• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN... 1 A. 1 B. 21 C. 21 D. 22 E. 27 F. 28 G. 30 H.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN... 1 A. 1 B. 21 C. 21 D. 22 E. 27 F. 28 G. 30 H."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... xii

INTISARI ... xviii

ABSTRACT ... xix

DAFTAR TABEL ... xx

DAFTAR BAGAN ... xxii

DAFTAR SINGKATAN ... xxiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 21

C. Tujuan Penelitian ... 21

D. Keaslian Penelitian ... 22

E. Kegunaan Penelitian ... 27

F. Definisi Konseptual ... 28

G. Metode Penelitian ... 30

H. Sistematika Penulisan ... 39

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 40

A. Konsep, Pembatasan dan Pembedaan Hak Asasi Manusia ... 40

1. Istilah dan Pengertian ... 40

2. Semangat Hak Asasi Manusia ... 42

3. Asumsi Dasar Hak Asasi Manusia ... 46

4. Dimensi Hak Asasi Manusia ... 49

5. Pembatasan dan Pembedaan Hak Asasi Manusia ... 56

5.1. Prinsip Pembatasan ... 56

5.2. Prinsip Pembedaan ... 64

B. Hak Pilih Sebagai Hak Asasi Manusia ... 66

1. Istilah dan Pengertian ... 66

2. Hak Pilih Sebagai Fundamental Rights ... 68

3. Pembatasan dan Pembedaan Hak Pilih ... 70

(2)

C. Hak Pilih dalam UUD 1945, Hukum Internasional

dan Konstitusi Beberapa Negara ... 74

1. Jaminan dan Pengakuan Hak Pilih dalam UUD 1945 ... 74

2. Hak Pilih dalam Hukum Internasional ... 84

3. Hak Pilih dalam Konstitusi Beberapa Negara ... 89

a. Konstitusi Brazil ... 90

b. Konstitusi Amerika Serikat ... 93

c. Konstitusi Perancis ... 97

d. Konstitusi Mesir ... 98

e. Konstitusi Afrika Selatan ... 99

f. Konstitusi Filipina ... 101

BAB III LANDASAN TEORI ... 105

A. Teori Keadilan ... 109

1. Kebahagiaan Terbesar Sebagai Keadilan (Utilitas) ... 110

2. Keadilan Sebagai Fairness ... 119

3. Keadilan Menurut Islam ... 129

4. Keadilan Sosial Pancasila ... 133

B. Teori Keadilan dan Integritas Pemilu ... 141

C. Teori Rasionalitas ... 151

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 155

A. Pembatasan dan Pembedaan Hak Pilih dalam Undang-Undang Mengenai Pemilu ... 155

1. Hak Pilih dalam Era Demokrasi Liberal ... 155

1.1. Landasan Konstitusional Pemilu dan Jaminan Hak Pilih dalam UUDS 1950 ... 157

1.2. Pengaturan Hak Pilih dalam UU Nomor 7 Tahun 1953 ... 159

1.2.1. Pengaturan Hak Memilih ... 159

1.2.2. Pengaturan Hak Untuk Dipilih ... 167

1.2.3. Hal-hal yang Mempengaruhi Penggunaan Hak Pilih ... 170

a. Pemilu Tanpa Pemungutan Suara ... 170

b. Kebijakan Perlakuan Khusus Untuk Dipilih ... 171

c. Pemberian Suara Secara Langsung ... 173

d. Pemilih Tidak Berada di Tempat Ia Terdaftar ... 174

2. Hak Pilih dalam Pemilu-Pemilu Era Orde Baru ... 177

2.1. UUD 1945, Pemilu dan Hak Pilih Warga Negara ... 178

(3)

