• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN WILAYAH KELURAHAN KOTA KARANG RAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III GAMBARAN WILAYAH KELURAHAN KOTA KARANG RAYA"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

94

BAB III

GAMBARAN WILAYAH KELURAHAN KOTA KARANG RAYA

Gambaran umum wilayah studi akan menguraikan mengenai kondisi karakteristik wilayah penelitian serta program yang dijalankan di Kelurahan Kota Karang Raya.

3.1 Gambaran Wilayah Kota Bandar Lampung

Berdasarkan data pada Bandar Lampung dalam Angka tahun 2019 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung, dijelaskan bahwa Kota Bandar Lampung berada secara geografis pada koordinat 5°20’ - 5°30’

Lintang Selatan dan 105°28’- 105°37’ Bujur Timur, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

a. Di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan;

b. di sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Lampung;

c. di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Gedung Tataan dan Padang Cermin Pesawaran; dan

d. di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan.

Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah 197,22 km2 yang terdiri dari 20 kecamatan dan 126 kelurahan, dengan luas wilayah masing-masing kecamatan sebagai berikut:

TABEL III.1

LUAS WILAYAH KECAMATAN KOTA BANDAR LAMPUNG No. Kecamatan Ibu Kota Kecamatan Luas (Km2)

1 Teluk Betung Barat Bakung 11,02

2 Teluk Betung Timur Sukamaju 14,83

3 Teluk Betung Selatan Gedong Pakuon 3,79

4 Bumi Waras Sukaraja 3,75

5 Panjang Karang Maritim 15,75

6 Tanjung Karang Timur Kota Baru 2,03

(2)

95

No. Kecamatan Ibu Kota Kecamatan Luas (Km2)

7 Kedamaian Kedamaian 8,21

8 Teluk Betung Utara Kupang Kota 4,33

9 Tanjung Karang Pusat Palapa 4,05

10 Enggal Enggal 3,49

11 Tanjung Karang Barat Gedong Air 14,99

12 Kemiling Beringin Jaya 24,24

13 Langkapura Langkapura 6,12

14 Kedaton Kedaton 4,79

15 Rajabasa Rajabasa Nunyai 13,53

16 Tanjung Senang Tanjung Senang 10,63

17 Labuhan Ratu Kampung Baru Raya 7,97

18 Sukarame Sukarame 14,75

19 Sukabumi Sukabumi 23,6

20 Way Halim Way Halim Permai 5,35

Sumber: Bandar Lampung Dalam Angka, 2018

Secara garis besar sendiri Kota Bandar Lampung memiliki nilai topografi antara 0-700 MdPl dengan perbandingan kemiringan lereng adalah, luas wilayah datar hingga landai meliputi 60% luas total wilayah, landa hingga miring meliputi 35% luas wilayah dan 4% karakteristik miring hingga curam. Persebaran ketinggian daerah di Kota Bandar Lampung terdiri atas:

- Daerah pantai yakni disekitar Kecamatan Teluk Betung bagian selatan dan Kecamatan Panjang.

- Daerah perbukitan yakni disekitar Kecamatan Teluk Betung Bagian Utara.

- Daerah dataran tinggi dan sedikit bergelombang terdapat disekitar Kecamatan Tanjung Karang Barat.

- Teluk lampung dan pulau-pulau kecil berada di bagian selatan.

Berdasarkan ketinggian yang dimiliki, kecamatan Kedaton dan Kecamatan Rajabasa merupakan kecamatan yang memiliki daerah tertinggi di kota bandar lampung yakni 700 Mdpl sedangkan Kecamatan Teluk Betung Selatan dan Kecamatan Panjang merupakan daerah dengan rata-rata ketinggian terendah dengan ketinggian berkisar antara 2-5 Mdpl.

(3)

96

Sumber: Peta Rupa Bumi BIG. RBI50K (Diolah)

GAMBAR 3.1

PETA ADMINSITRASI KOTA BANDAR LAMPUNG

(4)

97 3.2 Gambaran Wilayah Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kota Karang Raya yang berada pada wilayah administratif Kecamatan Teluk betung Timur berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung No. 4 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pembentukan Kelurahan dan Kecamatan, letak geografis dan wilayah administratif Kecamatan Teluk Betung Timur berasal dari sebagian wilayah geografis dan administratif Kecamatan Teluk Betung Barat dengan batas-batas sebagai berikut:

- Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Teluk Betung Barat;

- Sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Lampung;

- Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Teluk Betung Barat dan Kecamatan Teluk Betung Selatan; dan

- Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Teluk Betung Barat

Kecamatan Teluk Betung Timur terdiri atas wilayah perbukitan, dataran rendah dan pantai dengan suhu rata-rata 28 derajat Celcius. Pemerintahan Kecamatan Teluk Betung Timur terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012, tentang Penataan dan Pembentukan Kelurahan dan Kecamatan, wilayah Kecamatan Teluk Betung Timur dibagi menjadi 6 (enam) kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Kota Karang;

2. Kelurahan Kota Karang Raya;

3. Kelurahan Perwata;

4. Kelurahan Keteguhan;

5. Kelurahan Sukamaju; dan 6. Kelurahan Way Tataan.

Kelurahan Kota karang Raya merupakan kelurahan dengan luas wilayah terkecil di Kecamatan Teluk Betung Timur yakni 0,22 Km2 dan dengan jumlah penduduk 5.933 jiwa atau dengan densitas kepadatan penduduk 26.968 jiwa/Km2. Kelurahan Kota Karang Raya juga merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan teluk Betung Timur yang berbatasan langsung dengan pesisir Bandar Lampung.

peta administrasi dan orientasi penelitian dapat dilihat pada gambar 3.2 dan 3.3.

(5)

98 TABEL III.2

JUMLAH PENDUDUK PER-KELURAHAN KECAMATAN TELUK BETUNG TIMUR 2019

Kelurahan Luas Wilayah (Km2) Jumlah Penduduk Kepadatan/Km2

Sukamaju 4,12 4.727 1.147

Keteguhan 3,64 12.911 3.547

Kota Karang 0,35 12.915 36.900

Perwata 0,4 5.111 12.778

Way Tataan 3,37 3.130 929

Kota Karang Raya 0,22 5.933 26.968

Sumber: Teluk Betung Timur Dalam Angka, 2020

TABEL III.3

JUMLAH PENDUDUK PER-KELURAHAN KECAMATAN TELUK BETUNG TIMUR 2021

Kelurahan Luas Wilayah (Km2) Jumlah Penduduk Kepadatan/Km2

Kota Karang Raya 0,22 6.166 28.023

Sumber: Kelurahan Kota Karang Raya, 2021

(6)

99

Sumber: RBI50K Kota Bandar Lampung, 2021 (diolah)

GAMBAR 3.2

PETA KECAMATAN TELUK BETUNG TIMUR

(7)

100

Sumber: RBI Kota Bandar Lampung, 2021 (diolah)

GAMBAR 3.3

PETA ADMINISTRASI KELURAHAN KOTA KARANG RAYA

(8)

101

3.3 Gambaran Kegiatan NUSP-2 di Kelurahan Kota Karang Raya

3.3.1 Gambaran Fisik Pelaksanaan NUSP-2 di Kelurahan Kota Karang Raya

Berdasarkan Pertunjuk Teknis Pengendalian dan Pelaporan NUSP-2 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dijelaskan bahwa kegiatan NUSP-2 merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan permukiman layak huni dan berkelanjutan melalui kemitraan antara Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan swasta dengan pendekatan berbasis masyarakat untuk mewujudkan pencapaian kota tanpa permukiman kumuh pada tahun 2020, sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2015 - 2019. Perlu diupayakan penanganan yang lebih mendasar pada pokok permasalahan timbulnya kekumuhan khususnya di kawasan perkotaan.

Penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan, dan pada akhirnya dapat mewujudkan lingkungan yang layak huni, sehat, aman, serasi, dan teratur.

Dasar hukum wilayah implementasi dari kegiatan NUSP-2 di Indonesia tertuang dalam Kepdir Jenderal Cipta Karya No. 110/KPTS/DC/2016 Tentang Penetapan Lokasi Program Tanpa Kumuh, terlampir bahwa program NUSP-2 mencakup 20 Kab/Kota, 86 kecamatan dan 209 kelurahan di seluruh Indonesia dan salah satunya adalah di Kelurahan Kota Karang Raya. Berdasarkan Laporan Kegiatan NUSP-2 Tahun 2015 dan 2016 dan rencana Kegiatan Tahun 2017 dalam kurun waktu 2015 hingga tahun 2017 Kota Bandar Lampung mendapatkan bantuan sebesar $3.500,- atau senilai Rp. 47.250.000.000.

