• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PROBLEM PARIWISATA DAN MUNCULNYA JFC. dan paradigma pengembangan pariwisata yang dimana dalam hal ini di mulai dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II PROBLEM PARIWISATA DAN MUNCULNYA JFC. dan paradigma pengembangan pariwisata yang dimana dalam hal ini di mulai dengan"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

27 BAB II

PROBLEM PARIWISATA DAN MUNCULNYA JFC

Bab dua ini akan menjelaskan problem pariwisata di Jember, munculnya ide JFC dan paradigma pengembangan pariwisata yang dimana dalam hal ini di mulai dengan adanya rumah mode Dynand Faris. Dalam bab dua ini juga akan membahas mengenai awal mula berkembangnya JFC yang menjelaskan trend pariwisata dan juga tema kostum JFC sebagai budaya Indonesia.

2.1 Problem Pariwisata di Jember

Jember merupakan kota kecil yang terletak di Jawa timur yang terkenal dengan kota tembakau, seiring dengan berkembangnya zaman sendiri kota Jember ingin membuat suatu perubahan yaitu dalam sektor pariwisata itu sendiri. Jember sendiri memiliki sektor unggulan yaitu dalam hal pertanian dan juga dalam hal perkebunan, tetapi dalam hal ini kota Jember sendiri tidak ingin tertinggal dengan beberapa kota yang ada di Indonesia contohnya Bali yang unggul dalam hal pariwisata. Sektor pariwisata sendiri merupakan salah satu dari faktor yang dapat menjadi pendukung dalam hal peningkatan ekonomi suatu daerah atau juga negara.

Selain itu dalam hal ini, sektor pariwisata merupakan sektor industri terbesar yang ada di dunia di katakan demikian karena dengan adanya sektor pariwisata ini sendiri mampu dengan cepat menghidupkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga, dengan adanya sektor pariwasata ini sendiri dapat menghidupkan beberapa sektor produksi

(2)

28

seperti dengan adanya industri kerajinan tangan atau cinderamata, perhotelan dan juga dalam hal transportasi. 1

Jember merupakan wilayah yang terletak di ujung timur pulau Jawa yang kaya akan keindahan alam serta ragam budaya yang melimpah. Dalam hal ini wilayah Jember sendiri memiliki tujuan wisata yang jika di tinjau sendiri ada dua ragam wisata yaitu wisata budaya dan juga wisata alam. Wisata alam yang dimiliki kota Jember ini sendiri yaitu, pantai tanjung papuma, pantai puger, pantai bandealit, air terjun antrokan dan juga wisata alam rembangan. 2 selain itu wisata budaya yang di miliki oleh kota Jember sendiri meliputi festival pegon hias, kesenian reog dan juga petik laut. Dalam hal ini, kota Jember sendiri masih kurang dalam hal pengembangan pariwisata dan kota Jember sendiri harus memiliki suatu ikon pariwisata baik dalam hal budaya maupun dalam hal alam.

JFC menjadi salah satu upaya dalam hal mengembangkan pariwisata yang ada di Jember itu sendiri, JFC dan juga daya tarik pariwisata Jember sendiri adalah satu hal kesatuan yang tak bisa di pisahkan. Dengan adanya JFC ini sendiri industri pariwisata Jember yang hanya bisa di nikmati oleh wisatawan lokal berbeda dengan setelah adanya JFC itu sendiri. Jember merupakan kota yang terkenal juga dalam hal perkebunan tetapi dengan adanya JFC menjadi kota kecil yang di kenal masyarakat

1 Imroatu choiroh masula, kebijakan pengembangan pariwisata kabupaten jember(studi kasus strategi pengembangan wisata pantai puger dalam meningkatkan kunjungan wisata), fisip universitas 17 agustus 145 surabaya, di akses dalam jurnal.untag-sby.ac.id pada ( 7/4/2020)

2 Aryo bayu wibisono, buku panduan wisata kota jember,jurnal desain komunikasi visual UPN jatim, universitas pembangunan nasional”veteran”, vol 2 tahun 2013

(3)

29

baik lokal maupun mancanegara di karenakan Jember menjadi kota fashion dengan kemunculan JFC itu sendiri.

Dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jember sendiri, pemerintah Jember sendiri membuat suatu agenda yaitu BBJ atau di kenal dengan bulan berkunjung Jember. Dengan adanya BBJ ini sendiri di harapkan menjadi suatu strategi atau peluang untuk dapat mengembangkan sektor pariwasata dan juga perekonomian kota Jember itu sendiri. Dalam BBJ sendiri JFC ini menjadi suatu agenda pariwisata utama yang dimiliki oleh kota Jember. Pada tahun 2008 PAD atau pendapatan asli daerah kota Jember hanya Rp 2,5 Milyar tetapi pada tahun 2013 sendiri mampu menembus angka Rp 12 Milyar. 3 tidak dapat di pungkiri dalam hal ini dengan adanya JFC ini sendiri menjadi suatu gebrakan dalam industri pariwisata yang ada di Jember guna untuk meningkatkan wisatawan maupun perekonomian itu sendiri.

Dengan semakin meningkatnya wisatawan dalam negeri maupun wisatawan asing sendiri yaitu pada tahun 2012 peningkatan wisatawan asing dari 1.018 menjadi 1.212 pada tahun 2014, memberikan dampak bagi Jember dalam hal ekonomi. 4 Pengenalan pariwisata baik alam maupun budaya sendiri yang miliki Jember tidak akan berhasil tanpa adanya strategi promosi, adapun promosi dalam hal ini menjadi faktor penentu keberhasilan dari suatu program yang akan di jalankan. Tidak dapat di

3 Sukidin, model analytical network process (ANP) dalam pengembangan pariwisata di Jember, prosiding seminar nasional 9 mei 2015, FKIP universitas Jember, di akses dalam eprints.uny.ac.id pada (7/4/2020)

4 Ibid.

(4)

30

pungkiri bahwa dengan adanya kemunculan event dari JFC ini sendiri mendongkrak dan meningkatkan perekonomian Jember di bidang pariwisata itu sendiri. Oleh karena itu, dalam penerapan strategi promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Jember menerapkan strateginya sebagai berikut : 5

1. Melakukan suatu promosi JFC ke berbagai media massa baik cetak maupun elektronik dan juga media online. Karena dalam hal ini, peran dari adanya media massa sangat besar bagi sasaran khususnya wisatawan.

2. Membuat booklet dan leaflet yang berisikan tentang informasi JFC dan guide book tentang pariwisata di kabupaten Jember.

3. Melakukan promosi dan kerjasama ke maskapai penerbangan dan beberapa bandara di Indonesia.

4. Dinas pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember melakukan penyuluhan dan sosialisasi bagi para pelaku wisata dengan cara menggelar berbagai event berskala internasional.

2.2 Munculnya ide JFC dan perubahan paradigma pengembangan pariwisata Jember

Indonesia merupakan negara dengan beragam budaya yang dimiliki dan tersebar dari sabang sampai merauke. Jember merupakan sebuah kota kecil di Jawa Timur yang memiliki ciri khas budaya melalui ajang karnaval yang dimiliki kota

5 SB helpiastuti,strategi promosi pariwisata kreatif jember fashion carnaval (JFC),di akses dalam repository.unej.ac.id ( 7/4/2020)

(5)

31

Jember. Karnaval sendiri menjadi suatu daya tarik tersendiri yang dimana, suatu karnaval yang di miliki kota Jember berbeda dari kota lain yang ada di Indonesia.

Adapun karnaval sendiri merupakan suatu daya tarik dan juga magnet bagi wisatawan, yang dimana dalam hal ini karnaval bukan hanya menyajikan penampilan dalam berbusana maupun dalam wujud tari tetapi karnaval yang di miliki oleh kota Jember menampilkan sesuatu yang berbeda. Keanekaragaman budaya Indonesia sendiri dapat di wujudkan dalam bentuk karnaval karena Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki ragam mode berbusana tradisional dan memiliki ciri khas masing-masing dalam busana itu sendiri.

