• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

P U T U S A N Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Lhoksukon yang memeriksa dan memutus perkara perdata pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan antara:

1. T. CUT ALI BIN T. PARIDAN.

Umur: 77 Tahun, Agama: Islam, Pekerjaan: Petani, Pendidikan: SR, Jenis Kelamin: Laki-laki, Alamat: Gampong Reyeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara, sebagai Penggugat I

2. CUT ROHANI BINTI T. PARIDAN.

Umur: 70 Tahun, Agama: Islam, Pekerjaan: Mengurus Rumah Tangga, Pendidikan: SMP, Jenis Kelamin: Perempuan, Alamat: Gampong Kumbang Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara, sebagai Penggugat II.

3. CUT MANEH BINTI T. PARIDAN.

Umur: 68 Tahun, Agama: Islam Pekerjaan: Mengurus Rumah Tangga, Pendidikan: SMP, Jenis Kelamin: Perempuan, Alamat: Gampong Tanjong Babah Krueng Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara, sebagai Penggugat III.

Dalam hal ini kesemuanya memberi kuasa kepada H. KHAIRIL FADRI BASRI, SH., Advokat dari Kantor Hukum BASRI, & Rekan yang beralamat di Jalan Medan - B. Aceh Depan Perumahan PT. AAF Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 24 Desember 2018, Selanjutnya disebut sebagai Para Penggugat.

Lawan:

1. M. DAHLAN BIN USMAN. (Geuchik Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara), Umur: 40 Tahun, Pekerjaan: Tani, Alamat Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara, sebagai Tergugat I.

2. BUPATI ACEH UTARA C/q CAMAT Kec. PIRAK TIMU Kab. ACEH UTARA, sebagaiTergugat II.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

Dalam hal ini masing-masing Tergugat I dan Tergugat II memberi kuasa kepada Fadhil, S.H. M.H., Syahriar, S.H. M.H., U. Supianto., dan Musmulyadi, S.H., kesemuanya beralamat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara, Jalan Mayjen T. Hamzah Bendahara Lhokseumawe, berdasarkan Surat Kuasa Khusus masing - masing tertanggal 14 Januari 2019.

3. MULKAN ATHAILLAH. (Direktur PT. IRA MANDIRI).

Alamat: Jl. Suka Ramai No. 80 Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, sebagaiTergugat III.

4. LIAN FIRDAUS. (Manager PT. IRA MANDIRI).

Alamat : Jl. SukaRamai No. 80 KecamatanBanda Sakti Kota Lhokseumawe,sebagai Tergugat IV.

Pengadilan Negeri tersebut ;

Setelah membaca berkas perkara berserta surat-surat yang bersangkutan;

Setelah mendengar keterangan kedua belah pihak dan bukti-bukti yang diajukan di persidangan;

TENTANG DUDUK PERKARA

Menimbang, bahwa para Penggugat dengan surat gugatan tan ggal 2 Januari 2019 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Lhoksukon pada tanggal 2 Januari 2019 dalam Register Nomor 1/

Pdt.G/2019/PN-Lsk telah mengajukan gugatan sebagai berikut:

1. Bahwa Penggugat mengajukan Gugatan ini untuk memperjuangkan Tuntutan Hak Perdata (Burgelijke Vordering) mempertahankan haknya, untuk membantah hak orang lain serta diajukan oleh pih ak Penggugat yang mempunyai hubungan Hukum guna dapat diterima oleh Pengadilan, Gugatan semacam ini dibenarkan oleh Peratu ran Perundang-undangan yang berlaku. Dalam Pasal 163 HIR, Pasal 283 RBG dan Pasal 1865 KUH Perdata ditegaskan bahwa :

• Setiap orang yang mendalilkan bahwa ia mempunyai sesuatu hak, atau guna menegaskan haknya sendiri maupun membantah suatu hak orang lain mengenai pada suatu peristiwa diwajibkan membuktikan adanya hak atau peristiwa tersebut.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

Dengan demikian maka Pengadilan Negeri yang merupakan Pengadilan Umum yang mempunyai Kompetensi Yulidis untuk mengadili.

2. Bahwa para Penggugat mengajukan Gugatan ini pada Pengadilan Negeri Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara karena Para Penggugat berdomisili serta objek sengketa berada dalam Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Lhoksukon, maka Judex Factie pada Pengadilan Negeri Lhoksukonlah yang berwenang memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara Aquo.

3. Bahwa para penggugat adalah ahli waris yang sah dari almarhum T. Paridan, sebagai pemilik yang sah sepetak tanah yang terletak di

Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara yang luasnya adalah 1.140 M

2

(seribu seratus empat puluh).

Yang berbatas sebagai berikut :

- Sebelah Barat / Selatan dengan tanah Hasan Krueng Mane /H.

Z. Abidin;

- Sebelah Timur / Selatan dengan Jalan Exon Mobil;

- Sebelah Utara dengan Krueng Keureuto.

Tanah tersebut berbentuk segitiga.

