• Tidak ada hasil yang ditemukan

2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kata Benda Batasan dan Ciri Kata Benda yang + kata sifat Kata Benda Dasar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kata Benda Batasan dan Ciri Kata Benda yang + kata sifat Kata Benda Dasar"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

2 TINJAUAN PUSTAKA

Ada dua masalah yang menjadi tinjauan dalam menganalisis pembentukan kata benda pada bahasa Indonesia menggunakan teori knowledge graph. Pertama, masalah aturan pembentukan kata benda pada bahasa Indonesia dan kedua, masalah pembentukan graf kata benda menggunakan teori knowledge graph.

2.1 Kata Benda

2.1.1 Batasan dan Ciri Kata Benda

Kata benda adalah segala macam kata yang dapat diterangkan atau diperluas dengan yang + kata sifat (Keraf 1984). Kata benda dapat dilihat dari tiga segi, yakni segi semantis, segi sintaksis, dan segi bentuk. Dari segi semantis, kata benda adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertian. Dengan demikian, kata seperti guru, kucing, meja, dan kebangsaan adalah kata benda. Dari segi sintaksisnya, kata benda mempunyai ciri-ciri tertentu:

1. Dalam kalimat yang predikatnya kata kerja, kata benda cenderung menduduki fungsi subjek, objek, atau pelengkap.

2. Kata benda tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak. Kata pengingkarnya ialah bukan.

3. Kata benda umumnya dapat diikuti oleh kata keterangan, baik secara langsung maupun dengan diantarai oleh kata yang.

Dari segi bentuknya, kata benda terdiri atas dua macam, yakni (1) kata benda yang berbentuk kata dasar dan (2) kata benda turunan (Alwi et al. 2003).

2.1.2 Kata Benda Dasar

Kata benda dasar adalah kata benda yang hanya terdiri atas satu morfem. Kata benda dasar dapat dibagi menjadi dua yaitu kata benda dasar umum dan kata benda dasar khusus (Alwi et al. 2003).

Beberapa acuan ciri semantik kata benda dasar umum: 1. tempat, contohnya meja, kursi

(2)

3. alat melakukan perbuatan, contohnya pisau, tongkat 4. cara melakukan perbuatan, contohnya kesatria, hukum

Kata benda dasar khusus memiliki beberapa acuan fitur semantik, misalnya: 1. tempat, contohnya atas, dalam, bawah

2. nama geografis, contohnya Jakarta, Bogor 3. idiomatis, contohnya butir, batang

4. nama diri orang, contohnya Hairul, Saleh 5. nama hari, contohnya Minggu, Jumat

2.1.3 Kata Benda Turunan

Kata benda turunan adalah kata benda yang terbentuk dari kata benda dasar. Penurunan kata benda dapat dilakukan dengan afiksasi yaitu proses penambahan afiks tertentu pada kata dasar.

Dalam tata bahasa baku bahasa Indonesia pada dasarnya ada tiga prefiks dan satu sufiks yang dipakai untuk menurunkan kata benda, yaitu prefiks ke-, per, dan peng- serta sufiks –an. Karena prefiks dan sufiks dapat bergabung, seluruhnya ada tujuh macam afiksasi dalam penurunan kata benda: (1) ke-, (2) per-, (3) peng-, (4) -an, (5) peng-an, (6) per-an dan (7) ke-an. Di bawah ini diberikan uraian singkat dan contoh dari ketujuh afiksasi tersebut (Alwi et al. 2003).

 

2.1.3.1 Afiksasi Kata Benda dengan ke-

Tidak banyak kata benda yang diturunkan dengan prefix ke-. Yang dapat disebutkan ialah ketua, kehendak, kekasih, dan kerangka. Prefix ke- menyatakan orang atau sesuatu yang di.…, dengan titik-titik diisi dengan kata kerja pasif. Contoh, ketua berarti orang yang dituakan.

2.1.3.2 Afiksasi Kata Benda dengan per-

Prefiks per- mempunyai tiga alomorf, yakni pel-, per-, dan pe-. Kata benda yang diturunkan dengan pel- hanya pada satu kata dasar, yakni ajar yang menurunkan kata pelajar. Kata benda yang diturunkan dengan per- berkaitan erat dengan kata kerja berafiks ber- dan jumlahnya sangat terbatas: pertapa, persegi,

(3)

pertanda dan perlambang. Kata benda yang berkaitan dengan kata kerja berafiks ber- tetapi muncul dengan bentuk pe- , misalnya petani, petinju, pedagang dan pejuang.