JFC ini sendiri berawal dari ide kreatif dari Dynand Faris putra daerah asal Jember yang dimana dalam hal ini ia memiliki keinginan mengharumkan dan memperkenalkan kota Jember.Pada tahun 1998 Dynand Faris mendirikan rumah mode yang dimana rumah mode ini sebagai wujud dari apresiasi Dynand Faris dalam dunia fashion. 6 Dynand faris dalam mewujudkan rumah mode ini sendiri di bantu oleh karyawannya, pada tahun 2001 awal dimana Dynand Faris menjalankan eventnya. Tahun 2001 Dynand Faris mewajibkan karyawannya untuk membuat dan menampilkan karyanya dalam wujud karnaval, dalam hal ini karyawan dari Dynand Faris sendiri membuat dan memakai busana pada saat bekerja selama satu minggu.

Pada tahun 2003 sendiri, Dynand Faris dan karyawan rumah modenya melakukan persiapan yang matang dan terencana karena hal ini di lakukan yaitu Dynand Faris ingin

6 web resmi JFC di akses dalam http://www.jemberfashioncarnaval.com/main.php (3/3/2020,19:00 WIB)

(6)

32

acara yang di selenggarakan dapat membawa manfaat bagi Jember dan tidak berhenti begitu saja pada acara fashion week 2003. Dalam hal ini, Dynand Faris membuat visi dan misi yaitu ingin menjadikan Jember sebagai kota fashion dunia dan juga sebagai kota pelopor karnaval yang ada di indonesia itu sendiri. 7 tahun 2003 Dynand Faris mengadakan acara fashion week bersamaan dengan HUT kota Jember dan di laksanakan di alun-alun kota Jember. Dynand Faris sendiri memilih alun-alun sebagai tempat di selenggarakannya fashion week ini di karenakan suatu tempat yang strategis dan berada di pusat kota Jember itu sendiri. Beberapa kendala di alami ketika akan terselenggaranya event JFC ini sendiri yaitu surat ijin dari pemerintah kota Jember, tetapi dalam hal ini tidak membuat surut Dynand Faris dan juga team untuk melakukan presentasi bahwa event JFC ini sendiri atau fashion week ini bukanlah suatu acara yang menyalahi dari budaya yang ada.

Awal mula dari event JFC ini sendiri di ikuti oleh 50 peserta yang dimana 50 peserta ini sendiri berasal dari kayawan rumah mode Dynand Faris, karyawan salon karisma, dan juga karyawan salon dyfa milik Dynand Faris itu sendiri. Selain itu,awal dari kemunculan JFC ini sendiri berawal dari keinginan dan juga cita-cita dari Dynand Faris yaitu ingin menjadikan Jember sebagai kota fashion yang ada di Indonesia bahkan dunia. Seperti yang di ketahui, Jember merupakan kota kecil di Jawa Timur yang terkenal dengan sebutan kota Tembakau. Bermula dari keinginan Dynand Faris inilah maka munculah rumah mode Dynand Faris yang menjadi cikal

7 Raudlatul jannah, jurnal sosiologi masyarakat, jember fashion carnival : kontruksi identitas dalam masyarakat jaringan , vol 17 no 2 2012, (3/3/2020,19:30 WIB)

(7)

33

bakal terbentunya JFC itu sendiri. Selain itu, kemunculan dari adanya JFC ini sendiri tidak terlepas dari adanya visi dan juga misi yang di miliki oleh JFC itu sendiri, yang dimana dalam hal ini visi dari JFC itu sendiri adalah menjadikan Jember sebagai kota wisata mode pertama di Indonesia bahkan dunia dan misi dari JFC itu sendiri adalah turut serta dalam membangun kota Jember dengan cara membawa banyak manfaat bagi perkembangan dunia pendidikan (SDM) kesenian, budaya dan perkembangan ekonomi. 8

Dengan adanya event JFC ini sendiri secara tidak langsung merubah suatu paradigma pengembangan pariwisata yang ada di Jember, yang dimana dalam hal ini pada tahun 2016 sendiri menjadi titik awal dari adanya pengembangan pariwisata kreatif dan pariwisata lokal. Adapun dalam hal ini yang di maksud denga pariwisata kreatif adalah suatu pariwisata yang di awali dengan wisata budaya. Selain itu konsep dari adanya kegiatan pariwisata terdiri atas 3 faktor yaitu : something to see,something to do, dan juga something to buy9. Dengan adanya 3 faktor konsep kegiatan pariwisata sendiri

destinasi pariwisata kreatif Jember masuk melalui something to see dan juga something to do dengan cara mengimplementasikannya dengan destinasi wisata melalui Jember

fashion carnaval atau JFC.

