• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Fashion adalah istilah umum untuk gaya atau mode. Fashion

merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari manusia yang tidak dapat terpisahkan. Di dalam sebuah fashion bukan saja terkait dengan jenis pakaian, aksesoris, tas, melainkan ada nilai-nilai yang ingin ditunjukkan atau dipromosikan yang artinya

fashion adalah cara untuk berkomunikasi dengan cara non verbal untuk menjelaskan

identitas atau citra diri seperti nilai, status, dan kepribadian, serta sebagai simbol atau cerminan budaya yang dibawa. fashion juga termasuk salah satu dari 15 subsektor di dalam dunia ekonomi kreatif yang paling berpengaruh. Subsektor

fashion memberikan efek kontribusi sebesar 27 persen yang menduduki posisi kedua

setelah kuliner yang memberikan kontribusi terbesar yaitu 33 persen. Dengan nilai pasar mencapai 180 triliun rupiah per tahun, industri fashion merupakan salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sektor ekonomi kreatif.(www. Bekraf.go.id)

Tabel 1.1 Sub – sektor Ekonomi Kreatif

(2)

Di Indonesia tren fashion terus berkembang dan selalu terjadi pembaharuan yang kemudian menjadi acuan bagi lahirnya jenis – jenis fashion seperti fashion hijab yang pada saat ini sedang populer di kalangan masyarakat muslim muda di Indonesia. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari desainer atau perancang busana yang memiliki tujuan untuk membuat tren fashion baru yang yang kemudian akan diikuti oleh masyarakat. fashion hijab menjadi tren fashion yang sangat populer pada kalangan masyarakat Indonesia. Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Berdasarkan hasil dari sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, tedapat sebanyak 207.176.162 penduduk indonesia yang beragama Islam dengan jumlah muslim berjenis kelamin pria sebanyak 104.195.783 dan muslim wanita sebanyak 102.980.379. Jumlah penduduk yang beragama Islam setara dengan 87,18 persen dari total keseluruhan penduduk Indonesia.Angka tersebut dapat berpengaruh terhadap berkembangnya tren fashion hijab di Indonesia.

fashion hijab awalnya diperkenalkan oleh sebuah komunitas hijaber yang

mulai berdiri pada tahun 2010 yang didirikan oleh salah satu desainer fashion hijab terkenal yaitu Dian Pelangi. Komunitas ini memiliki tujuan yaitu menumbuhkan kecintaan terhadap Islam melalui fashion dengan memperkenalkan gaya berjilbab yang mengikuti tren fashion lainnya. Di dalam komunitas tersebut mereka berhasil mengumpulkan anggota-anggota yang berjiwa muda, dinamis, energik, dan penuh kreativitas, sehingga mereka sering mengadakan kegiatan seperti workshop mengenai bagaimana berpenampilan fashionable meskipun menggunakan hijab, kelas kecantikan tata rias, human charity dan lain-lain. Dengan kegiatan positif tersebut, komunitas hijab menjadi semakin dikenal dan menyebarluas di kalangan masyarakat muslim Indonesia.

Tercatat pada tahun 2014, negara dengan tingkat konsumsi pakaian muslim tertinggi adalah dengan urutan sebagai berikut, Turki (US$25 milyar), Uni Emirat Arab (US$ 18 milyar), Nigeria (US$15 milyar), Arab Saudi (US$14,7 milyar) dan Indonesia ($US 12,7 milyar). Menurut Direktur Jenderal pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti mmberikan pernyataan bahwa kinerja ekspor busana muslim pada tahun 2014 nilainya mencapai US$ 4,63 miliar. Angka tersebut terbilang cukup tinggi, tetapi ekspor busana muslim Indonesia masih kalah jauh dibanding Cina dan India. Sehingga Pemerintah

(3)

menargetkan Indonesia dapat menjadi pusat mode muslim di tingkat Asia pada 2018 dan tingkat dunia pada 2020.

Menurut kutipan artikel dari website komunitas hijab Bandung dan pernyataan dari perancang busana Dian Pelangi yang membahas mengenai fashion hijab, disebutkan bahwa beberapa permasalahan pada pengguna adalah :

1. Memadupadankan hijab dan pakaian agar terlihat fashionable.

2. Menyesuaikan pakaian untuk kegiatan atau acara khusus seperti aktivitas olahraga, travelng, dan acara formal.

3. Pemilihan bahan hijab dan pakaian yang nyaman digunakan. Dan berdasarkan data kuisioner yang telah disebar, didapat bahwa :

1. Sebanyak 68% wanita berhijab belum mengetahui dengan baik segala jenis hijab dan aksesorisnya.

2. Sebanyak 60% wanita berhijab mengalami kesulitan memilih bahan hijab yang nyaman

3. Kesulitan yang paling sering ditemui dalam berpakaian adalah menyesuaikan jenis pakaian sesuai aktivitas atau acara, dan memadu padankan pakaian atas dan bawahan.