2.1.3.3 Afiksasi Kata Benda dengan peng-

Prefiks peng- mempunyai enam alomorf, yakni pem-, pen-, peny-, pe-, peng-, dan peng-. Sumber untuk penurunan kata benda ini adalah kata kerja atau kata sifat. Arti yang umum bagi kata benda dengan peng- ialah:

(a) Orang atau hal yang melakukan perbuatan yang dinyatakan oleh kata kerja. Contoh, pembeli berarti orang yang membeli.

(b) Orang yang pekerjaannya melakukan kegiatan yang dinyatakan oleh kata kerja.

Contoh, penanam berarti orang yang pekerjaannya menanam. (c) Orang yang memiliki sifat yang dinyatakan oleh kata sifat.

Contoh, pemarah berarti orang yang sifatnya mudah marah.

(d) Alat untuk melakukan atau orang yang melakukan perbuatan yang dinyatakan oleh kata kerja.

Contoh, penyubur berarti alat untuk atau orang yang menyuburkan.

Karena pe- merupakan alomorf dari peng- dan alomorf dari per- maka perlu benar-benar diketahui apakah bentuk pe- merupakan alomorf peng- atau alomorf per-. Contoh pe- alomorf per-: petani, pedagang, peladang yang berasal dari bertani, berdagang, dan berladang. Contoh pe- alomorf peng-: perawat, pelatih, pemilih yang berasal dari merawat, melatih, dan memilih.

Selain didasarkan atas analogi bentuk yang telah ada, bentuk baru juga ditopang oleh perkembangan pada aspek lain terutama kata kerja. Bentuk yang semula terbatas dan tidak memiliki kontras makna ini lalu berkembang sehingga terbentuklah kontras. Contoh, penyuruh berarti yang menyuruh sedangkan pesuruh berarti yang disuruh. Contoh lainnya adalah penatar dengan petatar dan penyuluh dan pesuluh.

(4)

2.1.3.4 Afiksasi Kata Benda dengan -an

Kata benda dengan sufiks –an umumnya diturunkan dari sumber kata kerja walaupun kata dasarnya adalah kelas kata lain. Kata asinan, misalnya, diturunkan dari sumber kata kerja mengasinkan walaupun kata dasarnya adalah kata sifat asin.

Arti yang umum bagi kata benda dengan sufiks -an ialah: (a) Hasil tindakan, atau sesuatu yang dinyatakan oleh kata kerja.

Contoh, anjuran berarti hasil menganjurkan atau sesuatu yang dianjurkan (b) Berkaitan dengan makna lokasi

Contoh, tepian berarti tempat menepi.

(c) Mengacu pada waktu berkala. Contoh: harian, mingguan, bulanan. (d) Kumpulan dari kata benda

Contoh, sayuran berarti berbagai sayur.

2.1.3.5 Afiksasi Kata Benda dengan peng-an

Kata benda dengan peng-an mempunyai beberapa alomorf: peng-an, pen-an, pem-pen-an, penge-pen-an, peny-pen-an, dan pe-an. Kata benda dengan peng-an umumnya diturunkan dari kata kerja transitif dengan meng- bukan dari kata kerja taktransitif. Kata penyatuan, misalnya, diturunkan dari kata kerja transitif menyatukan bukan dari kata kerja taktransitif bersatu.

Arti yang umum bagi kata benda dengan peng-an ialah: (a) Perbuatan yang dinyatakan oleh kata kerja

Contoh, penyiraman berarti perbuatan menyiram. (b) Hasil perbuatan

Contoh, pengakuan berarti hasil perbuatan mengakui.

(c) Bermakna unik sehingga harus ditentukan sendiri-sendiri, yang belum tentu berkaitan dengan kata kerjanya.

Contoh, pendirian berarti perbuatan mendirikan/pendapat yang dinyatakan.

2.1.3.6 Afiksasi Kata Benda dengan per-an

  Makna umum kata benda dengan per-an adalah: (a) Hal, keadaan, atau hasil yang dinyatakan oleh kata kerja

(5)

Contoh, pergerakan berarti hal/keadaan bergerak. (b) Perbuatan yang dinyatakan oleh kata kerja

Contoh, pertanian berarti perbuatan bertani. (c) Hal yang berkaitan dengan kata dasar

Contoh, perikanan berarti hal yang berkaitan dengan ikan. (d) Tempat yang dirujuk oleh kata kerja atau kata dasar

Contoh, perkemahan berarti tempat berkemah.