4. Bahwa Para Penggugat adalah ahli waris yang sah dari almarhum T. Paridan, sebagai pemilik sepetak tanah yang sah yang terletak di

Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara.

5. Bahwa para penggugat sebagai ahli waris yang sah dari Almarh u m T. Paridan, dan dapat dibuktikan oleh penetapan ahli waris yang

dikeluarkan oleh Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon Nomor 274/Pdt.P/2018/MS/Lsk Tanggal 30 Oktober 2018

6. Bahwa pada awalnya semasa T. Paridan masih hidup memiliki 1 (satu) petak tanah yang terletak di Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara seluas 5.746 M

2

(lima ribu tujuh ratus empat puluh enam).

7. Bahwa pada masa Ampon Chiek masih berkuasa (sebelum kemerdekaan) dari jumlah tanah tersebut diberikan untuk kepentingan jalan umum seluas 3 (tiga) meter x 147 (seratus empat puluh tujuh) meter atau seluas 441 M

2

(empat ratus empat puluh satu).

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

8. Bahwa pada tahun 1973 sisa tanah tersebut dibebaskan (diganti rugi) oleh EXXON Mobile untuk kepentingan Jalan Proyek seluas 2.295 M

2

(dua ribu dua ratus Sembilan puluh lima). Dan uang gan ti ruginya diterima langsung oleh Almarhum T. Paridan.

9. Bahwa pada tahun 1978 oleh anak T. Paridan yang bernama T.

CUT ALI bin T. PARIDAN (Penggugat I) menjual lagi sebagian tanah tersebut kepada H. Jailani seluas 1.870 M

2

(seribu delapan ratus tujuh puluh).

10. Bahwa setelah tanah tersebut dijual sebagian masih tersisa tanah para penggugat sebagai berikut :

- Jumlah tanah pada awalnya 5.746 M

2

- Diberikan untuk jalan desa 441 M

2

- Dijual untuk Exxon Mobile 2.295 M

2

- Dijual untuk H. Jailani 1.870 M

2

Berarti tanah tersebut masih bersisa 1.140 M

2

11. Bahwa tanah yang seluas 1.140 M

2

(seribu seratus empat puluh) itulah yang dipergunakan oleh tergugat III dan tergugat IV dengan persetujuan tergugat I dan tergugat II untuk membangun jembatan kerangka baja di Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara.

12. Bahwa para tergugat tidak pernah meminta izin secara resmi kepada pihak para penggugat dalam hal pembangunan jembatan kerangka baja tersebut, apalagi pernah menyerahkan ganti rugi kepada para penggugat, padahal oleh ahli waris para penggugat pernah mempertanyakan dan melarang pembangunan jembatan tersebut yang dibangun oleh tergugat III dan tergugat IV atas izin tergugat I dan tergugat II.

13. Bahwa para penggugat pernah melakukan pembicaraan untuk memusyawarahkan permasalahan tersebut dengan pihak tergugat I dan tergugat II dalam hal ganti rugi tanah tersebut, tetapi pihak tergugat I dan Tergugat II tidak ada upaya untuk menyelesaikannya.

14. Bahwa akibat dari perbuatan tergugat tersebut para penggugat mengalami kerugian, karena tanah tersebut tidak dapat menghasilkan apa-apa lagi sejak tanah tersebut digunakan oleh para tergugat, padahal biasanya para penggugat menggunakan untuk kebun pertanian. Sering menanami jagung atau ubi kayu.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

15. Bahwa selama 7 (tujuh) tahun sejak Tahun 2011 pada saat pembuatan jembatan rangka baja dimulai para penggugat tidak dapat mengusahakan lagi tanah tersebut. Padahal dalam perhitungan para penggugat tanah tersebut menghasilkan panen jagung dan ubi kayu sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) per tahun. Jadi kerugian yang dialami oleh para penggugat adalah 7 x Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) = Rp. 14.000.000,-.

16. Bahwa agar para tergugat secara sukarela mematuhi isi putusan dalam perkara ini mohon kepada Majelis Hakim agar memutuskan para tergugat dihukum secara tanggung renteng untuk membayar uang paksa (Dwang Som) sebesar Rp. 500.000,- (lima ratusribu rupiah) per hari setiap para tergugat lalai memenuhi isi putusan terhitung sejak putusan ini diucapkan hingga dilaksanakan.

17. Bahwa gugatan perbuatan melawan hokum ini cukup dibenarkan kepada bukti-bukti yang kuat dan jelas menurut hukum, maka para penggugat memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar memutuskan putusan ini dapat dijalankan dengan serta merta (UitVoerbaarbijvoraad). Walaupun ada upaya hokum Verzet, banding dan kasasi dari para tergugat.

18. Bahwa gugatan perbuatan melawan hokum ini terjadi karena dilakukan oleh para penggugat, maka sangatlah patut dan beralasan menurut hukum, semua biaya yang timbul dalam perkara ini dibebankan kepada para tergugat.

