BAB I
PENDAHULUAN
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang dari penelitian, rumusan masalah, tujuan dan sasaran penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup, manfaat penelitian, keaslian penelitian dan sistematika penulisan draft proposal.
1.1. Latar Belakang
Kota menurut John Brickerhoff Jackson (1984) adalah suatu tempat tinggal manusia yang merupakan manifestasi dari perencanaan dan perancangan yang dipenuhi oleh berbagi unsur seperti bangunan, jalan dan ruang terbuka hijau. Sedangkan kota menurut Ditjen Cipta Karya (1997) merupakan permukiman yang berpenduduk relative besar, luas areal terbatas, pada umumnya bersifat nonagraris, kepadatan penduduk relatif tinggi, tempat sekelompok orang dalam jumlah tertentu dan bertempat tinggal dalam suatu wilayah geografis tertentu, cenderung berpola hubungan rasional, ekonomis, dan individualistis. Peningkatan akan pelayanan-pelayanan pada suatu kota di butuhkan sarana prasarana yang baik dan memadai, oleh karena itu, kota memerlukan suatu sistem transportasi yang baik dan memadai.
Sarana dan prasarana transportasi merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam sistem transportasi. Sarana dan prasarana transportasi yang memadai selalu dibutuhkan oleh masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan mobilitas sehari-hari. Dalam sistem transportasi terdapat beberapa elemen yang perlu diperhatikan yaitu penumpang/barang, kendaraan/alat, jalan, terminal, organisasi/kelembagaan (Rustian Kamaludin dan Abdul Kadir). Salah satu dari unsur pokok sistem trasportasi adalah terminal. adapun pengertian terminal berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No.132 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Angkutan Jalan adalah pangkalan kendaraan bermotor umum yang digunakan untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang dan barang, serta perpindahan moda angkutan.
Sesuai dengan tujuan penataan ruang Provinsi Lampung yaitu “Terwujudnya keterpaduan Penataan Ruang Provinsi Lampung untuk mendukung Pembangunan yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing”. Dengan kebijakan penataan ruang wilayah Provinsi Lampung yaitu meningkatkan aksesibilitas dan pemerataan pelayanan sosial ekonomi dan budaya ke seluruh wilayah provinsi melalui peningkatan aksesibilitas antara pusat pertumbuhan dengan wilayah perkotaan dengan peningkatan kualitas jaringan transportasi yang salah satunya adalah terminal.
Kota Metro merupakan pusat-pusat perdagangan jasa, pusat pendidikan khusus dan pusat pemerintah kota dan di tetapkan sebagai PKW (Pusat Kegiatan Wilayah) pada Rencana Tata Ruang Provinsi Lampung Tahun 2009-2029. Kota Metro terletak di tengah-tengah Provisi Lampung sebagai penghubung untuk kendaraan umum ataupun pribadi yang berasal kota dan kabupaten lain di Provinsi Lampung, Hal ini di butuhkan sarana prasarana transportasi yang dapat menunjang kegiatan transportasi di Kota Metro dan sekitarnya. Kota Metro mempunyai tiga terminal dengan tipe dan fungsi yang berbeda beda, terminal yang pertama adalah Terminal Mulyojati yang berfungsi sebagai terminal angkutan orang dengan luas kurang lebih 4 Ha dengan tipe terminal sebgai tipe B, yang kedua adalah Terminal Kota yang ber-Tipe C berfungsi sebagai terminal angkutan orang dengan luas kurang lebih 0,8 Ha, yang terahir adalah Terminal Tejo Agung yang berfungsi sebagai terminal barang dengan luas kurang lebih 2 Ha.
