GAMBARAN FENOMENA FEAR OF MISSING OUT PADA KALANGAN PEDAGANG DEWASA MADYA DI KAWASAN
MALIOBORO
OLEH WINDY WIDYANI
802018244
TUGAS AKHIR
Diajukan kepada Fakuktas Psikologi guna memenuhi sebagian dari persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Psikologi
Program Studi Psikologi
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA
2022
GAMBARAN FENOMENA FEAR OF MISSING OUT PADA KALANGAN PEDAGANG DEWASA MADYA DI KAWASAN
MALIOBORO
Windy Widyani Berta Esti Ari Prasetya
Program Studi Psikologi
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA
2022
i Abstrak
Media sosial digunakan sebagai alat komunikasi dan bertukar informasi. Hal ini juga ditemukan di kalangan pedagang dewasa menengah di Malioboro, Yogyakarta, Indonesia, yang saat ini tengah mengembangkan program digitalisasi di kawasan ini. Media sosial memiliki dampak positif yang digunakan sebagai alat untuk berjualan atau sebagai sumber ekonomi bagi para pedagang. Sementara itu, juga berdampak negatif yaitu penggunaan media sosial yang berlebihan sehingga menimbulkan fenomena Fear of Missing Out (FoMO), yang didefinisikan sebagai perasaan takut, cemas, merasa tertinggal dan resah pada individu ketika individu tidak menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran FoMO di kalangan pedagang paruh baya di kawasan Malioboro.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologis untuk mendeskripsikan pengalaman partisipan terhadap FoMO. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 3 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para pedagang tersebut masih memiliki rasa ketergantungan terhadap media sosial, mengalami kecemasan dan juga ketakutan akan kehilangan informasi ketika tidak terhubung dengan media sosial. Faktor-faktor yang mempengaruhi FoMO diantaranya adalah: media sosial dipandang sebagai a) alat untuk menjaga hubungan, b) kebutuhan, dan c) alat untuk mengekspos prestasi.
Kata kunci: Dewasa Madya, Media Sosial, Fear of Missing Out, Pedagang di Malioboro,
ii Abstract
Social media is used as a tool of communication and exchange information. This is also found among the middle adulthood traders in Malioboro, Yogyakarta, Indonesia, that currently is developing a digitalization program in this area.
Social media has a positive impact which is used as a tool for selling or as an economic source for traders. Meanwhile, it also has a negative impact which is excessive use of social media that raises the phenomenon called Fear of Missing Out (FoMO), defined as the individuals’ feeling of being afraid, anxious, feeling left behind and restless when individuals do not use social media. This study aims to describe the description of FoMO among middle-aged traders in Malioboro area. This study used a qualitative method with a phenomenological design to describe the participants' experiences of FoMO. There were 3 participants involved in this study using purposive sampling technique. The results of this study indicate that these traders still have a sense of dependence on social media, experience anxiety and also fear of losing information when they are not connected with social media. The factors that influence FoMO among them are:
social media is seen as a) a tool to maintain relationships, b) a necessity, and c) a tool to expose achievements.
Keywords: Fear of Missing Out, Middle adulthood, Social media, Traders in Malioboro
1