BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1 Kedudukan dan Koordinasi
Kedudukan penulis dalam kerja magang yang dijalani yaitu intern tim non seller streamers atau tim partnership dalam divisi Marketing Project Shopee Live. Hanif Thamrin selaku Assistant Manager Marketing Project of Shopee Live, sebagai pengawas penulis selama kerja magang berlangsung dan Muhamad Aris selaku reporting manager sebagai pembimbing lapangan penulis selama kerja magang berlangsung. Kemudian, untuk penulisan laporan magang, penulis berkoordinasi dengan Muhamad Aris selaku pembimbing lapangan untuk mendapatkan informasi mengenai Shopee Live.
Divisi non-seller streamer atau partnership yang berada di bawah Marketing Project Team bertugas untuk membantu kegiatan kerja sama di antara Shopee Live dengan para KOL ataupun management yang menaunginya untuk menjadi streamers di Shopee Live dengan tujuan user engagement dan juga peningkatan followers bagi para streamers serta endorsement. Tak hanya itu, divisi ini juga melakukan daily monitoring melalui sistem back end dan bekerja sama dengan tim back end untuk menaruh para streamers di laman Shopee Live tab hiburan teratas. Hasil monitoring tersebut dilaporkam melalui laporan mingguan kepada seluruh tim Marketing Project Shopee Live.
Cara berkoordinasi antar tim marketing project Shopee banyak dilakukan secara online, terutama menggunakan aplikasi SeaTalk. SeaTalk merupakan aplikasi buatan Sea Group, sebuah perusahaan induk Shopee, yang dikhususkan untuk penggunaan antarkaryawan anak perusahaan Sea Group, seperti Shopee. Semua pekerjaan dan tugas yang telah diberikan dan yang sudah diselesaikan selalu melewati tahapan QC atau Quality Control oleh pembimbing lapangan serta setiap
minggunya penulis harus melaporkan pekerjaan dan perkembangan tugas melalui weekly meeting yang biasanya dilaksanakan secara daring, melalui Google Meet.
3.2 Tugas yang Dilakukan
Tabel 3.1 Lini Waktu Aktivitas Praktik Kerja Magang
Aktivitas
Waktu Pelaksanaan
Januari Februari Maret April
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV Partnership Monitoring Lobbying Weekly report Content marketing
Sumber : Data diolah oleh penulis, 2021
3.3 Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Pekerjaan yang dilakukan penulis dalam divisi Marketing Project di PT Shopee International Indonesia dalam tim non-seller streamers atau partnership di antaranya yaitu partnership, monitoring, lobbying, weekly report, dan content marketing.
3.3.1 Partnership
Menurut Hafsah (1999) dalam Reza (2020), kemitraan atau partnership adalah strategi dalam bisnis yang dijalankan oleh dua pihak atau lebih dengan jangka waktu tertentu yang bertujuan meraih keuntungan secara bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan juga saling membesarkan, dikarenakan merupakan strategi bisnis maka dari itu kepatuhan dalam menjalankan etika binsis antara pihak yang bermitra sangat perlu diperhatikan.
Menurut Sulistiyani dalam Melyanti (2014), kemitraan terdiri dari tiga pola, diantaranya :
1. Kemitraan Semu atau Pseudo Partnership
Kemitraan semu adalah bentuk kerja sama di antara dua pihak ataupun lebih tetapi kerja sama yang dijalanlan tidak seimbang antara satu dengan yang lainnya. Di mana satu pihak belum memahami dengan baik apa tujuan dari kerja sama tersebut dan apa yang telah disepakati bersama. Namun mereka sadar bahwa kerja sama penting untuk dilakukan.
2. Kemitraan Mutualistik atau Mutualism partnership
Kemitraan mutualistik adalah bentuk kerja sama di antara kedua pihak atau lebih di mana masing-masing menyadari aspek penting seperti saling memberi manfaat dan mendapat manfaat lebih satu dengan yang lainnya.
3. Kemitraan Konjugasi atau Conjugation Partnership
Kemitraan konjugasi adalah bentuk kerja sama yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masing-masing pihak.
Bentuk kemitraan atau partnership Shopee Live dengan para KOL atau management adalah kemitraan mutualistik atau mutualism partnership. Kemitraan yang dijalankan bertujuan agar semakin banyak orang yang memiliki akun di Shopee dan juga menambah jumlah streamers untuk Shopee Live khususnya di tab hiburan serta semakin banyak yang melakukan order di Shopee. Sedangkan bagi pihak KOL yang menjadi streamers memiliki keuntungan untuk mendapatkan exposure berupa pin to top pada tab hiburan pada saat mereka live, mendapatkan endorsement dari seller yang berjualan di Shopee dan juga mendapatkan dana insentif yang diperoleh dari hasil live streaming yang mereka lakukan.