Dari ketiga terminal tersebut yang berpengaruh terhadap perekonomian di Kota Metro dari segi prasarana dan sarana transportasi adalah terminal angkutan kota. Hal tersebut di sebabkan terminal angkutan kota sudah berdiri disaat Kota Metro masih menajdi bagian dari Lampung Tengah, dan trayek angkutan kota atau mikrolet titik ujungnya terletak pada kabupaten sekitar Kota Metro. maka dari itu terminal angkutan kota di Kota Metro sangat berpengaruh pada perekonomian di Kota Metro. Sedangkan untuk terminal mulyojati sebagai terminal tipe B tidak sangat mempengaruhi pada perekonomian di Kota Metro di sebabkan terminal mulyojati hanya sebagai terminal untuk transit bus dari dan ke terminal Rajabasa. Terminal angkutan kota di tetapkan sebagai Sebagai moda transportasi dalam kota, dimana pada indikasi program perwujudan PPK Metro Pusat dalam
Perarturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Metro, pasal 47 ayat (1) huruf h yang berbunyi “Pengembangan Terminal Kota” dengan penetapan tipe terminal yaitu tipe C yang berfungsi untuk melayani kendaraan penumpang umum untuk angkutan perdesaan (ADES) sedangkan fungsi lainnya adalah sebagai objek penunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Metro di sektor retrebusi terminal. Akan tetapi indikasi program RTRW Kota Metro tidak berjalan sebagaimana mestinya, hal tersebut di sebabkan karena adanya alih fungsi di sebagian kawasan terminal kota di Kota Metro sejak tahun 2017 menjadi ruko dan pasar basah. dimana luas lahan sebelumnya sebesar ± 8.137 m2 menjadi ± 2.887 m2.
Sumber : hasil observasi 2019
GAMBAR 1. 1 PASAR BASAH DI DALAM TERMINAL
Adanya alih fungsi lahan menjadi pasar basah di dalam terminal membuat terminal tidak terbentuk seperti terminal sebagai mana mestinya, maka dari itu perlu adanya optimalisasi tingkat pelayanan dengan sisa lahan yang ada. Sehingga terminal angkutan kota dapat menarik minat masyarakat dengan adanya pelayanan yang baik serta dapat mewujudkan indikasi program yang terdapat pada RTRW Kota Metro.
1.2. Rumusan Masalah
Terminal merupakan bagian dari perkembagan kota dalam aspek infrastruktur transportasi dalam mendukung mobilitas dan pergerakan masyarakat,
Kota Metro merupakan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) di Provinsi Lampung memiliki terminal Tipe C yang bernama Terminal Angkutan Kota. Terminal angkutan kota sebagai sarana prasarana transportasi belum berfungsi secara optimal sebagai terminal tipe C. Belum optimalnya terminal angkutan kota di sebabkan karena terjadinya alih fungsi lahan terminal kota menjadi pasar basah dan ruko menyebabkan tidak nyamannya sarana-prasarana dan berkurangnya setengah lebih luas terminal yang membuat pemanfaatan terminal menjadi berkurang. Hal tersebut membuat pengguna terminal merasa tidak nyaman untuk melakukan mobilitas sehari-hari.
Pada peta rencana gunalahan dan rencana pola ruang di kawasan terminal pada RTRW Kota dan RDTR Kecamatan Metro Pusat merupakan “kawasan budidaya berupa kawasan perdagangan dan jasa” yang berarti pengalihan fungsi lahan tidak dapat diganggu gugat. Sedangkan dalam rencana transportasi RTRW Kota dan RDTR Kecamatan Metro Pusat “terminal tetap harus ada” maka dari itu perlu adanya optimalisasi pada tingkat pelayanan dan pemanfaatan terminal supaya terminal angkutan kota di Kota Metro memiliki tingkat pelayanan yang baik dapat terlihat seperti terminal sebagaimana mestinya.
Dari permasalahan yang ada pada terminal kota di kota metro dapat di ambil pertanyaan penelitian “Dengan Luas Lahan yang Ada, Dapatkah Pelayanan dan pemanfaatan Terminal Angkutan Kota di Kota Metro Menjadi Optimal?”
1.1. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah maka penelitian ini mempunyai tujuan yaitu Mengoptimalisasi pelayanan terminal angkutan kota di Kota Metro akibat turunnya pelayanan dan pemanfaatan terminal.
1.2. Sasaran
Sasaran dari Mengoptimalisasi fungsi terminal kota di kota metro adalah sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi kondisi fasilitas eksisting angkutan kota, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro
2. Mengidentifikasi tingkat pelayanan terminal angkutan kota, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro
3. Menganalisis strategi pelayanan pada terminal angkutan kota, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro
1.3. Manfaat Penelitian
Pada manfaat penelitian yang di bahas adalah manfaat penelitian secara teoritis dan manfaat penelitian secara praktis
1.3.1. Manfaat Secara Teoritis
Manfaat secara praktis dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Dapat menyelesaikan masalah pada kondisi eksisting permasalahan perkotaan khususnya pada permasalahan alih fungsi lahan yang membuat menurunnya fungsi terminal.