Dengan kemunculan JFC ini sendiri menjadi faktor penentu bagaimana berkembangnya pariwisata yang ada di Jember. JFC ini sendiri menjadi salah satu daya

8 zata yumni shabrina, 2011,aktivitas kehumasan special event JFC, skripsi, yogyakarta:jurusan ilmu komunikasi universitas gajah mada di akses dalam https://digilib.fisipol.ugm.ac.id pada 31 maret 2020

9Sri rahayu budiani, analisis potensi startegi pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas di desa sembungan wonosobo jawa tengah, majalah geografi indonesia,fakultas geografi UGM, vol 32 no 2 2018

(8)

34

tarik wisata dari beberapa wisata alam maupun budaya yang di miliki oleh Jember itu sendiri. Dengan semakin berkembangnya JFC ini sendiri secara tidak langsung menimbulkan dampak bagi Jember baik dalam hal ekonomi maupun dalam berbagai sektor lainnya yang meliputi rumah makan, hotel, dan juga jasa transportasi itu sendiri.

Tidak bisa di pungkiri bahwa JFC ini sendiri adalah sebuah event yang tidak hanya mendatangkan wisatawan lokal tetapi wisatawan mancanegara juga, dengan adanya hal ini sangat mendukung dengan semakin banyaknya hotel yang ada di Jember. Selain itu sendiri pengaruh dari adanya perkembangan JFC sendiri terlihat juga dalam hal pembangunan yang dimana, Jember yang merupakan kota kecil di Jawa Timur yang tidak memiliki Mall hingga di bangun Mall di daerah gajah mada yang dimana terdiri atas rumah sakit Siloam dan juga Universitas Pelita Harapan.10Oleh karena itu, adanya JFC ini sendiri yang menjadi pemicu banyaknya wisatawan lokal maupun mancanegara yang hadir menjadi salah satu faktor pertumbuhan inventasi yanga ada di Jember selain tembakau, kopi dan juga edamame yang menjadi produk unggulan kota Jember.

2.3 Awal mula berkembangnya JFC

Indonesia memiliki banyak sekali event karnaval yang tersebar di masing- masing daerah yang berada di wilayah Indonesia itu sendiri tidak terkecuali Jember kota kecil di Jawa Timur. Beberapa karnaval yang ada di Indonesia sendiri hanya sekedar memperagakan busana atau sekedar memperagakan tari, tetapi dalam hal ini event karnaval yang dimiliki JFC ini sendiri memadukan beberapa unsur seni : tari,

10 Kartika eka prasetya,pengaruh jember fashion carnaval(JFC) dalam membangun brand image kabupaten Jember sebagai kota karnaval, skripsi, depok: jurusan geografi,fakutas matematika dan ilmu pengetahuan Universitas Indonesia, hal.72

(9)

35

musik, rupa. Melihat adanya kesuksesan dari event karnaval JFC ini sendiri hingga dapat di kenal di kancah internasional, ada beberapa kendala yang di alami oleh JFC itu sendiri. Jember merupakan sebuah kota santri dan tidak menutup kemungkinan dengan di selenggarakannya event karnaval JFC ini sendiri mendapat beberapa komentar dari tokoh ulama. Dengan adanya beberapa komentar dari tokoh ulama ini sendiri, JFC melakukan beberapa solusi yaitu menampilkan busana yang tidak melanggar norma. 11

Event karnaval seperti JFC ini sendiri tidak serta merta dapat di kenal oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara tanpa adanya peran dari media. Pada event JFC ke-3 “reuters” media asing meliput dari event JFC ini sendiri.12 Dan dengan adanya peran dari media asing ini sendiri sebagai gerbang bagaimana JFC dapat di kenal oleh dunia. Dalam perhelatan JFC ke-3 sangat sedikit media lokal yang meliput mengenai JFC, dan dengan adanya media asing yang meliput ini sendiri JFC menjadi di kenal oleh masyarakat luas.