Bentuk kerja sama antara tim non seller-steamers atau partnership dengan para KOL umumnya berlangsung selama dua bulan dengan bantuan paparan melalui Shopee Live dan juga dana untuk melakukan giveaway dan cashback sebesar 500 ribu rupiah pada saat mereka melakukan live wajib yaitu lima kali live/ minggu dengan minimal durasi selama satu jam. Dana tersebut dikirimkan kepada management yang menanungi KOL tersebut. Selama kegiatan magang
berlangsung, terdapat tiga management yang bekerja sama dengan tim partnership di antaranya CIA Management (40 KOL), Winst Management (28 KOL), dan Carla Management (27 KOL). Tak hanya itu, para KOL juga bisa mendapatkan tambahan pemasukan melalui incentive fee dari Shopee yang langsung di-transfer ke nomor rekening para streamers. Sedangkan untuk MCN (Multi Channel Network), tim partnership bekerja sama dengan satu MCN yaitu Jet Commerce.
Penulis dalam tim partnership bertanggung jawab untuk memastikan bahwa para KOL memenuhi kewajiban live setiap minggunya dan melakukan absensi pada Google Sheets yang tersedia untuk masing-masing management dan wajib melaporkannya kepada admin masing-masing management untuk melakukan pengecekan ulang bahwa adanya kecocokan data sehingga pada saat melakukan payment tidak ada kesalahan. Lalu, tim partnership juga bertugas untuk menanyakan kepada management terkait keaktifan para KOL dalam melakukan live streaming, apabila ada KOL yang sudah lama tidak aktif maka tim partnership akan kembali melakukan diskusi untuk menentukan apakah KOL tersebut akan diganti atau memiliki kesepakatan lainnya, salah satunya ialah pengembalian dana.
Dalam melakukan kemitraan terdapat pula beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Berikut prinsip-prinsip kemitraan menurut Wibisono (2007) dalam Rahmatullah (2012) sebagai berikut:
1. Equity atau kesetaraan
Pendekatan dalam kerja sama yang dijalin bukan berdasarkan pada tingkat kekuasaan, bukan top down ataupun bottom up tetapi perlu adanya hubungan di antara kedua pihak yang saling percaya, menghormati dan menghargai. Dalam kerja sama yang dijalankan oleh Shopee Live dengan para KOL maupun MCN, tim partnership selalu mengutamakan rasa hormat dan saling menghargai. Hal tersebut dapat ditunjukkan melalui komunikasi di antara tim partnership dengan KOL atau MCN bahwa adanya rasa hormat apabila berkomunikasi dengan yang lebih tua tetap menggunakan panggilan yang sewajarnya dan menggunakan kalimat yang sopan dan santun ketika bertukar pesan melalui Whatsapp. Tim
partnership Shopee Live juga selalu menghargai waktu dan jadwal dari pihak yang bekerja sama dengan Shopee Live. Ketika akan melakukan meeting atau allignment ataupun kelas online, tim partnership selalu berusaha untuk menanyakan terlebih dahulu apakah bersedia di jam yang ditentukan, apabila tidak, maka akan ada penyesuaian jadwal di antara kedua belah pihak sehingga tidak mengganggu jadwal masing-masing pihak. Dalam hal saling percaya, kerja sama yang dilakukan oleh Shopee Live dan para KOL atau MCN terdapat persetujuan hitam di atas putih pada awal kontrak berlangsung berupa MOU yang ditandatangani kedua belah pihak agar tidak ada kesalahpahaman dan terikat di dalam persetujuan yang sudah jelas dan disetujui di awal kerja sama berlangsung.
2. Transparansi
Transparansi merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam menjalin kerja sama dalam upaya untuk menghindari rasa curiga antar pihak. Transparansi yang dimaksud ialah transparansi baik dalam hal informasi dan juga hal keuangan. Tim partnership Shopee Live sudah melakukan transparansi baik dalam hal informasi dan juga keuangan dengan management. Tranparansi dalam hal informasi di antaranya tim partnership selalu bersedia untuk memberikan absensi yang berisi jumlah berapa kali masing-masing KOL melalukan live per minggunya dan selalu melakukan pengecekan ulang apabila terdapat perbedaan dengan pihak management yang menanungi KOL tersebut, serta menyertakan foto berupa session ID dan durasi melalui sistem back end dan mengirimkannya kepada management sebagai bukti sehingga tidak ada kesalahapahaman dan mencapai pemahaman atau persetujuan yang sama di antara kedua pihak. Lalu, Shopee Live sendiri juga selalu mengirimkan rekapan viwers dan orders yang termasuk ke dalam incentive fee melalui notifikasi kepada masing-masing KOL melalui akun Shopee masing-masing para KOL setiap minggunya di hari Rabu maksimal pukul 20.00 WIB.
Transparansi keuangan tim partnership Shopee Live terhadap management dilakukan sejak awal persetujuan, yaitu management akan memberikan dana kepada KOL sebesar Rp500.000,00 per bulan untuk masing-masing streamers
yang digunakan untuk keperluan giveaway dan cashback pada saat melakukan live streaming. Selain itu, tim partnership juga menginformasikan kapan dana tersebut akan dikirim ke management. Namun, dalam hal ini ada dana yang diterima masing-masing KOL berbeda karena dana Rp500.000,00 merupakan dana yang akan diatur oleh management, sehingga pembagian antara management dan KOL tiap management akan berbeda. Pihak Shopee Live juga akan mengirimkan bukti transfer untuk dana tersebut setiap bulannya. Sedangkan untuk incentive fee yang dikirim langsung ke nomor rekening streamers, tim partnership akan menginformasikan apabila fee tersebut sudah di-transfer. Namun, dalam hal ini ada transparansi informasi yang kurang begitu jelas di awal kerja sama dengan streamer, bahwa tidak disampaikan di awal apabila incentive fee tersebut akan di-transfer ketika sudah mencapai nominal Rp200.000,00. Maka dari itu, banyak streamers yang sering menanyakan perihal tersebut dan menyatakan bahwa mereka belum tahu mengenai ketentuan tersebut dan tidak sedikit yang kecewa atau menyampaikan komplain.