2. Mengetahui strategi tingkat pelayanan yang harus di lakukan pada terminal angkutan kota Kota Metro.
1.3.2. Manfaat Secara Praktis
Manfaat secara praktis dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Sebagai refrensi kepada pemerintah terkait di Kota Metro supaya tetap menjalankan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada, khususnya pada peningkatan terminal kota di Kecamatan Metro Pusat.
2. Untuk memberi strategi tingkat pelayanan kepada pemerintah terkait di Kota Metro tentang terminal kota yang ada di Kota metro yang perlu di optimalkan kembali fungsinya sebagai terminal tipe C.
3. Meningkatkan kembali minat masyarakat pada moda transportasi umum yang ada di Kota Metro dengan menjalankan strategi tingkat pelayanan yang dinilai kurang baik.
1.4. Keaslian Penelitian
Dalam penelitian ini dilakukan pengkajian dokumen atas penelitian yang telah di lakukan sebelumnya. Dokumen yang di gunakan adalah dokumen yang
berkaitan dan mempunyai relevansi yang kuat dalam penelitian ini. Pengkajian dokumen perlu di lakukan untuk mengetahui metode yang di gunakan pada penelitian yang sudah ada sebelumnya. Berikut adalah dokumen penelitian terdahulu yang memiliki kesamaan topik bahasan.
TABEL I. 1 KEASLIAN PENELITIAN
Peneliti Tahun Judul Lokasi Metode Analisis Hasil
Yusni Mustari dan Dahri Kuddu
2011 Evaluasi Optimalisasi Pemanfaatan Terminal Angkutan Penumpang (Terminal Daya)
Kota Makassar Analisis deskriptif Kuantitatif, metode uji chi kuadrat
Dalam pengertian selain fasilitas yang telah ada dalam terminal, seharusnya ditunjang juga dengan fasilitas pusat pertokoan, restoran, kantor pos, pompa bensin supaya lebih mudah melakukan kegiatan karena dekat terminal. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa rute pelayanan di sekitar lingkungan terminal Daya masih kurang mendukung, sehingga aktifitas yang terjadi di lokasi terminal dan di luar terminal sangat sunyi
Sedayu, Sulistio, Soehardjono, & Wicaksono, 2014 2014 Identifikasi Faktor Penyebab Tidak Berfungsinya terminal petanang kota lubuklinggau Kota Lubuklinggau Metrode Deskiriptif Kuantitaif
Hasil analisis dan pengamatan dilapangan diperoleh data sebagai berikut : 1.Pelayana keselamatan belum memadai untuk dipergunakan. 2.Pelayanan keamanan tidak maksimal diterapkan didalam terminal. 3.Pelayanan kehandalan/keteraturan yang belum dimaksimalkan oleh pengelolah terminal. 4.Pelayanan kenyaman masih kurang layak untuk dipergunakan oleh calon pengguna angkutan umum dan para awak sopir kendaraan umum. 5.Pelayanan kemudahan/keterjangkauan belum maksimal digunakan oleh pengguna angkutan umum. 6.Palayanan ketersedian belum tersedia.
Feri Andri Selfian 2015 Evaluasi Kinerja Pelayanan Terminal Tipe C Pada Terminal Padangan Kabupaten Mojokerto Analisis deskriptif Kuantitatif, Analisis Skoring
Terminal Padangan Mojokerto menunjukan kualitas pelayanannya mulai menurun, Hal ini terjadi karena penumpang di terminal mengalami penurunan yang di sebabkannya fasilitas di terminal kurang nyaman dan kedatangan angkutan umum yang kurang pasti.
Fransisca N Sagi,I made Udiana, Ruslan Ramang
2015 Kajian Faktor-Faktor Ketidakefektifan Kinerja Terminal Bus Haumeni Kabupaten Timor Tengah Selatan Metode Deskriptif Kuantitatif, Analisa Validitas, Analisa Kuisioner dengan
menggunakan Skala Likert
Fasilitas-fasilitas yang ada di terminal Haumeni saat ini sudah memenuhi standar terminal penumpang Tipe B berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 1995 tentang Terminal Transportasi Jalan, akan tetapi perlu dilakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap fasilitas-fasilitas utama yang saat ini sudah mulai rusak karena tidak digunakan.