Kelurahan Kota Karang Raya merupakan salah satu kelurahan yang mendapatkan bantuan NUSP-2 Kota Bandar Lampung. Kelurahan Kota Karang Raya merupakan kelurahan dengan densitas tertinggi yakni dengan 21.20 Ha dari 22.00 Ha luas total lahan keseluruhan atau 96,4%. Selain itu Kelurahan Kota Karang Raya merupakan kawasan kumuh dengan tipologi permukiman kumuh tepi air. Kawasan ini merupakan pesisir pantai yang dihuni nelayan serta berfungsi sebagai tempat tinggal, juga tempat usaha bagi nelayan. Hal ini juga ditambah dengan beberapa bangunan tidak memiliki izin (Dokumen SIAP Kota Bandar Lampung). Program NUSP-2 yang diharapkan sebagai salah satu langkah untuk

(9)

102

mengurangi kawasan kumuh di kelurahan ini telah selesai terealisasi dan sudah memiliki bentuk fisik hasil program. Hasil dari program yang telah dilaksanakan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Sumber: Hasil Observasi, 2020

GAMBAR 3.4

HASIL PROGRAM NUSP-2 KELURAHAN KOTA KARANG RAYA, MELIPUTI:

a. perbaikan paving blok; b.kendaraan operasional pengelolaan sampah; c. tong sampah; d. mck komunal; e. sumur bor; f. drainase

Selain itu detail implementasi pelaksanaan NUSP-2 di Kelurahan Kota Karang Raya jika ditinjau dari sudut pandang Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.2 Tahun 2016 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh adalah sebagai berikut:

a. Peningkatan Kualitas Jalan

Terdapat beberapa pertimbangan penilaian terhadap pembangunan jalan paving blok yang dilakukan di Kelurahan Kota Karang Raya sebagai bentuk dari program NUSP-2, yakni:

a.

a.

b.

a.

c.

a.

d.

a.

e.

a.

f.

a.

(10)

103

- Cakupan wilayah yang dilayani oleh jalan lingkungan sudah berada pada angka >75%. Jaringan jalan lingkungan di Kelurahan Kota Karang Raya didominasi oleh jaringan dengan luas jalan < 2 meter atau hanya sebatas untuk dilalui kendaraan roda dua, Berikut ini merupakan contoh dari kondisi pelayanan cakupan jalan lingkungan di Kelurahan Kota Karang Raya.

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.5

KONDISI JALAN KEL. KOTA KARANG RAYA:

a. Jalan Utama Kelurahan; b. Jalan Lingkungan Antar Rumah Warga

Kualitas perkerasan jalan di Kelurahan Kota Karang Raya terbagi atas perkerasan jalan menggunakan aspal serta perkerasan jalan dengan menggunakan paving blok. Lingkup kegiatan NUSP-2 adalah meningkatkan pelayanan jalan lingkungan dengan menggunakan paving blok. Berdasarkan observasi yang dilakukan, belum terdapat kerusakan untuk paving blok hasil dari pelaksanaan kegiatan NUSP-2 di Kelurahan Kota Karang Raya.

b. Peningkatan Kualitas Drainase

Dalam penilaian hasil dari pembangunan drainase di Kelurahan Kota Karang Raya dengan menggunakan program NUSP-2 tidak hanya mempertimbangkan tingkat penyelesaian progress pekerjaan yang telah sampak 100% melainkan terdapat beberapa pertimbangan yakni:

- Pertimbangan konstruksi drainase yang telah menggunakan jenis drainase pasang batu dengan kualitas 76% - 100% dalam kualitas konstruksi baik.

Berikut merupakan gambar konstruksi bangunan drainase.

a.

a.

b.

b.

(11)

104

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.6

KONDISI DRAINASE KEL. KOTA KARANG RAYA:

a. Kondisi Drainase Jalan Utama Kelurahan; b. Kondisi Drainase Gang Kecil

- Tidak terjadi genangan saat terjadi hujan, hal ini menjadi ciri bahwa drainase dapat menampung debit limpasan air hujan.

- Ketersediaan drainase di Kelurahan Kota Karang Raya mencapai 76%- 100% tersedia di lingkungan. Jenis saluran pun didominasi oleh saluran tersier yakni saluran yang langsung berasal dari perumahan.

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3. 7

SALURAN TERSIER DI KELURAHAN KOTA KARANG RAYA

- Pemeliharaan rutin yang dilaksanakan untuk infrastruktur drainase dilakukan sesuai dengan jadwal rutin gotong-royong kelurahan yakni 2 (dua) minggu sekali, pelaksanaan gotong royong ini dilakukan secara bergilir di setiap RT di Kelurahan Kota Karang Raya. Namun yang perlu diperhatikan adalah masih terdapat drainase yang mengalami sendimentasi akibat dari akumulasi

a.

a.

b.

b.

(12)

105

limbah cair dan padat. Berikut ini merupakan contoh gambar dari sedimentasi limbah padat dan cair pada drainase di Kelurahan Kota Karang Raya.

