• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar I.1 Presentase Perbandingan Revenue antara Produk Plastik dan Metal (Sumber : PT. XYZ, 2014)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Gambar I.1 Presentase Perbandingan Revenue antara Produk Plastik dan Metal (Sumber : PT. XYZ, 2014)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

Bab I Pendahuluan

I.1 Latar Belakang

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan penyedia peralatan peternakan dengan kegiatan utamanya adalah manufaktur dan penjualan peralatan kebutuhan kandang ayam. Sesuai struktur organisasinya, perusahaan ini memiliki dua departemen produksi berdasarkan bahan pembuat produk, yakni departemen metal dan departemen plastik. Terdapat tiga gudang di area pabriknya, yaitu gudang raw material, gudang finished good plastik dan gudang finished good metal. Gambar I.1 menampilkan presentase revenue PT XYZ berdasarkan produk yang dihasilkan.

Gambar I.1 Presentase Perbandingan Revenue antara Produk Plastik dan Metal (Sumber : PT. XYZ, 2014)

Berdasarkan Gambar I.1 dapat dilihat bahwa produk plastik memberikan kontribusi revenue kepada PT XYZ jauh lebih besar daripada produk metal dikarenakan demand yang besar. Sehingga penelitian difokuskan kepada gudang finished good plastik. Dengan diperbaikinya gudang finished good plastik maka diharapkan adanya peningkatan revenue untuk PT XYZ.

Gudang PT XYZ finished good plastik digunakan untuk menyimpan produk hasil produksi dari departemen produksi plastik dan outsourcing yang terbuat dari bijih plastik dengan luas area gudang sebesar 1812 m2, terdiri dari 708 m2 gudang lantai satu dan 1104 m2 gudang lantai dua. Sebagian besar finished goods plastik

Produk Plastik 90.12%

Produk Metal 9.88%

(2)

2

dikemas dengan plastik kemudian disimpan dalam bentuk floorstake dan sebagian kecil disimpan di rak. Penjualan yang dilakukan oleh PT XYZ terhadap produk plastik dapat berupa complete set maupun persatuan SKU (Stock Keeping Unit).

Tabel I.1 menampilkan kategori produk plastik yang dijual oleh PT XYZ.

Tabel I.1 Tabel Kategori Produk Plastik

No. Kategori Contoh Produk

1

Watering System

PS Mark II, Mechanism Complete, Tempat Minum, PVC Minum, dan lain-lain

2 Feeding System

PVC Makan, Tempat Pakan, Chick Feed Tray, dan lain-lain

3 Egg Tray

Smal Egg Tray, Intermediat Egg Tray, Big Egg Tray, dan lain-lain

4 Transportation Box DOC Set, Egg Basket, Tutup Slading, dan lain-lain 5 Layer Nest

Stand Slat Complete, Alas Layer Nest, Poultry Slat, dan lain-lain

Permasalahan yang terjadi pada proses pergudangan PT XYZ adalah pada kegiatan alokasi penyimpanan di gudang finished good plastik yang dilakukan secara random. Hal tersebut berakibat pada lamanya proses put away dan picking dikarenakan adanya aktivitas pencarian lokasi penyimpanan. Aktivitas pencarian ini menghambat pada proses selanjutnya dibuktikan dengan adanya aktivitas menunggu oleh operator. Gambar I.2 menunjukkan presentase perbandingan waktu antara aktivitas perpindahan barang dan menunggu untuk dilakukan proses selanjutnya.

Gambar I.2 Presentase Perbandingan antara Aktivitas Pemindahan dan Menunggu Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber dari PT XYZ. Lamanya proses put away disebabkan oleh aktivitas pencarian dan pemilihan area penempatan produk yang masih kosong untuk disimpan. Pada akhirnya produk tersebut

58%

42%

Pemindahan

Menunggu

(3)

3

disimpan secara random pada area produk lain yang masih kosong bahkan di gang yang digunakan untuk mobilisasi produk. Sedangkan pada proses picking banyak operator-operator yang menyimpan produk secara random sehingga memerlukan waktu untuk berkoordinasi dan menyisir letak produk yang telah disimpan sebelumnya. Dengan peletakan produk acak yang dilakukan operator saat ini, membuat total travel distance (TTD) operator menjadi besar. Ditemukan bahwa TTD yang terjadi di gudang finished good plastik PT XYZ sebesar 5.622,37 meter dengan total waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tersebut adalah 157,45 menit. Maka dari itu perlu dilakukan proses evaluasi tata letak gudang finished good plastik dalam rangka mengurangi total travel distance (TTD).