2.2. Pengaturan Hak Pilih dalam UU Nomor 15 Tahun 1969 ... 181

2.2.1. Hak Memilih ... 181

2.2.2. Hak Untuk Dipilih ... 184

2.2.3. Penggunaan Hak Pilih ... 187

a. Pemberian Suara ... 187

b. Tanpa Pemungutan Suara ... 188

c. Pemilih Pekerja ... 189

d. Ketidaksetaraan Hak Untuk Dipilih ... 190

e. Penggabungan Suara ... 194

2.2.4. Perubahan Pengaturan Hak Pilih Melalui Tiga Kali Perubahan UU Nomor 15 Tahun 1969 ... 194

3. Hak Pilih dalam Era Transisi Politik ... 207

3.1. Perubahan Elemen Dasar Penyelenggaraan Pemilu ... 207

3.2. Pengaturan Hak Pilih dalam UU Nomor 3 Tahun 1999 ... 211

3.2.1. Hak Memilih ... 212

3.2.2. Hak Untuk Dipilih ... 214

3.2.3. Penggunaan Hak Pilih ... 221

a. Sistem Pendaftaran Pemilih ... 221

b. Ketidaksetaraan Hak Pilih ... 224

c. Mempertahankan Sistem Penggabungan Suara ... 225

4. Hak Pilih dalam Era Reformasi ... 228

4.1. Pengaturan Pemilu dalam UUD 1945 ... 228

4.2. Pengaturan Hak Pilih dan UU Penyelenggaraan Pemilu Anggota Legislatif dan Pemilu Presiden ... 235

4.2.1. Hak Memilih ... 235

a. Perkembangan Pembatasan Hak Memilih ... 235

b. Hak Memilih Anggota TNI/Polri ... 241

4.2.2. Hak Untuk Dipilih ... 249

a. Hak Dipilih Sebagai Anggota DPR dan DPRD ... 249

b. Hak Dipilih Sebagai Anggota DPD ... 262

c. Hak Untuk Dipilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden ... 273

4.2.3. Penggunaan Hak Pilih ... 294

a. Dari Pendaftaran ke Pemutakhiran Data Pemilih ... 294

(4)

b. Memilih Bagi yang Tidak Terdaftar ... 295

c. Hak Memilih WNI di Luar Negeri ... 295

d. Ambang Batas Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden ... 296

e. Ambang Batas Perolehan Kursi Anggota DPR ... 298

f. Pembatalan Sebagai Calon dan Calon Terpilih Anggota Legislatif ... 299

4.3. Pengaturan Hak Pilih dalam Pemilihan Kepala Daerah ... 300

4.3.1. Hak Memilih ... 301

4.3.2. Hak Untuk Dipilih ... 303

4.3.3. Penggunaan Hak Pilih ... 314

a. Sistem Penetapan Pemilih ... 314

b. Penggunaan Hak Pilih Kaum Difabel ... 315

c. Ambang Batas Pencalonan ... 315

d. Pembatalan Sebagai Calon ... 317

5. Pembatasan dan Pembedaan Hak Pilih dalam Perspektif Pemilu yang Adil dan Berintegritas ... 321

5.1. Disharmoni Kerangka Hukum Hak Memilih ... 321

5.2. Keadilan Materi Muatan atau Substansi Regulasi Pemilu ... 326

5.2.1. Pengurangan Batas Penggunaan Hak Memilih ... 326

5.2.2. Pasang Surut Batas Penggunaan Hak Untuk Dipilih ... 332

5.2.3. Ketidaksetaraan Pembatasan Hak Untuk Dipilih Antar Jabatan Politik yang Dipilih dalam Pemilu ... 333

B. Pembatasan dan Pembedaan Hak Pilih dalam Putusan MK Terkait Pengujian UU Mengenai Pemilu ... 352

1. Regulasi Pemilu Terkait Hak Pilih yang Diuji ... 352

2. Pembatasan dan Pembedaan Hak Pilih yang Bertentangan dengan UUD 1945 ... 366

2.1. Pembatasan Hak Memilih yang Bertentangan dengan UUD 1945 ... 366

2.1.1. Syarat Terdaftar Sebagai Pemilih ... 366

2.1.2. Hak Memilih Orang yang Tidak Sehat Jiwa/Ingatan ... 372

2.1.3. Hak Memilih Anggota TNI dan Polri ... 373

2.2. Pembatasan Hak untuk Dipilih yang Bertentangan dengan UUD 1945 ... 376

2.2.1. Syarat Bukan Bekas anggota PKI atau Organisasi Terlarang Lainnya ... 376

2.2.2. Syarat Calon Anggota DPD Berdomisili di Daerah Pemilihannya ... 379

(5)

2.2.3. Syarat Tidak Pernah Dijatuhi Pidana Penjara ... 381

2.2.4. Syarat Mengundurkan Diri dari Jabatan Tertentu ... 404

a. Mundur dari Jabatan Negeri ... 404

b. Mundur dari PNS, Anggota TNI dan Polri ... 408

c. Mundur dari Pengurus BUMN, BUMD dan Badan Lain yang Anggaranya dari APBN/APBD ... 413

d. Mundur dari Jabatan Kepala Daerah ... 416

e. Mundur Sebagai Anggota Legislatif ... 421

2.2.5. Syarat Tidak Memiliki Konflik Kepentingan dengan Petahana ... 426

2.2.6. Syarat Dukungan Calon Perseorangan dalam Pilkada ... 434

2.3. Pembatasan dan Pembedaan Hak Pilih yang Tidak Dipersoalkan dan Syarat yang Dinyatakan Konstitusional Melalui Putusan MK ... 440