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.8

ENDAPAN LIMBAH PADAT DAN CAIR PADA DRAINASE

- Kelurahan Kota Karang Raya merupakan salah satu kelurahan yang berada di Pesisir Kota Bandar Lampung sehingga langsung berbatas dengan pantai, Hal ini menjadikan sistem drainase yang ada di Kelurahan Kota Karang Raya langsung terhubung dengan badan air yakni pantai tanpa melewati jaringan drainase primer dan/atau sekunder. Dibawah ini merupakan salah satu contoh jaringan drainase yang langsung terhubung dengan badan air.

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.9

KETERHUBUNGAN JARINGAN DRAINASE DI KEL. KOTA KARANG RAYA:

a. Jaringan Drainase yang Terhubung dengan Badan Air; b. Badan Air Kelurahan Kota Karang Raya Berupa Pesisir Pantai/Laut

a.

a.

b.

b.

(13)

106

Sehingga berdasarkan hasil observasi yang kemudian menjadi dasar analisa, maka pola sistem jaringan drainase di Kelurahan Kota Karang Raya adalah sebagai berikut:

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.10

POLA JARINGAN DRAINASE KEL. KOTA KARANG RAYA

c. Peningkatan Kualitas Pengelolaan Persampahan

Terdapat beberapa dasar dalam penentuan penilaian peningkatan kualitas pengelolaan persampahan, khususnya pasca pelaksanaan program NUSP-2, dasar utama parameter penilaian dicuplik dari Permen PUPR No.

02/PRT/M/2016.

- Pola pewadahan sampah di Kelurahan Kota Karang Raya menggunakan sistem individual dengan memanfaatkan tong sampah berbentuk silinder dan berpenutup hasil dari program NUSP-2. Namun yang harus menjadi perhatian adalah momen pasca pelaksanaan NUSP-2, tong silinder yang berfungsi sebagai wadah pengumpul sampah banyak yang sudah tidak bertutup dan hilang.

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.11

KONDISI TEMPAT PENGUMPULAN SAMPAH DI SUMBER TIMBULAN

a. kondisi tong sampah saat baru; b. kondisi tong sampah saat ini a.

a.

b.

b.

(14)

107

- Pola pengumpulan sampah di Kelurahan Kota Karang Raya merupakan salah satu aspek peningkatan sistem pengelolaan persampahan yang tersentuh oleh program NUSP-2. Sistem pola pengumpulan sampah di Kelurahan Kota Karang Raya adalah dengan menggunakan pola individual tidak langsung yakni, sampah yang berasal dari sumber timbulan (Rumah Warga) diangkut dengan menggunakan gerobak atau motor roda tiga menuju TPS Sementara yang kemudian akan diangkut menuju TPA.

Penentuan jenis pola pengumpulan sampah di Kelurahan Kota Karang Raya merupakan hasil crosscheck antara sistem pengumpulan sampah di lapangan disesuaikan dengan SNI 19-2454-2002 tentang Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Persampahan.

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.12 SARANA PENGANGKUT SAMPAH WARGA a. Motor Roda Tiga Pengangkut Sampah; b. Gerobak Pengangkut

Sampah

- Lokasi TPS sementara yang ada di Kelurahan Kota Karang Raya masih bersifat terbuka tanpa adanya pembatas antara TPS dan lingkungan sekitar.

Berdasarkan Lampiran II peraturan menteri Pekerjaan Umum Nomor Tentang Penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan dalam Penanganan sampah rumah Tangga dan sampah sejenis Sampah rumah tangga terdapat beberapa kriteria persyaratan teknis penyediaan TPS, yakni:

 Luas TPS, sampai dengan 200 m2; a.

a.

b.

b.

(15)

108

 jenis pembangunan penampung sampah sementara bukan merupakan wadah permanen;

 sampah tidak boleh berada di TPS lebih dari 24 jam;

 penempatan tidak mengganggu estetika dan lalu lintas; dan

 TPS harus dalam keadaan bersih setelah sampah diangkut ke TPA.

Dibawah ini merupakan tabulasi perbandingan kondisi eksisting TPS Kelurahan Kota Karang Raya dan persyaratan teknis penyediaan TPS.

TABEL III.4

PERBANDINGAN TPS EKSISTING DAN KONDISI IDEAL TPS BERDASARKAN PERATURAN

No. Jenis Persyaratan Ceklis

Ketersediaan* Keterangan

1 Luas TPS, sampai dengan

200 m2 X

Luas Lahan TPS di Kelurahan Kota Karang Raya ± 30 m2 (Based On Google Earth).