M. Iqbal Sugestiandi 2016 Faktor-Faktor Prioritas yang Mempengaruhi Tingkat Efektivitas Fungsi Terminal Kartasura Kabupaten Siduarjo
Medtode Skoring dan Crosstab
Lokasi Terminal Siduarjo sudah Tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 1995. Hal itu terlihat dari luas lahan terminal yang tidak sesuai yaitu 1.6 Ha dimana standarnya adalah 5 Ha
Fahlevi dan Muhsin 2017
Perioritas Peningkatan Pelayanan Terminal Tlagomas Kota Malang
Kota Malang
Analisis deskriptif kualitatif, analisis validitas reliabilitas
Hasil analisis memperoleh 10 atribut pelayanan untuk dilakukan perbaikan meliputi atribut perlindungan keamanan dan kesehatan, jaminan kejelasan dalam pemilihan tujuan perjalanan, berfungsinya penghawaan (alami dan buatan), kondisi jalan yang baik, harga makanan dan minuman yang terjangkau, kedatangan dan
keberangkatan tepat waktu, waktu tunggu yang tidak lama, kebersihan ruang dalam dan ruang luar, keteraturan tatanan jalan, parkir, sirkulasi, dan organisasi ruang, dan tersedia tempat penyewaan penitipan barang yang relatif aman
Sumber: Penulis 2020
Berdasarkan tabel di atas, walaupun terdapat penelitian sebelumnya yang berkaitan kinerja terminal namun tidak ada yang memberikan rekomendasi optimalisasi serta penelitian terdahulu pada tabel berbeda fokus penelitian dan metode penelitian yang digunakan
dengan penelitian yang akan peneliti lakukan yaitu dengan metode analisis skoring dan crosstab. Dengan demikian, maka penelitian yang dilakukan peneliti benar-benar asli.
1.7. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian merupakan batasan cakupan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis supaya penelitian yang dilakukan tidak menyebar luas melebihi konteks dari substansi yang diteliti. Pada penelitian kali ini, penulis akan membuat ruang lingkup penelitian berupa ruang lingkup wilayah, ruang lingkup materi dan ruang lingkup waktu. Masing- masing dari ruang lingkup tersebut akan menjelaskan tentang batasan penelitian yang akan dilakukan baik dari segi materi, waktu dan lokasi studi.
1.7.1. Ruang Lingkup Wilayah
Lokasi kajian berada di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Dengan luas kecamatan 11,7 km2, Kecamatan Metro Pusat terdiri dari lima Kelurahan, yaitu Kelurahan Hadimulyo barat, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kelurahan Imopuro, Kelurahan Metro, dan Kelurahan Metro.
Secara administratif Kecamatan Metro Pusat di tengah-tengah Kota Metro dengan batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kecamatan Metro Utara
Sebelah Selatan : Kecamatan Metro Barat, dan Kecamatan Metro Timur Sebelah Timur : Kabupaten Lampung Timur, dan Kecamatan Metro Timur Sebelah Barat : Kabupaten Lampung Tengah, dan Kecamtan Metro Barat
Terminal Kota sendiri berada di Kelurahan Imopuro yang memiliki luas ± 6.137 m2. Dengan lokasi terminal berada pada jalan KH. Ahmad Dahlan, berdekatan dengan pusat perdagangan dan jasa, perkantoran, dan pendidikan. Dengan cakupan skala kota, sehingga fungsi terminal sebagai sarana pendukung pergerakan manusia dan barang yang ada di kota metro.
2 Sumber : Penulis 2019
3 1.7.2. Ruang Lingkup Materi
Pertama adalah mengetahui kondisi terminal angkutan kota, di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro dimana variabel yang akan di teliti yaitu: kinerja pelayanan terminal, cakupan pelayanan terminal, kelengkapan sarana dan prasarana.