Berdasarkan uraian yang penggugat sebutkan diatas maka para penggugat memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan memberikan amar putusan sebagai berikut:

PRIMER

1. Menerima dan mengabulkan gugatan para penggugat untuk seluruhnya.

2. Menyatakan bahwa tanah yang tersebut diatas seluas 1.140 M

2

dan berbatas :

- Sebelah Barat / Selatan dengan tanah Hasan Krueng Mane / H.

Z. Abidin

- SebelahTimur / Selatan dengan Jalan Exon Mobil - Sebelah Utara dengan Krueng Keureuto.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

Tanah tersebut berbentuk segitiga.

Adalah milik para penggugat.

3. Menyatakan bahwa perbuatan Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III danTergugat IV adalah perbuatan melawan hukum.

4. Menghukum Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan Tergugat IV mengganti kerugian kepada para penggugat sebesar Rp.

14.000.000,- (empat belas juta rupiah).

5. Menghukum para tergugat untuk membayar uang paksa (Dwang Som) kepada para penggugat.

6. Menghukum Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan Tergugat IV membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini.

SUBSIDER

Jika Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequoet bono).

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan, para pihak masing-masing menghadap kuasanya dipersidangan, kecuali Tergugat III dan Tergugat IV tidak pernah hadir dipersidangan kendatipun telah dipanggil secara sah dan patut menurut hukum;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mengupayakan perdamaian diantara para pihak melalui mediasi sebagaimana diatur dalam Perma Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan dengan menunjuk Abdul Wahab, S.H, M.H., Hakim pada Pengadilan Negeri Lhoksukon sebagai Mediator;

Menimbang, bahwa berdasarkan laporan Mediator tertanggal 22 Maret 2019, menyatakan bahwa upaya perdamaian tersebut tidak berhasil;

Menimbang, bahwa oleh karena itu pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan pembacaan surat gugatan yang isinya tetap dipertahankan oleh para Penggugat/kuasanya;

Menimbang bahwa terhadap gugatan para penggugat tersebut kuasa Tergugat I dan Tergugat II memberikan jawaban pada pokoknya sebagai berikut:

A. Dalam Eksepsi

a. Gugatan Kabur (Obscuur Libellum)

1. Bahwa berdasarkan Gugatan Para Penggugat pada posita 3, posita 4, dan posita 5 halaman 3 menyebutkan Para Penggugat memiliki sebidang tanah berdasarkan ahli waris

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

yang sah dari Almarhum T. Paridan sebagai pemilik tanah yang terletak di Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara yang batas-batasnya sebagai berikut :

− Sebelah Barat/Selatan : berbatas dengan tanah Hasan Krueng Mane/H.Z.Abidin;

− Sebelah Timur/Selatan : berbatas dengan Jalan Exxon Mobil;dan

− Sebelah Utara : berbatas dengan Krueng Keureuto.

Berdasarkan Penetapan Ahli Waris yang dikeluarkan

Mahkamah Syar‘iyah Lhoksukon Nomor

274/Pdt.P/2018/MS/Lsk., tanggal 30 Oktober 2018 maka secara hukum tidak dapat dijadikan alat bukti kepemilikan sebidang tanah secara autentik karena penetapan tersebut hanya menyebutkan siapa-siapa yang terdaftar sebagai ahli waris dari Almarhum T. Paridan dan tidak memuat tentang harta apa saja yang diwariskan lengkap jumlah, ukuran serta letaknya dan siapa saja dari ahli waris yang menerima bagian harta yang ditinggalkan sesuai dengan kesepakatan ataupun Putusan Mahkamah Syar‘iyah.

Maka jelas Gugatan yang disampaikan oleh Para Penggugat tidak jelas atau kabur (obscuur libellum).

2. Bahwa Tergugat I selaku Geuchik Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara dan Tergugat II Camat Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara tidak mempunyai hubungan hukum dengan Para Penggugat, tidak pernah membuat/terikat pada Perjanjian, tidak pernah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata. Bahwa pernyataan Penggugat sebagaimana disebutkan pada Posita 10 dan Posita 11 halaman 4 Gugatan Para Penggugat yang menyatakan Tergugat I, Tergugat II memberikan Persetujuan kepada Tergugat III dan Tergugat IV untuk membangun jembatan rangka baja yang letaknya di Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara pernyataan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

tersebut sama sekali tidak benar dan tidak mempunyai dasar hukum karena Pembangunan jembatan, sudah sejak Pulu han Tahun diusulkan oleh masyarakat sebagai sarana transportasi yang vital.

a. Gugatan Penggugat Kurang Pihak (Exceptio Plurium Litis Consortium)

Bahwa Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Matangkuli menuju Kecamatan Pirak Timu yang dipisahkan oleh sungai Krueng Kereuto sangat didambakan oleh masyarakat, karena sebelum dibangun jembatan tersebu t menggunakan jembatan gantung yang kapasitasnya terbatas dan tidak bisa dilalui kendaraan berat.