Dalam setiap event yang dilakukan oleh JFC ini sendiri selalu memberikan inovasi, adapun tujuan dengan adanya inovasi ini sendiri yaitu agar JFC dapat terus berkembang dan menjadikan Jember sebagai kota fashion dunia. Adapun dalam hal ini, ada beberapa inovasi yang dilakukan baik dari segi isi pertunjukan maupun dari segi pengelolaan. Dalam segi isi pertunjukan sendiri, JFC melakukan inovasi dalam

11 Chandra ayu proborini,jurnal seni budaya, jember fashion carnaval ( JFC) dalam industri pariwisata di kabupaten Jember, volume 32 no 2 2017, di akses dalam jurnal.isi-dps.ac.id › index.php › mudra › article › view (3/3/2020, 19:45 WIB)

12 ibid

(10)

36

hal desain busana,tema,bentuk pertunjukan dan juga dalam hal pembuatan busana.

Perkembangan JFC ini sendiri dengan menambahkan adanya unsur drama, tari, dan juga musik. Adapun unsur musik yang di maksud dalam event JFC ini sendiri yaitu dengan adanya marching band. Inovasi yang di lakukan ini sendiri bukan hanya agar JFC dapat berkembang tetapi inovasi yang di lakukan oleh JFC ini sendiri bertujuan untuk mempertahankan eksitensi dan prestasi dari JFC ini sendiri.

Berkembangnya JFC ini sendiri dan bagaimana JFC ini dapat di terima oleh masyarakat Jember adalah salah satunya di karenakan adanya faktor budaya. Kota Jember merupakan kota pandhalungan, kota pandhalungan sendiri adalah bertemunya masyarakat jawa dan juga masyarakat madura. 13 Dengan adanya latar belakang budaya pandhalungan ini sendiri secara tidak langsung masyarakat Jember sendiri memiliki sifat yang terbuka akan adanya budaya baru di Jember itu sendiri yaitu JFC.

JFC sendiri juga di katakan sebagai suatu alternatif yang dimana menjadi penyatu antara budaya jawa dan juga budaya madura. Dengan adanya JFC ini sendiri bukan berarti kesenian daerah dari Jember sendiri tidak berkembang, tetapi dalam hal ini dengan adanya beberapa event JFC ini sendiri mengajak para seniman untuk dapat bergabung atau berkolaborasi dalam event JFC itu sendiri. Bukti dari adanya JFC dapat berkolaborasi dengan para seniman Jember ini sendiri di buktikan dengan penampilan JFC yang bertemanakan “ madurese” dan juga dalam hal ini

13 Adenasry avereus rahman,pengaruh bahasa madura dan bahasa jawa terhadap bahasa masyarakat kabupaten jember, konferensi nasional dan sastra III, di akses dalam s3pbi.fkip.uns.ac.id › uploads › 2016/01 › Adenasry-Avereus-Rahman (10/3/2020,10:00 WIB)

(11)

37

berkolaborasi dengan musik ul daul madura dan juga dengan adanya defile reog yang dimana berkolaborasi dengan reog Ponorogo itu sendiri. 14

Hal lain yang menjadi faktor bagaimana JFC dapat berkembang adalah peran dari Dynand Faris sebagai pemakarsa berdirinya JFC itu sendiri. Dynand Faris sendiri memiliki pengetahuan mengenai dunia fashion yang dimana Dynand Faris sendiri merupakan lulusan dari ESMOD Jakarta. 15 Dan dengan adanya latar belakang dari Dynand Faris yang menempuh pendidikan fashion di ESMOD menjadi salah satu faktor keberlangsungan dan berkembangnya JFC itu sendiri.

2.3.1 Trend Pariwisata dalam JFC

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak aset kepariwisataan , pariwisata sendiri ini berasal dari bahasa sansekerta yaitu pari dan wisata. Pari sendiri dalam kata pariwisata memiliki suatu arti yaitu “banyak” atau bisa juga di artikan dengan “ berkeliling” sedangkan pengertian dari wisata sendiri memiliki suatu arti yaitu “ pergi atau bepergian”. 16 adapun secara umum dalam kamus besar bahasa Indonesia sendiri pengertian dari pariwisata adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan rekreasi. Pariwisata sendiri dalam hal ini memilik suatu sumbangsi bukan hanya dalam hal ekonomi, tetapi dengan adanya pariwisata ini sendiri memberikan suatu sumbangsi dalam hal sosial politik, budaya dan juga dalam hal lingkungan.

