• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN IDENTIFIKASI TUMBUHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DOKUMEN IDENTIFIKASI TUMBUHAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

DOKUMEN IDENTIFIKASI TUMBUHAN

: 10-14 April 2020

Alat : berbagai pustaka Flora dan voucher digital herbarium Hasil : Castanopsis argentea (Bl.) A.DC.

Pemohon : Bangun Baramantya Waktu : 9 April 2020

Bangung B.

Identitas sampel Jumlah : 1

No sampel : BANG 4201

BANG : akronim (kolektor) 4 : April (kode bulan koleksi) 20 : 2020 (tahun koleksi) 1 : 1 (kode aksesi) Tempat : Nirmolo

Wujud : satu set voucher herbarium (tanpa organ generatif) : data pencandraan lapangan (pemeriksa ikut)

Keterangan pemeriksaan

Pemeriksa : Andi Nugroho, S.Hut.

Waktu

(2)

I. Pendahuluan

Saat pengamatan di lapangan, BANG 4201 sudah dapat dipastikan adalah anggota Marga Castanopsis. Dengan demikian, pemeriksaan lebih lanjut adalah menyasar pada jenis- jenis dalam marga tersebut yang ada di pulau Jawa. Pemeriksaan terhadap semua jenis dalam marga Castanopsis (total 258 spesies) tidak dilakukan.

II. Prosedur Pemeriksaan

2.1 Pemeriksaan Tahap Pertama

Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan secara seksama, cermat, dan teliti dari data pencandraan langsung di lapangan dan dari koleksi spesimen voucher herbarium terhadap seluruh karakter morfologi tumbuhan baik makro maupun mikro. Data-data yang didapatkan kemudian dicocokkan dengan deskripsi standar identifikasi tumbuhan. Deskripsi yang digunakan berasal dari sumber-sumber yang valid dan merupakan sumber yang ditulis langsung oleh para ahli.

Sumber 1

Pertelaan jenis-jenis anggota marga Castanopsis dalam Flora Malesiana yang ditulis oleh Soepadmo (1972), seorang ahli Fagaceae, disajikan sebagai berikut.

Castanopsis argentea (Bl) A.DC. J. Bot. I (1863) 182; A. CAMUS

, Chat. (1930) 308, t. 31: 4- 5; B

ACKER

& B

AKH

. f. Fl. Java 2 (1965) 4; S

OEPADMO

, Reinwardtia 7 (1868) 387, – Fagus argentea Bl. Flora 7 (1824) 291, – Castanea argentea Bl. Bijdr. (1826) 525; Fl. Jav. Cupul.

(1829) 40, t. 21; K

OORD

. Teysmannia 11 (1900) 134; K. & V. Bijdr. (1904) 5; K

OORD

. Atlas I (1913) t. 37. – Castanea argentea var rigida Bl. Mus. Bot. 1 (1850) 283.

Deskripsi standar jenis (Soepadmo, 1972) BANG 4201

Habitus pohon Sesuai

Diameter dapat mencapai 1 m Sesuai

*tidak dilakukan pengukuran ketika di lapangan, namun terlihat dengan jelas bahwa berupa pohon dewasa dengan diameter lebih dari 30 cm

Batang abu-abu tua, fissured, dan lenticellate Sesuai (Gambar 1)

*untuk warna di lapangan terlihat coklat gelap disebabkan basah (lembab), sedang untuk karakter fissured, lenticellate sesuai saat diamati langsung dari dekat

Ranting, mula-mula berambut stellate, rapat, kuning kemerahan, lama-lama rontok, gundul, dan berlentisel banyak

Sesuai (Gambar 2)

*ranting muda yang masih berambut tidak didapatkan, namun ranting muda yang baru saja mengalami kerontokan rambut didapatkan dalam sampel (ada bekasnya), lentisel ada.

Tunas ujung, 6-10 by 3-5 mm, sisik linier, runcing, 5-10 by 1 mm, menggundul

Sesuai

(3)

*ukuran sesuai ketika diamati, keberadaan sisik terlihat saat diamati menggunakan kaca pembesar, namun tidak dapat ditampilkan dalam gambar foto karena keterbatasan kamera. Untuk kenampakan tunas ujung dapat dilihat pada Gambar 2.

Daun penumpu, linier, runcing, 10-15 by 1 mm, agak gundul.