Usulan pembangun jembatan tersebut sejak puluhan tahun lalu sudah dimohonkan tapi tidak pernah terealisasi bahkan tokoh masyarakat sudah beberapakali mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk membangun jembatan tersebut mengingat pembangunan jembatan tersebut sangat dibutuhkan sebagai sarana transportasi.

Melalui dana Otonomi Khusus Dana Bagi Hasil Migas Tahun 2017 Provinsi Aceh dibangunlah jembatan tersebut setelah mendapat izin dari Pertamina Hulu Energi sebagai pemilik tanah lokasi pembangunan jembatan tersebut yang selesai dikerjakan oleh PT. Alhas Jaya pada akhir Tahun 2018, karena dana pembangunan jembatan tersebut dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Aceh maka dokumen administrasi dan pertanggungjawaban dilaksanakan oleh pihak Pemerintah Provinsi Aceh, berdasarkan hal tersebut maka Gugatan Para Penggugat dinilai Kurang Pihak karena banyak pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut tidak dijadikan Tergugat, karena Kurangnya Pihak yang digugat dalam Perkara A quo maka secara hukum gugatan tersebut tidak lengkap dan demi hukum harus dikesampingkan.

B. Dalam Pokok Perkara

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

a. Bahwa Tergugat I dan Tergugat II dengan tegas menolak seluruh dalil-dalil Gugatan Para Penggugat kecuali dengan tegas-tegas Tergugat I dan Tergugat II mengakuinya.

b. Bahwa segala apa yang menjadi alasan eksepsi diatas, mohon dianggap juga sebagai alasan jawaban Tergugat I dan Tergugat II dalam pokok Perkara.

c. Bahwa letak Lokasi jembatan Pange tersebut dari Gampong Teupin Kebeu Kecamatan Matangkuli melalui Sungai Krueng Kereuto menuju Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara, letak jembatan di Gampong Rayeuk Pange diatas Tanah milik Pertamina Unit I Lapangan Rantau Panjang yang dikenal dengan nama Exxon Mobil Indonesia yang sekarang disebut PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) sesuai dengan Akta Jual Beli Nomor 18/3-GR/73 dan Akta Jual Beli Nomor 19/3-GR/73, jadi tidak benar Para Penggugat adalah selaku pemilik tanah sebagaimana disebutkan Para Penggugat pada posita 3, posita 4 gugatannya.

d. Bahwa Posita 3, Posita 4, Posita 5, Posita 6, dan Posita 7, Para Penggugat menyatakan dirinya sebagai ahli waris berdasarkan penetapan Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon Nomor 274/Pdt.P/2018/MS/Lsk., tanggal 30 Oktober 2018.

Penetapan Ahli Waris tersebut menurut hu kum belum dapat membuktikan bahwa objek perkara A quo adalah milik Para Penggugat karena Penetapan Ahli Waris tersebut hanya menyebutkan nama-nama ahli waris dari almarhum T. Paridan bukanlah Keputusan Faraid yang dikeluarkan Mahkamah Syar‘

iyah yang menetapkan bahwa Para Penggugat adalah penerima warisan berupa tanah yang dijadikan sebagai objek perkara dalam perkara A quo dari orang tuanya setelah meninggal dunia maka Gugatan Para Penggugat dianggap sebagai tidak memiliki dasar hukum yang dapat membuktikan bahwa objek perkara tersebut sebagai milik Para Penggugat yang sah dan memiliki alas hak secara autentik, jadi sudah jelaslah kalau tanah yang dijadikan objek perkara tersebut

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

adalah milik Pertamina Hulu Energi bukan milik Para Penggugat.

e. Bahwa Posita 8, Posita 9 tidak perlu Tergugat I dan Tergugat II untuk menanggapinya karena Tanah tersebut sudah dijual oleh Almarhum T. Paridan yang merupakan Orang Tua dari Para Penggugat kepada PT. Pertamina Unit I Rantau Panjan g berdasarkan Akta Jual Beli Nomor 18/3-GR/73.

f. Bahwa Posita 10 Para Penggugat menyatakan bahwa setelah tanahnya dijual masih memiliki sisa tanah yang dijadikan objek perkara dalam perkara A quo hal tersebut sama sekali tidak benar karena tanah untuk membangun jalan dan jembatan Rayeuk Pange tersebut semuanya milik PT. Pertamina Unit I Rantau Panjang sebagaimana telah dijelaskan pada huruf c diatas.

g. Bahwa terhadap Posita 11, Posita 12 dan Posita 13 gugatan Penggugat, Para Tergugat tidak perlu minta izin dan bermusyawarah kepada Para Penggugat karena berdasarkan Akta Jual Beli Nomor 18/3-GR/73 tanah yang dibangun jembatan tersebut adalah milik Pertamina Unit I Lapangan Rantau Panjang yang dibeli dari Almarhum T. Paridan pada Tahun 1973 seluas 2.295 m² (Dua ribu dua ratus sembilan puluh lima meter persegi) dengan harga Rp.223.400,-(Dua ratus dua puluh tiga ribu empat ratus rupiah) dan berdasarkan Akta Jual Beli Nomor 19/3-GR/73 tanah yang dibangun jembatan tersebut adalah milik Pertamina Unit I Lapangan Rantau Panjang yang dibeli dari Daud pada Tahun 1973 seluas 270 m² (Dua ratus tujuh puluh meter persegi) dengan harga Rp.32.000,-(Tiga puluh ribu rupiah).