Peletakan produk secara random dan tidak teratur dibuktikan dari data pengamatan layout gudang. Gambar I.3 menunjukkan layout beserta penempatan barang di gudang finished good plastik lantai 1 dan Gambar I.4 menunjukkan layout beserta penempatan barang di gudang finished good plastik lantai 2. Warna produk yang sama menunjukkan bahwa produk tersebut dapat dan sering dijual dalam bentuk complete set, sehingga sering keluar secara bersamaan karena berada dalam satu daftar pesanan. Sedangkan produk yang tidak berwarna menunjukkan bahwa produk tersebut dijual persatuan SKU.

Berdasarkan Gambar I.3 dan I.4 dapat dilihat bahwa produk disimpan secara acak bahkan berada pada jalur mobilisasi material handling. Contohnya untuk produk set PS Mark II (warna hijau) terdiri dari produk Ballast, Bell, dan Tubing terlihat berjauhan satu sama lain sehingga muncul aktifitas yang tidak efisien yakni pencarian barang. Menurut (Ho & Liu, 2005), agar suatu perusahaan dapat mengirim produknya ke konsumen dengan cepat dan tepat, perusahaan perlu memiliki gudang dengan aktivitas pengambilan pesanan (order picking) yang efisien. (Frazelle, World-Class Warehousing and Material Handling, 2002) mengungkapkan bahwa salah satu key performance indicator (KPI) gudang adalah aktivitas order picking. Semakin cepat order picking yang dilakukan, maka semakin baik. Dengan demikian minimasi waktu merupakan hal yang penting.

(4)

4

Gambar I.3 Layout serta Penempatan Barang di Gudang Finished Good Plastik Lantai 1

(5)

5

Gambar I.4 Layout serta Penempatan Barang di Gudang Finished Good Plastik Lantai 2

(6)

6

Agar waktu pada aktivitas order picking dapat diminimasi, maka proses penanganan produk dalam gudang juga harus efisien. Efisiensi penanganan produk dapat diketahui berdasarkan jumlah perpindahan karyawan antara lokasi produk yang satu dengan lokasi produk yang lain. Semakin sedikit jumlah perpindahan karyawan antarlokasi produk, maka penanganan produk pun semakin efisien. (Heragu, 1997) mengungkapkan bahwa minimasi perpindahan sumber daya manusia dan material antarfasilitas dalam suatu sistem dapat terwujud melalui pengaturan tata letak fasilitas yang baik.

I.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, perumusan masalah pada penelitian ini adalah :

1. Bagaimana mengalokasikan penyimpanan produk di gudang finished good plastik PT XYZ sehingga meminimasi waktu proses perpindahan barang ? 2. Bagaimana tata letak gudang finished good plastik PT XYZ optimal sehingga

mengurangi jarak total perpindahan barang (total travel distance) ? I.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah :

1. Membuat aturan alokasi penyimpanan produk di gudang finished good plastik PT XYZ sehingga meminimasi waktu proses perpindahan barang.

2. Membuat tata letak gudang finished good plastik PT XYZ optimal sehingga mengurangi jarak total perpindahan barang (total travel distance).

I.4 Batasan Penelitian

Agar penelitian dilakukan secara terfokus terhadap tujuan yang ingin dicapai, maka penelitian ini memiliki batasan-batasan sebagai berikut :

1. Penelitian hanya dilakukan pada gudang finished good plastik PT XYZ.

2. Data yang digunakan adalah data tahun 2014.

3. Data SKU bersifat tetap dan tidak ada penambahan SKU.

4. Proses bisnis kondisi existing pada gudang PT XYZ dianggap tetap.

(7)

7

5. Penelitian hanya pada tahap usulan tidak sampai pada implementasi.

I.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini sebagai berikut :

1. Peneliti dapat mengaplikasikan teori dan metode seputar warehousing khususnya perancangan tata letak yang telah dipelajari untuk membantu memecahkan masalah di PT XYZ.

2. Membantu perusahaan mengefisiensikan aktivitas put away dan picking dengan menghilangkan waktu mencari pada gudang finished good plastik PT XYZ.

3. Memberikan referensi bagi peneliti selanjutnya atau perusahaan yang mimiliki kemiripan dalam memecahkan masalah perancangan tata letak gudang.