Sesuai (Gambar 3)

Helai daun, coriaceous-tipis, (9-)13-16(-20) by (3-)5-7(-12) cm (indeks 2-3,5)

Sesuai (Gambar 4, 5)

Helai daun, paling lebar di bagian tengah, jarang pada pangkal atau ujung

Sesuai (Gambar 4, 5)

Permukaan helai daun atas dan bawah berbeda warna, atas gundul, hijau tua mengkilap, bawah mengkilap keperakan, bersisik sangat kecil, agak gundul

Sesuai (Gambar 6)

*untuk kenampakan sisik tidak dapat diperlihatkan dalam foto karena keterbatasan kamera, namun nampak saat diamati langsung menggunakan kaca pembesar

Pangkal daun, rounded, attenuate-acute Sesuai (Gambar 2, 6) Ujung daun, acute hingga 1-2 cm acuminate Sesuai (Gambar 5, 6) Tulang daun primer dan sekunder sangat

timbul di permukaan bawah daun, rata di permukaan atas

Sesuai (Gambar 7)

Tulang daun sekunder (9-)11-13(-15) pasang, sudut 60’-70’, agak paralel, melengkung, tidak saling bertemu

Sesuai (Gambar 6, 7)

Peruratan daun halus, agak longgar, kurang lebih scalariform, berbeda pada kedua permukaan helaian

Sesuai (Gambar 8, 9)

Tangkai daun (0,5-)1-1,5(-2,5) cm, permukaan adaxial rata

Sesuai (Gambar 4, 3)

Perbungaan jantan 15-25 cm by 2-3 mm, kadang dengan cabang pendek di dekat pangkal

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Perbungaan jantan, braktea dan brakteola jorong, membundar hingga runcing, coriaceous, 1,5-3 by 1-1,5 mm

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Bunga jantan dalam kelompok 3-7, cuping tenda bunga jorong-runcing, 1,5-2 by 1-1,5 mm, sisi luar berambut, benang sari 12, tangkai sari 2-3 mm, kepala sari 0,2-0,25 mm, putik semu 1-2 mm Ø,

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Perbungaan betina 5-15 cm by 2-4 mm, braktea dan brakteola tebal-coriaceous, jorong

---

(4)

melebar-runcing, 3-5 by 3-4 mm, *tidak didapatkan organ tersebut

Bunga betina berkelompok 3, cuping tenda bunga jorong-runcing, 1-1,5 by 1 mm, berambut pada kedua sisi, benang sari semu 12, berkembang sempurna, putik 3, menyerupai kerucut, 1,5-2 mm, agak melengkung

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Tangkai perbuahan muda 15-30 cm Sesuai

*ada dan dilihat langsung ketika mengamati pohon

Cupule muda agak bulat, duri dalam 4 sektor dengan bagian bersisik di setiap antar sektor

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Cupule masak bertangkai 0,5-1 cm, jorong- bulat, 3-4 cm; dinding setebal 1-2 mm, sisi luar rapat oleh indumentum pendek berwarna kuning kemerahan, duri-duri rapat terkumpul dalam bendel yang tegak dan ramping, panjang 1-1,5 cm, tak bercabang, hampir semuanya lurus; merekah dalam 4 segmen atau tak beraturan

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Buah 3 dalam 1 cupule, menjorong- mengerucut dengan ujung runcing, 2-2,5 by 1- 1,5 cm, goresan agak kecil, dinding setebal 1 mm, bagian yang bebas tertutupi rambut tomentose rapat berwarna coklat kemerahan;

kotiledon rata-cembung

Sesuai (Gambar 10)

*beberapa karakter masih dapat diamati pada jatuhan buah, sesuai

Castanopsis javanica (Bl.) A.DC. J. Bot. 1 (1863) 182; Prod. 16, 2 (1864) 111, incl. var

montana (Bl.) A.DC; H

OOK

. f. Fl. Br.In. 5 (1888) 620; K

ING

, Ann. R. Bot. Gard. Calc. 2 (1889) 97, t 88; G

AMBLE

, Kew Bull. (1914) 180; A. C

AMUS

, Chat. (1930) 316, t 32: 7-10;