Tanah tersebut dibeli oleh Pertamina Unit I Lapangan Rantau Panjang digunakan untuk jalan dan tempat meletakkan barang–barang alat pengeboran dipinggir sungai Krueng Keuretoe yang mana dahulu pada lokasi tersebut ada panton untuk penyeberangan milik Pertamina Unit I Rantau Panjang sebagai sarana transportasi.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

h. Bahwa apa yang disampaikan oleh Para Penggugat pada posita 14 dan posita 15 gugatannya, hal tersebut sama sekali tidak benar dan tidak mempunyai dasar karena di atas objek sengketa tidak pernah ada tanaman jagung maupun ubi kayu , yang benar adalah pada lokasi objek sengketa berupa semak belukar yang kemudian dibangun/dibuat Lapangan Volly secara permanen yang dipakai oleh Para Pemuda Gampong Pange Kecamatan Pirak Timu untuk bermain Volly Ball.

Bahwa berdasarkan alasan -alasan yang telah dikemukakan diatas baik dalam Eksepsi maupun dalam Pokok Perkara, selanjutnya Tergugat I dan Tergugat II memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili Perkara a quo memberikan Putusan demi hukum sebagai berikut:

Dalam Eksepsi

1. Menerima eksepsi dari Tergugat I dan tergugat II untuk seluruhnya.

2. Menyatakan Gugatan Penggugat kabur (obscuur libel).

3. Menyatakan Gugatan Penggugat Kurang Pihak (Exceptio Plurium Litis Consortium);

Dalam Pokok Perkara

1. Menerima jawaban Tergugat I dan Tergugat II untuk seluruhnya.

2. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya.

3. menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet on vanklijke verklard).

4. Menghukum Penggugat untuk membayar segala biaya yang timbul dalam perkara ini.

Atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon Putusan seadil- adilnya (ex aequo et bono).

Menimbang, bahwa atas jawaban dari Tergugat I dan Tergugat II tersebut, para Penggugat telah mengajukan Repliknya tertanggal 29 April 2019, dan terhadap Replik tersebut, Tergugat I dan Tergugat II telah pula

mengajukan Duplik tertanggal 13 Mei 2019;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

Menimbang, bahwa selanjutnya segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan perkara ini, untuk menyingkat putusan ini dianggap telah termuat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan putusan ini;

Menimbang, bahwa akhirnya para pihak menyatakan tidak ada h al - hal yang diajukan lagi dan mohon putusan;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM Dalam Eksepsi;

Menimbang, bahwa Tergugat I dan Tergugat II dalam jawabannya telah mengajukan eksepsi atas gugatan para Penggugat yang pada pokoknya menyatakan bahwa gugatan Penggugat kabur (Obscuur Libel) dan kurang pihak (Exceptio Plurium Litis Consortium);

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mencermati eksepsi Tergugat I dan Tergugat II di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa eksepsi tersebut bukanlah mengenai kewenangan mengadili, baik kewenangan absolut ataupun kewenangan relatif, akan tetapi eksepsi tersebut sudah memasuki materi pokok perkara yang kebenarannya harus dibuktikan dipersidangan berdasarkan alat-alat bukti yang diajukan oleh kedua belah pihak;

Menimbang, bahwa berdasarkan hal-hal tersebut, maka untuk selanjutnya Majelis Hakim berkesimpulan terhadap eksepsi Tergugat I dan Tergugat II tersebut haruslah dinyatakan tidak dapat diterima;

Dalam Pokok Perkara;

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan para Penggugat pada pokoknya adalah mengenai sebidang tanah yang terletak di Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara yang luasnya adalah 1.140 M

2

(seribu seratus empat puluh) yang batas- batasnya adalah:

- Sebelah Barat / Selatan dengan tanah Hasan Krueng Mane / H. Z. Abidin;

- SebelahTimur / Selatan dengan Jalan Exon Mobil;

- Sebelah Utara denganKruengKeureuto.