14 Op.cit 269

15 Tri wahyuni,cnn indonesia, dynand faris mulai dari dokter guru sampai jadi desainer, di akses dalam www.cnnindonesia.com › gaya-hidup › dynand-fariz-mulai-dari-dokt... ( 10/3/2020, 10:30 WIB)

16 i ketut suwena, 2017, pengetahuan dasar ilmu pariwisata, bali, fakultas pariwisata Universitas Udayana Denpasar

(12)

38

Jika melihat dari sumbangsi atau kontribusi sendiri dalam hal sosio politik yang dimana dalam hal ini memberikan suatu rasa kebanggaan tersendiri tentang kekayaan alam yang di miliki oleh suatu negara bukan hanya itu saja dengan adanya kepariwisataan ini sendiri akan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Adapun dalam beberapa dekade sendiri, pariwisata menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling cepat tumbuh di dunia. Pariwisata menjadi salah satu pemain utama dalam menambah devisa negara. Dalam hal ini organisasi PBB untuk pariwisata atau United Nation World Tourist Organizations ( UNWTO) menyatakan bahwa pariwisata sendiri menjadi suatu sektor unggulan bukan hanya itu saja pariwisata sendiri menjadi pendorong sekaligus penggerak utama bagi adanya pertumbuhan sosial-ekonomi suatu negara. 17

Adanya tren dunia pariwisata sendiri selalu berubah-berubah, mengingat bahwa pariwisata sendiri bersifat dinamis, di karenakan sifat trend pariwisata yang dinamis oleh karena itu JFC dalam hal ini harus pandai dalam hal melihat ke arah mana pariwisata yang sedang berkembang. Selain itu, dengan adanya trend pariwisata ini sendiri dalam hal ini JFC harus jeli dalam mengambil pergerakan trend dunia pariwisata dengan mengadakan suatu inovasi. JFC bukan hanya karnaval yang menampilkan keragaman budaya Indonesia, tetapi dalam hal ini JFC mampu mengikuti arus globalisasi. Dalam beberapa tahun dari awal kemunculan JFC ini sendiri, banyak tema yang di tampikan baik mengenai keberagaman budaya Indonesia

17 Kementerian pariwisata , rencana strategis 2018-2019 kementerian pariwisata, di akses dalam epermormance.kemenpar.go.id, pada 22 juni 2020.

(13)

39

hingga mengenai isu internasional dan juga menampilkan budaya yang di miliki oleh beberapa negara yang ada di dunia.

Event JFC mampu bertahan hingga lebih dari 10 tahun, eksitensi dari adanya JFC ini sendiri tidak terlepas dari adanya inovasi yang di terapkan oleh JFC itu sendiri. Dalam hal ini, JFC bukanlah sebuah event karnaval yang terkesan monoton tetapi dalam hal ini JFC sendiri event yang modern dan mampu menyesuaikan dengan adanya arus globalisasi saat ini. Melihat dari adanya misi JFC sendiri yaitu menjadi organisasi sosial pariwisata berkelas dunia ,dari adanya misi JFC ini sendiri dapat di simpulkan bahwa tujuan dari di bentuknya JFC sendiri bukan hanya menjadi trend fashion tingkat nasional tetapi internasional. Beberapa hal yang menjadikan JFC menjadi sebuah event karnaval yang berbeda dari yang lain adalah : 18

1. Uniquncang ( dalam JFC peserta bukanlah model, desaigner dan bukan dancer , tetapi dalam hal ini dengan segala keunikan para peserta JFC merancang sendiri, memperagakan dan juga fashion runway maupun fashion dance.)

2. Fantastic ( dalam hal ini peserta bukanlah desaigner tetapi dapat merancang sendiri busana yang mereka kenakan dalam event JFC)

3. Spectacular ( kostum, aksesoris, dan juga tata rias wajah dan rambut serta JFC adalah event yang mendatangkan banyak media baik lokal, nasional, maupun internasional. )

18 Wawancara penulis dengan david k susilo ( direktur development program JFC) , 1 mei 2020, 13:27 WIB

(14)

40

4. Accetable ( penampilan JFC harus tetap menjunjung tinggi nilai tradisi dan juga adat istiadat daerah Jember.)

5. New theme every year ( setiap tahun JFC memiliki tema dan juga sub tema yang berbeda dengan mengangkat keberagaman budaya Indonesia.)