Gambar 3.1 Hasil Incentive Fee Streamers
Gambar di atas merupakan tampilan yang diterima oleh para streamers setiap minggunya yang bersikan incentive fee yang diperolehnya per minggu. Dalam report tersebut dapat terlihat jumlah unique viewers, jumlah pesanan, dan juga jumlah incentive yang tidak terhitung serta total penghasilan yang akan diterima streamers.
3. Saling menguntungkan
Kemitraan atau kerja sama yang dijalankan harus menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Keuntungan yang diperoleh oleh KOL dalam kerja sama ini ialah mendapatkan platform baru untuk meraih lebih banyak followers dan juga exposure pada saat melakukan live streaming di akun Shopee mereka. Streamer juga bisa mendapatkan endorsement dari para seller yang berjualan di Shopee baik produk maupun fee atas kesepakatan bersama. Sedangkan pihak Shopee Live mendapatkan keuntungan berupa jumlah streamers Shopee Live yang bertambah dan mendorong lebih banyak penonton Shopee Live.
3.3.2 Monitoring
Monitoring dalam KBBI berarti mengamati atau mengawasi dengan cermat untuk tujuan khusus. Menurut Surayana dalam Sihombing, Nurcahyawati, & Erstiawan (2016), monitoring adalah proses yang bertujuan untuk memperoleh data, fakta, dan informasi mengenai pelaksanaan sebuah program, sesuai atau tidakkah pelaksanaan kegiatan dengan apa yang direncanakan.
Tugas daily dari divisi partnership ialah melakukan monitoring live streaming yang dilakukan oleh para KOL. Jam operasional live pada hari Senin-Jumat yaitu pukul 09.00-23.00 dan hari Sabtu-Minggu pukul 11.00-17.00. Divisi partnership bertugas untuk melaporkan nama-nama para KOL yang akan live kepada tim back end untuk dinaikkan/ pin to top di tab hiburan sesuai dengan yang disepakati pada saat lobbying. Setelah itu, divisi partnership bertugas memastikan bahwa para KOL sudah live melalui sistem back end tab ‘Live Sreaming List’ dan juga mencatat session ID serta judul live masing-masing
KOL dalam working sheets yang dibuat oleh divisi partenrship. Lalu setelah para KOL selesai melakukan live streaming, divisi partnership bertugas mengecek kembali sistem back end pada tab ‘Terminative List’ dan memindahkan jumlah viewers, likes, dan pcu masing-masing KOL ke dalam working sheets. Hasil dari monitoring tersebut nantinya akan diolah oleh tim back end yang akan disimpulkan oleh divisi partnership yang akan disampaikan pada saat weekly report dan meeting.
Gambar 3.2 Tampilan Sistem Back End – Live Streaming List
Sumber : Data diolah oleh penulis, 2021
Gambar di atas merupakan tampilan sistem back end pada bagian live streaming list, di mana penulis dapat melakukan pengecekan bahwa streamers sudah melakukan live dan dapat melakukan input data berupa session ID dan judul live ke dalam Google Sheets yang dibuat oleh tim partnership yaitu Shopee Live Working Sheets.
Gambar 3.3 Tampilan Sistem Back End – Terminative List
Sumber : Data diolah oleh penulis, 2021
Gambar di atas merupakan tampilan sistem back end pada bagian terminative list, di mana penulis dapat melakukan pengecekan bahwa streamers sudah selesai melakukan live dan dapat melakukan input data berupa jumlah likes, viewers, dan pcu ke dalam Google Sheets yang dibuat oleh tim partnership yaitu Shopee Live Working Sheets. Di mana data tersebut nantinya akan diolah oleh tim back end yang akan digunakan dalam weekly report dan meeting.
Menurut Ezrial dalam Dewangga (2017), terdapat beberapa tujuan dari dilaksanakannya kegiatan monitoring, di antaranya :
1. Mengkaji apakah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dalam kegiatan yang dijalankan tim partnership Shopee Live, monitoring dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui performa dari masing-masing streamers yang dapat dilihat dari jumlah viewers, likes, dan juga pcu serta order di saat mereka melakukan live streaming. Selain itu, tim partnership juga dapat melihat personality dari masing-masing streamers, sehingga nantinya para streamers yang memiliki performa bagus dan memiliki personality yang baik dan sesuai dengan kriteria Shopee Live maka dapat diajukan untuk memiliki kontrak khusus dengan Shopee Live untuk beberapa project lainnya. Lalu, kegiatan monitoring juga dapat
mengetahui apakah para KOL atau streamers sudah mematuhi atau belum tata tertib serta ketentuan-ketentuan yang berlaku, sehingga apabila terjadi pelanggaran atau hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan, tim partnership dapat menegur atau memberi peringatan secara langsung kepada streamers.