Yang diakui oleh para Penggugat, tanah yang berbentuk segi tiga tersebu t adalah tanah milik Alm. T. Paridan dan para Penggugat adalah ahli waris yang sah dari Alm. T. Paridan ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

Menimbang, bahwa saat ini diatas tanah tersebut telah dibangun jalan dan jembatan oleh Tergugat III dan Tergugat IV dengan persetuju an Tergugat I dan Tergugat II, n amun hal tersebut dibantah oleh Para Tergugat yang menyatakan bahwa jalan dan jembatan tersebut dibangun di atas tanah milik Pertamina Unit I Lapangan Rantau Panjang yang dikenal dengan nama Exxon Mobil Indonesia / PT. Pertamina Hulu En ergi (PHE);

Menimbang, bahwa oleh karena itu maka Majelis Hakim perlu mempertimbangkan terlebih dahulu apakah benar para penggugat adalah pemilik sah atas tanah terperkara;

Menimbang, bahwa oleh karena telah diakui atau setidak-tidaknya tidak disangkal maka menurut hukum harus dianggap benar hal-hal diaku i atau tidak disangkal oleh kedua belah pihak dalam perkara ini;

Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 163 HIR/283 RBg Penggugat berkewajiban untuk membuktikan dalil – dalil gugatanya sebagaimana tersebut diatas;

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil gugatannya, para Penggugat telah mengajukan bukti berupa bukti P-1 sampai dengan bu kti P-7 dan saksi-saksi yaitu 1. Razali H., 2. Syafruddin Usman., 3.

Syarboini., dan 4. Rusli J;

Menimbang, bahwa dari alat-alat bukti yang diajukan oleh Penggugat yaitu alat bukti surat berupa:

Bukti P-1 berupa Foto copy Salinan Penetapan Ahli Waris No 274/Pdt.P/2019/MS-Lsk, tanggal 30 Oktober 2018, yang telah dibubuhi meterai secukupnya dan telah pula dicocokkan sesuai dengan salinan aslinya, Bukti P-2 berupa Foto copy Akte Jual Beli nomor: 18/3-GR/73, yang telah dibubuhi meterai secukupnya dan merupakan foto copy dari foto copy, Bukti P-3 berupa Foto kegiatan pengukuran tanah oleh Muspika Pirak Timu tanggal 12 Juni 2017, yang telah dibubuhi meterai secukupnya dan merupakan foto asli, Bukti P-4 berupa Foto suasana musyawarah di Kantor Camat Pirak Timu tanggal 11 Juli 2018, yang telah dibubuhi meterai secukupnya dan merupakan foto asli, Bukti P-5 berupa Foto-foto pihak BPN Aceh Utara turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran tanggal 18 Oktober 2018, yang telah dibubuhi meterai secukupnya dan merupakan foto asli, Bukti P-6 berupa Foto copy Surat Perjanjian (kontrak) antara Pemerintah Aceh diwakili oleh Dinas

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

Pekerjaan Umum dan Penata Ruang dengan PT Ira Mandiri , yang telah dibubuhi meterai secukupnya dan merupakan foto copy dari foto copy, dan Bukti P-7 berupa Denah objek sengketa, yang telah dibubuhi meterai secukupnya dan telah dicocokkan sesuai dengan Print out, serta Saksi- saksi yaitu 1. Razali H., 2. Syafruddin Usman., 3. Syarboini., dan 4.

Rusli J, yang pada pokoknya menerangkan bahwa objek sengketa adalah sebidang tanah yang berbentuk segi tiga seluas 1.140 M2 (seribu seratus empat puluh) meter yang terletak di Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara, yang batas-batas tanahnya yaitu;

o Barat/Selatan : dengan tanah Hasan Krueng Mane / H.Z.

Abidin;

o Timur/Selatan : dengan Jalan Exon Mobil;

o Utara : dengan Krueng Keureuto;

Yang bahwa pada awalnya tanah objek perkara tersebut adalah milik Alm. T. Paridan yang meninggal pada tahun 1975 dan selanjutnya tan ah tersebut dikuasai oleh anaknya yaitu T. Cut Ali dan Exon Mobile Oil pernah membeli sebagian tanah milik T. Paridan tersebut yaitu selu as 2.295 M2 (dua ribu dua Ratus Sembilan puluh lima) meter, pada tahun 1973 untuk pembuatan jalan dan pada tahun 1992 tanah tersebut pern ah dipinjamkan oleh T. Cut Ali kepada masyarakat untuk dibuat lapangan volley, dan selain itu pada tahun 2006 anak T. Cut Ali juga pernah menanam jagung, coklat dan pisang diatas tanah tersebut;

Menimbang, bahwa dari keterangan saksi Tergugat, pada tahun 2012, saat dilakukan pembuatan jalan dan jembatan, masyarakat ada membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa tanah tersebut adalah milik Exon Mobile dan hal tersebut tanpa sepengetahuan pihak Penggugat dan saat ini objek tanah sengketa tersebut telah dikuasai oleh Pemerintah dan dibangun jalan umum serta jembatan;

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil bantahannya Tergugat I dan Tergugat II telah mengajukan bukti berupa bukti T.I, TII-1 sampai dengan bukti T.I, II-4 dan saksi-saksi yaitu 1. Ibrahim Basyah., 2. Abdul Wahab Hamzah., 3. H. Tamizi, S.E., dan 4. Winsastra;