B

ACKER

& B

AKH

. f. Fl. Java 2 (1965) 4; S

OEPADMO

, Reinwardtia 7 (1968) 393. – Fagus javanica Bl. Flora 7 (1824) 295. – Castanea javanica Bl. Bijdr. (1826) 525, incl. unnamed variety l.c. 526; Fl. Jav. Cupul. (1829) 44, t 23, incl. var montana l.c. 45, t 24, and var fuscescens l.c. 45; K. & V. Bijdr. 10 (1904) 9; K

OORD

. Atlas 1 (1913) t 38. – Castanea montana Bl. Bijdr. (1986) 526; H

ASSK

. Chat. Hort. Bogor. Alt. (1844) 73. – Quercus discocarpa H

ANCE

, J. Bot. 12 (1874) 242; H

OOK

. f. Fl. Br. Ind. 5 (1888) 616; K

ING

, Ann. R.

Bot. Gard. Calc. 2 (1889) 76, t 70; C

ORNER

, Ways. Trees (1940) 302, f 97. – C. discocarpa (H

ANCE

) H

ANCE

, J. Bot. 16 (1878) 201; A. C

AMUS

, Chat. (1930) 356, t 43: 4-9. – Quercus javanica D

RAKE

in Morot, J. de Bot. 4 (1890) 153. – Pasania discocarpa (H

ANCE

) G

AMBLE

, J.

As. Soc. Beng. 75, ii (1915) 447. – Synaedrys discocarpa (H

ANCE

) K

OIDZ

. Bot. Mag. Tokyo 30 (1916) 186. – C. lentiginosa E.F. Warb. Kew Bull. (1936) 20. – C. penangensis A. C

AMUS

, Bull. Soc. Bot. Fr. 94 (1947) 4.

Deskripsi standar jenis (Soepadmo, 1972) BANG 4201

Habitus pohon Sesuai

(5)

Permukaan batang kadang beralur, 20-100 cm

Ø

Tidak sesuai (Gambar 1)

Ranting pada mulanya berbulu agak rapat coklat kemerahan, rebah, rambut stellate, sisik fimbriate, bercampur dengan rambut-rambut hirsute, kemudian menggundul.

Tidak sesuai

*untuk sifat yang pada akhirnya menggundul sesuai, namun warna, posisi rambut, dan sisik jelas tidak sesuai

Ranting ramping, gilig, berwarna abu-abu gelap, kadang kecoklatan dipenuhi lentisel yang terlihat jelas, terutama ketika ranting mulai tua

Tidak sesuai (Gambar 11)

*bentuk ranting ramping, gilig, artinya apabila dipotong maka penampang melintangnya akan bulat, sedang sampel jelas memiliki alur pada rantingnya sehingga penampang melintangnya tidak bulat

Tunas ujung jorong-bulat, 3-9 by 2-4 mm, sisik membundar, 3-5 by 2-3 mm

Tidak sesuai

Daun penumpu 3-4 by 1,5 mm, melengkung, berambut, cepat merontok.

Tidak sesuai

Helai daun coriaceous tebal, (6-)10-13(-18) by (2-)3-6(-8) cm (index 1,9-3,6),

Tidak sesuai

Helai daun, bagian terlebar sekitar di tengah sering mendekati pangkal

Tidak sesuai (Gambar 4, 5)

Permukaan helai daun keduanya dengan sedikit bagian berwarna pucat kelabu, atas dan bawah berwarna sangat berbeda, atas kehijauan mengkilap, gundul, bawah coklat muda pudar, terkadang tertutupi lapisan lilin dengan sisik sangat kecil, sering berambut jarang, tersebar dalam kelompok, kadang gundul.

Tidak sesuai (Gambar 6)

Pangkal daun attenuate-acute hingga rounded- acute namun jarang,

Tidak sesuai (Gambar 2,5,6)

Ujung daun sangat jelas runcing hingga 1,5-2 cm meruncing,

Sesuai (Gambar 5,6)

Tulang daun primer timbul di permukaan bawah, rata di permukaan atas

Sesuai (Gambar 7)

Tulang daun sekunder (8-)9-11(-13) pasang, tipis, ascending, sudut 45’-70’, agak paralel, melengkung menuju tepi

Tidak sesuai

Peruratan daun scalariform, tipis dan samar pada kedua permukaan helaian

Tidak sesuai

*sangat jelas di permukaan bawah, tidak tipis dan samar.