2. Mengidentifikasi masalah yang ada sehingga dapat diatasi secara langsung. Dalam kegiatan live streaming, masalah yang umum terjadi ialah terputusnya live streaming para streamers yang disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah internet streamers yang mengalami gangguan, adanya pelanggaran yang dilakukan sehingga live di-terminate oleh tim back end ataupun adanya kesalahan teknis seperti tidak ada suara pada saat live berlangsung. Tujuan dilakukannya dari monitoring bagi divisi partnership ialah dapat mengetahui bahwa terdapat beberapa streamers yang mengalami kendala tersebut, lalu dapat menanyakan secara langsung apa yang dialami dan dapat meminta streamers untuk melakukan streaming ulang serta melaporkan kepada tim back end untuk kembali menaikkan mereka sehingga kembali di posisi teratas di tab hiburan Shopee Live. 3. Menilai apakah manajemen dan pola kerja yang dijalankan sudah tepat
dalam upaya mencapai tujuan sebuah kegiatan. Kegiatan monitoring dalam divisi partnership juga bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji apakah sistem partnership yang dijalankan dengan para management sudah sesuai atau belum dengan tujuan yang diharapkan, yaitu Shopee Live memiliki streamers dengan kualitas yang memadai dan sesuai dengan standar Shopee Live, sedangkan bagi para streamers ialah meningkatnya followers di akun Shopee mereka, meningkatnya orders di saat live streaming sehingga mendapatkan incentive fee yang memuaskan. Dengan adanya kegiatan monitoring yang dijalankan, tim partnership mengetahui nama-nama streamers yang memiliki potensial untuk projek lebih lanjut dan juga tim partnership mengetahui bahwa sistem partnership yang saat ini dijalani bekerja dengan baik, namun tidak kepada semua management dikarenakan ada beberapa management dengan talent yang tidak begitu aktif dalam
melakukan live streaming, sehingga dilakukan evaluasi untuk sistem partnership selanjutnya.
4. Mengetahui hubungan antara kegiatan yang dilakukan dengan tujuan dilaksanakannya untuk mengalami peningkatan. Dalam upaya peningkatan baik dari performa streamers dan kegiatan parternship ini, tim partnership selalu mengadakan kelas-kelas online dengan berbagai tema dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman para streamers akan fitur-fitur yang ada di Shopee Live dan juga tips yang dapat berguna dalam upaya peningkatan jumlah order dan views serta cara atau beberapa masukan dalam pembuatan judul serta konten yang dibawakan. Dalam sesi kelas online, di akhir sesi juga sering diadakan sharing session yang bertujuan untuk mengenal para streamers dan juga bisa saling berbagi informasi atau belajar bersama dari para streamers yang memang sudah lebih berhasil atau juga tanya jawab bagi para streamers yang masih mengalami kebingungan. Dari sesi-sesi tersebut, tim partnership mendapatkan insight-insight yang tentunya berguna dan juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan beberapa kegiatan dengan tujuan untuk mencapai goals utama yaitu menghasilkan streamers yang berkualitas dan memiliki keunikan serta kemampuan untuk membawakan live streaming dengan menarik dan juga mampu mempersuasi penonton untuk melakukan pembelian.
Gambar 3.4 Screen Capture Kelas Online dengan Para Streamers – Fraud Class
Sumber : Dokumentasi penulis, 2021
Gambar di atas ialah salah satu kegiatan kelas online bersama para streamers dengan tema fraud, yang tujuannya adalah untuk menginformasikan hal-hal terkait order dan apa saja yang dapat membuat order para viewers terhitung ke dalam fraud order, salah satunya ialah adanya kesamaan alamat antara pembeli dan penjual serta penggunaan akun yang sama antara pembeli atau penjual. Kelas online seperti ini juga rutin dilakukan dalam kegiatan partnership yang diadakan antara Shopee Live dengan para management dalam upaya untuk menjalin hubungan yang baik dan juga membantu para streamers meningkatkan performa mereka sebagai streamers di Shopee Live sehingga mereka semakin paham dengan berbagai fitur yang ada dan ketentuan-ketentuan yang ada dalam Shopee Live yang tentunya dapat membantu mereka untuk semakin berkembang.
Gambar 3.5 Screen Capture Kelas Online dengan Para Streamer - Content Training
Sumber : Dokumentasi penulis, 2021
Gambar di atas ialah salah satu kegiatan kelas online bersama para streamers dengan tema content training. Agenda dari diadakannya kelas ini ialah untuk menginformasikan kepada para streamers bagaimana membuat konten yang menarik dan juga diminati oleh penonton di Shopee Live. Dalam kelas ini, tim partnership menyampaikan cara-cara apa saja yang dapat membuat konten live menarik seperti menunjukkan contoh-contoh dari para streamers Shopee Live yang telah lebih dulu berhasil dan sukses meraih pendapatan yang besar dari Shopee Live serta followers yang sudah sangat banyak. Hal ini dijalankan Shopee Live sesuai dengan tujuan partnership yang dijalin yaitu bahwa para streamers akan dilatih dan juga dibimbing agar dapat menjadi streamers yang memiliki skills yang memadai dan dapat menjalin kerja sama lebih lanjut dengan Shopee Live seperti endorsements dan lainnya.