I.6 Sistematika Penulisan

Penelitian ini diuraikan dengan sistematika penulisan sebagai berikut : Bab I Pendahuluan

Pada bab ini dipaparkan latar belakang permasalahan mengenai delay yang terjadi sehingga diusulkan perancangan perbaikan alokasi penyimpanan berdasarkan karakteristik produk. Hal yang terpenting adalah diuraikannya permasalahan yang menjadi alasan diajukannya penelitian ini. Selain itu terdapat perumusan masalah yang mepaparkan hal-hal apa saja yang akan dibahas dan dicari penyelesaiannya dalam penelitian ini. Selanjutnya pada bab ini terdapat tujuan penelitian yang menjadi tujuan dan hasil akhir dari penelitian ini. Pada batasan penelitian dipaparkan batasan-batasan apa saja yang membatasi penelitian ini agar lebih fokus dan pembahasannya tidak keluar dari batasan yang telah ditetapkan.

Selanjutnya yaitu manfaat penelitian menguraikan manfaat yang didiperoleh dengan dilakukannya penelitian ini. Yang terkahir, pada sistematika penulisan dijelaskan urutan tahap yang dilakukan selama penelitian.

(8)

8 Bab II Landasan Teori

Pada bab ini, terdapat dasar teori yang berhubungan dengan penelitian perbaikan alokasi penyimpanan berdasarkan karakteristik produk. Tujuan dari bab ini adalah membentuk pola pikir dan landasan teori yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian dan perancangan hasil akhir. Dasar teori yang dibahas meliputi pengetahuan dan metode–metode serta teori lain yang mendukung peneliti untuk melakukan perancangan perbaikan. Di akhir bab terdapat penjelasan alasan pemilihan metode dan perbandingan penelitian ini terhadap penelitian terdahulu.

Bab III

Bab IV

Bab V

Bab VI

Metodologi Penelitian

Pada bab ini diuraikan konsep penelitian secara rinci meliputi: tahap identifikasi dan pendahuluan. Selanjutnya, tahap pengumpulan dan pengolahan data yang terdiri dari pengembangkan model penelitian yaitu model konseptual dan sistematika pemecahan masalah, mengumpulkan dan mengolah data, mengidentifikasi, merancang dan mengusulkan solusi dari permasalahan. Dan yang terakhir adalah tahap analisis dan kesimpulan.

Pada bab ini ditampilkan data umum perusahaan dan data lainnya yang dikumpulkan melalui berbagai proses seperti wawancara, observasi, dan data dari perusahaan. Pengolahan data dilakukan sesuai dengan metodologi pada Bab III dan dianalisis untuk perbaikan yang dilakukan.

Pada bab ini dilakukakan analisis terhadap pengolahan data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Selain itu juga dilakukan analisis terhadap hasil usulan yang diberikan pada Bab sebelumnya.

Analisis juga dilakukan terhadap perbandingan kondisi awal sebelum dilakukan usulan dan setelah dilakukan usulan.

Pada bab ini diberikan kesimpulan dari hasil penelitian serta saran bagi perusahaan dan penelitian selanjutnya sebagai masukan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

B

Gambar

Gambar I.1 Presentase Perbandingan Revenue antara Produk Plastik dan Metal  (Sumber : PT
Tabel I.1 menampilkan kategori produk plastik yang dijual oleh PT XYZ.
Gambar I.3 Layout serta Penempatan Barang di Gudang Finished Good Plastik Lantai 1
Gambar I.4 Layout serta Penempatan Barang di Gudang Finished Good Plastik Lantai 2

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan menurut Versi Undang-undang Penyiaran no 32/2002 : kegiatan pemancar luasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di

Pengenalan perangkat keras jaringan komputer berbasis augmented reality merupakan aplikasi pembelajaran pengenalan perangkat jaringan komputer dengan penerapan

ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN INDUSTRI KECIL SEPATU KULIT DI KABUPATEN MAGETAN.

Ji- ka yang dinyatakan lulus adalah mahasiswa yang memperoleh nilai sementara tidak lebih kecil da- ripada 6 atau nilai ulangnya adalah 6, maka rata- rata nilai mahasiswa yang

Sedangkan penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik (PP 19 Tahun 2005, pasal 1). Penimbangan

jurnalis kampus adalah produsen media, tapi di sisi lain jurnalis kampus juga.. menjadi konsumen media saat dirinya mengakses

Metode penelitian ini menggunakan kualitatif untuk melihat pada kondisi yang alamiah (natural setting) yaitu keadaan pemberdayaan PKH di Kelurahan Kelun Kota Madiun

Pada generator HHO yang terdiri dari 2 elektroda yaitu katoda dan anoda yang terhubung dengan sumber tegangan arus searah akan terjadi proses elektrolisis apabila