Tangkai daun 0,5-1 cm, permukaan adaxial Sesuai (Gambar 4,3)

(6)

rata

Perbungaan jantan 10-15 cm, gilig, ---

*tidak didapatkan organ tersebut

Perbungaan jantan, braktea jorong-runcing, 1- 1,2 mm

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Bunga jantan soliter atau dalam kelompok 3, cuping tenda bunga 6, connate hanya pada pangkal, 1,2-1,5 by 1 mm, berambut rapat pada kedua sisi; benang sari 12, tangkai sari 3-4 mm, kepala sari 0,2-0,25 mm, putik semu 1,2- 1,5 mm Ø,

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Perbungaan betina 5-10 cm, gilig, braktea jorong, kadang berlekuk tak beraturan, 1-1,5 by 2-2,5 mm,

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Bunga betina agak tersebar, soliter, cuping tenda bunga berhelai 6, helaian jorong, 0,8-1 by 0,3-0,5 mm, benang sari semu 12, rudimenter, tangkai putik 3, mengerucut- silindris, melengkung, 2-3 mm,

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Tangkai perbuahan muda 10-15 cm Tidak sesuai Cupule muda bertangkai 3-5 mm, tertutup

rapat duri tak beraturan atau dalam baris konsentrik 4-5 namun jarang,

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Cupule masak pada tangkai dengan diameter 4-5 mm, membundar atau mengerucut mampat, 2,5-5 by 1,3-4 cm, pangkal membundar atau cekung; dinding setebal 1,5 mm, sisi dalam mengkilap dengan rambut kuning kemerahan, sisi luar berambut rapat, duri-duri 2-21 mm, bercabang atau kadang dalam kelompok, lurus hingga agak melengkung, sekitar pangkal berambut rapat hingga agak gundul, beberapa tersusun tegak dalam 4-5 baris konsentrik, pada permukaan cupule halus, hingga dengan rapat menutupi seluruh permukaan cupule; merekah dalam 4 segmen yang sama atau tak beraturan

---

*tidak didapatkan organ tersebut

Buah soliter, mengerucut mampat, 1-1,5 by 2- 2,5 cm; ujung runcing hingga membundar atau mampat, umbonate; dinding setebal 2 mm, goresan 0,5-0,25 bagian, rata atau cembung, bagian yg bebas berambut.

Tidak sesuai (Gambar 10)

*beberapa karakter masih dapat diamati pada jatuhan buah, tidak sesuai

Dari hasil pemeriksaan, beberapa karakter BANG 4201 memang menunjukkan ada

yang sama-sama sesuai dengan Castanopsis argentea dan Castanopsis javanica. Hal tersebut

(7)

wajar karena memang dua spesies yang berbeda namun masih dalam genus yang sama akan memiliki hal tersebut. Hal lebih penting yang harus diperhatikan adalah bahwa karakter- karakter kunci yang menjadi pembeda kedua spesies hanya sesuai untuk Castanopsis argentea saja, sedang untuk Castanopsis javanica tidak sesuai. Artinya, dari pemeriksaan ini, BANG 4201 dinyatakan adalah Castanopsis argentea.

Sumber 2

Kunci determinasi terhadap jenis-jenis Castanopsis yang ada di Jawa dalam Flora of Java yang dihimpun oleh Backer dan van Den Brink (1965) disajikan sebagai berikut.

1.a. Daun pada bagian bawah keseluruhan gundul, mengkilap keperakan, jorong-oblong-lanset, jelas coriaceous, 7,5-21 cm by 3,5-7,5 cm; tulang daun primer semua bagian timbul di permukaan bawah helaian (kecuali ujung), tulang daun sekunder 8-12 pasang. Ranting muda dan sisik tunas gundul atau mendekati; bunga betina berkelompok 3 (triad), benang sari semu sangat kecil, setiap kelompok triad dalam cupule yang sama, cupule masak melekat pada tangkai pendek, tebal, agak gundul, tebal 4-5 cm, hijau, tak merekah, satu buah membesar dan biasanya diikuti tambahan 1-2 buah yang lebih kecil, 20.00-30.00; IV-X; W-half; 200-1400 mdpl; hutan campur lembab; beberapa tempat membudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya (edibel) ... Castanopsis argentea (Bl.) A.DC.