2

jenis pembangunan penampung sampah

sementara bukan

merupakan wadah

permanen

X

Lokasi dijadikan sebagai tempat pengumpulan sampah sementara sebelum diangkut ke TPS Bakung.

3 sampah tidak boleh berada

di TPS lebih dari 24 jam

Berdasarkan pemaparan warga sampah diangkut minimal sehari sekali.

4

penempatan tidak mengganggu estetika dan lalu lintas

X

Lokasi yang berada persis di sempadan jalan tanpa adanya pembatas anatara TPS dan lingkungan sekitar memiliki implikasi negatif terhadap estetika lingkungan namun tidak berpengaruh terhadap lalu lintas.

(16)

109 No. Jenis Persyaratan Ceklis

Ketersediaan* Keterangan 5 TPS harus dalam keadaan

bersih setelah sampah diangkut ke TPA

TPS dalam keadaan tanpa sampah saat pasca kegiatan pengangkutan ke TPA

Sumber: Hasil Analisa, 2021

Keterangan: *) X : Tidak Sesuai,  : Sesuai

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.13

KONDISI TPS KEL. KOTA KARANG RAYA

a. Kondisi Saat TPS Sedang Ada Timbulan Sampah; b. Kondisi Saat TPS Kosong

Sehingga berdasarkan hasil observasi dan analisa dapat teridentifikasi bahwa pola pengelolaan sampah di Kelurahan Kota Karang Raya adalah sebagai berikut:

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.14

POLA PENGELOLAAN SAMPAH KELURAHAN KOTA KARANG RAYA

Peran NUSP-2 di Kelurahan Kota Karang Raya berada pada tahap pewadahan sampah dengan menggunakan tong silinder yang diletakan pada

a.

a.

b.

b.

(17)

110

dumber timbulan yakni rumah warga serta pengangkutan sampah dari sumber timbulan menuju TPS sementara.

d. Peningkatan Kualitas Pengelolaan Air Limbah

Pertimbangan kualitas pengelolaan air limbah pada kawasan kumuh berdasarkan Permen PUPR No. 02/PRT/M/2016 adalah pertimbangan Sistem pengolahan air limbah tidak memadai (kakus/kloset yang tidak terhubung dengan tangki septik / IPAL) serta kesesuaian prasarana dan sarana pengelolaan air limbah yang sesuai dengan persyaratan teknis. Pemahan tanki septik berdasarkan SNI 2398:2017 tentang Tata cara perencanaan tangki septik dengan pengolahan lanjutan (sumur resapan, bidang resapan, up flow filter, kolam sanita) adalah suatu ruangan kedap air terdiri dari satu/beberapa kompartemen yang berfungsi menampung dan mengolah air limbah rumah tangga dengan kecepatan aliran yang lambat, sehingga memberi kesempatan untuk terjadi pengendapan terhadap suspensi benda-benda padat dan kesempatan untuk penguraian bahan-bahan organik oleh jasad anaerobic membentuk bahan-bahan larut air dan gas. Limbah rumah tangga/ domestik bersumber dari air mandi cuci dari dapur. Air limbah rumah tangga yang berasal dari dapur biasanya banyak membawa sampah atau sisa makanan/masakan, sehingga sampah yang berukuran besar seperti potongan sayur, daun, karet, kertas, atau plastik dan lain-lain yang terbawa oleh air limbah rumah tangga dipisahkan di bak pengumpul air limbah yang dilengkapi dengan saringan kasar (Wahyu Widayat: 2009).

Selain itu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat disebutkan bahwa Limbah cair rumah tangga yang berupa tinja dan urine disalurkan ke tangki septik yang dilengkapi dengan sumur resapan. Limbah cair rumah tangga yang berupa air bekas yang dihasilkan dari buangan dapur, kamar mandi, dan sarana cuci tangan disalurkan ke saluran pembuangan air limbah.

Penyediaan IPAL Program NUSP-2 di Kelurahan Kota Karang Raya masih sebatas guna menampung black water atau limbah cair berupa urine dan

(18)

111

tinja. Selain itu dari 15 RT yang ada, hanya 1 (satu) RT yang memilki MCK Komunal sedangkan 14 RT lainnya masih menggunakan tanki septik mandiri.

Air limbah cair hasil kegiatan ruah tangga lainnya seperti buangan dapur, kamar mandi dan sarana cuci tangan masih dibuang menuju drainase tanpa pengolahan sehingga hasil akhir air buangan yang masuk ke badan air belum diketahui apakah memilki baku mutu yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Berikut ini merupakan gambar kondisi MCK Komunal hasil dari program NUSP-2 serta kondisi air buangan limbah rumah tangga yang terbuang melalui drainase.