Oleh karena itu untuk membantu para pemula yang baru terjun di dunia fashion hijab dan para hijabers yang ingin mendalami pengetahuannya dalam hal fashion dibutuhkan media informatif yang menarik dengan media buku dan yang diharapkan mampu memberi inspirasi segar bagi para peminat fashion hijab, khususnya kepada remaja perempuan berusia 16-25 tahun. Dipilihnya media buku berdasarkan riset Nielsen, yang menyatakan bahwa remaja memilih membeli buku cetak dibanding buku digital. (www.gopego.com)

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah yang dijadikan pokok bahasan merujuk pada latar belakang yang telah dijelaskan yaitu :

1. Para pengguna hijab khususnya pemula masih belum mengetahui dengan baik jenis- jenis hijab dan aksesoriesnya.

2. Para pengguna hijab khususnya pemula mengalami kesulitan memilih bahan hijab yang nyaman.

(4)

3. Para pengguna hijab khususnya pemula mengalami kesulitan meyesuaikan jenis pakaian sesuai aktivitas atau acara, dan memadupadankan pakaian atas dan bawahan.

1.3 Rumusan Masalah

Bagaimana strategi merancang buku panduan fashion hijab untuk pemula, yang kreatif berbasis ilustrasi sehingga dapat menarik minat baca dan memberikan informasi lengkap tentang pengenalan dan pendalaman fashion hijab?

1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian untuk tugas akhir ini dibatasi pada perancangan buku fashion hijab berbasis ilustrasi sebagai media yang dapat memberikan informasi dan pengetahuan mengenai fashion hijab yang sedang tren pada saat ini. Perancangan ini dilakukan sejak bulan Februari 2017 s.d Juli 2017.

Target pembaca dari buku ini adalah perempuan remaja sampai dewasa muda yaitu berusia 16 – 25 tahun. Target geografisnya yaitu berada pada daerah perkotaan di Indonesia. Target psikografisnya adalah perempuan pengguna hijab yang masih pemula, dan masih belum tahu bagaimana untuk berpenampilan cantik dan

fashionable meskipun menggunakan hijab, mandiri, memiliki keinginan untuk

tampil percaya diri dengan fashion, serta menyukai media hiburan dalam bentuk buku.

1.5 Tujuan Perancangan

Tujuan perancangan buku panduan fashion hijab ini adalah untuk memberikan informasi yang menarik dengan media berbasis ilustrasi untuk para pengguna hijab khususnya pemula untuk tampil fashionable walaupun menggunakan hijab. Dan memberikan inspirasi bagi para wanita muslim yang masih berfikir bahwa hijab merupakan sesuatu yang kurang modern dan sangat membatasi cara berpakaian untuk tampil fashionable.

1.6 Metode Pengumpulan Data

a. Studi Pustaka

(5)

Studi kepustakaan adalah merupakan teknik untuk mengumpulkan data dengan penelaahan terhadap buku, literatul, catatan dan laporan yang memang berhubungan dengan masalah yang dipecahkan (Nazir, 2003: 27).

Studi pustaka dilakukan untuk mendalami data yang memiliki kaitan dengan permasalahan dan perancangan, seperti teori, fenomena, artikel, jurnal, dan data lainnya melalui buku.

b. Wawancara

Wawancara adalah teknik untuk mencari fakta dengan mengingat dan merekonstruksi sebuah peristiwa, mengutip pendapat dari opini narasumber (Suhandang, 2004).

Wawancara dilakukan untuk menggali informasi dan memperoleh data yang relavan dari sumber yang berkompeten. Penulis melakukan wawancara terhadap para pengguna hijab khususnya yang masih pemula, dan para narasumber yang sudah ahli dan berpengalaman di bidang fashion khususnya fashion hijab.

c. Kuisioner

Kuisioner dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan yang sudah disiapkan terlebih dahulu kepada responden yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan penelitian, kemudian responden diarahkan ke suatu jawaban untuk kemudian dihitung. Metode kuisioner merupakan cara pengumpulan data yang dapat mencakup lingkup luas dalam waktu relatif singkat (Soewardikoen. 2013 : 25). Kuisioner dilakukan untuk menunjang informasi yang dibutuhkan dalam proses perancangan.