6. Sustainable ( event JFC ini sendiri harus menjadi agenda tahunan yang dimana dalam hal ini sendiri pemerintah daerah bersama dengan DPRD perlu mengeluarkan suatu perda yang dimana memiliki tujuan untuk menjamin keberlangsungan penyelenggaranya.

7. Marketable ( kelebihan yang dimiliki oleh JFC ini sendiri di harapkan dapat menjual image Jember ke seluruh dunia dan secara tidak tidak langsung akan dapat meningkatkan perekonomian rakyat)

Dari beberapa point yang di miliki oleh JFC ini sendiri , salah satu faktor yang menjadikan JFC tetap eksitensi adalah adanya tema baru setiap tahunnya. JFC menjadi warna baru dalam dunia pariwisata , yang dimana dalam hal ini sendiri JFC sebuah event karnaval yang menggabungkan unsur karnaval dan fashion menjadi satu kesatuan hingga menjadi sebuah tontonan yang spektakuler. Dalam hal ini , JFC adalah event lokal yang dimiliki oleh kota Jember tetapi dapat di kenal oleh dunia internasional karena JFC menjadi sebuah event karnaval yang berbeda dan menonjolkan tema baru setiap tahunnya.

2.3.1 Tema Kostum JFC sebagai Budaya Indonesia

(15)

41

JFC adalah event busana tahunan yang berada di kota Jember Jawa Timur.

JFC dapat di kenal oleh masyarakat luas dan juga masyarakat mancanegara ini sendiri tidak terlepas dari adanya tema kostum pada setiap penampilan JFC itu sendiri.

Dengan adanya tema kostum yang berbeda dalam setiap penampilan JFC ini sendiri menjadi magnet penarik minat masyarakat untuk hadir dalam event JFC. Sesuai dengan visi dari JFC ini sendiri yaitu menjadikan Jember sebagai kota wisata mode pertama di Indonesia dan juga dunia. 19

Setiap daerah di Indonesia memiliki event karnaval, tetapi berbeda dengan event karnaval yang dimiliki oleh Jember yaitu JFC. JFC dalam hal ini memiliki suatu keunikan dalam hal kostum. Kostum JFC ini sendiri selalu berbeda dari setiap event yang di adakan oleh JFC itu sendiri, tema kostum JFC ini sendiri beragam dari etnik nusantara hingga mengenai isu yang ada di dunia. JFC ini sendiri di katakan berbeda dengan event karnaval dari daerah lain, di karenakan dalam kostum JFC ini desain yang di rancang tinggi dan melebar. Dalam hal ini, desain JFC yang tinggi dan melebar ini sendiri menjadi ciri khas bagi JFC dan mendapatkan perhatian bagi masyarakat luas.

Dalam kostum JFC ini sendiri, ada beberapa budaya lokal yang di tampilkan dalam kostum JFC ini sendiri yaitu kain batik yang ada di beberapa kostum JFC di gunakan sebagai variasi warna tropis dalam desain kostum JFC sendiri. Bukan hanya itu saja, untuk menunjukan ciri khas budaya Indonesia sendiri motif batik di jadikan

19 Muntadhiroh,destination branding jember pada pemberitaan jember fashion carnaval 2016 di media online, jurnal penelitian komunikasi, vol 19 no 2 2016 di akses dalam bppkibandung.id › index.php › jpk › article › download (22/3/2020, 18:00 WIB)

(16)

42

sebagai body printing di wajah oleh talent JFC.20 Adapun tema kostum JFC ini sendiri tentang keberagaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia, semisal tema archipelago Papua. Tema acrhipelago Papua ini sendiri dalam kostum JFC memiliki makna tersendiri yaitu, dalam kostum bertema Papua ini sendiri menampilkan eksotika alam,budaya yang dimiliki oleh Papua yang bisa di katakan hampir punah.