Kedua adalah mengidentifikasi kebutuhan pelayanan terminal angkutan kota di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Dalam hal ini, kebutuhan pelayanan terminal dilihat dari kesesuaian standar pelayanan fasilitas terminal tipe C oleh Peraturan Menteri Nomor 132 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan yaitu “sesuai kebutuhan”.
Ketiga adalah alternatif arahan dalam bentuk pengoptimalan terminal terminal kota di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Supaya sesuai dengan standar pelayanan terminal tipe C yang seharusnya.
1.7.3. Ruang Lingkup Waktu
Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian ini ialah dimulai dari perumusan konsep dalam penyusunan proposal sampai dengan menganalisis alternatif arahan pelayanan terminal angkutan kota, Kota Metro.
4 1.8. Kerangka Berpikir
Sumber : Penulis 2020
GAMBAR 1. 2 KERANGKA BERPIKIR PENULISAN
5 1.9. Metode Penelitian
1.9.1. Pendekatan Penelitian
Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive, teknik pengumpulan dengan triangulasi (Sugiyono,2009). Sedangkan metode kuantitatif dalam beberapa analisisnya, penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang mengembangkan suatu kejadian menggunakan model matematis atau membuat angka-angka untuk menyajikan informasi. Sehingga pendekatan ini merupakan penafsiran angka statistik bukan secara kebahasaan, sifat dari penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yaitu objektif dan dapat terukur (Sarwono,2006). Pendekatan deduktif merupakan pendekatan yang ditarik dari teori-teori dengan proporsi tertentu dan kemudian dilakukan pengamatan secara empiris dilapangan (W. Gulo, 2002).
Pada penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Terminal Angkutan Kota, yang berada di Imopuro, Kecamtan Metro Pusat, Kota Metro. Terminal Kota sebagai satu-satunya terminal Tipe C di Kota Metro yang akan dikaji peran dan fungsinya sebagai terminal tipe C sehingga muncul rekomendasi berupa strategi optimalisasi pelayanan terminal angkutan kota sebagai terminal Tipe C yang sebagaimana mestinya.
1.9.2. Tahap Persiapan
Tahap persiapan merupakan proses persiapan dari awal hingga pelaksanaan penelitian dilakukan, sehingga dalam melakukan penelitian dapat tersusun dengan jelas. Berikut merupakan tahapan persiapan yang dilakukan dalam penelitian ini:
1. Penentuan masalah, tujuan dan sasaran
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Fungsi terminal angkutan kota di Kota Metro sudah optimal sebagai mana fungsi dari terminal tipe C yang seharusnya?” yang dilatarbelakangi oleh terjadinya alih fungsi lahan sebagian kawasan terminal angkutan kota di Kota Metro
6 menjadi ruko dan pasar basah dimana luas lahan sebelumnya sebesar ± 6.137 m2 menjadi ± 2.887 m2. Pembangunan pasar basah di badan terminal membuat terminal tidak berfungsi sebagaimana mestinya lagi, hal tersebut bertentangan dengan indikasi program perwujudan PPK Metro Pusat dalam Perarturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Metro, pasal 47 ayat (1) huruf h yang berbunyi “Pengembangan Terminal Kota”.
2. Penentuan Lokasi Penelitian
Pada penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Terminal Kota, yang berada di Imopuro, Kecamtan Metro Pusat, Kota Metro.
3. Pengumpulan Data Awal Gambaran Umum
Pengumpulan data awal dan kajian literatur dilakukan untuk mendapatkan informasi awal terkait permasalahan dan lokasi penelitian untuk memudahkan peneliti melakukan langkah-langkah selanjutnya dan menganalisis data.
4. Metode penelitian
Pada tahap ini peneliti menentukan teknik penelitian yang digunakan berupa teknik pengumpulan data, teknik sampling data dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian
1.9.3. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan suatu metode, cara, atau tahapan secara ilmiah yang digunakan dalam penelitian untuk memenuhi kebutuhan data yang dibutuhkan dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2018). Dalam Metode pengumpulan data dibagi menjadi dua yaitu jenis data dan kebutuhan data yang akan dikumpulkan.
1.9.3.1. Jenis Data
Jenis data terdiri dari dua yaitu data primer dan skunder. Data primer terdiri dari observasi, wawancara, dan kuisioner, sedangkan data skunder merupakan data yang akan diperoleh dari instansi terkait.