1.b. Daun pada bagian bawah (kadang hanya pada bagian tulang primer) berambut coklat rapat, tak mengkilap keperakan. Ranting muda dan sisik tunas berambut rapat. Bunga betina soliter, melekat pada cupule; cupule dengan 1 buah ... 2 2.a. Tulang daun primer pada permukaan atas helaian tenggelam, timbul di permukaan bawah helaian hanya pada pangkal; tulang daun sekunder 8-14 pasang; Helaian daun jorong-oval-oblong- lanset, berwarna coklat atau coklat kemerahan di permukaan bawah, 7-18 cm by 2,5-7 cm.

Bunga betina tanpa benang sari semu; Cupule buah masak setebal 4 cm; Duri-duri pada cupule muda dalam baris horisontal yang berbeda. Batang pada pangkal kadang dikelilingi trubusan; 20.00-50.00; I-XII; W; 90-1650 mdpl; hutan campur lembab ...

... Castanopsis javanica (Bl.) A.DC.

2.b. Tulang daun primer pada permukaan atas helaian (kecuali di ujung) jelas terlihat sedikit timbul;

tulang daun sekunder 12-16 pasang; Helaian daun jorong atau jorong-oblong, berwarna coklat keabuan atau abu-abu di permukaan bawah, 12-20 cm by 5-8 cm. Bunga betina dengan benang sari semu sangat kecil; Cupule buah masak mendekati bulat, setebal 6 cm; duri-duri tidak dalam baris horisontal. Batang pada bagian pangkal tidak dikelilingi trubusan.20.00- 45.00; VII-XII; W; 90-1500 mdpl, hutan campur lembab ...

... Castanopsis tungurrut (Bl.) A.DC.

Kunci determinasi yang telah diterjemahkan tersebut memberikan alur yang jelas untuk

melakukan penelusuran. Tahap pertama adalah menyocokkan karakter BANG 4201 dengan

uraian pada 1.a., apabila memenuhi uraian 1.a maka dengan jelas adalah spesies Castanopsis

argentea. Sebaliknya, bila tidak terpenuhi maka turun menuju uraian 1.b. Apabila sesuai

berada pada 1.b maka otomatis akan turun menuju ke uraian 2.a, bila memenuhi uraian

tersebut maka identitasnya adalah Castanopsis javanica. Sebaliknya, apabila tidak

memenuhi, maka turun ke uraian 2.b dan apabila memenuhi maka jelas adalah Castanopsis

tungurrut.

(8)

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa karakter yang dimiliki BANG 4201 memenuhi uraian pada 1.a dan tidak memenuhi uraian 1.b, sehingga dapat diketahui identitasnya adalah Castanopsis argentea.

2.2 Pemeriksaan Tahap Kedua

Pemeriksaan ini adalah mengamati karakter yang ada pada sampel BANG 4201 kemudian dicocokkan dengan beberapa voucher herbarium standar yang telah terverifikasi valid. Voucher herbarium diakses pada berbagai herbarium yang ada. Voucher tersebut adalah koleksi digital beresolusi tinggi sehingga dapat dilihat dengan jelas pada perbesaran mencapai lebih dari 100 kali.

Langkah 1

BANG 4201 terhadap berbagai voucher Castanopsis argentea (Bl.) A.DC. yaitu L 0040578, L 0040579 ,dan HBG 516887 (Laman 5,6,dan 7). Hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan secara cermat dan hati-hati menunjukkan bahwa sampel yang ingin diketahui identitasnya sangat sesuai dengan ketiga voucher herbarium tersebut. BANG 4201 dinyatakan sebagai Castanopsis argentea.

Langkah 2

BANG 4201 terhadap berbagai voucher Castanopsis javanica (Bl.) A.DC. yaitu K 000832713, L 0038430, L 0038431, dan L 0038428 (Laman 1,2,3,dan 4). Hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan secara cermat dan hati-hati menunjukkan bahwa sampel yang ingin diketahui identitasnya tidak sesuai dengan keempat voucher herbarium tersebut.

BANG 4201 dinyatakan bukan Castanopsis javanica.