3.3.3 Lobbying
Lobbying menjadi aktivitas utama dalam divisi partnership Shopee Live. Kotler dan Keller (2012) mengemukakan bahwa lobbying merupakan suatu upaya public relations untuk membangun dan juga menjaga hubungan baik dengan legislasi yang bertujuan untuk mempromosikan sesuatu. Salah satu
fungsi divisi partnership dalam Shopee live yaitu melakukan lobbying dengan para management KOL untuk persetujuan di mana KOL mereka menjadi streamers di Shopee Live.
Dalam Shopee Live, fokus utama divisi partnership adalah menjalin kerja sama dengan MCN dan juga management yang menaungi KOL serta para KOL dalam upaya kerja sama di antara kedua belah pihak. Proses awal dimulai dengan divisi partnership melakukan pencarian management maupun MCN yang dilihat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Shopee Live, lalu divisi partnership menyiapkan proposal untuk kerja sama dengan para KOL yaitu melakukan live streaming di Shopee Live.
Tabel 3.2 Daftar Partner MCN dan Management
Sumber : Data diolah oleh penulis, 2021
Dalam upaya melakukan lobbying, taktik yang digunakan ialah one-to-one briefings yang secara khusus diterapkan dengan komunikasi interpersonal, sehingga memudahkan adanya pertukaran pemahaman dan pemberian feedback (Feist & Feist, 2010, p. 80). Lobbying tahap awal dilakukan melalui email ataupun Whatsapp, yang nantinya akan dilanjut melalui Google Meet. Hal tersebut dikarenakan saat ini sedang pandemi sehingga pertemuan tatap muka tidak dianjurkan. Proses lobbying pada Google Meet, divisi partnership akan menjelaskan bentuk kerja sama secara lebih details dan juga kelebihan apa saja yang akan diperoleh oleh kedua belah pihak. Begitu pula, dengan support apa saja yang Shopee Live dapat berikan kepada pihak MCN atau management besera fee yang akan diberikan dan juga timeline dari kerja sama yang akan terjalin. Tak hanya itu, setelah pemaparan materi dibuka juga sesi tanya jawab dengan tujuan agar pihak lain dapat menanyakan segala hal dengan lebih jelas
No. Nama
1. CIA Management 2. Winst Management 3. Carla Management 4. Jet Commerce
sehingga tidak ada kesalahpahaman di saat kerja sama sudah berjalan. Tujuan lobbying ini berhubungan dengan peningkatakan kesadaran target perusahaan tentang manfaat yang potensial, hingga berakhir pada pertimbangan (Smith, 2013, p. 61).
Gambar 3.6 Screen Capture Aktivitas Lobbying dengan Salah Satu MCN
Sumber : Dokumentasi penulis, 2021
Gambar di atas ialah salah satu kegiatan lobbying yang dijalankan oleh penulis bersama dengan tim partnership saat melakukan lobbying dengan salah satu Multi-Channel Network (MCN) yaitu Jet Commerce. Dalam kegiatan tersebut tim partnership memaparkan bentuk kerja sama serta keuntungan apa saja yang akan didapat oleh pihak MCN. Selain itu, dibuka pula sesi tanya jawab dengan tujuan adanya kejelasan dan menghindari kesalahpahaman di awal kerja sama.
Proses lobbying dinyatakan berhasil, jika pihak MCN atau management memberi keputusan yang positif. Namun, apabila masih ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, langkah selanjutnya yang dilakukan ialah proses negosiasi. Negosisasi merupakan proses perundingan untuk mencapai kesepakatan tentang harga dan persyaratan lainnya (Kotler & Keller, 2012, p. 419). Pada umumnya pihak MCN setuju untuk memberikan KOL dengan
standar followers yang Shopee Live ajukan dan juga membawa brand di setiap sesi live streaming dengan keuntungan mendapatkan banner dan juga pin to top di tab semua dan hiburan. Sedangkan, management setuju untuk memberikan KOL yang bersedia melakukan live minimal satu jam lima kali per minggu dengan support Rp500.000,00/talent untuk dana giveaway atau cashback per bulannya dan juga pin to top di tab hiburan serta dana incentive yang akan di-transfer langsung ke rekening para KOL berdasarkan performance masing-masing KOL.
Setelah kesepakatan sudah berhasil, maka pihak Shopee Live akan memberikan pihak MCN atau management MOU yang mengikat kerja sama kedua belah pihak.
Dikutip dari annualrepport.id (AHM, 2017), bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan lobbying, yaitu :
1. Menetapkan bentuk kegiatan: dialog bersama, diskusi informal, makan siang atau kunjungan dan lainnya. Proses lobbying yang dilakukan tim partnership Shopee Live berbentuk diskusi informal. Di mana perwakilan tim partnership akan mempresentasikan materi yang berisikan bentuk kerja sama yang ditawarkan. Setelah presentasi selesai, pihak lawan atau sasaran diperbolehkan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait penawaran kerja sama. Bahasa yang digunakan bahasa yang lebih santai, maka dari itu bentuk kegiatan lobbying ialah diskusi informal yang dilakukan secara daring.