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.15

KONDISI IPAL KEL. KOTA KARANG RAYA

a. MCK Manual; b. Air Limbah Buangan Domestik Langsung Mengarah ke Drainase

Berikut ini merupakan pola Pembuangan limbah rumah tangga di Kelurahan Kota Karang Raya, dan program NUSP-2 berperan dalam pembuangan limbah cair black water atau limbah kakus.

a.

a.

b.

a.

(19)

112

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.16

SKEMA PEMBUANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK KEL. KOTA KARANG RAYA

e. Peningkatan Kuallitas SPAM

NUSP-2 berperan dalam peningkatan kualitas SPAM dilakukan di Kelurahan Kota Karang Raya dengan menggunakan pola penyediaan air minum non-perpipaan berbasis air tanah dalam (sumur bor). Peletakan sumur bor berada pada area-area yang membutuhkan tambahan kuantitas SPAM berdasarkan hasil rembuk warga. SPAM yang dibangun di Kelurahan Kota karang Raya mencakup pelayanan untuk 2 (dua) RT.

Kondisi air yang dihasilkan dari kegiatan SPAM dalam program NUSP-2 berada pada kondisi air tidak berwarna, berbau dan berasa sehingga masuk dalam kategori akses aman. Berikut ini merupakan gambaran SPAM yang ada di Kelurahan Kota Karang Raya hasil dari program NUSP-2.

(20)

113

Sumber: Hasil Observasi Lapangan, 2021

GAMBAR 3.17

SARAAN PENYEDIAAN SPAM BERUPA SUMUR BOR

f. Pembuatan Taman Kelurahan

Pembuatan Taman Kelurahan yang terletak di RT 2 Lingkungan 2 Kelurahan Kota Karang Raya. Taman kelurahan ini dilengkapi dengan fasilitas olahraga dan rekreasi seperti, lapangan bulu tangkis, mini plaza dan ruang terbuka hijau dengan penambahan kursi kecil. Taman ini digunakan oleh warga berinteraksi serta rekreasi. Dibawah ini merupakan gambar kondisi Taman NUSP-2 yang terletak di Kelurahan Kota Karang Raya.

Sumber: Observasi, 2021

GAMBAR 3.18

TAMAN NUSP-2 KEL. KOTA KARANG RAYA

Realisasi pelaksanaan pekerjaan program NUSP-2 di Kelurahan Kota Karang Raya dilaksanakan pada tahun 2016 dan 2017 berdasarkan Laporan Kegiatan NUSP-2 Tahun 2015 dan 2016 dan Rencana Kegiatan Tahun 2017 dalam kurun waktu 2015 hingga tahun 2017 dan realiasasi NUSP-2 di Kelurahan Kota Karang Raya berdadsarkan tersaji dalam format tabel dibawah ini.

a.

a.

b.

b.

(21)

114 TABEL III.5

KEGIATAN PENINGKATAN KUALITAS INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN TAHUN 2016 Kelurahan Kota Karang Raya Tahun 2016

Pekerjaan Paving Blok Pekerjaan Drainase Gorong-Gorong Plat Deker Sumur Bor Motor Sampah Tong Sampah

Lingkungan I

RT 1

RT 2

RT 3

RT 4

RT 5

RT 6

RT 7

RT 8

Lingkungan II

RT 1

RT2

RT 3

RT 4

RT 5

RT 6

RT 7

Volume 2.377,37 M 302 M 3 Unit 0,37 M3 1 Unit 1 Unit 135 Unit

BOP 7.500.000,-

Biaya 261.170.947 76.545.115 15.774.736 1.542.770 41.975.302 28.000.000 67.500.000

Total 500.008.870

Sumber: Laporan Kegiatan NUSP-2 Tahun 2015 dan 2016 dan Rencana Kegiatan Tahun 2017

(22)

115 TABEL III.6

RENCANA KEGIATAN PENINGKATAN KUALITAS INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN TAHUN 2017

Kelurahan Kota Karang Raya Tahun 2017

Paving

Blok Drainase Plat Deuker

Ipal Komunal

MCK Komunal

Gerobak Sampah

Talud Penahan Jalan

Jembatan Beton

Sumur

Bor TPS Motor

sampah

Lampu Jalan Lingkunga

n I

RT 1

RT 2

RT 3

RT 4

RT 5

RT 6

RT 7

RT 8

Lingkunga

n II

RT 1

RT2

RT 3

RT 4

RT 5

RT 6

RT 7

Volume 1.298 m 1.385 m 3 m 4 unit 2 unit 15 unit 6 m 7 m 2 1 Unit 1 Unit 30 Unit

Biaya 134.000.00

0

229.015.0

00 1.900.000 160.000.000 100.000.000 75.000.000 18.000.000 40.000.000 80.000.00

0

60.000.0

00 28.000.000 60.000.000

Total 985.915.000

Sumber: Laporan Kegiatan NUSP-2 Tahun 2015 dan 2016 dan Rencana Kegiatan Tahun 2017