Menimbang, bahwa dari alat-alat bukti yang diajukan oleh Penggugat yaitu alat bukti surat yaitu: T.I, TII-1 berupa Foto copy Akta Jual Beli Tanah Hak Pakai Nomor 18/3-GR/73, yang telah dibubuhi meterai secukupnya dan telah dicocokkan sesuai dengan aslinya, T.I, TII-2

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

berupa Foto copy Akta Jual Beli Tanah Hak Pakai Nomor 19/3-GR/73, yang telah dibubuhi meterai secukupnya dan telah dicocokkan sesuai dengan aslinya, T.I, II-3 berupa Foto copy Akta Jual Beli Tanah Hak Milik Adat Nomor 321.38/VI/MTK/1995, yang telah dibubuhi meterai secukupnya dan telah dicocokkan sesuai dengan aslinya dan T.I, II-4 berupa Foto copy Akta Jual Beli Tanah Hak Milik Nomor 176/VII/MTK/2006, yang telah dibubuhi meterai secukupnya dan telah dicocokkan sesuai dengan aslinya, serta Saksi-saksi yaitu 1. Ibrahim Basyah., 2. Abdul Wahab Hamzah., 3. H. Tamizi, S.E., dan 4.

Winsastra yang pada pokoknya menerangkan bahwa yang menjadi objek sengketa adalah tanah seluas + 2295 meter yang terletak di Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara, yang batas- batas tanahnya yaitu;

o Barat : dengan Sulaiman dan Ibrahim;

o Timur : dengan M. Daud;

o Utara : dengan Krueng Keureuto;

o Selatan : dengan Abdullah;

Yang pada awalnya adalah milik Alm. T. Paridan (ayah T. Cut Ali) yang pada tahun 1973 telah diganti rugi oleh Exxon Mobil dan pada tahun 2017, saat akan dibangun jembatan , atas dasar musyawarah dari masyarakat, unsur Pemerintah Daerah yaitu Camat Pirak Timu, telah datang kepada pihak Exxon Mobil Oil/Pertamina Hulu Energi (PHE) dan meminta izin pembuatan jalan diatas tanah milik Exxon Mobil tersebut dan pihak Exxon Mobil Oil telah memberikan izin dan surat surat akta jual beli tanah oleh Exxon telah pula diserahkan oleh Kepala Humas Exxon Mobil kepada Camat Pirak Timu untuk disimpan dikantor Camat;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi – saksi H.

Tamizi, S.E., dan Winsastra, saat ini seluruh asset Exxon Mobil sedang dalam upaya hibah via Departemen Keuangan RI termasuk tanah yang dijadikan jalan dan jembatan tersebut dan saat ini di atas tanah tersebut telah dibangun jalan dan jembatan oleh pemerintah yang dipergunakan oleh masyarakat sebagai sarana umum yang merupakan akses penghubung antar kecamatan dan juga sebagai sarana guna meningkatkan perkembangan ekonomi masyarakat;

Menimbang, bahwa disamping pemeriksaan bukti bukti yang diajukan oleh kedua belah pihak diatas, untuk terjaminnya kepastian objek

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

perkara Majelis Hakim telah melakukan Pemeriksaan Setempat pada hari Jum’at tanggal 21 Juni 2019 di Gampong Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara dengan maksud untuk mengetahui letak, luas, maupun batas-batas objek perkara;

Menimbang, bahwa setelah Majelis melakukan pemeriksaan setempat di lokasi objek perkara, maka pada dasarnya dianggap sebagai fakta bahwa yang menjadi objek sengketa adalah tanah kebun yang telah ada jalan di atasnya;

Menimbang bahwa berdasarkan bukti surat yang diajukan oleh para Penggugat berupa Foto copy Salinan Penetapan Ahli Waris No 274/Pdt.P/2019/MS-Lsk, tanggal 30 Oktober 2018 (P-1), yang merupakan Penetapan Ahli Waris yang dikeluarkan Mahkamah Syar‘iyah Lhoksukon Nomor 274/Pdt.P/2018/MS/Lsk., tanggal 30 Oktober 2018, secara hukum tidaklah dapat dijadikan alat bukti kepemilikan sebidang tanah secara autentik karena penetapan tersebut hanya menyebutkan siapa-siapa yan g terdaftar sebagai ahli waris dari Almarhum T. Paridan dan bukanlah memuat tentang harta apa saja yang diwariskan oleh T. Paridan lengkap, demikian pula dengan Bukti (P-2) yang berupa Foto copy Akte Jual Beli nomor: 18/3-GR/73 yang menerangkan telah terjadi jual beli tanah antara T. Paridan dengan manager Pertamina unit X (Zainal Abidin) pada tahun 1973;

Menimbang, bahwa demikian pula terhadap bukti surat (P-3 sampai dengan P-7) Penggugat juga belum dapat membuktikan kepemilikannya terhadap tanah objek perkara;

