• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemberian Salin Hipertonik 3 persen selama Kraniotomi pada Pasien dengan cedera Otak Traumatik Memberikan Relaksasi Otak yang lebih Baik Dibandingkan dengan Mannitol 20 persen.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemberian Salin Hipertonik 3 persen selama Kraniotomi pada Pasien dengan cedera Otak Traumatik Memberikan Relaksasi Otak yang lebih Baik Dibandingkan dengan Mannitol 20 persen."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

pertolongan Allah penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “ Pemberian Terapi Mannitol terhadap Peningkatan Glasgow Coma Scale (GCS) pada Pasien Cedera

Dari penelitian ini kami dapat menarik kesimpulan bahwa kadar laktat pada operasi kraniotomi cedera otak sedang yang mendapat pemeliharaan anestesi propofol 6 mg/kgBB/jam

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai dapat atau tidaknya usia, onset, nilai motorik GCS, respon pupil, MAP, hipertermia, INR, jumlah

Efek samping lain dari manitol adalah terjadi rebound fenomena , yaitu peningkatan tekanan intrakranial pada penggunaan manitol dalam waktu yang lama sehingga

Pada cedera otak traumatik, metabolisme aerobik akan menurun karena adanya penurunan tekanan oksigen seluler ataupun adanya disfungsi mitokondria yang akan menyebabkan

Fraktur tengkorak yang menyertainya dijumpai pada 85-95% kasus, sedang sisanya (9%) disebabkan oleh regangan dan robekan arteri tanpa ada fraktur terutama pada kasus

hipotalamus dan pituitari berasal dari tekanan yang diteruskan pada kepala, bersamaan dengan udem serebral, sering berakibat pada gangguan cairan dan elektrolit yang sangat

KESIMPULAN DAN SARAN Berdarakan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat adanya perbedaan yang signifikan pada gambaran histopatologi inflamasi sel otak