2.1.3.7 Afiksasi Kata Benda dengan ke-an

Makna umum kata benda dengan ke-an adalah:

(a) Hal atau keadaan yang berhubungan dengan yang dinyatakan kata kerja Contoh, kepergian berarti hal yang berhubungan dengan pergi.

(b) Hal atau keadaan yang berhubungan dengan yang dinyatakan kata sifat Contoh, kekosongan berarti keadaan kosong.

(c) Merujuk pada keabstrakan

Contoh, kebangsaan berarti hal mengenai bangsa. (d) Merujuk pada kantor atau wilayah kekuasaan

Contoh, kedutaan berarti kantor duta  

2.2 Graf dan Knowledge Graph 2.2.1 Graf

Graf G = (V,E) adalah pasangan terurut dengan V adalah himpunan

berhingga dan tak kosong dari elemen graf yang disebut verteks dan E adalah himpunan pasangan takterurut dari verteks di V yang disebut edge E. Verteks disebut juga node atau titik, edge disebut juga garis atau sisi.

Graf berarah Ğ = (V,A) adalah pasangan terurut dengan V himpunan tak kosong dan berhingga dan A adalah himpunan pasangan terurut dari elemen-elemen di V yang disebut sisi berarah atau arc (Foulds 1992).

2.2.2 Knowledge Graph

Teori knowledge graph merupakan suatu cara pandang baru yang digunakan untuk menggambarkan bahasa manusia yang lebih berfokus pada

(6)

aspek semantik daripada sintaksis. Knowledge graph membuka jalan baru riset tentang komputer dalam memahami bahasa manusia. Pada dasarnya knowledge graph terdiri atas konsep (token dan type) dan relasi (binary dan multivariate) (Zhang 2002).

2.2.3 Konsep

Konsep merupakan komponen terpenting dalam pemikiran manusia. Konsep merupakan sesuatu yang penting dalam membentuk suatu pengertian dari khusus ke umum atau sebaliknya (Zhang dan Hoede 2000). Menurut van den Berg (1993) konsep dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu token, type dan name.

Token adalah verteks pada knowledge graph yang diberi tanda

. Token

mengekspresikan sesuatu dalam dunia nyata atau suatu konsep dalam diri manusia. Token merupakan konsep yang dipahami manusia menurut cara pandang masing-masing sehingga bersifat subjektif (Zhang 2002); misalnya kata padi dapat diasosiasikan secara subjektif mengenai bentuk, warna, rasa dan sebagainya.

Type adalah konsep yang berupa informasi umum dan bersifat objektif karena merupakan kesepakatan yang dibuat sebelumnya; misalnya orang, buah, hewan.

Name adalah sesuatu yang bersifat individual, sebagai contoh: rojolele adalah sebuah name yaitu nama padi. Dalam KG type dan name dibedakan oleh jenis relasi yang menghubungkannya dengan token.

 

2.2.4 Word Graph

Word graph merupakan graf yang merepresentasikan kata. Dalam teori KG setiap kata memiliki word graph tersendiri. Karena setiap word graph mengekspresikan makna kata tertentu maka disebut semantic word graph. Beberapa kata yang membentuk kalimat dapat direpresentasikan menjadi sentence graph. Beberapa sentence graph yang digabung dapat membentuk teks

(7)

yang disebut text graph dan mengandung pengetahuan tertentu (Hoede dan Nurdiati 2008).

2.2.5 Aspek-Aspek Ontologi

Ontologi merupakan gambaran dari beberapa konsep dan relasi antarkonsep yang bertujuan untuk mendefinisikan ide-ide yang merepresentasikan konsep, relasi dan logikanya. Ontologi word graph terdiri atas token, 9 relasi biner dan 4 relasi frame (Zhang 2002). Penjelasan dari relasi tersebut diberikan di bawah ini. 1. ALI (Alikeness)

Relasi ALI digunakan untuk menghubungkan type dengan token. Contoh: padi adalah type karena padi adalah konsep yang berupa informasi umum, maka grafnya adalah:

Gambar 1 Contoh relasi ALI. 2. CAU (Causality)

Relasi CAU digunakan untuk menghubungkan dua token yang memiliki hubungan sebab akibat. CAU juga digunakan untuk menghubungkan konsep berupa kata benda dan kata kerja. Contoh: petani menanam padi. Graf kalimat tersebut:

 

Gambar 2 Contoh relasi CAU.

       padi ALI ALI ALI tanam CAU

(8)

3. EQU (Equality)

Relasi EQU digunakan untuk menghubungkan name dengan token. Contoh: rojolele merupakan name dari padi. Graf kata rojolele seperti pada Gambar 3 (kiri). EQU dapat menyatakan kata kerja adalah atau merupakan. Graf adalah atau merupakan seperti pada Gambar 3 (kanan):

 

Gambar 3 Contoh relasi EQU. 4. SUB (Subset)

Relasi SUB digunakan untuk menggambarkan dua token yang menyatakan word graph dengan sifat word graph yang satu merupakan bagian dari word graph yang lain. Contoh: biji apel. Karena biji bagian dari apel maka graf biji apel adalah:

 

Gambar 4 Contoh relasi SUB. 5. DIS (Disparateness)

Relasi DIS digunakan untuk menyatakan sesuatu yang berbeda. Contoh: pertanian berbeda dengan pertambangan. Graf kalimat tersebut:

Gambar 5 Contoh relasi DIS. 6. ORD (Ordering)

Relasi ORD menyatakan dua hal yang memiliki urutan waktu atau tempat. Ungkapan dari permukaan sampai dasar dinyatakan dengan graf berikut:

Gambar 6 Contoh relasi ORD.

permukaan dasar ORD

ALI ALI EQU EQU rojolele ALI padi ALI ALI pertanian pertambangan DIS ALI biji ALI SUB apel

(9)

7. PAR (Attribute)

Relasi PAR digunakan untuk menyatakan sesuatu yang memiliki sifat tertentu. Kata manis merupakan attribute dari apel pada kata apel manis. Relasi PAR pada kata apel manis ditampilkan pada Gambar 7 di bawah ini.

 

Gambar 7 Contoh relasi PAR. 8. SKO

Relasi SKO digunakan jika sebuah token informasinya bergantung pada

token yang lain. Contoh: pernyataan ,

berakibat nilai y bergantung pada x. Bentuk grafnya:  

Gambar 8 Contoh relasi SKO. 9. Ontologi F (Fokus)

Ontologi F digunakan untuk menunjukkan fokus suatu graf. Contoh: petani benci hama. Dalam kalimat tersebut yang menjadi fokus adalah petani sehingga graf kalimat tersebut adalah:

 

 

Gambar 9 Contoh relasi Fokus. ALI

apel ALI PAR ALI manis

x ALI SKO ALI y

CAU ALI ALI benci hama CAU petani PAR F

(10)

Frame merupakan verteks berlabel. Relasi frame menyatakan bahwa verteks berlabel tersebut sebenarnya suatu frame dari beberapa graf yang lebih kompleks. Relasi frame pada KG ada empat macam (Zhang 2002):

1. FPAR (Focusing on a situation) 2. NEGPAR (Negation of a situation) 3. POSPAR (Possibility of a situation) 4. NECPAR (Necessity of a situation)

FPAR merupakan pemberian sifat internal dari sesuatu ke sesuatu yang lain (dalam frame). NEGFAR merupakan pemberian sifat internal sesuatu ke sesuatu yang lain tetapi dalam bentuk negasi (dalam frame). POSPAR merupakan pemberian sifat internal sesuatu ke objek yang lain sebagai sebuah kemungkinan (dalam frame). NECFAR merupakan pemberian sifat internal sesuatu ke objek yang lain sebagai sebuah keharusan (dalam frame).

Misalkan p suatu pernyataan tanaman memerlukan air. Graf dari pernyataan bahwa tanaman memerlukan air, tidak benar bahwa tanaman memerlukan air, mungkin tanaman memerlukan air dan seharusnya tanaman memerlukan air berturut-turut seperti pada Gambar 10 di bawah ini.

Gambar 10 Empat relasi frame.

2.3 Pembentukan Graf Kata Benda

Pembentukan graf kata benda harus memperhatikan dasar pembentukan kata benda tersebut. Hal ini diperlukan agar graf kata benda yang dibentuk tidak berbeda maknanya dengan kata benda sumber pembentukannya.

Ada tujuh macam afiksasi dalam penurunan kata benda. Pada ketujuh macam afiksasi tersebut terdapat beberapa alomorf. Sebagai contoh, prefiks per-

NEG POS NEC

p p

p p

(11)

mempunyai tiga alomorf, yakni per-, pel-, dan pe-. Prefiks peng- mempunyai enam alomorf: pem-, pen-, peny-, peng-, penge-, dan pe-.