(23)

116 TABEL III.7

KEGIATAN PENINGKATAN KUALITAS INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN TAHUN 2018

Tanggal Pelaksanaan

Pekerjaan Fisik

Bobot (%) Jenis kegiatan Volume Unit/Sat Volume Satuan

Panjang Biaya (Rp.)

Siklus 1 06 Juni 2018 – 05 Sep 2018

Jalan paving 796,843771 M2 590,7 Meter 169.199.300 33,84

Drainase 185,172 M3 670,3 Meter 240.057.700 48,01

Plat tutup siring 12,28 M3 201 Meter 64.243.000 12,85

Penerangan jalan umum 10 Unit 10 Unit 19.000.000 3,8

BOP 1 LS 7.500.000 1,5

Total 500.000.000 100

Siklus 2 06 Juni 2018 – 05 Sep 2018

Jalan paving 627,400757 M2 452,7 Meter 132.709.600 26,54

Drainase 207,3 M3 620 Meter 265.572.300 53,11

Plat tutup siring 8,32 M3 120 Meter 52.218.100 10,44

Motor sampah 1 Unit 1 Unit 42.000.000 8,4

BOP LS 7.500.000 1,5

Total 500.000.000 100

Siklus 3 23 Juli 2018 – 21 Okt 2018

Jalan paving M2 491 Meter 111.844.000 22,37

Drainase M3 782 Meter 313.559.000 62,71

Plat tutup siring M3 120 Meter 50.020.000 10,00

Gorong –gorong Unit 6 Meter 7.510.000 1,50

Pintu air Unit 1 Unit 9.567.000 1,91

BOP 1 LS 7.500.000 1,5

Total 500.000.000 100

Sumber: Data Koordinator NUSP-2 Kota Bandar Lampung, 2018

(24)

117

Sumber: Peta Rupa Bumi Kota Bandar Lampung RBI50 K dan Hasil Observasi Lapangan, 2021 (diolah)

GAMBAR 3.19

PETA LOKASI PELAKSANAAN PROGRAM

(25)

118

Sumber: Peta Rupa Bumi Kota Bandar Lampung RBI50 K dan Hasil Observasi Lapangan, 2021 (diolah)

GAMBAR 3.20

PETA LOKASI TAMAN NUSP-2 KEL. KOTA KARANG RAYA

3.3.2 Gambaran Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrasturktur di Kelurahan Kota Karang Raya

Berdasarkan Nugroho, 2003 dijelaskan bahwa pengelolaan merupakan istilah yang dipakai dalam ilmu manajemen. Secara etimologi istilah pengelolaan

(26)

119

berasal dari kata kelola (to manage) dan biasanya merujuk pada proses mengurus atau menangani sesuatu untukmencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut Terry, 2009 pengelolaan merupakan suatu proses membeda-bedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni agar dapa menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sehingga dapat dipahami bahwa pengelolaan cenderung condong pada sistem manajemen baik dari sisi perencanaan hingga pengawasan.

Sedangkan pemeliharaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sebuah proses penjagaan atau pemeliharaan. Sedangkan menurut ansori dan Mustajib (2013) diuraikan bahwa pemeliharaan adalah konsepsi dari semua aktivitas yang diperlukan untuk menjaga atau mempertahankan kualitas fasilitas/mesin agar dapat berfungsi dengan baik seperti kondisi awal. Sehingga dapat ditarik garis besar bahwa pengelolaan merupakan sistem manajemen yang menghasilkan sebuah arahan tata kelola sebuah produk baik fisik dan/atau non fisik, sedangkan pemeliharaan merupakan aktivitas fisk yang dilakukan untuk menjaga kualitas sebuah produk. Analisa sistem pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur di Kelurahan Kota Karang Raya menjadi penting karena sistem tersebut yang akan menjadi maintenance tool dari setiap hasil program infrastruktur yang hadir di kelurahan ini. Dibawah ini skema pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur yang ada di Kelurahan Kota Karang Raya.