2.3 Pemeriksaan Tahap Ketiga

Setelah adanya hasil dari dua pemeriksaan sebelumnya, pemeriksaan tahap ini adalah sebagai tambahan. Tahap ini adalah tahap mencermati pustaka lain yaitu Fagaceae dalam Tree Flora of Malaya (Cockburn, 1983), Castanopsis dalam Flora Pohon Indonesia (Tantra, 1981), dan Castanopsis dalam Flora Pegunungan Jawa (van Steenis, 2006). Pustaka ini perlu juga diikutkan karena sifatnya yang relevan dan mendukung. Beberapa keterangan yang didapatkan adalah sebagai berikut.

Tantra (1981) mempertelakan dengan rinci karakter Castanopsis javanica dalam

bukunya. Hal tersebut turut pula digunakan dalam pemeriksaan untuk melihat kecocokan

BANG 4201 dengan karakter C. javanica dari sumber lain apakah sesuai atau tidak. Hasil

menunjukkan BANG 4201 tidak sesuai dengan C. javanica. Cockburn (1983) juga

mempertelakan jenis-jenis Castanopsis yang ada di Malaya dengan rinci. Ia juga

mempertelakan C. argentea dan C. javanica. Kemudian, keterangan itu juga digunakan

sebagai tambahan pemeriksaan. Hasil menunjukkan dengan jelas bahwa BANG 4201 adalah

Castanopsis argentea. Van Steenis (2006) memberikan keterangan penting bahwa secara

peluang, C. javanica adalah kecil untuk ditemukan di wilayah Jawa Tengah hingga ke Jawa

Timur. C. javanica banyak terdapat di Jawa Barat kemudian menuju Sumatra (Indonesia

bagian barat).

(9)

III. Kesimpulan

Berdasarkan pemeriksaan secara objektif, detil, dan menyeluruh pada sampel yang didapatkan, meskipun tidak didapati organ perbungaan jantan dan betina, identitas yang jelas telah dapat diketahui. Semua macam pemeriksaan yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang kuat dan saling mendukung. Sampel dengan kode koleksi BANG 4201 dinyatakan dengan jelas adalah spesies Castanopsis argentea (Bl.) A.DC dan bukan merupakan

Castanopsis javanica (Bl.) A.DC.

Penghargaan

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Mas Warjono dan Mas Bangun yang telah membantu pengamatan dan koleksi di lapangan. Tak lupa pula, terima kasih disampaikan pada institusi Herbarium K, L, dan HBG yang telah berkenan memberikan izin untuk mengkases koleksi voucher digital herbarium beresolusi tinggi sehingga dapat diamati secara detil sampai perbesaran lebih dari seratus kali, apalagi dengan adanya HOLOTYPE yang dapat dikases.

*catatan:

Berdasarkan kesepakatan internasional dalam index herbariorum, identitas akronim adalah sebagai berikut:

K : Royal Botanic Gardens Herbarium, Kew, UK L : Naturalis Herbarium, Leiden, Netherlands

HBG : University of Hamburg Herbarium, Hamburg, Germany

Daftar Pustaka

Backer, C.A. dan R.C.B. van Den Brink. 1965. Flora of Java vol.II. N.V.P. Noordhoff, Groningen, The Netherlands.

Cockburn, P.F. 1983. Fagaceae (Fagus – the beech). dalam T.C. Whitmore (Ed.) Tree Flora of Malaya: A Manual for Foresters vol.1. Forest Research Institute, Kepong, Malaysia. Longman Press.

Soepadmo, E. 1972. Fagaceae. dalam C.G.G.J. van Steenis (Ed.) Flora Malesiana ser.I, vol.7.

Rijksherbarium, Leiden, Holland. Flora Malesiana Institute Press.

Tantra, I.G.M. 1981. Flora Pohon Indonesia. Balai Penelitian Hutan. Bogor.

van Steenis, C.G.G.J. 2006. Flora Pegunungan Jawa. E.J. Brill, Netherlands. LIPI Press.

Daftar Laman

(1)http://apps.kew.org/herbcat/getImage.do?imageBarcode=K000832713 , diakses pada 10 April 2020, voucher digital herbarium resolusi tinggi, Castanopsis javanica, ISOTYPE, K 000832713.

(2)https://plants.jstor.org/stable/10.5555/al.ap.specimen.l0038430?searchUri=genus%3DCastanopsis

%26species%3Djavanica , diakses pada 10 April 2020, voucher digital herbarium resolusi tinggi, Castanopsis javanica, TYPE, L 0038430.