Dalam hal ini, JFC bukan hanya memperkenalkan budaya Papua, tetapi ada pesan moral dalam setiap penampilan JFC. Dalam hal ini JFC mengajak masyarakat luas untuk melestarikan dan juga mengangkat budaya yang dimiliki oleh Papua sebagai budaya Indonesia. 21

Faktor yang menjadikan JFC dapat di kenal oleh masyarakat Indonesia dan masyarakat mancanegara ini sendiri di pengaruhi oleh kostum JFC. Kostum JFC ini menjadi salah satu hal mendasar dalam setiap event JFC dan menjadi suatu daya tarik tersendiri. Tema kostum JFC ini sendiri sangat tegas, cerah, menarik dan menampilkan budaya nusantara yang juga di kombinasikan dengan adanya yang sedang trending di dunia. Selain itu juga, tema-tema khusus selalu hadir dalam event JFC yang dimana banyak

20 Susanti ari, wacana isu global warming dalam desain fashion carnaval ( studi analisis tekstual ikon- ikon global dan lokal dalam desain jember fashion carnaval 2010) di akses dalam http://repository.unair.ac.id/37909/1/gdlhub-gdl-s2-2011-susantiari-18914-tsk011-k.pdf pada 22 maret 2020

21 J arifyanti, makna simbolik event jember fashion carnaval, skripsi 2009, di akses dalam http://repository.unair.ac.id/17125/2/gdlhub-gdl-s1-2010-arifiyanti-15454-fis.s.39-0.pdf pada 22 maret 2020

(17)

43

menghadirkan kekayaan budaya nusantara seperti Minahasa ( Sulawesi Utara) , reog Ponorogo , dan juga Hudoq ( Kalimantan Timur). 22

Gambar 2.1 Kostum tema reog Ponorogo

Sumber : www.jemberfashioncarnaval.com

budaya yang di miliki Indonesia. Dalam gambar di atas menunjukan bahwa JFC sendiri merupakan suatau event karnaval yang menampilkan gaya berbusana yang unik, tegas, dan juga berumbai-rumbai sesuai dengan kota asalnya yaitu Jember.

JFC merupakan sebuah event karnaval yang kostumnya sendiri terbuat dari bahan

22 Ditwdb, jember fashion carnaval : mengangkat busana nusantara ke tingkat dunia, di akses dalam kebudayaan.kemdikbud.go.id pada 22 maret 2020.

(18)

44

yang seadanya.23 Dalam gambar di atas, JFC menampilkan tema reog Ponorogo yang di mana dalam hal ini JFC menunjukan suatu keanekaragaman.

23 Diwwtb, jember fashion carnaval : mengangkatb busana nusantara ke tingkat dunia , di akses dalam https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/jember-fashion-carnaval-mengangkat-busana- nusantara-ke-tingkat-dunia/ ( 10/4/2020)

Gambar

Gambar 2.1 Kostum tema reog Ponorogo

Referensi

Dokumen terkait

Pusat Hortikultura di Sleman ini adalah proyek yang mengedepankan keberlanjutan akan komoditas tanaman pangan hortikultura dan tanaman obat serta hias dalam hal

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode Tube Dilution Test untuk membuktikan pengaruh ekstrak infusa tanaman sangket (Basilicum

Jika acara Baralek Kawin memakai adat, maka pakaian pengantin laki-laki dan perempuan adalah pakaian adat yang sudah disepakati oleh ninik mamak dan sesuai dengan norma

Berdasarkan dari hasil pembahasan penelitian yang telah dilaksanakan pada data dan audio hasil rekaman tentang Analisis Deiksis di Sekolah disimpulkan yang mengandung

Latar belakang penelitian ada sebagian siswa SMA 1 Jekulo Kudus tahun pelajaran 2012/2013 yang mengalami tekanan psikologi seperti tumbuh rasa tidak aman dan kemurungan

Dengan mencermati tayangan video dan kegiatan diskusi, siswa mampu membuat buklet tentang kegiatan manusia yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem dengan benar.!. Berdo’alah

“Kreatifitasnya berasal terakhir di acara PKKMABA hari kedua dari inovasi yang dimiliki oleh kali ini yang disampaikan oleh Suryono mahasiswa baru yang berguna untuk Hardi

Penelitian yang dikerjakan ini, yang mencakup Pengembangan Sistem Pembangkitan Cerita Balungan + , pentas wayang gagrak Yogyakarta dan cerita Arjunawiwaha serta penilaian