7 Metode pengumpulan data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian (Hasan, 2002). Data primer didapatkan untuk menghimpun atau memperoleh data yang tidak didapat dalam data sekunder. Dalam penelitian ini diperlukan data primer yang diharapkan dapat melengkapi data sekunder serta mendapatkan informasi lapangan yang akurat sehingga menghasilkan output yang akurat. Dalam penelitian ini data primer didapatkan dengan melakukan observasi dan wawancara.
a. Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data primer dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan (Riduan, 2004:104). Dalam penelitian ini dilakukan observasi berupa pengamatan langsung kondisi eksisting khususnya persebaran pelayanan fasilitas yang ada di terminal kota, Kota Metro.
b. Wawancara
Wawancara merupakan proses komunikasi dipasangkan dengan tujuan serius dan telah ditentukan dirancang untuk bertukar prilaku dan melibatkan tanya jawab (Stewarrt). wawancara dilakukan kepada dinas terkait yaitu Badan Pemerintah Perencanaan Daerah, Dinas Perhubungan Kota Metro dan UPTD Dinas Perhubungan cabang Terminal Kota . Pertanyaan dalam wawancara yang diajukan adalah mengenai perencanaan lahan pada terminal, perencanaan penyediaan fasilitas pelayanan, dan jam keberangkatan trayek yang ada di terminal Kota Metro.
c. Kuisioner
Menurut sugiyono (2013: 199) kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan adatau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Dalam penelitian ini pengumpulan sampel kuisioner menggunakan rumus Slovin, karena dalam penarikan sampel jumlahnya harus representative supaya hasil penelitian dapat digeneralisasikan dan
8 perhitungannnya tidak memerlukan tabel jumlah sampel, namun dapat dilakukan dengan rumus dan perhitungan yang sederhana.
𝑛 = 𝑁
1 + 𝑁(𝑒)2
Keterangan:
n = Ukuran Sampel/Jumlah responden N = Ukuran populasi
E = Presentase kelonggaran ketelitian. Kesalahan e=0,1 Jumlah populasi pada tahun 2020 pada lokasi penelitian yaitu: Metro Selatan = 15.474 Metro Barat = 29.130 Metro Timur = 41.346 Metro Utara = 52.827 Metro Pusat = 28.634 Kota Metro = 167.411
Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 167.411 orang, sehingga presentase kelonggaran yang di gunakan adalah 10% atau 0,1 dan hasil perhitungan dapat dibulatkan untuk mencapai kesesuaian. Maka untuk untuk mengetauhui sampel penelitian, dengan perhitungan sebagai berikut
𝑛 = 167.411
1+167.411(0,1)2 = 99,94
Berdasarkan perhitungan diatas sampel yang menjad responden pada penelitian ini di sesuaikan menjad sebanyak 100 orang. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam pengolahan data dan untuk hasil pengujian yang lebih baik. Sampel yang diambil berdasarkan teknik
purporsive sampling, dimana kuisioner diambil dari responden
berkeriteria khusus. Dimana responden berkeriteria khusus itu adalah penumpang angkutan umum yang pernah naik dari atau ke terminal angkutan kota, Kota Metro.
9 2. Data Skunder
Metode pengumpulan data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada (Hasan, 2002). Data sekunder dalam penelitian ini dibutuhkan untuk mendukung data-data primer yang sudah ada. Dalam pengumpulan data skunder penelitian ini instansi yang dituju adalah Badan Pemerintah Perencanaan Daerah, Dinas Perhubungan kota Metro dan UPTD Dinas Perhubungan Cabang Terminal Kota.