Menimbang, bahwa atas pertimbangan -pertimbangan tersebut, Majelis Hakim menilai bahwa baik dari bukti-bukti surat maupun ketarangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Para Penggugat tidaklah berdasar dan layak untuk dikesampingkan;

Menimbang, bahwa oleh karena seluruh bukti surat dan bu kti saksi yang diajukan oleh Para Penggugat telah dikesampingkan, maka berdasarkan pertimbangan tersebut, menurut Majelis Hakim menilai Para Penggugat tidak berhasil membuktikan dalil-dalil gugatannya yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

mendalilkan Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan Tergugat IV melakukan Perbuatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) oleh karena itu gugatan Para Penggugat haruslah dinyatakan ditolak seluruhnya;

Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Para Penggugat telah ditolak untuk seluruhnya, maka terhadap Petitum-petitum lain dalam gugatan Para Penggugat tersebut tidak perlu dipertimbangkan lagi dan harus pula ditolak ;

Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Para Penggugat ditolak seluruhnya, maka Para Penggugat berada pada pihak yang kalah, dan dihukum membayar biaya perkara yang besarnya akan ditentukan dalam amar putusan ini;

Memperhatikan Pasal 1365 Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan peraturan-peraturan lain yang bersangkutan;

MENGADILI:

I. Dalam Eksepsi:

- Menolak Eksepsi Tergugat I dan Tergugat II seluruhnya;

II. Dalam Pokok Perkara:

1. Menolak gugatan para Penggugat untuk seluruhnya.

2. Menghukum para Tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini yang hingga hari ini ditetapkan sejumlah Rp.

3.065.000,- (tiga juta enam puluh lima ribu rupiah).

Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, pada hari Selasa tanggal 20 Agustus 2019, oleh Wendra Rais, S.H. M.H., sebagai Hakim Ketua, Bob Rosman, S.H., dan Maimunsyah, S.H. M.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang ditunjuk berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Lhoksukon, Nomor 1/Pdt.G/2019/PN-Lsk tanggal 2 Januari 2019, putusan tersebut diucapkan pada hari Senin tanggal 26 Agustus 2019, dalam persidangan yang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua dengan didampingi oleh para Hakim Anggota tersebut,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 18 halaman Putusan Nomor 1/Pdt.G/2019/PN Lsk

Agussyafrul, RM., Panitera Pengganti dan dihadiri oleh Kuasa Penggugat serta kuasa Tergugat I dan Tergugat II.

Hakim-hakim Anggota: Hakim Ketua, Dto, Dto,

Bob Rosman, S.H. Wendra Rais, S.H. M.H.

Dto,

Maimunsyah, S.H. M.H.

Panitera Pengganti, Dto,

Agussyafrul RM.

Perincian biaya:

1. Biaya Pendaftaran Gugatan (PNBP) ...….. : Rp. 30.000,- 2. Biaya Alat Tulis Kantor (ATK) ... : Rp. 120.000,- 3. Biaya Panggilan ……... : Rp.2.134.000,- 4. Biaya pemeriksaan setempat (PS) ……… : Rp. 750.000,- 5. Biaya PNBP panggilan ... : Rp. 5.000,- 6. Biaya Materai ... : Rp. 6.000,- 7. Biaya Redaksi ... : Rp. 10.000,- 8. Biaya Leges ……….. : Rp. 10.000,- Jumlah ... : Rp. 3.065.000,- (Tiga juta enam puluh lima ribu rupiah )

Salinan yang sama bunyinya oleh : Panitera Pengadilan Negeri Lhoksukon

SYAMSYAH, SH.

Nip : 196308151988031005

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

Referensi

Dokumen terkait

Data dalam penelitian ini diambil menggunakan angket kesiapan belajar, lembar observasi aktivitas guru, siswa dan komunikasi lisan siswa, serta tes evaluasi

untuk mencapai tujuan perusahaan yang diukur berdasarkan suatu standar. Penilaian kinerja keuangan setiap perusahaan berbeda-beda, tergantung pada.. ruang lingkup

apabila jawaban salah tidak mengurangi poin. Ketentuan poin untuk soal lemparan, tim yang menjawab benar akan mendapat poin. 100, apabila jawaban salah tidak mengurangi poin

Berdasarkan hasil observasi, gejala yang terjadi pada Kesiapan Kerja siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi di SMK Muhammadiyah Karangmojo adalah 25% siswa dalam

maka Pejabat Pengadaan Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika Aceh Tahun Anggaran 2014 menyampaikan Pengumuman Pemenang pada paket tersebut diatas sebagai berikut

Sama halnya dengan gandang tambur, gandang sarunai Sungai Pagu ini juga mempunyai dua kepala (double headed) dengan ukuran diameter kepala berbeda, yang satu

Kelompok Kerja Jasa Konsultansi Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Lamandau mengumumkan pemenang seleksi sederhana untuk Pekerjaan Perencanaan Kegiatan

The dichotomy of the real sector and monetary economics does not occur in Islam because of the absence of interest and banning trade system as commodity money so that patterns