2. Menetapkan tempat : suasana yang tenang dan atmosfer yang positif. Pemilihan tempat melakukan lobbying saat ini hanya dapat dilakukan secara daring dari kediaman masing-masing dikarenakan situasi pandemi yang ada. Sehingga, proses lobbying dilakukan melalui Google Meet atau Zoom. Prosesnya dimulai dengan penawaran melalui e-mail ataupun Instagram management lalu apabila mereka tertarik, tim partnership akan melakukan set up untuk proses lobbying secara daring.
3. Kondisi atau keinginan sasaran : perhatikan pertimbangan sasaran atau keinginan sasaran. Dalam proses lobbying yang dijalani, tim partnership
juga menanyakan apakah penawaran kerja sama yang disampaikan sesuai dengan keinginan pihak lawan, apabila ada masukan tim partnership sangat terbuka dan bersedia untuk berdiskusi dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan bersama. Sehingga, apabila ada ajuan baru yang membutuhkan persetujuan dari lead maka tim partnership akan melakukan proses lobbying selanjutnya dengan permintaan lawan yang telah di-review oleh lead dari tim partnership.
4. Penetapan waktu : kapan proses lobbying akan dilaksanakan. Waktu pelaksanaann lobbying pun merupakan kesepakatan kedua belah pihak. Sebelumnya tim partnership selaku tim penyelenggara menanyakan apakah di jam yang telah ditentukan, pihak lawan atau sasaran bersedia. Apabila tidak, maka akan dilakukan reschedule agar kedua belah pihak bisa hadir dan proses lobbying dapat terlaksana dengan baik.
5. Penetapan tim lobbying : jumlah orang yang terlibat dalam proses lobbying. Pada umumnya, tim partnership yang ikut dalam kegiatan lobbying yaitu sebanyak tiga orang yang terdiri dari satu staff tetap tim partnership dan dua intern tim partnership. Dalam proses lobbying ini, materi dapat disampaikan baik oleh staff tetap ataupun intern dan yang lainnya bertugas untuk mencatat hasil dari lobbying tersebut untuk disampaikan dalam weekly report dan meeting serta memastikan dan untuk mengingat kesepakatan yang telah disetujui kedua pihak.
6. Penetapan tujuan lobbying : mengajak sasaran untuk terjun langsung dan mengamati kegiatan perusahaan. Tujuan dari dilaksanakannya lobbying ini ialah pencapaian kesepakatan yang saling menguntungkan di antara kedua belah pihak. Maka dari itu, tim partnership dalam proses lobbying juga selalu menunjukkan seperti apa fitur-fitur dan cara kerja Shopee Live itu sendiri dengan tujuan pihak lawan yaitu management atau MCN paham akan apa yang dilakukan talent-nya dalam kerja sama ini. Di mana tujuan dari kerja sama ini bagi pihak management adalah exposure dan followers growth bagi KOL atau talent-nya serta endorsements. Bagi Shopee Live sendiri ialah semakin banyaknya streamers yang bergabung.
7. Penetapan Anggaran : kesepakatan biaya. Proses lobbying yang dilakukan oleh tim partnership Shopee Live transparan dalam proses biaya atau anggaran. Dalam pemaparan materi kerja sama yang disampaikan juga tercantum biaya atau dana yang akan disepakati. Namun, dalam hal ini untuk biaya tidak dapat dinegosiasikan, namun ketentuan-ketentuan lainnya dapat didiskusikan kembali. Waktu pengiriman dana yang diberikan Shopee Live juga diinfokan pada proses lobbying dan pembagian antara management dengan talent-nya merupakan keputusan managament bukan keputusan dari pihak Shopee Live.
3.3.4 Weekly Report
Dilihat dari semua kegiatan yang dilakukan oleh penulis, tujuan perusahaan membentuk Shopee Live yaitu untuk meningkatkan engagement Shopee guna mendorong penggunanya dapat berbelanja dan juga mendapatkan hiburan serta followers growth dan endorsement bagi para streamers, penulis membantu dalam partnership dengan para KOL dan juga pembuatan konten. Dalam proses upaya meningkatkan engagement, penulis melakukan pengumpulan data aktivitas yang dilakukan Shopee Live terutama dalam hal partnership dan content marketing untuk mengetahui increment of engagement tiap konten yang berada di Shopee Live. Data yang dikumpulkan nantinya akan ditulis dan dilaporkan dalam weekly report.
Report yang dilakukan oleh penulis adalah laporan yang berisi mengenai increment of interaction and engagement tiap streamers, evaluasi top and best performing streamers based on engagement and interaction. Dalam penulisan weekly report, penulis dibantu oleh pembimbing dan tim back end dalam pengumpulan data. Dalam hal ini, perusahaan memperhatikan mengenai angka kenaikan engagement dan interaction yang didapatkan oleh tim partnership dari para streamers. Setiap hari Kamis, penulis diwajibkan membuat weekly report pada slide khusus weekly meeting berdasarkan data/ angka yang diberikan oleh tim back end dan hasil dari monitoring yang nantinya harus diolah kembali menjadi insight. Penulis bertanggung jawab dalam pembuatan report mengenai angka increment of engagement and interaction. Engagement yang dimaksud
adalah seberapa banyak viewers, pcu, dan juga likes. Sedangkan interaction merupakan hasil dari engagement yaitu jumlah check out order selama live berlangsung dari masing-masing streamers. Data didapatkan dari tim back end dan penulis menghitung menggunakan rumus excel “vlookup” dan menggunakan pivot table serta chart dalam mengolah data untuk mendapatkan angka kenaikan engagement dan interaction.