Karena prefiks per- atupun peng- mempunyai alomorf yang wujudnya sama, yakni pe- maka dalam menentukan keanggotaan prefiks ini kita harus hati-hati. Sebagai contoh, pewaris dan pedagang. Pe- pada pewaris adalah alomorf dari peng- sedangkan pe- pada pedagang alomorf dari per- (Alwi et al. 2003). Karena banyaknya afiksasi penurunan kata benda maka peninjauan pustaka pembentukan graf kata benda disini hanya ditampilkan afiksasi dengan pe-. Banyak kemungkinan perubahan pelafalan terjadi ketika prefiks pe- digunakan. Agar perubahan semantik terlihat jelas perubahan tersebut hanya ditulis dengan pe- ditambah penggalan kata selanjutnya. Makna dasar dari pe- adalah orang yang …, dengan titik-titiknya diisi sesuai dengan kata asal penurunannya. Di bawah ini diberikan beberapa contoh word graph kata benda dengan prefiks pe- (Hoede dan Nurdiati 2008).

a. Penurunan dari Kata Kerja

Akan dibahas sebuah contoh: pe- ajar yang berubah menjadi pe(l)ajar. Ajar adalah kata kerja untuk belajar, jadi pe-ajar adalah orang yang belajar, yakni siswa. Dengan demikian word graph kata pelajar adalah:

Gambar 11 Graf kata pelajar.

Pencantuman orang pada graf tersebut adalah hal yang wajar sesuai dengan fakta bahwa pelajar secara definisi adalah orang yang belajar. Dalam bahasa Inggris verb-er sering digunakan untuk mengekspresikan pe-kata kerja dalam bahasa Indonesia.

ALI CAU orang ALI ajar ALI pelajar

(12)

b. Penurunan dari Kata Benda

Makna dasar dari pe- adalah orang yang …, dengan titik-titik diisi sesuai kata asal penurunannya tidaklah selalu berlaku. Sebagai contoh, kata pelaut tidaklah bermakna orang yang laut, tetapi lebih tepat diberi makna sebagai orang yang berhubungan dengan laut. Relasi yang tepat untuk digunakan dalam graf adalah relasi SKO. Dengan demikian graf kata pelaut dapat dibuat seperti pada Gambar 12 di bawah ini.

Gambar 12 Graf kata pelaut.

c. Penurunan dari Kata Sifat

Penggunaan pe- banyak pula dikombinasikan dengan kata sifat. Penurunan kata benda dari kata sifat bermakna orang yang…. Contoh: takut. Penakut berarti orang yang takut. Graf kata penakut adalah:

Gambar 13 Graf kata penakut.   ALI SKO orang ALI laut ALI pelaut ALI PAR orang ALI takut ALI penakut

Gambar

Gambar 3  Contoh relasi EQU.
Gambar 7  Contoh relasi PAR.
Gambar 10  Empat relasi frame.
Gambar 11  Graf kata pelajar.
+2

Referensi

Dokumen terkait

Besarnya tarif retribusi jasa pengelolaan pasar tradisional disesuaikan dengan kelas pasarnya, sebagaimana yang tertuang pada Peraturan Bupati Bogor Nomor 12 Tahun

Upaya pencegahan awal yang dapat dilakukan untuk menghindari kecacingan pada murid Sekolah Dasar di Kelurahan Tanjung Johor yakni dengan meningkatkan

Untuk itu, para ahli CBT (NACBT, 2007) menganggap bahwa aspek kognitif harus menjadi aspek yang utama dalam melakukan terapi. Hal ini dikarenakan suatu kondisi psikis

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI HIMPUNAN KELAS

MASHUR Qur'an Hadist MI Swasta Darul Hikmah Sawahan KAB.. MANBA'UL

Lampiran 2 Diagram alir pembuatan modul word graph kata benda pada sistem KG_EDITOR.. Lampiran 3 Class diagram modul word graph kata benda 1 Class diagram

Hal ini terjadi karena sistem modul word graph kata benda belum dapat menampilkan word graph dari sejumlah kata yang tidak terdapat di dalam KBBI dan merupakan

Dari penelitian ini diperoleh dua puluh pola pembentukan word graph kata benda yang terdiri atas delapan belas pola pembentukan word graph berdasarkan afiksasi dan