1.9.4. Metode Analisa Data
Teknik analisis data merupakan teknik yang digunakan untuk mengolah data primer maupun data sekunder yang didapatkan atau dikumpulkan saat penelitian untuk membantu mencapai tujuan yang akan dicapai, yaitu Mengoptimalisasi kinerja terminal angkutan kota di Kota Metro akibat turunnya fungsi karena alih fungsi lahan. Untuk melakukan pengolahan data tersebut maka dilakukan analisis data berdasarkan sasaran yang ditetapkan untuk mencapai tujuan, sebagai beirkut:
1.9.4.1. Metode Analisis Sasaran 1
Pada sasaran pertama yang berbunyi “Mengidentifikasi kondisi eksisting terminal angkutan kota, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro” dilakukan observasi lapangan terkait ketersedian fasilitas pelayanan utama maupun penunjang yang ada di terminal kota. Dalam mengolah data tersebut maka akan dilakukan analisis deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif merupakan analisis dengan mendeskripsikan fakta-fakta dan data-data yang didapatkan saat penelitian dilakukan. Pada sasaran 1 analisis yang di lakukan adalah menjabarkan fenomena-fenomena, kejadian atau keadaan fisik yang ada dilapangan saat penelitian dilakukan. Analisis statistik deskriptif digunakan dalam mendeskripsikan keadaan atau status dari setiap variable penelitian berdasarkan standarisasi indikator fasilias yang ada pada peraturan dan standar terkait. Analisis ini juga digunakan untuk menjelaskan bagaimana ketersediaan fasilitas sehingga dapat menjawab apakah
10 fasilitas eksisting terminal sudah memenuhi standar yang berlaku sebagai terminal tipe C.
1.9.4.2. Metode Analisis Sasaran 2
Pada sasaran kedua yang berbunyi “Mengidentifikasi tingkat pelayanan terminal angkutan kota, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro” menggunakan analisis skoring. Analisis skoring merupakan analisis yang digunakan untuk menilai atau menentukan skor suatu variabel dengan menggunakan indikator tertentu. Data yang digunakan dalam sasaran ini adalah data hasil kuesioner berdasarkan sudut pandang masyarakat sebagai pengguna terminal dengan variabel aksesibilitas, keamanan, keteraturan, kenyamanan, dan keselamatan yang didalamnya terdapat 16 indikator.
Dalam penelitian ini skala kategori penilaian dan pembobotan yang ditentukan dalam kuesioner untuk setiap variabel menggunakan skala likert. Skala likert yaitu untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial (Juliandi, 2013). Data didapat dari para responden, data kualitatif diubah menjadi kuantitatif dengan memberikan skor masing-masing jawaban dengan skala likert 1 sampai 5. Adapun kategori penilaian persepsi masyarakat sebagai pengguna terminal yaitu untuk kategori sangat baik dengan skor 5, kategori baik dengan skor 4, kategori cukup baik dengan skor 3, kategori kurang baik dengan skor 2, dan kategori tidak baik dengan skor 1. Pembobotan ini dilakukan untuk memudahkan dalam menganalisis dan menyimpulkan tingkat pelayanan di Terminal angkutan kota, Kota Metro. Untuk menentukan nilai dari tiap kategori penilaian persepsi, maka harus menentukan terlebih dahulu rentang nilai dari penilaian persepsi masyarakat sebagai pengguna Terminal Angkutan Kota sebagai berikut. Keterangan: RN = Rentang Nilai
11 N = Jumlah Klasifikasi
Sehingga di dapatkan hasil sebagai berikut.
Berdasarkan hasil penentuan rentang nilai tersebut, maka dapat dilakukan pengklasifikasian penilaian terhadap pelayanan di Terminal angkutan kota, Kota Metro berdasarkan persepsi masyarakat di Kota Metro.
TABEL I. 2 TOTAL SKORING TINGKAT PELAYANAN TERMINAL ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN PRESEPSI MASYARAKAT
Rentang Nilai Keterangan
100-179 Tidak Baik 180-259 Kurang Baik 260-339 Cukup Baik 340-419 Baik 420-500 Sangat Baik Sumber: Hasil Analisis, 2020
1.9.4.3. Metode Analisis Sasaran 3
Pada sasaran ketiga yang berbunyi “Menganalisis strategi pelayanan pada terminal angkutan kota, Kota Metro” menggunakan analisis crosstab atau tabulasi silang Peneliti mencari hubungan atau keterkaitan antar variabel yaitu variabel pelayanan dengan pemanfaatan terminal berupa aksesibilitas, keamanan, keteraturan, kenyamanan, dan keselamatan. Crosstab atau tabulasi silang adalah salah satu analisis korelasional yang digunakan untuk melihat hubungan antarvariabel. Pemilihan menggunakan analisis crosstab, dikarenakan data yang digunakan pada variabel terikat menggunakan skala data nominal. Teknik analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS. Dalam penelitian ini, crosstab akan mencari hubungan antara variabel dependen pada penelitian ini adalah pemanfaatan Terminal Angkutan Kota, Kota Metro dengan variabel
12 independen yang terdiri dari variabel aksesibilitas, keamanan, keteraturan, kenyamanan, dan keselamatan.