Setelah mengolah dan menghitung data, penulis mempersiapkan data-data yang harus dipresentasikan pada weekly meeting, penulis merubah data-data tersebut menjadi insight serta actionable item dan mempresentasikan hasil weekly report tersebut. Dari hasil report tersebut, semua tim Shopee Live mengetahui dan memahami hal apa saja yang membuat customer menjadi engage kepada perusahaan. Juga, sekaligus evaluasi dan membuat strategi untuk kedepannya agar dapat mempertahankan atau lebih meningkatkan customer engagement, followers growth dan endorsement para streamers.
Gambar 3.7 Salah Satu Slide Weekly Report
3.3.5 Content Marketing
Menurut Gunelius (2011), content marketing adalah sebuah proses baik langsung maupun tidak dalam upaya memasarkan sebuah produk atau merek melalui sebuah konten dapat dalam bentuk teks, audio, video yang memiliki value baik secara offline maupun online. Bentuknya pun beragam, bisa long form yaitu seperti artikel, e-book, dan blog, atau dapat berbentuk short form yaitu seperti update di media sosial, dan juga bentuk percakapan seperti berbagai konten ataupun diskusi dalam forum online atau blog.
Content marketing disusun dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah konten yang berkualitas, relevan, unik dan juga signifikan serta dinamis jika dibandingkan dengan kompetitornya. Sebuah konten dapat dikatakan bernilai secara general, apabila memenuhi beberapa syarat berikut (Gunelius, 2011, p. 56):
1. Mampu menghasilkan minat customer, melibatkan dan juga memberikan informasi serta mendidik customer. Konten yang dibuat oleh tim partnership ialah konten endorsement dengan judul-judul yang dibuat menarik ataupun clickbait dengan tujuan untuk menarik para lebih banyak viewers yang menonton live yang dibawakan oleh para streamers. Tak hanya itu, selain judul, harga dan keunggulan produk juga ditonjolkan dalam isi konten yang dibawakan untuk mendorong minat beli dari para viewers sehingga mereka melakukan pembelian pada saat live berlangsung.
2. Mampu menunjukkan seluruh nilai yang mengidentifikasikan sebuah perusahaan dalam hal kualitas, relevansi, keunikan, dan juga konsistensi. Konten yang dibawakan para streamers disusun sedemikian rupa, di antaranya tidak mengandung unsur yang mengandung SARA, pornografi dan juga tidak menggunakan kata-kata kasar. Secara khusus, dikarenakan Shopee Live merupakan platform di mana para streamers melakukan live streaming, maka tidak diperbolehkan untuk menyebutkan platform lain dalam konten. Konten yang merupakan konten untuk endorsement, terdapat pemaparan produk secara detail dan
terperinci berdasarkan research yang dilakukan dan juga penyampaian yang persuasif. Konten juga tidak hanya semata-mata berjualan saja, tetapi ada sesi talk show di mana topik yang dibahas ialah topik-topik yang sesuai dengan produk yang ditawarkan pada saat live berlangsung. Sehingga, konten yang dibawakan juga memberikan edukasi dan hiburan kepada para penontonnya.
3. Mampu bersikap positif dan juga berevolusi dari waktu ke waktu. Konten yang disusun oleh tim partnership tentunya konten yang bernilai positif dengan tujuan hiburan maupun edukasi. Konten yang dibuat pun juga mengikuti perkembangan zaman atau tren yang sedang meningkat di kalangan masyarakat. Dalam penulisan judul sendiri, bahasa yang digunakan ialah bahasa Indonesia dikarenakan target market dari Shopee Live sendiri ialah SES C dengan begitu diharapkan para penonton mengerti sehingga tertarik untuk masuk dalam live para streamers. Bahasa yang digunakan ialah bahasa informal, bahasa kekinian juga digunakan dengan tujuan untuk menarik lebih banyak penonton karena adanya kesamaan atau relate antara konten dengan penonton.
Menurut Pazeraite & Repoviene (2016), content marketing yang baik terdiri dari tujuh elemen, diantaranya:
1. Relevance: relevansi antara konten dengan customer yang berisikan informasi yang berguna.
Konten yang disusun oleh tim partnership memiliki relevansi dengan para penontonnya. Di mana sebagian besar konten yang dibawakan para streamers berisikan review atau ulasan dan informasi mengenai produk-produk yang dijual di Shopee. Hal tersebut dapat memudahkan para pentonton ketika mereka hendak melakukan pembelian terhadap sebuah produk.
2. Informative: konten yang disampaikan dapat mempengaruhi minat beli calon konsumen dan berisikan informasi berguna seperti pengetahuan, keterampilan, dan proses perusahaan dalam menciptakan layanan
ataupun produk.
Konten yang disusun tim partnership sendiri juga merupakan konten yang informatif, di mana konten yang dibawakan sifatnya ialah edukasi baik dari sebuah produk beserta tutorial atau langkah-langkah penggunaan. Informasi produk terdiri dari merek produk, kemasan produk, kandungan produk, harga produk serta informasi lainnya yang dapat menambah pengetahuan serta informasi penonton atau calon konsumen.
