Pelaksanaan Kebiri Kimia pada pelaku kekerasan seksual anak dalam PP No. 70 tahun 2020 perspektif Maqasid Syariah Jaser Auda
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara tindakan kebiri kimia dan pemasangan alat pendeteksi elektronik dalam Undang-Undang Perlindungan Anak
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat-Nya sehingga tesis yang berjudul “SANKSI KEBIRI KIMIA PADA
Dipandang dalam kategori prevensi umum penjatuhan pidana kepada pelaku kekerasan seksual oleh aparat penegak hukum (dalam hal ini sistem peradilan pidana) sesuai dengan
Aturan mengenai sanksi tambahan berupa kebiri kimia yang termuat dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun
Oleh karenanya, agar dapat terlaksana eksekusi kebiri kimia langkah-langkah yang dapat dilakukan diantaranya (1) jaksa tetap melaksanakan eksekusi dengan upaya maksimal baik
Tahap yang terakhir adalah menarik kesimpulan dari kajian kepustakaan yang telah dilakukan, sehingga dapat diketahui bagaimana hukuman tambahan bagi pelaku kejahatan
Sementara itu, yang kontra berpendapat bahwa tindakan kebiri kimia sebagai bentuk kekerasan terhadap pelaku kekerasan seksual dan bertentangan dengan UUD NegaraRepublik Indonesia Tahun
Pada pasal 1 angka 2 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2020 di jelaskan bahwa Tindakan Kebiri Kimia adalah pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau metode lain,