahanan Bahasa ( Fishman )
  • Pergeseran dan Pemertahanan Bahasa ( Sumarsono )
  • Pergeseran dan Pemertahanan Bahasa ( Rokhman )

Gambar

Tabel Holmes (1992:165)

Referensi

Dokumen terkait

Mengidentiikasi makna, tujuan komunikasi, struktur teks, dan unsur bahasa yang terdapat dalam teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang terkait dengan jati diri,

Dilihat dari fungsi dan kategori kata atau frasa dalam kalimat, unsur persamaan dan perbedaan yang terdapat pada giongo gitaigo bahasa Jepang dan bahasa Jawa, dan makna yang

Unsur kecerdasan sosial yang masuk ke dalam kategori fasilitas sosial adalah (1) sinkronisasi yaitu kemampuan seseorang dalam memahami bahasa nonverbal sehinga bisa

Namun, terdapat perbedaan pada kedua penelitian ini, yaitu pada peneliatian terdahulu strata sosial variasi bahasa berdasarkan usia dan status sosial para

Persamaan perancangan terletak pada pemanfaatan sistem informasi berbasis web di bidang kesehatan khususnya data sosial dan data medis pasien.. Perbedaan

Penelitian ini memiliki persamaan bahwa adanya hubungan pengaruh yang ditimbulkan dari interaksi sosial dengan prestasi belajar siswa dan memiliki perbedaan

Bagaimana komunikasi interaksi sosial pada mahasiswa bima diunismuh makassar Adanya perbedaan bahasa Perbedaan logat komunikasi terhadap mahasiswa lain daerah di kampus unismuh

Persamaan agama Islam dan perbedaan dalam cara ritual antara komunitas Islam Blangkon dengan komunitas Muhammadiyah menimbulkan stereotip interaksi sosial di masyarakat dan menimbulkan