3. Reliability: elemen penting adalah konten yang memiliki kualitas tinggi, konten harus dapat diandalkan dan memadai.
Konten yang disusun oleh tim partnership selalu berlandaskan pada sumber-sumber terpercaya agar apa yang disampaikan kepada viewers merupakan informasi yang kredibel. Selain itu, untuk informasi produk berdasarkan pada apa yang tertera dalam website produk ataupun deskripsi produk pada toko seller di Shopee sehingga yang disampaikan tidak mengada-ada atau asal.
4. Value: pembentukan konten juga mengimplementasikan nilai, baik nilai fungsional maupun nilai emosional.
Konten yang disusun untuk para streamers juga mengimplementasikan nilai emosional dan fungsional. Salah satu caranya ialah dengan review para streamers terhadap sebuah produk sehingga adanya perasaan yang dirasakan pada saat streamers menggunakan sebuah produk sehingga penonton dapat merasa lebih relate.
5. Uniqueness: konten sebagai alat positioning untuk menunjukkan keunikan dari perusahaan.
Konten yang disusun tim partnership juga menunjukkan sisi keunikan dari Shopee Live itu sendiri. Di mana konten yang disampaikan hanya khusus pada saat live streaming berlangsung dan terdapat pula giveaway produk yang di-review pada saat live tersebut. Selain itu, pembelian juga dapat dilakukan secara langsung pada saat
streamers sedang melakukan live tersebut, hal ini tentunya memudahkan bagi para penonton yang ingin membeli produk tersebut dan akhirnya langsung melakukan pembelian melalui Shopee. Namun dalam hal ini, tingkat keunikan di antara konten streamer yang satu dengan yang lain dengan produk yang sama kebanyakan disusun mirip atau bahkan sama. Sehingga tingkat keunikan konten di antara streamer satu dengan streamer lainnya perlu ditingkatkan sehingga penonton yang menonton tidak bosan dan lebih menarik serta bervariasi.
6. Emotions: konten juga harus mampu menghibur, menggairahkan para calon konsumen dan memainkan elemen emosi.
Konten yang dibuat diupayakan untuk selalu mampu menarik konsumen untuk tetap menonton live tersebut yaitu dengan taktik seperti menempatkan giveaway di akhir sesi sehingga secara tidak langsung penonton akan tetap bergabung. Lalu, dalam konten yang disusun selalu melakukan review dengan tujuan agar penonton terdorong untuk mencoba dan melakukan pembelian. Tak hanya itu, penyampaian konten juga disesuaikan dengan personality streamers sehingga konten yang dibawakan, pesannya dapat lebih sampai dan dapat dirasakan oleh para penonton.
7. Intellegence: konten dapat dibaca oleh manusia dan diproses dengan teknologi.
Konten disusun oleh tim partnership dengan bahasa Indonesia dan disusun dalam Google Sheets yang nantinya konten tersebut akan dikirimkan kepada para streamers yang akan live. Setelah itu, pada hari dan waktu yang sudah ditentukan para streamers akan membawakan konten dalam live streaming-nya sesuai dengan judul dan materi yang sudah disiapkan oleh tim partnership.
Gambar 3.8 Contoh Konten untuk Salah Satu Streamer
Sumber : Data diolah oleh penulis, 2021
Gambar di atas ialah salah satu contoh konten endorsement salah satu streamers yang disusun oleh penulis untuk salah satu brand kecantikan. Namun, dalam content marketing yang dijalani oleh tim partnership ada beberapa konten yang disusun sangat mirip atau sama dikarenakan adanya kesamaan produk endorsements sehingga terkadang dari sisi uniqueness di antara konten untuk satu streamer dengan streamer lainnya belum terlihat.
3.4 Kendala yang Ditemukan
Selama melaksanakan praktik kerja magang, penulis menemukan beberapa kendala, di antaranya :
1. Laptop tidak dapat disediakan oleh pihak Shopee dikarenakan kebutuhan laptop yang tinggi saat bekerja dari rumah.
2. Kurangnya sumber daya manusia dalam tim partnership sehingga terjadi tumpang tindih pekerjaan dan juga waktu bekerja yang lebih dari jam kerja.
3. Kesulitan dalam pembuatan weekly report yang harus menunggu data dari tim back end dan terkadang ada error dalam data yang diberikan. Juga, beberapa rumus- rumus excel yang sebelumnya tidak pernah dipelajari.
3.5 Solusi atas Kendala yang Ditemukan
Berdasarkan kendala-kendala di atas, solusi yang dapat diberikan sebagai berikut :
1. Selama melakukan pratik kerja magang, laptop menggunakan milik pribadi dikarenakan ketidakpastian akan ketersediaan laptop kantor.
2. Adanya penambahan intern yaitu 1 orang untuk membantu di tim partnership per Maret 2021 dan penulis melakukan pembagian tugas dengan intern lainnya.
3. Data yang dibutuhkan untuk keperluan weekly report, terkadang tim partnership merangkum sendiri dan penulis melakukan average dengan rumus excel serta mengolah data kualitatif dan kuantitatif.