1.7 Metode Analisis

Matriks Perbandingan

Matriks perbandingan digunakan sebagai metode analisis karena dapat digunakan sebagai sarana pembanding dari buku ilustrasi dan fashion sejenis yang sudah ada, untuk kemudian diterapkan kedalam perancangan tugas akhir

1.8 Skema Perancangan

Untuk merancang buku panduan fashion hijab untuk pemula dibutuhkan skema perancangan yang memuat tahap demi tahap penulis menyelesaikan buku panduan tersebut.

(6)

Gambar 1.1 Skema perancangan tugas akhir (Dokumentasi pribadi)

1. Fashion hijab menjadi tren fashion yang sangat populer pada kalangan masyarakat Indonesia.

2. Fashion hijab awalnya diperkenalkan oleh sebuah komunitas hijaber yang mulai berdiri pada tahun 2010 dengan anggota-anggota yang berjiwa muda, dinamis, energik, dan penuh kreativitas,

3. Dalam website komunitas hjab, dijelaskan bahwa para pengguna hijab pemula masih menemukan beberapa kesulitan dalam berpakaian.

1. Para pengguna hijab khususnya pemula masih belum mengetahui dengan baik jenis- jenis hijab dan aksesoriesnya.

2. Para pengguna hijab khususnya pemula mengalami kesulitan memilih bahan hijab yang nyaman.

3. Para pengguna hijab khususnya pemula mengalami kesulitan meyesuaikan jenis pakaian sesuai aktivitas atau acara, dan memadupadankan pakaian atas dan bawahan.

Perancangan Buku Panduan Fashion Hijab untuk Pemula

DATA: Wawancara Studi pustaka

Kuisioner

TEORI:

Fashion, fashion illustration

Media

Perancangan (Layout, warna, tipografi dan grid)

Konsep Perancangan

(7)

1.9 Pembabakan

Bab I Pendahuluan

Bab ini berisikan latar belakang masalah, identifikasi dan rumusan dari masalah yang diambil oleh penulis, batasan masalah, tujuan dari perancangan yang dilakukan penulis, metode pengumpulan data dan metode analisis yang diterapkan penulis, kerangka perancangan dan pembabakan dari bab-bab dalam Tugas Akhir ini.

Bab II Dasar Pemikiran

Bab ini menjelaskan mengenai teori-teori atau dasar pemikiran yang relevan untuk digunakan sebagai pijakan atau acuan dalam merancangdan menguraikan masalah dari objek yang diangkat.

Bab III Data dan Analisis Data

Pada bab ini akan menyajikan data-data yang dibutuhkan dalam pengerjaan proyek tugas akhir ini yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, serta kuesioner. Diantaranya seperti data pemberi proyek,data produk, data khalayak sasaran, dan data proyek sejenis yang pernah dilakukan.Menganalisis data-data yang telah didapatkan sebelumnya dengan cara membuat matriks perbandingan, analisis SWOT dan cara lainnya untuk menghasilkan konsep perancangan.

Bab IV Konsep dan Hasil Perancangan

Isi dari bab ini menjelaskan mengenai konsep-konsep yang telah dibuat seperti konsep pesan atau ide besar, konsep kreatif (pendekatan), konsep media, serta konsep visual. Penjelasan mengenai konsep ilustrasi yang digunakan dan juga penjelasan hasil dari perancangan melalui media-media yang telah ditentukan. Bab V Penutup

Bab ini berisikan kesimpulan dari proyek tugas akhir yang dibuat oleh penulis, serta saran terhadap karya yang telah diselesaikan.

Gambar

Tabel 1.1 Sub – sektor Ekonomi Kreatif
Gambar 1.1 Skema perancangan tugas akhir  (Dokumentasi pribadi)

Referensi

Dokumen terkait

Seperti halnya dengan pengetahuan komunikasi terapeutik perawat, kemampuan perawat yang sebagian besar pada kategori cukup baik tersebut kemungkinan karena adanya

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan

Dengan cara yang sama untuk menghitung luas Δ ABC bila panjang dua sisi dan besar salah satu sudut yang diapit kedua sisi tersebut diketahui akan diperoleh rumus-rumus