3. Pembatasan dan Pembedaan Hak Pilih Melalui Putusan MK dalam Perspektif Pemilu yang Adil dan Berintegritas ... 445

3.1. Pembatasan Hak Pilih yang Muncul dan yang Dihilangkan Berdasarkan Putusan MK ... 445

3.2. Alasan Pembatasan dan Pembedaan Hak Pilih yang Dianggap Sesuai dengan UUD 1945 ... 449

3.3. Konsisten MK dalam Menguji Pembatasan Hak Pilih ... 452

3.3.1. Konsistensi Syarat Mengundurkan Diri bagi Anggota Legislatif yang Mencalonkan Diri sebagai Kepala Daerah ... 457

3.3.2. Konsistensi Syarat Mengundurkan Diri bagi Kepala Daerah ... 459

3.3.3. Kekaburan Alasan “Jabatan Sebagai Amanah dan Tanggung Jawab” ... 461

3.4. Pembedaan Pembatasan Hak Pilih dalam Putusan MK ... 463

C. Konstruksi Pembatasan dan Pembedaan Hak Pilih Untuk Pemilu yang Adil dan Berintegritas ... 465

1. Relasi Antara Pembatasan Hak Pilih dengan Proses dan Hasil Pemilu ... 465

1.1. Dampak Pembatasan Terhadap Keikutsertaan dalam Pemilu pada Masa ke Masa ... 465

1.1.1. Dampak Terhadap Hak Memilih ... 465

1.1.2. Dampak Terhadap Hak Untuk Menjadi Kandidat ... 465 1.2. Produk Hukum dan Kebijakan yang Dihasilkan Pejabat

(6)

yang Terpilih ... 474

1.2.1. Aspek Kompetensi Pejabat yang Dipilih ... 474 1.2.2. Aspek Moralitas Pejabat yang Dipilih ... 485

2. Kerangka Pembatasan dan Pembedaan Hak Pilih ... 488 2.1. Pilihan Bebas dan Liberalisasi Pemilu ... 488

2.1.1. Realitas Objektif Pemegang Hak Suara ... 488 2.1.2. Liberalisasi Pemilu dan Ketidakadilan Komposisi

Lembaga Perwakilan ... 490

2.2. Peran Hukum Mengawal Demokrasi Elektoral ... 492 2.3. Prinsip Proporsionalitas Sebagai Landasan Pembatasan

dan Pembedaan Hak Pilih ... 505

2.4. Kesetaraan Hak Memilih dalam Pemilu ... 508 2.5. Proposionalitas Pembatasan dan Pembedaan Hak Pilih

Untuk Pemilu yang Adil ... 510

2.5.1. Hak Menjadi Kandidat, Profesi/Pekerjaan

dan Jabatan ... 511

2.5.2. Hak Menjadi Kandidat dan Moral Kandidat ... 522 2.5.3. Hak Menjadi Kandidat dan Kesetiaan ... 532 2.5.4. Hak Menjadi Kandidat dan Batas Masa Jabatan ... 535 2.5.5. Hak Menjadi Kandidat dan Perangkap

Syarat Administratif ... 537 2.6. Kesetaraan dalam Penentuan Pembatasan Hak Pilih ... 542

BAB V PENUTUP ... 548 A. Kesimpulan ... 548 B. Saran ... 555

DAFTAR PUSTAKA ... 558

Referensi

Dokumen terkait

Jika hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perceived social support dan psychological well-being pada mahasiswa perantau tahun

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana penggunaan alat bantu dalam pembelajaran  pendidikan jasmani

“Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan

Tujuan dari pembuatan film animasi ini adalah menciptakan film animasi 2 dimensi dengan suatu karakter Jawa dengan teknik gaya gambar kartun Amerika, menciptakan suatu cerita film

Informasi ini tidak dimaksudkan untuk menyampaikan seluruh persyaratan peraturan atau operasional spesifik / informasi yang berkaitan dengan produk ini. Klasifikasi pengangkutan

Dari tujuan tersebut dapat dirumuskan hipotesis penelitian, bahwa simpanan pihak ketiga, tingkat suku bunga kredit, tingkat infl asi dan ROI berpengaruh terhadap alokasi KUMKM pada

Sirkulasi adalah elemen perancangan kota yang secara langsung dapat membentuk dan mengkontrol pola kegiatan kota, sebagaimana halnya dengan keberadaan sistem transportasi dari

 1: Ada kelainan pada mata akibat kusta tetapi tidak kelihatan dan visus sedikit berkurang Ada anesthesia tetapi tidak ada cacat atau kerusakan yang kelihatan  2: Ada