Sumber: Hasil Observasi dan Wawancara, 2021

GAMBAR 3.21

SKEMA GOTONG ROYONG KEL. KOTA KARANG RAYA

(27)

120

Sistem pengelolaan infrastruktur yang ada di Kelurahan Kota Karang Raya dikelola secara centralize atau memusat di Kelurahan. Hal ini menjadikan setiap RT hanya menjadi pelaksana dari hasil sistem yang dihasilkan oleh kelurahan.

Sistem pemeliharaan dilaksanakan dengan gotong royong yang dilaksanakan pada hari selasa dan jum’at serta dilaksanakan setiap minggu.

Sumber: Dokumentasi Perangkat Kelurahan, 2021

GAMBAR 3.22

KEGIATAN GOTONG ROYONG KEL. KOTA KARANG RAYA

3.3.3 Rangkuman Pelaksanaan NUSP-2 di Kelurahan Karang Raya

Pelaksanaan NUSP-2 di Kelurahan Kota Karang Raya telah masuk pada tahap pasca pelaksanaan, hal ini karena program telah selasai dilaksanakan pada tahun 2018. Namun yang perlu diperhatikan adalah sejauh apa hasil dari pelaksanaan program yang dilaksanakan dalam kurun waktu 2016-2018 tersebut.

Dibawah ini merupakan uraian rangkuman pelaksanaan program NUSP-2 dari sisi hasil fisik maupun sistem pengelolaan dan pemeliharaan.

a. Pelaksanaan peningkatan kualitas jalan lingkungan fokus pada peningkatan kualitas jalan dengan jenis perkerasan paving blok;

b. Peningkatan kualitas drainase berupa perbaikan jaringan drainase tersier yang langsung mengarah ke rumah warga;

c. Peningkatan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) berbasis SPAM Non- Perpipaan berupa sumur bor yang terletak di 2 (dua) RT di Kel. Kota Karang Raya. Kondisi mata air tidak berwarna dan tidak berbau serta dapat memenuhi kebutuhan warga sekitar.

d. Peningkatan kualitas pengelolaan persampahan dilakukan dengan penyediaan tong sampah pada sumber timbulan (rumah warga) dan pengadaan kendaraan

(28)

121

operasional persampahan berupa motor roda tiga dan gerobak sampah. Namun peningkatan kualitas belum tercapai hingga sistem pengumpulan komunal yang ad di kelurahan tersebut. Hal ini didasari pada kondisi eksisting TPS kelurahan yang berupa lahan terbuka tanpa ada buffer antara TPS dan lingkungan sekitar;

e. Peningkatan kualitas pengolahan air limbah masih dalam lingkup limbah kakus, sedangkan limbah non kakus masih menggunakan sistem yang tercampur dengan drainase dan langsung dibuang ke badan air tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

f. Pembuatan taman kelurahan yang terletak di RT 2 Lingkungan 2 dilengkapi dengan fasilitas rekreasi dan dapat menunjang interaksi antar warga.

Gambar

TABEL III.1
TABEL III.3
GAMBAR 3.12 SARANA PENGANGKUT SAMPAH WARGA  a.  Motor Roda Tiga Pengangkut Sampah; b. Gerobak Pengangkut
TABEL III.4

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 7 Hubungan beban dan keluaran sensor Hasil desain large deformation sensor pada gambar diatas digunakan untuk pengujian model submersed floating tunnel, dimana salah

Secara simultan Modal Sendiri dan Modal Asing berpengaruh pada Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Kesejahteraan Lingkungan SIPUH MANDIRI Manonjaya, artinya Modal Sendiri dan

Asuransi bagi kapal pompong yang merupakan jenis angkutan pelayaran-rakyat yang bersifat tradisional, sudah suatu keniscayaan mengingat kapal pompong selain bernilai

Pada tanggal 2 s/d 7 Pebruari 2010 Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Kunjungan Kerja Study Komperatif ke Provinsi Bali dan DKI

Secara kimia garnet merupakan larut- an padat (solid solution) dari alman- din – pirop – spesartin - grosular. Kadar almandin adalah sangat domi- nan dalam batuan

Selain itu, keterlibatan keluarga sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan spiritual pasien karena keluarga sepenuhnya berada bersama pasien dan dapat

teknik seperti shot peening atau surface rolling. Dengan proses shot peening, lapisan permukaan bahan akan mengalami deformasi plastis sampai kedalaman tertentu

Permasalahan yang akan dijawab pada Tugas Akhir ini adalah apakah sebuah sistem hybrid (PLTS/ turbin angin/ genset) dapat memenuhi kebutuhan listrik pada kapal ikan baik