(10)

(3)https://plants.jstor.org/stable/10.5555/al.ap.specimen.l0038431?searchUri=genus%3DCastanopsis

%26species%3Djavanica , diakses pada 11 April 2020, voucher digital herbarium resolusi tinggi, Castanopsis javanica, HOLOTYPE, L 0038431.

(4)https://plants.jstor.org/stable/10.5555/al.ap.specimen.l0038428?searchUri=genus%3DCastanopsis

%26species%3Djavanica , diakses pada 11 April 2020, voucher digital herbarium resolusi tinggi, Castanopsis javanica, TYPE, L 0038428.

(5)https://plants.jstor.org/stable/10.5555/al.ap.specimen.l0040578?searchUri=genus%3DCastanopsis

%26species%3Dargentea , diakses pada 12 April 2020, voucher digital herbarium resolusi tinggi, Castanopsis argentea, TYPE, L 0040578.

(6)https://plants.jstor.org/stable/10.5555/al.ap.specimen.l0040579?searchUri=genus%3DCastanopsis

%26species%3Dargentea , diakses pada 12 April 2020, voucher digital herbarium resolusi tinggi, Castanopsis argentea, TYPE, L 0040579.

(7)https://plants.jstor.org/stable/10.5555/al.ap.specimen.hbg516887?searchUri=genus%3DCastanopsi s%26species%3Dargentea , diakses pada 13 April 2020, voucher digital herbarium resolusi tinggi, Castanopsis argentea, ISOTYPE, HBG 516887.

Lampiran

Gambar 1. Kenampakan batang BANG 4201 Gambar 2. Ranting dari BANG 4201 yang baru saja menggundul dan terlihat adanya lentisel

Gambar 3. Kenampakan daun penumpu BANG 4201 Gambar 4. Kenampakan helaian daun muda BANG 4201 yang belum mencapai ukuran maksimal

(11)

Gambar 5. Kenampakan helaian daun tua BANG 4201 yang telah mencapai ukuran maksimal.

Gambar 6. Kenampakan yang jelas sifat discolour (dua warna yang berbeda pada permukaan atas dan bawah).

Gambar 7. Kenampakan pertulangan daun BANG 4201 di bagian atas dan bawah helaian.

Gambar 8. Kenampakan peruratan BANG 4201 di permukaan bawah helaian.

Gambar 9. Kenampakan peruratan BANG 4201 di permukaan atas helaian.

Gambar 10. Kenampakan karakter buah BANG 4201 yang dapat diamati

Gambar 11. Kenampakan ranting yang beralur dari BANG 4201 sehingga penampang melintangnya tidak berbentuk bulat.

Gambar

Gambar 1. Kenampakan batang BANG 4201  Gambar 2. Ranting dari BANG 4201 yang baru saja  menggundul dan terlihat adanya lentisel

Referensi

Dokumen terkait

Keraf (1981) meninjau reduplikasi dari segi morfologis dan semantis yaitu melihat reeduplikasi dari segi bentuk, fungsi dan makna. Keempat ahli bahasa diatas mengkaji reduplikasi

Banyak orang membayangkan dirinya mengolola bisnis milik mereka sendiri, membuat keputusan-keputusan kunci, dan menghasilkan keuntungan.Peluang merupakan suatu kesempatan

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME yang telah memberikan rahmatNya, sehingga penyusunan skripsi yang berjudul “Peningkatan Kemampuan Menentukan

6) Nama penulis artikel dicantumkan tanpa gelar akademik dan ditempatkan di bawah judul artikel. Jika penulis terdiri dari 4 orang atau lebih, yang dicantumkan di bawah judul

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja

Gambar II.11.. Tanaman yang digunakan secara umum terbagi dalam 3 jenis yaitu, jenis penutup tanah, peneduh dan semak. Untuk jenis peneduh menggunakan pohon sedang dan

Suatu pekerjaan atau kegiatan belajar itu akan berhasil baik, jika disertai dengan pujian. Aspek pujian ini merupakan dorongan bagi seseorang untuk bekerja dan

Show room(ruang pamer), receptionis penerima work dan fasilitas penunjangtermasuk ke dalam area publik ditempatkan pada urutan kedua dari depan setelah area ^l^^ Area semi