Hipotesis pada analisis crosstab adalah:
Ho:Tidak ada hubungan pemanfaatan terminal dengan aksesibilitas, keamanan, keteraturan, kenyamanan, dan keselamatan.
Ha: Ada hubungan antara pemanfaatan terminal dengan aksesibilitas, keamanan, keteraturan, kenyamanan, dan keselamatan.
Pada analisis crosstab, uji hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai chisquare tabel dan nilai chi-square hasil. Dalam menentukan hipotesis yang digunakan terdapat beberapa syarat dalam pengambilan keputusannya yaitu berdasarkan probabilitas (signifikansi) dan berdasarkan perbandingan chi-square hitung dengan chi-square tabel yang akan dijelaskan sebagai berikut:
Chi-square hitung < Chi-square tabel, maka Ho diterima Chi-square hitung > Chi-square tabel, maka Ho ditolak. Atau
Nilai sig > 0,05, maka Ho diterima Nilai sig < 0,05, maka Ho ditolak
Nilai chi-square hitung didapatkan dari hasil output SPSS bagian pearson ChiSquare. Sedangkan nilai chi-square tabel didapatkan dengan tingkat signifikasi ( ) 5% atau 0,05 dan derajat kebebasan (df) dengan rumus: df = (jumlah baris-1) x (jumlah kolom-1)
Setelah menghitung nilai chi-square dan nilai signifikansi, analisis dilanjutkan dengan menghitung nilai koefisien kontingensi. Nilai koefisien kontingensi akan menentukan seberapa kuat hubungan antara variabel independen dan dependen. Menurut Sugiyono (2019) pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien kontingensi sebagai berikut:
Interval Koefisien
Kontingen C Tingkat Hubungan
13
Interval Koefisien
Kontingen C Tingkat Hubungan
0,2 – 0,399 Rendah 0,4 – 0,599 Sedang 0,6 – 0,799 Kuat
0,8–1 Sangat Kuat Sumber: Sugiyono,2018
Dari analisis crosstab tersebut, output yang dapatkan pada sasaran tiga adalah strategi tingkat pelayanan supaya dengan bentuk terminal yang seperti itu tetap optimal sebagai terminal tipe C yang merupakan tujuan dari penelitian ini.
14
1.10. Kerangka Analisis
Sumber: Penulis, 2020
GAMBAR 1. 3 KERANGKA ANALISIS
1.11. Sistematika Penulisan
Penulisan penelitian ini terbagi menjadi lima bagian. Penjelasan dari masing–masing bagian tersebut sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bagian ini menjelaskan tentang latar belakang peneliti dalam mengangkat topik penelitian. Pada bagian ini juga akan menjelaskan tentang rumusan masalah penelitian yang akan menjadi acuan sebagai perumusan tujuan dan menentukan
15 sasaran yang akan dicapai. Selain itu, akan dipaparkan juga tentang sistematika penulisan yang menggambarkan proposal penelitian ini.
BAB II TINJAUAN LITERATUR
Bagian ini menjelaskan literatur yang digunakan untuk mendukung penelitian. Hubungan antara dokumen – dokumen perencanaan dan topik penelitian serta pedoman teknis yang berhubungan dengan penelitian akan dipaparkan pada bagian ini.
BAB III GAMBARAN WILAYAH STUDI
Bagian ini menjelaskan tentang kondisi wilayah studi penelitian secara makro dan mikro yang berhubungan dengan penelitian.
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
Bagian ini menjelaskan tentang teknik penelitian yang akan dilakukan pada penelitian. Metodologi penelitian menjelaskan jenis dan sumber data, teknik pengambilan data, dan metode analisis yang digunakan.
BAB V KESIMPULAN
Bagian ini menjelaskan kesimpulan dari proposal yang diajukan. Pada bagian ini, akan dijelaskan juga sistematika penulisan proposal penelitian yang akan direncanakan.